Author : Yuri Masochist or Han Youngra

Title : The Time: Mistakes | March 23rd, 2012

Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), YunJae, HanChul, HaeHyuk, Taemin, Junsu, Junho (kembaran Junsu), OnKey, Minho, Jonghyun, Kai, Kibum, Jungsoo, Yesung, Sungmin, Zhoumi, Henry, Siwon, Baekhyun, Soohyun, Kangin, Jungmo, Eli, T.O.P, GD, Seungri, Jay, dan cast lain menyusul (Maincast banyaknya dari Super Shinki a.k.a DBSJ a.k.a DongBangSuJu. Cameo dari SHINee, EXO-K, Big Bang, U-Kiss)

Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror

Rated : PG-15

Type : Yaoi

Length : Chapter

Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!

A/n : Surprise! 3H! Kumohon jangan bunuh sayaaaa *kabur

.

.

.

.

The Time: Mistakes | March 23rd, 2012

.

Friday

March 23rd, 2012

05:22 AM

Ketika Yoochun terbangun dari tidurnya, dia sudah tidak menemukan Changmin di sampingnya. Tanpa berpikir panjang, Yoochun menyibakkan selimut, turun dari ranjang dan segera keluar dari kamarnya. Langkahnya bisa dikatakan cepat ketika dia turun dari tangga, dan setelah itu yang dia temukan adalah Changmin yang tengah duduk di sofa ruang tengah.

Yoochun tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Apa dia harus meminta maaf lagi? Tentu saja. Tetapi... apa Changmin akan memaafkannya?

Yoochun menggeleng.

Dia tak yakin dengan hal itu.

Yoochun melangkahkan kakinya secara perlahan, menghampiri Changmin disana. Changmin hanya diam saja, tak melakukan apapun ketika Yoochun mengambil tempat untuk duduk disampingnya.

Dan setelah itu... hening.

Sama sekali tak ada yang berani membuka topik pembicaraan. Masih bergelut dengan pikiran masing-masing. Apalagi Changmin.

Dia tidak menyangka bahwa ternyata kekasihnya adalah mantan dari Kim Junsu, dan mereka sudah punya anak sekarang. Terlebih lagi Yoochun tidak mau bertanggungjawab pada saat itu—entah kapan yang pasti beberapa tahun yang lalu. Changmin tahu, Yoochun dikenal sebagai player di kampusnya. Dan dia juga tahu bahwa dia terlalu berani untuk melakukan hal pertamanya bersama Yoochun. Namun ia tidak akan menyesali hal itu, karena sekarang Yoochun adalah miliknya dan dia adalah milik Yoochun. Tetapi... mengenai Junsu... mungkin ucapan Yoochun benar tentang mereka masih muda dan Yoochun tentu saja masih belum bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tetapi... sampai tidak punya hatikah Yoochun yang tidak mau bertanggungjawab atau mungkin mengakui anaknya sehingga Junsu benar-benar trauma terhadap Yoochun? Sebegitu brengsek-kah dia?

Sepertinya begitu.

"Changmin, aku tidak akan bosan mengatakan ini kepadamu." Yoochun membuka suara, menghancurkan keheningan yang menyelimuti mereka. "Aku mencintaimu melebihi apapun. Aku sangat mencintaimu. Kau harus tahu bahwa Junsu hanya masa laluku. Bu-bukan maksudku tidak ingin mengakui anakku dengan dia, n-namun..." Sulit. Sangat sulit kalimat itu untuk keluar. "...aku tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan kepadamu."

Changmin meremas piyama yang dia kenakan. Jawaban apa yang harus dia keluarkan? Dia sama sekali belum punya satu jawaban. Changmin memaklumi... ah tidak, Changmin tidak dapat menerimanya. Bukan. Sungguh, Changmin tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang.

"Hyung, bisa kau tinggalkan aku sendiri?"

Yoochun terdiam selama beberapa saat. Matanya memperhatikan Changmin yang menatap lurus ke depan. Yoochun tahu dia yang salah disini, tetapi dia sama sekali belum berani jika harus mendengar kata... perpisahan.

"Baiklah."

Yoochun berdiri dari duduknya dan meninggalkan Changmin sendirian.

.

.

The Time

Mistakes | March 23rd, 2012

A Nonsense Fanfiction

.:o Yuri Masochist Presents o:.

"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"

Time to Play

.

.

.

Friday

March 23rd, 2012

11:11 AM

Changmin menggigit bibir bawahnya beberapa kali. Dia perlu menjernihkan pikirannya, namun tidak disini. Disini ada Yoochun—dia tidak pergi ke rumah sakit—dan hal itu membuat Changmin tidak bisa memilih satu keputusan. Dia ingin menjauhi namja itu untuk beberapa waktu, agar dia bisa membuat satu keputusan yang tepat. Yang tentu saja tak akan membuatnya menyesali hal itu.

Tetap bertahan bersama Yoochun, atau...

...membiarkannya hidup bersama Kim Junsu.

Argh!

Changmin meraih handphone-nya di atas meja dan mulai melihat layar. Sudah beberapa hari dia tidak menghubungi Kyuhyun, bahkan Kyuhyun juga sebaliknya.

Sewaktu pindahnya Kyuhyun ke rumah barunya, Changmin tidak membantunya karena Yoochun baru saja mengalami 'serangan' dari sesuatu yang tidak terlihat dan juga dirinya yang hampir tertabrak waktu itu. Hal itu membuat dia tak boleh pergi dari samping Yoochun.

Dia harus meminta maaf. Ya setidaknya mungkin Kyuhyun dapat membantunya menjernihkan pikiran.

Jari Changmin mengetikan beberapa kata pada sebuah pesan baru.

To : Woo Janghyun

Kyuhyun, boleh aku minta alamat rumahmu yang baru? Maafkan aku karena tidak membantumu sewaktu kau pindah, aku dapat masalah.

Dan setelah itu dia menekan tombol 'send'.

Beberapa lama bagi Changmin menunggu balasan dari Kyuhyun, namun sampai sekarang tidak ada. Mungkin namja itu sedang sibuk atau apapun sehingga tak membalas pesan darinya.

Maka dari itu Changmin memilih untuk membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan memejamkan matanya. Dia menghalangi wajahnya dengan lengan, berharap Yoochun tak datang untuk mengusik pikirannya.

.:o~o:.

Friday

March 23rd, 2012

06:34 PM

Percakapan terakhir Changmin dan Yoochun adalah pagi hari tadi, di ruang tengah. Itupun hanya satu kalimat darinya dan beberapa kalimat dari Yoochun. Sangat sedikit sekali sehingga Changmin masih bisa mengingat apa saja kata dalam kalimat itu.

Terakhir Changmin melihat Yoochun sedang berada di balkon kamar yang menghadap ke bagian rumah di belakang, dan itulah waktu yang Changmin gunakan untuk kabur.

Ya, kabur. Setidaknya dia harus menjernihkan pemikirannya dan mencari satu jawaban.

Dia hanya berbekal handphone dan dompet, ah dan juga sebuah niat untuk kabur. Kabur ke rumah ayahnya bukan jawaban yang tepat karena Yoochun dapat menemukannya dengan mudah. Begitupula dengan rumah Jaejoong dan Yunho. Ke rumah Jonghyun—temannya saat SMU—bisa dikatakan adalah jawaban, namun apa yang bisa Jonghyun bantu? Maksudnya... Jonghyun tidak tahu masalahnya sama sekali sementara Changmin butuh seseorang yang dapat mengerti masalahnya, walau dia sendiri tak yakin akan membicarakan masalah itu atau tidak jika saja dia sudah mendapatkan seseorang yang bisa dia ajak bicara.

Jadi pilihan satu-satunya adalah...

Rumah baru Kyuhyun, tentu saja.

Beruntung karena satu jam yang lalu Kyuhyun sudah membalas pesannya, memberikan Changmin alamat barunya. Kyuhyun juga meminta maaf karena baru membalas pesan itu dikarenakan ia terlalu asik bermain dengan PSP-nya, sehingga melupakan handphone yang tak sengaja tertimpa sebuah bantal di ranjangnya.

Changmin mendesah pelan seraya memijit pelipisnya. Dia membiarkan supir dari taksi yang dia tumpangi membawanya ke alamat rumah baru Kyuhyun.

Setelah beberapa saat akhirnya taksi itu berhenti di sebuah kompleks perumahan yang cukup besar. Tepat dihadapan sebuah rumah bergaya minimalis yang terlihat sangat nyaman. Changmin segera memberikan beberapa lembar uang kepada sang supir dan kemudian keluar dari dalam taksi.

Setelah memperhatikan rumah itu selama beberapa detik, Changmin memilih untuk melangkahkan kakinya dan segera menekan bel rumah yang terdapat di samping pintu berwarna putih itu. Perlu menunggu beberapa saat untuk mendapati seseorang membukakan pintu untuknya. Dan tampaklah Kyuhyun dalam balutannya yang seperti biasa. Celana jeans selutut—kali ini berwarna putih—dan juga kaos tipis berwarna indigo. Dia tersenyum, mempersilahkan Changmin untuk masuk ke dalam.

"Maaf ya, gara-gara aku baru membalas pesanmu, kau baru bisa kesini pada sore seperti ini." kata Kyuhyun. Memperhatikan Changmin yang melepas sepatunya.

"Memangnya kenapa?"

"Itu artinya kau pulang lebih cepat, bukan? Pasti Yoochun ak—"

"Aniya." Changmin meletakkan sepatunya di rak yang berada di dekat pintu. "Aku menginap disini malam ini. Bolehkah?"

Kyuhyun membelalakan matanya sedikit. Dia kaget, tentu saja. Tetapi dia juga senang. Dan untuk menutupi rasa gembiranya, Kyuhyun hanya terkekeh pelan.

"Jangan bercanda. Lalu bagaimana dengan Yoochun?"

"Aku sedang tidak ingin membicarakannya."

Kyuhyun terdiam selama beberapa saat. Apa ia tidak salah dengar? Itu artinya mereka sedang bertengkar, benar bukan? Oh kalau begitu Kyuhyun bisa bersyukur karena dia bisa bersama dengan Changmin, ya walau hanya hari ini mungkin. Setidaknya Yoochun tidak tahu alamt barunya.

"Ya sudah, kalau begitu ayo kita ke ruang tengah."

Dan tanpa sadar, tangan Kyuhyun menarik pergelangan tangan Changmin. Hal itu membuat debaran hati Changmin semakin terasa untuk Kyuhyun.

Dia mencintai dua orang. Namun, sepertinya ketika dia bertengkar dengan salah satu, perasaan ini akan lebih kuat kepada orang yang satunya.

Kepada Kyuhyun.

"Ah, apa yang akan kita lakukan sekarang?"

Changmin mengedip. "Makan?"

"Aish. Aku tidak bisa masak, Changminnie."

Panggilan itu. Changminnie. Panggilan Yoochun untuknya.

Changmin berusaha menerima panggilan itu. "Lalu bagaimana?"

Kyuhyun mengangkat bahu. "Pesan pizza?"

"Okay."

Kyuhyun tersenyum dan segera meraih telepon rumah yang berada di meja kecil dekat sofa panjang. Kyuhyun menekan beberapa angka untuk nomor telepon sebuah restoran pizza.

Changmin yang semula hanya memperhatikan Kyuhyun, duduk di salah satu sofa panjang dan menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Dia memejamkan matanya sebentar sementara Kyuhyun tengah memesan pizza.

Dia bersama Kyuhyun sekarang.

Kira-kira apa yang Yoochun lakukan? Mencarinya?

Itu sudah pasti. Tetapi... apa yang akan Changmin lakukan seandainya Yoochun menemukannya?

Ikut pulang atau mengatakan... 'Aku memilih Kyuhyun! Pergilah bersama Kim Junsu itu!'.

Cih, kau jahat Shim Changmin.

Kyuhyun meletakkan kembali telepon rumahnya dan mengambil tempat duduk di samping Changmin.

"Yosh! Sementara menunggu pizza, apa yang akan kita lakukan sekarang?"

.:o~o:.

Friday

March 23rd, 2012

07:25 PM

Yoochun berlari ke arah dapur. Untuk yang kesekian kalinya dia mendatangi tempat ini. Begitupula dengan kamarnya, kamar mandi di lantai bawah, garasi, ruang makan dan tempat lainnya di rumah mereka. Namun, tak bisa ia temukan Changmin. Kemana Changmin-nya? Mencoba menghubungi pemuda itu sudah ia lakukan sejak tadi. Namun, tidak di angkat.

Ya Tuhan, kemana perginya Changmin?

Yoochun segera mengeluarkan handphone dan menghubungi ayah Changmin.

Tutt... tutt... tutt... tutt...

"Yeoboseyo. Ada apa, Yoochun?"

Yoochun berusaha menetralkan nada suaranya yang akan terdengar panik. Dia tidak mau mendengar ayah Changmin khawatir.

"Appa, apa Changmin sedang bersamamu?" tanya Yoochun hati-hati.

"Tidak. Apa yang terjadi? Apa Changmin menghilang?"

Yoochun berusaha membuat suasana seperti biasanya. Lagipula, Mr. Shim sama sekali tak tahu dengan masalah mereka sekarang.

"Ahaha, tentu saja tidak Appa." Ayo, bersandiwaralah Park Yoochun. "Dia bilang ingin bertemu denganmu sejak kemarin-kemarin, jadi kukira dia akan berangkat sekarang." Yoochun diam sebentar. "Ah, itu dia Changmin. Maaf Appa, aku mengganggumu. Kami akan makan malam dulu. Selamat malam Appa."

Yoochun menekan tombol 'end' pada sambungan telepon mereka. Yoochun membuang napasnya. Changmin tidak berada bersama ayahnya.

Jadi dimana Changmin sekarang?

Yoochun meraih kunci mobilnya dan bergegas menuju garasi.

.:o~o:.

Friday

March 23rd, 2012

07:44 PM

Changmin menggigit potongan pizza-nya yang ketiga. Dia menguyahnya dengan perlahan, melanjutkan percakapannya bersama Kyuhyun sejak beberapa menit yang lalu.

"Ini sudah jadi pertanyaanku sejak waktu itu. Kau mengatakan bahwa aku memiliki alter ego—kepribadian majemuk—dan hal itu yang membebaskanku. Bagaimana bisa hakim percaya? Maksudku apa orang-orang tidak bertanya mengapa aku bisa bebas bukan diberi terapi penyembuhan?"

Changmin menggigit kembali pizza-nya. Jarinya meraih potongan sosis yang menyebar dengan saus tomat dan keju dan kemudian memakannya.

"Sudah kukatakan, tak perlu dipikirkan. Kau mengambil beban pikiran saja. Yang terpenting kau bebas, publik diam dan semuanya selesai. Lagipula kasusmu itu ditutup untuk publik, maksudku kau tenang saja, semuanya sudah selesai."

Kyuhyun meneguk segelas orang juice yang sudah dipersiapkan sejak tadi—miliknya. "Tapi aku penasaran." kata Kyuhyun, sedikit merengek.

Hal itu membuat Changmin tertawa kecil dan mengacak rambut Kyuhyun lembut. "Aish, apa kau ingin masuk penjara lagi?"

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. "Boleh. Asalkan kau datang menemuiku tiap hari."

.:o~o:.

Friday

March 23rd, 2012

08:09 PM

"Sudah lama Changmin tidak kesini, Yoochun."

Yoochun mengacak rambutnya frustasi.

Bukan, jangan sangka dia berlebihan. Changmin memang sering pergi malam, namun sekarang berbeda. Mereka sedang berada dalam masalah dan tentu saja Changmin masih belum bisa menerima kenyataan bahwa dia sudah mempunyai anak. Hal itu membuat Yoochun khawatir pasalnya dia takut Changmin melakukan hal yang tidak pernah ia pikirkan.

Mabuk? Dan membuatnya 'dibawa' oleh orang lain?

Ayolah, tentu saja Yoochun bisa berpikir sampai kesana. Pikiran Changmin masih seperti anak-anak, dia childish. Dan tentu saja dia masih belum bisa mengatasi emosinya sendiri. Itu yang Yoochun takutkan sekarang. Ia takut Changminnya melakukan sesuatu yang tak bisa dia pikirkan.

"Apa kalian sedang ada masalah?"

Pertanyaan dari Jaejoong—yang berdiri di depan pintu—membuat Yoochun kembali dari lamunannya. Dia menggeleng pelan. Mengusap wajahnya dan menarik napas.

.:o~o:.

Friday

March 23rd, 2012

08:37 PM

Changmin memusatkan pandangannya terhadap layar televisi di kamar Kyuhyun. Dia sedang memainkan game favoritnya. Tak disangka bahwa Kyuhyun juga adalah penggila game sepertinya. Dan ternyata Kyuhyun memiliki kaset-kaset game yang Changmin gemari. Hal itu membuat Changmin senang dengan situasi ini.

Jari-jari Changmin bermain dengan lincah terhadap joy stick. Sebelumnya dia sedang battle dengan Kyuhyun, namun namja itu mengatakan bahwa dia akan membawa minuman untuk menemani mereka.

Baru saja Changmin akan menekan tombol 'pause' untuk menyusul Kyuhyun, dia sudah merasakan kehadiran Kyuhyun dari belakangnmya. Kyuhyun mengambil tempat duduk disamping Changmin—di karpet putih yang diduduki Changmin—dan meletakan dua botol minuman disana.

Soju.

"Aish, kau pintar Kyuhyunie. Aku sudah lama tidak minum soju."

Kyuhyun mengangguk. "Akupun begitu."

.:o~o:.

Friday

March 23rd, 2012

08:55 PM

Setelah dari rumah Yunho dan Jaejoong, Yoochun segera pergi ke petshop langganan mereka. Dimana pemiliknya adalah teman SMU dari Changmin, Jonghyun. Setelah memarkirkan mobilnya, Yoochun segera masuk ke dalam petshop dan mendapati Jonghyun tengah bermain dengan beberapa kucing.

"Annyeong, Jonghyun-ah."

Jonghyun mengangkat kepalanya dan melihat kehadiran Yoochun.

"Hei, Yoochun Hyung. Kemana Silky?"

"Apakah Changmin kesini?"

Jonghyun yang merasa pertanyaannya diacuhkan hanya dapat bersabar. Dia memilih untuk menjawab pertanyaan dari Yoochun yang terlihat panik.

"Tidak. Dia tidak kesini. Memangnya ken—"

"Oh, kalau begitu terima kasih."

Belum sempat Jonghyun mengucapkan apapun, Yoochun telah keluar dari petshop dan segera mengemudikan kembali mobilnya.

.:o~o:.

Friday

March 23rd, 2012

09:16 PM

Drrt... drrt... drtt...

"Changminnie, coba angkat teleponnya. Handphone-mu berdering terus sejak kau datang kesini."

Changmin menggeleng dan meletakkan joystick-nya. Dua botol soju itu telah habis, tentu saja karena diminum mereka. Soju itu tentu tidak membuat keduanya mabuk, namun cukup membuat keduanya nyaman satu sama lain.

"Biarkan saja." kata Changmin. Meraih handphone-nya dan kemudian mematikan benda itu. "Sekarang tak akan ada yang mengganggu, bukan?"

Kyuhyun tertawa pelan seraya meletakkan joystick-nya juga di atas karpet yang mereka duduki.

"Kalau boleh aku tahu, apa yang terjadi padamu?"

Changmin menggeleng pelan. Dia merebahkan dirinya di atas karpet dengan kedua tangan—yang dilipat—yang dia jadikan sebagai bantal.

"Aku hanya tak ingin bertemu Yoochun untuk sekarang."

"Masalah?"

Changmin mengangguk menjawab pertanyaan Kyuhyun.

Kyuhyun mengangguk mengerti. Dia merebahkan juga dirinya di samping Changmin dengan posisi yang sama, lalu mereka memandang langit-langit ruangan berdua.

Setelah itu keheningan menyelimuti mereka. Tak ada satupun yang memulia topik pembicaraan. Kyuhyun tak tahu apa yang harus ia ucapkan sekarang sementara Changmin sendiri sibuk dengan pemikirannya.

Yoochun.

Kyuhyun.

Changmin menolehkan wajahnya menghadap Kyuhyun. Kyuhyun yang merasa diamati mengarahkan padangannya juga, menghadap Changmin. Dan yang terjadi sekarang adalah wajah mereka saling berhadapan, tentu hanya berjarak beberapa senti, sekitar tiga sampai empat senti.

Hembusan napas mereka menerpa satu sama lain. Changmin meneguk ludahnya. Dia tidak mabuk, tentu saja tidak. Hanya satu botol soju yang dia minum, tentu saja dia masih sadar. Namun, memperhatikan wajah Kyuhyun dari dekat untuk yang kedua kalinya membuat Changmin tak bisa mengontrol emosinya.

Setiap berada disamping Kyuhyun, Changmin semakin ingin memilikinya.

Dan yang dia lakukan adalah memajukan wajahnya dan meraih bibir merah di hadapannya dengan bibirnya.

.:o~o:.

Friday

March 23rd, 2012

09:21 PM

Yoochun berdiri di hadapan rumah Eunhyuk, menunggu sang pemilik rumah untuk membukakan pintu. Dia sudah menekan bel sejak tadi, dan hanya perlu menunggu waktu untuk pintu terbuka.

Cklek

Ketika pintu terbuka, Eunhyuk segera menampilkan dirinya dengan balutan pakaian tidur. Dia memandang Yoochun dengan bingung. Tak biasanya kekasih Changmin ini mengunjunginya. "Ah, Yoochun? Ada apa?"

"Apakah Changmin ada disini?"

Eunhyuk mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan itu. "Dia sudah lama tidak kesini, dan juga sudah lama juga dia tidak ke kantor NCIS. Memangnya kemana dia?"

Yoochun menggeleng. Dia menatap handphone-nya dengan khawatir. Changmin tidak mengangkat teleponnya, bahkan sekarang panggilan tidak terhubung.

Apa yang terjadi kepada Changmin?

Yoochun segera berterima kasih kepada Eunhyuk dan pergi meninggalkan rumah itu. Dia harus segera menemukan Changmin-nya. Dia benar-benar harus menemukannya.

.:o~o:.

Friday

March 23rd, 2012

09:23 PM

Ciuman mereka semakin panas ketika kedua lidah itu mulai bergulat. Tidak seperti sebelumnya, hanya seputar melumat bibir satu sama lain. Sekarang mereka lebih berani. Apalagi dengan posisi Changmin yang sudah berpindah di atas tubuh Kyuhyun. Hal itu menambah keintiman mereka. Ditambah suasana sepi yang begitu mendukung.

"Emhhp..."

Changmin dapat merasakan Kyuhyun menarik tengkuknya, membawa mereka lebih dalam dan lebih larut dalam ciuman.

Otak Changmin memberitahukan bahwa apa yang dia lakukan adalah salah, namun hatinya sangat sakit mengingat bagaimana seorang Park Yoochun yang sebenarnya. Walau itu semua hanya masa lalu.

.:o~o:.

Friday

March 23rd, 2012

09:35 PM

Dengan mengebut di jalanan Seoul yang cukup ramai itu membuat Yoochun dapat sampai ke rumah Kyuhyun dalam beberapa menit. Salahnya sendiri hingga dia melupakan sebuah tempat yang mungkin akan Changmin datangi. Hal itu membuat dirinya mengutuki diri sendiri.

Yoochun segera turun dari dalam mobil. Dia tahu sekarang adalah malam musim semi yang masih dingin karena angin malam, namun keringat yang membasahi pelipisnya tak bisa membuat dia merasakan dinginnya angin. Dia panik, khawatir dan gelisah. Dia tidak tahu apa yang sedang dilakukan Changmin-nya sekarang.

Yoochun segera menghentikan langkahnya ketika dia melihat sebuah papan yang ditancapkan di pekarangan kecil rumah tersebut.

Dijual.

Oh, bagus! Sekarang kemana lagi Yoochun harus mencari Changmin-nya?

..

..

Pada detik yang sama, di tempat yang tentu saja berbeda, Changmin berhasil membuat Kyuhyun bertelanjang dada di bawah tubuhnya.

Changmin sudah lepas kendali. Benar-benar lepas kendali.

Dia kehilangan akal sehatnya ketika dia memberikan berbagai kissmark pada bagian leher jenjang milik Kyuhyun. Kyuhyun mendesah seraya menjambak rambut Changmin, membawanya semakin terlalu dalam kesalahan ini.

Changmin menjilat bagian yang masih putih polos. Mulutnya terbuka dan mulai mengemutnya, sebelum dia memberikan gigitan yang dilakukan bersama hisapan kembali.

"M-Minh..."

Jari Changmin berada pada dada Kyuhyun. Dengan gerakan lembut, dia meraih salah satu nipple Kyuhyun yang sudah mengeras dan memelintirnya. Kyuhyun menggeliat, dengan desahan lembut yang dia keluarkan.

..

..

Yoochun memukul stir mobilnya dengan keras. Jalanan sedang macet dihadapannya, dia mengambil jalur yang salah. Sekarang dia terjebak disini. Entah kemana lagi dia harus mencari Changmin, dia agak kesulitan karena tidak dapat menstabilkan berbagai emosi dalam dirinya. Khawatir, panik, takut dan berbagai emosi lainnya.

Ditambah Changmin yang sama sekali tidak dapat dihubungi.

Hal itu membuat Yoochun semakin frustasi.

Bagaimana jika yang terjadi terhadap Changmin sekarang adalah sesuatu yang sangat buruk? Sesuatu yang benar-benar buruk?

"Ya Tuhan, Changmin, dimana kau?"

..

..

Kyuhyun berhasil membuka kaos yang Changmin kenakan dan membuangnya ke sembarang arah. Mereka kembali memagut lidah satu sama lain, dengan gerakan cepat yang terbilang ganas.

Lutut Changmin berada di antara paha Kyuhyun yang masih terbalut celana. Dengan tak sengaja tubuh mereka semakin bergesekkan, hal itu menambah rangsangan bagi keduanya.

Tak ingin mengakhiri kegiatan ini, Changmin membawa Kyuhyun berdiri dan memandunya menuju ranjang queen size milik Kyuhyun. Changmin mendorong tubuh ramping Kyuhyun terhadap ranjang dan membuat dirinya berada di atas tubuh itu. Mereka kembali berciuman, menambah irama mereka.

..

..

"Jangan seperti ini, Changmin. Mengapa kau matikan handphone-mu?"

Yoochun membanting handphone-nya terhadap jok di samping kemudi. Macet terlihat semakin panjang, dia menyesali memilih jalan ini. Apa yang harus dia lakukan sekarang?

Yoochun membenturkan kepalanya terhadap stir kemudi. Dia memejamkan matanya. Berusaha membuat pikirannya menjadi normal, tanpa terbalut berbagai emosi. Namun terasa sangat sulit. Sungguh, dia tidak bisa membayangkan tentang apa yang tengah terjadi terhadap Changmin.

Dia sungguh tidak becus untuk menjaga namja yang begitu dicintainya.

..

..

Changmin berhasil melepas seluruh materi yang masih melekat pada tubuh mereka berdua, membuat keduanya kini sudah telanjang. Dapat mengagumi keindahan satu sama lain.

Kyuhyun merasakan Changmin menggigit bibir bawahnya, dan setelah itu merebut kembali lidahnya. Kyuhyun tak dapat melawan ketika Changmin menghisap lidahnya dengan liar. Dia menikmati permainan ini. Sungguh, tapi...

Kyuhyun mendorong dada Changmin, membuat ciuman itu terlepas.

"Hh... a-apa kau mabuk, Changminnie?"

Changmin menggeleng. "Tentu saja tidak. Aku dalam keadaan sadar sepenuhnya, BabyKyu."

Changmin memandu kaki Kyuhyun untuk melingkari pinggangnya. Kyuhyun tersenyum. Dia membiarkan Changmin memberikan sentuhan-sentuhan memabukkan kembali dengan lidahnya.

..

..

"Apa Changmin ke rumahmu, Jungsoo Hyung?"

Yoochun menggigit bibir, berharap Jungsoo menjawabnya dengan kata 'iya'. Namun harapannya pupus sudah ketika sebuah kata terdengar dari ujung line telepon.

"Tidak."

Yoochun menjambak rambutnya frustasi. Dia tidak dapat melakukan apapun sekarang. Dia masih terjebak macet disini, yang bisa dia lakukan hanya menghubungi beberapa rekannya yang lain—yang tentu saja mengenal Changmin—dan berharap Changmin ada disana.

Dan juga dia hanya bisa berdoa.

"Terima kasih, Jungsoo Hyung. Maaf mengganggu harimu."

Tutt...

Yoochun menyandarkan punggungnya pada jok yang dia duduki. Dia tidak tahu. Benar-benar tidak tahu.

..

..

Kyuhyun melingkarkan kedua tangannya terhadap leher Changmin. Dia menggigit bibirnya yang semakin memerah dan membengkak, mata sayunya menatap Changmin. Memberikan rangsangan dari tatapan itu.

Changmin memagut bibir Kyuhyun secara lembut. Hanya sebagai awal, sebelum dia berhasil menghujamkan miliknya, masuk ke dalam tubuh Kyuhyun yang berada di bawah tubuhnya.

"Enngghh~ aakhhh..."

Changmin mengusap kening Kyuhyun yang sudah bermandikan keringat oleh permainan awal mereka. Dia mencium kembali bibir Kyuhyun, membantunya mengalihkan rasa sakit dengan ciuman dan juga pijatan lembut dari tangan Changmin terhadap milik Kyuhyun.

"Hnnhh~ hnhh... C-Changminniehh..."

..

..

"Ya, apa kau melihatnya, Jungmo?"

Yoochun dapat mendengar Jungmo membuang napas di ujung sana.

"Astaga! Kalian baru bertengkar kemarin! Bagaimana bisa kau kehilangan Changmin? Ma-maksudku, anak itu... kau tahu sendiri bukan jika dia itu—"

"Sulit mengontrol emosi? Aku tahu Jungmo, tentu saja aku tahu! Aku sudah bertahun-tahu mengenal dirinya dan itu yang aku takutkan!"

"Kau harus segera menemukan anak itu, Yoochun. Apa kau sudah menghubungi Zhoumi?"

Yoochun mengangguk. Dia tahu bahwa gerakannya tak mungkin dilihat oleh Jungmo, itu hanya gerakan refleks darinya. "Ya, dan dia juga tidak melihat Changmin hari ini."

"Kau sudah menghubungi semua orang?"

Yoochun mengangguk. "Semuanya sudah kuhubungi. Aku sudah menghubungi temannya, ayahnya, sahabatnya dan juga..."

Yoochun terdiam, memproses sesuatu dalam ingatannya.

Dia belum mencoba menghubungi laki-laki itu. Laki-laki yang hampir merusak hubungannya dengan Changmin.

Cho Kyuhyun.

"Ah, J-Jungmo. Aku harus melakukan sesuatu. Jika kau bertemu dengan Changmin, segera hubungi aku."

"Tentu saja."

Tutt...

Dan sambungan telepon terputus. Yoochun segera mencari kontak Kyuhyun dalam handphone-nya. Jangan tanya mengapa dia mempunyai kontak namja itu. Tentu saja setiap hari—sebelum mereka bertengkar tentunya—Yoochun selalu memantau apapun yang berada dalam handphone Changmin. Memantau apa yang dia lakukan. Dan kesempatan itu dia ambil untuk menyalin nomor dari Kyuhyun.

..

..

Changmin menggeram pelan merasakan kenikmatan baru untuknya. Dia menggerakan miliknya secara in-out di dalam tubuh Kyuhyun. Kyuhyun mencakar punggung Changmin, menahan sakit pada bagian bawah tubuhnya.

"Lo-love... y-youhh C-Changminnie... ohh~ nhh..."

Changmin memejamkan matanya. Berusaha mencari titik kenikmatan dalam gerakannya.

"Ouh... ohh~ B-BabyKyuhhh..."

..

..

"Maaf, nomor yang Anda tuju se—"

Klik!

Yoochun menekan tombol 'end' pada handhpone-nya secara kasar. Nomor Kyuhyun sama sekali tak dapat ia hubungi sejak tadi. Yoochun kembali melemparkan handphone-nya kasar terhadap jok disamping kemudi, memukul kembali stri mobil, berharap dapat terbebas dari macet.

..

..

"Ahh~ hnnhh... M-Minhh..."

Changmin menengadahkan kepalanya ketika dia merasakan hampir mendekati klimaks-nya. Tubuh keduanya penuh dengan peluh, bermandikan peluh satu sama lain. Kyuhyun mencakar punggung Changmin semakin keras ketika dia merasakan bagian bawah perutnya menegang dan beberapa saat setelah itu dia mengeluarkan cairannya, membasahi perut Changmin di atas tubuhnya.

Changmin mengerang, memejamkan matanya semakin rapat ketika dia merasakan bahwa dia sudah mencapai klimaks-nya. Changmin mengeluarkan cairannya di dalam tubuh Kyuhyun. Menggeram dan kemudian mejeritkan nama satu sama lain secara bersamaan.

"Aaahhh~ Kyuhyun~!"

"M-Minnie ahh~!"

..

..

"ARGH!"

Yoochun sama sekali tak melihat kemacetan akan berakhir di ujung sana. Dia tidak tahu berapa lama lagi dia harus terjebak dalam macet. Yang pasti, hatinya terasa tidak enak sekarang. Sangat tidak enak.

"Kumohon, maafkan aku Changminnie. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada dirimu."

.:o~o:.

Bersamamu... itu adalah sebuah kesalahan.

Kita melakukan kesalahan baru, setelah sebelumnya kita telah melakukan banyak kesalahan.

Perkenalan itu...

Rasa iba yang berlebih...

Saling menatap masuk ke dalam mata...

Pelukan itu...

Dan insiden ciuman itu...

Hal itu membawa kita pada kesalahan yang lebih besar.

Ah, tepatnya bukan kita, hanya aku.

Aku yang mengingkari.

Aku yang mendustai.

Aku yang menghianati.

Ketika ada seseorang yang tulus mencintaiku, aku berpaling pada orang lain.

Aku berpaling padamu.

Aku tak bisa menyalahkanmu.

Aku menyalahkan diriku sendiri.

Ketika bersamanya aku tahu, aku tahu aku adalah segalanya untuknya.

Aku tahu aku adalah miliknya dan aku bersyukur akan hal itu.

Tetapi...

Ketika kita bertemu lagi...

Aku tak bisa membendung perasaan ini...

Sungguh... kesalahan yang kita lakukan sangat fatal.

Kesalahan ini akan membawa kita lebih jauh ke dalam lubang penghianatan.

Aku tidak tahu.

Aku benar-benar tidak tahu.

Aku ingin memilikimu... tanpa harus membuang dia.

Egois!

Aku memang egois!

Itu kesalahanku.

Itu dosaku.

Maaf... aku mencintai kalian berdua.

.:o~o:.

Terkadang keegoisan dapat membuat manusia menjadi lebih hina daripada hewan

.:o~o:.

Jika dipikir-pikir, aku lebih brengsek ya?

.:o~o:.

Maaf saya gak bisa bacot dan belum bisa bales review

Buat reader baru, semangat ya bacanya :D

Untuk yang lain semoga gak bosen

Ehm, dan juga, ehm, jangan bunuh saya *kabuuuuuuu

Silahkan... saya sediakan kotak review ekekekekekeke

With love, Yuri Masochist

Big thanks for my beloved readers

MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi | KyuHyunJiYoon | anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin| Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri | VitaMinnieMin | Kulkasnya Changmin | ma'on clouds | Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els a.k.a HyeFye | Soldier of Light | dn | ukechangminnie | trueetr| ChoKyuLate| lilin | someone | blacknancho21 | zakurafrezee | | Jiji | Park YUIrin | Lu I-Mo | Cho Kyurin | doubleU26 | X | PoLipo | jungyunhae | Cho RhiYeon | HanChullie | ressijewelll | NakamaLuna | Madamme Jung | Arisa tanaka | Momoelfsparkyu | jinki jung | pumpkins | mutun | RedWineCouple | nobinobi | KyuNa | jielf02 | pL.h | Min Yeon Rin | Elf-eviL'without'Horn | Ticia | Kaguya | vanillaScarlet | Jung Ye Eun | zen hikari | dnr0502 | Jisuu Kim | honey | ejinki | bella | ninamum itha | MinKi Lie | eL-ch4n | Lil'cute Bear | MinKyu | Natsue | michio giichi chan dan untuk semuanya.

Mari berteman :)