.

Bleach © Tite Kubo

Bleach Fanfic Story – Dragon Ice and Wolf of Black Snow

Bount Arc

-I do not own Bleach-

Don't Like, Don't Read

Warning : TYPO, OOC, OC, AU, Etc


- Chapter 36 -

Setelah kejadian di hutan Kusajishi. Toshiro, Akatsuki, Matsumoto, Renji, Ichigo dan teman-temannya segera kembali ke Seireitei setelah mendapatkan informasi kalau serangan sedang berlangsung disana. Mereka semua berlari dalam diam sepanjang jalan itu. Tidak ada yang berani berbicara setelah kejadian yang sebelumnya.

Mereka semakin dekat dengan gerbang barat Seireitei saat matahari mulai terbit dari horizon dan menyinari kegelapan di seluruh Seireitei dengan cahayanya. Udara dingin mulai menghlang diganti hangatnya pagi. Saat gerbang itu sudah tampak, terlihat oleh mereka kalau gerbang tersebut telah terbuka dengan sebuah pengungkit sederhana.

"Sial! Kita terlambat!" Ichigo berteriak keras dan marah.

Langkahnya dipercepat untuk sampai di gerbang. Kariya melihat kedatangan mereka dan hanya tersenyum mengejek. Koga dan dia sudah berada disisi lain saat itu. Angin besar muncul ketika pria itu mengulurkan tangannya. Bukan hanya bisa menerbangkan Ichigo dan yang lain tapi juga membuat pengungkit raksasa itu hancur dan membuat gerbang itu tertutup kembali. Asap debu berterbangan menutupi pandangan seperti kabut.

"Bagaimana kita akan masuk?" Kata Ichigo dan menggeram begitu kembali bisa membuka mata.

Mata pemuda berambut jingga itu melihat Jidanbo yang terluka dan terbaring di tanah tidak sadarkan diri. Pikirannya segera terfokus pada kondisi shinigami raksasa itu lalu melewati gerbang. Ichigo menghampiri pria besar itu dan melihat pada Orihime memintanya untuk mendekat. "Hei, Inoue... Bisa kau sembuhkan dia dengan cepat? Dia bisa membuka pintu gerbang sedikit untuk kita kalau dia dalam kondisi baik" Katanya.

'Dia bukan hanya memikirkan misi tapi juga kawan dan teman-temannya... sama seperti yang kudengar tentang Isshin.' Pikir Toshiro sambil berjalan maju. Akatsuki dan Matsumoto melihat itu dan mengikutinya. Kapten itu mengeluarkan Hyorinmaru sekali lagi dan sedikit menyusupkannya ke celah dibawah gerbang. Tanpa banyak usaha, kapten itu mengangkatnya, "ayo..." katanya mudah.

Akatsuki dan Matsumoto segera masuk, yang lain melebarkan mata mereka dulu sebelum berlari masuk melewati gerbang. Orihime masih diam dan melihat pada Jidanbo yang masih terluka. "Maaf, Toshiro-kun... aku akan tinggal disini hingga Jidanbo-san sembuh." Gadis itu berkata dengan tulus, Toshiro mengangguk tangannya segera diulurkan dan dengan Reiatsu-nya dia membentuk burung kecil dari es biru.

Burung itu terbang dari tangan Toshiro ke pundak Inoue. "Dia akan menunjukan arah padamu. Lalu jika ada shinigami yang memberimu masalah, tunjukan mereka ini." Kapten itu membuat kembali kartu dari es dengan angka kanji sepuluh diatasnya. Dia memberikan potongan es itu pada Inoue yang menerima dengan sangat berterima kasih.

"Terima kasih, Toshiro-kun... Semoga berhasil!" katanya.

Kapten divisi sepuluh itu mengangguk sebelum berjalan melewati gerbang itu sambil menurunkan secara perlahan. Toshiro berjalan kembali dengan tenang, "Cepatlah... sebelum mereka bergerak lebih jauh" Katanya mudah. Tiga remaja disana mengangguk, menyisakan hanya shinigami yang ada disana.

"Abarai, kau boleh kembali ke divisimu sekarang. Terima kasih sudah bergabung dengan kami." Kata Toshiro.

Wakil kapten berambut magenta itu mengangguk, "Aku permisi, Hitsugaya-taichou, Nokage-fukutaichou, Matsumoto-san." Dia pun pergi dengan Shunpo kembali pada kaptennya.

.

.

.

Toshiro berbalik sekarang dan melihat pada dua anggotanya. Keduanya bersiap pada perintah yang akan dia berikan. Mungkin terlihat normal tapi mata Toshiro yang terlatih bisa menyadari emosi yang ditahan oleh Akatsuki. "Akatsuki..." kapten itu memanggil dengan lembut. Gadis itu mengangkat kepalanya perlahan, mata Toshiro berubah menjadi sangat hangat.

"Aku benar-benar minta maaf, Akatsuki..." Tangan kapten itu meraih kedua tangan gadis didepannya. Dia mengangkatnya secara perlahan, "Seharusnya aku bisa menahan diri. Aku benar-benar menakutimu, aku menyesal..." Dia berbicara dengan sangat lembut, Matsumoto bahkan bisa bersumpah dia tidak pernah mendengar nada itu sejak Toshiro menjadi kapten. Mata kebiruan itu melihat kedalam mata merah didepannya. "Apa kau membenciku?"

Bisa terlihat salah Akatsuki terkejut dengan pertanyaan itu, "B-Bukan begitu, My Lord..." Wajah gadis itu dipenuhi rasa bersalah sekarang. "Hanya saja, aku berpikir anda akan marah padaku. Untuk kami, manusia serigala sangat dilarang keras untuk mengangkat pedang pada tuan kami. Itu menunjukan sikap tidak patuh dan rendah. Hal itu adalah peraturan yang sangat keras untukku. Aku pantas mendapatkan huk—"

"Akatsuki..." Toshiro menghentikan ucapannya. Tangannya masih memegang tangan gadis itu. "Aku tidak akan menghukummu, Akatsuki. Tidak akan pernah... Kau melakukan hal benar." Akatsuki melebarkan mata saat toshiro membawa tangannya ke dada kapten itu tepat diatas jantungnya. Toshiro sangat bersungguh-sungguh saat itu.

"Kau sudah melindungiku... bahkan dari diriku sendiri..."

.


.

i'm back! for now... ugh... maaf ya, real life benar-benar menyulitkan dan beasttamer masih sibuk dalam hal itu.

Sebagai gantinya, bagaimana kalau saya kasih beberapa chapter langsung.

Bukannya gga mau dan pengen beres, hanya kasihan kalau ada yang kelamaan nunggu.

as always, thank you for everything and please review!