Weweeee! Aku masih tetap lanjut mengabaikan komen Gak jelas dan bermanfaat jadi aku hapus saja karena itu cuman macam sampah tapi, anehnya masih ada ajah yang baca wkwkwk ngejilat ludah sendiri, ohhh Btw sesuai Janji di akhir Arc aku memang bakal adakan lemon dengan kesegaran yang tak terbatas dan meski kalian bakal tau siapa yang akan jadi korban selanjutnya, ohhhh ya aku sebenarnya cukup banyak meminta request buatkan sebuah fic dan alasan aku diam tak membalas yaitu : Satu Terlalu banyak fic yang masih ongoing akan sulit dan yang Pasti ada beberapa fic yang terbengkalai Hingga akhirnya Hiatus, Kedua aku ada kehidupan yang lumayan sibuk di duta jadi, mustahil sekali untuk membuat fic banyak takut WB nantinya jadi sekian.
P.s : Errrrr! Aku lupa Juga buat tambahan ajah bagi yang request tolong sabar yah, aku masih belum nepatin janji kapan akan buat karena aku juga masih bingung dengan alur cerita apa yang harus dibuat jadi terima kasih.
Chapter 30 : This Is No Good Bye (Lemon)
.
...
.
- Erza Pov's
Aku merasa sesuatu yang nyeri di kepalaku dan mataku Juga agak sedikit berkabur tapi, tak lama akhirnya aku menyadari bahwa diriku sekarang sudah tiada karena aku mengorbankan diriku masuk ke dalam Etherion dan menghentikan ledakan.
Yah, memang itu terjadi dan aku benar-benar berpisah dari semuanya yang ada di Fairy Tail dan Juga Natsu Maaf karena aku tak bisa menepati Janjiku sendiri aku harap kau memaafkanku dan menemukan kebahagiaan kau sendiri tanpa aku ada di sisimu.
Aku sebenarnya cukup menyesal karena tak bisa mendengar balasan dari kau tapi, setidaknya aku sudah mengatakan hal yang aku pendam selama ini dan aku senang jika kau bersama dengan yang lain asal kau bahagia dan aku akan melihatmu dari sini.
Tapi, hal aneh terjadi Padaku, kepala ini mulai terasa tenang dan mataku mulai melihat jernih, apakah ini Surga? Mungkin bukan karena tubuhku masih terasa nyeri dan mataku melihat ke atas langit Gelap dengan taburan bintang yang berkilauan apa benar ini Surga? Tapi, aku sadar lagi akan satu hal.
Aku melihat tanganku yang Kotor dan Terluka entah Apa yang terjadi tapi, nyatanya aku masih benar-benar hidup dan aku tak bisa menghilangkan rasa bahagia ini tapi, siapa yang membawa aku keluar dari ledakan yang besar itu tapi, tubuhku terasa dibawa oleh seseorang dan aku melihat Orang yang aku sayang sedang menggendong diriku ini.
"Natsu?"
- Pov's End
"Natsu?"
Erza tak Percaya dengan apa yang dia lihat sesungguhnya karena kenyataan ini bahwa dirinya masih hidup dan sedang digendong oleh Natsu dengan Brydal Style dia bisa Wajahnya yang serius dan terlihat tampan Juga tampak Blush kecil di wajahnya.
"Natsu bagaimana bisa kau?!" Erza cukup terkejut dengan Natsu yang membawanya dengan Kondisi utuh hanya luka berat saja 'aku tak begitu tau apa yang terjadi yang sebenarnya tapi, dia benar-benar mengeluarkan aku dari Gelombang ledakan yang besar itu' dia tersenyum sangat kagum.
Natsu membawanya sedikit menjauh dan menurunkannya "Kau Fikir apa yang sudah kau lakukan dengan bertingkah sok hebat seperti itu?" dia menatap Gadis itu dan menyentil jidatnya "kau ingin membuat repot Orang lain hah?.
" maaf, hanya saja aku tak tau harus bagaimana.. " Jawab Erza memegang dahinya yang sedikit memerah "aku hanya tak ingin hal itu terjadi Pada yang lain"
Natsu kembali menyentil Jidatnya lagi dan tersenyum "kita Semua disini sama, dan kau tak Pernah sendiri sekarang" dia mengelus Rambutnya yang berwarna merah Scarlet itu "dan setelah kau berbicara seperti itu? Aku akan membiarkanmu? Yang benar saja karena kau harus tanggung jawab dengan ucapanmu"
"A-aku bu-bukan ma-maksud be-begitu!" Jawab Erza gagap dengan wajah sangat malu karena mengatakan hal itu pada saat waktu masuk Etherion.
Natsu mencubit Pipinya yang terlihat gemas sekali "tak usah berbohong seperti itu, aku malah senang kau memiliki Perasaan itu Padaku lagipula mulai sekarang aku yang akan menjagamu dan kau tak perlu menangis lagi" dia memamerkan Grin dengan seringai "kau akan jadi milikku sekarang Erza"
Erza langsung blush lagi mendengar ini "terima kasih Natsu, aku sangat senang dan aku benar-benar mencintai kau"
"Aku mencintai kau juga" Balas Natsu.
Wajah Mereka saling mendekati satu sama lain secara Perlahan terasa sekali hembusan nafas dari Kedua Orang yang berbeda Gender itu Hingga Akhirnya Mulut Mereka menyatu satu sama lain dengan ciuman di antara indahnya malam hari.
'Itu benar, aku tak harus mati untuk teman-temanku sekarang' Erza mendesah senang dalam Ciumannya dan masih dalam seperti itu 'karena aku harus tetap hidup demi masa depanku yang akan membuatku bahagia tanpa harus bersedih lagi di masa lalu' dia tak sadar Anggota lain sudah datang.
"Hadeh! Sial! Ingat waktu dan Tempat buat kalian" Gray menyeringai senang dengan hubungan mereka "atau aku perlu mencari Tempat yang khusus untuk kalian berdua?"
"Selamat untuk kalian berdua yah!" Ucap Lucy dengan wajah senang, dia tau Erza memang menyukai Natsu dia tak masalah harus berbagi.
"Aku tak Pernah tau Nee-san seperti itu!" Shou Paling shock dengan tingkah Orang yang sudah dianggap Kakak tapi, mungkin sudah dewasa jadi wajar saja jika melakukan seperti itu.
"Milliana ini bukan sesuatu yang Pantas kau lihat!" Teriak Wally langsung menutup mata Gadis kucing itu.
"Awwww! Aku ingin lihat juga!" Milliana Protes karena matanya tertutup.
"Ahhhh sangat romantis sekali kalian!" Juvia berteriak senang dengan wajah blush dia membayangkan hal seperti itu dengan Gray dan tetap dalam Khayalan yang tak Pernah terjadi seperti itu.
"Kau menyukainya!" Teriak Happy menggoda.
Erza langsung blush berat dan melepaskan Ciumannya "tidak, bukan seperti itu ini hanya rasa ucapan terima kasih dariku saja" Dia malah berbohong tentu saja tak ada yang Percaya sama sekali tapi, dia merasa kepalanya ditarik.
"Natsu?!"
Natsu hanya tersenyum dan menatapnya cukup tajam Erza terlihat sedikit ketakutan dan tak lama Mulut mereka saling menyatu lagi dia tak Punya Pilihan lain lagi selain menerima itu dan menciumnya lagi tak Peduli jika Orang-orang ini melihatnya karena dia fokus Pada Lelaki yang ada di depannya.
"WOIII! NYEWA TEMPAT! JANGAN DI SINI!"
.
.
.
.
.
- Penginapan Akane
Mereka Semua kembali ke Penginapan memgistirahtkan Tubuh mereka yang lelah dan terluka karena kejadian itu meski begitu tak ada luka yang terlalu serius dan tampaknya mereka masih mengobrol santai kecuali Natsu yang tertidur semenjak hari itu dan belum bangun selama Tiga Hari.
"Apakah dia baik-baik saja? Selama tiga hari Si Bodoh itu belum bangun" Ucap Gray melihat Kondisi yang masih berbaring di kasur dan menurutnya seharusnya Lelaki itu bangun mengingat tak makan karena Natsu itu Orang yang rakus jadi sehari saja telat makan maka akan berteriak tak Jelas "yah, mengingat dia melakukan hal yang Bodoh jadi wajar saja"
"Kurasa dia masih ingin tidur beristirahat" Balas Lucy tersenyum melihat Wajah tidur Natsu yang terkesan lucu.
"Kau gak serius? Anak ini makin hari seperti Monster saja" Komentar Gray setelah mendengar Penjelasan Erza bagaimana Mereka berdua bisa selamat.
"Natsu memang sudah jadi Monster sekarang" Ucap Happy setuju.
"Yah, dia memang seperti itu jadi, tak perlu ada yang cemas" Balas Erza tersenyum menatap Natsu yang tengah tertidur 'aku Juga tak begitu mengerti kenapa kita bisa selamat, aku rasa dia memang memiliki sesuatu yang misterius'
"Ngomong-ngomong aku tak melihat Juvia?" Tanya Lucy tak mencium Apapun dari Gadis yang memiliki julukan Hujan itu.
"Dia sudah Pulang ke rumahnya dan ingin bergabung dengan Guild kita nanti" Jawab Gray menyilangkan tangan "dan katanya secepat mungkin mencari Master sekarang"
"Ohhh, padahal aku ingin mengucapkan terima kasih" Ucap Erza sedikit kecewa karena Gadis itu cukup banyak membantu mereka "yah, mungkin setelah dia masuk Guild nanti aku beri tau"
"Hei, Erza! Aku dan Lucy ingin Pergi ke kota untuk membeli sesuatu? Kau ingin nitip?" Tanya Gray ingin kesana karena ada sesuatu yang membuat Matanya ingin membeli barang itu "karena luka kau masih belum sembuh Total sebaiknya kau banyak Istirahat dan jangan banyak bergerak"
"Yah, aku ingin membeli sesuatu yang baru" Ucap Lucy tersenyum meski niat aslinya membiarkan dua Pasangan itu sendiri dan melakukan yang mereka inginkan.
"Ffftttt! Mungkin membeli bikini baru" Happy meledek dengan menahan tawa.
"Diam kau!" Lucy berteriak kesal.
"Ahhh, tidak ada yang ingin aku beli" Jawab Erza menggeleng kepala "jadi, kalian Pergi saja biar aku yang menjaga Natsu disini" dia berjalan ke arah kasur dan membaca buku.
"Oke! Kita Pergi dulu" Gray langsung keluar dan disusul yang lain meninggalkan mereka berdua.
Erza tersenyum menatap Natsu yang tertidur dan Jarinya bergerak dan mengelus Rambutnya yang berwarna Pink tampak Blush kecil di wajahnya dia ingin berterima kasih karena berkatnya dia masih selamat dan kembali kepada yang lain dia hanya tertawa kecil karena Wajahnya sangat Lucu sekali.
Terdengar suara erangan dari Natsu, dia hanya menutup mulutnya untuk tak berisik daripada menganggu dia tidur lebih baik Pergi dari sini dan menunggu di luar tapi, sebelum itu terjadi sesuatu yang membuatnya terkejut terjadi.
*Grabbbb *Sratttt!
Secara mengejutkan tangannya dipegang lalu ditaril kencang sebelum Gadis itu berontak tapi, beberapa saat kemudian Erza sadar bahwa Natsu sudah bangun dan kini Posisinya berbaring di atas kasur dengan Natsu yang berada di atasnya sambil memegang tubuhnya dengan sangat kuat.
"Selamat Datang lagi, bagaimana keadaan kau?" Tanya Erza dengan senyum dan ingin mencoba berontak tapi, tenaga Natsu cukup kuat untuk menahannya diam seperti itu akhirnya menyerah saja.
"Aku baik-baik saja seperti yang kau lihat" Jawab Natsu menyeringai dia bisa melihat dari dekat Wajahnya yang Cantik memang Gadis ini memiliki Pesona tapi, Semua itu tertutupi oleh sifatnya yang keras itu "jadi, kau ingin Pergi kemana? Bukankah seharusnya diam saja menjaga aku?"
"Aku tak ingin menganggu tidur kau saja" Jawab Erza Blush karena Wajah mereka berdekatan sekali selain itu hembusan nafas Natsu membuatnya sedikit tak fokus sama sekali "Jadi, bisakah kau lepaskan dan biarkan aku Pergi?" dia sudah menduga itu mustahil karena Tubuhnya benar-benar dipaksa diam disana yah, dia sudah tak heran jika tenaga Natsu besar karena Orang seperti dia adalah tipe banyak makan dan bergerak aktif.
"Ohhh, tidak bisa ada harus sesuatu yang kita lakukan sekarang" Ucap Natsu menggeleng kepala, Matanya menatap Tubuhnya sangat dalam seperti seekor Singa yang menatap mangsa "dan kau tak boleh Pergi sekarang sebelum ini selesai"
"Tidak, sekarang Natsu kau masih belum baikan" Balas Erza Blush berat, dia tau apa yang Natsu maksud dan tak bisa mengabaikan hal ini toh! Dia sendiri Juga menginginkan hal ini "besok saja, atau lain waktu saja yah?" dia memohon tapi, tak berefek sama sekali.
"Tidak, Erza aku ingin kau sekarang dan kau tak berhak memerintahku" Jawab Natsu menggeleng, nada suaranya terdengar sangat Possesive dan serius sekali "dan yang kau lakukan hanya menurut saja dan tenang aku takkan menyakitimu" Tangannya mengelus Wajahnya secara Pelan.
"Baiklah, lakukan Apapun yang kau inginkan" Balas Erza memberi Sinyal, dan Juga dirinya tak ingin menolak sama sekali tapi, Tingkah Natsu yang tadi cukup berbeda dari biasanya tapi, itu tak jadi masalah "kemarilah DragonSlayer Bodoh Nikmati hadiah kau ini" dia membentangkan tangannya.
"Kau harus tarik ucapanmu lagi jika tidak kau akan menyesal" Natsu menyeringai dan langsung menyerang Gadis itu.
"Hmmmmppphh!"
Erza langsung mengerang Panjang ketika ingin bicara Mulutnya langsung dikunci oleh Natsu dengan Ganas, Kedua tangannya merangkul. Kepalanya dan menekannya terus dan berbalik menciumnya lagi kini mereka saling beradu mulut.
Natsu tetap terus mencium dan menekannya ke bawah Kedua tangannya masih memegang tubuhnya terdengar suara erangan dari Gadis itu tapi, dia tak mau bergerak dan terus mendorong Mulutnya dan memaksanya membuka Mulut.
Erza akhirnya menyerah setelah beberapa menit berciuman karena Natsu sangat Agressive sekarang tapi, memang ini yang dia suka Lelaki yang mendominasi dan akhirnya membuka Mulutnya membiarkan Lelaki itu mengakses Mulutnya.
Terdengar suara Desahan Panjang dari Erza dan Gadis itu membuka Mulutnya, Natsu langsung menciumnya lebih dalam lagi dan lidahnya langsung masuk ke dalam merasakan rasa manis Lezat Strawberry dari Mulut Gadis itu dan menghisap semua yang ada di dalam Mulut.
Terdengar suara Cairan yang disedot dengan kencang, Erza tak percaya Natsu sangat ganas dan Agressive seperti ini bahkan membuat Tubuhnya benar-benar Panas yang terasa lidah Natsu masuk ke dalam, dia membalasnya lagi Hingga akhirnya saling Perang lidah.
Erza mendesah lebih kencang lagi, terasa Natsu sangat buas menyedot Mulutnya Hingga menimbulkan suara kencang, lidah mereka masih beradu satu sama lain tapi, akhirnya dirinya menyerah sekali tampak wajah yang memerah Jelas sekali.
Terdengar suara teriakan kencang dari Gadis itu karena Natsu dengan kasar mengigit lidahnya dan Lelaki itu menciumnya lebih dalam lagi agar tenang dan setelah beberapa menit mereka melepaskan Ciuman itu dan tampak Erza menghela nafas berat dengan Blush yang lebih tebal lagi di wajah.
"Aku tak tau kau bisa seperti ini sebelumnya" Ucap Erza tak percaya Orang seperti ini bisa membuat Tubuhnya membara karena hanya Ciuman saja bahkan ini melebihi ekspentasi dari buku yang dia baca "Apa kau telah melakukan ini sebelumnya atau Gildarts yang mengajarkan kau?" Sewaktu kecil memang Lelaki kuat itu mengajari hal Ecchi meski waktu itu Natsu tak faham sama sekali.
"Yah, aku sudah Pernah melakukan itu dengan yang lain" Jawab Natsu yang memang melakukan itu dengan tiga wanita lain, dan Tampak Ekspresi Erza cukup terkejut tapi Natsu langsung bicara lagi "yah, itu waktu Pertama kali emang agak aneh rasanya tapi, makin terus malah menyenangkan"
"Ohhhh, jadi begitu" Erza mengangguk faham yah, tak heran jika Natsu bisa seperti ini karena Pernah melakukan itu sebelumnya.
Natsu langsung membuka Pakaiannya tampak sekali Tubuhnya yang luar biasa indah ini dengan kulitnya yang halus "Aku tak Percaya Kau menyembunyikan tubuh ini dibalik Armor itu" dia melihat Payudaranya yang besar dan hanya terbalut Bra Hitam yah, meski waktu kecil Pernah mandi bersama tapi, itu dulu sekarang agak berbeda.
"Berhenti melihat aku seperti itu terus Natsu!" Erza berteriak karena malu Tubuhnya dilihat meski sudah Pernah telanjang bersama tapi, waktu tumbuh dewasa rasanya Pasti lain karena Natsu tetaplah Seorang Lelaki "ini benar-benar memalukan sekali" dia menutup Tubuhnya dengan Kedua tangan.
Natsu memegang Tangannya dan membuat Gadis ini tenang "tak usah malu seperti ini karena hanya ada kita berdua yang berada disini jadi, tak ada yang Perlu ditutupi" dia melepaskan Tali Bra miliknya dan melihat Payudaranya yang memantul sempurna dengan Puting yang berwarna Pink halus dan ukurannya cukup besar untuk melebihi milik Lucy "bentuk yang sangat bagus sekali"
"Hentikan menatapku terus Natsu!" Teriak Erza dengan wajah memerah melebihi Rambutnya.
"Baiklah, tapi jangan kau berfikir bisa ini berakhir" Natsu mulai memegang Payudaranya dan memutar kedua bola besar itu dan memainkan Putingnya dengan Jari terdengar Suara Rintihan kecil dari Gadis itu "hmmm! Suara kau bagus Juga" dan setelah itu dia langsung menjilati Puting bagian kiri dan mulai menghisap bagian yang sudah mengeras itu dengan kasar.
"Iyaaaaahhhhh!"
Erza merintih lebih kencang karena Sesuatu yang basah menyentuh Putingnya dan itu terasa Nikmat sekali, dia memeluk kepalanya dengan erat dan membiarkannya bermain sesuka hati, Tubuhnya terasa sangat membara karena Natsu dengan Ganas menghisap bagian miliknya yang Sensitiv itu.
Natsu terus mengemut dan menghisap Putingnya tanpa berhenti hingga menimbulkan suara tangan satunya lagi bermain dan meremas Payudaranya sambil memencet Putingnya terdengar suara Rintihan Erza yang lebih kencang lagi.
Natsu berfikir waktu kecil tak ada yang spesial tentang Payudara Wanita meski Gildarts Pernah mengajarinya tapi, dia tak faham sama sekali semenjak sekarang berbeda sekali Rasanya benar-benar lezat dan luar biasa dia tak Pernah bisa berhenti meremas dan mengemut itu sampai akhir.
'Ohhhhh! Ya ampun! Dia benar-benar membuat tubuhku menjadi Gila' Batin Erza merintih kesenangan dia tak menyangka Natsu membuat Tubuhnya membara dan merasakan sesuatu yang ingin dia keluarkan dari dalam tubuhnya 'aku tak tau kapan bisa bertahan lagi' dia hanya menutup mulutnya rapat dengan mata yang tak fokus.
Natsu terus menghisap Payudaranya tanpa henti bahkan rasa lezat ini tak cukup baginya, dia fikir benda ini terasa empuk dan kenyal sekali dan Perasaan ini cukup berbeda jika melakukan ini dengan orang lain tapi, dia fikir milik siapapun sama saja mau itu milik Irene, Ur, Atau Lucy karena dia tak tahan dan ingin membenamkan wajahnya ke Bola besar itu.
Setelah beberapa menit memainkan Payudaranya dia tetap seperti itu dan Erza tak bisa Pernah berhenti untuk merintih Pelan dan Tangan kanannya bergerak ke bawah dan mulai mengusap bagian itu yang masih tertutup oleh Celana dalam tampak Tubuh Gadis itu sedikit bergetar.
"Hhmmmm! Ahhhh! Jangan disitu Natsu!" Erza merintih sangat Nikmat karena tangannya mulai memainkan bagian bawah yang sudah mulai berair tapi, terlihat Lelaki itu tak begitu Peduli dengan Permohonan darinya.
Natsu tak begitu Peduli dia merasa Celana dalam milik Erza sudah basah dan lembap sekali setelah itu tangannya masuk ke dalam Celana tapi, di dalam lebih Parah lagi seperti Cairan itu menetes keluar seperti Hujan lalu dia mulai menggerakan Jarinya.
"Ahhhhhh! Hmmmmpp!" Erza berusaha menahan Mulutnya agar tak merintih lagi tapi, itu sia karena Natsu mulai menggerakan Jarinya dan memijat bagian yang Sensitiv itu, Tubuhnya benar-benar membara dengan keringat yang mengalir di seluruh tubuh.
Natsu terus memainkan Jarinya dan mengubek Vaginanya tanpa henti dia merasakan Cairan milik Erza yang terus menetes keluar dari lubang dan tanpa ragu dia langsung memasukan Jarinya ke dalam dan ini terasa sangat berlendir dan berair tapi, dia berhenti sejenak Hingga akhirnya mengurek ke dalam.
"Ahhhhh! Ahhhhh! Natsu! Berhenti!" Erza berteriak kencang karena Jarinya masuk ke dalam membuat Pikirannya sedikit tak fokus, Tubuhnya benar-benar Panas sekarang dan dia tak bisa menahan lebih lama lagi untuk melepaskan ini.
Natsu tak Peduli dengan apa yang Gadis itu Minta Mulutnya madih terus menghisap Putingnya sementara Tangan Kiri masih meremas Payudaranya dengan kencang dan Tangan kanan terus mengurek dan memasukan Jarinya ke dalam Vaginanya yang tak Pernah berhenti mengeluarkan Cairan basah, dia merasa Tubuh Wanita ini bergetar lebih kencang lagi.
Erza merintih sangat kencang untung saja suasana sedang sepi Tubuhnya tak bisa bertahan lebih lama lagi dengan Pelayanan yang luar biasa Nikmat ini Hingga akhirnya berteriak "AHHHHHHH! NATSU!" Dia akhirnya melepaskan Syahwat yang sedari tadi tertahan cukup lama sekali dan membiarkan itu Semua terjadi.
Natsu merasakan Tubuh Gadis itu bergetar lebih kencang dari sebelumnya tapi, dia tetap seperti itu, Jarinya terasa sangat basah sekarang dengan Cairan yang banyak seperti Banjir menyembur keluar dari lubang itu tapi, setelah beberapa saat Natsu berhenti memainkan Tubuhnya.
Natsu melihat Jarinya basah karena dibaluri Cairan bening ini dan mencium baunya terasa aneh tapi, ketika diemut itu ke dalam Mulut rasanya berbeda sekali "Wow! Ini benar-benar bau yang tak jelas tapi, rasanya lezat sekali" dia menghisap Jarinya sendiri karena rasa Cairan ini lezat seperti Strawberry dan itu ciri khas sekali dengan makanan yang sering Erza makan.
"Hufttt! Hahhhh! Hufftt! Hahhh! Karena Giliran kau sudah selesai sekarang Giliran aku" Balas Erza dengan nafas tersenggal berat, dengan Wajah yang sangat merah dan matanya tak fokus seperti biasanya "ini tak adil jika kau yang menikmati sementara aku tidak" bagian bawahnya sudah terasa basah sekarang.
Natsu sedikit bingung Hingga akhirnya mengerti Juga, dia tirun dari kasur dan langsung berdiri disana, Erza berjalan merangkak mendekati Natsu kini Tubuh mereka setengah telanjang dan hanya menyisakan Penutup bagian bawah saja, Gadis Berambut Scarlet ini memegang Boxer miliknya.
"Kita, lihat apa yang kau simpan dibalik ini" Ucap Erza langsung menarik Boxer Natsu dan menunjukan barang miliknya beberapa Saat kemudian Gadis itu hening dan diam tak bergerak atau lebih tepatnya terlalu shock dengan apa yang dia lihat 'Ohhhh! Ini benar-benar besar sekali aku tak tau apakah bakal masuk ke dalam?!' dia masih shock karena Ukuran ini tak sesuai yang ada di Fikirannya bahkan melebihi Ukuran dari Buku Mesum yang Pernah dia baca.
Erza mencoba mengusapnya dengan tangan secara Perlahan dia sekarang tau mengapa Milik Natsu cukup besar karena dia adalah Naga jadi, itu yang jadi alasan logis sekarang, tangannya terus bergerak menggosok benda yang keras itu terdengar suara erangan dari Natsu tapi, Gadis Berambut Scarlet ini tetap seperti itu.
Erza langsung menjilati bagian Ujung, Aroma kuat yang menyentuh hidungnya berasal dari sini dan membuatnya sedikit tak fokus tapi, lidahnya masih tetap bergerak dan tangannya memegang Barang Besar itu.
"Guahhhh! Ohhhhh!" Natsu mengerang Nikmat ketika lidahnya yang basah itu menyentuh bagian bawahnya bahkan Sensasi ini sama ketika dengan Wanita lain dan tak ada yang beda benar-benar terasa Nikmat.
Erza langsung mulai memasukan Benda besar itu ke dalam mulutnya secara Perlahan terdengar suara erangan dari Natsu tapi, dia tetap memasukan itu dan Mulutnya terasa Penuh sekali oleh miliknya karena Barang Natsu cukup besar sekali Hingga beberapa saat dia berfikir tak waras setelah itu semuanya sudah masuk.
Erza memegang Pinggang Natsu untuk menahan Posisinya dan mulai menggerakan kepalanya secara Perlahan dengan Benda itu yang keluar dan masuk ke dalam tenggorokannya, Rasanya benar-benar luar biasa lezat bahkan dia seperti tak ingin berhenti.
Natsu mengerang Nikmat merasakan Mulutnya yang basah itu membasahi seluruh miliknya terasa lidahnya yang berputar menjilati Miliknya sambil menghisapnya Hingga terdengar suara dan dia Pernah merasakan ini sebelumnya dengan Wanita lain tapi, ini benar-benar terasa sangat menyenangkan sekali dan tangannya mengelus Rambutnya yang Scarlet itu.
Erza terus saja bergerak mengemut dan menghisap Benda besar itu ke dalam mulutnya bahkan kepalanya bergerak lebih kencang lagi dan terasa tak ingin berhenti, dia merasa milik Natsu yang sedikit berkedut tapi itu tak menghentikan dirinya untuk terus bergerak dan memberi kenikmatan.
Natsu mengerang lebih kencang lagi Kedua tangannya memegang Kepalanya dan mendorongnya lebih kencang lagi sambil menggerakan Pinggulnya Juga terdengar suara Gadis itu yang tersedak tapi, dia tak Peduli karena ini benar-benar Nikmat sekali.
Gadis Berambut Scarlet itu sangat shock sekali dengan sikap kasar Natsu itu, Hingga membuatnya tadi tersedak karena Ukuran Besar itu masuk secara Paksa tapi setelah beberapa saat dia mulai terbiasa, Suara Rintihan senang jelas sekali dari Erza dan merasa bagian Bawah sudah basah dari sebelumnya dan membiarkan Natsu menggerakan kepalanya.
Natsu tetap terus seperti itu dia menghantam Mulutnya Hingga sampai ke tenggorokan tampak mata Erza yang tak jelas dengan Blush berat, dia merasakan sesuatu yang tak bisa ditahan lagi dan ingin segera keluar, dia lebih kencang lagi menggerakan Pinggulnya.
Erza merintih senang di dalam membernya, dia sudah terbiasa dengan sikap kasar Natsu, Kedua tangannya memegang Putingnya dan memainkannya karena Tubuhnya benar-benar Panas 'Ohhhh! Ini benar-benar membuat Aku kehilangan Pikiran aku sendiri' dia tak tau kapan akan bertahan bahkan Pandangannya sudah terasa kabur dan Milik Natsu berkedut lebih kencang di dalam mulutnya dia tau Natsu mendekati klimax.
"AHhhhhhh! Ini dia!..." Natsu meraung lebih kencang sambil menahan Kepalanya tetap seperti itu dan rasa yang tertahan sedari tadi akhirnya dia lepaskan sekarang Juga dan ini benar-benar membuatnya mengerang Nikmat.
Erza merintih sangat senang sekali ketika Membernya itu menembakan Cairan besar yang masuk ke dalam tenggorokannya dan mencoba menelan Semua Cairan hangat yang lezat itu 'ohhhhhh! Tidak, aku benar-benar tak bisa menahan lagi Ahhhhhh!' dia berteriak kencang karena Milik Natsu terus menembakan Cairan Putih itu ke dalam mulutnya.
Erza tetap berusaha menelan itu meski begitu Jumlah yang keluar sangat banyak Hingga tak bisa tertampung dan menetes keluar ke bawah hingga mengenai Payudaranya rasa ini benar-benar luar biasa membuat Tubuhnya klimax dan setelah beberapa lama menit dia lepaskan itu dari Mulutnya.
"Ahhh, aku tak tau kau bisa seperti itu" Natsu cukup kagum dengan Gadis itu yang menelan miliknya sama seperti Ur dan Irene yang melakukan hal yang sama tapi, baginya yang terbaik adalah Wanita Dewasa Berambut Scarlet itu.
"Yah, aku Juga terkejut kau keluar cukup banyak" Balas Erza dengan nafas berat, dia menelan Semua Cairan yang tersisa di Tubuhnya dan membuka Mulutnya sambil menunjukan itu kepada Natsu "Tapi, aku rasa kita baru memulai Pemanasan" Tubuhnya sudah membara sekarang dan bawahnya benar-benar basah sekali.
"Yah, aku rasa kau memang benar" Ucap Natsu menunjukan miliknya yang masih mengeras.
Erza langsung melepas Celana dalamnya dan mulai berbaring kembali di Atas Kasur "kemarilah kau DragonSlayer bodoh, tunjukan Padaku bagaimana kekuatan Naga yang sesungguhnya" dia membuka Pahanya sangat lebar, dan menunjukan Vaginanya yang sudah basah dan mengeluarkan Cairan bening yang menetes.
"Kau akan menyesal karena berkata seperti itu" Natsu menyeringai dan mulai berada di depan selangkangan Erza dan mengusap sebentar barang miliknya.
Natsu sedikit menggesekan miliknya ke Vaginanya membuat Gadis itu merintih kecil, dan setelah itu dia langsung memasukan itu ke dalam secara Perlahan terlihat Wajah Erza yang shock dengan mata memutar ke atas, dan mulut yang rapat sambil mengeluarkan Air Liur tampak Blush berat di Wajahnya.
"AHHHHHHHHHH!"
Erza menjerit sangat kencang karena Benda itu langsung menghantam Vaginanya meski secara Pelan tapi, tetap saja milik Natsu sangat besar dan ini benar-benar terasa sakit sekali di dalam "tunggu, dulu biarkan aku terbiasa dengan hal ini" dia memohon tapi, meski begitu Natsu tetap memasukan Penisnya sangat dalam sekali Hingga membuatnya sulit untuk tak menahan teriak.
Natsu terus mendorong ke dalam dan terasa Miliknya sekarang sudah basah dan dilumuri Cairan Aneh tapi, meski begitu dia menikmati hal ini dan ini sama seperti dengan yang lainnya yang begitu sesak sekali ketika dimasukan "Hei, apa aku benar-benar menyakitimu? Kalau kau mau akan aku lepaskan" dia sedikit khawatir dengan Erza yang berteriak dengan tubuh bergetar hal seperti ini sama waktu dengan Lucy tapi, dia tak melihat Darah sama sekali Hingga akhirnya mengunci Mulutnya.
Erza ingin menjawab tapi, Mulutnya sudah terkunci oleh Natsu lalu menciumnya sangat dalam dengan Penuh nafsu untuk menghilangkan rasa sakit ini secara sebentar, dia senang bahwa Natsu khawatir Padanya meski dia tau hal seperti ini sudah sering terjadi dan merasa Semua Milik Natsu masuk sangat dalam sekali ke Vaginanya.
Natsu melepaskan Ciumannya dan melihat Wajah Erza sama dengan Rambutnya "baiklah kalau begitu aku mulai sekarang?" dia bertanya dan hanya dibalas Anggukan dari Gadis yang selalu Galak ini meski begitu dia memiliki sisi yang lain dan sangat lucu "aku harap ini tidak membuatmu sakit" dia memegang kakinya lalu dilebarkan dan mulai bergerak.
Natsu mulai menggerakan Pinggulnya secara Perlahan dengan maju dan mundur, dia merasakan Milik Gadis itu cukup sempit sekali mengapit membernya dan tak bisa berhenti untuk terus bergerak sambil memegang Kakinya agar mudah bergerak.
Erza merintih sangat Nikmat dia merasakan Tubuhnya terasa dihantam sesuatu yang sangat besar dan begitu dalam sekali, dia tak bisa berhenti untuk terus merintih serasa Gerakan Natsu menyentuh Bagian yang Sensitivnya Kedua tangannya melebarkan Pahanya agar Lelaki lebih mudah bergerak.
Natsu melihat Wajah Erza yang sangat merah Persis dengan Rambutnya, dengan mata tertutup, dan Mulut yang terbuka terdengar suara Gadis itu antara Teriak dan merintih tapi, meski begitu membuatnya tak ingin berhenti untuk terus menghantam Vaginanya dan tangannya memegang Tubuhnya yang langsing.
"Ohhhhh! Ahhhh! Natsu!" Erza merintih lebih kencang lagi setiap Natsu bergerak itu mengenai bagian Tubuhnya yang Sensitiv sekali dan tak bisa berhenti untuk terus melepaskan Orgasm kecil dan memegang Kepala DragonSlayer Api itu dan mencium Mulutnya dengan Penuh Cinta.
Natsu menerima Ciuman itu Mulut mereka saling beradu terdengar suara menyeruput dan Air liur yang keluar dari Mulut mereka, Erza membuka Mulut saling bertarung lidah di dalam tapi tetap saja dirinya yang kalah karena Natsu terlalu Ganas dan mendominasi tapi, karena dia menyukai ini jadi tak masalah.
Natsu terus menciumnya dan mengubek dalam Mulut yang lezat itu dengan lidahnya Rasa ini benar-benar manis sekali dan menjadi ciri khas Erza, Pinggulnya terus bergerak kencang ke atas dan bawah Hingga menimbulkan Suara Kulit yang beradu.
Natsu lelah dan berhenti menciumnya tangannya masih memegang Tubuhnya yang bagus itu meski sudah Pernah lihat sebelumnya waktu kecil tapi, sekarang berbeda mereka sudah berbeda dan Hormon Pubertas muncul terlebih sudah tertarik lawan jenis dan dia sendiri Pernah dengar dari Igneel bahwa dirinya akan mengalami fase tertarik dengan tubuh lawan jenis dan saat itu Musim Kawin dimulai.
Natsu terus memasukan miliknya ke dalam Vaginanya tanpa henti, Hingga terdengar suara Kulit beradu yang memenuhi seisi ruangan dia melihat Payudaranya yang besar memantul kencang setiap bergerak dan Kedua tangannya memegang Benda Bulat empuk itu dan mulai meremas sambil terus bergerak.
"Ahhhhhh! Ahhhh! Hahhhhh!" Erza merintih kencang dengan Blush berat di wajahnya karena terasa Natsu dengan brutal membuat Tubuhnya tak berhenti ingin meminta lagi, dan Kedua tangannya terasa memegang Dada miliknya deng kasar.
Setelah beberapa saat, Natsu lelah seperti ini dia memeluk Tubuhnya kini DragonSlayer Api itu yang berbaring ke Ranjang dan Gadis Berambut Scarlet itu yang berada di atasnya dan mengendarai Tubuhnya seperti Seorang Koboi yang menaiki Kuda liar.
Erza mengerti kali ini Giliran dia yang mengambil Alih dan mulai menggerakan Pinggulnya ke atas dan ke bawah seperti Trampoline mulai mengendarai Tubuh DragonSlayer itu dan tangannya memegang Tubuh Natsu yang memiliki bentuk yang Atletis itu wajar saja karena Lelaki ini cukup aktif bergerak.
Natsu mengerang Nikmat karena Erza menggerakan Pinggulnya dan bergerak agak kencang terlihat Ekspresi Wajah dari Gadis itu benar-benar menikmati ini dengan mata tertutup kedua tangannya memegang Tubuhnya yang langsing dan membantunya terus bergerak.
Erza merintih sangat Nikmat ketika Tubuhnya bergerak sendiri dan tak terasa ingin berhenti setiap dirinya bergerak Tubuhnya langsung klimax dan membuat Pikirannya tak fokus dengan mata yang kabur dan Milik Natsu benar-benar menghantam Semua Bagian Sensitivnya.
Natsu melihat Payudaranya yang besar itu memantul disetiap gerakan dan meremas Dua Bola empuk itu dan memencet bagian Puting Hingga membuat Gadis Berambut Scarlet itu berteriak kencang, terasa miliknya sudah basah dan dialiri Cairan kental yang menetes keluar tanpa henti.
Natsu terus dalam Posisi seperti itu sambil memainkan Payudaranya sementara Erza terus bergerak ke bawah dan menghantam Penisnya dengan Vagina miliknya Hingga Matanya terlihat tak fokus sama sekali dengan Pandangan berkunang.
Setelah itu Natsu mulai bangun dan mereka melakukan hal itu dengan Posisi Duduk tangannya memeluk Tubuhnya yang ramping itu sambil menghantam terus Vaginanya terdengar Rintihan kencang dari Gadis itu.
Erza merintih lebih kencang lagi Posisi seperti ini membuat Tubuhnya benar-benar membara, rasa Nikmat ini tak ingin membuatnya berhenti dan Pinggulnya bergerak terus lebih kencang dengan bantuan Natsu, Kedua tangannya merangkul Kepalanya lebih dekat dan kembali menciumnya.
Natsu membalas Ciuman itu balik dan terdengar suara menghisap lidah mereka saling bertarung satu sama lain, Rintihan dan Erangan terdengar jelas dari Kedua Pasangan itu dan tangannya tetap memeluk Tubuhnya dan membuatnya bergerak lebih cepat lagi.
Erza merintih kencang di dalam mulutnya, dia merasa Tubuhnya benar-benar klimax dan membasahi membernya, Pandangannya benar-benar kabur, Pikirannya sudah tak bisa berfikir jernih lagi karena miliknya terus dihantam oleh Benda besar itu sangat dalam Hingga tak bisa berhenti untuk terus Orgasm.
Natsu melepaskan Ciumannya dan Melihat Payudaranya yang memantul kencang setiap bergerak dan itu benar-benar menghipnotis membenamkan Kepalanya diantara Kedua Buah Dadanya 'Milik, Erza benar-benar empuk dan Besar' Batin dia langsung menghisap Puting kanan dan yang satu lagi dia remas sambil memencet Putingnya.
"Iyaaaaaahhhh!" Erza merintih kencang dan suaranya terdengar sangat imut sekali karena Natsu dengan Ganas menghisap Putingnya yang Sensitiv sambil memencet Puting yang satu lagi tanpa Perasaan "Ahhhh! Ahhhh! Ahh! Aku mau keluar Natsu!" dia merasa Klimax yang lebih besar akan keluar dan menggerakan Pinggulnya sendiri lebih kencang dari sebelumnya membuat Pikirannya sedikit Gila.
"Yeahh! Aku Juga" Balas Natsu mengerang Nikmat karena setiap bergerak Milik Erza selalu saja terasa sempit dan kembali dia menghisap Putingnya dengan Penuh nafsu sambil membawa Pinggulnya Naik dan Turun, dia tau dirinya Juga tak bisa menahan lebih lama lagi makanya tetap terus seperti itu.
Terdengar Suara Kulit yang beradu kencang, Rintihan dan Erangan sangat terdengar jelas sekali, Natsu tetap bergerak dalam kecepatan Penuh karena sesuatu ingin keluar, Erza hanya memeluk Kepalanya dengan Mulut menganga dan Mata yang mengarah ke atas tak fokus karena Rasa klimax ini sudah tak tertahan Hingga akhirnya berteriak.
"AHHHHHHHH! NATSU!"
Erza berteriak kencang setelah Natsu mendorong miliknya masuk ke dalam Vaginanya, tangannya merangkul erat kepalanya yang dibenamkan ke Payudaranya 'Ohhhh! Ini sungguh banyak sekali' Dia merintih Nikmat merasakan semburan yang luar biasa dari sebelumnya masuk lebih dalam lagi ke Vaginanya.
Natsu mengerang kencang dan Wajahnya masih terbenam dalam Dua buah Melon itu dan tak lama dia melihat Ekspresi Erza yang memerah sesuai dengan Rambutnya, Bola mata yang berputar ke atas, Mulut menganga dengan lidah menjulur, Tak lama dia mengunci mulutnya dengan Penuh nafsu dan Kedua tangannya tak berhenti meremas Payudaranya.
Erza membalas Ciuman itu dengan Penuh Cinta dan merintih di dalam mulutnya, Kedua Kakinya dia lingkarkan Ke Pinggangnya dan terus dalam Posisi seperti itu tak membiarkan Cairan Benihnya keluar dari Vaginanya secara sia-sia dan beberapa saat mereka lepaskan Ciuman tapi, member mereka masih menempel.
"Amazing! Natsu kau benar-benar memenuhi Perutku" Erza mendesah kecil dan tak lama Natsu tak menyemburkan Cairan itu lagi, dia tersenyum senang dengan Blush di wajahnya "aku akan Hamil jika kau sebanyak itu keluarnya" dia mengusap Perutnya yang hangat karena Cairan benihnya.
"Yah, begitulah" Jawab Natsu tak tau harus berbicara Apa, dia mengerang Kecewa karena Erza langsung melepaskan Penisnya keluar dari Vaginanya dia melihat Cairan Putih yang menetes banyak dari lubang itu tapi, entah kenapa dia terasa ingin melakukan itu lagi "Hey, Erza bisa kita lanjutkan lagi?" dia berdiri dan menunjukan membernya yang masih Hidup.
Erza Blush berat melihat Milik Natsu masih berdiri keras "baiklah jika kau yang meminta itu" dia sedikit agak takut karena akan dihantam lagi terlebih yang membuat dirinya terkejut adalah Stamina Natsu ketika berada di Ranjang sama dengan ketika berkelahi dengan kata lain banyak "kau, kemarilah Bodoh! Atau Hadiah ini akan dibuang" dia tersenyum sambil menunjukan Lubang Vaginanya yang basah.
Erza hanya menyeringai ketika Natsu menatapnya seperti Hewan buas dan membuat Tubuhnya membara lagi tapi, ini yang dia suka dari Lelaki ini, Stamina banyak, dan tatapan tajam yang serasa tertekan dan beberapa saat mereka kembali berciuman lagi.
Terdengar Suara Mulut yang menghisap satu sama lain, dan akhirnya mereka melanjutkan sesi ini karena masih memiliki banyak waktu sebelum yang lain Pada kembali dan melihat Aktifitas Pribadi mereka.
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Malam Hari
Lucy baru Pulang dari Tempat kasino sekalian berbelanja barang tampak Kedua tangannya menenteng sesuatu, alasan dia Pulang cukup lambat karena sengaja membiarkan Dua Pasangan itu memiliki waktu mereka sendiri dan dia tau bahwa Erza menyukai Natsu terbukti waktu dia melihat Gadis itu menciumnya.
Ketika Dia membuka Pintu kamar, dirinya tak bisa menahan tawa karena yang dia duga terjadi dan melihat Dua Orang berbeda Gender telanjang bulat di atas Ranjang, dan Natsu yang tengah tertidur Pulas dengan Kepala di atas Payudaranya, sementara Erza hanya tersenyum sambil mengelus Rambutnya berwarna Pink.
"Ehhhmmm Maaf, apakah aku menganggu kalian?" Ucap Lucy dengan mengetuk Pintu dan mendapat Perhatian dari Gadis Scarlet itu "terlihat, kalian menikmati waktu berdua?" dia hanya tertawa kecil.
"Yah, kita sudah selesai dengan urusan kita" Balas Erza tersenyum tenang dan mengusap Kepala DragonSlayer Api itu yang tengah tertidur lucu sekali "jadi, bagaimana dengan Jalan-jalan kau?" dia bertanya dan tak terkejut dengan kehadiran Gadis itu karena sebelumnya Natsu sudah memberi tau bahwa Lucy salah satu Matenya dan yang Paling membuatnya terkejut adalah Irene dan Juga Guru Gray waktu kecil yaitu Ur.
"Yah, aku cukup membeli beberapa Hal yang Penting saja" Balas Lucy tapi, dia baru tersadar ingin membiarkan hal Penting ini kepada Erza "Ohhh, iya tadi Aku melihat teman-teman kau Pergi dan mereka seperti berjalan ke arah Pinggir Pantai"
"Yah, aku mengerti itu" Erza tak terkejut jika mereka langsung Pergi tapi, yang membuatnya kesal adalah yang namanya Pergi tanpa Pamit adalah sesuatu yang tak bagus "Hei, Tukang Tidur cepat! Bangun sebentar!" dia menyentil Jidatnya.
"Ughhmmm! Ada apa Erza?" Balas Natsu mengerang kesal karena tidurnya terganggu.
"Ayo cepat Pergi dari sini, kita susul mereka!" Balas Erza beranjak dari Ranjang dan mengenakan Pakaiannya kembali dan mulai berjalan tapi terlihat lunglai 'Sialan, kakiku sulit bergerak lancar sekarang' dia sedikit menggerutu karena Selangkangannya masih terasa sakit sekali tapi, dia tetap Paksa berjalan.
"Aku akan memanggil Gray Juga" Ucap Lucy tertawa kecil melihat Erza berjalan cukup lucu sekali, mungkin saja Natsu sedikit berlebihan tapi, mustahil sekali untuk menghentikan Lelaki itu ketika dalam keadaan yang tadi dan dia ikut menyusul Erza.
'Ini benar-benar menyenangkan'
.
.
.
.
.
- Tepi Pantai
Ketiga Orang ini berada di Pinggiran Pantai dengan sebuah Perahu Kayu buatan yang cukup muat untuk mereka bertiga, niat mereka adalah Pergi atau bisa dibilang Kabur dari Orang yang sudah dianggap Saudara Sendiri selain itu alasan mereka tak ingin membuat repot olehnya.
"Yah, kita sudah cukup membuat masalah Bagi Nee-san dan yang lain sekarang kita tak ingin membuat masalah lagi" Ucap Shou melepas ikatan Tali Perahu "Kita harus cepat Pergi dari sini sebelum diketahui Oleh yang lain" dia langsung mendorong Perahu.
"Kita harus Pergi secepatnya" Ucap Milliana terlihat sangat senang sekali yang sudah nangkring di atas Perahu.
"Baiklah, aku juga" Balas Wally ikut membantu mendorong tapi, sebelum mereka kabur sepenuhnya terdengar suara teriakan tak asing lagi
"Tunggu dulu!"
"Tch, Baru saja dibicarakan sudah muncul" Wally mendecak kesal karena ada Gadis Berambut Scarlet di depan mereka dan rencana kabur tak terlihat akhirnya Gagal "bila kau mencoba menahan kami itu akan Percuma karena, kami telah membuat keputusan sendiri dan takkan Pernah merubah itu"
"Kita sudah lama tinggal di Menara itu dan baru merasakan yang namanya Dunia luar dan tak mengetahui Apapun tentang Dunia ini kita tak ingin merepotkan Orang lain lagi selain itu.." Ucap Shou mengepalkan tangan dengan rasa Percaya diri "dan tujuan kita hanya ingin mengetahui sesuatu tentang Dunia ini meski berbahaya tapi, itu adalah sebuah Arti kebebasan bagi kita" dia tersenyum Bangga.
"Yah, aku rasa takkan memaksa kalian melakukan Apapun karena aku hanya memberi saran saja" Balas Erza tersenyum karena mendengar Jawaban mereka yang terkesan Dewasa dan mengerti itu benar-benar membuatnya lega "tapi, ada Tiga Hal sebelum kalian keluar Dari Fairy Tail"
"Tunggu! Kita tak Pernah setuju atau ingin bergabung" Wally hanya Sweatdrop.
"Yah, yang Pertama selama kau diluar Jangan Pernah membicarkan Apapun tentang Guild kita" Ucap Erza masuk Mode Disiplin sebagai Kakak "dan yang Kedua Jangan Pernah membocorkan Informasi Apapun tentang kita kepada Orang lain dan yang terakhir Meski kalian jauh diluar sana dan tak bertemu dengan kita tapi, Jangan lupa bahwa kita masih bersaudara dan jangan Pernah lupakan hal itu"
"Hahahaha Sampai Jumpa Orang-orang Aneh jika kalian membuat repot Orang lain maka akan aku hajar kalian!" Natsu tertawa Puas dengan melambaikan tangan dan Kondisi dia sudah baik-baik saja "kau harus kuat agar tak harus terus dilindungi Orang lain"
"Hahahaha tenang saja aku akan kembali lagi suatu hari nanti dan memegang Janji itu" Balas Shou langsung naik Perahu dengan tinju ke atas "dan akan kuat seperti kau!"
"Aku ingin bermain dengan Happy lagi nanti!" Teriak Milliana merasa rindu dengan kucing biru itu.
"Aye!"
"Meski kita berpisah bukan berarti ini akan berakhir" Ucap Erza senyum senang dengan Air Mata yang bahagia "Aku akan memberi salam terakhir untuk kalian!"
"Oleh, kita mulai!" Ucap Natsu menyemburkan Api ke atas dan membuat Kembang Api berbentuk bunga raksasa yang terasa indah sekali di langit malam itu.
"Gehe! Sok keren! Jangan kau kira aku tak bisa seperti itu" Balas Gray melakukan hal yang sama tapi, dengan menggunakan Bintang Es.
"Aku rasa ini Pelengkap" Ucap Lucy menembakan Gemerlap Kilauan Bintang yang terlihat lebih indah lagi.
"Jangan lupakan itu karena saat ini bukan Akhir dari Perpisahan kita karena suatu Hari akan tiba saatnya bertemu lagi" Ucap Erza menangis bahagia melihat Perahu yang mereka tumpangi Perlahan menjauh dari Pantai.
"Tenang saja kita akan bertemu lagi suatu hari di suatu Tempat!" Balas Shou mulai melambaikan tangan tampak senyum bahagia sekali di wajahnya.
"Dadah! Erza-chan dan yang lain!" Teriak Milliana bersemangat.
"Aku tak boleh menangis karena Lelaki Hebat takkan menangis disaat Perpisahan seperti ini" Ucap Wally dengan Air mata dan Ingus yang sudah menetes keluar "huhuhu! Ini benar-benar terasa indah sekali!"
"Dadahhhh!"
"Sampai Jumpa lagi!"
Dan akhirnya mereka benar-benar Pergi dari sana Hingga tak terlihat lagi.
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Rumah Tua
"Dan Pada akhirnya Semua yang terjadi setelah itu atas kesalahan Dewan dan aku yakin mereka takkan bangkit secepat itu setelah menerima Semua kerusakan yang ada" Ucap Ultear yang tengah mandi di bak dan tangannya mengusap Tubuhnya sendiri "Kenapa Orang-orang seperti mereka tak hancur atau dibubarkan saja" tampaknya dia tengah mengobrol dengan seseorang lewat kristal.
"Yah, kerja kau bagus Ultear, aku rasa mereka takkan bisa Pulih dan memerlukan Waktu yang lama itulah kesempatan kita"
"Ahhh, kau rasa benar" Balas Ultear dengan wajah bosan sambil membilas Tubuhnya yang sudah berkembang dan sangat mudah sekali menarik Perhatian kaum Adam.
"Ngomong-ngomong bagaimana dengan Bocah itu?"
"Yah, aku rasa dia sudah mati sekarang ahhh maafkan aku Jellal-sama hahahaha" Jawab Ultear tertawa dan tak begitu Peduli dengan keadaan Lelaki yang telah dia manfaatkan sekarang "dan Juga aku cukup lucu dengannya, dia Fikir Roh Zeref itu memilihnya Padahal itu hanya Perbuatan Aku yang telah memanipulasinya" sekarang ada hal yang berbeda dan menarik, yang ingin dia lihat sendiri.
"Ohhhh, lupakan saja tentang itu aku sudah berhasil mendapatkan Kunci untuk membuka segel Zeref"
"Ohhhh, selamat yah" Balas Ultear tak acuh setelah mandi dia keluar dan membersihkan Tubuh indahnya dengan Handuk "bicara soal itu, mungkin Zeref belum mati atau lebih tepatnya dia masih tersegel di suatu Tempat"
"Hah, memang benar dan kita hanya memerlukan sedikit kunci untuk membangkitkannya tapi, ngomong-ngomong Ultear ada sesuatu yang ingin aku tanyakan?"
"Apa itu?" Ultear sedikit terkejut yang dia takutkan Penelitian tentang DragonSlayer itu terbongkar tapi, nada bicaranya terdengar biasa saja.
"Aku merasa ada sesuatu yang aneh terjadi Pada kau dan nada berbicara kau sedikit berbeda, apakah ada hal aneh terjadi sewaktu kau Misi?"
"Ohhh, bukan apa-apa hanya hama Penganggu dan itu sudah aku bereskan" Jawab Ultear menggeleng sedikit menghilangkan Blush di Wajahnya 'Heh, ini urusanku Pribadi dan takkan aku beri tau meski kau Master ini' dia mulai menutupi Tubuhnya dengan Handuk.
"Ohhh, baguslah tapi, Ultear Aku beri tau satu hal akan aku hancurkan siapapun yang berani berkhianat denganku"
"Baik, Hades-Sama seperti yang kau katakan" Ucap Ultear menurut dan Percakapan mereka berakhir dan Gadis itu hanya mendecak kesal karena mendengar Ceramah tadi "Tck! Yang benar saja, Pak Tua itu tak ada hak sama sekali untuk menahan apa yang aku inginkan dan dia tak bisa melarang rasa ingin tau diriku" dia mengikat Rambutnya dan terlihat Fetish.
Yah, yang dia maksud adalah Natsu semenjak mengamati Pertarungannya dengan Jellal rasa ingin tau dirinya berlebih dan membuatnya bersemangat Apalagi DragonSlayer itu memiliki Rahasia yang melebihi Daya tariknya terhadap Zeref maka dari itu dia takkan Pernah berhenti meski ada yang menghentikan dirinya.
'Mungkin agak sedikit lama tapi, kita akan bertemu lagi Natsu-Kun dan kau harus ingat itu' Batin Ultear tersenyum senang mengamati Natsu lewat Orb Lacrima dan kembali ke ruangannya.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Dan selesai Juga pada akhirnya dan aku minta maaf soal lemon yang terbaca Absurd sekali meski begitu aku mencoba yang terbaik dan sebisa saya saja untuk tetap nulis jadi See ya!
Pm
.
RnR
