Cast :
ALL SUPER JUNIOR MEMBERS
#Chapter 35#
'Sampai kapan pun, terima kasih karena di sampingku...'
"Eum, Teuki, boleh aku bicara?"
Sayap putih Leeteuk memudar perlahan, sembari mendaratkan kaki kecilnya hingga menyentuh rumput rumput kecil yang basah dan hijau, lalu menghampiri Yesung kecil yang sedang menunggui nya berlatih dengan berlari kecil.
"Tentu saja. Ada apa, Yesungie?"
"Ngg... tapi jangan marah pada ku, ya?"
Leeteuk menahan senyum. "Memang kapan aku pernah marah?"
Yesung meringis sembari menggaruk belakang kepalanya. "Tidak pernah sih, tapi aku takut kamu marah saat mendengar ucapan ku. Janji tidak marah, ya?"
Leeteuk mengangguk kecil, menatap mata Yesung yang terlihat meragukannya, "aku janji."
"Eh... um... kurasa... aku menyukaimu, Teuki..."
Leeteuk melebarkan matanya mendengar ucapan Yesung. Tapi lalu menundukkan wajahnya.
"Eh, kenapa?" tanya Yesung panik, "aku salah bicara ya? Kalau begitu anggap aku tidak mengatakannya, Teuki. Jangan di pikirkan. Aku pergi ya."
Langkah Yesung yang buru buru pergi langsung di hentikan oleh Leeteuk dengan menangkap pergelangan tangannya. "Jangan..."
Yesung dengan hati hati berbalik untuk melihat Leeteuk lagi. Dan menemukan wajah itu masih tertunduk lesu kebawah. Dia menatap Leeteuk dengan wajah khawatir namun tidak mengatakan apa apa.
"Mau mendengarkan cerita ku?"
Yesung mengangguk pelan. "Apapun untuk mu, Teuki."
"Aku... tidak bisa di sini lagi," ucap Leeteuk sedih, wajahnya masih tertunduk, namun tangan masih erat memegangi pergelangan tangan Yesung. "Aku harus ke Langit. Mengikuti kedua orangtua ku. Aku akan menjadi calon Malaikat."
Yesung memberanikan diri menyentuh pipi halus Leeteuk dengan hati hati, lalu mengangkatnya perlahan. "Itu berita bagus. Kenapa kau bersedih?"
"Ke Langit, artinya aku tidak lagi boleh menginjakkan kaki ku ke Dunia Manusia," tangis Leeteuk, "dan aku tidak bisa bertemu dengan mu lagi."
"Jangan khawatir," ucap Yesung menenangkan, "kalau kau tidak bisa, aku yang akan menemuimu. Aku juga bisa ke Langit. Aku juga punya sayap."
Leeteuk tiba tiba memeluknya. "Aku hanya ingin kamu."
"Ung?"
"Ayah berkata, aku tidak boleh keluar sebelum aku dewasa, dan semua ingatanku di dunia, akan di hapus saat aku sampai di sana. Dan Ibu berkata, aku akan menemui pasangan ku juga di Langit sana."
Yesung serasa di paku di tempat. Seluruh badannya serasa dingin dan seperti ada jutaan petir yang berada di atas kepala nya saat mendengar ucapan Leeteuk. Dan lidahnya tiba tiba sulit di gerakkan.
"Aku hanya ingin kamu, Yesungie. Ingatlah kata kata ku ini," ucap Leeteuk lagi, masih menangis dan memeluk Yesung dengan erat. "Jika aku melupakan mu, aku tidak sengaja. Jangan marah padaku dan memusuhiku, janji?"
Tanpa bersuara, Yesung mengangguk kaku.
Perlahan, Leeteuk melepaskan pelukannya. Lalu mendaratkan ciumannya ke pipi Yesung. Dan Yesung bisa merasakan bahwa pipi nya juga basah. Dan dia mundur selangkah.
"Jangan melakukan itu. Kau melakukannya seperti kita akan berpisah," ucap Yesung terbata, bibirnya tersenyum kaku, "jangan menciumku sebagai tanda perpisahan. Walau kau lupa, walau kau punya pasangan, aku akan tetap bersama mu. Aku tidak akan mengubah kata kata ku tadi."
"Bahwa kau menyukaiku?" tanya Leeteuk sembari tertawa kecil dengan terpaksa.
Yesung mengangguk. "Teuki, aku akan selalu menyukaimu. Aku tak akan melakukan apapun yang membuatku tidak bisa menembus Dunia Langit. Aku akan menemukan cara untuk kesana dan menemukan mu. Tunggu aku, Teuki."
Leeteuk mengangguk. "Aku percaya padamu, Yesungie." Lalu menatap Yesung dengan lama.
"Kenapa?"
"Boleh minta satu permintaan?"
"Apa?"
"Aku harus pergi sekarang. Bisakah kau bernyanyi untukku sampai aku menghilang dalam awan itu?"
Yesung mengangguk. Dan keduanya bertatapan.
Saat Leeteuk mulai merenggangkan tangannya di pergelangan tangan Yesung, dia tahu Leeteuk sudah harus pergi. Jadi dia mulai bersenandung.
Leeteuk tersenyum mendengarnya. Perlahan, dia melepaskan pegangan tangannya pada Yesung dan mengeluarkan sayap putihnya lagi. Melayang perlahan. Dengan matanya yang masih menatapi Yesung.
Yesung memejamkan matanya sembari terus bernyanyi. Suaranya terdengar sedih, dan Leeteuk kembali menangis saat melihat airmata Yesung bergulir di kedua pipinya. Leeteuk melepaskan bulu bulu sayap nya untuk menghapus airmata Yesung, sembari terus terbang menjauh. Hingga akhirnya Leeteuk menghilang dibalik awan.
Yesung tak lagi merasakan sapuan bulu bulu halus milik Leeteuk yang menyentuh pipinya, jadi dia menyimpulkan bahwa Leeteuk sudah menghilang di balik awan. Namun dia tidak membuka matanya dan terus bernyanyi.
"Hei. Sedang apa di sini?! Kau tidak tahu aku mencari mu kemana mana? Kau di cari Ayah. Kenapa hobi sekali bermain di sini sih?" satu suara yang masuk dalam pendengaran Yesung terdengar familiar. Jadi dia menghentikan nyanyiannya dan menoleh.
Dan melihat Heechul sedang menghampirinya sembari menggerutu.
"Kau menangis, eoh? Kenapa kau sangat hobi kesini, sih?"
Yesung mengusap pipi nya yang basah. "Tidak. Aku tidak akan kembali ke sini lagi. Tidak akan pernah."
Heechul mengernyit bingung. Lalu mengangkat bahu. "Terserah. Ayo pulang."
Heechul lalu mendahuluinya dan mengeluarkan sayapnya yang berwarna hitam keunguan, lalu melayang terbang.
Yesung membungkuk, mengambil satu bulu putih milik Leeteuk, lalu mengembangkan sayapnya yang berwarna hitam kemerahan, dan menyelipkan bulu putih itu dalam sayap sayap hitam nya. Bulu putih itu dengan cepat menyatu dengan sayap lainnya. Yesung tersenyum kecil melihatnya. "Aku akan selalu milikmu, Teuki. Aku janji padamu untuk itu."
Lalu Yesung mengikuti Heechul yang sudah terbang mendahuluinya.
'Bahwa takdir ku itu adalah kamu, itu benar. Dan bahwa seluruh raga, jiwa dan darah ku adalah milikmu, itu juga benar. Maka, jika kau ingin mengambilnya, aku akan memberikannya...'
"Jangan lupa, nyawa semua orang ada di tangan mu sekarang," ujar Siwon. "Apalagi ada senjata mu."
Leeteuk menyunggingkan senyum sinisnya lagi. "Oh ya, kau benar." Lalu mengeluarkan sesuatu dengan bentuk yang sangat mirip dengan bolpoint dari saku celananya.
"Senjata mu itu bolpoint, eoh?!" tanya Sungmin dengan nada mengejek. Yang langsung di pelototi oleh Yesung.
"Yah, memang hanya ini senjata ku," balas Leeteuk ringan, lalu melempar pelan bolpoint itu di tangannya, dan seketika bolpoint itu berubah menjadi tongkat milik nya saat menjadi Malaikat dulu.
Semua yang tidak mengetahui rencana Siwon, Kyuhyun, Heechul dan Yesung, terperangah melihatnya.
"Kaget? Atau merindukan senjata ini?" tanya Leeteuk dengan suara tenang, "Kau juga sudah pernah beradu kuat dengan tongkat ku ini kan, Vampire?"
Yesung segera merentangkan tangan nya lagi di depan Sungmin yang syok melihat tongkat itu kembali ada di tangan pemilik sesungguhnya.
"Leeteuk! Aku memberikan itu untuk membantu mu melepas takdir!" seru Yesung. "Jangan menyakiti orang orang yang tidak bersalah!"
"Oh, lalu, jika mereka menyakitiku, itu boleh?" tanya Leeteuk kemudian. "Jika dia menyerangku, itu boleh? Katakan padaku, Yesungie! Apa jika dia membunuhku, itu boleh?!"
Yesung membalas tatapan Leeteuk. "Jika dia melakukan itu semua, aku yang akan membunuhnya."
"Lalu, apa aku harus di bunuh dulu oleh nya, baru kau mau menyingkir dari tempat mu sekarang?! Sudahkah kau lupa dimana tempat mu yang seharusnya?!"
Heechul menggeleng melihat perdebatan panjang Leeteuk dan Yesung. Dan dia langsung menarik Yesung, yang juga langsung di pegangi oleh Siwon.
Yesung meronta, namun dalam kejapan mata, Leeteuk sudah tepat berada di depan Sungmin. Dan menghantamkan pukulannya telak di dada Sungmin.
Tanpa menunda, Leeteuk juga memukulkan tongkatnya ke arah Eunhyuk. Eunhyuk tahu dia tak bisa mengelak, jadi dia menahan pukulan tongkat itu dengan tangannya, dan mengakibatkan tangannya patah.
Sungmin langsung mengeluarkan kekuatannya saat melihat Leeteuk akan menyerang adiknya lagi yang sedang sekarat itu, dan Donghae akhirnya juga menahan tangan Leeteuk kemudian.
"Hyung... bolehkah aku memohon mu untuk mengampuni saudara ku?" rengek Donghae sembari meringis menahan rasa sakitnya.
Dan di saat yang sama, Yesung berhasil terlepas dari dua penyandera nya dan melesat ke arah Sungmin. Mencoba mengobati sebisa dirinya, karena Sungmin hampir lumpuh total karena mengeluarkan kekuatan yang cukup besar untuk menahan serangan Leeteuk pada Eunhyuk tadi.
Leeteuk menatap nanar ke arah Donghae, sebelum akhirnya dia mendapatkan pikirannya kembali. Leeteuk menarik tongkatnya sejenak, dan melihat ke sekelilingnya. Tampak olehnya, Ryeowook sudah berada dalam lindungan Kangin dan Kibum, dan juga sedang di obati oleh Kyuhyun. Lalu ada Zhoumi dan Hangeng yang berdiri bersisian, Siwon yang berdiri di belakang Heechul yang sedang memperhatikan tingkah Yesung yang mengobati Sungmin.
Dan di depannya, ada Donghae yang tengah memeluk lengannya, memohon pada nya agar mengampuni kakak nya yang sudah sekarat akibat melawannya.
Leeteuk menghela napas perlahan. Menimbang sejenak untuk meneruskan menyelesaikan ataukah menghentikannya. Otak nya berpikir untuk meneruskan nya, karena kapanpun waktunya, ini hanya sama saja. Tapi dia tidak tega pada Donghae yang walaupun sudah melindunginya sejak tadi, bahkan sudah melawan kakak kakaknya demi melindunginya, dia masih mau memohon pada nya untuk mengampuni kakaknya yang baru saja membuatnya terluka parah.
Leeteuk memejamkan matanya. Memalingkan wajahnya ke arah lain. "Bawa Eunhyuk dan Sungmin pergi sekarang juga, Hae. Sebelum aku berubah pikiran."
Donghae segera menghampiri Eunhyuk, dan memapahnya. Begitupun dengan Yesung yang langsung memapah Sungmin untuk bangun dan pergi. Sementara yang lain lagi lagi terperangah oleh tindakan Leeteuk.
Namun, tiba tiba, tongkat yang sedari tadi di peganginya, mendadak lepas dari tangannya, dan sebelum dia sadar apa yang terjadi, terdengar teriakan dari Donghae dan Sungmin.
Tepat di depannya, Ryeowook sedang memegang tongkat miliknya, dan kepala tongkat itu tepat berada di dada Eunhyuk.
Ryeowook telah menggantikan Leeteuk menyelesaikan apa yang hampir di lakukan Leeteuk tadi.
Dan sebagai akibat dari perbuatannya, Donghae dan Sungmin langsung menghantamkan kekuatan terakhir mereka kepada Ryeowook, yang membuat Ryeowook terpental seketika.
Dan Kangin langsung membalas perbuatan mereka pada Ryeowook, seluruh kekuatan yang dia miliki dan kemudian menyerang Sungmin dan Donghae. Sementara Kibum langsung memeluk tubuh Ryeowook yang terkulai karena mendapat serangan sekuat itu, dari dua Vampire yang terluka.
Leeteuk langsung menghampiri Ryeowook. Memegangi kedua tangan Ryeowook yang masih menggenggam tongkat miliknya itu. Ingatan ingatan saat dia yang berada di posisi Eunhyuk dulu melintas seketika. Sebenarnya, memang harusnya Ryeowook yang menyelesaikan semua ini.
"Sudah berakhir, Hyung..."
Leeteuk menoleh ke arah Ryeowook. Namun matanya tertutup rapat. Siapa yang bicara tadi?
Kibum menyentuh tangan Leeteuk yang masih memegangi tangan Ryeowook. "Semua ini sudah berakhir, Hyung... benarkan?"
Leeteuk memandangi Kibum. Dan Kibum tertawa lirih, dengan sebutir airmatanya mengalir perlahan.
"Tadi, dia meminjam daya tahan ku, hanya berjaga jaga jika ternyata kamu mengampuni nya, dia yang akan menyelesaikan tugas mu. Kangin Hyung keberatan, bahkan menentang ide Ryeowook Hyung, namun aku setuju, dan memberikan seluruh kekuatanku untuk Ryeowook Hyung ku."
"Apa?!" Leeteuk terkejut mendengar ucapan Kibum. Seketika, penyesalan menghujani seluruh hati dan pikirannya.
Kibum meremas pelan tangan Leeteuk yang ada dalam genggamannya. "Gwaenchana. Tak perlu menyesal. Aku melakukannya dengan suka rela. Begitupun dengan Ryeowook Hyung."
"Dan kemarin, aku dan Ryeowook Hyung, bertemu dengan Shindong Hyung. Ah, atau lebih tepatnya, Shindong Hyung yang menemui kami. Dia menceritakan segalanya. Bahkan menceritakan asal usul Ryeowook Hyung yang sesungguhnya. Hyung ku yang keras kepala itu tidak percaya begitu saja tentunya, namun kami mendapat bukti bahwa yang di ceritakan Shindong Hyung adalah benar. Dia menyuruh kami untuk memastikan satu hal ini pada mu. Apakah benar, Ryeowook Hyung ku adalah adik dari Shindong Hyung?"
Leeteuk tak tahu lagi harus mengatakan apa selain mengangguk. "Maaf..."
Kibum menggeleng, tersenyum manis. "Kau tahu Hyung, sedih rasanya dua kali memeluk seseorang yang kita cintai, untuk mengantar mereka pergi meninggalkan kita. Dan aku sudah melakukannya. Tapi aku juga mengerti perasaan mereka, yang melindungi seseorang yang dicintai, hingga rela mengorbankan nyawa mereka. Mana yang menurutmu lebih membahagiakan, Hyung? Melindungi seseorang yang kita cintai, atau dilindungi oleh seseorang yang mencintai kita?"
Leeteuk menggeleng pelan. "Tolong kamu diam di sini dan jaga Ryeowook. Dia pasti akan sembuh. Aku akan menyembuhkannya."
Kibum menggeleng. "Sayangnya, Ryeowook Hyung tidak sepenuhnya mengambil seluruh energi dari ku. Dia membaginya dengan ku. Jadi, jika dia tidak selamat, aku masih bisa bertahan selama tiga hingga lima tahun, mungkin. Namun aku tak ingin terjadi sesuatu dengan kedua Hyung ku. Jadi, aku membagi lagi dengan Kangin Hyung. Sekarang, mungkin aku hanya bisa bertahan sampai tiga hari saja."
"Kibum bodoh! Kenapa melakukan hal itu?!" sentak Leeteuk. Dia menatap Kibum dengan tatapan terluka bercampur marah dan sedih. "Tak tahu kah kau, kau adalah salah satu orang yang berarti untukku?!"
"Aku tak tahu, dan aku senang mendengarnya, Hyung," senyum Kibum lagi, masih memeluk tubuh Ryeowook yang mulai memudar. "Terima kasih untuk itu."
"Oh, Bummie!" Leeteuk terkejut melihat kaki dan tangan Ryeowook mulai menghilang.
"Rupanya seperti ini Vampire saat meninggal," Kibum masih tersenyum, lalu memeluk tubuh Ryeowook semakin erat.
Kibum lalu mencium kening Ryeowook dengan lembut, lalu melepaskan pelukannya.
Dan Leeteuk hanya bisa terpana melihat tubuh Ryeowook perlahan berubah menjadi percikan api kecil, yang segera menguap terkena udara. Bersamaan dengan itu, satu suara halus memasuki pendengarannya.
"Sekarang giliranmu, Hyung..."
Kangin melompat menyerang Sungmin dan Donghae, dengan seluruh kekuatan miliknya. Tapi, meskipun terluka, Sungmin dan Donghae masih bisa melawan. Apalagi, Hangeng ada di samping mereka.
Mungkin kah?
"Han adalah akar dari semuanya," ucap Siwon, bicara berdua dengan Kyuhyun, satu satunya seseorang yang selalu menempatkan dirinya di sisinya, di malam tepat sebelum mereka menyuruh Yesung dan Heechul mencuri tongkat Leeteuk yang masih tertinggal di Langit sana.
Kyuhyun diam mendengarkan. Otaknya menganalisa seluruhnya dari kata kata Siwon.
"Han, memiliki kekuatan paling menakutkan disini. Dia bisa melihat berbagai kemungkinan di masa depan, dan dia sedang mengarahkan kita ke arah masa depan yang di inginkannya."
"Bagaimana kau tahu?" tanya Kyuhyun.
"Hanya firasat," jawab Siwon sembari memperlihatkan deretan giginya yang putih, "tapi sayangnya, Tuan Angel punya pengaruh besar dalam setiap rencana nya. Dan setiap kali Tuan Angel hilang ingatan, itulah yang mengacaukan rencana Han."
Kyuhyun memandangi Siwon dengan tatapan kagum. "Aku mencintaimu, Wonnie."
Siwon terkikik geli. "Syukurlah aku berhasil mendapatkan hati mu."
Seluruh otak Yesung mengambil kesimpulan dengan cepat melihat Hangeng ada di pihak Sungmin. Kemudian bergabung dengan Kangin dan mulai membantu Kangin yang kewalahan menghadapi ketiganya. Mengibaskan Sungmin, Donghae dan Hangeng hingga ketiganya terpental. Yesung berdiri tepat di depan Kangin. Matanya menatap tajam ke arah Sungmin.
Sungmin yang berusaha bangkit lagi, melihat tatapan sadis Yesung yang terlihat menyakitkan untuknya. Tapi itu sudah seharusnya. Dan Sungmin hanya menyunggingkan senyum tipis penuh kesedihan, membalas tatapan Yesung dengan wajah sedih miliknya.
Tapi tanpa mengatakan apapun, Yesung mengeluarkan kemampuannya. Seberkas sinar merah keluar dari tangannya, dan meluncur cepat menuju dada Sungmin.
Dan kalung yang selama ini di bawa dan di jaga sungguh sungguh oleh Sungmin, hancur seketika oleh orang yang telah memberikannya.
"Sung...?" Sungmin menatap Yesung dengan tidak percaya.
Yesung hanya tetap menatapnya tanpa bergeming. Dengan wajah datar miliknya.
"Ah ya. Memang kau harus menghancurkannya lebih dulu jika ingin mengingkari janji yang telah kau buat sendiri!" sentak Sungmin. "Tak tahu kah kau, kalung itu adalah yang paling berharga untukku?!"
"Hyung...," tangan Donghae perlahan terulur, bermaksud menenangkan Sungmin, namun dengan cepat, Sungmin menepiskan tangan Donghae.
"Apa yang ada di pikiranmu?! Jika ingin membunuhku, setidak nya biarkan kalung itu tetap di leherku sampai aku musnah! Apa tak bisa seperti itu saja?! Mengapa harus mengambil harta ku yang paling berharga?!"
Yesung memiringkan kepalanya. "Janji ku pada Leeteuk jauh lebih berarti daripada janji ku untukmu. Tapi aku harus menghancurkan terlebih dahulu bukti perjanjian itu. Selama kalung itu masih menggantung di lehermu, aku tak akan bisa menepati janji ku pada Leeteuk."
Sungmin terhenyak mendengar pernyataan sesadis itu keluar dari mulut Yesung. Apa ini? Apa dia hanya menjadi penghalang antara Yesung dan Leeteuk? Lalu apakah orang yang di sukai Yesung adalah Leeteuk? Dan apa harus Leeteuk?
Bertambah lagi daftar kebencian Sungmin terhadap Leeteuk.
"Kalau begitu, jangan lagi membela ku dari Leeteuk! Biarkan saja aku musnah di tangan Malaikat mu itu!" seru Sungmin marah.
Yesung mengangkat kedua bahunya. "Silahkan saja. Aku sudah tidak berniat ikut campur dalam segala urusan mu lagi. Dan sekarang, aku bebas membantu Leeteuk."
Heechul menghampiri adiknya. Dia merangkul Yesung dan tersenyum meremehkan ke arah Sungmin yang masih syok dengan perkataan Yesung yang terakhir. "Adikku memang yang paling keren. Jadi, apa kita sudah bisa mulai pesta nya?"
Yesung menyeringai ke arah kakaknya. "Kapan pun kau siap, Hyung!"
Pertempuran yang tidak seimbang terjadi tanpa harus melibatkan Leeteuk. Semua orang dengan kekuatan yang hebat dan mengagumkan, ada di pihak Leeteuk. Dan sudah sangat bisa di pastikan, mana yang akan menang. Namun Leeteuk memiliki misi khusus untuk keadaan ini.
Siwon menghampiri Leeteuk yang sedang memeluk Kibum yang melemah, seiring dengan keadaan Kangin yang juga sama dengan adik terkecil nya itu. Hanya saja, Kangin yang memang memiliki kemauan yang kuat untuk melindungi keluarganya, menolak mundur dan memilih bertarung bersamaan dengan Heechul dan Yesung.
Siwon kemudian menyerahkan jam pasir setinggi satu inchi ke genggaman Leeteuk.
"Apa ini?"
"Selesaikan dulu pekerjaanmu," ucap Siwon.
Leeteuk memandang Siwon dengan tidak mengerti. Lalu Siwon menunjuk tongkat milik Leeteuk, kemudian mengerling ke arah Hangeng.
"Giiran mu, Angel!"
"Aku tak bisa bertahan lagi," bisik Donghae pada Sungmin. "Dan Eunhyuk harus segera mendapat pertolongan."
Keduanya menoleh ke arah Eunhyuk. Tampak oleh mereka, Eunhyuk yang hanya terkapar dan jika tidak segera mendapat pertolongan, dia akan mengantarkan nyawa dengan cepat.
"Tapi kita tidak mungkin meninggalkan Han," lirih Sungmin. Tubuhnya nyaris koyak, terkena sabetan dan kilatan dari lawan lawannya. Yaitu Heechul dan Yesung.
"Ayo pergi saja," desak Donghae. "Dia saja bisa mengkhianati Leeteuk Hyung. Apalagi pada mu yang selalu termakan omongan palsu nya."
Sungmin mendelik. Namun tak lagi membantah. Dengan segera, dia menghampiri Eunhyuk. Dan memeluk tubuh adiknya itu. Dan Donghae segera memegangi tangan Eunhyuk.
Tapi lalu, kontak mereka langsung di putus oleh Heechul dengan menarik Donghae ke belakangnya.
"Kau pikir mau lari kemana, eoh?" seringai Heechul.
Donghae meringis. Sementara Sungmin terkejut saat adiknya di tarik begitu saja dari nya.
"Kau bisa menarik adikmu, apa aku tidak boleh menarik kakak ku, Hyung?" tanya Donghae, memelas ke arah Heechul.
Heechul menggeleng, menatap Donghae, "Adikku sedang melindungi penjahat, dan kau pun begitu. Itu sebabnya aku juga menarik mu, Vampire."
"Tapi dia adalah kakak kandung ku," ucap Donghae sedih. "Apapun yang dia perbuat, aku akan memaklumi nya. Walaupun seluruh dunia membenci nya, aku akan tetap di sampingnya. Aku akan memaafkannya bahkan jika dia berusaha membunuh ku, Hyung. Tolong mengertilah keadaan ku..."
"Aku mengerti. Tapi kau juga harus mengerti, Donghae Lee! Bagi ku, kau juga seperti adikku. Dan aku tidak akan membiarkan adikku ikut terjebak dalam masalah seperti ini!"
Donghae terpana sejenak. Sementara Sungmin melihat ke arah Donghae dengan wajah terluka. Tapi lalu, Donghae melepaskan pegangan Heechul pada bahu nya. "Dan jika kau menganggap ku sebagai adik, Hyung, maka aku meminta tolong pada mu dengan sangat, lepaskan aku dan kakak kakakku. Aku sangat memohon pada mu, Hyung..."
"Lalu aku harus membinasakan kakak kakak mu dan juga dirimu, eh? Itu yang kau mau?" tanya Heechul lagi.
Donghae menghela napas sejenak. "Jika itu harus, silakan kau lakukan, Hyung.."
"Tak perlu," sela Leeteuk. Mengacungkan tongkatnya. Dengan tatapan dingin yang mengarah pada Donghae, Sungmin dan juga Eunhyuk. Lalu membalik jam pasir yang ada di tangannya.
Seketika, semua orang yang ada di sana tak bisa bergerak. Hanya bisa menatap ke arah Leeteuk. Hanya Leeteuk yang bisa bergerak, yang kemudian berjalan pelan menuju Donghae, Sungmin dan Eunhyuk. Namun, Hangeng berada di depannya.
"Jangan lupa, Soo," senyum Hangeng, "kita berasal dari tempat yang sama."
"Aku tidak lupa," balas Leeteuk tenang, "aku hanya tak ingin mengingatnya. Terutama tentang mu."
"Apa kau benar benar calon tunangan ku, Soo?"
"Tidak juga," balas Leeteuk, "mungkin hanya kau yang berpikir begitu di sini."
"Kami semua berpikir seperti itu, di sini," seru Kyuhyun, yang juga tak bisa menggerakkan anggota tubuhnya, "karena itulah yang dia ceritakan pada kami."
"Aku bisa menebak jalan cerita yang telah ia katakan pada semua orang," ujar Leeteuk lagi, menoleh ke arah Kyuhyun dan mengangguk sekali. "Dia pasti mengatakan bahwa aku sangat menyukainya, dan dia tidak menyukai ku. Lalu keadaan berbalik dan hingga sekarang dia berusaha menemukan ku untuk membuatku percaya bahwa sekarang perasaan kami adalah sama. Namun, apa yang sesungguhnya kalian pikirkan? Masuk akal kah, bahwa Malaikat Penjaga bersanding dengan Malaikat Maut?"
"Tapi... memang itu yang di ceritakan nya," sahut Zhoumi, "memang agak aneh, tapi sesungguhnya, dari awal kami tidak tahu bahwa dia adalah Shinigami, Teuk."
Hangeng menyunggingkan senyumnya dan tetap memandang lurus ke arah Leeteuk. "Jadi, jika itu tidak masuk akal, manakah yang lebih masuk akal untukmu, Soo? Cerita cinta kita yang berakhir dramatis ataukah tragis?"
"Tidak keduanya, karena kenyataan nya, Tunanganku adalah Siwon, Shinigami pemimpi!"
Belum sempat yang lain bereaksi dengan kenyataan yang berbeda dengan selama ini, Leeteuk sudah mengayunkan tongkatnya. Dan keluarlah buih buih putih yang dengan cepat menyebar ke sekitar nya.
Hangeng tertawa kecil melihat nya. "Aku memang pemimpi, karena aku menyukaimu, Malaikat. Walau kita adalah kutukan untuk masing masing, perasaan ku tidak berubah untukmu. Dan inikah takdir yang ingin kau jalani?"
Leeteuk menatap tanpa ekspresi ke arah Hangeng. "Ya. Takdir yang seharus nya tidak seperti ini. Aku hanya melenyapkan masa yang kau ciptakan dan sesuai keinginan mu. Untuk mengembalikan mereka ke takdir mereka yang seharusnya."
Dan, seiring dengan kata kata itu, buih buih milik Leeteuk mulai menghilangkan satu persatu orang orang di sekitar. Juga menghilangkan dunia yang tampak.
Kemampuan yang di keluarkan Leeteuk, salah satu yang terbaik yang pernah di milikinya adalah, mengembalikan keadaan yang salah, ke keadaan yang seharusnya.
"Kau baik, dan rupawan, Wonnie, tapi aku tak bisa menyukai mu," ucap Leeteuk. Kepalanya tertunduk. Dia yang meminta bertemu dengan Siwon, pertama kali nya setelah kedua orangtua nya mengatur perjodohan mereka.
"Katakan padaku alasannya, Angel," ucap Siwon lembut. Matanya tak lepas memandangi sosok yang ada di hadapannya itu. Pandangan itu membuat Leeteuk semakin menunduk.
"Aku menyukai orang lain..."
Siwon masih tersenyum mendengarnya. "Siapa orang beruntung itu?"
"Aku... tidak tahu..."
Siwon tertawa kecil mendengar jawaban Leeteuk. Lalu menepuk lembut pipi Leeteuk. "Baiklah. Jika dia sudah datang di sini, beritahu aku dia seperti apa."
Leeteuk menatapi Siwon dengan bingung.
"Dia akan datang, Angel. Jika dia adalah takdir mu, dia akan menyelamatkan mu dan hati mu hanya dengan senyumannya. Walau kau melupakannya, dia tidak akan melupakan mu, dan juga cintanya untuk mu."
Leeteuk mengangguk ke arah Siwon. Tersenyum cerah mendengar kata katanya. "Ya. Aku mempercayainya sepenuh hati ku."
~END~
Saengil Chukkae untuk Heechul Kim yang sedang ultah hari ini ^^ #HappyHeechulDay
Jongmal Mianhae, untuk ending yang ngga jelas ini T,T karena, sesuai sifat saia yang juga kagak jelas, ini adalah ending impian saia, meskipun ada banyak banget yang pengen di jelasin *berderaiairmata* dan untuk seluruh reader favorit dan kecintaan ku yang sudah membuat kalian menunggu sangat laaammmmaaaaa~~~~~ ending seperti inilah yang bisa ku berikan untuk kalian,,,
meskipun...
Jeng jeng jeng jeng ^,^
Yapseuu~ saia sudah mempersiapkan sequel kecil tentang uri cheonsa, gimana nasib nya dan pasangannya siapa, dan sederet penjelasan penjelasan tentang masa lalu nya~~ hihiyy~ *dan di chap ini pasti ngga nyangka tunangan sebenarnya leeteuk itu siwon* khu khu khu~ *keluartanduk* and last:
thanks for all my lovely reader (my darling):
-nekochan: annyeong neko chan my darling^^ thanks for ur review^^ leeteuk jahat kah? yah, namanya juga udah kebawa sama shindong(?) kkk~
-aisy: annyeong aisy my darling^^ thanks for ur review^^ wah, yeteuk udah momen wajib loh, di 3 chap terakhir ini ^^
-yunitaelf: annyeong yunitaelf my darling^^ thanks for ur review^^ hmm, maaf ya, tapi itu perlu supaya bisa ngeluarin emosinya leeteuk dan siwon dkk ^^
-tyateukie13: annyeong tyateukie13 my darling^^ thanks for ur review^^ saia tidak punya panggilan khusus, say~ panggil apa aja boleh koq kkk :D
-guest: annyeong guest my darling^^ thanks for ur review^^ udah lanjut looh~ jangan lupa di baca terus yaa^^
-renopitaelfforever: hai renopitaelfforever my new readers and my darling^^ thanks for ur review^^ hihi, bermutu koq, saia ketiwi ketiwi sendiri pas baca nya :D saia juga bersemangat loh, dan udah sampai tahap ending ^^
and then... see you in my sequel, all ~ Papaii^^
