I F**KED YOUR BOYFRIEND (INDONESIAN)
by Becklypark

DISCLAIMER
Story Belongs to Chanyeoboo and the original story is here
www wattpad com/167017442
(spasi diganti titik)

.

WARNING
Smut, MPREG! = Male Pregnancy, Cheating, abuse/dubcon, slight noncon

Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Oh Sehun, and Others

.


SEEKING COMFORT


.

Itu adalah bukan lain melainkan mantan kesatria berbaju besinya yang bersinar. Sumber kebahagiaannya di tahun pertamanya.

Ciuman pertamanya – kekasih pertamanya.

Oh Sehun.

.

Baekhyun mencoba untuk menyusun dan mempertahankan sebuah tembok; temboknya yang terancam hancur, yang akan luluh lantah dan rata dengan tanah sesaat dimana pandangannya terkunci dengan mantan kekasihnya.

Lelaki yang lebih tua menelan ludah kepayahan, salivanya membeku di dalam kerongkongannya dan membuatnya sulit untuk membentuk kata-kata apapun. Sehun terlihat kebal dengan pandangan mata Baekhyun yang terbelalak, kebal terhadap kenyataan bahwa hati Baekhyun membengkak dan hancur secara serentak di dalam dadanya sesaat pandangannya bertemu dengan dirinya sendiri.

Dengan panik, napas Baekhyun yang berat memendek dan berubah menjadi tidak stabil. Dia ingin Sehun pergi—untuk yang terbaik.

Betapa lucunya, bagaimana sumber dari kebahagiaan pertamamu juga dapat berubah menjadi sesuatu yang bukan lain melainkan penderitaan yang mendalam.

Dan dia tidak menyadari bahwa dirinya tengah tersiksa dalam gemetar. "S-siapa yang mengatakan p-padamu kalau aku—"

"Kris." Tatapan Sehun datar dan kaku. Hampir tak berekspresi. "Kris mengirimi pesan kepada seseorang tentangmu – dan aku tak sengaja sedang bersama orang itu secara kebetulan." Hampir.

Dia kemudian terkekeh, akan keterkejutan Baekyun yang luar biasa. Yang lebih pendek mengunci dagunya dengan kebingungan.

Kenapa kau datang?

Kenapa kau memutuskan untuk datang?

Kenapa kau bahkan peduli?

Apakah kau masih cinta padaku?

Tolong, jangan begini.

Betapa lucunya. Memberengut dan mengejek secara mental sebagai balasannya, bibir bergemetar Baekhyun mulai terbuka dengan upaya untuk mendorong keluar berbagai kata-kata, untuk menemukan jawaban.

Tolong, jangan begini, atau lain-lainnya—

"Kau tidak perlu khawatir lagi, Baek."

[Flashback]

Sehun terbangun dan tenggelam dalam aroma madu yang manis milik Luhan di pagi yang suram itu. Pikiran berkabutnya bersemayam di reruntuhan yang kokoh, dia mengernyit pada sisi kosong disampingnya

Apa?

Seprai kotor yang bernodakan warna merah dan putih, tempat yang dipenuhi oleh bau sex yang mengudara di dalam ruangan itu, dan sedikit dingin.

Satu-satunya suara luar biasa yang patut dipertanyakan adalah sesuatu yang memukul-pukul dadanya, dia melingkupi kepalanya-yang panas dengan tangan-tangannya yang bergemetar. A-apa yang telah terjadi?

Dia perlahan mengingatnya satu persatu secara bersama-sama. Dan kemudian, sebuah kesadaran menghantamnya seperti layaknya ribuan batu bata.

Sebuah ingatan yang menyiksa dan suram berkilas dan berlari-lari di kepalanya, pandangan kusutnya menjadi horror.

Gambaran akan Chanyeol dan baekhyun bersama.

Dan gambaran tentang wajah kesakitan Luhan yang tak habis-habis; suara tangis hebatnya yang mengerikan, semuanya karena bukan lain selain dirinya sendiri.

Dia marah, marah pada dirinya sendiri, marah kepada dunia, tetapi yang terutama adalah Ia marah kepada dirinya sendiri.

Menjadi terlalu buta dan terjebak di dalam rasa sakit dan lukanya, dia dengan egois menyeret orang yang paling pure sepanjang hidupnya. Terlalu buta, terlalu menginginkan kenyamanan.

Dia dengan putus asa menginginkan kenyamanan.

Sehun terlalu depresi untuk menangis.

"Kita pasangan kekasih, kan?"

Terlalu menyakitkan.

"Pakaianku wanginya sama sepertimu, i-ini sangat lucu karena ibuku menyadarinya dan dia meributiku dengan pertanyaan-pertanyaan tentang 'kekasih' yang satu ini. Sese, pakaianku— semuanya beraroma sepertimu! Itu sangat manis, kan?"

Terlalu hancur.

"Hunnie, hentikan itu~ aku mencoba untuk berkonsentrasi makanya aku bisa melewatinya dan membelikanmu makanan ketika kita tinggal bersama."

Terlalu marah.

"Bunga yang kuselipkan di telingamu itu adalah yellow jonquil. Tidakkah itu bagus? Itu memiliki sebuah arti yang positif tentang keinginan dan mendapatkan balasan dari perasaan yang sama tapi, uh... itu juga bisa berarti penderitaan."

Mengalir dengan deras, kemarahannya berubah menjadi penyesalan yang luar biasa menyiksa dan kebencian terhadap diri sendiri.

Ketakutan dan kengerian yang begitu besar akan sebuah fakta bahwa dirinya menyakiti dan menyiksanya dari kefrustasian dirinya sendiri. Dari kebodohannya sendiri dan lukanya.

Sehun merasa jijik.

Kosong.

Dan saat ini, Baekhyun bukanlah alasan bagi kesendirian dan kekosongannya. Saat ini Baekhyun dengan begitu lucunya dilupakan.

.

.

.

Luhan dengan lelah meremat lembaran kertas dengan judul 'hasil pemeriksaan - infertility' yang bertuliskan dengan huruf tebal, menenggelamkannya di tempat sampah bagian terdasarnya. Jangan salahkan dirinya – dia benar-benar tengah lega.

Dia bisa menyingkirkannya untuk kebaikan pada akhirnya, kan?

Tetapi pengetahuan umum tentang menjadi mandul sama sekali bukanlah topik yang menyenangkan.

.

Setelah orang tuanya memutuskan untuk mengajukan perceraian dia harusnya tahu lebih baik, pikir Luhan sebelum dengan frustasi menenggak beberapa shot vodka yang ditawarkan padanya di klub sebelah.

Dia terlalu lama terjebak di dalam dunia indah yang bodoh dia, perlahan-lahan membenahi pemikirannya pada tahun-tahun sebelumnya, simpul Luhan sebelum dia dibawa pulang dalam keadaan mabuk oleh orang asing berumur 34 tahun.

Dia mulai berpikir bahwa cinta adalah sebuah penyakit mental yang mematikan setelah dia melompat ke ranjang berikutnya.

Menipu orang lain. Itulah bagaimana dunia menyebut sebuah romansa, Luhan sudah mengetahuinya sebelum dirinya menggiring tujuh lelaki yang frustasi sexual ke sebuah gudang.

Dan ya, cinta adalah sebuah jebakan. Ketika itu muncul, yang kita lihat hanyalah cahaya, bukan bayangannya – itulah yang juga Luhan pikirkan sambil menyeringai setelah Sehun memergokinya tengah menghisap penis beberapa laki-laki random di salah satu kelas yang kosong.

Ini hanyalah sebuah dunia yang kita tinggali, Luhan dengan yakin menyatakannya ketika dia mengintip tepat pada mata terbelalak Sehun yang terlihat terluka dan tersakiti.

.

.

.

Suatu hari, Luhan mendapati sebuah buket bunga Yellow jonquil di dalam lokernya.

.

.

.

"Aku sudah mengatakan padamu untuk meninggalkanku sendiri! Lepaskan!"

Suara berat Luhan membekukan atmosfir ketegangan di dalam sebuah ruangan kosong dari sebuah klub, dia diseret ke masuk kedalam oleh seseorang lelaki berumur duapuluhan akhir.

Goresan lain yang diciptakan oleh pisau pocket tersayat dalam di kulit telanjangnya kemudian.

"HENTIKAN IN—"

Sayat.

Tatapan itu tak pernah meninggalkan kulit yang tersiksa itu; terbungkus dalam rasa lapar, kecabulan dan napsu yang gila.

"Kumohon..."

Sayat.

"Cute." Sebuah tawa sadis yang kencang menjadi latar belakangnya.

Sayat.

Dengan putus asa berteriak dan menangis.

Luhan mulai berpikir, mungkin merasakan ledakan rasa sakit kedepannya dengan sebuah kubangan kecil darah bahkan bukanlah bagian buruk, tak apa, karena selama dia merasa baik-baik saja di dalam, dia juga akan merasa baik-baik saja diluar—

"Apa yang sedang kau lakukan, keparat?!"

Dan sebelum ujung dari pisau yang berlumur darah itu bertemu sekali lagi dengan kulit pucat tak berdosa tersebut, sebuah tangan kokoh dengan cekatan meraih lengan kuat itu dan menghentikan penyiksa tersebut secara mendadak. Tangan asing itu dengan kasar menyeret lengannya kebelakang, membekuk pelakunya lagi sebelum lelaki itu dapat berkutik di tempatnya.

Luhan mengerjap lemah sesaat dirinya mencoba untuk memahami apa yang sebenarnya baru saja terjadi, tubuh yang telah lumpuhnya dihiasi oleh goresan dan memar berdarah.

Tidak memakai apapun selain boxers dan sebuah kemeja putih yang robek, dia meringkukkan dirinya, meraih lututnya mendekat dengan dadanya. Memeluknya dalam rangka untuk menutupi dirinya yang terekspos dan kesakitan, dalam rangka untuk tidak mengekspos kehancuran ini, sisi lemah dirinya.

Karena inilah dirinya.

Hancur. Lemah. Sebuah kemalangan.

Terjebak di dalam ketidakwarasan. Di dalam sebuah sirkulasi yang disebut ketidakberuntungan dan kehancuran.

Di dalam sebuah alur yang tak berujung, tidak ada pilihan untuk melarikan diri.

Mata Luhan terasa berat. Oh, apakah ini bagian dari perasaan yang benar-benar kelelahan dan menyerah? Titik jenuh akhirnya?

Semuanya terjadi terlalu cepat. Sebelum pelaku itu dapat bereaksi dan menusuk penyelamatnya mati kemudian, segerombol sekuriti datang dengan tergesa-gesa. Menyingkirkan dan meringkus lelaki gila itu. Penyelamat berambut chestnut yang ternyata merupakan pemilik klub itu, mengintruksikan mereka untuk membawa lelaki mabuk itu untuk mengobatinya, meninggalkannya dan Luhan sendirian.

Si pirang itu menenggelamkan wajahnya semakin dalam di lututnya, rengkuhannya di sekitar lututnya dieratkan sesaat dia mendapati sebuah langkah kaki berat yang lama-lama semakin mengeras dengan setiap langkahnya yang bergemuruh. Dia merasakan tatapan datar orang asing itu padanya, membuat dirinya semakin kecil dan bahkan semakin melemah.

Jantungnya mulai berdegup dengan cepat, "Hey..." suara yang lainnya dengan lembut menggema di telinga Luhan. "Tidak perlu merasa malu. Jangan menyembunyikan kesempurnaanmu seperti itu,"

Luhan dengan perlahan membuka matanya, Ia mendongak pada sebuah pemandangan yang indah di depannya. "Ah, ah. Tidakkah kau cantik!" gumam orang asing itu. Rambut berwarna cokelat yang membingkai wajahnya, mata monolid yang balas menatapnya dengan sangat lembut, alisnya yang berbentuk seperti kucing. Dan yang terpenting adalah, sebuah aura positif yang dengan indah memancar dalam sebuah cara yang menyenangkan dan membuat betah.

"Biarkan aku menolongmu, bolehkah?" dia tersenyum dengan manis, benar-benar bersimpati dan ketulusan melingkupi suaranya. Otot-otot Luhan mulai mengendur, tangannya perlahan jatuh pada masing-masing sisi tubuhnya sesaat dia balas menatap, benar-benar melepaskan topengnya pada akhirnya. "Aku Minseok 26 tahun dan pemilik dari saham perusahaan K&G."

Luhan dengan enggan memperhatikan tangan Minseok yang terulur, ingin mengabaikannya, menepisnya menjauh. Dia menggigit bibirnya yang bergemetar, tubuh dan hatinya entah kenapa mengambil alih pergerakannya sesaat sebuah tangan bergemetar itu terangkat untuk saling bersalaman.

"Kau sudah terlalu lama disini. Kau pasti cukup menderita, kan?" pikirannya mulai berteriak padanya; mengatakan padanya bahwa dia tidak menginginkan pertolongan, untuk kabur dan melupakan segalanya karena apa yang baru saja dia lakukan?

Dia tidak butuh pertolongan.

Dia baik-baik saja. Di tak apa. Senang!

Dan dia dengan mantap memutuskan untuk meloncat, untuk menyeimbangkan dirinya untuk kabur dari apapun sekali lagi, dengan yakin meninggalkan hanya meninggalkan laki-laki bernama Minseok itu pada memori kecil lainnya.

Tetapi Minseok mendekat beberapa inchi, hampir berlutut di depan Luhan sambil lalu mengeratkan cengkramannya padanya dan kemudian dengan perlahan menariknya menuju dada bidangnya. Dan Luhan tidak ingin pergi.

Yang lebih tua terasa begitu hangat, begitu jujur, dan begitu tulus serta memikat.

Matanya menjanjikan keselamatan dan perlindungan.

Dan pada akhirnya sebuah air mata meluncur turun pada pipi Luhan yang memanas sesaat Ia menyandarkan dirinya kedalam pelukan dengan penuh dambaan itu.

.

.

.

Dan sebuah rumah yang berada di beberapa block dari sana, seseorang yang sangat tinggi, si pirang berumur 16 tahun merasakan sebuah kehangatan yang tiba-tiba menenggelamkan hatinya entah dimana. Sebuah kehangatan yang familiar Ia dambakan dengan begitu menyedihkan untuk saat ini, dan itu bukanlah miliknya.

Dan dia tahu bahwa itu adalah sebuah tanda untuk kebaikannya. Kita berada di dalam jiwa kita masing-masing, kan?

Karena dia akhirnya menemukan seseorang yang pantas untuk dikorbankan, bukan?

.

TBC

.


(a/n:) Jadi part ini secara keselurahannya adalah drama Hunhan. Aku tahu kalian semua pasti kebingungan saat ini. Jadi singkatnya, Luhan menjadi seorang penghibur (atau biasa disebut seorang jalang) setelah menutup permasalahannya dengan sehun. Dia menjadi berpikir bahwa cinta adalah sebuah penyakit, membuatnya juga percaya bahwa dunia hanya berisi tentang sex dan gairah. (hes brokenheart af) Sehun tidak bisa melakukan apapun selain berpikir dan mengkhawatirkan Luhan setiap harinya (sehun juga tersiksa, menderita sama seperti Luhan) dan pada suatu malam Luhan diperkosa dan diperalat sebelum pada akhirnya dia diselamatkan oleh Minseok. Dia menerima Minseok pada akhirnya dan membuka dirinya untuk lelaki berumur 26 tahun itu.

Inilah bagian awal drama menyebalkan dimulai:)


(t/n:) Intinya, part ini gaada chanbaeknya, fokus ke masa lalu Luhan sama Sehun ya:( apa yang mereka lakuin selama 8 bulan Baek sama ceye yang lagi fokus sama kehamilannya. Semacam side storynya gitu deh:)


.

Translated by
©becklypark
www fanfiction net/~becklypark
(ganti spasi dengan titik)

Original Story
I F**ked Your Boyfriend by Chanyeoboo
www wattpad com/user/chanyeoboo
(ganti spasi dengan titik)

Copyright © 2015 chanyeoboo
All Rights Reserved

.

p.s. Thanks for read and reviews.