Halo, ini Regulus White Dwarf. Ini adalah episode ke-35. Apa yang terjadi setelah pertarungan Pokemon?

Pairing utama: belum diketahui.

Rate, T, untuk sekarang ini, dan lebih karena kalimat ilmiah.

Disclaimer: tokoh-tokoh dalam Pokemon Special bukan punyaku. Mereka adalah punya Hidenori Kusaka. Aku hanya seorang shipper dan astronom amatir yang mencoba untuk menyatukan keduanya. Aku tidak mengambil keuntungan apapun untuk fic ini. Semuanya murni hiburan dan pengetahuan.

Perhatian, Mars!AU dan kadang OOC

...

Sol 26, 26 Sagittarius 300, 20.45 AMT

"Dan kita sudah menemukan pemenang dari pertarungan Pokemon pada sol ini! Selamat untuk Sapphire!" seru Bianca.

"Mereka berdua sudah memberikan kemampuan terbaik mereka. Emerald terlihat bekerja keras untuk menghadang serangan api bertubi-tubi dari Blaziken. Sayangnya, sepertinya Sapphire sedang sangat membara sampai tidak memberi ampun pada lawannya," kata Cheren.

"Sapphire benar-benar on fire pada pertandingan kali ini. Sekali lagi, selamat untuk Sapphire!" seru Bianca. Ruangan pertandingan riuh oleh suara pendukung dari dinding virtual ruang pertandingan.

"Itulah MPB-300 untuk sol ini. Jangan lupa, dua sol mendatang akan menjadi pertarungan terakhir untuk bulan Sagittarius, di mana Wally akan bertarung melawan Diamond! Tetap di jam yang sama, 19.30 waktu Airy. Akhirnya, saya, Bianca, bersama rekan saya, Cheren, mengucapkan selamat malam dan sampai berjumpa lagi di MPB-300!" seru Bianca. Ruangan pertandingan itu ramai dengan sorakan penonton virtual.

Sementara itu, Sapphire dan Emerald ditunggu oleh Ruby dan Wally di depan pintu habitasi. Setelah perjalanan keluar dari ruang pertandingan dan berjalan di dalam ruang habitasi, Sapphire dan Emerald disambut oleh dua kawan mereka yang berasal dari region yang sama ini.

"Selamat, Sapph! Aku tahu kau bisa mengalahkan Emerald!" seru Ruby.

"Ya, ya, dia sangat liar, kau tahu? Dia menembakkan serangan api terus-menerus sampai Pokemon rumputku terkena luka bakar," kata Emerald.

"Mungkin Sapphire benar-benar menunggu saat ini. Kau tahu, pertarungan Pokemon dengan banyak sekali tensi, tentunya Sapphire akan menikmati ini," kata Wally.

"Yap, bagaimana kalau kita pergi ke laboratorium? Ada Pokemon yang harus disehatkan kembali," kata Sapphire.

"Aku setuju dengan Sapphire," kata Emerald. Ruby dan Wally mengangguk, kemudian mereka berempat berjalan menuju ruang laboratorium.

Ada satu prosedur yang harus dilakukan setelah pertarungan Pokemon di Mars. Pertama, Pokemon yang bertarung harus disehatkan kembali dengan mesin yang cara kerjanya sama dengan mesin yang berada di Pusat Pokemon. Kedua, Pokemon yang sudah disehatkan diuji gerakannya dengan berjalan di laboratorium. Ketiga, pelatihnya yang dilatih dengan berlari di lorong pangkalan bersama dengan Pokemonnya. Prosedur pertama mudah dan cepat. Prosedur kedua bisa diamati dengan mudah juga. Prosedur ketiga yang melelahkan. Baru saja selesai bertarung, masih ada acara berlari malam-malam di lorong pangkalan. Memang begitulah caranya untuk menguji apakah kesehatan pelatih dan Pokemonnya baik.

Setelah berjalan agak lama, akhirnya keempat orang tersebut datang ke laboratorium pangkalan. Mereka disambut dengan ramah oleh Yellow yang memegang tugas sebagai penyembuh Pokemon. Dengan senyumannya yang manis, dia menyambut empat orang yang datang ke laboratoriumnya itu.

"Selamat datang ke laboratorium, para pelatih yang baru saja selesai bertarung," kata Yellow.

"Hai, Yellow. Bisakah kau mengembalikan Pokemon kami menjadi segar bugar?" tanya Sapphire.

"Tentu saja. Akan kubawa bola Pokemonmu ke dalam mesinnya dan akan kusegarkan Pokemonnya dalam hitungan detik," kata Yellow. Sapphire dan Emerald memberikan bola Pokemon berisi Pokemon yang mereka pakai. Kemudian, Yellow memasukkan bolanya ke dalam mesin dan Yellow menyalakan mesinnya. Mesinnya bekerja cepat dan rapi sampai-sampai baru 3 detik bekerja, mesinnya berhenti dan membuat bolanya berisi Pokemon yang sehat. Yellow mengambil bola Pokemonnya dari mesin dan memberikannya kepada Sapphire dan Emerald.

"Ini dia, Pokemon yang sehat. Crystal, waktumu sudah tiba!" panggil Yellow kepada Crystal yang berada di bagian lain laboratorium. Crystal segera muncul ke samping Yellow.

"Baiklah, sepertinya ini saatnya untuk menguji kemampuan fisik kalian," kata Crystal, melihat ke arah bola Pokemon yang ada di sabuk pemiliknya. Kemudian, dengan semangat, Crystal berteriak.

"Pelatih, keluarkan semua Pokemon kalian!" seru Crystal. Akhirnya, kedua pelatih yang Pokemonnya baru saja disembuhkan itu mengeluarkan Pokemonnya.

"Baiklah, Pokemonku, tunjukkan kekuatan kalian!" seru Sapphire. Sapphire langsung mengeluarkan lima Pokemon yang dia pakai untuk bertarung tadi. Pokemonnya adalah Blaziken bernama Chic, Agrron bernama Rono, Tropius bernama Troppy, Donphan bernama Phado, dan Gallade bernama Kirly.

"Fiuh, untung bagian laboratorium ini cukup besar untuk ukuran Tropius," kata Crystal saat melihat besarnya Tropius. Tropius langsung mengeluarkan suara beratnya. "Untung saja laboratorium juga kedap suara," lanjutnya.

"Ingatlah, hampir semua Pokemonku lebih besar daripada diriku sendiri," kata Sapphire. Crystal mengangguk.

"Yap, yang lebih rendah daripada dia hanya Donphan miliknya," kata Crystal.

Kemudian, Emerald mengeluarkan Pokemonnya yang terdiri dari Sceptile, Sudowoodo, Snorlax, Mr. Mime, dan Mantine. Seperti yang diketahui, dia tidak memakai Dusclops karena pada awal bulan baru mendatang, Pokemon itu akan diujicobakan untuk keluar dari lingkungan pangkalan.

"Baiklah, giliranku. Semua Pokemonku, keluarlah!" seru Emerald, mengeluarkan semua Pokemonnya.

Crystal mengangguk. Dia mulai berkeliling, melihat keadaan Pokemonnya. Crystal tersenyum sambil mengangguk, melihat bahwa Pokemonnya baik-baik saja.

"Baiklah, mari kita bawa Pokemon ini ke ruang habitasi," kata Crystal.

"Eh? Tidak dibawa pawai keliling lorong pangkalan?" tanya Emerald.

"Tidak, aku ingin melihat mereka di habitat alaminya. Hasilnya akan lebih alami untuk mengisi data Pokedex," kata Crystal.

"Masuk akal juga. Tidak ada Pokemon yang mau menunjukkan kesukaannya kalau dia berjalan di lorong besi," kata Sapphire. Rono milik Sapphire langsung mengeluarkan suara beratnya. "Lihat, bahkan Rono setuju denganku," lanjutnya.

"Karena itulah aku berpikir untuk menaruh Pokemon di ruang habitasi," kata Crystal.

"Tunggu apa lagi? Ayo bawa Pokemon kita ke sana!" seru Emerald sambil memasukkan semua Pokemonnya ke dalam bolanya masing-masing. "Benar juga. Ayo ke ruang habitasi," kata Crystal. Crystal, bersama dengan Sapphire, Emerald, Ruby, dan Wally, berjalan menuju ruang habitasi.

Sementara itu, Yellow baru saja selesai mematikan mesin penyembuh Pokemon. Dia keluar dari laboratorium, tapi tidak untuk mengikuti Crystal dan kawan-kawan. Dia justru kembali ke kamarnya, perlahan tapi pasti.

...

Di kamarnya, Yellow menyalakan komputernya dan membuka satu aplikasi di dalam komputernya. Aplikasi yang dia buka ini bisa dikatakan sebagai planetarium yang bisa dibawa ke mana-mana karena bisa melihat keadaan langit sampai 200.000 tahun mendatang dan dapat melihat keadaan tata surya dari planet manapun di tata surya ini.

Kali ini, dia membuka aplikasi itu dengan waktu saat ini dan posisinya sekarang di Mars. Sebuah malam yang gelap pada jam 21.30. Satu-satunya planet yang terlihat jelas di langit adalah Saturnus. Uranus terlihat, tapi terlalu redup. Lalu, ada Fobos yang berada hampir di atas kepala, hampir di antara bintang Aldebaran dan gugus bintang Pleiades.

Yellow mengubah waktunya untuk melihat apa yang terjadi pada Fobos. Setelah dia menggerakkan waktunya 18 menit ke masa depan, cahaya dari Fobos tiba-tiba menghilang. Yellow langsung menyadari bahwa inilah gerhana Fobos.

Yellow memperluas sudut pandangnya lagi dan tidak melihat hal lain yang mencolok di malam itu. Yellow masih berpikir tentang kapan gerhana Deimos akan terjadi. Seingatnya, gerhana Deimos belum pernah terjadi selama hampir sebulan mereka ada di Mars.

Yellow langsung mencari posisi Deimos dan menggerakkan waktunya dari siang ke malam. Sampai, pada pukul 22.46, 27 Sagittarius 300, dia melihat ada sesuatu yang aneh pada Deimos.

"Eh, Deimos meredup? Malam besok? Lebih baik kuhubungi Red-san segera!" seru Yellow. Yellow segera membuka aplikasi pesan antarkomputer dan mengetik pesannya untuk Red.

...

Sementara itu, Red sedang melihat video dari kamera pengawas di ruang habitasi. Dia terlihat senang melihat para Pokemon melompat-lompat bergembira, menandakan bahwa Pokemon yang ada di sana sehat semua. Terlihat teman-temannya, seperti Ruby, Sapphire, Emerald, Wally, dan Crystal bermain bersama para Pokemon sambil melihat ketangkasan gerak mereka di dalam pengaruh gravitasi Mars.

Ketika dia terus melihat apa yang terjadi di ruang habitasi, lambang pesan yang baru masuk muncul di layar komputernya, menandakan benar-benar ada pesan baru yang baru masuk. Red segera membuka pesannya. Itu adalah pesan yang dikirimkan oleh Yellow. Red membaca pesannya.

"Red-san, ini Yellow. Aku tahu ini agak aneh kalau aku mengirimkan pesan di masa ketika pesan video sudah bisa dilakukan. Aku hanya ingin bertanya padamu, Red-san. Apakah gerhana Deimos itu sudah sering?"

Red heran karena Yellow bertanya hal itu. Tidak biasanya Yellow bertanya soal hal-hal astronomis. Namun karena dia sudah mengetahui jawabannya dan dia masih ingin melihat perkembangan di ruang habitasi, dia juga membalas dengan mengetik pesan.

"Kau tahu, Yellow? Kalau gerhana Deimos sudah sering terjadi. Bahkan saat sol kedua kita di pangkalan, ada gerhana Deimos. Yang jarang terjadi, yang sampai sekarang belum terjadi, adalah transit Deimos di depan Matahari. Kalau Fobos, tiga kali, dan Ruby sudah merekam semuanya. Apa kau sedang ingin mencari waktu Deimos menggerhanai Matahari?" ketik Red. Kemudian Red menunggu Yellow membalas pesannya sambil terus melihat keadaan di ruang habitasi.

Beberapa menit kemudian, Yellow menjawab pertanyaannya dengan membalas pesannya.

"Tidak juga, Red-san. Aku hanya sedang penasaran dengan apa yang terjadi. Aku juga paham kalau tidak akan ada gerhana Deimos pada bulan ini, atau mungkin sekalian dengan bulan depan. Namun ya siapa tahu?" tulis Yellow. Red mengangguk dan mengetik balasan pesannya lagi.

"Ya, mungkin MAGIC bisa membantu kita menemukan gerhana Deimos. Kita memang perlu memfoto kejadian itu karena saking langkanya. Kuharap ada gerhana itu walaupun hanya sekali atau dua kali," tulis Red. Setelah beberapa saat menunggu setelah pesannya dikirim, Yellow membalas pesannya.

"Tapi ada yang aneh, Red-san. Ada satu tanggal yang memiliki gerhana Deimos yang aneh," tulis Yellow. Red yang heran dengan tulisan Yellow mengetik balasannya.

"Apa maksudnya, Yellow?" tanya Red. Kemudian, beberapa saat kemudian, Yellow membalas. "Gerhana Deimosnya tidak total,"

Red langsung heran dengan yang dikatakan Yellow. Kemudian, dia langsung mengambil tindakan. "Yellow, bersiap untuk terhubung lewat video sesegera mungkin. Aku akan memberi tahu Platinum soal ini juga,".

Beberapa saat kemudian, sebuah forum video kecil terbentuk dengan Red, Yellow, dan Platinum sebagai anggota forumnya. Red membuka forumnya.

"Oke, terima kasih kalian berdua sudah bergabung denganku. Baru saja aku mendapatkan informasi dari Yellow. Untuk lebih lanjutnya, akan disampaikan oleh Yellow," kata Red.

"Terima kasih, Red-san. Ini terjadi saat aku membuka aplikasi planetariumku. Aku melihat bahwa besok ada gerhana Deimos, yang mana itu sudah umum, tetapi setelah aku memajukan solnya, terutama pada tanggal 4 Dhanus 300 pukul 21.11, aku melihat tingkat kecerahan Deimos menurun seperti akan gerhana, tetapi penurunan kecerahannya tidak maksimal. Setelah itu, Deimos kembali terang. Lalu, pada sol berikutnya, 6 Dhanus 300, jam 02.45, Deimos seperti meredup, tapi terang lagi. Redupnya Deimos seperti antara ada gerhana dan tidak ada gerhana. Saat berikutnya, saat Deimos purnama terbit lagi pada tanggal 9 Dhanus 300, tidak ada gerhana yang terjadi," kata Yellow.

"Sudah jelaslah kalau begitu. Pada tanggal 4 Dhanus 300, itu adalah gerhana Deimos sebagian. Tanggal 6 Dhanus 300, gerhana Deimos penumbra, yang merupakan akhir dari siklus gerhana di Deimos sampai 10 bulan mendatang. Red, kita perlu mempersiapkan rapat untuk membahas penangkapan gambar gerhana Deimos sebagian dan penumbra ini. Banyak orang yang berpikir bahwa gerhana Deimos hanya gerhana total. Kkita perlu memberikan gambar gerhana Deimos yang berbeda," kata Platinum.

"Gerhana sebagian dan gerhana penumbra ya? Sepertinya ini adalah urusan serius," kata Red.

"Tepat sekali, Red. Tidak akan ada lagi gerhana Deimos setelah gerhana di bulan Dhanus sampai bulan Rishabha," kata Platinum.

"Bulan Rishabha?" tanya Yellow.

"Bulan kedua belas dari penanggalan Darian. Setengah tahun Mars waktu kita di sini. Aku memiliki sebuah teori terkait dengan musim gerhana di Mars, tapi rasanya belum pantas kalau kusampaikan di sini," kata Platinum.

"Teori apa, Platinum?" tanya Yellow.

"Teori tentang berapa lama terjadi musim gerhana Deimos dan musim tanpa gerhana Deimos yang memiliki perbandingan 3:10. 3 bulan dengan gerhana Deimos, 10 bulan tanpa gerhana Deimos. Namun aku masih belum yakin dengan teori ini sampai aku mendapatkan bukti jelas," kata Platinum.

"Jadi, besok kita kumpulkan kru misi untuk merencanakan pemotretan gerhana Deimos terakhir ini," kata Red.

"Tapi, Red-san, jangan lupa dengan rencana tanggal 1 Dhanus," kata Yellow.

"Benar juga, Dusclops. Baiklah, berarti besok, kita adalah rapat umum untuk membahas banyak misi ini. Dengan perencanaan yang baik, kita akan mencetak sejarah dengan membuat satu jenis Pokemon aman berkeliaran di permukaan Mars tanpa alat bantu dan gerhana Deimos terakhir di musim gerhana ini bisa terpotret," kata Red. Platinum dan Yellow mengangguk.

"Baiklah, dengan ini, forum kita dinyatakan selesai. Terima kasih atas pemikiran dan kesigapan kalian. Kita akan bertemu besok. Ya, kita memang butuh istirahat," kata Red.

"Aku setuju, Red-san~~~" kata Yellow, mulai mengantuk.

'Yellow, lebih baik kau beristirahat sekarang," kata Platinum.

"Aku setuju dengan Platinum. Kau sudah sangat mengantuk," kata Red. Yellow mengantuk.

"Baiklah, aku memang sudah sangat mengantuk. Selamat malam, Platinum dan Red-san," kata Yellow. Red dan Platinum sama-sama menjawab dengan ucapan selamat malam sebelum akhirnya Yellow menutup videonya. Kemudian, giliran Platinum yang akan pergi.

"Aku juga ingin kembali ke perpustakaan. Aku ingin membuktikan teoriku," kata Platinum.

"Baiklah, Platinum, selamat berjuang," kata Red sebelum Platinum menutup videonya. Akhirnya, giliran Red yang mulai lelah. Matanya mulai berat karena kelelahan. Namun ada yang dilakukan Red sebelum merebahkan tubuhnya ke kasur empuknya.

Dia menuliskan sesuatu di komputernya. Setelah itu, dia mengirimkannya sambil tersenyum. Setelah semuanya selesai, dia mematikan komputernya dan langsung merebah ke kasurnya, memeluk gulingnya erat-erat sambil tersenyum.

Mau tahu apa yang dikirimkan Red?

Good night, my sunflower~

Tapi Red mengirimkannya ke siapa? Hanya Tuhan, lalu Red dan penerima pesannya yang tahu.

...

Bersambung

Ini sedang dalam masa ujian akhir semester, tapi tetap saja nekad menulis.

Aku serius tentang adanya siklus musim gerhana di Mars. Mungkin perlu kucarikan referensinya.

Sekian dariku, kritik dan saran diapresiasi.

RWD, keluar.