Chapter 33

Disclaimer : Masashi Kishimoto

WARNING! OOC, Abal, Gaje, Cerita aneh, Typo, entahlah pokoknya abstrak hahahaha


FIVE

"Hatciiiiiiii!"

"Kau flu Sakura chan ?" Tanya Naruto

"Sepertinya begitu, Hatchiii"

"Jangan menyebar virus" ejek Sasuke

"Urusai Uchi- Hatciiiiii"

Seluruh siswa kelas 3A berbondong bodong menuju kolam renang untuk praktik

.

.

"Hatchiii hatchiii"

"Kau baik-baik saja Sakura ?" Tanya Temari

"Sepertinya aku sedikit flu" jawab Sakura menggosok-gosokan hidungnya yang sedikit memerah.

Mereka keluar dari ruang ganti.

Kelas 3A baru saja selesai berganti pakaian setelah praktik berenang di kolam renang indoor milik Konoha Senior High School, mereka semua masih berlalu lalang di sekitaran kolam renang. Kini saatnya untuk kelas 3B yang akan melakukan praktik berenang dan terlihat para siswa siswi dari kelas 3B mulai berdatangan

"Chouji kenapa kau malah makan ? bagaimana jika Guy sensei melihatnya ?" protes Kiba yang melihat Chouji sedang memakan pisang

"Aku belum sarapan Kiba, tenang saja Guy sensei tidak akan tau nyam nyam" jawab Chouji santai dan melempar kulit pisang ke sembarang tempat tanpa disadarinya hal itu bisa membuat orang lain celaka

"Shion cepat, ayo kita ganti pakaian renang" teriak Sara dari depan ruang ganti

"Aku datang" Shion berlari pelan menghampiri Sara

.

"Sakura chaaan kau di panggil oleh Kakashi sensei" Teriak Naruto pada Sakura yang masih berdiri di depan ruang ganti

Tanpa pikir panjang Sakura berlari menghampiri Kakashi sensei yang sudah berdiri di samping Naruto. Sakura tidak melihat jalan di sekitarnya tanpa tau ada sebuah kulit pisang yang jaraknya sekitar satu meter dari air di kolam renang.

Ketika berpapasan dengan Shion kejadian buruk menimpa mereka. Sakura menginjak kulit pisang itu, tubuhnya oleng ke kanan dan menimpa tubuh Shion yang juga kehilangan keseimbangan sehingga menyebabkan Shion jatuh ke dalam kolam renang

"KYAAAAAAAAA"

BYUUUR

"SHIOOON!"

"Astaga Shion"

"DIA TIDAK BISA BERENANG"

"TOLOOONG "

"Uhuk to-long "

Shion meminta tolong dengan melambai-lambaikan tangannya ke udara, semua orang disana panic termasuk Sakura yang masih dalam posisi terjatuhnya di pinggir kolam. Sakura segera berdiri dan ketika akan masuk ke dalam kolam untuk menyelamatkan Shion ada seseorang yang sudah masuk ke dalam kolam lebih cepat darinya

BYUUR

Orang itu berhasil menarik Shion ke pinggir kolam dan dia adalah Sasori.

Shion tidak sadarkan diri, Sasori menekan dada Shion mencoba untuk mengeluarkan air yang tertelan olehnya

"Shion sadarlah kumohon" Sasori panic

"Sebenarnya apa yang terjadi ? bagaimana bisa dia ada disana" ucap Sasori yang masih menekan dada Shion

"Ta-tadi kalau tidak salah lihat Haruno menorong Shion ke dalam kolam" ucap Ayame takut-takut

"Haruno ? maksudmu Haruno Sakura" Sasori tampak tak percaya dan berhenti menekan dada Shion

Ayame hanya mengangguk

"Shion, apa dia baik-baik saja ?" Sakura datang menghampiri Shion dan Sasori di pinggiran kolam

Sasori menatap Sakura dengan pandangan yang sulit di artikan

"Sasori bagaimana dengan keadaan Shion ?" Tanya Sakura dengan wajah cemas dan memegang tubuh Shion yang sangat basah

"Jangan sentuh dia" ucap Sasori dengan tatapan intimidasi dan mendorong tubuh Sakura ke belakang sehingga menyebabkan Sakura tercebur ke dalam kolam di belakangnya

BYUUR

"SAKURA" Teriak Ino kaget

Semua orang yang ada disana kaget dengan perlakuan Sasori barusan yang baru saja mendorong Sakura masuk ke dalam kolam.

Sakura muncul ke permukaan dan saat itu juga Sasori pergi membawa Shion dari sana. Sakura hanya bisa menatap kepergian mereka dengan hati miris.

"Sakura cepat naik" teriak Tenten

Sakura segera menuju pinggiran kolam

"Pegang tanganku" Temari mengulurkan tangannya untuk membantu Sakura naik, begitu juga dengan Ino yang mengulurkan tangannya untuk membantu Sakura

"Aku tidak butuh" jawab Sakura dingin dan segera naik ke atas tanpa bantuan dari teman-temannya dan segera pergi dari sana.

"Kejar" sahut Ino

Keempat sahabat Sakura berlari mengejar Sakura

"Sasori jahat sekali" ujar Naruto dengan wajah cemberut

"Ini bukan salah si jelek itu bukan ?" Tanya Sai

"Hoaaam mendokusei.. hei Chouji, kau harus bertanggung jawab atas semua ini" teriak Shika pada Chouji yang sedang berdiri ketakutan karena di tatap sangat intens oleh Sasuke sejak tadi.

"Ba-baiklah" jawab Chouji dan berlari meninggalkan kolam renang

.

SAKURA POV

BRAK

Aku membanting pintu toilet sangat keras dan tubuhku merosot ke bawah

"Hiks hiks kenapa ? kenapa dia tega melakukan hal itu padaku ? hiks hiks" menangisku pilu

Duk duk duk

"Sakura buka pintunyaaa"

"Kumohon"

Duk duk duk

Keempat sahabat ku menggedor-gedor pintu toilet, namun aku sama sekali tidak menghiraukannya

"Hiks hiks" aku memeluk luturnku erat dan air mata terus mengalir

"Kami akan ke kelas, jika kau sudah lebih baik datanglah pada kami. Kami akan selalu ada untukmu" teriak Ino dari luar

"Ka-kami menghkawatirkan Sa-kura chan" sahut Hinata

"Kami pergi Sakura" teriak Tenten

Aku mendongakan kepala menatap langit-langit toilet dengan air mata yang masih mengalir deras, Aku memeluk tubuhku yang sangat basah akibat tercebur ke dalam kolam renang. Aku mengingat setiap detik kejadian yang baru saja terjadi, ketika dimana diriku terpeleset dan menyebabkan Shion tenggelam yang notabenya Shion tidak pandai berenang. Lalu Sasori marah dan mendorongku hingga tercebur ke dalam kolam. Aku memejamkan mataku erat dan meremas seragam di bagian dadaku.

"Sakit.. ini sangat sakit hiks, Sasori pasti membenciku huhuhu" isak ku pilu

.

.

SREG

"Maaf sensei aku terlambat" ucap ku membungkukan tubuhnya

"Tak masalah, apa seragammu sudah kering ?" tanya Kakashi sensei khawatir

"Sudah agak kering" jawab ku tak meyakinkan

"Kau yakin akan ikut pelajaranku ?" Tanya Kakashi sensei mencoba meyakinkan

"Aku yakin" jawab ku yang masih terlihat kurang meyakinkan

"Baiklah, silahkan" ujar Kakasih sensei

Aku berjalan masuk ke dalam kelas dan menatap keempat sahabatku yang juga menatapku khawatir, Aku membalas tatapan keempat sahabatnya dengan sebuah senyuman. Bukan, bukan senyuman yang biasa aku tunjukan untuk sahabatku namun senyuman yang sarat akan pilu.

"Nah kita akan melanjutkan materi minggu lalu mengenai…" Kakasih sensei masih terus menjelaskan materi di kelas tetapi aku sama sekali tidak bisa konsen dengan pelajarannya.

Aku menidurkan kepalaku di atas lipatan kedua tanganku sebagai bantalannya. Kepalaku terasa sangat pening dan tubuhku sedikit menggigil, mungkin ini efek dari seragam ku yang belum kering sempurna. Mataku terasa sangat berat dan secara perlahan semuanya menjadi gelap, aku tertidur.

.

Aku tersadar bahwa aku tertidur dan bangun dari posisi tidurku, aku tidak menyadari bahwa sudah pergantian jam pelajaran dan Kakashi sensei sudah keluar dari kelasku. Semua siswa tampak ribut. Harusnya sekarang pelajaran Asuma sensei, kenapa beliau belum juga masuk ke dalam kelas ?

"Hari ini Asuma sensei tidak hadir tapi kita mendapat tugas untuk belajar di perpustakaan, lalu tugasnya adalah kita harus merangkum tentang sejarah pemerintahaan dari hokage pertama hingga hokage ke 5 di konoha. Kalian bisa mendapat banyak referensi di perpustakaan, ayo kita harus cepat kesana" Jelas Shino di depan kelas dan berjalan keluar kelas

Para siswa mengambil semua peralatan tulisnya dan bergegas menuju perpustakaan, begitu juga denganku. Setelah menyiapkan buku dan alat tulis aku bangkit dari posisi dudukku. Kulihat keempat sahabatku sudah menungguku di depan pintu kelas dengan senyuman cerahnya, mereka berusaha menyemangati ku.

"Cepat forehead, kau lambat sekali" teriak Ino sambil berkacak pinggang

Aku hanya tersenyum masam, Ketika keluar dari kursi dan akan berjalan untuk menghampiri mereka tubuhku bertubrukan dengan seseorang yang akan berjalan keluar kelas juga

Bruk

Buku orang itu terjatuh, aku segera berjongkok untuk mengambil buku orang itu dan orang itu juga melakukan hal yang sama sehingga tangan kami bersentuhan dan membuatku sedikit terkejut. Orang itu adalah Uchiha. Aku segera mengambil buku miliknya dan mengembalikan buku itu padanya, tanpa berkata apa-apa aku segera pergi menyusul para sahabatku.

.

.

Keadaan perpustakaan saat itu sangat ramai karena keberadaan kelas 3A bukankah di perpustakaan kita harus tenang ? Bagaimana bisa orang macam si baka Naruto, Kiba dan Suigetsu bisa tenang bahkan di perpustakaan sekalipun. Terlihat sejak tadi mereka bertiga di marahi oleh penjaga perpustakaan yang sangat murka oleh tingkah mereka ber3.

"Apa kau sudah menemukannya Temari ?" Tanya Tenten

"Belum, aku masih mencarinya" sahut Temari yang sibuk meneliti tiap buku yang ada di dalam rak buku

"Aku akan cari kesana" ucapku dan berjalan menuju rak paling ujung

Mataku terus menelusuri tiap-tiap judul buku yang tertera disana, dari atas hingga bawah dan dari bawah hingga atas lagi sampai akhirnya aku menemukan buku yang kami cari. Tapi posisi buku itu ada di rak paling atas dan aku membutuhkan tangga untuk mengambil buku itu. Aku mengedarkan pandangan di sekelilingku dan aku melihat sebuah tangga yang memang di peruntukkan bagi siswa yang akan mengambil buku yang sulit di jangkau itu. Tak jauh dari tangga aku melihat Uchiha yang sedang menatapku dengan tatapan yang sulit di artikan tapi aku sama sekali tak menghiraukannya.

Aku berhasil membawa tangga itu dengan susah payah. Aku naik secara hati-hati agar tetap seimbang dan tidak jatuh. Tanganku mencoba terus menggapai buku itu dan akhirnya aku mendapatkannya. Tapi tiba-tiba kepalaku kembali pening, pandanganku terasa berkunang-kunang seolah dunia ini berputar. Aku berpegangan pada rak buku dan rasa pening itu semakin menjadi yang membuat tubuhku oleh dan tangga yang aku pijaki kehilangan keseimbangannya, sepertinya aku akan jatuh kesana, aku tidak punya kekuatan bahkan untuk berteriak sekali pun, mataku sudah benar-benar berat. Aku bisa merasakan tubuhku melayang di udara dan buku yang baru saja aku dapatkan sudah jatuh ke lantai, kini giliranku yang akan jatuh ke lantai tapi aku bisa melhat siluet seorang pria yang berlari dan menangkap tubuhku dan seketika itu semuanya menjadi gelap

END SAKURA POV

.

BRAK BUK BRAAK DUK

Suara yang menimbulkan keributan di tengah keheningan perpustakaan.

"Suara apa itu ?"

"Datangnya dari arah pojok sana, ayo kita lihat"

Semua siswa yang ada di dalam perpustakaan berlari menuju rak buku di pojok ruangan dan betapa terkejutnya mereka melihat sepasang muda mudi yang sudah terbaring di lantai dimana tangan kanan si pria memeluk erat pinggang si wanita dan tangan kirinya memegang kepala si wanita agar tidak terkena benturan lantai. Di dekat mereka ada sebuah tangga yang posisinya sudah miring dan beberapa buku berjatuhan dari rak.

"A-apa yang terjadi ?" Tanya Suigetsu

"Sakura!" teriak Temari panik

"Sa-sakura chan" cicit Hinata khawatir

"Sasuke" ujar Sai terkejut

Sasuke bangun dari posisinya masih dengan Sakura yang ada di dekapannya dan menggendong Sakura ala bridal style

"Aku harus membawanya ke ruang kesehatan" ujar Sasuke dan membelah kerumunan itu menuju ruang kesehatan dengan Sakura yang ada dalam gendongannya diikuti oleh para sahabatnya

.

Sasuke membaringkan Sakura perlahan di atas ranjang dan Shizune sensei segera memeriksa keadaan Sakura

"Bagaimana keadaannya ?" Tanya Ino

"Dia baik-baik saja kan ?" sahut Tenten

"Dia demam, tubuhnya panas sekali. Aku akan mengompres nya supaya demamnya cepat turun" ucap Shizune sensei dengan raut wajah tak kalah khawatir dari sahabat Sakura

"Kau sangat sigap Sasuke" celetuk Neji menahan senyum

"Hanya kebetulan aku ada di dekat sana" jawab Sasuke datar

.

Sudah 30 menit sejak Sakura pingsan dan belum menampakan kesadarannya. Dengan telaten Hinata mengganti kompresan di kening Sakura.

Sakura membuka matanya secara perlahan dan hal tersebut membuat Hinata memekik sennag

"Sa-sakura sudah sa-dar"

Semua orang yang ada disana menghampiri Sakura

"Bagaimana keadaanmu?"

"Apa yang sakit ?"

"Perlukah kerumah sakit ?"

"Kau mau aku telpon ambulance Sakura chan ?"

"Si jelek bisa sakit juga ternyata"

"Awas si Chouji itu akan ku bunuh dia karena sudah membuat kekacauan ini"

"Buat dia kempes hahaha"

"Kalian membuat kepalaku semakin pusing" gumam Sakura lemah

"Aku dimana ?" Tanya Sakura mencoba bangun dari posisi tidurnya di bantu Ino

"Kau di Uks" jawab Tenten

"Beruntung Sasuke sigap menangkapmu jika tidak kau sudah gegar otak forehead" sahut Ino duduk di samping Sakura

Pandangan Sakura beralih menatap Sasuke, yang di tatap hanya memasang wajah stoic andalannya. Dirinya mengingat kejadian sebelumnya dimana dirinya terjatuh dan melihat siluet orang yang datang menangkap tubuhnya. Rupanya itu adalah Sasuke.

"Sudah waktunya pulang, lebih baik kau juga pulang Sakura supaya kau bisa istirahat" ucap Temari masih dengan nada khawatir

"Kami akan mengantarmu" ujar Ino

Setelah mereka membereskan semua barang-barang milik Sakura, Ino dan Tenten memapah Sakura angkit dari tempat tidur dan berjalan secara perlahan menuju pintu namun ada seseorang yang berdiri menghalangi jalan mereka.

Ino dan Tenten hanya terdiam dan saling pandang, Sakura yang melihat itu hanya mendengus sebal

"Hei ayam, apa aku tidak bisa lihat situasi saat ini ? aku sedang tidak ingin ribut denganmu, minggir. Jangan halangi jalanku" ucap Sakura jengkel

"Hn" sahut Sasuke ambigu

Ino dan Tenten menjauhkan tubuhnya dari Sakura dan hal itu membuat Sakura bingung

"Ada apa dengan kalian ? kalian ingin aku berjalan sendiri ?" Tanya Sakura heran

Ino hanya menggeleng-gelengkan kepalanya

Ketika Sakura masih sibuk dengan kebingungannya tiba-tiba tubuhnya melayang

"A-apa yang kau lakukan ? turunkan akuuuu" Sakura berontak saat Sasuke menggendongnya bridal style

"Uchihaaaa" rengek Sakura sebal

"Maaf Sakura, tapi tadi Kaasanmu menelepon bahwa dia mempercayakanmu pada Sasuke" Temari angkat suara

"Haaah menyebalkan bukan, Kaasan Sakura lebih percaya pada Sasuke dari pada kita" sahut Ino dramatis

"Ta-tapi tidak begini, kenapa kau harus menggendongku begini ? memalukaaan" Sakura memukul bahu Sasuke dengan tenaga yang minim

"Hn, untuk mempersingkat waktu dan kau bisa cepat istirahat" jawab Sasuke dengan nada menggoda

Kemudian Sasuke berjalan keluar ruang kesehatan dengan Sakura dalam gendongannya yang membuat semua orang di koridor berteriak histeris melihat mereka karena merasa iri dengan posisi Sakura dan beberapa pria patah hati karena melihat Sakura dengan Sasuke.

.

.

Di Kantin

"Apa ?" teriak Sasori tak percaya

"Aku benar-benar minta maaf Sasori, ini bukan salah Sakura tapi ini salahku. Jika saja aku tidak membuang kulit pisang itu sembarangan mungkin semua kejadian itu tidak akan terjadi" ucap Chouji penuh penyesalan

Sasori terdiam dan segera meninggalkan kantin

.

Sasori berlari di koridor sekolah dan berpapasan dengan Kiba

"Kau melihat Sakura ?" Tanya Sasori terburu-buru

"Yeah baru saja, dia ke arah parkiran bersama Sasuke" jawab Kiba

Sasori melesat pergi menuju kearah parkiran dan dirinya bisa melihat Sakura dalam gendongan Sasuke. Sasori juga sudah mendengar berita bahwa Sakura pingsan. Lalu Sasori memblokir jalan SasuSaku

Sakura yang melihat kemunculan Sasori di depannya sangat terkejut dan segera menyembunyikan wajahnya di bahu Sasuke

"Sakura.." gumam Sasori

"Dia bahkan tidak ingin melihatmu, minggir dan jangan halangi jalanku" ucap Sasuke dingin dengan death glare andalannya

Sasori memberikan jalan untuk Sasuke dan mematung di tempat

"Maafkan aku Sakura" gumam Sasori penuh sesal dan mengepalkan tangannya kuat-kuat

.

.

Sasuke dan Sakura sudah sampai di depan rumah.

"Aku akan turun" ucap Sakura namun di cegah Sasuke

Sakura hanya menatap Sasuke sebal dan Sasuke segera keluar dari mobil lalu ke sisi mobil dimana Sakura berada

"Apa kau akan menggendongku sampai ke dalam kamar ?" ucap Sakura sebal

"Hn"

"He ? kenapa kau menyebalkan sekali"

"Ini amanat dari Kaasanmu, aku hanya menjalankannya" ucap Sasuke santai

"Cepat lah, jangan membuatku sulit Haruno" ucap Sasuke jengkel dan berhasil membawa Sakura lagi dalam gendongannya

Sasuke membawa Sakura sampai ke dalam kamar dan membaringkan Sakura di kasur queen sizenya, lalu menyelimuti Sakura. Sasuke hanya menatap Sakura sambil melipat kedua lengannya di depan dada

"Jangan melihatku seperti itu" ucap Sakura menutupi wajahnya dengan selimut karena malu

"Kau sangat menyedihkan" ucap Sasuke

"Jika memang sakit kau tak seharusnya datang ke sekolah" lanjut Sasuke

Sakura membuka selimut di wajahnya

"Kau selalu saja sok tau"

"Aku memang selalu tau, sejak pagi kau sudah tak sehat dan di tambah lagi kau ikut praktik berenang lalu Sasori menceburkanmu ke dalam kolam. Keadaanmu jadi semakin memburuk Haruno. Kau semakin demam" ucap Sasuke seperti seorang ibu yang tengah mengomeli anaknya yang nakal

"Kau.. pasti menyadarinya ketika aku tak sengaja menubrukmu dan tangan kita bersentuhan" gumam Sakura tertunduk

"Lalu kau terus berada di sekitarku ketika di perpustakaan karena takut hal buruk akan terjadi padaku" ucap Sakura lagi

"Cih percaya diri sekali" ucap Sasuke

"Ahh maaf jika aku terlalu percaya diri" sahut Sakura dengan nada yang terdengar kecewa

Suasana menjadi hening

Lalu Sakura membaringkan tubuhnya menghadap ke kiri, membelakangi Sasuke yang masih berdiri tak jauh di belakangnya

"Apa ada sesuatu yang ingin kau makan ?" Tanya Sasuke memecah keheningan

"Tidak, aku hanya ingin istirahat" ucap Sakura memejamkan matanya dan setetes cairan bening lolos dari matanya. Entah apa yang membuat Sakura terlihat sedih.

.

.

SAKURA POV

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku dan melirik ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 8 malam, aku segera bangkit dari posisi tidurku

Puk

Sebuah kompresan jatuh dari keningku

"Kau sudah bangun sayang ?"

Kaasan sudah berdiri di depan pintu dengan membawa nampan berisi bubur panas dan air putih lalu menyimpannya di laci samping tempat tidurku.

Aku mengedarkan pandanganku menyapu seluruh sudut kamar

"Sasuke sudah pulang" ucap Kaasan

"A-aku tidak mencarinya" elakku

"Berhenti mengelak Sakura" kikik Kaasan geli

"Bagaimana keadaanmu nak ? bisa-bisanya putri seorang dokter terkena demam" ucap Kaasan sambil menempelkan telapak tangannya di keningku

"Demammu sudah turun, bererimakasihlah pada Sasuke karena dia sudah menjaga dan merawatmu mu sampai Kaasan pulang. Dia juga yang mengompresmu" goda Kaasan

"Berhenti menggodaku" ucapku cemberut dengan wajah memerah.

"Hahaha putri Kaasan sudah besar rupanya, nah ayo kau makan dulu supaya keadaanmu cepat pulih"

.

.

Sudah 2 hari lamanya aku tidak masuk sekolah karena kaasan bersikeras melarangku, padahal kondisiku sudah kembali fit. Keempat sahabatku dan keempat pasangan idiotnya datang menjengukku, jangan lupaka si ayam itu dia semakin menyebalkan saja ketika aku sedang sakit membuatku semakin naik pitam.

Dan sudah 2 hari ini juga ponselku selalu ribut, terdapat 60 pesan dan 70 panggilan tak terjawab dari Sasori. Entah kenapa aku tidak mau menjawab pesan atau panggilannya satu pun. Aku takut jika pada akhirnya dia akan memarahiku.

Ting tong

Suara bel di depan rumahku berbunyi, aku segera turun untuk mengecek siapa orang yang bertamu dan terlihat seorang pria paruh baya berdiri di depan gerbang dengan sebuket bunga tulip putih di genggamannya

"Dengan nona Haruno Sakura?" Sapa pria itu ramah

"Benar, saya sendiri" jawab ku sopan

"Ada kiriman bunga untuk nona, silahkan tanda tangani disini"

"Ini bunganya" pria itu memberikan bunga tulip itu pada ku dan pamit pergi

Aku kembali masuk kedalam rumahnya dan menatap sebuket bunga tulip putih di genggamannya penuh Tanya

"Tulip putih ? permohonan maaf yang tulus" gumam ku

Yeah bunga bunga tulip putih melambangkan permintaan maaf yang tulus, aku juga belajar banyak dari Ino pig mengenai arti dari berbagai macam bunga, ternyata ada gunanya juga.

Lalu kulihat ada sebuah note disana

"Kau pasti membenciku karena perbuatan ku beberapa hari lalu, sampai kau tidak mau menjawab pesan dan panggilan dariku. Aku ingin bicara denganmu dan aku menyesal dengan apa yang kemarin aku perbuat, aku tidak tau kebenarannya seperti apa. Kumohon maafkan aku, aku benar-benar menyesal Sakura. Sebagai permintaan maafku besok jam 6 pagi aku ingin mengajakmu pergi, aku tunggu di stasiun konoha. Aku akan tetap menunggu disana sampai kau datang

Akasuna Sasori"

"Sasori…" gumam Sakura dengan tatapan sendu

.

.

Keesokan Harinya

Jam sudah menunjukan pukul 8 pagi dan Sakura masih terbaring di atas kasur menatap langit-langit kamarnya. Dirinya di landa kebingungan

"Apa dia masih menungguku ?" gumam Sakura

Sakura bangkit dari posisinya dan segera masuk ke dalam kamar mandi

.

.

Jam sudah menunjukan pukul 10 pagi

Sakura berlarian di stasiun Konoha, saat itu stasiun sangat padat karena hari ini adalah hari minggu. Sakura mencari sosok itu sampai akhirnya dia menemukan nya. Sakura berlari menghampiri Sasori yang sedang duduk.

"Sasori" panggil Sakura pelan

Dan sosok itu mendongak menatap Sakura, ekspresi wajahnya yang sendu berubah menjadi cerah

"Sakura" ujarnya senang

"Maaf membuatmu menunggu" ucap Sakura kikuk

"Tidak masalah, ayo" Sasori menggandeng tangan Sakura masuk ke dalam kereta

"Kita akan kemana ?" tanya Sakura

"Tokyo" jawab Sasori tersenyum

Sakura hanya mengangguk mengerti dan debaran jantungnya semakin menggila ketika Sasori masih saja terus menggenggam tangannya.

Mereka menghabiskan waktu 3 jam untuk mencapai Tokyo, ternyata Sasori mengajak Sakura bermain di Disney Land. Mereka mencoba menaiki semua wahana dan menonton semua pertunjukan yang ada disana. Mereka tampak seperti sepasang kekasih.

"Haah.. melelahkan sekaliii, tapi aku sangat senang" ucap Sakura

"Kau tunggu disini sebentar" ujar Sasori dan menepuk kepala Sakura pelan yang membuat wajah Sakura kembali memerah

5 menit kemudian Sasori datang membawa 2 buah es krim coklat dan strawberry

"Ini untukmu" Sasori memberikan es krim strawberry itu padaku

Aku segera memakannya dengan lahap dan kulihat Sasori terkekeh geli melihatku

"Apa yang kau tertawakan ?" tanyaku sebal

"Kalau makan pelan-pelan, seperti anak kecil saja" ucap Sasori dan tangannya terulur membersihkan es krim yang ada di sudut bibirku

Aku dibuat salting olehnya.

"Setelah ini kita akan kemana lagi ?" Tanya ku mencoba bersikap normal

"Hmm menara Tokyo" ucap Sasori dengan pose berpikir

END SAKURA POV

.

Dari kejauahan ada seorang pria melihat Sasori dan Sakura yang sedang asyik mengobrol

"Apa pria itu kekasihnya ? sepertinya aku harus memberi tahu adik kecilku" gumam orang itu sambil menyeringai misterius dan segera mengambil ponsel dari saku nya

.

Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam dan Saat ini Sakura dan Sasori sudah ada di menara Tokyo, mereka sangat menikmati suasana malam diatas sana.

"Waaaa ini sangat indah" ucap Sakura penuh takjub

"Kau suka ?" Tanya Sasori

"Suka sekaliiii" jawab Sakura

"Hmm Sakura" panggil Sasori

"Ya ?" jawab Sakura masih fokus pada pemandangan di hadapannya saat ini

"Aku.. ingin minta maaf" ucap Sasori

Sakura segera berbalik menatap Sasori, kini mereka berdua saling berhadapan.

"Aku benar-benar panic saat itu, kau tau jika Shion adalah sahabatku sejak kecil. Dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi dan aku merasa bertanggung jawab atas dirinya. Jadi saat itu aku benar-benar kalut" jelas Sasori tertunduk penuh sesal

Sakura terdiam

"Aku sudah jahat padamu, kau pasti membenciku. Andai saja Chouji tidak menceritakan semuanya padaku, mungkin kebenarannya tidak akan terungkap. Sekali lagi maafkan aku" ucap Sasori lagi

"Aku.. tidak membencimu, awalnya aku memang sangat kecewa tapi lupakanlah itu sudah berlalu. Bukankah hari ini kita sedang bersenang-senang ? jangan rusak malam ini dengan hal seperti itu" jawab Sakura tersenyum

"Jadi kau sudah memaafkanku ?" Tanya Sasori meyakinkan

Sakura mengangguk pasti sambil tersenyum menatap Sasori yang dimana tinggi Sakura hanya sebatas hidung Sasori, Sasori pun membalas senyuman Sakura. Mereka berdua masih saling tatap. Suasana disana sangat mendukung. Mereka berdua berdiri di menara Tokyo dengan lampu-lampu berwarna orange yang menghiasinya dan suasana malam yang menenangkan. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba wajah Sasori mendekat. Jantung Sakura berdegup kencang.

"Apa Sasori akan menciumku ? Kyaaaaa ini adalah saat yang kunanti nantiiiii" inner Sakura berteriak senang

Sakura bisa merasakan hembusan nafas Sasori yang semakin dekat, sedikit lagi mereka akan berciuman jika saja ponsel Sakura tidak berdering yang mengganggu moment itu.

Sasori segera menjauhkan wajahnya dari Sakura

"Ma-maf ada telepon" ucap Sakura kikuk

Sakura berjalan beberapa meter dari tempat Sasori dan mengeluarkan ponselnya. Sakura benar-benar mengutuk orang yang meneleponnya saat ini, orang yang telah menggagalkan moment mereka

Alien Ayam Calling..

"Dia minta ku bunuh rupanya" geram Sakura kesal

Klik

"Tunggu sampai aku pulang, aku akan membunuhmu" geram Sakura

"Hn, kenapa kau galak sekali"

"Apa yang kau inginkan idiot ?"

"Aku hanya ingin bertanya"

"Apa ?"

"Apa besok ada pr ?"

"Kau ini bodoh atau apa eh ? kau bisa menanyakan pertanyaan itu pada keempat sahabat bodohmu bukan denganku dan kau sudah merusak malam indahku, Arghhhh kau benar-benar minta ku hajar yaa"

"Kenapa kau malah marah dan tidak menjaab pertanyaanku Haruno?"

"Urusai Uchiha, lihat saja setelah aku sampai rumah jangan harap kau bisa tidur"

Klik

Sakura memutuskan sambungan teleponnya dan kembali menghampiri Sasori

"Sudah malam, lebih baik kita pulang" ajak Sasori dan berjalan lebih dulu

"Apa dia tidak mau melanjutkan hal yang tadi sempat tertunda ?" gumam Sakura frustasi

.

.

Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam dan Sasori mengantar Sakura sampai ke rumahnya.

"Maaf membuatmu pulang selarut ini" ucap Sasori menyesal

"Tak perlu minta maaf, justru aku sangat berterimakaish padamu sudah mengajakku pergi hari ini dan aku sangat senang" jawab Sakura yang tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya

"Baiklah kalau begitu, kau cepat masuk dan istirahatlah" ujar Sasori

"Kalau begitu aku masuk, hati-hati di jalan" ucap Sakura

Sakura berbalik hendak masuk tetapi Sasori kembali memanggilnya

"Sakura" Sakura menoleh

CUP

"Oyasumi .." Sasori berjalan mundur sambil tersenyum dan segera masuk ke dalam mobilnya lalu berlalu pergi

"A-apa itu barusan ? di-dia menciumku ? dia benar-benar menciumku ?" ucap Sakura masih tak percaya jika Sasori baru saja mencium pipinya

"Kyaaaa Sasori menciumkuuuuu" girang Sakura sambil meloncat-loncat

"Dia benar-benar menciumku" Sakura menutup wajahnya yang sudah sangat merah dan segera masuk ke dalam rumah

Dari balkon kamar miliknya, Sasuke bisa melihat jelas apa yang baru saja terjadi pada Sakura dan segera masuk ke dalam kamarnya sambil membanting pintu balkon

BRAK


.

.

TBC

Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom review .

Arigatou ~