Author : Adegan klimaks pertama selesai, dan mungkin untuk beberapa chapter ke depan akan lebih ringan dibanding chapter lain. Dan kemungkinan di beberapa chapter ini dan nanti akan saia usahakan untuk membuat beberapa hint dari ide kami, maupun hint request teman-teman. Yang minta SasuSaku sabar ya, kalau ada kesempatan bertemu akan saia bikin hint mereka. Terima kasih yang sudah membaca, enjoy this chapter.
Warning : T rate (semi M for complex themes), chara death, bahasa labil, multi genres.
Pairing : Hint only.
Genres : Action/Adventure/Fantasy/Friendship/Myrstery/Tragedy/Humor/Romance/Angst/Crime.
Disclaimer : Naruto dan kawan-kawan punya Masashi Kishimoto (kecuali para OC).
Neverland
Chapter 33
(New Journey!)
.
.
Toy's City…
.
.
"Jiraiya-sensei!" Naruto yang baru datang segera berlari menuju Jiraiya yang berada di depan gerbang Toy's city.
"Ah, syukurlah kau tidak apa-apa Naruto!" balas Jiraiya yang senang melihat Naruto selamat.
"Kemana Reika juga Reiki?" tanya Shina mencari-cari dua sosok pemuda itu yang tidak ikut bersama dengan Naruto dan yang lain.
"Reiki… Dia game over… Sedangkan Reika, dia bilang ingin sendirian dulu… " jawab Naruto sambil tertunduk lesu, lagi-lagi mereka harus kehilangan satu orang teman.
"Yang terpenting dari itu, kami ingin menanyakan apa yang terjadi pada Joker? Kami melihat di notice dia meninggalkan party… Apa yang sebenarnya terjadi?" Neji bertanya langsung pada Jiraiya karena dia sudah memiliki firasat buruk senjak membaca notice tersebut.
"Kita bahas besok pagi saja. Lebih baik kalian istirahat dulu untuk memulihkan tenaga kalian semua." Balas Jiraiya menyuruh mereka semua untuk istirahat dan pembicaraan mengenai hal ini dilanjutkan besok saja.
"Tapi-" Naruto mencoba untuk protes tapi omongannya sudah disela oleh Shikamaru.
"Jiraiya-sensei benar, kita semua sudah lelah. Lebih baik istirahat dan bicara besok saja." Kata Shikamaru yang kemudian mengikuti Jiraiya masuk ke dalam INN di kota itu, dan semua pemain mengikuti masuk ke dalam INN juga.
.
~o0o~
.
Besok paginya…
.
.
"Sensei, sekarang ceritakan pada kami apa yang terjadi." Kata Naruto menagih janji dari Jiraiya untuk bercerita.
"Dia sudah tidak bisa membantu kita lagi untuk menjalankan misi, dia pergi." Balas Jiraiya dengan wajah serius.
"Pergi? Tapi kenapa? Bukankah dia bilang akan mendampingi Sakura sampai selesai?" tanya Naruto dengan keheranan. Sepertinya Naruto tidak bisa menerima Joker meninggalkan mereka begitu saja.
"Dia pergi karena beberapa faktor. Pertama kita sudah tau dia bisa dikatakan dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk bertarung, dan yang kedua… Kurasa semua NPC disini juga tau alasan mengapa Joker pergi." Sambar Rei menjelaskan alasan kenapa Joker pergi meninggalkan mereka.
"Hmm, untuk alasan pertama bisa dimengerti… Tapi alasan yang kedua, apa maksudnya semua NPC disini juga tau?" kali ini gantian Kiba yang bertanya heran, dia bersunggut-sunggut mencoba untuk memahami maksud dari ucapan Rei.
"Biar aku yang memberi penjelasan." Kata Kisa angkat bicara untuk menjelaskan. Semua kini menatap Kisa dengan serius.
"Semua NPC yang mengikat kontrak dengan para pemain secara tak langsung memiliki keterikatan batin dengan pemain yang didampinginya… Sama seperti aku terhadap Shina, maupun Arkhan terhadap Shun, Kaze terhadap Cho, dan hal ini juga berlaku untuk Joker." Jawab Kisa mulai menjelaskan. Semuanya mendengarkan dengan serius.
"Dan… Kami dapat merasakan yang dirasakan pemain yang kami dampingi… Jadi kami tau bila pemain itu masih menginginkan kami atau tidak… Dan untuk kasus Joker… Sakura sepertinya meragukan untuk berada dipihak Joker." Sambung Kisa lagi sambil melirik ke arah Sakura yang sejak tadi diam saja.
"Apa itu benar Sakura? Kau meragukan Joker? Kau tidak menginginkannya?" tanya Queen Marie yang tiba-tiba saja menjadi emosi.
"Maafkan aku… Aku benar-benar tidak tau… Aku hanya berpikir seandainya sejak awal aku tidak berpihak pada Joker… Mungkin aku bisa bertemu dengan Sasuke… Dan… Seandainya aku berpihak pada Sasuke… Mungkin kita tidak akan kehilangan teman-teman kita… Aku hanya bingung… Jujur aku menyesal… Tapi kalau keadaannya seperti ini… Aku benar-benar minta maaf… " jawab Sakura penuh dengan keraguan, dia menjawab sambil menundukkan kepalanya, dia tak bernai menatap Queen Marie yang sedang marah terhadapanya.
PLAK!
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Sakura, dan yang menampar gadis itu tak lain adalah Queen Marie.
"Kau sudah melakukan kesalahan besar!" omel Queen Marie terhadap Sakura, dia benar-benar tak terima dengan sikap Sakura yang plin-plan seperti ini. Kalau tidak ingat Sakura adalah pemain yang didampingi Joker, mungkin dia akan melakukan hal yang lebih selain dari menampar.
"Hey! Jangan asal tampar gitu dong!" kata Ino yang langsung marah dan membela Sakura.
"Tidak apa-apa Ino… Tamparan itu memang pantas kuterima… " balas Sakura berusaha mencegah Ino untuk membalas Queen Marie.
"Kalian semua berhenti bertengkar! Ada hal yang lebih penting lagi yang harus dipikirkan selain ini!" Jiraiya berusaha melerai pertengkaran antara Queen Marie dan juga Ino.
"Itu benar… Yang harus kita pikirkan sekarang adalah, bagaimana kelanjutan dengan misi ini?" sambung Neji yang sudah mengerti maksud dari perkataan Jiraiya.
"Apapun yang terjadi misi kalian harus tetap berjalan sampai tuntas." Muncul sosok Orochimaru yang datang secara tiba-tiba di tengah-tengah mereka.
"Orochimaru-sensei!" Naruto sudah menggeram kesal saja begitu melihat sosok Orochimaru.
"Orochimaru-sensei, mau apa datang kemari? Bukankah sensei bergabung dengan Kabuto untuk menghancurkan Joker?" sambar Sai yang teringat kembali akan ucapan Kabuto yang mengaku melakukan kerjasama dengan Orochimaru.
"Jangan pandang aku dengan tatapan marah begitu." Kata Orochimaru sambil setengah tersenyum sinis melihat tatapan marah dari Naruto juga yang lainnya.
"Apa benar yang dikatakan oleh Sai, Orochimaru?" Jiraiya bertanya sinis.
"Aku kerjasama dengan Kabuto? Itu tidak benar. Hah, anak itu benar-benar licik mengadu domba." Jawab Orochimaru dengan santai.
"Lalu untuk apa kau datang kemari?" tanya Jiraiya lagi masih penuh dengan kecurigaan.
"Aku datang kemari untuk mengambil Gaara's heart yang kalian dapatkan." Jawab Orochimaru menjelaskan maksud tujuannya datang.
"Untuk apa kau memintanya?" tanya Jiraiya sedikit melakukan gerakan waspada, yah siapa tau Orochimaru bakal melakukan serangan terhadap mereka.
"Ayolah, jangan berburuk sangka dulu terhadapku! Aku meminta benda itu tentu untuk kuberikan pada Gaara. Selain itu, aku juga sama seperti kalian. Aku berpihak pada Joker." Kata Orochimaru sambil berjalan maju ke depan beberapa langkah. Dia juga mengatakan kalau dia berpihak pada Joker sambil menunjukkan tangannya.
"Tak kusangka kau berpihak pada Joker… " balas Jiraiya yang tak mengira kalau Orochimaru berada dipihak yang sama seperti mereka.
"Kalian tenang saja, aku memang diminta Joker untuk menjaga Gaara. Jadi… Apa aku bisa mendapatkan apa yang kuminta?" tanya Orochimaru sambil melirik Sakura, seolah meminta persetujuan dari gadis itu.
"Kalau memang benar apa yang sensei katakan… Akan aku berikan… " kata Sakura yang kemudian dia mengeluarkan benda yang di inginkan Orochimaru dari dalam tas berwarna kuning miliknya.
"Sakura! Kenapa kau berikan? Kau tidak takut kalau itu hanya tipuan?" Naruto langsung melancarkan protes atas tindakan Sakura, menurutnya Orochimaru sama sekali tidak bisa dipercaya.
"Aku hanya tak ingin meragukan Joker lagi… Aku percaya padanya… " balas Sakura yang melakukan tindakan itu sebagai rasa percayanya kepada Joker, karena Orochimaru meminta benda itu dengan atas nama Joker.
"Kau gadis yang baik Sakura… Tapi sayang kau salah mengenali orang… " Orochimaru mengambil benda itu sambil mengatakan hal yang ganjil, dia menyeringai sedikit kepada Sakura. "Ingat Sakura, misi harus tetap kau lanjutkan, karena aku juga tak mau mati disini. Dan, kalau kau memang sungguh-sungguh percaya pada Joker, carilah dia di Neverland." Sambung Orochimaru lagi seperti memberi petunjuk kemana perginya Joker.
"Mungkin kau bisa bertemu dengan seseorang yang kau cari disana… " bisik Orochimaru dengan pelan saat dia berbalik dari Sakura, tapi cukup terdengar oleh gadis itu. Setelah mendapatkan yang dia inginkan dan menyampaikan sebuah petunjuk Orochimaru pergi dari sana.
'Apa maksud Orochimaru-sensei tadi? Apa maksudnya aku bisa bertemu dengan Sasuke disana?' batin Sakura bertanya-tanya memikirkan maksud dari perkataan Orochimaru.
In Neverland City ...
.
.
Terlihat Joker yang tengah tertidur di sebuah ruangan, entah ruangan apa itu, tapi tempat itu begitu gelap.
"You're back too fast… Are you losing them?" muncul sesosok bayangan yang muncul menghampiri Joker, dan bayangan itu bisa dikatakan sangat mirip dengan Joker.
"No… " jawab Joker yang kemudian membuka matanya setelah menyadari ada seseorang yang menghampirinya.
"So… She's throwing you, eh?" tanya sosok bayangan itu sambil menyeringai kecil.
"She's not throwing me! She's just… " Joker berusaha untuk membela diri karena merasa terpojok dengan perkataan sosok bayangan itu, tapi kata-kata Joker menggantung begitu saja. Dia tidak melanjutkan kata-katanya lagi.
"Admit it Joker, she's doesn't want you anymore." Kata sosok itu yang sepertinya berusaha untuk membujuk Joker untuk melupakan Sakura. "Dia bahkan tidak mengenalimu, baginya kau hanya seorang NPC tak lebih. Lupakan keinginanmu itu, dan terimalah kenyataan, you've become a part of Neverland now." Sambungnya lagi yang meminta Joker untuk bisa menerima keadaan dirinya sendiri, lalu sosok itu menghilang dari hadapan Joker.
"You just don't understand… " gumam Joker dengan pelan setelah sosok itu pergi. "Aku tidak peduli dia mengenaliku ataupun tidak... Kesempatan ini tak akan kulewatkan." Sambungnya lagi yang kemudan kembali memejamkan matanya.
"Kalau begitu sudah diputuskan Rei dan Shun yang akan membantu untuk melanjutkan misi selanjutnya." Kata Jiraiya yang mulai merencanakan perjalanan mereka selanjutnya.
"Gue gak ikut." Balas Rei cepet, dan kata-katanya itu bikin semua orang sekarang tengah memandanginya dengan tatapan heran.
"Maksud lo, gak ikut kenapa?" tanya Kiba udah dongkol duluan.
"Sekarang Joker udah gak ikut lagi sama kita, dan gak akan ada jaminan keselamatan nyawa kita. Bukannya gue gak mau bantu, tapi gue mencoba berpikir realistis, dan gue gak mau mati konyol. Jadi gue gak akan ikut ide kali ini, sorry." Balas Rei dengan cepat, menjelaskan alasannya kenapa dia menolak untuk ikut.
"Lo keterlaluan Rei! Disaat kayak gini lo masih sempet mikir kayak gitu! Justru ini saatnya kita harus bersatu dan saling bantu!" Kiba yang sudah kesal langsung menonjok Rei. Sebuah tonjokkan yang cukup keras yang mendarat di wajah pemuda berambut coklat muda itu, membuatnya terjatuh menabrak beberapa bangku yang ada disana.
"Terserah lo mau bilang apa! Tapi yang jelas gue gak mau ikut!" Rei segera bangkit dari posisi jatuhnya sambil menyeka sudut bibirnya yang sedikit berdarah akibat pukulan Kiba.
"Kurang ajar… " Kiba menggeram kesal lagi dan bersiap untuk memukul Rei kembali, tapi aksinya langsung ditahan oleh Shikamaru dan Naruto.
"Sudah hentikan Kiba!" Shikamaru mencoba menasehati Kiba untuk tenang. "Percuma saja, itu hak Rei untuk memilih, kita tidak bisa memaksanya untuk ikut bersama kita!" sambungnya lagi sambil terus memegangi Kiba agar anak itu tidak kembali menghajar Rei.
"Cih… Iya-iya, gue ngerti! Sekarang lepasin gue." Balas Kiba yang tampaknya sudah bisa sedikit menenangkan dirinya.
"Rei… Apa itu udah jadi keputusan lo?" tanya Naruto dengan serius yang dibalas oleh Rei dengan sebuah anggukan kecil. "Kalau itu udah jadi keputusan lo, baiklah… Tapi jangan pernah perlihatkan muka lo lagi dihadapan kami. Sekarang pergilah." Sambung Naruto yang tampaknya agak kecewa dengan keputusan yang dibuat oleh Rei. Naruto meminta Rei untuk pergi dari hadapannya.
"Shouta? Lo sendiri gimana?" tanya Kiba sambil melirik Shouta yang dari tadi diam saja.
"Aku… Aku akan tetap disini! Aku bukan pengecut seperti kakak!" jawab Shouta yang juga ikut kesal dengan sikap Rei.
"Selamat tinggal semuanya… " kata Rei yang akhirnya pergi meninggalkan Naruto dan kawan-kawan.
.
.
"Sudahlah… Masalah ini jangan diperpanjang, kita biarkan saja dia pergi… Sekarang kita bagi tim. Tim yang melanjutkan misi dan satu lagi tim yang akan ikut denganku ke Neverland." Jiraiya berusaha mencairkan suasana dari keributan yang sempat terjadi tadi. Dia mulai membahas rencana yang akan mereka jalankan.
"Shun, aku minta kau memimpin tim yang akan melanjutkan misi." Sambung Jiraiya yang meminta Shun untuk memimpin grup yang akan meneruskan misi lost child, karena saat ini hanya dia yang tau mengenai misi tersebut.
"Baiklah Jiraiya-sensei. Yang mau ikut bersamaku segera bergabung didekatku." Shun menerima tanggung jawab itu dari Jiraiya, lalu dia meminta yang lainnya bergabung kalau mereka menginginkan untuk ikut bersamanya.
"Apa gue boleh ikut?" tanya Reika yang tiba-tiba sudah berada disana, kelihatannya dia sudah lebih membaik dari sebelumnya.
"Jangan memaksa kalau lo belum yakin bener buat ikut." Kata Neji yang meminta Reika untuk berpikir ulang.
"Heh, gue gak apa-apa kok! Gue udah siap untuk melanjutkan petualangan kita!" balas Reika bersemangat sambil nyengir.
Beberapa menit kemudian…
.
.
"Baiklah, tm sekarang sudah terbagi jadi dua. Kami berangkat dulu." Kata Jiraiya yang sudah bersiap untuk pergi menuju Halloween town bersama yang lainnya.
"Kami pergi dulu semua… Kalian harus hati-hati!" Sakura ikut menimpali. Tak lama Sakura pergi bersama dengan Jiraiya dan yang lainnya.
"Lalu kemana tujuan kita Shun?" tanya Reika yang sudah tidak sabar untuk meneruskan perjalanan mereka.
"Warrior Kingdom, karena lost child berikutnya ada di tempat itu." Jawab Shun yang mengatakan tujuan mereka selanjutnya adalah Warrior Kingdom.
"Tunggu apa lagi, ayo berangkat!" balas Yumiko yang tak kalah bersemangat dari Reika.
"Tunggu sebentar!" kata Queen Marie yang tiba-tiba datang menghampiri Yumiko. "Namamu Yumiko, bukan?" tanya Queen Marie yang kini berdiri di depan Yumiko. Gadis itu mengangguk sedikit sambil berpikir ada apa Queen Marie tiba-tiba menanyakannya.
"Ini untukmu… " Queen Marie menyerahkan dua lembar kartu kepada Yumiko, dan begitu dilihat kartu itu merupakan kartu NPC miliknya sendiri.
"Queen Ma-Marie… Ini… Untukku? Itu berarti kau… " tanya Yumiko yang masih bingung dengan tindakan Queen Marie yang tak terduga, dan baru pertama kalinya dalam sejarah seorang NPC dengan sukarela memberikan kartu NPC dirinya sendiri tanpa perlu bersusah payah menjalankan misi untuk mendapatkan kartu-kartu itu.
"Iya, mulai sekarang aku akan menjadi pendampingmu. Kalau kau dalam bahaya panggil aku." Balas Queen Marie sembari tersenyum manis kepada Yumiko.
"Hwaaaa… Senangnya! Terima kasih Queen Marie!" Yumiko yang merasa sangat gembira segera memeluk NPC itu dengan erat.
"Ya, sama-sama. Lagipula aku sudah bosan harus terus menunggu di tempat ini. Jangan lupa panggil aku ya!" balas Queen Marie yang menepuk-nepuk kepala Yumiko, dia memperlakukan gadis itu seperti seorang adik.
"Kisa… Kau tidak pernah menepuk kepalaku seperti itu… " kata Shina secara tiba-tiba yang langsung melirik Kisa, sedangkan Kisa hanya memasang wajah datar dan berkata "Itu terlalu kekanak-kanakan".
"Cepat selesaikan adegan Drama Queen-nya dan ayo berangkat!" celetuk Reika gak sabaran dan langsung ditendang berjamaah sama Queen Marie dan Yumiko.
"Kalau begitu kami juga permisi, karena ada hal yang juga harus kami lakukan, " ucap Shiryu yang berpamitan pada Shun dan yang lainnya.
"Loh? Kenapa gak bareng-bareng aja?" tampak Cho agak kecewa ternyata Shiryu dan Asakura tidak ikut bersama mereka.
"Maaf ya, Cho… Tapi kami juga ada kepentingan… " balas Asakura yang merasa tidak enak harus meninggalkan Cho lagi.
"Kami pergi dulu, sampai bertemu lagi." Akhirnya Shiryu, Asakura, Ino dan juga Chouji bergegas pergi untuk melakukan penyelidikan mereka mengenai jati diri Joker.
"Jangan sedih Cho! Kami akan selalu menemanimu!" Magica berusaha menghibur Cho agar tidak sedih. Bukankah Cho masih memiliki banyak teman disekitarnya termasuk dirinya.
"Aku juga akan selalu menemanimu, Cho." Timpal Kaze yang ikut-ikutan menghibur gadis itu.
"Terima kasih, ya! Aku siap berangkat, ayo kita pergi!" Cho kembali bersemangat dan tidak sedih lagi. Dia yakin Asakura dan Shiryu pasti tidak akan melupakannya.
.
~o0o~
.
Akhirnya tim Shun melanjutkan perjalanan mereka menuju Warrior Kingdom, dimana terdapat seorang lost child sudah menunggu disana dan harus diselesaikan(yang terdiri dari para OC, yaitu, Arkhan, Kisa, Shina, Cho, Kaze, Magica, Nyx, Yoko, Shouta, Taka, Yumiko, Reiki, Hery, Queen Marie). Dan, tim Sakura dan Naruto pergi ke Halloween City untuk mencari jalan pergi ke Neverland, kota kelahiran joker. Sedangkan Ino, Chouji beserta Asakura dan Shiryu memutuskan untuk tetap melanjutkan penyelidikan mereka mengenai latar belakang Joker, dan mereka menuju ke North island.
Bagaimanakah perjalanan mereka selanjutnya? Apa Sakura dapat pergi ke Neverland setelah dia sempat merasa ragu?.
Special ending again from Riku, enjoy it.
.
.
Opening intro : Diperlihatkan kota Neverland yang gelap dengan kabut tebal yang menyelimuti kota mati tersebut, lalu diperlihatkan istana besar tempat bersemayamnya Joker sang NPC misterius.
Kurayami no naka de mutsumiau zetsubou to mirai o
Diperlihatkan lorong-lorong yang ada di kota Neverland, begitu gelap dan tertutup kabut.
Kanashimi o abaku tsukiakari tsumetaku terashiteta
Lalu terlihat Joker yang duduk di dalam ruangan sendiri, ruangan itu gelap dan hanya disinari cahaya bulan yang redup.
Kimi no kureta himitsu o shirube ni shite
Sakura yang tampak berada di kota Neverland, terlihat menengadahkan kepalanya menatap bulan.
Aoi yoru no shizukesa o yuku
Bulan yang berwarna putih pucat itu perlahan berubah menjadi merah dan bulan itu seperti meneteskan air mata darah.
Lacrimosa tooku kudakete kieta mabushii sekai o mou ichido ashitai
Wajah Queen Marie muncul dari balik bulan dengan mata yang tertutup.
Hitomi no naka ni yume o kakushite yogoreta kokoro ni
Wajah Queen Marie diperlihatkan lebih dekat dan perlahan-lahan dia membuka matanya dan tersenyum.
Namida ga ochitekuru made.
Wajah Queen Marie tersapu awan gelap yang menaungi kota Neverland.
Intro : Muncul sosok Gaara yang terbangun dari tidurnya, dia berjalan di sepanjang lorong yang gelap. Dia melangkah pelan dan di jalan yang dia lalui terhampar pasir yang menjurus lurus ke arah sebuah titik cahaya.
Maboroshi no basha wa yami o wake hikari no aru hou e
Bayang-bayang Joker berjalan di lorong yang berada di kastil itu sambil ditemani redupnya cahaya bulan.
Yume to iu wana ga bokutachi o homura e izanau
Di lorong yang berbeda terlihat Sasuke yang berjalan sendirian, kemudian sosoknya menghilang.
Sora no ue no mujihina kamigami ni wa
Muncul Shimizu juga di dalam tempat itu berusaha mengejar bayang-bayang Sasuke di dalam lorong yang sudah kosong.
Donna sakebi mo todoki wa shinai
Disusul dengan sosok Sakura yang muncul setelah sosok Shimizu menghilang, dia berlari di lorong yang sama untuk mencari Sasuke.
Lacrimosa…
Sakura berlari menelusuri lorong itu.
Intro : Sakura dan Shimizu sama-sama berlari di tempat yang berbeda, pada akhirnya sosok Shimizu menghilang di balik kegelapan.
Bokura wa moesakaru takigi to nari itsuka sono sora o yakitsukusou
Sakura berhenti di tengah-tengah ruangan, tatapannya tertuju lurus ke depan, dimana dia melihat sosok Sasuke yang muncul dari arah kiri tangga, Gaara dari kanan tangga dan Joker yang muncul di tengah. Ketiganya mengulurkan tangan pada Sakura. Satu-persatu sosok Sasuke menghilang, di ikuti dengan sosok Gaara yang menghilang, Joker yang tersisa ikut menghilang.
Lacrimosa dies illa.
Berganti ke sosok Joker yang masih duduk sendirian tanpa topeng, tapi wajahnya tertutup cahaya gelap, perlahan diperlihatkan lebih mendekat, tapi yang terlihat hanya seringai dari Joker.
Lacrimosa koko ni umarete ochita
Sakura kembali diperlihatkan berdiri di ruangan tengah itu, perlahan semuanya berubah menjadi gelap.
Chinureta sekai o osorezu ni ashitai
Satu-persatu Sasuke, Gaara dan Joker menghilang.
Yurusareru yuri yurushi shinjite yogoreta chijou de namida no hibi o kazoete.
Sakura menuruni tangga seorang diri di dalam kegelapan, berjalan ke arah jendela, dia berdiri di balik jendela sambil menatap sendu bulan berwarna putih pucat yang kontras dengan awan gelap disekelilingnya, bulan itu tetap bersinar di tengah kegelapan.
Ending intro : kembali disorot istana putih itu dari luar, yang perlahan seolah tampak menjauh dan istana itu tertutup kabut putih. Bulan yang berada di sisi kanan istana itu pindah ke sisi kiri. Dan perlahan istana itu menghilang dibalik kabut.
Song title : Lacrimosa.
By : Ene, Nobunaga, Guriri, Watame (Nico-Nico).
TBC …
Author : Bagi teman-teman yang punya ide, saran dan pendapat, ataupun mau memberi kritik silahkan, selama masih berhubungan dengan isi cerita. Dan yang punya pertanyaan mengenai isi cerita bisa ke review langsung ataupun PM saia, sebisa mungkin akan saia jawab. Dan yang punya ide untuk hint silahkan dishare ^^.
Sepertinya ini fic pertama saia yang menggunakan ending-opening seperti ini. Awal mulanya ide dari Riku, sebenarnya kemunculan opening-ending itu berawal dari keisengan Riku dan saia yang tak sengaja menemukan lagu yang sepertinya cocok dengan jalan cerita di fic kami, saia tidak tau bagus atau tidak, mohon pendapatnya, bila kurang bagus mungkin akan saia tiadakan nantinya.
Makasih yang sudah membaca, maaf bila terdapat banyak kesalahan dalam pengetikan.
.
.
Happy read and enjoy your day!.
