"Ooy Yahiko…Yahiko!"
Yahiko kecil tersentak kaget. Dia memandang sekitarnya dan melihat tiga temannya tersenyum mengejek kepadanya. Uzumaki Nagato menggoyang-goyangkan sebuah kaleng sambil menunjuk Yahiko tepat di wajahnya.
"Kau…jaga?" kata Nagato dengan nada yang dibuat untuk membuat orang kesal. Uzumaki Naruto malah tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya hingga berguling-guling, salto belakang, berputar dengan kepala di atas dan kaki di bawah hingga kayang. Uzumaki Konan memukul kepala Naruto dengan wajah non-ekspresif.
"Lebay amat kau tertawa sambil melakukan senam Bridge Dance DVD Volume 1, Naru…" kata Konan pelan. Naruto mengusap kepalanya.
"Maksudmu kaset berwarna biru yang dibeli Nagato 5 hari yang lalu?" tanya Naruto kecil. Konan kecil mengangguk pelan, tetap non-ekspresif.
"I-itu kan Blue Film." Kata Naruto dengan wajah horror "K-kau menontonnya Konan-chan?" lagi-lagi Konan mengangguk pelan, non-ekspresif.
"Hei! Sampulnya saja yang biru Naruto, tetapi isinya tetap bokep!"
"Ya kalau benar tidak usah kau katakan!"
"Aku telah menukarnya dengan DVD senam saat Konan ingin menontonnya, saat sendirian…baru aku memutar DVD Blue Film, GYAHAHAHAHA! Aku jenius kan?"
"Kau membocorkan sendiri rencana jeniusmu Nagato…"
Sedetik kemudian Nagato dan Naruto dijitak oleh Konan yang masih memasang wajah non-ekspresif. Keduanya bersungut kesal kenapa Konan begitu menyukai menganiaya kepala mereka yang dipenuhi pikiran bokep. Yahiko memandang kebingungan ketiganya dan memandang sekelilingnya…mereka berempat sedang berada di sebuah padang rumput hijau yang ditiup angin sepoi-sepoi. Ilalang-ilalang setinggi lutut mereka bergerak lembut dan enak dilihat. Di ujung kanan Yahiko terdapat sebuah pohon apel di mana tidak ada ilalang di bawahnya, hanya ada tanah berwarna coklat yang ditumbuhi rumput-rumput kecil.
"Hei, jangan sok merenung dan membuat kami lupa akan tugasmu Yahiko, kau yang jaga!"
"BWAHAHAHAHA-" saat Naruto mulai mau tertawa dan salto belakang, Konan menendang junior calon Uzukage itu sehingga sang pemilik yang ditendang jatuh berguling-guling sambil memegang legacy-nya.
"Anu-ku! Lebay amat kau bilang legacy, Nagato!" teriak Naruto kesal "Konan-chan, kau amat kejam…bahkan saat menendang lega-maksudku anu-ku kau tetap berwajah datar!"
"Hm," gumam Konan, masih non-ekspresif "Ayo Yahiko…kau yang jaga. Kita main sembunyi-tendang kaleng kan?"
"Haa? Sembunyi-tendang kaleng?" Yahiko menatap kedua tangan mungilnya "Kenapa kita bermain itu? Bukankah kita sedang…"
BWOOOSSHHH! Sebuah angin kencang menerpa Yahiko kecil sehingga dia terbang ke langit. Kaleng yang dipegang Nagato ikut melayang bersama Yahiko. Mata Yahiko dapat melihat padang rumput itu dari atas dengan view yang amat luas. Di belakang tiga temannya yang melambaikan tangan kepadanya, ada sebuah bendera besar yang tertancap di tiang hitam. Lambang Uzumaki tercetak jelas di bendera tersebut. Iris Yahiko bergetar pelan.
"SEMANGAT YAHIKO, DEMI UZUMAKI!" teriak Naruto dari kejauhan. Suaranya begitu jelas.
"DEMI UZUMAKI!" teriak Nagato.
"DEMI UZUMAKI!" teriak Konan, nadanya datar "Yahiko! Yahiko! Yahiko!" Konan memanggilnya berulang-ulang.
"Yahiko! Nak Yahiko!" tiba-tiba terdengar suara Jiraiya
"Haaaahh~" mata Yahiko terbuka lebar dan dia merasakan napasnya kembali mengisi relung paru-parunya. Jantung Yahiko berdetak kencang, perlahan-lahan dia merasakan rasa nyeri di bagian tubuh kanannya, dari bahu, dada hingga tangan dan kakinya. Penglihatan kabur Yahiko lenyap dan dia dapat melihat jelas Tsunade sedang memberikan chakra medis berwarna hijau di tubuh bagian kanannya. Suara khas chakra medis itu terus terngiang di telinganya. Tsunade terlihat lega, begitu pula Jiraiya yang duduk di dekat kepalanya. Background yang ia dapatkan adalah bahwa mereka bertiga sedang berada di sebuah ruangan berlendir seperti isi perut. Saat Yahiko ingin bertanya, Jiraiya segera menjawabnya.
"Sudah, jangan banyak berbicara. Kita sedang berada di dalam perut katak. Beberapa detik sebelum puluhan atau ratusan kertas peledak Hanzo meledak, aku berhasil menggunakan Gamagakure no Jutsu untuk melindungi kita bertiga." Jelas Jiraiya sambil memandang ke atas dan ke depan "Api masih berkobar di sekeliling kita, aku dapat merasakan panasnya…"
"Ini musim salju yang buruk bukan?" kata Tsunade sambil tersenyum manis kepada Yahiko "Kau sempat terkena angin ledakan sehingga saat berada di dalam perut katak Jiraiya, tubuhmu terpental ke berbagai arah dan beberapa tubuhmu lebam, juga luka dalam…" Yahiko memandang tubuhnya. Sudah bertelanjang dada alias topless. Terlihat jelas bahu kanannya, dada bagian kanannya, pentil-nya juga, tangan kanannya berubah agak biru. Memar. Yahiko menghela napasnya dan tersenyum lemah kepada Jiraiya serta Tsunade.
"Arigatou…" gumam Yahiko "Tanpa kalian, pasti aku sudah menjadi abu…"
"Heheheh…belum tentu nak, kau masih belum membaca Novel Icha-Icha-ku yang volume ketiga!"
"Diamlah Jiraiya!" Tsunade menatap sengit teman satu tim-nya "Jangan mengotori otak anak ini saat dirinya sedang terluka…"
Jiraiya menyengir mesum "Khekhekhe…biasanya jika ada dua pria dan satu wanita, maka mereka akan melakukan three-"
Jiraiya terpental dan menabrak bagian paling belakang perut kataknya. Tsunade yang kedua tangannya mengobati tubuh bagian kanan Yahiko dengan chakra hijau medis masih sempat menendang kepala Jiraiya menggunakan kaki kanannya dengan tenaga yang mengerikan. Yahiko tersenyum sejenak, namun wajahnya kembali khawatir karena dia membuat Hanzo bersama Sessoumaru lolos dari hadangan.
'Nagato…Konan…kuharap kalian sudah keluar dari Ame…' batin Komandan Militer Uzu itu penuh harap.
THE UZUKAGE
BY DONI REN AND ICHA REN
NARUTO IS ALWAYS BY MASASHI KISHIMOTO
THE UZUKAGE PROJECT
STORYLINE PART 2, THE RISE OF UZUSHIOGAKURE
Arc Pernikahan Shion (IwaSuna Arc)
"Pernikahannya semakin dekat." -Kitsuchi, anak Tsuchikage Ketiga
WARNING: OUT OF CHARACTER, OUT OF CANON, IMAGINATION, SOME HARD LANGUANGE AND 18+ LANGUANGE, A LITTLE BIT 18+ SCENE (NO SEX SCENE), A LITTLE BIT GORE AND H-AUTHOR
GENRE: ADVENTURE-ROMANCE-DRAMA
PAIR: UZUMAKI NARUTO x SHION
POV: NORMAL POV
HAVE FUN READ, BRO AND SIS!
.
.
.
The Rise of Uzushiogakure
Chapter 34
27 Desember, Amegakure
Hanzo dan Sessoumaru berlari kencang di lorong gua mengikuti arah getaran dan suara ledakan di depan mereka, pertanda pertarungan antara Kakuzu dan Hidan-dua ninja bayaran Hanzo-masih bertarung dengan para Uzumaki tersebut. Hanzo lebih suka menamainya bukan pertarungan, tetapi pembantaian. Hidan dan Kakuzu dikenal sebagai salah satu ninja bayaran paling kuat dan berbahaya di dunia Shinobi. Kakuzu sendiri sudah hidup sangat lama dari zaman Shodaime Hokage hingga sekarang dan mempunyai 5 jantung yang bisa terus diperbarui, sedangkan partnernya Hidan adalah mahluk immortal yang tak akan mati walau kepalanya dipenggal sekalipun.
Sempurna, para Uzumaki itu pasti akan lenyap dari Ame. Lalat-lalat busuk memang harus dimusnahkan.
"Mereka sudah terlihat, Hanzo-sama."
Kata-kata Sessoumaru membuat Hanzo kembali fokus ke dunia nyata-nya. Di depannya terlihat sekelompok rambut merah dengan berbagai macam gaya dan ekspresi. Ada yang terbaring mengerang kesakitan, ada yang terduduk, ada yang sedang mengobati yang terluka, dan ada yang berdiri sambil berteriak dengan dua kata yang agak kurang enak didengar Hanzo. Apa tadi teriakan mereka? Majulah Uzukage-sama? Hanzo mendengus pelan, dia tidak peduli. Yang penting saat Kakuzu dan Hidan membantai para kepala merah itu dari depan, maka dia bersama Sessoumaru akan melenyapkannya dari belakang. Hanzo menyeringai tipis di balik penutup mulutnya, demi kedamaian Ame, itu-lah tujuan rencana-nya.
Syaat! Dua ninja tiba-tiba muncul di hadapan Hanzo dan Sessoumaru. Keduanya berhenti berlari dan menatap tajam dua sosok yang nampak asing tersebut. Yang satu memakai kimono biru laut dengan jaket tebal berwarna senada, dia sedang meniup gelembung dari pipa gelembungnya. Yang satunya seorang wanita atau pria cantik berambut hitam panjang dengan kimono hijau gelap lengan pendek yang ditutupi kain hitam panjang di lengannya dan celana hitam yang membesar di bagian kakinya, dia memegang pedang yang diarahkan ke Hanzo dan Sessoumaru. Hanzo langsung menyimpulkan dengan cepat…
"Jadi kalian para penyusup itu ya…" gumam sang Salamander dengan nada berat tenang "Heh…siapa kalian?"
"Maaf saja, kami bukan penyusup…" yang meniup gelembung tersenyum tipis "…Kami adalah bawahan dari orang gila yang mengamuk di sana.." katanya dengan jempol tangan kanan yang menunjuk ke belakang. Mata Hanzo dan Sessoumaru menatap ke depan, lebih ke depan dari gerombolan para Uzumaki, mata mereka melebar penuh keterkejutan.
Kakuzu sudah tertusuk di dada kirinya menggunakan sebuah pisau lipat oleh seseorang berambut pirang yang memiliki aura mengerikan. Secara cepat topeng yang ada di bahu kanan Kakuzu berpindah ke dada kirinya dan dia menendang kepala Naruto, sang Uzukage mundur ke belakang sambil mengibaskan pisau lipatnya yang berdarah.
Sekarang kita melihat pertarungan dari sisi kedua petarung…
"Jadi analisisku tepat Hayaide, topeng-topeng yang ada di tubuhnya dan dua mahluk bertopeng yang tadi kuhancurkan adalah jantungnya. Kita sudah menghancurkan tiga, jadi ada dua lagi yang perlu kuremukkan…"
"Istilah remuk itu terlalu fundamental, Uzukage-sama..."
Naruto tersenyum di dalam mindscape-nya memandang Sumi-Kyo nomor tujuhnya tersebut. Hayaide sang Cheetah terkekeh pelan, dia segera memberikan pendapatnya lagi.
"Dia tampaknya sudah mengetahui trik Hikari Sunshin dan kecepatanmu, Naruto…lihat, orang itu mundur beberapa hasta untuk menjaga jarak dengan kita. Dia tahu bahwa pertarungan jarak pendek selalu menguntungkanmu. Dia mencoba dengan serangan jarak jauhnya..." benar seperti yang dikatakan Hayaide, Kakuzu mundur beberapa kali karena hancurnya 3 jantung miliknya akibat tipuan sunshin cahaya dan kecepatan serangan yang dimiliki Yondaime Uzukage. Kakuzu bahkan terkejut karena sosok pria muda bersurai kuning di depannya ini memiliki gaya pertarungan penuh analisis walaupun terlihat bahwa tadi dia sangat amat marah. Kakuzu tidak lagi memikirkan bagaimana menjahit potongan-potongan daging dan otak kepala Hidan, tetapi yang terpenting sekarang adalah memenangkan duel ini.
"Keh…baru kali ini adrenalinku memuncak, ini sama seperti yang kurasakan saat melawan Shodaime Hokage…anak muda," Kakuzu menggerakka handseal "…Kau menghiburku!"
"Maksudmu?" sementara Naruto di dalam mindscape-nya sedang berdiskusi dengan Hayaide. Hayaide memberikan dua pilihan penggunaan Sumi-Kyo kepada Uzukage keempat.
"Kau bisa mengakali pertarungan jarak jauh melawan orang itu menggunakan Asano Sumi-Kyo nomor dua atau Ge Sumi-Kyo nomor enam, celaka Naruto! Dia menembakkan seragan petir jarak jauhnya!"
Naruto menatap datar serangan Gian Kakuzu. Sang Uzukage sudah kembali fokus ke dunia nyata-nya. Petir Kakuzu menghantam tanah yang dipijak sang Uzukage, namun sang Uzukage sudah berdiri 10 meter di belakang tempat berpijak-nya tadi. Dia sudah menanam fuin di sana. Kakuzu mendecih kesal. Dia mengeluarkan topeng terakhir dari tubuhnya. Satu-satunya cara mengalahkan teknik sunshin sederhana-keparat itu adalah melakukan dua serangan beruntun. Kakuzu menggerakkan handseal, matanya melebar dan tangannya kembali menembakkan Raiton: Gian dengan cepat.
"SAATNYA KAU AKAN MATI ANAK MUDA!"
"Katakan itu nanti…" kata Naruto geram. Dia menghilang cepat dengan cahaya lembut, sementara petir Kakuzu menghantam tanah yang dipijaknya tadi. Sang Uzukage sudah berdiri tegak 12 meter di kanan titik serangan petir Kakuzu. Safir sang Uzukage menajam.
"Katon: Zukokku!"
BLAAAAARRHHH! Semburan api melesat ke arah Naruto. Sang Uzukage melempar pisau lipat-nya ke atas.
"Asano, aku butuh bantuanmu!"
Sumi-Kyo nomor dua muncul. Sesosok armadillo tersenyum kepada Naruto lalu menekuk tubuhnya penuh hormat. Warna armadillo itu berwarna emas, matanya perak dan kuku-kukunya perunggu. Asano adalah Sumi-Kyo paling glamour diantara Sumi-Kyo lainnya. Glamour dalam penampilan dan gayanya yang penuh kebangsawanan.
"Anda sudah tahu kan bagaimana kekuatan saya, Uzukage-sama?"
Naruto muncul tepat di atas pisau lipat yang dipijaknya. Mata Kakuzu membulat.
'Dia bisa menanam fuin di benda mati juga, jadi tidak hanya di tanah!' Kakuzu menggerakkan handseal 'Apapun yang terjadi, jangan biarkan dia mendekat!'
"Aku tahu…" Naruto melayangkan tinjunya "Serangan jarak jauh tak kasat mata!"
DUAKHH! Pipi Kakuzu melempem dan air liur keluar dari sudut bibirnya. Pupil Kakuzu bergetar. Saat dia menatap sekilas sang Uzukage, Uzumaki Naruto masih berada di udara dengan gerakan orang meninju…tetapi…tetapi entah kenapa pukulannya bisa sampai ke wajah Kakuzu.
"Itu karena wajahmu jelek!" kata sang Uzukage sambil melayangkan kakinya ke udara, seperti orang yang menendang. Tiba-tiba perut Kakuzu tertohok sesuatu. Sesuatu yang tak terlihat. Tubuh Kakuzu terhuyung ke belakang, dengan cepat 2, 3, 4, 5, 8, hingga puluhan pukulan menghantam wajah dan tubuh Kakuzu. Anehnya, tidak ada serangan yang terlihat. Hanya saja Naruto bergerak seperti orang berkelahi di udara hingga kakinya berpijak di tanah.
Saat kedua kakinya sudah di tanah, Naruto melesatkan tangan kanannya lurus ke depan di udara, dan Kakuzu terpental ke belakang dengan muncratan darah yang keluar dari hidungnya.
Topeng terakhir Kakuzu bergerak mendekati tuannya, saat terdengar suara "sreek…" pelan ketika kedua kaki hitamnya berhenti terseret di tanah, mahluk bertopeng itu sudah berada di depan Kakuzu dengan posisi siap melindungi tubuh utama-nya.
Safir Naruto menajam. Bagus, serangan terakhir…
"Ge, aku butuh bantuanmu…" Naruto memanggil Sumi-Kyo nomor enam-nya, Ge si Beruang pemalas berbulu coklat gelap. Ge muncul di mindscape Naruto dengan mulut menguap, sama sekali tidak sopan di hadapan sang Uzukage.
"Kenapa kau mengganggu tidur siangku?" tanyanya dengan nada acuh tak acuh.
"Untuk apa kau jadi Sumi-Kyo?" gumam Naruto sedikit kesal. Memang dari pelatihannya, Ge adalah Sumi-Kyo yang paling dihindarinya. Apalagi setelah mendapatkan penguatan dari Buku Sumi-Kyo. Rahasia hasil Penelitian yang ia dapatkan di markas Madara, poin nomor 4 dari Bab Penelitian Kesalahan Pengguna,
4. Selain bisa menggunakan kekuatan Sumi-Kyo yang telah diberi chakra pengguna, pengguna pada umumnya akan terkena efek dari karakter atau sifat pada Sumi-Kyo tertentu sehingga biasanya pengguna Sumi-Kyo akan memiliki sifat Sumi-Kyo tertentu saat dia menggunakannya.
"Karakter-ku akan menjadi pemalas!" gumam Naruto sambil membuka matanya yang kini sudah terasa berat. Naruto menguap lebar dan segera ingin tidur di tanah menghitam itu (akibat ledakan 4 jutsu destruktif). Naruto menggelengkan kepalanya cepat, berusaha menghilangkan kantuknya yang benar-benar ekstrem.
"Hoaam…kau tahu kan kekuatanku, Uzukage-hoaaam-sama…"
"Hoaaam…jangan menguap saat kau berbicara denganku beruang pemalas-hoaaam-ya, aku tahu."
"Hoaaam…kau juga menguap. Hoaam, cuma memberitahumu, selain bisa mengeluarkan meriam penghancur, aku juga bisa membuat orang tertidur. Intinya-hoaaam-aku memiliki dua kekuatan."
Dua kekuatan? Naruto teringat poin ketujuh dari Bab Penelitian Kesalahan Pengguna,
7. Selain tiga Sumi-Kyo terkuat, di sepuluh Sumi-Kyo ada beberapa Sumi-Kyo yang mempunyai dua kekuatan. Rinciannya akan dijelaskan di Bab selanjutnya.
"Hoaam…Uzukage-sama, orang itu mulai bangkit."
"Kenapa kau tidak memberitahuku soal dua kekuatanmu Ge?" Tanya Naruto dengan wajah sedikit kesal di dalam mindscapenya, Ge sang beruang kembali menguap dan menatap acuh tak acuh ke arah Naruto.
"Aku malas mengatakannya. Terlalu membuang energi."
"KUAPAN-MU YANG BERKALI-KALI ITULAH YANG MEMBUAT ENERGIMU TERKURAS!" Naruto kembali ke dunia nyata, kaki kanannya lebih sedikit bertekuk ke bawah, di mana telapak kaki kanannya menginjak kuat tanah menghitam tersebut. Sementara Kakuzu perlahan-lahan bangkit dengan darah mengental bergelantungan dari hidungnya. Perempatan muncul di kening Kakuzu, jelas saja, dia emosi. Dia orang bertipe temperamental dan musuh di depannya adalah orang yang berhasil membangkitan kemarahannya.
"Ku-Kurang ajar…" gumam Kakuzu perlahan-lahan bangkit "Akan kubunuh kau…akan kubunuh kau…akan kubunuh kau, ohok!" Kakuzu memegang perutnya yang kesakitan. Perlahan-lahan tubuhnya menegak.
Di pihak Naruto sendiri kini sudah siap dengan serangan penutupnya. Sebuah meriam dari ketiadaan muncul dengan kumpulan cahaya yang menyatu. Meriam itu cukup panjang dan besar, dengan cat metalik coklat di mana ada wajah Ge di tengah-tengah selongsong meriam. Naruto memanggul meriam tersebut di bahu kanannya.
"Ingat Yondaime Uzukage-sama, hoaam, meriam-ku memiliki daya penghancur yang luar biasa, tetapi kau harus menunggu 60 detik untuk mengisi tenaga destruktifnya dan 15 detik persiapan pelepasan tembakannya, jadi hoaam, aku sarankan serangan tembakanmu ini harus sekali kena, jika meleset, maka kusarankan kau menggantiku dengan Sumi-Kyo yang lain, hoaam…"
"Bilang saja kau mau tidur beruang pemalas, hoaam…aku tahu soal kekuatan pertamamu ini, jika tembakan pertamaku ini gagal, aku juga susah menghindari serangan musuh sembari menunggu meriam ini mengisi ulang tenaganya, karena meriam ini berat seberat mataku sekarang." 10 detik…11 detik…cahaya kuning menyilaukan bergerak ke titik satu pusat mulut tembakan meriam. Tangan Naruto mencengkram erat item kekuatan Sumi-Kyo nomor enam-nya tersebut. Sang Uzukage menatap tajam Kakuzu yang menggerakkan handseal untuk mengeluarkan ninjutsunya. Ini adalah serangan dengan kesempatan 50 berbanding 50!
12 detik…13 detik…14-
"Tidak akan cukup, Uzukage-sama! Dia akan lebih dulu menembakkan jutsu-nya daripada kita! Kau-"
"Tumben kau terdengar tidak mengantuk Ge!" Naruto menajamkan matanya. Sebuah rantai keluar dari dalam tanah dan mengikat gerakan jari Kakuzu untuk mengeluarkan ninjutsu. Mata Kakuzu melebar.
"Se-sejak kapan?!" gumam Kakuzu terkejut.
15 detik!
"Persiapan selesai!"
Naruto menoleh ke arah Nagato dan Konan yang menyaksikan pertarungan Uzukage mereka.
"Konan, Nagato! Bawa para Uzumaki lebih memasuki gua, karena ini akan lebih mengerikan dari ledakan pertama yan kalian buat!" Naruto memandang Kakuzu yang berteriak kencang.
"KEPARAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAT!"
BWOOOOSHHHHH! Tembakan cahaya kuning yang berubah kemerahan melesat ke arah Kakuzu. Pupil Kakuzu bergetar ketakutan dan dia teringat pertarungannya dengan Hokage pertama. Dia gagal membunuh Hokage pertama…dan sekarang, keabadian yang dia jaga se-abad lebih kalah oleh kekuatan beraura mengerikan dari pemuda bersurai pirang di hadapannya.
Nagato dan Konan membawa masuk lebih dalam para klan mereka untuk menghindari daya ledakan sang Uzukage. Hanya dalam beberapa detik, seluruh atap gua runtuh, tanah di sana melengkung lalu pecah, pohon-pohon di sekitarnya lenyap seperti debu dan sungai yang memgalir menuju pusat Ame bagai menguap dipanaskan oleh suhu tinggi.
Mungkin tema kali ini adalah…penghancuran total, destruktif gaya gila.
Untuk pertama kalinya lutut Sessoumaru bergetar. Baru kali ini dirinya yang selalu menganggap bahwa semua lawan itu lemah, kini terasa tidak berdaya saat melihat powerful dari seorang Uzumaki Naruto. Hanzo menahan napasnya. Tidak bagus…benar-benar tidak bagus…dia merasakan bahwa pilihannya menghilangkan lalat-lalat busuk berkepala merah adalah ide yang tidak bagus.
"Hanzo-sama, sebenarnya aku ingin berdiplomasi kepadamu soal rakyatku," Naruto muncul di hadapan Hanzo dan Sessoumaru dengan kilatan cahaya lembut yang anggun. Sang Uzukage berdiri tegak di depan Utakata dan Haku, dengan tatapan buas tentunya. Hanzo dan Sessoumaru mundur ke belakang karena ketakutan.
"Tetapi karena kau telah berupaya membunuh rakyatku dan memang ada yang terbunuh…"
"Salah! Kau salah! Ini demi kedamaian Ame!" teriak Hanzo ketakutan.
"Kau…" safir Naruto menajam. Hanzo dan Sessoumaru langsung berbalik ke belakang dan berlari menuju ke depan mulut gua. Mata mereka melebar serempak.
Yahiko yang dibopong Jiraiya, sementara Tsunade yang dibopong Yugito sudah menunggu mereka dari arah gua bagian depan. Kini bukan Hanzo yang mengepung Uzumaki dari dua arah, tetapi dirinya yang terkepung dari dua arah, depan dan belakang gua…walaupun daerah itu tidak bisa dibilang gua lagi karena 90 persen dinding dan atap gua hancur akibat pertarungan dahsyat tersebut.
"Sialan! Sialan! Sessoumaru, Se-" Sessoumaru terjatuh ke tanah dengan kepala terpenggal. Haku berdiri anggun sambil mengusap pedangnya yang berdarah. Safir Naruto nampak menghitam.
Menahan rasa dendam setelah mendengar cerita Sara soal penyerangan 5 desa besar di desanya sudah membuat dada Naruto sesak, melihat wajah Hanzo lalu melihat wajah rakyatnya yang tewas di Ame membuat mata Naruto gelap.
"Selesaikan, Haku…" kata Naruto dingin. Haku dengan naluri ninja pembunuhnya melesat ke Hanzo dengan mata berkilat menyeramkan. Hanzo tewas dengan tubuh terbelah dua. Haku memang ekstrim, tetapi sang Last Hyouton juga mengerti bagaimana perasaan Uzukage-nya yang sedang berduka.
Kedamaian Ame yang didambakan Hanzo lenyap. Ini semua karena lalat-lalat berkepala merah, dan pemimpin mereka, lalat berkepala kuning dengan mata faset biru berlian benar-benar menghancurkan impiannya. Ini semua salah mereka! Salah mereka! Salah mereka!
Saat tubuh terbelah Hanzo mengeluarkan asap beracun-nya yang berwarna ungu, Naruto mengeluarkan Fuinjutsu: Chisana Bakuhatso, di mana lingkaran Fuin muncul dari tangannya dan ditembakkan ke objek, lalu terbentuklah kekkai segi empat berukuran kecil (Volum meter) berwarna biru yang menutupi gas beracun Hanzo agar tidak menyebar. Naruto menjetikkan jarinya dan kekkai tersebut meledak, menghilang bersama ideologi Hanzo yang rumit.
Yahiko sekilas terkejut dengan warna safir mata sahabatnya, terlihat agak lebih gelap dan menyeramkan.
Naruto hanya menatap datar asap hitam bekas ledakan kekkai-nya tadi, tanpa tahu apa yang terjadi di dalam mindscape-nya.
Di kegelapan mindscape itu, seseorang tersenyum licik dan menghilang ke kegelapan sambil bergumam pelan.
"Sebentar lagi kau akan menghitam….Uzumaki Naruto…"
Di Iwa, lonceng Shion kembali berbunyi. Sang Ratu terbangun dari tidurnya dan menatap cemas ke langit-langit kamar.
'Naruto…'
Mimpi itu kembali menghampiri Shion. Jika terus terjadi, tidak diragukan lagi…penglihatan yang Shion dapatkan di tidurnya adalah ramalan!
Masalahnya, ramalan Sang Ratu selalu benar.
~TU~
Seorang ibu tua Uzumaki memeluk sang Uzukage yang membalas pelukannya dengan erat. Naruto mengusap-usap punggung ibu itu untuk menenangkannya. Anak ibu itu adalah salah satu ninja Uzumaki yang melindungi para warga sipil saat Konan dan Nagato sedang tumbang. Suatu pertarungan yang mengerikan, semua Uzumaki berkemampuan ninja di Ame tewas, mereka pun dikubur di sebuah lubang yang cukup besar bersama-sama. Sebuah nisan batu yang cukup besar tertanam di sana, dengan simbol Uzumaki tentunya. Naruto menatap sendu ke kuburan yang baru ditimbun tanah bersalju itu dengan wajah sedikit kacau. Dia masih saja berdiri di depan kuburan jika Nagato tidak menepuk bahunya dan mengajaknya menuju kediaman Hanzo.
Konklusi di Ame terasa lebih singkat, seorang ninja Ame yang memiliki pengaruh akhirnya diangkat menjadi pemimpin baru di sana dan akhirnya memilih berdamai dengan kelompok Uzumaki yang dipimpin Yahiko. Mayat Hanzo tidak ditemukan karena telah menghilang bersama ledakan kekkai Naruto, sedangkan mayat Sessoumaru dikuburkan di makam Desa Ame. Tubuh Kakuzu juga tidak ditemukan, mungkin hilang akibat daya ledak luar biasa oleh tembakan meriam Ge. Sungai yang mengalir menuju pusat Amegakure menjadi danau kawah karena bagian tepi kanan sungai (daerah pertarungan) membentuk cekungan besar dan air sungai memgalir ke sana dan akhirnya terjebak. Gua tempat persembunyian Uzumaki hancur, hanya menyisakan 10 persen agar gua tersebut bisa dikatakan gua. Sementara tubuh Hidan dikuburkan di dalam sebuah lubang yang digali dalam, bahkan saat timbunan tanah terakhir, mulut Hidan, hanya mulutnya saja, masih bisa berbicara dan mengeluarkan kata-kata kotor. Bola matanya bahkan masih bisa berkedip. Musuh yang mengerikan dan pengorbanan yang besar…Amegakure akan menjadi cerita tersendiri bagi Uzumaki Naruto sebagai pemimpin para Uzumaki.
"Jadi anda Jiraiya-san?!" Tanya Utakata antusias. Jiraiya memasang wajah sok cool. Dirinya merasa tersanjung karena ada juga yang mengaguminya. Tsunade hanya menatapnya dengan jerk karena teman satu tim-nya tersebut beberapa kali berdehem sebelum berbicara agar terlihat berwibawa.
"Lalu bagaimana tindakanmu selanjutnya Naruto? Mendengar ceritamu dari awal hingga sekarang, kami jadi tahu muslihat Danzo yang sebenarnya. Apalagi dia telah membunuh Hiruzen-sensei…" Tsunade mengepalkan kedua tangannya. Naruto menghembuskan napas pelan. Uap air keluar dari hidungnya.
Mereka kini berada di salah satu ruangan kediaman Hanzo untuk rapat singkat mengenai alur tindakan Uzumaki setelah kekacauan di Ame. Di beberapa ruangan, Uzumaki-Uzumaki yang terluka sedang diobati para Uzumaki yang tahu soal ilmu medis. Nagato seringkali bolak-balik dari ruang rapat menuju beberapa ruang perawatan anggota klan-nya karena khawatir atas keadaan mereka. Naruto juga kalah khawatirnya sehingga saat Nagato datang dia langsung bertanya apakah semuanya baik-baik saja.
"Serius-lah Naruto! Jangan pikirkan itu dulu, kau sebagai pemimpin harus memutuskan apa tindakanmu selanjutnya…" kata Jiraiya menasehati "Ehem." Tambahnya karena di awal tadi dia lupa ber"ehem".
"Beraninya anda membentak Yondaime Uzukage-sama, Jiraiya-san! Saya tahu anda telah menolong Yahiko, tetapi jika anda berani sekali lagi membentak di depan Uzukage-sama…maka kepala anda akan saya anggap lebih rendah harganya dari kepala Yahiko…" kata Konan dengan nada mengancam. Jiraiya meneguk ludahnya ketakutan. Leader-complex atau Hormat-complex yang dimiliki Konan kambuh lagi.
"Saya minta maaf Jiraiya-san! Dan kenapa kepalaku sepertinya murahan Konan-chawn?!" kata Yahiko dengan wajah kecewa. Konan menjitaknya dengan wajah non-ekspresif, membuat Komandan Militer itu tepar di lantai dengan kepala berbenjol. Haku dan Yugito saling berpandangan…satu lagi seorang wanita yang memiliki ideologi yang sama dengan mereka. Sangat menghormati Naruto-sama!
"Jadi Naruto, bagaimana keputusanmu?" tanya Tsunade lagi. Semuanya memandang Naruto yang dari tadi diam duduk bersila, tetapi jangan lupa jari telunjuk tangan kanannya yang mengetuk lantai dengan cepat, menandakan sang Uzukage sedang berpikir keras.
Tsunade dan Jiraiya pergi ke Ame karena disuruh Danzo untuk mengawasi keadaan desa tersebut karena diyakini Amegakure memiliki kekuatan untuk menyerang Konoha dengan latar belakang masa lalu. Bagaimana misalnya itu hanya perintah muslihat Danzo dan sebenarnya dia ingin memastikan, tidak ada pergerakan Uzumaki yang diyakini telah punah melewati Ame bahkan bertempat tinggal di sana. Poin keberuntungannya, Jiraiya dan Tsunade adalah murid Hokage ketiga dan Danzo melakukan sedikit kesalahan dengan menyuruh keduanya menjadi pengawas jalur Ame.
Kumogakure, fix. Sekutu. Hasil bibit siap diambil.
Kirigakure, fix. Sekutu. Hasil bibit siap diambil.
Iwagakure, belum diketahui. Shion ada di sana. Jika Tsuchikage melindungi istrinya, bagaimana cara Tsuchikage melindunginya agar Konoha dan Suna tidak menganggap Iwa berkhianat. Tsuchikage sudah tahu status dirinya masih hidup dan memang itu yang direncanakannya. Pertanyaan terbesar Naruto balik lagi ke kalimat ketiga, bagaimana cara Tsuchikage melindungi istrinya dari Konoha dan Suna sekaligus membuat Iwa tidak nampak berkhianat? Pertanyaan tersebut berlaku jika Tsuchikage memang ingin melindungi Sang Ratu.
Sunagakure, belum diketahui. Hampir dipastikan akan menjadi musuhnya. Sandaime Kazekage sudah mengetahui status dirinya masih hidup dan memang itu yang direncanakannya…hipotesis yang dapat Naruto buat adalah Kazekage pasti sedang berpikir bagaimana mendapatkan Shion tanpa menimbulkan kegaduhan, dengan kata lain bisa jadi penculikan. Jika Shion berhasil didapatkan pihak Suna, maka Sang Ratu pasti langsung dibunuh di sana.
Konohagakure…
Ketukan jari telunjuk Naruto berhenti. Semuanya memandang serius sang Uzukage. Naruto berdiri tegak dan memakai jaket tebal jingga-hitamnya lalu menutup resletingnya dengan cepat. Nagato yang baru masuk kembali ke ruangan rapat menatap kebingungan sahabatnya tersebut.
"Kau mau ke mana, Naruto?"
Naruto tersenyum tipis "Maaf jika kita tidak bisa mengadakan reuni kasih sayang yang lama, Nagato…Yahiko..Kon-"
"Bodoh!" Yahiko menutup matanya dan tersenyum "Tanpa reuni-pun kami sudah bersyukur kau masih hidup, nah…" Yahiko membuka matanya lagi "Kau mau ke mana, Yondaime Uzukage-sama?"
Salju perlahan-lahan turun di Ame, bukan hujan. Kini salju. Semuanya dapat memandang aura sang Uzukage yang hampir menyatu dengan suasana sejuk dari salju yang menimbuni Amegakure. Salju itu menutupi pecahan-pecahan batu di gua tempat pertarungan dahsyat, menutupi tanah-tanah hitam akibat ledakan luar biasa dari jutsu destruktif, dan menutupi timbunan tanah kuburan para Uzumaki. Yondaime Uzukage mengangkat tegak kepalanya. Sudah diputuskan, rencana selanjutnya yang sudah dia rencanakan akan dilakukan…dari Plan A sampai Z, Uzukage muda itu meneruskan Plan A, alias rencana awalnya.
"Yahiko, Konan, Nagato…bersama Yugito kalian kembali ke Taki untuk mengabari adikku serta menggalang kekuatan Uzumaki di sana, lalu beri kabar ke Kumogakure dan melaporkan apa yang terjadi di sini! Aku tahu untuk ke Kumo akan memakan waktu, minta bantuan Shibuki untuk mengabari Kumo dengan singkat. Haku dan Utakata, kita kembali berpetualang…Yugito, jangan lupa berpesan kepada Michiru dan Hachi…" Naruto sedikit menoleh ke belakang "…Saatnya menggalang kekuatan bersama Negeri Iblis dan Kirigakure!"
Semuanya diam mendengarkan rencana yang Naruto beberkan. Cukup panjang, namun jelas dan mudah dimengerti. Pesan sang Uzukage sebelum dia bersama Haku dan Utakata menuju daerah selanjutnya adalah…
"Kita akan kembali membangkitkan Uzushiogakure!" kata Naruto sambil mengacunngkan jempolnya. Dia menoleh ke belakang, ke arah teman-temannya. Naruto menyengir menampilkan gigi-gigi putih yang terawat. Yugito mengangguk mengerti, tidak ada alasan untuk membantah keputusan Yondaime Uuzkage-sama (padahal dia ingin ikut Naruto), Yahiko-Konan-Nagato mengacungkan jempol bersamaan dan ikutan menyengir, sementara Jiraiya dan Tsunade yang dipesankan untuk kembali ke Konoha dan dipintai tolong oleh Naruto untuk mengawasi Konoha menganggukkan kepala, memberi semangat juga.
"Nah…ayo," Naruto berlari paling depan, diikuti Utakata dan Haku di belakang sisi kiri dan kanannya "Kita menuju Iwagakure!"
"Jadi itu alasanmu pergi ke Taki baru ke Ame Naruto-san? Jarak antara Amegakure ke Iwagakure adalah satu hari penuh…dengan kata lain tanggal 28 Desember kita sudah ada di sana." Terang Utakata, jelas saja dia tahu soal jarak dan waktu perjalanan. Jangan lupa gelar Jinchuuriki penyendiri dan pengembara yang ia banggakan.
"Anda ingin menyelesaikan masalah satu-persatu kan, Naruto-sama? Setelah berhasil mengumpulkan kekuatan Uzumaki di Taki dan Ame, anda akan menyelesaikan masalah terakhir…yakni menyelamatkan istri anda. Anda tenang-tenang saja saat berada satu minggu di daerah Taki maupun Ame karena anda tahu bisa cepat sampai ke Iwa melalui Ame sebelum ada kabar buruk tentang istri anda di Iwa."
Naruto tersenyum mendengar analisis Haku "Tepat. Dan setelah kekuatan para Uzumaki, bantuan Kumo, Negeri Iblis serta Kiri terkumpul, kita akan mendesak Tsuchikage supaya membebaskan istriku-"
"Maaf menyela Naruto-sama, tetapi apa itu tidak menimbulkan kegemparan kah? Bagaimana jika terdengar Daimyo dan terjadi Perang Dunia Shinobi Keempat?"
"Inilah alasan kita berangkat dulu ke Iwa!" Naruto melompat di dahan pohon-pohon bersalju ketika mereka memasuki daerah hutan di pinggiran Ame "Kita akan mengawasi di sana dan mengatur rencana selanjutnya…" safir Naruto menajam. Haku dan Utakata mengangguk mengerti ketika mereka melompat dahan-dahan pohon di belakang Naruto. Beberapa gumpalan salju jatuh ke tanah akibat daya guncang lompatan mereka.
"Masalahnya…bagaimana caranya Tsuchikage mempertahankan istriku dari Konoha dan Suna tanpa dianggap pengkhianat jika dia melindungi Sang Ratu?" gumam Naruto pelan. Satu pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh Tsuchikage ketiga.
27 Desember, Iwagakure
Tsuchikage duduk berdua bersama Kitsuchi, anaknya, di kantornya. Mereka sedang membahas apa yang dilakukan selanjutnya tentang ide pernikahan Sang Ratu Negeri Iblis. Tsuchikage menjatuhkan punggung kecilnya di kursi non-encoknya dan memandang Kitsuchi yang juga duduk dengan wajah berpikir. Detik jam di ruangan itu menghiasi suasana yang terdengar hening tanpa pembicaraan.
"Apa kau pikir jika Uzukage keempat akan langsung ke sini jika tahu istrinya akan dinikahkan, Tou-san?" tanya Kitsuchi. Tsuchikage ketiga yang sedang mengusap punggungnya memandang ke atas ruangan sebelum menjawab.
"Sepertinya…anak muda itu sedikit temperamen jika menyangkut masalah desa dan orang yang dicintainya, yah…karena dia masih muda. 24 tahun bukanlah umur kedewasaan matang, itu adalah umur menuju kedewasaan. Baru kedewasaan, bukan ditambah matang-nya lagi…"
"Jadi, kita tidak akan mengumumkan sekarang soal pernikahanku dan Sang Ratu kan?"
"Tentu saja tidak!" Tsuchikage kemudian memandang anaknya "Jika kita mengabarkan ke seluruh dunia soal pernikahanmu bersama Shion-sama, maka tanggal 29 Desember, ataupun tanggal 30 Desember bisa-bisa Yondaime Uzukage datang dan mengamuk di sini. Sandaime Kazekage atau Shimura Danzo bisa ke sini sebelum tanggal 1 Januari dan melobi untuk mendapatkan Sang Ratu sebelum kau menikah…rencanaku akan gagal."
"Jadi, kapan kita akan mengabarinya? Jika kita tidak mengabarinya maka pihak Suna dan pihak Konoha bisa ke sini kapan saja dan meminta Sang Ratu ke desa mereka lalu membunuhnya di sana…toh mereka bisa membuat alasan bahwa pihak Iwa tidak pernah mengabari soal pernikahanku dengan Shion-sama, jadinya Iwa tidak bisa melindungi Ratu Negeri Iblis…"
"Kau benar," Tsuchikage mengeluh kesal karena punggungnya kembali terasa sakit "Aku sudah mempersiapkan tanggal pemberitahuan kepada seluruh dunia tentang pernikahan akbarmu dan Sang Ratu…" Tsuchikage terdiam sejenak.
"…Yakni tanggal 31 Desember."
"31 Desember?" Kitsuchi menaikkan alis sebelah kanan, dia masih menerka-nerka apa rencana ayahnya dengan mengabari pernikahannya kepada dunia 1 hari sebelum hari pernikahan.
"Dengan mengabari tanggal 31 Desember, maka tidak ada alasan Suna maupun Konoha mengambil Sang Ratu dengan alasan tidak ada kabar pemberitahuan pernikahan…dengan mengabari tanggal 31 Desember, Suna maupun Konoha tidak akan sempat melobi kita untuk melepaskan Shion-sama karena perjalanan dua desa itu menuju ke sini memakan waktu lebih dari dua hari…"
Mata Kitsuchi bergetar takjub. Dia mengerti rencana ayahnya, benar-benar sistematis dan terpikirkan dengan baik.
"Yondaime Uzukage pun tidak akan sempat menyerang kita di tanggal 1 Januari karena perjalanan dari Kumo ke Iwa juga memakan waktu lebih dari satu hari…inti dari pengabaran 31 Desember adalah waktu, Kitsuchi. Dengan begini," Tsuchikage tersenyum puas "Pernikahan Shion-sama akan aman!"
Kitsuchi menundukkan kepalanya…keh…keh…khekhekhe…GHUAHAHAHAHAHA…Kitsuchi tertawa terbahak-bahak di dalam hatinya. Shion-sama akan berada di dalam genggamannya sekarang. Dia akan mencicipi tubuh Ratu itu dan menghancurkan ramalan Rikudou Sennin soal hidupnya Gerbang Saiken.
Uzumaki Naruto…kau akan hancur berkeping-keping, Kitsuchi terus berkata seperti itu di dalam hatinya. Kepalanya masih tertunduk.
'Bukan hanya tubuhmu…tetapi hatimu akan kubuat lenyap karena wanita yang kau cintai akan kugagahi, Khe..khekhe…GHAHAHAHAHAHA…'
Sementara Tsuchikage tersenyum. Dia puas karena rencana perlindungannya kepada Sang Ratu berjalan dengan baik. Rencana pernikahan Sang Ratu adalah ide terbaik untuk melindungi Sang Ratu dari bahaya dua desa besar…tanpa Tsuchikage ketahui bahaya terbesar terhadap Shion adalah anaknya sendiri.
'Kau tidak akan sempat sampai ke sini, Naruto-gaki…perjalanan dari Kumo menuju Iwa tidak akan cukup sampai satu hari…' batin Tsuchikage percaya diri
Tanpa kakek tua itu sadari, Naruto bersama dua pengawalnya sudah berlari menuju Iwa dari Amegakure, yang hanya memakan perjalanan satu hari. Uzumaki Naruto akan berada di Iwa tanggal 28 Desember.
Yondaime Uzukage juga sudah memperkirakan sejuta kemungkinan, tentu saja…dia memiliki Plan A sampai Plan Z.
Tsuchikage sudah salah memilih lawan untuk adu strategi!
TBC
Jutsu Update
Uzumaki Naruto-The Fourth Uzukage, Prodigy Uzumaki's
Sumi-Kyo
Asano. Sumi-Kyo nomor dua, seorang Armadillo berkarakter kebangsawanan dengan tubuh emas, mata perak dan kuku-kuku perunggu. Paling glamour diantara Sumi-Kyo lainnya. Memberikan kemampuan pada pengguna untuk dapat melakukan segala jenis serangan jarak jauh kepada musuh yang dilihat oleh mata.
Ge. Beruang pemalas berbulu coklat, Sumi-Kyo nomor enam. Memiliki dua kemampuan seperti yang dikatakan buku Rahasia Sumi-Kyo dari markas Uchiha Madara. Kemampuan pertama, memunculkan meriam cahaya dari ketiadaan yang sangat destruktif sekali tembak dengan daya isi ulang 60 detik dan persiapan tembakan besar 15 detik. Kemampuan yang kedua adalah membuat lawan tertidur dengan cara menyentuh kepalanya.
Fuinjuts: Chisana Bakuhatso. Lingkaran Fuin muncul dari tangan Naruto dan ditembakkan ke objek, lalu terbentuklah kekkai segi empat berukuran kecil (Volum meter) berwarna biru yang menutupi objek. Naruto menjetikkan jarinya dan kekkai tersebut meledak
AN:
Kembali mengupdate cepat karena waktu Free. Beberapa waktu ke depannya ane agak sedikit sibuk karena ada proyek baru dari Bos jadinya mungkin tidak akan secepat update dari chapter 25 sampai chapter 34 ini.
Mini-konflik antara Ame Vs Uzumaki selesai sudah, kita akan memasuki konflik inti di arc Pernikahan Shion di chapter ke depannya.
Rangkuman balasan review
Q: Nasib duo Konoha dan Yahiko?
A: Mereka selamat bro.
Q: Nagato punya Rinnegan
A: Tidak gan, agak susah di fic ini saya tiba-tiba membuat Madara bisa masuk ke Uzu lalu memberikan matanya kepada Nagato.
Q: Hidan mati?
A: Tidak, dia adalah badass D*mn Immortal, walaupun kepalanya hancur lebur…dia masih bisa mengoceh dengan mulutnya haha.
Q: Karin salah satu dari 4 ninja yang datang ke Ame?
A: Tidak gan. 4 ninja itu adalah Naruto, Utakata, Haku dan Yugito.
Q: Apa sensor hujan Hanzo tidak bisa mengukur kekuatan atau tekanan chakra seseorag?
A: Hanya bisa mendeteksi adanya chakra saja bro.
Q: Kemarahan Naruto murni marah atau pengaruh Sumi-Kyo Zero?
A: murninya marah gan, tetapi karena pengaruh Sumi-Kyo Zero…khekhekhe, tunggu cerita selanjutnya.
Q: Kakuzu dan Hidan murni Hunter-nin. Fuu kenapa?
A: Yap, begitulah gan. Nasib Fuu masih unknown.
Q: Jiraiya-Tsunade keluar Konoha kah? Orochimaru ikut Danzo?
A: Untuk status Jiraiya dan Tsunade sudah dijelaskan di chapter ini. Untuk Orochimaru…masih ngambang seperti emas.
Q: rencana munculi 5 Bijuu?
A: Hm…sebuah plot kecil untuk cerita ke depannya. Akan ada maknanya nanti haha.
Yap, rencana mau buat Crossover? Hm…nanti saja gan, ane masih mau fokus dengan fic ini plus fokus ke kerjaan baru dari Bos. Baiklah, ane hanya mengucapkan terima kasih kepada para Readers yang masih setia memberikan saran, kritik, nasihat, pertanyaan dan pernyataannya…ane Cuma bilang terima kasih dengan terus meng-up fic ini.
So…sampai ketemu di chapter depan, di arc Pernikahan Shion dalam storyline part 2 The Uzukage: The Rise of Uzushiogakure.
Tertanda. Doni Ren
