Balas Review! :D

Honey Sho: Yah, tau kalau 'Brussels sprout' itu kubis sih pas iseng translate aja! Soal fic-nya, aku masih mikirin konsepnya! Well, Thanks for Review! :D

Note: Maksudnya BTP Chapter 37 itu yang mana, ya? Bisa kasih tau? Aku agak lupa soalnya! ^^a

BlueAhoge: Semut itu makhluk terlaknat yang pernah ada! Ane suka mual kalau ngeliatnya ngambang di air minum! *true story!* Baiklah, terima kasih Review-nya! :D

Happy Reading! :D


Chapter 33: Glasses Five Meeting


"Oy, semuanya! Ayo kita mulai rapat ini!" ujar Luthfi.


Di suatu tempat...

"Bukannya ini hari yang cerah untuk rapat?" tanya Luthias.

"Tentunya, dan aku yang keren ini selalu membuat hari menyenangkan!" balas Luthfi.

"Luthy-pyon baka dayo ne!" gumam Giro.

"Nah, mari kita mulai saja!" ajak Luthfi.

'Kenapa, tidak ada yang menyadarinya?' batin Rydina.


~Rydina POV~

"Hey, semuanya! Ada yang mau beberapa makanan manis dari tempatku? Kalian tidak keberatan kan jika aku membawakannya sebanyak ini?"

Aku heran kenapa sepupuku, Ryder, selalu saja membuatku risih setiap kali kami rapat.

"Wah~ Qujanaq, Ryder! Minna, bagaimana kalau kita nyemil sebentar?"

Aku juga bingung kenapa adik si ketua guru kambing itu bisa seperti itu, tapi yang jelas itu sangat menggelikan.

"Hm? Hihihi!" Sepupuku langsung bergaya dengan sparkle di sekitarnya.

'A-apa maksudnya itu?' batinku dengan tampang risih.

"Rydina, kau baik-baik saja?"

"Ah, tentu saja, Idham! Tapi..." balasku menggantung. "Ada beberapa hal yang tidak kumengerti!"

Pertama, aku bingung kenapa mereka memilih tempat ini untuk rapat.

"Hey, bagaimana kalau kita coba ini? Ayo, ayo!"

Kedua, Luthfi membawa sejumlah minuman dan aku berharap tidak ada yang beralkohol.

"Ah, cobalah ini! Kau tak keberatan kan jika kami memberikannya padamu?"

Ketiga, aku tak habis pikir dengan perilaku cowok bertampang cewek itu. Tapi lebih baik aku biarkan saja.

"Tenang saja, Rydina!" Luthias mengancungkan jempolnya. "Di tempat Aniki, minor bisa minum jika mereka di bawah pengawasan orang lain!"

"Hey, kita ini bukan anak-anak!"

Keempat, Luthias bukan tipe periang, tapi entah kenapa dia bisa terlihat seceria itu.

"Banyak makanan manis dan minuman di sini! Jika aku bisa menemukannya di sauna Fin-nii, rasanya seperti surga!"

"Senang mendengarnya!"

Hal itu membuatku semakin bingung dengan apa yang terjadi di sini.

"Hey, Dham!" panggilku pada Idham. "Boleh aku bertanya sesuatu?"

"Tentu!"

"Bukannya rapat itu biasanya diadakan di dalam ruangan?"

"Hmm!"

"Aku bingung kenapa kita harus mengadakan rapat di sini!"

"Hmhm!"

"Fuuh, syukurlah! Ternyata kau bisa menger-"

Saat aku menoleh ke arahnya, kulihat sebuah topi kerucut di atas kepalanya.

'A-apa hanya aku, yang merasa bahwa aku ini merupakan satu-satunya anak perempuan di antara mereka?'

"Rydina!"

"Eh?"

~Rydina POV End~


Suara cracker tahun baru pun berbunyi dan...

"Rydina, selamat ulang tahun!" kata Luthias sambil memegang sebuah kue ulang tahun.

"Kau pikir kita sedang rapat, ya? Padahal ini untuk menyambut hari ulang tahunmu, lho!" timpal Luthfi sambil memberikan sebuket bunga kepada Rydina.

"A-apa ini? Semacam trend baru? Tapi, ini bukan hari ulang tahunku!" balas Rydina dengan blushing.

"Ah, sebenarnya ini hari tengah antara ulang tahunmu dan Ryder-pyon!" jelas Giro.

"A-apa maksud perkataanmu barusan?" tanya Rydina agak kesal.

"Maaf kami telah menipumu, Rydina! Tapi, kenapa kau tak pernah merayakan ulang tahunmu? Bisa jelaskan?" tanya Luthias.

"Ulang tahun itu hanya untuk anak kecil!"

"Ayolah!" seru Luthfi.

"Tidak mau! Aku tak akan mau melakukannya!"

"Oh, ayolah!" seru Luthfi lagi.

"Hey, kau jangan memaksaku seperti itu!"

"Kau sungguh beruntung! Kami tak pernah merayakan ulang tahun siapapun sejak beberapa bulan yang lalu!" jelas Luthfi.

"Makanya itu kamu memilih tempat yang membuatmu tidak terlalu curiga!" ujar Luthias.

"Huuh..." Rydina hanya bisa menghela nafas.

"Kau masih menolaknya?" tanya Idham.

'Sejujurnya, walaupun umurku bertambah, tapi aku tetap saja tak akan bisa tumbuh seperti mereka! Huh, bodoh!' batin Rydina sambil melepaskan syalnya.

"Eh? Rydina, kau sedang memakai sweater itu? Kau terlihat stylish hari ini!" tanya Luthfi.

Background pun memperlihatkan sebuah sweater plus tulisan 'Lopapeysa' di atasnya.

"K-kenapa kau ingin tau soal pakaianku?" tanya Rydina sambil menutupi pakaiannya dengan jaket.

"Wah, pakaian itu benar-benar pas denganmu!" ujar Luthias kagum.

"Itu membuatmu terasa seperti berada di musim dingin! Benarkan?" seru Luthfi.

"Aku setuju!" balas Idham datar.

"Sudahlah, aku tidak perduli!" (Rydina)

"Ahahaha, kenapa kita tidak pakai itu saja di rapat berikutnya?" (Luthfi)

"Aku harap bisa memakai baju yang sama dengannya!" (Ryder)

"Ryder-pyon, bukannya memakai baju yang sama itu terdengar menggelikan?" (Giro)

"Kurasa tidak! Kita coba saja!" (Luthias)

"Hm!" Idham memegang salah satu sweater yang dimaksud.

Dan keenam anak itu pun terlihat senang dengan rapat kali ini.


To Be Continue...


Terinspirasi dari 'Meeting of the Nordic', tak disangka banyak banget kekocakan di dalamnya! Well, setidaknya begitulah! ^^V

Review! :D