Disclaimer : YuGiOh!! Milik Om Kazuki Takahashi.

Warning : hampir 50% chapter laknat ini isinya LEMON 'agak' graphic dari puzzleshipping!! Akhirnya datang juga!! XD *plak* jika tidak kuat, lewati saja. minor humor, beberapa kata kotor yang tidak tersensor karena suatu alasan, beberapa character yang agak OOC, Gaje dan Language

-------Chapter 36-------

Together At Last

Yugi's POV

Dalam kehidupan ini, sebuah awal pasti akan ada akhirnya. Sebuah permulaan juga pasti akan menemui sebuah akhir. Semuanya memiliki batas dan tak ada yang abadi. Dan disaat itulah aku tahu bahwa penantianku akan segera berakhir.

Hidup selalu saja dipenuhi oleh banyak pilihan. Baik. Buruk. Indah. Dan menyakitkan. Semua itu saling terikat diiringi dengan campur tangan takdir. Terkadang, aku tak mengerti bagaimana campur tangan takdir dan kehendak itu terjadi. Namun, satu hal yang pasti. Aku tak akan menyesali semua pilihan hidupku. Karena aku yakin, Tuhan juga ikut membimbingku dalam memilih.

Dan disaat kau akan kembali hadir disisiku, disaat itulah kebahagiaanku terjadi. Sebuah kebahagiaan yang tak terbatas. Sebuah kebahagiaan yang tak berada diantara awal maupun akhir. Sebuah kebahagiaan yang absolut. Semua teori kehidupan seakan terpatahkan dengan adanya anugerah itu.

Dan satu hal yang perlu kau tahu. Walaupun penantianku sudah menginjak batas akhir, tapi disaat yang sama, hal ini juga merupakan sebuah permulaan. Sebuah permulaan untuk selalu bersama. Selalu bersama dalam kebahagiaan. Dalam kebahagiaan yang juga absolut.

-------Wisma Sennen-------

Sore itu, sepulang dari rumah Honda, Yugi memutuskan untuk kembali ke wisma Sennen. Dengan langkah perlahan, ia mulai menelusuri pekarangan depan tempat kosnya itu. entah mengapa, semakin lama, Yugi merasa berat saat ia harus memasuki tempat kosnya itu. Disaat ia melihat para sahabatnya bersenang-senang dengan pasangan mereka masing-masing, disaat itulah ia merasakan sakit. Sakit karena hatinya kosong dan tak ditemani seorang partner. Ia merasa begitu hampa. Ia merasa tak sempurna. Rasa rindu kian hari kian menyiksa. Tapi, dibalik semua rasa sakit itu, ia harus terus bersembunyi dibalik topengnya kebahagiaan palsunya.

"sampai kapan aku harus terus berpura-pura seperti ini? Terkadang, aku tak setegar yang mereka kira....." Yugi hanya mendesah pelan. Ia berusaha mengendalikan tekanan perasaannya. Walau bagaimanapun juga, ia tak ingin membuat teman-temannya menjadi khawatir. Lagipula, ia juga sudah bertekad untuk terus bertahan sampai akhir. Dan ia pun akan mempertahankan keyakinan itu.

"Yosh!! Kau adalah sampahman yang perkasa, Yugi!! kau pasti bisa!!" Yugi menyimpulkan sebuah senyuman tipis dan menyemangati dirinya sendiri. Dengan langkah ringan, ia berjalan masuk ke dalam wisma. Namun, sebuah kejutan yang tak pernah ia duga ternyata harus menjadi salam penyambutannya.

"YUGI-BOOYYYYYY!!!!!" sebuah teriakan horor itu benar-benar membuat telinga Yugi sakit. Belum sempat ia memahami realitas yang ada, ia harus disambut dengan sesembahan yang dilakukan oleh pemilik kosnya sendiri.

"Pe...Pegasus-san?"

"oh, Yugi-boy!!! Ki...kita harus membeli pengharum ruangan!! KITA HARUS MEMBELI PENGHARUM RUANGAAAAAANNNN!!!!! PENGHARUUUUMMMM!!!!" percikan hujan lokal pun berhamburan bersamaan dengan teriakan itu. Beruntung Yugi bisa menghindari cipratan air liur nista pemilik kosnya.

"me...memangnya ada apa, Pegasus-san? Mengapa kita harus membeli pengharum ruangan?"

Pegasus mulai mengibaskan rambut platinumnya ke samping dan menghela nafasnya sejenak. "coba kau rasakan, Yugi-boy!! Rasakan aroma wisma ini. Saat ini aroma wismaku penuh dengan aroma laknat dan nista!! Aroma ini penuh dengan dusta!! Wismaku beraroma seks, Yugi-boy!! Beraroma SEKS!! Hiks....huweeee.......ku tak rela!! Ku tak rela!! Kesucian wisma cantikku ini ternoda!!! Wismaku sudah tidak perawan lagi!! SUDAH TIDAK PERAWAN!!! huwaaaa!!! Hiks!!" Yugi sweatdrop mendengar itu. Yang dikatakan pemilik kosnya itu memang benar. Saat ini, hampir di seluruh ruangan wisma Sennen tercium bau seks yang menyengat. Dalam hati, Yugi beruntung karena daritadi ia menghabiskan waktunya di rumah Honda.

"umm....la..lalu sekarang, dimana yang lainnya?" tanya Yugi singkat. Pegasus mulai menenangkan dirinya.

"huff!! Kaiba-boy dan Joey-boy sedang tertidur di kamar mereka karena kelelahan, lalu Marik-boy dan Malik-boy sedang pergi ke rumah sakit karena milik Marik sudah tak dapat berereksi lagi. Ryou-boy dan Kura-boy juga masih tetap melanjutkan aksi foreplay mereka di taman belakang sampai saat ini." Yugi hanya bisa menganga mendengar itu. Ia tak menyangka bahwa para housemate bisa menjadi seganas itu. lalu disaat Yugi hendak merespon pernyataan Pegasus, sebuah interupsi kembali menghampirinya.

"Yug? Darimana saja kau seharian ini, huh?"

"Jou?" Yugi menautkan kedua alisnya saat melihat kawan baiknya itu sedang berjalan tertatih-tatih menuju ke arahnya. Dan tak perlu menanyakan pun, Yugi sudah tahu sebab mengapa kawan baiknya itu berjalan pincang kearahnya.

"oh, kau sudah bangun, Joey-boy? Aku yakin bokongmu pasti sakit kan? Fuhuhuhu.....terang saja, tadi kudengar, kau sudah klimaks hingga 10 kali."

"hah?!! 10 kali?!" Yugi terbelalak shock mendengar itu. wajah Jou memerah seketika.

"umm....ja..jangan beritahu ini pada Shizuka ya, Yug. A..aku tak ingin ia dan Seto ribut lagi." Jou menggaruk-garuk kepalanya seraya memasang paras memohon pada Yugi. Yugi menganggukkan kepalanya. "tenang saja, Jou. Aku tak akan mengatakannya pada adikmu."

"fuhuhuhuhuu!! Baiklah, sebaiknya aku pergi untuk membeli pengharum ruangan. Dagh...." dengan lebaynya, Pegasus mulai beranjak keluar dari wisma. Jou dan Yugi hanya dapat menatap Pegasus dengan tatapan aneh.

"uhh....a..aku lelah sekali...." keluh Jou. Ia pun mulai duduk di sofa ruang tamu. Yugi khawatir saat melihat raut pucat yang tergambar di paras Jou. Ia lalu menghampiri kawannya itu dan ditepuknya bahu Jou secara perlahan-lahan.

"sebaiknya kau tidur, Jou. Kau terlihat sakit." seketika itu, Jou langsung berwajah horor.

"tidak Yug!! Jika aku tidur di kamar dan Seto bangun lebih awal daripada aku, ia pasti akan memaksaku untuk berhubungan lagi. aku tidak mau!! Aku lelah. Dia benar-benar gila, Yug!! Se...sepertinya dia memiliki kelainan hormon!!" seru Jou histeris. Yugi sweatdrop mendengar itu. sepertinya Jou agak sedikit trauma.

"ke..kelainan hormon?"

"iya! Walaupun mungkin ia tidak semengerikan Marik dalam hal seks, tapi dia juga lumayan menyeramkan. Se...sepertinya, penyakitnya menurun dari sepupunya Yug...."

"hah?!" Yugi mendelik mendengar itu. Ia baru ingat bahwa Yami memiliki penyakit hormon. Seketika itu, dunia seakan menjadi horor bagi Yugi. Ia sungguh lupa jika partnernya itu adalah seorang......'mantan sex god'.

'ya Tu..Tuhan....Jo...Jou saja sampai seperti ini saat berhubungan dengan Kaiba yang mungkin mendapat setengah dari penyakit hormon Yami. Jika Jou sampai seperti ini dengan Kaiba, lalu bagaimana denganku yang harus menghadapi 'sumber' asli dari penyakit hormonal mengerikan itu?!!' Yugi benar-benar pucat. Ia tak dapat membayangkan akan jadi apa dirinya jika ia menjadi mangsa sang sex god diatas ranjang. Hal itu pasti akan benar-benar mengerikan. Makhluk imut, mungil, manis dan innocents seperti dirinya harus dilumat secara brutal oleh pria penggila seks macam Yami? Wow!

"Ya...Ya Tuhan...."

"a...ada apa Yug?" kekhawatiran terpancar jelas diwajah Jou saat melihat ekspresi pucat Yugi. Dengan gaya robot, kawannya itu mulai menoleh kearahnya.

"Jo...Jou, ji..jika kau menjadi seperti ini karena 50% penyakit hormon yang dimiliki oleh Kaiba, lalu bagaimana jadinya aku yang harus menghadapi Yami yang memiliki 100% penyakit hormon?" Jou terkejut mendengar itu.

"i..iya juga!! Yami kan su...sumber penyakit hormon!! Apalagi dia seorang mantan sex god....." Jou ikut berekspresi pucat. Seketika itu, Yugi menatap Jou dengan tatapan memelas.

"Ya...Yami tak akan tega untuk membuatku tersiksa kan Jou? Iya kan? Ia pasti masih memiliki belas kasihan. Katakan padaku bahwa pernyataanku ini benar Jou!! Kumohon!!" Yugi ketakutan setengah mati. Jou bingung bagaimana harus menenangkan kawan mungilnya itu.

"uhh...aduh, gimana ya? A…aku juga tak bisa memastikan perkataanmu, Yug. Waktu itu, dia hampir memperkosamu secara brutal. Kau bahkan sampai digigit olehnya. Sepertinya Yami benar-benar menggila jika dalam hal seks....." pernyataan kawannya itu sungguh semakin membuat Yugi paranoid. Kini ia ragu apakah ia ingin bertemu kekasihnya itu atau tidak.

"sudahlah Yug, kau tak perlu khawatir. Lagipula, Yami tak akan kembali saat ini kan? Aku yakin, ia akan kembali beberapa tahun lagi. Sebaiknya kau mempersiapkan dirimu sebelum menghadapi Yami sepenuhnya." tutur Jou. Yugi menganggukkan kepalanya.

"ya. Kau benar Jou. Aku yakin, ia tak akan kembali saat ini ju....."

CCCIIITTT!!! BBRRRRUUUUAAAAAAKKKKK!!!!!

"AAAARRRRGGGGHHHHH!!!!"

Sebuah teriakan memilukan diiringi dengan suara benturan yang begitu nyaring mulai terdengar dari luar wisma. Seketika itu Yugi dan Jou terkejut dan langsung berlari keluar wisma. Mereka begitu shock saat pemilik kos mereka terlihat tersungkur di tengah-tengah jalan dengan luka memar di wajah dan beberapa anggota tubuhnya yang lain. Dihadapan Pegasus, sudah terlihat seseorang yang turun dari limo yang ia kemudikan.

"HEI!!! KALAU JALAN, LIHAT-LIHAT DONK!!! KAU TAK BISA SEENAKNYA BERJALAN MELENGGAK-LENGGOK SEPERTI BARONG SAI DI TENGAH JALAN BEGINI!!! DASAR KEPARAT!!!" bentak salah seorang figur yang diduga adalah supir limo tersebut. Dengan penuh lara dan siksa(?), Pegasus mencoba untuk bangkit.

"hiks.....setidaknya anda juga perhatikan jalan donk!! Masa auraku yang menawan dan menganggumkan ini tidak cukup untuk membuatmu terpesona, hah?? Hiks.....kenapa nasib sial selalu menimpaku sih, bok?? Huh? Why?!! Hiks!!! Huwaaaaaa!!! Yugi-boy!!!" dengan penuh kelebayan dan melodramatis, Pegasus segera berlari dan langsung memeluk Yugi dengan sangat erat. Hal itu membuat Yugi dan Jou memasang paras jijik dan supir limo itu mulai menatap Pegasus layaknya menatap orang gila.

"err....Pegasu...."

"YUGI-BOY!!!! HUWAAAAA!!! APA SALAHKU?!! MENGAPA AKU SELALU MENGALAMI SIAL?!! MENGAPA COBAAN BERAT SELALU DATANG PADAKU?!! MENGAPA AKU HARUS MEMIKUL TAKDIR KEJAM SEPERTI INI?!! MENGAPA YUGI-BOY?!! MENGAPA?!! APAKAH AKU TAK LAYAK MENDAPAT KEBAHAGIAAN?!! APAKAH AKU TAK PANTAS MENJADI EKSISTENSI YANG BERHARGA?!! APAKAH AKU......" kalimat-kalimat pujangga murahan dan membosankan itu terus saja meluncur keluar dari mulut Pegasus. Hal itu menyebabkan Jou menguap berkali-kali, supir limo melotot dan Yugi masih tetap berusaha keras untuk lepas dari cengkraman Pegasus.

"hei, Pegasus-san!! Lepaskan Yugi!!!" Jou pada akhirnya mulai muak dan mencoba untuk menyelamatkan nyawa kawan mungilnya itu. Namun ternyata, kekuatan calon binaragawan berjiwa keibuan itu begitu kuat dan cukup perkasa untuk takaran semi banci.

"TEDAKS!! AKU TAK MAU MELEPASKAN YUGI-BOY!! TEDAKS MAU!!! TEDAAAAKKKSS!!!" Pegasus semakin mencengkram Yugi dengan begitu erat dan sadis. Pria mungil itu semakin sulit dalam bernafas. Disaat keadaan makin genting itu, muncullah sebuah interupsi yang tak terduga.

"menyingkirlah darinya. Dia.......milikku." suara tegas bernuansa baritone itu mengagetkan semua orang. Belum sempat Pegasus mencerna maksud dari perkataan itu, tiba-tiba dari arah belakang, tubuh pemilik kos itu sudah dicengkram oleh seseorang dan ditarik untuk menjauh dari Yugi. Semua terbelalak melihat kekuatan figur itu. Sesosok figur misterius dengan postur tubuh yang tidak sebesar Pegasus itu ternyata dapat menumbangkan pemilik wisma Sennen yang menjijikkan itu.

"ouucchh!!!" pada akhirnya, Pegasus mendarat di atas tanah dengan pose yang tak jelas. Disaat yang sama, Kaiba terlihat berjalan keluar dari wisma dan secara kebetulan, Marik dan Malik juga terlihat sedang berjalan disisi jalanan wisma.

"apa-apaan ini?!" nada frustasi terdengar jelas dari perkataan CEO itu. Tak membutuhkan waktu lama bagi Marik dan Malik untuk ikut bergabung dalam situasi ini.

"wah...wah, lihat apa yang kita dapatkan, Malik cinta!! Sebuah limo berhenti di depan wisma, beberapa orang berkerumun melihat Pegasus." gumam Marik.

"BEDEBAH!!! KALIAN BERISIK SEKALI!!!" suara kasar itu ternyata berasal dari Bakura yang saat ini juga terlihat berjalan keluar wisma. Dari arah belakang juga terlihat Ryou dengan keadaan yang sedikit berantakan. Pada akhirnya, semua berkumpul karena keributan itu.

"sebenarnya ada apa ini, Katsuya?" Kaiba melayangkan pertanyaan pada kekasihnya. Raut lelah jelas terlihat di paras para housemate yang telah melakukan perbuatan laknat. Terutama Marik dan Malik.

Jou mulai menggaruk-garuk kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali. "umm.....Pegasus-san berulah lagi. dia mencengkram Yugi dan lalu ada seseorang yang membantu......" seketika itu, semua mulai menatap figur misterius yang baru saja menghempaskan Pegasus dari Yugi. Figur itu memakai sebuah kain tudung berwarna hitam yang panjang bagaikan jubah untuk menutupi sebagian wajahnya. Semua menautkan alisnya melihat figur yang terlihat familiar itu.

"Baginda Raja!! A...anda tidak apa-apa?!!" sesosok figur pria beserta seorang wanita terlihat berjalan keluar dari limo dan menghampiri figur misterius itu. seketika itu, semua pun terbelalak karena melihat wajah-wajah yang begitu familiar semenjak tiga tahun yang lalu.

"Mahaad? Mana?" Seto benar-benar terkejut melihat dua orang pelindung itu. Dan jika mereka berdua berada disini maka, sudah pasti satu orang itu juga berada disini.

"ja...jangan-jangan....." belum sempat Kaiba menyelesaikan ucapannya, figur bertudung itu mulai tersenyum sinis.

"hah! Ternyata sudah 3 tahun kutinggalkan, suasana wisma ini masih saja tetap tidak berubah." suara baritone itu terlalu familiar. Terlalu familiar hingga membuat jantung Yugi berdegup dengan kencangnya.

'a..apakah dia adalah.....' Yugi sungguh tak dapat berfikir lagi. luapan perasaannya semakin lama semakin berkecamuk. Figur itu mulai mengarahkan pandangannya kearah Yugi. secara perlahan-lahan, ia pun mulai melepas kain tudung yang menutupi wajahnya. Keheningan terjadi di masa itu. dan semua terkejut dan shock saat figur itu memperlihatkan sosoknya yang sebenarnya.

"A...Atem...." Kaiba hanya dapat berbisik singkat seraya menatap sepupunya itu dengan pandangan takjub. Semua hanya menganga karena tak percaya melihat perubahan yang terjadi pada housemate wisma sennen yang sudah kembali dari Mesir itu. sesosok figur regal itu terlihat semakin menganggumkan dan tampak gagah. Dengan busana kerajaan perpaduan style gothic yang ia kenakan itu cukup mampu untuk membuat semua orang yang melihatnya menjadi terbelalak dan terpesona. Kemeja formal berjubah, celana kulit hitam ketat, sepatu boots elit, bahkan beberapa simbolisasi Raja seperti mahkota emas bermata udjat, piercing di telinga dan tak lupa tambahan neckbelt, semua itu sungguh terangkai sempurna membungkus dan menghiasi tubuh idealnya. Walau disaat yang sama figur itu terlihat jantan, seksi, tampan dan mungkin menggiurkan, namun kewibawaannya sebagai Raja juga terlihat pada saat yang sama. Keregalan yang menyelimuti paras dewanya itu tak akan pernah sirna. Kedua mata merah ruby yang ia miliki itu semakin menampakkan intensitasnya. Sungguh semua itu merupakan sebuah perubahan yang terlalu sempurna.

"i...itu Ya...Yami kan, Marik sayang?" Malik benar-benar terperanjat. Ia bahkan tak berkedip sama sekali saat melihat perubahan baru sang mantan sex god itu. kekasihnya, Marik, hanya dapat menganggukkan kepalanya perlahan-lahan.

"dia selalu membawa perubahan yang berbeda. Aku benar-benar ingin seperti dia, Malik cinta. Dia tampak menganggumkan sa...saat menjadi seorang Raja seperti ini.....huff!! kapan aku bisa menjadi seseksi dia?!! Huwaaa.....kapan?!!" gerutu Marik iri.

Keheningan kembali terjadi. Tak ada satu orang pun yang menemukan kekuatan untuk mengatakan sesuatu. Kejadian ini terlalu cepat. Terlalu cepat untuk mendapatkan sebuah penyambutan. Realitas ini sungguh membuat semuanya tak bergeming. Alur pemikiran otak seakan terhambat oleh tekanan perasaan.

Figur itupun kembali mengarahkan pandangannya ke arah Yugi. Rasa shock terlihat jelas menghiasi paras manis kembarannya itu. setelah 3 tahun ini, Aibounya itu juga cukup mengalami sebuah perubahan. Ia menjadi semakin manis, semakin dewasa dan yang terpenting, partnernya itu juga semakin terlihat mengagumkan. Sebuah senyum lembut pun terutas darinya.

"Aibou...."

Sudah lebih dari cukup. Realitas ini benar-benar sungguh terjadi. Panggilan itu hanya akan terucap dari satu orang saja. Dari orang yang satu-satunya ditakdirkan menjadi partner hatinya. Tekanan perasaan Yugi semakin memuncak. Rasa rindu yang menyiksanya pun berganti menjadi sebuah kebahagiaan mutlak. Air mata terancam mengalir dari kedua mata amethystnya. Terlalu indah. Keajaiban ini terlalu indah. Terlalu indah untuk diberikan padanya. Sang Dewa pun ternyata bisa berbaik hati juga.

"Ya...Yami...." tanpa basa-basi lagi, ia mewujudkan kerinduan itu dengan beranjak secepat mungkin dari tempat ia berdiri dan langsung memeluk partnernya dengan erat. Yami pun membalas pelukan itu dengan kadar keeratan yang sama. Terlalu erat. Erat hingga sulit untuk terpisahkan. Seluruh perasaan yang terbendung telah bebas. Segenap rasa sayang dan cinta itu mulai melebur bersamaan dengan pertemuan mengharukan itu.

"Ya...Yami....ka...kau kembali....ukh...." kembaran mungilnya itu sudah tak dapat membendung perasaannya lagi. Butiran air mata terlihat mengalir dikedua pipinya. Yami pun tersenyum melihat itu. Ia juga merasakan sebuah kerinduan yang begitu menyiksa. Dengan segenap perasaannya, ia pun mempererat dekapannya itu pada partnernya.

"aku sangat merindukanmu, Aibou......"

Semua pun tersenyum melihat pemandangan manis itu. sudah terlihat jelas rona kebahagiaan diantara dua pria kembar itu. tak ada yang ingin menginterupsi moment itu. moment indah yang mampu membuat semua orang terharu melihatnya.

"hiks....Ma...Marik sayang, hoks....srroookkksss.....a...aku terharu....ukhu...huu...mereka berdua benar-benar pasangan manis....huwaaaaa!! hiks!! Marik sayang!! Andai saja kita bisa mengabadikan moment itu saat ini juga!! Hiks!! Srroookkksss!!!" dengan dramatisnya, Malik mulai menangis seraya memeluk kekasihnya dengan cukup erat. Ritual usap ingus juga sudah dilakukan seperti biasa. Benar-benar ciri khas Malik seksi productions.

"hiks....kau harus ingat Malik seksi, sebulan yang lalu, kamera dan handycam kita sudah dibakar oleh Kaiba hanya karena kita ingin mengabadikan kegundahan hati Yugi. sekarang kita sudah tak punya alat lagi untuk mendokumentasikan moment ini. Hiks....TEGANYA KAU KAIBA!!!" rengek Marik lebay seraya memeluk Malik. Kaiba hanya dapat menghela nafas mendengar itu.

"aku tak ingin kalian berdua mengacau lagi. hah! Tindakanku untuk memusnahkan peralatan dokumentasi kalian berdua itu sungguh sudah tepat."

"ya, kau benar. Aku setuju denganmu." sahut Bakura menambahkan. Pada akhirnya, semua kembali melihat scene mengharukan di hadapan mereka itu. disana, sudah terlihat Yami yang melepas pelukannya dari Yugi. Yugi sedari tadi masihlan tertunduk dengan tetesan air mata yang terlihat mengalir.

"Aibou? Aku sudah kembali. Mengapa kau menangis?" Yami benar-benar khawatir. Yugi terlihat begitu terguncang. Secara perlahan-lahan, ia mulai menyentuh wajah kembarannya itu dan mendongakkannya ke arahnya.

"Aibou?"

"ma...maafkan aku. A..aku hanya terlalu bahagia......kau tak perlu cemas, Yami....." secara perlahan-lahan, Yami pun mulai menghapus air mata yang mengalir dikedua mata amethyst Aibounya itu. Ia begitu mencintai kembarannya. Ia sudah tak dapat membendung perasaannya lagi. Ia sangat membutuhkan Yugi.

"ka...kau sudah menjadi Raja sekarang. Waktu bergulir begitu cepat ya." Yugi melayangkan sebuah senyuman manis. Yami tetap terdiam dan masih saja terus-terusan memandangi Yugi. Melihat intensitas tatapan kembarannya itu membuat wajah Yugi bersemu merah. Ia akui bahwa setelah 3 tahun ini kembarannya itu semakin bertambah tampan dan begitu regal. Tak lupa juga dalam segi hot dan seksi. Ia tak menyangka bahwa ia bisa memiliki kekasih seorang Raja yang begitu mengagumkan seperti ini. Benar-benar sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.

"uhh....Ya...Yami? ke...kenapa kau terus memandangiku seperti itu?" dengan polosnya, Yugi mulai memiringkan wajahnya dan melambaikan telapak tangannya di hadapan kekasihnya itu. Hal itu sudah membuat Yami tak dapat menahan gejolak perasaannya lagi. Dengan gerakan cepat, ia mulai mencengkram wajah manis kembarannya itu dan langsung menempelkan bibirnya dan mencium Aibounya itu dengan penuh nafsu. Yugi benar-benar shock dan terbelalak dengan tindakan kembarannya itu. Ia tak menyangka bahwa Yami akan melakukan itu padanya.

"mmmppphhh!!! Yam....mmmhhh!!!" Yugi benar-benar tak dapat berkutik. Tenaga sang Raja Mesir itu benar-benar begitu kuat. Yami semakin mencengkram erat tubuhnya dan menciumnya dengan penuh kekuatan. Terlalu menekan dan dalam. Yami benar-benar berhasil mendominasi mulutnya. Wajah Yugi benar-benar memerah dan panas. Ia tak dapat mengambil pasokan udara sedikitpun.

CCRRROOOTTTT!!!!

Sebuah hal yang tak terduga terjadi. Aliran darah terlihat mengucur keluar dari hidung Mana.

"Ma...Mana?! a...apa yang terjadi denganmu?!! Ka...kau mimisan!!!" Mahaad sungguh terbelalak melihat muridnya itu. Mana hanya bisa menganga menatap Rajanya yang mencoba melumat habis mulut kekasihnya itu. Darah terus saja mengucur keluar dari hidungnya. Tak lama kemudian, ia terlihat berbinar-binar.

"Ma...Master Mahaad, me...mereka benar-benar hot. Lebih hot daripada doujinshi YAOI yang biasa kubaca. Ter....terlalu hot....CCRRROOOOTTT!!!!" semua mulai sweatdrop mendengar pernyataan Mana. Pada akhirnya gadis itu harus menderita mimisan akut.

"hah....hh...Yam...mmmhhh....hen..hentikan...nnhhh!!!" Yugi benar-benar sudah tidak kuat lagi. sudah 20 menit berlalu, Yami masih saja terus melumat mulutnya tanpa jeda sedikitpun. Jika keadaan dilanjutkan, ia bisa-bisa pingsan karena kehabisan udara. Dengan sekuat tenaga, ia berusaha melepaskan diri dari jeratan Yami. Namun, kembarannya itu semakin mencengkram wajahnya dan semakin menekan bibirnya pada Yugi. Semua mulai panik melihat itu.

"umm....Se...Seto, aku tahu bahwa Yami sangat mencintai Yugi dan merindukannya. Ta..tapi, kupikir, akan ada baiknya jika kita segera menghentikan mereka. Sepertinya Yugi sudah berada diambang batas. Ia bisa pingsan Seto." jelas Jou singkat. Kaiba hanya dapat menghela nafasnya. Bagaimana pun juga, yang dikatakan kekasihnya itu ada benarnya juga.

"Bakura, Marik, sepertinya, aku membutuhkan bantuan kalian......"


(warning : beware of lemon in this part!! Jika tidak kuat, sebaiknya lewati saja. Lemon di part ini mungkin lebih eksplisit dan panjang jika dibandingkan lemon di chapter sebelumnya. Disarankan menyiapkan tisu karena rawan nosebleed. Dan bagi para penderita anemia, mungkin bisa menyiapkan tranfusi darah *lebay*)

Hampir sebulan pun berlalu semenjak hari kembalinya Yami. Menteri tertinggi Mesir itu memutuskan untuk singgah sementara di wisma Sennen bersama kekasihnya. Walau bagaimanapun juga, ia sudah bukan orang biasa-biasa lagi. Ia masihlah harus mengemban tugas untuk memimpin negaranya. Yami tentu tak bisa berlama-lama untuk singgah di Jepang. Lambat laun, Ia pun harus kembali juga ke negaranya untuk melanjutkan pemerintahannya.

"aku sudah memutuskan itu, Yami. Jika kau kembali ke Mesir nanti, aku akan ikut bersamamu." Yami hanya bisa menatap serius ke arah Yugi setelah mendengar pernyataan itu. Dari ekspresi kembarannya itu, sudah dapat dipastikan bahwa tak ada sedikitpun keraguan.

"apa kau yakin akan keputusan ini, Aibou? Kau tak akan bisa kembali ke Jepang dalam waktu dekat jika kau memutuskan untuk tinggal bersamaku di Mesir." dengan mengatakan itu, bukannya Yami tak ingin jika Aibounya itu tinggal bersamanya. Ia justru ingin selalu bersama Yugi selamanya. Namun, ia tak ingin Yugi membuat keputusannya sendiri atas dasar paksaan. Yang ia inginkan, hanyalah kebahagiaan Aibounya.

Yugi menghela nafasnya secara perlahan. Ia lalu berjalan menghampiri kekasihnya itu dan mulai memeluk kembarannya itu dengan erat. Yami sedikit terkejut dengan tindakan kembaran mungilnya itu.

"aku tak ingin berpisah lagi denganmu, Yami.......akan kulakukan apa saja agar aku bisa selalu bersamamu....."

"Aibou...." Yami seakan luluh mendengar permohonan tulus Aibounya itu. Yugi semakin memeluk tubuhnya dengan sangat erat. Secara perlahan-lahan, ia melingkarkan tangannya disekeliling Yugi dan memeluk kekasihnya itu. Yami pun menenggelamkan wajahnya dirambut lembut kembarannya.

"aku sangat mencintaimu.......Aibou......" pernyataan itu dibalas dengan sebuah anggukan lemah. Secara perlahan-lahan, Yami pun kembali mendongakkan wajah Yugi kearahnya dan mulai menempelkan bibirnya tepat di bibir mungil kembarannya. Yugi pun merespon ciuman itu dengan menekan bibirnya lebih intensif lagi pada kembarannya. Setelah beberapa detik, Yami mencoba untuk memasukkan lidahnya kedalam mulut Yugi. Yugi pun menyanggupi hal itu dan membuka akses agar Yami dapat mendominasi mulutnya. Lidah mereka pun berduel dan Yami semakin mendominasi mulut Yugi seutuhnya. Keadaan itu semakin lama semakin bertambah panas. Kedua wajah mereka mulai memerah dan mereka tetap saja saling menekan dan membenturkan kedua wajah mereka sedekat mungkin. Pasokan udara seakan terlupakan. Mereka pun terbuai dalam indahnya euphoria.

Selang tak lama, kebutuhan akan udara pun semakin mendesak. Yami terlebih dulu menghentikan ciumannya dan mencoba mengatur nafasnya. Nafas keduanya benar-benar memberat. Warna merah masih belum menghilang dari paras mereka masing-masing. Mereka tahu ada sebuah nafsu yang bergelut di dalam hati mereka. Dan Yami pun semakin kesulitan mengendalikan hormonnya.

"A...Aibou....se...sebaiknya, a..aku kembali ke kamarku...a..aku sudah tak dapat mengendalikan diri-mmmhhh!!" belum sempat Yami menyelesaikan perkataannya, kembaran mungilnya itu kembali membungkam mulutnya dengan cara menciumnya. Yami terbelalak dan shock dengan hal itu. Ia hampir saja tak dapat berfikir jernih. Sebenarnya apa yang dilakukan Yugi? mengapa kekasihnya itu malah memancingnya agar kehilangan kendali sepenuhnya? Tidakkah Aibounya itu tahu bahwa ia memiliki kelainan hormon? Ia sungguh tak ingin menyakiti Yugi. Ia harus menghentikan hal ini sebelum semuanya terlambat.

"mmhh....su..sudah cukup Aibou! A…aku tak ingin menyakitimu!" dengan segenap tenaganya, ia mencoba menghentikan Yugi dan mulai mencengkram pundak Yugi. wajah tampan Raja Mesir itu mulai memerah karena kehabisan pasokan udara. Melihat itu, Yugi hanya dapat tersenyum dengan lembut.

"kau tak perlu menyembunyikannya dariku, Yami. aku tahu kau menginginkan hal ini sejak lama." Yugi mulai membelai dada kembarannya itu dengan lembut. Ia tahu bahwa cepat atau lambat, ia harus menyerahkan segala yang ia miliki itu pada partnernya. Dan ia hanya ingin membahagiakan kekasihnya. Ia tahu bahwa kekasihnya itu sudah lama menunggu hal ini. Dan ia tak ingin membuat kembarannya itu terus menantinya.

"A...Aibou....a...aku...nngghhh....." Yami sungguh tak tahu, mengapa Yugi bisa dengan lihainya membelai dadanya untuk menciptakan sebuah rangsangan dalam dirinya. Ia tak akan bisa bertahan lama jika Aibounya terus-terusan menyentuhnya seperti ini. Sekujur tubuhnya seakan berteriak. Ia sungguh-sungguh membutuhkan Yugi.

"nngghh....A...Ai...bou....."

"jangan kau tahan......aku tahu kau menginginkan ini. Aku sudah siap, Yami......aku hanya ingin kau bahagia....." bisik Yugi seraya mencium leher Yami dan terus membelai dada kekasihnya itu dengan lembut. Yami sudah tak dapat menahannya lagi. Jiwa sex godnya semakin mendominasi. Tanpa menunggu lama, ia kembali mencengkram tubuh mungil Yugi ke dinding dan membenturkan kedua bibir mereka dengan begitu putus asa. Yami kembali melumat, menjilat, menghisap dan terus mendominasi mulut Aibounya. Suara erangan dan desahan lembut yang dihasilkan oleh Yugi semakin membuatnya menggila. Ia pun terus menekan kekasihnya ke dinding dan kesejatian mereka pun saling berbenturan. Hal itu membuat Yugi mengerang akan ekstasi.

"nnhhh....Ya...Yami....ku...kumohon....." Yugi sudah tak dapat menahan gejolaknya lagi. Ia hanya ingin kekasihnya itu memilikinya seutuhnya. Yami tentu tak akan bisa menolak permohonan Aibounya itu. Apalagi, ia sudah menantikan hal ini sejak lama.

"Aibou.....jangan kau kira setelah aku menjadi Raja selama 3 tahun ini, aku sudah kehilangan kemampuanku sebagai sex god. Keahlianku itu tak akan pernah bisa hilang. Seks adalah bakatku......dan aku bisa hilang kendali jika kau sungguh-sungguh ingin melakukan hal ini padaku. Jadi, aku ingin memastikan satu hal sebelum semuanya terlambat. Apa kau sungguh siap melakukan ini, Aibou? Aku tak ingin menyakitimu......" bisik Yami di telinga Yugi. Suaranya semakin berat. Sungguh terlihat jelas bahwa mantan sex god itu sedang menahan gejolak hormonnya yang mulai memuncak. Yugi yang sudah yakin dengan keputusannya hanya dapat menganggukkan kepalanya dengan lemah. Ia pun mulai berbisik di telinga kekasihnya.

"aku.......milikmu......" jawaban itu sudah membuat Yami semakin menggila. Dengan cepat, ia mulai menghempaskan tubuh mungil Yugi ke atas ranjang. Ia kembali menempelkan bibirnya pada bibir lembut Yugi seraya menindihnya. Ia terus melumat bibir mungil Aibounya dan mencoba untuk melepas kain pembungkus tubuh Yugi satu persatu. Yami lalu mencium leher Yugi dan mengisap daerah sensitif di leher kembarannya itu. Sebuah erangan lembut telah ia dapatkan saat ia memberi Aibounya sebuah gigitan kecil hingga meninggalkan sebuah kiss mark. Ia pun mulai menjilat dan menggigit daun telinga Yugi dan terus membuat Yugi terbuai akan euphoria semu itu.

"ahh....nnnhhh...Ya...Yami...." Yugi mengerang dan mendesah saat kekasihnya itu mulai memberikan pelayanan menggiurkan diarea dadanya. Lembutnya lidah kembarannya yang terus saja menari-nari di dada dan perutnya, seakan membuat tubuhnya berteriak untuk menginginkan lebih. Yugi tak pernah merasakan kepuasan sedalam ini. Partnernya itu benar-benar membuatnya mabuk dan buta akan pleasure.

"kau begitu cantik, Aibou......sempurna......." suara baritone itu begitu seduktif. Yami terus saja memperhatikan lekuk tubuh Yugi. Kulit Aibounya yang lembut seputih susu itu seakan berteriak untuk disentuh. Seakan berteriak untuk didominasi. Yami lalu kembali menatap paras manis Aibounya. Nafas Aibounya itu mulai terengah-engah. Warna merah kembali menghiasi kedua pipinya. Bibir merah mungilnya yang terbuka sedikit untuk mengatur udara itu seakan meminta untuk dicium. Tanpa basa-basi lagi, Yami kembali menempelkan bibirnya ke bibir lembut Yugi dan kembali melumat isi mulut Yugi sekali lagi.

"mmhhh.....hhnn....Yami...mmh..." disaat Yami membutakan pikiran Yugi dengan terus melumat mulutnya, ia menggunakan kesempatan itu untuk melepas pembungkus tubuh Yugi dibagian bawah. Ia lalu menggenggam kesejatian milik Aibounya dengan cukup erat dan hal itu membuat Yugi menghempaskan kepalanya ke belakang dan mengerang dengan keras.

"Ahhh!!!" nafas Yugi kembali memburu. Yami terus mengenggam milik Yugi dan menggerakkannya dengan ritme yang teratur. Yugi semakin menghempaskan kepalanya ke samping. Erangan dan desahan Aibounya itu seakan menjadi alunan musik indah bagi Yami. Ia ingin mendengarkan melodi itu. Sebuah melodi permohonan yang menggiurkan. Dengan cepat, Yami mulai menahan kedua kaki Yugi dan mulai memasukkan milik Yugi ke dalam mulutnya.

"AHH!! YA...YAMI!!!" Yugi memekik tajam. Kekasihnya itu dengan lihainya terus melumat kesejatiannya dengan irama naik turun yang teratur. Hisapan dan jilatan itu semakin membuat pikiran Yugi melayang. Air mata hampir terancam keluar karena ia tenggelam dalam pleasure berlebih itu. Ia pun mulai meremas rambut di kepala Yami secara perlahan-lahan. Ia berusaha untuk tidak memaksa Yami untuk melumatnya lebih dalam lagi.

"ku...kumohon Yami...a...aku...Aahh!!" Yami seakan mengerti dengan permohonan itu. Ia mulai mempercepat ritme dan terus menahan kedua kaki Yugi agar tidak menutup. Ia mulai menghisap dalam-dalam di tengah-tengah erangan Aibounya itu. Dan pada akhirnya, sebuah hasil pun ia dapatkan.

"AAHH!!! YAMII!!!" Yugi pun mencapai klimaks. Sebuah cairan putih mulai keluar dan Yami dengan senang hati melumatnya hingga tak tersisa. Yugi pun mulai mengatur nafasnya. Sekujur tubuhnya serasa panas. Dengan lemah, ia melihat kearah Yami yang masih mencoba menelan cairan klimaksnya. Sebelum kekasihnya itu berhasil menelan semuanya, Yugi pun menarik kepala Yami dan langsung menempelkan bibirnya pada bibir kekasihnya itu. Yami terbelalak dengan hal itu. Yugi menjilat bibirnya untuk sebuah akses dan Yami pun membuka mulutnya. Mereka pun kembali berduel lidah. Mereka saling mengerang dan mendesah akan kontak itu. Yugi pun merasakan rasanya sendiri. Ia ingin berbagi cairan itu bersama-sama.

"nnhhh....hah...hhh...." setelah pertukaran lidah itu dilakukan, Yami pun mulai mengambil sebuah botol minyak dan memasukkan ketiga jarinya di botol minyak itu. Yugi mulai menautkan kedua alisnya melihat itu.

"a...apa yang kau lakukan, Yami?" Yami hanya tersenyum mendengar itu. setelah 3 tahun ini, ternyata Aibounya itu masihlah polos seperti dulu.

"kau belum pernah melakukan ini sebelumnya kan, Aibou? Ini hanya untuk mempermudah dan mengurangi rasa sakit." dengan itu, Yami mulai membuka selangkangan Yugi lebar-lebar. Wajah Yugi kembali memerah.

"Ya...Yami....i...ini...."

"rasanya mungkin agak sedikit mengganjal Aibou. Jika kau ingin berhenti, segera katakan padaku......" Yugi pun menganggukkan kepalanya dengan lemah. Yami pun secara perlahan-lahan mulai memasukan jarinya ke tubuh Yugi.

"nnhh...." Yugi mulai memejamkan matanya. Jari itu sungguh terasa mengganjal ditubuhnya. Setelah beberapa saat, Yami mulai memasukkan jari kedua. Hal itu membuat Yugi terbelalak sepenuhnya.

"aahh....sa...sakit...." Yugi menghempaskan kepalanya ke samping. Yami mencoba melebarkan lekatnya dinding Aibounya itu dengan mengatup-ngatupkan kedua jarinya seperti gunting. Air mata kembali terancam mengalir. Melihat itu, Yami langsung menempelkan bibirnya pada Yugi agar ia dapat melupakan rasa sakitnya. Setelah tanda-tanda ketenangan mulai terlihat pada Yugi, dengan hati-hati, Yami mulai memasukkan ketiga jarinya.

"Aaaahhh!!!" ketiga jari itu semakin mendominasi dindingnya. Air mata kali ini benar-benar telah mengalir keluar dari kedua matanya. Yugi mencoba menahan sensasi menyakitkan itu. Yami yang melihat itu kembali mencium Yugi dan mulai menggerakkan ketiga jarinya dengan gaya zig zag. Yugi mulai mendesis dengan hal itu.

"tenanglah, Aibou. Jika kau tenang, maka rasa sakitnya akan berkurang." bisik Yami ditengah-tengah pencariannya untuk menemukan titik terdalam Aibounya itu. Ia sungguh tak tega melihat Yugi yang terlihat sakit seperti ini. Namun, ia juga mulai sulit untuk mengendalikan dirinya. Ia benar-benar berusaha untuk tidak berlaku kasar dan memperkosa Aibounya sekarang juga. Jiwa sex godnya benar-benar mengerikan.

"uuhh....nnhh..." Yugi berusaha untuk melemaskan otot-otot tubuhnya. Rasa sakit sedikit demi sedikit mulai berkurang. Ia berusaha untuk mengikuti ritme jari Yami sampai pada akhirnya......

"AAAHHH!!!" pikiran Yugi seakan melambung tinggi. Yami telah berhasil menemukan hot spotnya dan mulai membenturkan jarinya ke titik itu secara berulang-ulang.

"nngghhh!!" air mata terus bercucuran dari kedua mata Yugi. pleasure yang ia dapat benar-benar berlebih. Pikirannya seakan melayang dalam dunia euphoria. Bintang-bintang seakan menari dan berputar-putar dalam pandangannya. Namun, masa euphoria itu berakhir saat Yami mengeluarkan ketiga jarinya dari tubuh Yugi. Yugi merasa kecewa dengan hal itu. melihat ekspresi kekecewaan yang tergambar di wajah manis Aibounya itu membuat Yami tersenyum.

"tenanglah Aibou......aku masih belum selesai....." setelah melepas pakaiannya dan melakukan persiapan pada dirinya sendiri, Yami mulai memposisikan dirinya di hadapan Yugi. Yami mulai menatap Yugi sebagai tanda. Yugi mulai tersenyum dan menganggukkan kepalanya perlahan-lahan. Dengan itu, Yami pun mulai menginvasi dinding Yugi perlahan-lahan.

"Aakkhhh!!" Yugi kembali menghempaskan tubuhnya ke belakang. Ia juga menghempaskan kepalanya ke samping dan menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit yang terasa.

"nnnhh...kkhh...." Yami hanya dapat mendesis. Lekatnya dinding Aibounya itu benar-benar hampir membuatnya mencapai klimaks dengan cepat. Ia tak pernah merasakan kelekatan seperti ini. Ia mencoba untuk diam dan membiarkan Yugi membiasakan diri dengan sesuatu yang memasuki tubuhnya itu.

"Aibou....."

"a..aku ti...tidak apa-apa....." suara itu begitu lemah. Yugi mulai menganggukkan kepalanya sebagai tanda untuk melanjutkan aksi ini. Dengan ijin persetujuan itu, Yami kembali melanjutkan aksinya dan mencoba masuk ke dalam tubuh Yugi secara perlahan-lahan.

"aahh....Ya...Yami...." ritme teratur yang tak terlalu kasar itu cukup untuk membuat Yugi merasa nyaman. Yami masih tetap bersabar dan mencoba mengatur ritmenya selambat mungkin. Ia tak ingin menyakiti Yugi. Namun pada akhirnya, Yugi mulai merasa tak puas dengan hal itu.

"aahh....le....lebih cepat, Yami.....lebih keras lagi....." Yami mulai tersenyum seperti iblis saat mendengar permohonan itu. Ia pun berbisik di telinga Yugi. "As You wish......" dan sang mantan sex god itu mulai mempercepat ritmenya.

"AAHH!!!" tubuh mungil Yugi mulai berguncang. Kekasihnya itu terus memasuki tubuhnya dengan sangat cepat. Kedua kakinya kini bertumpu di atas pundak Yami. Yami semakin menembus dan membentur titik terdalam Yugi berulang kali.

"Aaahh!! Ya...Yami!! nnggrhrh....AAAHH!!" kepuasan itu semakin lama semakin meningkat. Yugi mulai meremas kain selimut disebelahnya dan mencoba menahan benturan Yami yang sudah tergolong dalam tingkatan brutal itu. Yami pun kembali menatap Yugi dan langsung melumat mulut Aibounya itu dengan kasar dan penuh nafsu. Nafas mereka semakin memburu dan terputus. Keadaan itu semakin lama semakin intens. Sebuah kendali terancam menghilang. Keadaan itu semakin lama semakin bertambah panas dan berat.

"hhnn....hhh...A...Ai...Aibou....a...aku sangat mencintaimu.." bisik Yami ditengah-tengah dekatnya jarak keduanya. Yugi terus mengerang dan merintih akan kepuasan. Bersamaan dengan dekatnya klimaks, Yami kembali mengenggam milik Yugi dan kembali menggerakkannya bersamaan dengan terbenturnya titik terdalam Yugi.

"AAAHH!!! KKHH!! NNNGGGHHHH!!!!" Yugi benar-benar tenggelam dalam kenikmatan itu. Ia sudah tak dapat membendungnya lagi. Sebuah ambang batas sudah tercapai. Klimaks pun menghampirinya.

"AAAHHH!!! YAMIIII!!!!" sebuah cairan putih mulai mengucur keluar dan tercecer di perut Yugi. tak membutuhkan waktu lama sebelum Yami juga mencapai klimaksnya.

"A...aibou!!! aaahh!!!" benih kekasihnya itu sudah masuk ke dalam tubuh Yugi. Dalam sekejap, Ia pun tersungkur diatas tubuh Yugi. Suara nafas yang terengah-engah memenuhi keheningan itu. Mereka berdua benar-benar kelelahan. Secara perlahan-lahan, Yami pun mulai bangkit dan berbaring di sebelah Yugi. Ia pun mulai mendekap Aibounya itu dengan sangat erat.

"a...aku sangat mencintaimu, Aibou....." Yugi pun mulai menatap kekasihnya itu dalam-dalam seraya tersenyum dengan lembut.

"aku juga mencintaimu, Yami." dengan itu, mereka kembali mengunci kedua jarak mereka dan kembali menempelkan kedua bibir mereka masing-masing untuk beberapa saat. Setelah itu, dunia mimpi pun datang dalam lelapnya tidur mereka.


Mana tak pernah mengira bahwa hal ini akan terjadi padanya. Ia tak menyangka bahwa tindakan laknatnya dalam mengintip privasi orang secara diam-diam ternyata membawa dampak yang negatif. Dengan langkah gontai, Ia beranjak menuju Masternya untuk meminta tolong agar ia bisa menyembuhkan mimisan permanent yang melandanya. Dengan darah yang terus mengalir dari hidungnya, ia sungguh bertekad bahwa ia tak akan pernah mengulangi perbuatan jahilnya dalam mengintip privasi orang.

"ter...ternyata, A....Atemu-sama dan Yu...Yugi-sama....be...benar-benar.......hot......CROOOOOTTTTSSS!!!"

To Be Continued........

Yami : .....

All : .....

Yami : .....

All : *sweatdrop*

Yami : uhh, umm.....terima kasih untuk semua yang telah mereview fic ini. Semoga chapter ancur bin laknat yang tidak jelas ini 'masih' dapat menghibur para reader sekalian. Maaf jika ada beberapa kata vulgar yang disengaja maupun yang tidak disengaja terselip di dalam chapter ini. Dan maaf, review reply sepertinya berada di chapter depan. Karena selain halamannya terbatas, Author juga tak bisa membalas review karena saat ini ia sedang menggila, menggeliat, klepek-klepek, head bang, dan hendak terjun ke dalam sumur milik tetangganya. =3=

All : (natap Yami dengan tatapan aneh)

Yami : *mad* woi!! Aku sungguhan tahu!!! Author kita kan sarap!! Lihatlah, lemon macam apa itu?!! sudah garing!! Tak jelas!! Lebay!! Habis gitu cuman 1 ronde!!! Tekniknya standart!! Dan....*plak*

Bakura : *ngamuk gaje* hoi!! Kampret!! Sudah untung kau diberi jatah lemon setengah chapter!! Aku malah foreplay!! Kampret kau!!

Kaiba : ck....kalian berdua diamlah!! Daripada mendengar ocehan mereka, sebaiknya silahkan review chapter laknat ini. Segala pertanyaan, kritik constructive dan saran semua diterima kecuali flame.

Marik : hehehe......sampai jumpa di chapter berikutnya. Kemungkinan chapter depan adalah chapter akhir. So, keep stay tune and Ja Ne!! XD