Chalice : Untuk semua reader maaf jika nih Chap pendek dan semakin jelek ceritanya *membungkuk minta maaf*
Aoi : Feedback :
To The Veteran Prince :
Kar-Karnibal? *ngelirik si Mizuto*, Huweee! Mizuto di sampingku! aku tidak mau dimakan *Aoi di geplak Mizuto karena berisik* , Selamat? Kalau selamat diajak kawin lari? semoga saja si Jin kaga mengamuk di tempat chalice-san karena Amy di bawa kabur *Aoi di geplak Jin dan Amy*, TVP kena Writer block? Wah sama kaya Chalice yang dari tadi kebingungan dengan ide ceritanya (apa hubungannya dengan cerita?)
Oke intinya terimakasih sudah mereview, TVP-san~
.
Aoki : Disclaimer : Intinya Grandchase bukan milik Chalice, tapi KOG dan Megaxus.
Aoi : Warning : Penambahan properti seenak jidatnya author, GaJe, kaga nyambung, kaga jelas, Aneh, abal, TYPO, tidak memenuhi syarat EYD, OC berserakan dimana-mana, OOC.
~Happy Reading~
-Yuna Mansion-
"Terimakasih atas makanannya~" ucap Sukuna sambil meletakkan piringnya yang kosong.
"Terimakasih atas makanannya" ucap Hikona dan meletakkan mangkuknya.
"Sudah kenyang, Hikona, Sukuna?" tanya Yuna sambil tersenyum.
"Tentu saja, Yuna-sensei~" ucap Sukuna dan langsung memeluk Yuna.
"WEEKS! berat! kecekek!" teriak Yuna karena kena 'death hug' Sukuna.
"*chuckle*" Alice hanya ketawa kecil.
"Kenapa ketawa?!" teriak Yuna kesal.
"Hmm... kalau diingat dari faktor usia Yuna, Yuna kaya ibunya aja yang dipeluk anaknya" ucap Alice santai.
"Memang kami berdua menggagap Yuna sebagai ibu (maksudnya sebagai ibu angkatnya)" ucap Sukuna sambil tetap memeluk Yuna.
"Sebenarnya kami berharap punya ibu yang seperti Yuna, bukan Ibu kami yang menelantarkan kami" ucap Hikona dengan geram.
"He,Hei tapi aku belum menikah! jika menikah juga , aku tidak mau punya anak yang gemar eksperimen menyeramkan" ucap Yuna kesal.
'Yuna kaga sadar dia juga sama...' batin Alice dan Lie sama.
"Hmm~ ya sudah, aku pergi dulu~ terimakasih atas tumpangan makannya Yuna-sensei~" ucap Sukuna pamit dan pergi.
Hikona memberi salam pamit dan menyusul saudara kembarnya.
"Kaga berubah juga mereka..." ucap Yuna sambil menghela nafas.
-Amy & Jin place-
CRAT!
Amy, Mizuto, dan Jin menampilkan wajah kaget.
"Mizuto, aku mendapat pesan dari Yuna bahwa kau terlalu kelewatan" ucap Akito sambil menusuk tangan Mizuto.
"Cih!" Mizuto hanya berdecih, "Kau mengganggu acara makanku saja! kenapa kau ada disini!"
"Aku kan sudah aku disuruh Yuna kesini karena kau sudah terlalu kelewatan" ucap Akito sambil menyimpan pedangnya yang berlumuran darah.
"Memang apa yang membuat ku kelewatan?!" teriak Mizuto kesal.
"Tidak tahu... Aku hanya di perintahkan saja" ucap Akito santai sambil memasukkan permen kemulutnya.
Amy dan Jin hanya bermuka kaget saja.
"AKito!" teriak mereka.
Akito hanya menoleh dan memandang mereka dengan bingung.
"Oi, Mizuto. kau tahu kenapa mereka bisa mengetahui namaku?" tanya akito dengan kebingungan.
"Jangan tanya aku" ucap Mizuto cuek bebek.
"Masa kau tidak tahu teman setimmu di Grandchase!" teriak Jin kesal.
"Grandchase?" tanya Akito.
"Iya, masa kau lupa kalau kau juga chaser!" ucap Amy.
"Pft... HAHAHAHAHAHA!" Akito hanya tertawa.
"Ap,Apa.. Kenapa ketawa!" ucap Jin kesal.
"Jangan bercanda, sampai kapanpun aku tidak akan masuk Chaser, karena... mereka berpihak kepada manusia" ucap Akito dengan aura gelap.
Amy dan Jin tersentak kaget dengan aura Akito yang sangat gelap dan aura membunuhnya sangat membuat sesak.
"Oi, Akito. Mereka mangsa ku" ucap mizuto kesal "kalau pengen ngebunuh mereka, ntar aja pas mereka tiba di mansion Yuna-nee" lanjutnya.
"Ya sudah, aku pergi dulu... oh ya... Yuna bilang "Kau jangan membunuhnya, karena Chaser mangsanya 'mereka'. kalian hanya pawn yang melengkapi permainan itu" seperti itu kata-katanya" ucap Akito memberi tahu dan pergi.
"Cih, kalau begini aku tidak bisa makan Chaser! padahal aku pengen tahu rasanya!" ucap Mizuto kesal "ya sudah lah... aku hanya membuat kalian setengah mati saja" lanjutnya dan mencast skill.
Amy dengan sigap memegang chakramnya.
Jin dengan susah payah berdiri dan mengambil posisi bertarung.
"Summon Lich, Demon (Hah?), Zombie" ucap Mizuto dan muncul Lich dari tanah, Zombie yang keluar dari tanah , lalu muncul magic circle di tanah dan muncul Sebuah sosok berkerudung keluar dari magic circle tersebut.
"Nah, apa kalian bisa mengalahkan mereka?" tanya Mizuto sambil duduk di batu besar sambil makan lollipop.
"12 zombie, 2 lich, 1 Demon. dikit amat" ucap Jin sombong.
"Apa boleh buat, ManaPoint ku habis" ucap Mizuto membeberkan aibnya sendiri.
Mizuto yang sadar segera menutup mulutnya.
Amy dan Jin hanya bergrin-ria.
"Ayo, Amy. Habisin semuanya dan baru habisin Mizuto." ucap Jin.
"Ya! Magician tanpa MP sama saja kalah!" ucap Amy dan mereka semua sudah menyerang para musuh.
"Hehehe... maaf tapi aku bukan magician, tetapi necromancer" koreksi Mizuto.
"Bukan saatnya mengkoreksi, Mizuto-sama" ucap Lich ke 1 tersebut.
"Mereka sangat kuat" ucap Lich ke 2 (?).
"fufufu... maaf~" ucap Mizuto.
"Gatling Chi!" teriak Jin dan menyerang zombie-zombe tersebut.
Amy mengeluarkan Violinnya.
"Curtain call!" teriak Amy dan beberapa Zombie kena Piano.
sisa : 5 zombie, 2 Lich, 1 Demon.
"Mizuto-sama, Menurun dratis Zombienya" ucap para Zombie.
"Tidak apa, Masih ada kartu trump" ucap Mizuto santai.
"?" semua Zombie hanya kebingungan.
-Elesis Side-
"DEathly Bubble!" teriak Mizuno.
Flea berusaha menghindari para gelembung itu, salah satu gelembung itu mengenai Pohon dan pohon tersebut bagian kenanya meleleh.
"Apa!" teriak Elesis dan Flea kaget.
"Fufufu... Aku lupa bilang kalau gelembung itu cairan asam" ucap Mizuno. "Kalau tidak hati-hati maka kau akan lenyap" lanjutnya.
"!" Flea hanya kaget dengan sigap dia memerintahkan salah satu pedangnya menyerang Mizuno.
Dengan sigap Mizuno mengeluarkan gelembung yang melindunginnya,
"Barrier Bubble" ucapnya.
Pedang Flea Terpental mengenai Pelindung tersebut.
"Cih! kuat banget!" decih Flea.
Di balik perpohonan terlihat Azusa sedang menonton.
Tiba-tiba di samping Azusa muncul Akito.
"Ada apa, Azusa?" tanyanya.
"Tidak, aku hanya menonton sebelum kembali, kelihatannya menarik" ucap Azusa dengan seringai.
Akito pada akhirnya ikutan nonton sambil makan popcorn.
'dapat dari mana tuh popcorn?' batin Akito bingung.
"Mau?" tanya akito sambil menyodorkan popcorn.
Wedeh~ tumben kaga berantem~ *kena timpuk pedang*
"Hn..." jawab Azusa dan mengambil sedikit popcorn dan makan.
-Kurogane mansion-
Hikona dan Sukuna sudah berada di depan mansion Kurogane sambil memegang senjata mereka.
"Saatnya pembasmian disini" ucap Sukuna.
"Tapi kaga apa? jika kita bunuh semuanya kita akan di bunuh Yuna-sensei" ucap Hikona khawatir.
"kita tidak membunuh disini kok, hanya membuat mereka setengah mati saja" ucap Sukuna.
Hikona hanya diam sambil mengangguk, mereka memegang ganggang pintu.
"Aku tidak tanggung kalau kalian di bunuh Ichiirou lho" terdengar sebuah suara anak kecil di belakang mereka.
Sukuna dan Hikona segera menoleh kebelakang.
Terlihat gadis berumur 8 tahun, memakai topi kucing, berambut blonde, bermata merah ruby, berbaju sailor.
"Flynn" ucap mereka.
"Aku tidak tanggung kalau kalian mati di bunuh Ichiirou karena kalian melukai Chain, apalagi jika Si chain menangis" ucap Flynn santai.
"Hmp! gampang saja, kau tinggal tutup mulut" ucap Sukuna santai.
"Maaf tapi aku tidak akan tutup mulut" ucap Flynn santai.
"Ya sudah jangan memata-matain kami!" ucap Sukuna kesal.
"Maaf, tapi aku akan memata-matain kalian karena kalian bisa-bisa mengganggu rencana Ketua, karena dia ingin melawan musuh kuat, makanya dia membuat perjanjian dengan mereka, tapi kalian malah mengganggu" ucap Flynn santai.
"apa boleh buat, aku bosen nunggu melulu, jadi membunuh mereka semua agar bisa cepat" ucap sukuna santai.
"Tapi itu menganggu , Shirogane" ucapnya.
"Dasar, anak kecil sok ngatur!" ucap Sukuna kesal.
"Apa katamu! mentang-mentang lebih tua dibandingku kau bisa ngomong begitu kepadaku!" ucap Flynn kesal.
"Iya!" ucap Sukuna kesal.
"Katakan sekali lagi dan ka-" ucapan Flynn di potong karena...
Sukuna, Hikona dan Flynn terkurung di barrier yang terbuat dari kumpulan roh (?).
"Kalian berisik banget ya" ucap Rye sambil santai.
"Diamlah, kalian sangat mengganggu tahu" ucap Ren dengan kepala yang terdapat 4 siku-siku.
"jika tidak mau diam, aku tidak tanggung kalau darah kalian habis karena ku makan" ucap Rye dan menunjukkan gigi taringnya.
Sukuna dan Flynn langsung berpelukan ala teletubes.
Hikona hanya diam saja sambil membaca buku biologi.
"Atau kaga jiwa kalian kumakan" ucap Ren sambil melepaskan sarung tangannya.
Sukuna dan Flynn semakin mempererat pelukan mereka.
"Ren, Rye. kalian jangan menakutkan mereka" ucap Chain tiba-tiba muncul.
"Chain~~~" ucap Sukuna layaknya anak kecil..
err... bukannya dia pengen ngebunuh mereka, kok jadi begini?
Sukuna dengan gampangnya ngehancurin barrier Ren dan Rye dan berlari ke arah Chain dan memeluknya kaya anakm kecil bertemu kembali ke ibunya.
"Chain... Ren dan Rye mau memakan jiwa kami... Mereka ja'at" ucap Sukuna sambil menangis tangisan buaya.
Semuanya hanya sweadropped ria.
-Amy & Jin Side-
"Tinggal mahluk berkerudung itu dan Mizuto, Mizuto kau kalah" ucap Amy dan Jin bersamaan.
Mizuto hanya menampilkan waja biasa saja, lalu tersenyum miris.
"Aku sudah bilang aku punya kartu trump" ucap Mizuto.
"A,Apa?!" teriak Jin dan Amy kaget.
"Buka kerudung mu" ucap Mizuto.
Demon (hanya inisial saja =.='') itu membuka kerudungnya,
Jin dan Amy yang melihat wujud asli Mahluk tersebut hanya kaget.
"RUFUS?!" teriak mereka.
~TBC~
Chalice : Huahahahaha! lama banget ya di dungeon Sync XD.
Rufus : bukannya kau menaruhku pas Yuri kalah?
Chalice : Berubah pikiran, jadi maaf ya DarkMelt... saya bingung jadi mau gak mau saya menaruhnya disini *membungkuk minta maaf*
Amy & Jin : Kenapa Rufus jadi musuh?!
Chalice : RAhasia~~
Amy & jin : *naik darah*
Chalice : Nanti juga tahu *santai* Mizuno minta review.
Mizuno : REVIEW YA , READER~~~~~
