Chapter 34 – Avalanche

Setahun berlalu

Kembali ke musim yang sama

Di musim dingin

Dimana aku harus membunuhmu, cinta pertamaku

Dimana aku harus kehilangan nyawaku


.

Winter Arc

.

Setahun kemudian...

Terhitung sejak awal musim dingin tahun lalu saat ia membunuh Karma, mereka kini kembali berada di awal musim dingin.

Yona (18th) dan Hak (21th) tetap mesra seperti biasa, ia tak bisa menahan senyumannya jika memikirkan anak macam apa yang akan lahir dari pasangan ini? mengingat sudah setahun lebih sejak mereka berdua menikah.

Yun (17th) tetap cerewet pada yang lain dengan perannya sebagai ibu dan dokter kecil seperti biasa, ia merasa Yun sangat berbakat dan sayang jika bakatnya tak dikembangkan di tempat yang benar.

Kakaknya Leila (21th) yang kalem berteman baik dengan Shina (20th) meski ia tak merasa jika Leila memiliki perasaan terhadap Shina sebagai wanita dan pria mengingat Leila sama seperti dirinya. Sejak kehilangan mendiang tunangannya di musim dingin seperti saat ini, Leila tidak pernah terlihat tertarik menjalin hubungan dengan pria lain (entah dia menganggap Kan Kyo Ga sebagai apa).

Jae Ha (27th) dan Fuyu (18th) terlihat masih menikmati kemesraan mereka berdua dan mereka terlihat tak terlalu memikirkan soal anak.

Zeno (unknown-years-because-of-immortal) dan Kayano (24th) sebagai satu-satunya pasangan di grup mereka yang sudah memiliki anak membuat Zeno sesekali mengunjungi Kayano dan Sorano (1th).

Hampir tak ada yang berubah menurutnya, ia pun merasa dirinya masih sama seperti yang dulu, ia masih menyayangi keluarganya dan sesekali bertarung bersama mereka, ia juga masih tetap 'sendiri' dalam artian ia tak berminat menjalin hubungan dengan siapapun karena sama seperti giwang yang terselip di telinganya, ia masih mencintai Khali. Ia menyadari kekhawatiran Hak dan keluarganya tapi ia bersyukur untuk yang satu ini, baik Hak dan Leila sama-sama memilih diam dan ia mengerti alasannya. Hak tak ingin ia teringat luka yang harus diderita Yasmine akibat kehilangan Khali sehingga ia lebih memilih untuk diam dan percaya pada Yasmine. Di sisi lain, Leila lebih memahami perasaan Yasmine sehingga ia tak bicara apa-apa. Ia sangat menyayangi kedua kakaknya, ia bersyukur karena memiliki kakak seperti mereka berdua.

Jika ada yang berubah mungkin hanya... Kija.

Bukan berarti Hakuryuu itu berubah sifatnya, menurutnya Kija (22th) masih sama saja seperti sejak ia bertemu dengannya. Kija tetap Kija yang polos, dewasa, tulus dan baik hati. Hanya saja ia merasa bahwa sesekali pandangan mata Kija saat menatapnya terasa begitu indah dan ia merasa mereka jadi lebih dekat, setidaknya kini mereka sudah menjadi teman akrab. Lucu juga jika mengingat saat pertama kali mereka bertemu, sejak pertama bertemu ia dan Kija selalu bertengkar seperti yang terjadi antara Kija dan Hak. Pertemuan pertama yang penuh kebencian dan interaksi di antara mereka saat itu benar-benar memancarkan aura bermusuhan, tak jauh beda dengan hubungan Kija dengan kakaknya, Hak.

Ia menghentikan pemikirannya sejenak dan menatap ke langit, langit pada awal musim dingin yang berwarna abu-abu bercampur putihnya awan terlihat seperti warna perak.

Yasmine menutup matanya perlahan, teringat sosok Alter Khali (sosok Oni versi iblis) yang di mata orang lain mungkin terlihat menakutkan tapi di matanya, sosoknya terlihat begitu indah sampai terasa menyesakkan "Khali... aku merindukanmu...".

Entah kapan ia bisa bertemu lagi dengannya, baru 2 tahun lebih sejak Khali meninggalkannya di musim gugur dan sekarang, disini, di dunia ini, ia hanya bisa merindukannya dan tak peduli seperti apapun ia merindukannya, ia takkan bisa bertemu lagi dengannya, tidak di dunia ini, ia hanya bisa bertemu dengannya lagi di dunia sana dan ini menyesakkan. Perasaannya, cintanya terhadap Khali yang terlalu besar kini menyiksanya dan ia tak tahu bagaimana mengakhiri rasa sakit yang seharusnya tak bisa ia rasakan lagi. Entah kenapa, ia merasa lelah.

.

Kija menyandarkan kepalanya ke pohon, bersembunyi di balik pohon setelah melihat Yasmine berdiri di tengah salju yang turun dari langit. Ia tahu, jika tatapan mata Yasmine sudah seperti itu berarti Yasmine sedang memikirkan mendiang tunangannya, satu-satunya pria yang dicintai oleh Yasmine sampai sekarang.

Kija memutuskan untuk memberi Yasmine waktu sendiri untuk berpikir sehingga ia berjalan menjauh. Ia kembali berpikir, sebenarnya apa yang ia rasakan ini? terhadap Yasmine, bukankah ia hanya merasa bertanggung jawab pada keselamatan Yasmine dan akhirnya ia memutuskan untuk menjaganya juga setelah membiarkannya terluka meski saat itu ia berada di sisinya? Hak adalah kakaknya dan putri Yona menganggap Yasmine sebagai adiknya juga, bukankah karena itu ia berusaha menjaganya? agar sahabatnya dan majikannya tak bersedih? ataukah ia merasa kasihan padanya, kepada gadis yang harus menanggung banyak luka dengan tubuh sekecil itu sampai gadis itu kehilangan rasa sakitnya dan tubuhnya menolak makanan?

Ini membuatnya penasaran, entah kenapa selain jadi overprotektif terhadapnya. Ia merasa jika ia tak mempertahankan akal sehatnya, melihat bahunya yang ramping dan kulit pucatnya yang seputih salju, melihat air matanya yang berlinang seperti kristal es, ia ingin memeluknya erat.

Kija menggelengkan kepala dan menepuk kedua pipinya keras-keras "apa yang barusan kau pikirkan, dasar bodoh? sadarlah, dia adalah seseorang yang harus kau jaga".

Karena apa? jika ia memang hanya merasa bertanggung jawab, kenapa ia merasa tenang setiap ia berada di dekatnya? kenapa ia merasa bahagia melihat Yasmine tersenyum? kenapa air mata, tawa dan senyumnya bermain di pikirannya? kenapa ia merasa sakit jika melihatnya menangis? ia mengakui, ia memang menyayangi Yasmine tapi ia tak tahu perasaan apa ini harus disebut apa?

.

Yona menemukan Yasmine dari belakang, ia menghampiri Yasmine dari belakang, memanggil namanya sambil menepuk bahunya "Yasmine...".

Saat Yasmine menoleh ke belakang dengan mata terbelalak, air matanya berlinang. Setelah ia menyeka air matanya, Yasmine meminta Yona untuk merahasiakan apa yang ia lihat. Sebelum mereka kembali, tiba-tiba hujan salju menjadi lebih lebat sehingga mereka berteduh sebentar di gua. Yasmine menyalakan api unggun untuk menghangatkan tubuh mereka, saat mendengar Yona bersin dan melihat tubuh Yona yang menggigil kedinginan, Yasmine menyelimuti Yona dengan jubahnya.

"tak apa, aku tak kedinginan...".

Terdengar suara gemuruh disertai getaran tanah, menyadari ada kemungkinan terjadi longsor salju, Yasmine menarik tangan Yona dan berlari keluar dari goa tempat mereka berteduh. Ada kristal es dalam gua sehingga berbahaya jika tetap ada di dalam gua dan itu yang menyebabkan Yasmine segera berlari keluar. Yona yang melihat longsoran bebatuan besar di luar gua itu runtuh menuju ke arah mereka berteriak pada Yasmine. Sekejap mata, Yasmine melemparkan Yona ke depan. Setelah longsor berakhir, Yona yang dilempar ke depan sejauh beberapa meter, bangun sambil memegang dahinya yang berdarah akibat terserempet.

"aduh... Yasmine, kau tak apa...", Yona terbelalak melihat Yasmine tertimpa longsor bebatuan itu hingga hanya tangan kiri dan kepala Yasmine yang terlihat, darah mengucur dari kepala, mulut serta tubuh Yasmine yang tertimpa "YASMINE!?".

.

Di saat bersamaan, Hak dan Leila berdiri karena mendapatkan firasat buruk.

Hak memegangi dadanya "...apa? gemuruh di dada ini...".

Leila menoleh ke arah Shina "apa kau bisa melihat dimana mereka berdua, Shina?".

Shina mengangguk, ia berkonsentrasi penuh tapi saat berhasil menemukan posisi Yasmine dan Yona, melihat apa yang terjadi, dia berlari "Yona!? Yasmine!?".

Merasa dapat firasat buruk, Kija meminta Jae Ha segera melompat ke tempat yang diberitahu oleh Shina "Jae Ha, tolong bawa aku!?".

Jae Ha menggendong Kija ke tempat Yasmine dan Yona disusul mereka semua. Leila dan Hak mengeluarkan hewan gaib mereka, dengan menaiki Hokuto dan Raijuu, mereka semua pergi ke tempat Yona dan Yasmine. Saat mereka sampai, mereka melihat Yona mati-matian berusaha mengeluarkan Yasmine dari reruntuhan itu sambil berlinang air mata.

Leila tak pernah terlihat sepanik ini, ia segera turun dari Hokuto "YASMINE?!".

Hak menoleh ke arah Kija dan Jae Ha "Jae Ha, Kija, bantu aku!? Kita gunakan kekuatan penuh untuk menghancurkan bebatuan ini sementara Leila dan Shina menarik Yasmine keluar!?".

Dibantu kekuatan kaki naga dan cakar naga milik Jae Ha dan Kija, Hak mengeluarkan petir di kedua tangannya sekuat tenaga yang membuat bebatuan itu hancur. Saat itulah Leila dan Shina berhasil menarik Yasmine keluar dan membaringkan Yasmine di samping Yun yang duduk di samping Yona yang ditenangkan oleh Fuyu.

"Yasmine, bertahanlah!? Kalau kau dengar aku, jawab aku!?" ujar Hak menepuk dahi Yasmine dan menatapnya dari atas.

Pandangan mata Yasmine yang awalnya kosong, menatap Kija dan berusaha menggapai wajah Kija, tersenyum sambil meneteskan air mata "...kh...Khali...".

Kija yang mengerutkan dahi dan menahan amarahnya, menggenggam erat tangan Yasmine. Yasmine menutup matanya perlahan, tak sadarkan diri tak lama setelah itu. Melihat genggaman Yasmine jatuh dari tangannya, Kija langsung membopongnya setelah Yun memintanya untuk membawanya.

"kita tak bisa mengobatinya di tengah salju seperti ini, apa ada tempat yang bisa kita jadikan tempat berteduh di sekitar sini seperti rumah tak terpakai selain tenda kita?" ujar Yun.

Pertolongan tak terduga datang setelah itu, ada rombongan berkuda mendekati mereka karena di tengah jalan mereka merasakan adanya longsor salju. Rombongan jenderal Joon Gi yang ingin berkunjung ke Sensui. Melihat kondisi Yasmine, Joon Gi meminta mereka untuk ikut dengannya ke mansion Lily di Sensui setelah memberi pertolongan pertama pada Yasmine di kota terdekat, terletak di kaki gunung tak jauh dari sini.

Hak mengelus kepala Yasmine "Yasmine, bertahanlah...".


Mereka bergegas menuju mansion Lily di Sensui pasca memberikan pertolongan pertama pada Yasmine di salah satu klinik yang ada di desa terdekat dari tempat kejadian. Sesampainya di Sensui, Lily lebih dari terkejut saat melihat ayahnya datang bersama kelompok Yona dkk, dan Yasmine terluka parah.

Setelah Lily meminta Tetora dan Ayura menyiapkan kamar untuk mereka, Kija membaringkan Yasmine di kamar yang disediakan untuk mereka. Selagi Yun dan Leila merawatnya, Joon Gi mengajak Yona dan Hak bicara.

Yona membungkukkan kepala "kami sangat berterima kasih atas bantuan anda, jenderal".

Hak membungkukkan badan "dan terima kasih atas pertolongan anda pada adik saya".

"tak masalah", Joon Gi menundukkan kepala sejenak sebelum menatap lekat cincin yang ada di jari manis Yona dan Hak "sudah 2 tahun, sejak anda dinyatakan menghilang karena diculik bawahan anda dan rezim raja Soo Won dimulai... harus kuakui, rezim raja Soo Won memang bukti kebangkitan kembali Kouka, tapi kenyataannya tidak semudah itu... bisa anda jelaskan apa yang sebenarnya terjadi sejak 2 tahun yang lalu? sebab... melihat cincin di jari anda, tak mungkin anda diculik".

Yona tersenyum saat menyentuh cincin di jari tangannya "jika anda tak keberatan, ini akan jadi cerita yang sangat panjang".

"tak masalah, lagipula kita punya banyak waktu", Joon Gi melihat keluar jendela dimana salju turun dengan lebat disertai angin yang mulai bertiup kencang "sepertinya akan terjadi badai... lebih baik jika kalian tinggal saja di mansion Lily sebagai tempat perlindungan selama musim dingin ini, kurasa putriku takkan keberatan, terlebih dengan kondisi adik tuan Hak yang seperti itu, lebih bijak jika kalian menetap sementara".

.

Leila mengelus kepala Yasmine, demamnya masih sangat tinggi tapi melihat wajah adiknya yang begitu tenang di tengah tidurnya, Leila penasaran apa yang tengah dimimpikan Yasmine "apa kau sedang bermimpi indah, Yasmine?".

"kurasa ini akan jadi mimpi yang panjang, Leila".

Leila terkejut melihat Yuki Onna, Youkai yang melebur dengan arwah Setsuko kini muncul di sampingnya "Yuki? Apa maksudmu?".

"melalui darahnya yang meresap ke dalam salju, aku bisa melihat apa yang tengah ia pikirkan, di tengah rasa sakitnya yang hilang ia kini bermimpi indah, tentang apa yang terjadi di masa lalunya...".

Saat mereka semua berkumpul di kamar Yasmine malam itu, mereka melihat Tatiana, Youkai kupu-kupu ilusi yang merasuki Yasmine berbicara dan berkomunikasi dengan mereka untuk pertama kalinya menggunakan wujud manusianya, Tatiana.

"tolong... selamatkan kakakku...", isak Tatiana mengepakkan sayap kupu-kupunya, sinar hijau kekuningan kunang-kunang memenuhi ruangan itu sebelum akhirnya cahaya putih berpendar dari tubuh Yasmine.

Ketika cahaya putih memenuhi ruangan itu, terdengar suara Yasmine "Aku tak merasakan sakit sama sekali karena rasa sakitku sudah hilang sejak hari itu, saat aku kehilanganmu, Khali...".