"Give Me A Second Chance" Chapt. 36

*Sebelumnya*

Teukie berada di Perusahaan untuk memeriksa file dari beberapa klien yang ingin bekerja sama dengan Perusahaannya. Ketika Teukie mengambil salah satu file, secara tidak sengaja Teukie menyenggol gelas hingga terjatuh dan pecah.
Teukie memandang lekat pecahan gelas tersebut, pikirannya tidak tenang dan tertuju pada Kyuhyun.
"Kyu…apa terjadi sesuatu padamu?" gumamnya.

*Selanjutnya*

"Aniyo, mungkin ini hanya perasaanku saja" Teukie berusaha membuang jauh-jauh pikiran buruknya.
"Sebaiknya aku fokus pada pekerjaanku" gumamnya dan melanjutkan pekerjaannya, tapi baru sesaat , Teukie membiarkan pekerjaannya berserakan, kemudian Teukie menghubungi Hyorin untuk memastikan hatinya yang masih belum tenang.
Ponsel Hyorin sama sekali tidak dijawab, hingga Teukie menghubungi Siwon, tapi juga tidak dijawab, Teukie semakin khawatir hingga ia beranjak, lalu segera meninggalkan ruangannya.

"Tolong selamatkan Kyuhyun, aku mohon Siwon!, selamatkan Kyuhyun" Hyorin mengatup kedua tangannya dan memohon pada Siwon.
"Aku akan berusaha menyelamatkannya, sebaiknya kau tunggu di luar saja" sahut Siwon.
"Ne" sahutnya, lalu Hyorin ke luar kamar inap Kyuhyun. Hyorin duduk dan mengatup kedua tangannya sambil berdo'a.
"Tuhan, aku mohon!, jangan renggut nyawa anakku!, aku mohon berikan kesempatan padanya untuk hidup!, aku mohon!" gumamnya.

"Appa!" tangis Haru.
Donghae berusaha menenangkan Haru yang masih menangis dengan menggendongnya, saat seorang perawat berlalu di depannya, Donghae meminta tolong padanya untuk meminjam tempat agar bisa menampung burung-burung kertas tersebut.
"Hai, tunggu sebentar !" panggil Donghae.
Perawat itu berbalik, "Ne?"
"Bisakah kau menolongku?" tanyanya dan menghampirinya.
"Tolong apa?"
"Tolong aku untuk menampung burung-burung kertas itu, aku mohon" pintanya
Perawat tersebut merasa kasihan pada Donghae, lalu ia menyetujui permintaan Donghae.
"Ne, tunggu sebentar, saya akan pinjamkan tempat untuk menampungnya"
"Cheongmal gumawo"
"Ne" sahutnya, lalu bergegas pergi untuk mengambil tempat.
"Haru~ah, jangan menangis lagi ya, onnie itu akan meminjamkan tempat untuk burung kertas kita" Donghae mengelus punggung Haru agar tenang, tapi Haru tetap menangis sesenggukkan.

Siwon berusaha menolong Kyuhyun, beberapa kali Siwon memijat dada Kyuhyun juga memberinya nafas bantuan, hingga akhirnya detak Jantung Kyuhyun kembali stabil.
Siwon menghela nafas setelah kondisi Kyuhyun kembali normal.
"Kenapa kondisimu selalu drop seperti ini, Kyu?. Jika kau terus seperti ini, ajussi takut jika kau tidak bisa bertahan."
"Apa kau benar-benar marah pada keluargamu, hingga kau tidak ingin sadar, dan berusaha untuk pergi?"

Sungmin dan Do Kwang bergegas kembali ke rumah sakit, setelah Do Kwang menerima telepon dari salah satu perawat yang bertugas membantu Siwon.
"Nuna!" Hyorin menoleh ketika Sungmin memanggilnya dan menghampiri dirinya, sedangkan Do Kwang segera masuk ke kamar inap Kyuhyun.
"Sungmin~ah, Kyuhyun…" ucapnya terputus ,lalu ia kembali menangis.
"Kyuhyun kenapa nuna?!, katakan padaku!"
"Kondisi Kyuhyun menurun" sahutnya, lalu duduk di sisi kirinya.
"Mwo?, lalu bagaimana keadaannya sekarang?"
"Aku belum tahu, karena Siwon masih berada di dalam"
Sungmin tersandar di kursi, matanya mulai berkaca-kaca karena menahan air mata.
"Sungmin~ah, aku takut..aku takut jika Kyuhyun benar-benar pergi meninggalkan kita"
"…" Sungmin tidak menyahut karena ia masih shock, dan ia memiliki pikiran yang sama dengan Hyorin.
Tidak berapa lama, Donghae datang bersama Haru yang membawa burung-burung kertas dalam sebuah kardus dan dipeluknya.
Hyorin yang melihat Haru datang, ia segera menyeka air matanya, dan ia meminta Sungmin untuk berbohong di depan Haru.
"Haru datang, nuna mohon jangan beritahu Haru tentang hal ini" pintanya.
Sungmin pun menoleh menatap Haru yang semakin dekat kearah mereka.
"Ne nuna" sahutnya.
"Halmoni" panggil Haru, Hyorin beranjak, lalu berjalan kearahnya sambil tersenyum.
"Loh, kenapa Haru bawa burung-burung kertas ini?" tanyanya sambil berjongkok di depannya.
"Haru mau kasih tahu appa burung-burung ini, kalau appa sudah bangun" sahutnya.
Hyorin berusaha menahan air matanya di depan Haru, dan memaksa untuk tersenyum, walau hatinya menangis saat mendengar perkataan Haru.
Donghae memandang lekat ibunya yang terlihat menyembunyikan sesuatu di depan Haru.
"Ne, jika appa sudah bangun, appa pasti akan senang melihatnya. Karena Haru sudah berusaha membuat burung kertas ini"
"Mm" angguknya.
Kemudian Haru berjalan menuju kursi, lalu meletakkan kardus yang dipeluknya di atas kursi.
"Eomma…,apa terjadi sesuatu pada Kyuhyun?" cemasnya.
"…" Hyorin tidak menyahut, tapi Donghae tahu, bahwa kekhawatirannya benar, karena melihat air mata Hyorin yang jatuh dari pelupuk matanya.
"Eomma…" panggilnya.
"Donghae~ah…" Hyorin tidak bisa membendung air matanya, Donghae segera mendekap ibunya dalam pelukannya.
"Kyuhyun pasti kuat eomma. Kyuhyun pasti bisa bertahan" ucapnya pelan.
Haru bingung ketika melihat Hyorin menangis dipelukan Donghae.
"Haraboji" panggil Haru.
"Ne?"
"Kenapa halmoni menangis?"
"Oh, halmoni menangis karena bahagia" bohongnya.
"Bahagia kenapa?"
"Karena Haru membawa burung-burung ini untuk appa"
"Hihihi" sahut Haru tertawa kecil dan memperlihatkan sederetan gigi putihnya di depan Sungmin.
"Mianhe Haru~ah, haraboji berbohong padamu" batinnya menatap lekat wajah polos Haru yang terlihat senang.

"Oppa" panggil Suny yang menemuinya di Gereja, karena sejak Kyuhyun masuk rumah sakit, Shindong sering kali menyempatkan diri pergi ke sana untuk mendo'akan Kyuhyun.
Shindong menoleh, lalu Suny duduk disampingnya.
"Bagaimana keadaan Kyuhyun?" tanyanya.
"Belum ada perubahan Suny" sahutnya lesu.
"Lalu bagaimana dengan Haru?, apa dia masih tinggal di rumah keluarga Lee?"
"Nde, sekarang Donghae lebih memperhatikan Haru. Meski oppa masih membencinya, tapi oppa akui, sikap Donghae sekarang lebih baik pada Haru juga Kyuhyun. Saat oppa berkunjung ke rumah sakit kemarin, oppa melihat Donghae menyeka tubuh Kyuhyun, sambil bercerita tentang Haru di depannya. Oppa pikir, sekarang Donghae bisa menjadi hyeong yang baik untuk Kyuhyun. Oppa sangat berharap, Tuhan memberikan kesempatan pada Kyuhyun, agar Kyuhyun bisa hidup bahagia bersama keluarganya"
"Ne, semoga do'a kita terkabul oppa. Aku juga berpikir, bahwa Donghae sudah benar-benar berubah dan menyesali perbuatannya. Walau sangat susah untuk memaafkaannya. Tapi aku yakin, Tuhan pun sudah memaafkannya"
"Suny~ah…"
"Ne?"
"Bagaimana jika aku mendonorkan Ginjalku untuk Kyuhyun?"
"Mwo?!, apa oppa yakin ingin mendonorkan Ginjal oppa?"
"Nde, jika ini bisa menolong Kyuhyun, oppa rela melakukannya"
"Apa oppa sudah pikirkan konsekuensi kedepannya?, jika oppa melakukan hal ini?"
"Nde, oppa sudah memikirkannya Suny"
"Apa Dokter mengatakan Kyuhyun harus Operasi transplantasi Ginjal?"
"Aniyo"
"Lalu kenapa oppa ingin mendonorkan Ginjal oppa, jika Dokter saja tidak mengatakan Kyuhyun harus melakukan transplantasi Ginjal!"
"Hanya untuk berjaga-jaga saja Suny, jika hal itu terjadi"
"Oh"
"Oppa yakin, jika Ji Won masih hidup, Ji Won pasti setuju dengan keinginan oppa"
"Nde"

"Hana~ah, ayo buruan kita ke rumah sakit untuk bertemu Haru" panggil Changmin yang menunggunya di depan Mobil.
"Ish!, Hana kan ambil boneka dulu untuk Haru" sahutnya kesal dan manyun setelah menghampiri Changmin sambil menggendong 2 boneka Unicorn putih.
"Baiklah…samchon minta maaf. Hana jangan marah lagi ya" ucapnya pada Hana sembari mengacak-acak pelan poni Hana.
"Ish!" dengusnya kesal, lalu masuk ke dalam Mobil.
Changmin tersenyum melihat tingkah keponakannya, kemudian ia masuk ke dalam Mobil dan mengemudikannya untuk pergi ke rumah sakit Inha.

Siwon dan Do Kwang ke luar dari kamar inap Kyuhyun .
"Bagaimana?" tanya Hyorin cemas.
Haru terlihat bingung ketika melihat raut wajah cemas Hyorin, Sungmin juga Donghae.
"Halmoni, appa kenapa?" tanyanya
"Appa Haru baik-baik saja, tadi haraboji cuma melihat kondisi appa, apakah baik atau tidak" ucap Siwon berbohong di depannya.
"Oh" sahutnya.
Hyorin menatap penuh harap pada Siwon agar memberinya kabar baik.
"Kondisinya sudah stabil" ucap Siwon.
Mereka menghela nafas lega setelah mendengarnya.
"Hyorin~ssi, bisakah kau ikut ke ruanganku sekarang?" ucap Siwon.
"Ne" sahutnya.
"Aku ikut, ajussi" ucap Donghae.
"Ne" sahutnya.
Kemudian mereka pergi dan meninggalkan Haru bersama Sungmin.
"Do Kwang~ah, apa benar kondisinya sudah stabil?"tanya Sungmin yang masih terlihat cemas.
Do Kwang memandang Haru sesaat, lalu menatap Sungmin, "Nde, untuk saat ini"
"Maksudmu?"
"Siwon hyeong akan menjelaskannya pada keluargamu" sahutnya, lalu Do Kwang pergi meninggalkan mereka.
Sungmin terduduk lemas setelah mendengar jawaban tidak pasti dari Do Kwang.
"Haraboji kenapa?" tanya Haru bingung.
"Tidak apa-apa chagi" sahutnya berbohong.

Teukie sudah tiba di rumah sakit, sambil menuju kamar inap Kyuhyun, ia menghubungi Hyorin, dan Hyorin segera menjawab teleponnya.
"Yeoboe, bagaimana keadaan Kyuhyun?"
"Aku sedang berada di ruangan Siwon oppa, bisakah kau segera kemari menemui kami?"
"Ne, aku segera kesana" sahutnya.
Teukie berlari menuju ruangan Siwon.

"Teukie oppa segera kemari" ucap Hyorin pada Siwon dan Donghae yang menatapnya, setelah mematikan pembicaraannya dengan Teukie.
"Kebetulan, aku akan menjelaskan pada kalian setelah Teukie datang"
"Apa yang terjadi sebenarnya ajussi?, kenapa tidak ajussi katakan sekarang?"
"Ajussi akan mengatakannya setelah appa mu datang, Hae"

Changmin dan Hana tiba di rumah sakit. Hana terlihat senang karena ia akan bertemu Haru, setelah beberapa hari tidak bertemu dengannya.
"Samchon"
"Ne?"
"Haru suka gak ya dengan boneka ini?" tanya Hana ragu.
"Haru pasti suka, Hana"
"Mm" angguknya dan tersenyum pada Changmin.

Teukie tiba di depan ruangan Siwon, kemudian ia segera masuk. Mereka menatap Teukie yang datang menemui mereka.
"Apa yang terjadi?"
"Duduklah dulu" sahut Siwon, kemudian Donghae beranjak agar Teukie bisa duduk.
"Bisakah kau segera mengatakannya pada kami?" pinta Hyorin.
"Ne" sahut Siwon.
"Saat ini kondisi Kyuhyun sudah kembali stabil, tapi…"
"Tapi apa?" tanya Teukie semakin khawatir.
"Tapi…sel kanker sudah semakin menyebar, agar Kyuhyun bisa melakukan Kemoterapi, kami menyarankan agar Kyuhyun melakukan transplantasi Ginjal, aku akan meminta kalian untuk melakukan tes, agar aku bisa memastikan apakah Ginjal kalian cocok untuk Kyuhyun atau tidak"
"Apakah setelah transplantasi, Kyuhyun akan sembuh?" tanya Hyorin.
"Aku belum bisa memastikannya, tapi saat ini yang bisa kami lakukan adalah dengan melakukan transplantasi Ginjal, agar pengobatan bisa dilakukan, karena jika dibiarkan, sel Kanker akan menyerang Ginjal yang satunya lagi"
"Lakukan apapun yang terbaik bagi Kyuhyun, berapapun harganya akan kami bayar" pinta Teukie.
"Tapi…"
"Tapi apa lagi?!" tanya Hyorin
"Jika transplantasi dilakukan, kemungkinan berhasil hanya 40%"
"Mwo?" sahut mereka terkejut.
"Bukankah kau katakan pada kami saat itu, jika Operasi dilakukan, kemungkinan berhasil 50%?, lalu kenapa sekarang jadi 40%?!" tanya Teukie
"Karena seperti yang kukatakan, sel Kanker Kyuhyun sudah semakin menyebar, dan kondisinya sering menurun"
"Siwon~ah!, aku mohon selamatkan anakku!, meski kemungkinan berhasil hanya 40%, tapi aku yakin, Kyuhyun pasti kuat!" pinta Teukie.
"Appa benar ajussi, meski harus mendonorkan Ginjalku, aku rela. Asalkan Kyuhyun bisa sembuh" tambah Donghae.
"Ne, kami akan segera melakukannya, setelah hasil pemeriksaan darah kalian ada yang cocok dengan Kyuhyun." sahut Siwon.

"Haru~ah" panggil Hana.
Haru menoleh dan tersenyum lebar ketika Hana datang dan berlari menghampirinya.
"Hana" sahutnya senang.
"Ini untukmu"Hana memberikan boneka Unicorn padanya.
"Bonekanya bagus, gumawo Hana~ah"sahut Haru dan menyambut pemberiannya.
"Ne, cheonmaneyo" sahut Hana.
"Ajussi, bagaimana keadaan Kyuhyun?" tanya Changmin pada Sungmin.
"Kyuhyun saat ini baik-baik saja" sahutnya.
"Saat ini?, maksud ajussi?" tanya Changmin bingung.
"Ajussi juga tidak tahu, tapi sepertinya Do Kwang menyembunyikan sesuatu dariku"
"Apa…kondisinya tadi menurun lagi?" tanyanya pelan, dan Sungmin mengangguk mengiyakan. Changmin menghela nafas berat setelah mendengarnya.
"Haru~ah, ayo kita main ke luar" ajak Hana.
"Kemana?"
"Di Taman"
"Ne, tapi sebentar aja ya"
"Mm" angguk Hana.
"Haraboji, Haru mau main di luar dengan Hana" izinnya.
"Ne, tapi bermainnya hati-hati ya, dan jangan terlalu lama" sahut Sungmin.
"Ne haraboji" sahut Haru.
Kemudian Hana dan Haru berlari untuk bermain di Taman rumah sakit.
"Dimana keluarga Kyuhyun?" tanya Changmin.
"Mereka di ruangan Siwon hyeong" "Oh" sahutnya.

Mereka ke luar dari ruangan Siwon dan kembali ke kamar inap Kyuhyun. Setelah memberitahukan pada keluarga Lee, Siwon menghubungi perawat untuk memindahkan Kyuhyun ke ICU.
Sungmin dan Changmin bingung saat beberapa perawat masuk ke kamar inap Kyuhyun, lalu ke luar untuk memindahkannya.
"Mau dibawa kemana keponakanku?" tanya Sungmin.
"Dokter Siwon memerintahkan kami untuk memindahkan pasien ke ruang ICU" sahut salah seorang perawat berambut sebahu padanya, kemudian melanjutkan langkah mereka menuju ICU.
"Bagaimana ini?, jika Haru tahu, Kyuhyun dipindahkan ke ICU, Haru akan semakin mencemaskan Kyuhyun"
"Ne, kasihan Haru" sahut Changmin.

"Haru~ah" panggil Hana pada Haru saat mereka bermain di Taman.
"Ne?"
"Ayo kita susun batu-batu ini" ajak Hana.
"Untuk apa?,memangnya kamu mau buat Gunung ya?"
"…" Hana menggelengkan kepalanya.
"Kata eomma, kalau kita susun batu sampai tinggi, maka permintaan kita akan dikabulkan Tuhan"
"Kamu gak bohongkan?"
"Aku gak bohong Haru, ayo kita susun batu ini?" ajak Hana pada Haru.
Kemudian mereka menyusun batu-batu kecil yang terdapat di tepi semak-semak. Dengan telaten Haru dan Hana menyusunnya. Setelah cukup tinggi, Hana mengajak Haru untuk berdo'a.
"Ayo kita doa untuk appa mu"
"Mm"angguk Haru, lalu mereka mengatup kedua tangan mungil mereka.
"Tuhan, Haru mohon sembuhkan appa. Jangan biarin appa sakit, Haru mau appa bangun. Kalau Tuhan kabulin doa Haru,…Haru janji jadi anak yang baik, apa yang appa minta, Haru turutin. Tuhan…sembuhin appa ya?" Pinta Haru dalam do'a nya.

Tbc