Urban Legend
The Ribbon
From Unknown
.
4L's J-na and Jayoung
.::.
.
.
Jung Jinhwa tahu dirinya bukan seorang penyuka sesama jenis.
Tapi hal lain ia rasakan begitu menggila dalam dadanya saat pertama kali ia bertremu dengan Yoo Jayoung di sebuah persimpangan jalan. Saat itu ia tidak sengaja menabrak gadis yang membawa banyak buku di tangannya, dan karena hal itu mereka mulai dekat. Jinhwa menyadari ada yang tak biasa, apalagi ketika Jayoung bersikap sangat imut dan manja di hadapannya. Hal itu membuat ia jatuh semakin dalam dan dalam. Bahkan Jinhwa memilih untuk mengakhiri hubungan ia dengan kekasihnya dan pada hari yang sama ia menyatakan perasaannya pada Jayoung.
Jinhwa mengakui bahwa keputusannya untuk menyatakan perasaan sangat konyol, apalagi Jinhwa sangat mengetahui selama ia dekat dengan Jayoung, banyak lelaki yang juga mendekatinya. Tapi tidak ada satupun yang diterimanya. Dan beruntunglah Jinhwa karena dewi fortuna menyukainya. Jayoung menerima perasaan cintanya. Disana Jinhwa mengetahui bahwa Jayoung memang tidak menyukai lelaki.
Mereka tengah berpelukan di atas ranjang sambil melumat bibir satu sama lain secara lembut. Jinhwa berusaha memperlakukan Jayoung sebaik mungkin karena pada dasarnya Jayoung adalah gadis pertama yang berhasil merebut hatinya. Dan Jinhwa sangat tidak ingin kehilangannya.
Ia merasa sudah sangat mengenal Jayoung. Dia tahu semuanya kecuali satu.
Pita merah di leher Jayoung.
Jayoung tidak pernah melepasnya, bahkan ketika ia mandi ataupun tidur.
Jadi Jinhwa memberanikan diri untuk bertanya. "Mengapa kau selalu memakai pita merah itu?"
Jayoung tampak enggan menjawab. "Akan kuceritakan setelah kita menikah nanti."
Dan Jinhwa tidak mau mendesaknya. Dia merasa bersalah karena menanyakan hal yang mungkin menyinggung perasaannya. Jinhwa berpikir mungkin itu semua bersangkutan dengan trauma masa lalu.
Jinhwa menarik Jayoung ke dalam pelukannya semakin erat. Lalu mengusapi rambutnya sambil menggumamkan kata maaf. Kemudian Jinhwa menyanyikan sebuah lagu pengantar tidur hingga keduanya terlelap.
Lima bulan kemudian, keduanya memutuskan untuk mengikat hubungan mereka menjadi abadi. Mereka menikah walau hanya dihadiri oleh kerabat dekat. Kehidupan keduanya berlangsung begitu bahagia. Apalagi dengan keadaan Jinhwa yang kini bekerja sebagai editor majalah dan Jayoung sebagai penulis.
Semuanya terasa berjalan dengan indah.
Sampai saatnya Jinhwa menagih janji Jayoung untuk menceritakan tentang pita merah itu. Tapi Jayoung terus mengingkari janjinya. Dia menjauh dari pertanyaan itu dan tidak mau menjawab.
Dan rasa penasaran itu terus ada di benaknya. Hingga akhirnya ketika Jayoung sudah terlelap, Jinhwa bermaksud untuk melepas pita itu.
Dia mendekatinya dengan hati-hati lalu menyentuh ujung pita itu, kemudian menariknya secara perlahan.
Semuanya terjawab saat ia—
Buk!
—melihat kepala Jayoung menggelinding jatuh.
.
.
.
.
Howhoooow
Maaf tadi ada sedikit problem jadi postnya siang, soalnya aku pakai sp**dy dan itu ga bisa dipakai buat buka situs ini -_- hng
Btw, ada yang suka 4L? Banyak yang benci sih tapi tak apalah, saya mah cinta banget sama 4 cewe seksi ini adududuh
Dan UL ini tidak ada tebal-tebakan, so nikmatilah horrornya /?
Ah, iya, tadi aku mau post Bottomless Abyss juga tapi karena tadi ada hal yang harus dikerjain, jadi ff-nya belum selesai ketik
Tapi aku usahain ketik sekarang, kalau jam 6 udah beres, bakal aku post
Kalau ga sempet, besok aku post
Okay? Seeyou :3
Lovelovelove, Yuri Masochist
