Luna terbaring di kamar tidurnya , matanya meneteskan air mata

" Orang Botsweni memang kejam , mereka tega memakan sahabat terbaik manusia ... " gumam Luna sambil menangis

Di pikirannya terputar sebuah kenangan masa kecilnya dahulu , pada saat Luna berumur 6 tahun dia memiliki seekor anak anjing peliharaan yang dia sayangi . Anak anjing itu berbulu emas dan sangat jinak , dia terbayang suara salakan anak anjing itu , dia tumbuh bersama anak anjing itu dan menjadi sahabat terbaik . Persahabatan dia dan anjing itu terpisah oleh Red Snow ke-12 , anjing itu tertembak oleh Shotgun dari Rein Morden dan sampai sekarang dia tidak menyadari itu , dia hanya menemukan anjing itu tewas dengan isi perut yang berhamburan dan kaki yang hanya berbentuk potongan daging mengerikan yang terlihat tulangnya sedangkan wajah anjing itu menunjukkan ketakutan dan kesakitan ...

Perlahan-lahan dia memejamkan matanya , Luna akhirnya tertidur lelap ...

Bulan di atas langit Winter City terus bersinar dan akhirnya mulai tergantikan oleh Matahari yang muncul dengan malu-malu , cahaya jingganya yang ramah mulai menghangatkan Winter City yang dingin . Selama pagi berjalan semua kegiatan berjalan normal , Felicia sudah kembali ke orang tuanya ...

Pada jam 10 pagi di gedung Warmlodge ada puluhan orang yang berkumpul di depan peti mati yang berisi mayatnya Timmy , di sekeliling peti mati itu ada foto-foto Timmy . Roy duduk di paling belakang bersama seseorang yang berambut hitam pendek dan berpakaian hitam

" Hey Pierre senang melihatmu kembali datang kembali , bagaimana dengan keluarga orangtua angkatku " kata Roy

" Itu pengalaman terburuk dalam hidupku , mereka mencoba memaksaku untuk menghilangkan kekuatan sihirku dan memaksakan hidup seperti Common Peoples , ceritanya panjang Roy " balas cowok yang dipanggil Pierre tersebut

" Aku ingin kembali lagi ke sini dan hidup sebagai Magic Swordsman , bakat multi elemenku sudah terbuang lama sekali . Aku akan menghidupkan kembali kemampuan multi elemenku " lanjut Pierre

" Ngomong-ngomong Luna Moonlight kelihatan lebih cantik loh , kamu pasti suka deh " kata Roy sambil menunjuk Luna yang sedang terisak-isak

" Sebaiknya aku nggak bicara dengan dia dan kenapa dia menangis ? " kata Pierre

" Pacarnya meninggal dalam pemalakan preman , tentara yang bernama Ishak Khan membantu dia melawan preman membawa Luna ke rumahku " jawab Roy

" Oh begitu , aku turut berduka kepada dia " kata Pierre

Yah setelah itu upacara berjalan dengan sedih , Ibunya menangis histeris di depan makam anak tunggalnya dan Luna meletakkan seikat bunga di makam Timmy

" Kau bawa bunga ? " Tanya Roy

" Tidak , aku tidak bawa apa-apa ke sini . Aku baru datang ke Winter City " jawab Pierre

" Aku turut berduka kepada pacarmu yang meninggal , semoga dia beristirahat dengan tenang " kata Pierre ke arah Luna yang sedang menangis ...

" Terima ... hiks ... kasih " jawab Luna dengan suara parau

Luna kemudian mengambil tisu yang disodorkan oleh seseorang

" Tisu tisu tisu ... cangcimen cangcimen kacang kuaci permen ... tisu tisu tisu ... neng tisunya neng sepuluh ribu tiga " Ternyata dia adalah Roland Abysmal yang sedang bergaya jadi pedagang asongan

" Gak lucu Roland ! " Bentak Luna

" Ayolah Luna , aku cuma ingin sedikit mencerahkan suasana . Nggak baik sedih terus-terusan " kata Roland

" Jangan bercanda sekarang Roland , dia lagi sensian . Ayo kita tinggalkan tempat ini dan minum bir di Frost Shack " ajak Roy

" Kalian berdua gak punya perasaan ! Jahat ! Di saat Timmy meninggalkan kita kalian malah minum-minum ! " Teriak Luna marah

" Aku tidak ingin melepaskan dia dengan tangisan , aku ingin melepaskan dia dengan senyuman . Ketika Timmy melihatmu menangis dia merasa berdosa , dia tidak bisa istirahat dengan tenang " jawab Roy dengan tenang

" Apa kamu pernah merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang kamu sayangi ?! Kalian tega tertawa di atas tangisan orang lain ! " Teriak Luna

" Yah aku pernah mengalami yang lebih buruk dari itu , sekarang aku harus meninggalkan tempat ini sebelum situasi menjadi lebih buruk dan aku menodongkan Shotgun terkutuk ini ke wajahmu dan meledakkan kepalamu menjadi ratusan bagian " kata Roy sambil meninggalkan tempat itu bersama dengan Roland

" Kalian tidak punya hati ! Jahat ! Tega tertawa dalam duka ! " Teriak Luna Marah

" Wew keras coy ... " kata Roland dengan nada mengejek sambil mengejek dan melet-melet

" Sudahlah Roland , kasihan dia " kata Roy
Roy dan Roland meninggalkan tempat pemakaman itu , Hanzo yang kebetulan menjaga tempat itu mengebulkan asap cerutunya dan menikmati cerutunya

" Orang buta yang hebat , jangan macam-macam dengan dia " kata Roy

Roy dan Roland kemudian masuk ke mobilnya masing-masing dan meninggalkan tempat itu

Sementara itu Pierre memikirkan kata yang akan dia gunakan untuk berbicara dengan Luna

" Err ... dia sepertinya dalam kondisinya yang buruk " kata Pierre

" Kamu ... hiks ... siapa ? " Tanya Luna yang masih terisak-isak

" Aku Pierre Sequoia , panggil aku Pierre saja . Nama belakangku diambil dari pohon " jawab Pierre

" Jadi ... kamu itu ... pembunuh adikmu sendiri ? " Tanya Luna

" Sebenarnya itu adik tiriku , aku benci hidup dengan keluarga tiriku . Ceritanya panjang " jawab Pierre

" Kamu seharusnya tidak membunuh adikmu sendiri ! Walaupun mereka keluarga tirimu tapi mereka tetaplah keluargamu ! " Kata Luna

" Kau boleh sebut itu keluarga tapi sebenarnya itu adalah kandang bau yang dibuat dari besi karatan dan kayu lapuk , aku dipaksa untuk hidup seperti orang biasa dan dilarang untuk mengembangkan bakatku . Orang tua tiriku mengatakanku aku sekolah di St Harold , itu adalah sekolah untuk anak badung dengan pendidikan yang keras . Orang tua tiriku mengatakan semua yang buruk kepadaku dan menjadikanku sebagai kambing hitam , masih banyak hal buruk lainnya yang menjadi alasan untuk kabur dari rumah dan cengkeraman keluarga itu " Jawab Pierre

" Dan jelaskan kepadaku mengapa kamu membunuh adikmu sendiri ?! " Tanya Luna

" Dia adalah anak rasis kurang ajar yang benar-benar menyiksaku , hidup bersama dia bagaikan dicelupkan ke dalam kerak neraka . Jika dia hidup denganmu dia akan mengatakan kalau kau adalah lonte yang ... " kata Pierre terhenti ketika ada cewek lain yang menghampiri Luna

" Ya ampun Luna ! Kamu dari tadi teriak-teriak terus sih ! Ada apaan tadi ! " Tanya cewek itu

" Begini Silvia ... Roland tega bercandain aku dan Roy bilang kalau dia lebih baik minum-minum di Frost Shack saja daripada berada disini " jawab Luna

Mereka semua keluar beserta pengunjung lainnya

" Kamu ngapain sih ngurusin cowok-cowok yang gak punya hati itu ... gak ada gunanya ngurusin mereka " kata Silvia saat mereka lewat di pintu gerbang yang dijaga oleh Johnny dan Gary ( Hanzo udah molor sekarang )

" Ngapain dikurusin ? Ngurusin badan sendiri aja gak bisa ? Hehehe ... " Celetuk Gary yang berjaga di tempat itu bersama dengan Johnny yang ada di sebelahnya

Johnny spontan menghajar Gary sampai roboh ke tanah

" Maaf soal yang tadi , badanmu bagus dan jangan dengarkan hidung belang ini " kata Johnny yang nyengir

Gary kemudian bangkit lagi dan nyengir

" Mendingan kamu pulang ke rumah aja deh , kamu kayaknya perlu istirahat " kata Silvia

" Dan lupakan soal pembunuhan yang tadi , aku hanya ingin balik ke keluargaku yang lama . Itu impianku " kata Pierre

Pierre kemudian naik motor skuternya dan pergi dari pemakaman Timmy diikuti oleh Luna yang menumpang motor skuternya Silvia

Sementara itu Johnny dan Gary masih adu jotos aja dan akhirnya dipisahkan oleh Hanzo

TBC