Author Note: wah, update lagi nih! (plak! Sudah tidak tahu mau bicara apa.) Oh yah! Bentar lagi aku akan hiatus seminggu. Jadi minggu depan tidak update. Hehehehe… enjoy!
balasan review ada di paling bawah.
DISCLAIMED! KH is not mine! It's belong to Mr. Tetsuya Nomura and Square Enix.
Your Other Life
Chapter 36 : Blizzard
Kuperhatikan gerak-gerik para GM. Mereka seperti memperbaiki sistem di tempat ini, tidak lebih dari itu. GM bernama Axel itu tentu menyadari kehadiranku, tapi berpura-pura acuh.
Dia berjalan melewatiku tanpa menoleh. "Percuma saja kau tunggu. Monster itu tidak akan muncul selama tidak ada badai," katanya ketika melintasiku.
'Badai?' pikirku tanpa menanyakan lebih detil padanya.
Mataku melebar saat menyadari maksudnya. Kudekati Zack yang berada tidak jauh dariku. Dia sedang bertarung melawan beberapa monster.
"Zack, apakah rumor yang kau dengar pernah menyebut soal badai?"
"Apa? Wah!" Zack terkena serangan monster ketika kata-kataku mengalihkan konsentrasinya. Dia terpukul hingga terjatuh kebelakang.
Ketika aku hendak menyerang monster yang menyerang Zack, magic fire Neku terlebih dahulu mengalahkan monster tersebut.
"Ow man. Lain kali bertanyalah setelah aku selesai battle, Leon." Zack memegangi pinggangnya.
"Sorry," kataku sambil mengulurkan tanganku padanya.
"Soal badai," kata Zack sambil menepuk belakang celananya yang tidak kotor—kurasa itu kebiasaan semua orang jika mereka jatuh, "Memang ada yang bilang kalau monster itu muncul bagaikan badai salju, karena saat itu memang ada magician yang menggunakan magic blizzare."
Dari kejauhan, dapat kulihat Axel tersenyum sinis tanpa menatapi kami. Sepertinya dia menantangku untuk menghadapi salah satu legendary monster karena tahu salah satu dari kami bisa menggunakan magic blizzare.
"Mungkinkah monster itu hanya muncul saat badai salju saja?" tanya Neku. Dia memang paling cepat tanggap.
"Yeah. Sementara itu yang kuduga," balasku.
"Jika memang benar, maka tidak heran hanya beberapa players saja yang pernah melihat Ghost Screaming. Darimana kau tahu, Leon?" Zack menatapku dengan bingung.
"Sorry, Zack, aku tidak bisa mengatakannya."
"Oh..."
"So, kalian berdua masih ada niat melawan Ghost Screaming?" tanya Neku sambil menyilangkan tangannya. Dia sepertinya tidak sabar untuk segera bertarung.
"Sebelum memulai, bisakah kau meng-healing HP kami dulu, Neku?" tanya Zack.
Sebuah cahaya biru mengelilingi kami. Rasa hangat kurasakan selama cahaya itu mengelilingi kami. Kuperiksa di status menu, HP-ku telah pulih berkat healing magic Neku.
"Siap?" tanya Neku sebelum melepas magic blizzare yang telah dirapalnya beberapa detik sebelumnya.
Aku dan Zack mengangguk.
"Blizzare!" seru Neku.
Magic blizzare mulai terlihat. Salju mulai turun, lama-lama angin kuat mulai berhembus kencang hingga menjadi badai. Efek magic blizzare dapat membuat musuh membeku selama berada di wilayah blizzare yang sekitar 20 meter persegi. Jika ada monster yang berhasil dibekukan, maka defend-nya akan menjadi 0 point. Meski begitu, tingkat membekukan monster hanya 30 persen dan magic ini memakan banyak magic power. Neku selalu mengeluh setiap kali menggunakannya karena magic ini tidak banyak membantu.
Hembusan angin begitu dingin. Lebih dingin dari suhu normal di field ini. Badai yang begitu kuat membuat pandanganku terbatas, tapi magic ini hanya berlangsung selama 5 menit.
"Awas, Leon!" Neku langsung menembakkan magic fire ke arahku.
Aku segera menghindar sebelum magic itu melukaiku. Magic fire meledak dan mengenai monster yang tidak pernah kulihat sebelumnya. Sosoknya memakai jubah tanpa lengan bagaikan hantu. Wajahnya tidak dapat kulihat karena tertutupi kerudung. Monster ini melayang di atas salju. Tidak salah lagi, monster itu Ghost Screaming.
Dapat kudengar jeritannya saat dia terbang mendekati Neku yang telah menyerangnya tadi. Neku melompat mundur setelah memunculkan pilar api tepat di depan Ghost Screaming. Tanpa basa-basi, Zack segera menyerang Ghost Screaming dari belakang. Serangannya memang mengenai Ghost Screaming, tapi damage-nya 0 hit point, sama seperti serangan magic Neku.
Zack menatapi Ghost Screaming setelah menjauh. Rona wajah Zack memucat ketika dia menatapi Ghost Screaming setelah beberapa saat. Zack terlihat panik saat Ghost Screaming menjerit sambil mendekati Zack. Zack terjatuh saat menghindar. Ada yang salah padanya.
"Zack!" seruku sambil berlari, lalu menyerang Ghost Screaming.
Neku menembakkan magic aero untuk mendorong Ghost Screaming menjauh dari Zack, tapi magic aero tidak dapat mendorong Ghost Screaming. Magic thunder, blizzard, dan fire juga tidak dapat menghentikan Ghost Screaming. Bahkan skill-ku juga.
Zack segera bangun dan memasang posisi bertahan sambil menutup matanya. Dia menutup matanya, berarti dia terkena blind!? Bagaimana mungkin? Ghost Screaming menjerit begitu keras hingga membuatku dan Neku menutup telinga. Damage yang diterima Zack adalah 4999 hit point. Mungkin damage aslinya 9999 hit point, tapi berkurang setengah karena Zack defend—meski akhirnya defend break.
Aku segera berlari mendekati Zack dan merangkulnya. Kubawa dia menjauh sebelum terkena serangan kedua Ghost Screaming.
"Zack, sejak kapan kau terkena status blind?" tanyaku sambil menuntunnya berlari.
"Setelah menatapi wajah Ghost Screaming cukup lama. Mendadak pandanganku menggelap hanya karena menatapinya," jawab Zack sambil memegangi matanya.
Kulempar Zack pada Neku saat Ghost Screaming menjerit ke arahku. Kuusahakan untuk menatapi jubah Ghost Screaming dan tidak melirik wajahnya yang tidak terlihat. Aku terus melompat mundur menjauhi Ghost Screaming.
"Leon!" Seru Neku.
Mendadak Ghost Screaming menghilang. Jeritan terdengar begitu keras di belakangku dan membuat kepalaku terasa sakit seperti ingin pecah. Tahu-tahu, tubuhku sudah tidak bisa bergerak dan ambruk di atas salju.
'Damn,' pikirku ketika jatuh.
Sebelum jatuh, kulihat Axel menatapiku dari kejauhan. Mungkinkah dia memperhatikan cara kami bertarung melawan Ghost Screaming sejak tadi?
Saat masuk ke ghost mode, Neku dan Zack kehabisan HP ketika diserang Ghost Screaming. Sesuatu mendekatiku mendadak saat sedang memperhatikan Neku dan Zack. Aku terkejut karena mendengar teriakkan—lagi—yang sama seperti Ghost Screaming. Aku hanya sempat melihat wajahnya sekilas sebelum menutup mata dan juga menutupi telingaku dengan kedua tangan. Wajahnya hitam legam seperti habis terbakar. Dia memakai jubah yang sama dengan Ghost Screaming.
Ketika jeritannya hilang, aku terbangun di sebuah revive point. Genangan air di revive point terasa hangat. Mungkin karena aku terlalu lama di field Ice Break.
Zack dan Neku juga kembali ke revive point, beberapa saat setelah aku bangun.
"Yo," kata Zack sambil menatapiku. "Rasanya mengerikan sekali tadi. Apakah tadi kau dipaksa kembali ke revive point?"
"Yeah. Apakah kalian mendengar jeritan yang menyakiti telinga sesaat sebelum kembali ke revive point?" tanyaku.
"Yeah," jawab keduanya bersamaan ketika bangun.
"Menurut kalian, tadi itu apa?"
"Mungkin masih bagian dari Ghost Screaming," jawab Neku.
"Wajahnya mengerikan tadi," kata Zack sambil terkekeh.
Aku terdiam mendengar komentar Zack. Kuganti topik. "Sepertinya serangan fisik dan magic tidak dapat mengurangi HP Ghost Screaming. Ada baiknya kita tidak mencoba menyerangnya lagi. Itu tindakkan sia-sia," saranku pada Neku dan Zack.
Keduanya setuju.
Kuyakin, para GM sedang meneliti cara mengalahkan Ghost Screaming setelah kami kembali ke revive point.
To Be Continued...
Author Note: Aww, maaf chapter kali ini lebih pendek dari sebelumnya… (memang aslinya pendek di bukuku.) review? :D
To a reviewer name Gemini Sea-Dragon: wah, jika chapter lalu panjang dikit, chapter kali ini malahan lebih pendek XDDD
Wah, Axel kan pemeran sampingan, jadi perannya kagak bisa banyak-banyak di sini meski aku juga suka Axel XD
hueee… jangan stop review please D': nanti aku kagak punya semangat lagi! XD
To a reviewer name Tail-dei-dei-mon: Owalah, masih banyak yang tidak dimengerti yah? Hehehehe… berarti masih banyak misteri di chapter ini. LOL
