Warning for : Typo, OOC, alur GAJE, EYD, humor garing, tata bahasa hancur, dan lain-lain~


.

"Yaahooo~ apa kabar semua?! Kembali lagi dengan saya, DJ paling ganteng dan unyu sedunia! Di acara paling bergengsi di antara para dancer di Jepang! Langsung saja kita mulai babak pertamanya!"

"DJ-nya narsis..." komentarmu sweatdrop dan dibalas anggukan kru-mu.

"Oke! Babak pertama Break The World dimulai!"

Lagu dengan berbagai macam penyanyi, berbagai macam pencipta, berbagai macam beat pun mengalun sepanjang pertandingan dan pertunjukan dance yang dibawakan oleh berbagai klub menghiasi panggung, teriakan dan tepuk tangan penonton membuat suasana semakin riuh.

"Hee... beberapa dari mereka masih memakai teknik kita, walaupun nggak begitu kelihatan sih" komentar salah satu dari kru-mu.

"Sudahlah, jangan terlalu di pikirkan, bisa-bisa kau botak sendiri" katamu cuek sambil bertopang dagu menonton grup yang satu-per-satu unjuk kebolehan.

"Tempatnya lebih baik dari pada kemarin yah"kata Joe sambil melihat-lihat sekeliling

"Benar nih! Berasa kalangan atas!" dan komentar menyusul lainnya, kamu diam saja.

'sebenarnya ini mah masih kalah mewah di banding tempat camp klub basket yang lalu' batinmu lalu kamu mengeluarkan ponsel.

Di tempat lain...(sebenernya cukup dekat dari sana)

[Abang jarang pulang~ aku jarang di belai~]

Kisedai menatap horor wakil kapten mereka, termasuk kapten mereka yang kali ini saking kagetnya jadi OOC. Midorima menatap mereka balik

"Apa? ini adalah lucky itemku hari ini" jawab Midorima stay cool.

"Gak usah sok keren Midorin, image-mu sudah hancur beberapa saat lalu" kata Momoi

"Mido-chin jarang pulang ya, ponselnya sampai nyanyi kayak gitu" kata Murasakibara kagak nyambung.

"Murasakibara-kun, sepertinya kau salah tangkap" komentar Kuroko dengan mempertahankan pokerfacenya

'Mi-midorimacchi demen dangdut-ssu!' batin Kise tetap bertampang horor dan kaget sampai pucet

'...' Aomine jadi putih! (Author dikeroyok fansnya)

Akashi berdehem elegan, mencoba menyingkirkan dan melupakan, serta membangun kembali-kok malah kayak pidato sih?- image wakilnya yang sempat hancur lebur beberapa saat lalu.

"Dari siapa?" tanyanya mengaihkan perhatian.

"Dari (name), dia meminta kita..." kata Midorima terputus dan dia mendongak, melihat di lantai atas di hadapannya, ada kamu dan para kru-mu yang sedang berbincang. Di ikuti oleh yang lainnya

Kamu tersenyum dan melambaikan tangan, lalu menggerakkan mulut

[Dukung aku] katamu sambil tersenyum lagi.

Mereka mengangguk dan tersenyum balik, ada yang melambaikan tangan dengan senyum lima jari.

[Ga-n-ba-tte!] kata Kise mewakili mereka.

Kamu tertawa kecil,[iya, aku akan berjuang] dan keenam pemuda itu merona. 'wah, malaikat' batin mereka, sementara itu Momoi sibuk melihat-lihat kanan-kiri.

"Kaichou! Soro-soro jikan da!"(ketua! Sudah waktunya!) kata Suzuhara sambil menepuk punggungmu.

"Dakara Kaichou-tte yobu na!" (Sudah kubilang jangan memanggilku ketua!) katamu sambil berbalik dan berjalan mengikuti mereka, memakai topeng, tudung lalu topi.

"Dan selanjutnya! 'Red Moon'!"

Satu hembusan nafas pelan keluar dari mulutmu, lalu kamu membuka mata dan pertunjukan dimulai

.

.

.

.

.

"Dan yang maju ke babak selanjutnya adalah...!"

Musik pengiring dengan nada datar dan tempo cepat mengalun, lampu-lampu sorot mulai menyinari acak seluruh panggung, nafasmu memendek, jantungmu berdebar, lalu musik pengiring berhenti dan lampu sorot berfokus pada satu titik

"RED MOON!"

Dan kalianpun melompat kegirangan dan saling berpelukan, kertas berkelap-kelip jatuh dari atas, asap menyembur keluar, suasana meriah sekali seperti saat tim sepak bola jagoan negara menang pertandingan, bahkan ada yang menyalakan petasan juga.

"ASJGDHFGHL KEBAKARAN CYIIIINN!"

Skip!

1 minggu lebih beberapa hari kemudian...

Kamu dalam mood yang (sangat) baik hari ini, terbukti dengan cerahnya senyum dan aura yang kamu pancarkan.

"Woah! Senyummu mengalihkan duniaku!" ujar Kido ngiklan.

"Ahahaha! Jangan memuji begitu Kido-kun~" katamu masih dengan senyum lebar

"KUN?!" Kido begidik ngeri. Dan membatu

"Sepertinya ada hal yang bagus yang terjadi padamu (name)" sahut Mimori.

"Hehe...kau tau ya? Kau memang temanku!" katamu.

'semua orang juga tau kalo liat mukamu kali' batin mereka berdua.

"Sebenarnya, kemarin aku-maksudku, tim ku menang di babak kedua, terus setelah kami di traktir makan oleh beberapa senpai-ku, aku dan Kisedai serta Momoi nonton pertunjukan orkestra ayahku~" ceritamu tanpa diminta.

"Orkestra? Bukannya acara orkes yang itu selalu... mahal? Apa karena kau anaknya jadi gratis ya?" tanya Kido.

Senyumanmu turun satu level (apa gitu satu level?)

"Meski aku anaknya dia tetap memintaku untuk membayar tiket masuknya" katamu.

"Jadi?" tanya Mimori.

"Dibayarin Akashi" jawabmu enteng.

"Hooo..." jawab mereka

"(name)cchi! Ayo ke atap-ssu!" kata Kise riang setelah lolos dari fansnya.

"Oke! Nah, aku duluan ya" . "yaa"

Di koridor...

"Eh, Tetsu mana?" katamu sambil menengok ke kanan dan ke kiri.

"Ah, mungkin dia bersama kita-ssu! Seperti biasanya, dia akan tiba-tiba muncul dan mengagetkan kita, lalu ketika di tanya 'sejak kapan kau ada disini?!' dengan poker facenya dia akan menjawab 'aku sudah bersama kalian sejak tadi' begitu-ssu!" kata Kise dengan pose detektif yang menganalisa dengan senyum secerah mentari, beberapa cewek yang lihat udah pingsan dan yang lainnya pakai kacamata hitam.

'uwah... kau sudah hapal rupanya' batinmu sweatdrop dengan wajah datar. "Analisa yang mengesankan, tapi dia benar-benar tidak bersama kita sekarang ini" katamu

Kise melirik kearahmu "bagaimana kau bisa tau-ssu?" tanyanya.

"saa na, nantonaku"(entahlah, hanya firasat) jawabmu enteng sambil melirik ke arah jendela dan tersenyum penuh arti.

Kise POV

Dadaku terasa sesak. Kurasa aku tau alasannya... jika Aku tak ada bersamanya, akankah dia juga menyadarinya?

Reader POV

Heeh, cuaca hari ini cerah juga, mungkin aku akan membeli bento di kantin dan teh hijau, lalu makan bersama di atap. Wah, kedengarannya menyenangkan juga.

Author POV

Setelah membeli makanan dan ke atap, kamu melihat sekelompok pemuda dan pemudi yang duduk membuat lingkaran di dekat pagar. Sekali lagi, kamu mencari sosok teman sekelasmu yang tadi sempat kamu tanyakan. Dan terlihat

"Ku kira kau ada urusan, ternyata sudah duluan ya" katamu sambil berjalan menghampiri mereka

"(name)-san, Kise-kun. Maaf meninggalkan kalian, sebelumnya aku ke perlustakaan dan kupikir untuk menghemat tenaga aku sekalian kesini" kata Kuroko datar.

"Untunglah kau datang kak! Aomine-senpai kesepian tanpamu! Tak ada yang bisa diajak bermesraan" kata suara seorang gadis yang terdengar familiar di telingamu.

"R-Ryunacchi?!" teriak Kise

'kayaknya pernah lihat...etto...' tiba-tiba terlintas ingatan saat di Gym 'ah, cewek yang ngajak Daiki kencan!' pikirmu sambil menumpukan genggaman tangan ke telapak tangan satunya.

"Oi! Jangan ngomong sembarangan! Siapa yang kau bicarakan hah?!"-Aomine

"Ara? Bukankah itu jelas? Tak ada yang seakrab kamu dengan kakakku, Aomine-senpai"-Ryuna

"Anak ini... kuhajar kau! Sini kau!"-Aomine

"Stop! Stop! Aomine-kun/cchi! Hentikan!"-Momoi dan Kise

'huwah... mereka akrab sekali' batinmu sambil mengambil tempat di antara Midorima dan Kuroko. "Mereka selalu seperti itu kah?" tanyamu sambil tak melepas pandangan dari keempat pemuda-pemudi yang bercengkrama kayak polisi dan pencuri (chara: mananya yang bercengkrama?!)

Lalu setelah itu menoleh menatap keempat pemuda sisanya yang menunjukkan berbagai macam ekspresi. Akashi melirik tajam ke arahmu, Midorima dan Kuroko, bahkan kamu sudah merasa ada hawa-hawa berbahaya, jadi kamu mau pindah saja, tapi tanganmu di tahan Kuroko dan Midorima yang entah kenapa saling menyembunyikan ekspresinya masing-masing yang sulit untuk di jelaskan(?). Aura Akashi semakin menggelap. Murasakibara menggerakkan pergelangan tangannya ke atas dan ke bawah, menyuruhmu mendekat padanya.

'situasi yang sulit! lagipula mereka ngapain sih?' batinmu sweatdrop dan bertampang horor dan menelan ludah

Nah loh, kayaknya para husband kita lagi OOC disini *plaak*

"Oh iya, katanya kelas tiga dan dua akan mengadakan piknik ya? Tapi, piknik itu... apa sama kayak darma wisata?" tanyamu.

"Beda. Ini lebih seperti program sendiri yang di ajukan beberapa pihak dengan persetujuan atau tanda-tangan 2/3 siswa." Jelas Akashi.

"Tapi aku merasa aku belum menyetujui apapun akhir-akhir ini..." katamu sambil mengingat-ingat.

"(name)cchi tidur saat kita membicarakannya, jadi kami anggap kamu setuju-setuju saja. Oh iya, perwakilan dari kelas kita adalah aku dan (name)cchi-ssu!" kata Kise sambil menunjuk dirinya dan kamu dengan senyum cerah.

"Perwakilan? Perwakilan apa?" tanyamu.

"Perwakilan kelas, biasanya pengurus kelas yang melakukannya, tapi untuk ganti suasana kami menunjuk yang lain." Jelas Kuroko

"Tumben kamu gak mengajukan diri?" tanyamu pada Kuroko.

"Aku sudah mengangkat tangan maupun bicara, tapi semua mengacuhkanku" katanya masih dengan wajah datar. Kamu menepuk pundaknya dan tersenyum pahit. Yang sabar ya nak

'Kasihan' pikir kalian semua. 'Tetsu-kun ku kasihan...' kurasa kalian tau siapa yang berpikir begitu.

Di atap kalian menikmati istirahat sambil memandan langit musim gugur dan dedaunan yang mulai memerah dan menguning, khas musim itu yang terkadang membuat kesadaranmu lepas di awang-awang (halah, ngomong aja melamun). Dan nada yang terkesan hening dan tenangpun mengalun di telingamu.

"(name)"

Kamu tersadar.

"Apa?" tanyamu.

"sudah kau tentukan kelompokmu?" kamu memandangi si kepala merah itu, menunggu kelanjutannya.

"Mungkin belum Akashicchi, orang dia baru saja tau-ssu..." Kise menimpali.

"Aku bertanya pada (name), bukan padamu" kata Akashi dengan nada dingin. Kise mingkem

"Kelompok piknik? Belum" jawabmu begitu kamu tau maksudnya.

"Kalau begitu sekelompok dengan ku dan Kurokocchi-ssu! Ya?!" tawar Kise sambil menunjuk dirinya dan Kuroko. Kamu mengangguk setuju.

Mari kita skip sampai hari keberangkatan.

"Err... aku mendengar rumor sih, tapi tak kusangka kita beneran naik truk tentara..." katamu sweatdrop sambil memandang truk itu dengan takjub.

"Soalnya gak ada bis yang memadai dan mampu membawa banyak orang sih..."balas Aomine.

"Tapi katanya kelas dua dan tiga tempat pikniknya sama-ssu..." kata Kise.

Midorima cengo dengan dahi yang berkerut, Kuroko menatap datar, Murasakibara asyik sendiri (makan snack maksudnya)

"Tak perlu sampai terkejut begitu, ayo segera naik, nanti kita kehabisan tempat" kata Akashi.

Sepanjang perjalanan kalian berbincang banyak hal, karena ini truk, yang naik juga banyak, keadaannya mirip pengungsi korban banjir, tumpuk tindih bahkan ada yang menggantung di atas kalian (what?!) rame banget dan gokil deh pokoknya!

But I wonder where were you?
When I was at my worst
Down on my knees
And you said you had my back
So I wonder where were you?
When all the roads you took came back to me

So I'm following the map that leads to you
The map that leads to you
Ain't nothing I can do
The map that leads to you
Following, following, following to you
The map that leads to you
Ain't nothing I can do
The map that leads to you
Following, following, following

[Maps-Maroon 5]

"Whooo!" . "Enak banget lagunya!" . "Ada yang keadaannya mirip lagu?" . "Aku! Aku! Anjir banget dia emang!" . "kok malah curhat?" . "Kasihan deh!" . "(name), bisa request lagi?" . "Ooh! Boleh-boleh!" . "Lagunya EGOIST yang Everlasting Guilty Crown!" . "Uuh..." . "Ah, kemudian yang Lia, My Soul, Your Beast!" . "Hei! Emangnya aku ini radio FM apa?!" . "Hahahahaha" . "Satu aja! Satu!" . "Ayo goes~"

Sekai wa owari wo tsugeyou to shiteru

Dare ni mo mou tomerare wa shinai

Hajimaru

Houkai no SYMPHONY ga narihibiite

Furu ame wa maru de namida no neiro

Oshiete

Shihai shi shihai sare hitotachi wa

Itsuka sono kokoro ni nikushimi wo

Soshite aisuru koto wo omoidasezu

Arasou no?

Kono uta ga kikoeteru

Inochi aru subete no mono yo

Shinjitsu wa anata no mune no naka ni aru

Arashi no umi wo yuku toki mo

Kesshite okusuru koto no nai tsuyosa wo

Kureru kara

Keredo mo susumu hodo kaze wa tsuyoku

Kibou no hi wa yagate kiete yuku

Akari wo yokose to ubaiai

Hate ni hito wa koroshiau

Namida nado tou ni karete

Kizuite

Sono me wa tagai wo mitomeru tame

Sono koe wa omoi wo tsutaeru tame

Sono te wa daiji na hito to

Tsunagu tame ni aru

Kono uta ga kikoeteru

Sekaijuu no yorube naki mono yo

Kibou wa anata no mune no naka ni aru

Moesakaru honoo no naka de mo

Kesshite kizutsuku koto no nai tsuyosa wo

Kureru kara

Sono te de mamorou to shita mono wa

Aisuru mono datta no darou ka

Akaku somatta sono te wo nagamete

Yatto mizukara ga shite kita orokasa wo

Ayamachi to mitomeru sono tsumi wo

Tomedonaku afureru sono namida wo shiru

Kono uta ga kikoeteru

Inochi aru subete no mono yo

Shinjitsu wa anata no mune no naka ni aru

Arashi no umi wa shizumatta

Ushinatta mono wa kazoe kirenaku tomo

Kono uta ga kikoeteru

Sekaijuu no yorube naki mono yo

Kibou wa anata no mune no naka ni aru

Kanashimi no yoru wo koeru toki

Kanarazu anata wa ikite yuku tsuyosa wo

Moteru kara

[The Everlasting Guilty Crown – EGOIST]

"Apa isi tasmu Satsuki?" tanyamu waktu melihat tasnya yang tergolong besar dan penuh

"Bekal untuk semuanya~" katanya riang.

"Kau memasak?! Sudah kubilang tak perlu kan?! Aku sudah beli bekal sendiri loh!" kata Aomine

"Ih! GR! Aku memasak bukan untukmu saja!" kata Momoi sambil menjulurkan lidah.

Telepathy mode on :

'Gawat, Aku juga sudah masak sendiri...' batinmu

'Gawat, aku sudah bawa bekal sendiri lagi... terus gimana? Aku masih mau hidup-ssu' batin Kise

'Tapi kalau kita tolak Momoi akan menagis-nanodayo' batin Midorima

'Apa boleh buat! Murasakibara! Kau yang makan ya?! Bekal yang kaubawa kayaknya terlalu sedikit untukmu!' batin Aomine.

'Eeh...nggak mau, masakan Momo-chin kelihatan menjijikkan' batin Murasakibara

'Ush! Menyakitkan sekali kata-katamu itu, pokoknya jangan bilang seperti itu dihadapannya langsung loh ya!' batinmu

'Oke...'

'Jadi, apa yang harus kita lakukan? Aku tak mau membuat seorang gadis menangis, aku gak seburuk Aomine-kun' batin Kuroko

'Apa katamu?! Salah mereka sendiri yang terlalu cengeng!' batin Aomine membantah

'Berisik-nanodayo! Jangan bertengkar sekarang!' batin Midorima melerai

'Pokoknya kita harus cari solusi sebelum acara pokoknya!' batinmu

'Pura-pura menerima tapi di belakang sedikit-demi sedikit membuangnya bagaimana-ssu?' batin Kise memberi ide

'Kok rasanya jahat amat ya?' batinmu membayangkannya

'Lebih baik aku mati memakannya tapi bisa membahagiakannya dari pada berbuat mirip kriminal begitu' batin Kuroko yang notabenenya anak baik dan berbakti pada orang tu-oke, lanjut

'Hem, kalau bekalnya dicampur gimana? Kebetulan aku bawa agak banyak dari porsiku, jaga-jaga kalau ada yang minta' batinmu memberi solusi

'cerdas kamu nak(?) oke, kita pakai itu saja, kalian pikirkan sendiri bagaimana caranya saat mencampur tak ketahuan Satsuki. Setuju?' batin Akashi planning guy mode on.

Lalu kalian menangguk bareng kayak bersiap mau melakukan sesuatu(kok ambigu ya?)

"Kalian daritadi ngapain sih? kelihatannya asyik bener?! Ajak aku juga dong! Kan curang kalau kalian saja yang berkomunikasi lewat batin!" teriak Momoi lalu mengerucutkan bibirnya.

"Kami berbicara betapa kamu baiknya hari ini, sampai memasakkan kami makanan sebanyak ini..." katamu ngeles. Dalam hati sambil komat-kamit minta maaf kayak si adik kecil (ngerti? Enggak? Ya udah minum Cerebr*vit sono! *plaak*)

"Hehe... syukurlah kalian senang" katanya sambil tersipu malu.

'hadeuh, rasanya berdosa banget deh' batinmu mengelus dada.

Sesampainya di tempat tujuan, aku gak tau tempat kayak gini beneran ada apa enggak, jangan terlalu ambil pusing, entar botak aku gak mau tau #dikejarReaders. Oke, lanjut.

Di tempat yang banyak pepohonan maple dan bambu, tempat yang begitu hening dan tenang. Kalian menggelar terpal-eh salah- menggelar karpet hasil sambaran dari gedung DPR(lho)

Angin berhembus mengugurkan dedaunan, suara daun yang bergesek dan pepohonan yang lebat membuatmu seperti melihat lukisan yang sangat indah.

"Huwa... Kirei naa..." katamu sambil memandangi pemandangan itu

"Hontou-ssu..." timpal Kise

"Bagus juga kita ikut acara ini" kata Momoi juga memandangi daun yang berguguran itu.

'Oi! Perhatiannnya teralihkan! Ayo laksanakan rencana kita!' Batin Aomine memberi aba-aba

'Kau berani memerintahku Daiki?' Batin Akashi sarkastik dengan lirikan tajam

Lirikan matamu menarik hati~ oh senyuman-*BLAAAK* dasar pengamen, ganggu aja kerjaannya.

'Udahlah! Cepetan-nanodayooo!' batin Midorima panik.

Dan aksi mereka dilakukan secepat dan setajam silet-salah-secepat kedipan mata kereta shinkansen(?) pokoknya cepet banget deh!

Dan selesai itu mereka memakan bekal yang udah di kasih Momoi yang dicampur dengan bekal buatanmu, jadi kalian bayangin aja rasanya gimana (Amberegul~ Emeseyu~ bahrelway~Bahrelway~/nak) kalian makan dengan anteng. Menikmati ramuan olahan masing-masing. Dengan segenap jiwa dan raga hingga tetes darah terakh-tunggu, ini bukan fic perjuangan!-pokoknya buat memasukkan tuh makanan (kalau bisa disebut begitu) ke mulut aja butuh perjuangan yang sangaaaaaat keras.

"Uuh... Bagaimana?" tanya Momoi gugup

Kamu menghabiskan Makananmu dengan cepat, lalu minum. Setelah itu kamu berkata dengan bijak "Ada baiknya kalau kau mencicipi masakanmu sebelum kau menghidangkannya ke orang lain. Soal mitos bahwa kebanyakan mencicipi makanan bisa membuat gemuk, itu hanya mitos." Katamu diakhiri dengan salam maksudku senyum sejahtera maksudku senyum yang lembut nan bijak.

"Baiklah! Makasih sarannya! Tapi... beneran gak bikin gemuk?" tanya Momoi masih ragu-ragu

"Tujuan memasak adalah menyenangkan hati dan memuaskan rasa lapar yang memakannya, Satsuki. Jika kau masih takut gemuk, berolahragalah setiap hari" Akashi ikut-ikutan memberi saran.

"Dan jika kau tak mau melakukan itu semua, mending gak usah masak" sahut Aomine.

"Aomine-kun diam saja!" kata Momoi kezel bete level maks ama temen masa singkongnya.

"Aominecchi dan Momoicchi akrab banget desu-nee!"

"AKRAB DARI HONGKONG?!" teriak mereka bebarengan lalu bertatapan sengit lagi

Kalian yang menonton hanya bisa sweatdrop menonton mereka.

"Tunggu-tunggu mas hitam yang di sana-" . "Siapa yang hitam?!" . "-ngerasa ya? Ehem, gimana kalau habis ini jalan-jalan?" usulmu

"Ah, ide yang bagus (...), tempat seperti memang paling bagus untuk jalan-jalan" setuju Akashi

"Benar juga, ide yang bagus (...)-san" kata Kuroko

"(...)cchi pintar-ssu! Ayo!" teriak Kise riang

"Tunggu! Bereskan dulu ini-nanodayo!" kata Midorima

.

.

'Lho? Murasakicchi dimana ya?' batin Kise menyadari saat kalian berjalan bersama lalu dia menoleh dan mendapati pemuda kelewat jangkung itu memandangi pohon cemara dan mengambil buah cemara yang jatuh.

"Murasakicchi? Apa yang kau lakukan-ssu?"

"Kise-chin? Aku sedang mengambil buah cemara... nee, bisa dimakan?" tanyanya

"Tidak bisa-ssu, lagi pula kau memungutnya dari tanah-Mu-Murasakicchi! JANGAN DIMAKAN-SSU! A-Akashicchi-are?" di sela kepanikannya dia tak melihat satupun kawanannya tadi. Wajahnya langsung memucat

"Lho? Semuanya pada kemana?" tanyanya berwajah horor dan dibelakangnya Murasakibara sudah memakan buah cemaranya.

Di tempat lain...

Aomine dan Midorima memandangi sesuatu bersama...

Aomine terpesona oleh siswi-siswi SMU yang lagi nongkrong bareng dan Midorima memandangi bawaan mereka yang merupakan Buku Horoskop terbaru dan penulisnya adalah Oha-Asa. Klop banget kan?

Setelah mereka sadar mereka terasingkan sendiri.

'Jangan bilang kalau mereka tersesat?' batin Aomine gak nyadar kalo dia sendiri yang kesasar

'Na-nanodayoooooo! Gawat A-aku harus telpon Akashi!' [Low battery] 'Anjir aku lupa menchargernya tadi kampret terus ini gimana?! Bu-bukannya aku panik sampai ingin pulang-nanodayo!' batinnya Midorima yang masih sempet-sempetnya bertsundere ria(?).

Di tempat lain...

Momoi sedang memandangi para model yang kebetulan sedang pemotretan disana mengenakan gaun pengantin dan model baju musim gugur dengan pandangan penuh kemesraan(?) setelah dia sadar dia tolah-toleh ke kanan dan kekiri lalu dia memegangi kedua pipinya yang mulai memucat

'A-aku terpisaaaah!' histerisnya dalam hati.

Di tempat kalian...

"Lho? Yang lain pada kemana? Apa kalian tau Sei, Tetsu?" tanyamu pada kedua temanmu yang asyik baca buku mereka masing-masing. 'kalian hebat banget bisa jalan sambil baca kayak gitu' batinmu kagum

Kuroko mengangkat wajahnya dan menatapmu, lalu berkedip beberapa kali, lalu dia melihat sekeliling. "Sepertinya kita terpisah"

"Iya aku juga tau, gak usah diperjelas lagi" komentarmu.

Akashi mengeluarkan ponselnya dan menelpon budak-maksudku-anak-eh-kawan kawannya satu persatu, semua yang sedang tak bersamanya saat ini, dia mendecih kesal karena telpon pertamanya tak kunjung diangkat. (pertama dia telpon Midorima)

[Kulit manggis ada ekstraknya~] *klik*

"Akashi, doushita?... eh? Un... Midorima, kau sama siapa?... enak banget kau bareng mereka...iye-iye, dah" kata Aomine dengan ponsel di telinganya.

'Ringtonenya itu loh...' batin Midorima takjub. "Apa katanya?"

"Kumpul balik di rombongan jam 4 nanti. Sampai saat itu terserah mau ngapain. Terus pesen jangan tersesat ato beli yang aneh-aneh, memangnya siapa yang bakal beli begituan?" gerutu Aomine

Midorima melihat 'barang' di tangannya Aomine "benda yang ada di tanganmu itu maksudnya bego" katanya sambil mengangkat kacamatanya yang berkilau kena sinar (sinar apa? sinar hatimuuu~ *plok*)

"Kau tak pantas bicara kayak gitu" balas Aomine sambil menunjuk benda di tangan Midorima.

"Ini adalah lucky item untuk hari ini dan besok! Setidaknya barang ini tidak separah punyamu-nanodayo!" Balas balik Midorima.

"Suka-suka gue dong! Aku membelinya pakai uangku sendiri! Emangnya kau siapa?! Emak gue?! Hah? Masalah buat lo?!" balas Balik Aomine tak mau kalah. Dan mereka adu pandangan dengan sengit dan berapi-api. Seakan mau berperang saja suasana diantara keduanya

Tapi beda dengan orang yang melihat mereka

"Anak-anak muda sekarang banyak yang aneh-aneh yaa" . "Sayang sekali, padahal mereka tampan" . "Yang item itu maskulin banget! Cocok buat yang ijo berkacamata! Haah..haah..." . "kau benar! Kyaa~" *author geleng-geleng*

Mari kita langsung ganti tempat :v

[Atsushi, ada telpon. Cepat angkat-]*pik*

'huwah... ringtonenya horor banget! Pake suaranya Akashicchi...] batin Kise merinding.

"moshi-moshi Aka-chin... ng? Kise-chin...un, ii yo, hora yo, Kise-chin, Aka-chin ingin bicara denganmu" kata Murasakibara sambil menyerahkan ponselnya.

"Ore-ssu? Moshi-moshi? Akashicchi? Iya, bareng Murasakicchi... eh?! Ah! Enggak-enggak! Ide bagus-ssu!...iya, baik, Akashicchi bareng siapa?...ah... oke, kau enak sekali bareng mereka-ssu irinya...oke, sampai nanti"*pip* Kise menghela nafas panjang dan aura yang lesu menguar dari dirinya.

"Katanya terserah kita mau ngapain sampai waktu berkumpul-ssu..." katanya lemas, lesu, letih

"Heeeh... kalau begitu aku mau mencoba makanan di warung itu, Kise-chin mau ikut?" tawar Murasakibara

"Iya..." jawab Kise masih lesu.

Kita pindah ke tempatmu...

"Jadi... mau berkeliling dulu?" usul Akashi

"Oke" jawabmu dan Kuroko hanya mengangguk.

Beberapa saat kemudian...

[Selamat! Anda memenangkan hadiah mengelilingi sungai indah ini dengan menaiki perahu!] kata pemandu acara kuis dadakan yang kebetulan kamu bisa menjawabnya dengan tepat. Pertanyaannya adalah "siapa pengetik (karena ini diketik, bukan di tulis) fic ini?" Nah, gampang kan? #dikeroyok.

Bahkan ada perayaan hujan kertas dan pelepasan merpati loh.

Kamu berkedip dengan muka bengong.

Akashi sweatdrop.

Kuroko melihat arah ke mana burung-burung itu pergi dengan penuh penghayatan(?).

Tak terduga.

Te ni oenai hodo netande
Dare to tatakatteru n da KYAPA OVER
Sogiochi NAITO waratte
Tou no honnin wa mite minu furi

Mukuwarenai hodo itande
Dame da kore wa matta nashi no GEEMU OVER
Shirokuro tsuketa banjou de
Oitsumerareta no ni kidzukazu ni

Kachime nado mienai
Ii wake wa dekinai
Soko wa mou hatenai
Aa

CHEKKUMEITO
Mou oshimai tta
Mai tta
Sore de owaru nara
Kamisama nante
Iranai no desu

Saa
Tatakatte
Jisho o hiite
Riron busou no PUROGURAMU
Itsu owaru?
Sore ja komaru!
Itai hodo wakatteru
Nee kuyashikute
Yume ni narezu
Kimi ni naritai to nozonderu
Mae ni shika susumenai
POUN demo

Saigo no koma mo ushinatte
Soro soro chaban wa mou owarou ka
Hadaka no KINGU sagesunde
"Kimi wa mou iranai mono da" to

Yaru kirenai hodo kuyande
Maketa kimochi tsunori mata KYARI OVER
Ittai nando kurikaesu
SCENARIO wa mou houkai sunzen

CHEKKUMEITO
Yubisasu no wa mou yamete
Sayonara watashi
Sore sura
Yurusanai no desu

Demo waratteru?
Tanoshinderu?
Rikai funou no hakuchuumu
Kimi wa dare?
Watashi no nani?
Iitai koto
Tsumatteru
Kurushikute
Yume wa samezu
Demo mada kimi ni idonderu
Sore ga kitto kanawanai
Risou demo

Tatakatte
Hate ni mieta
Zutto machinozonda EPIROUGU
Mou owaru
Kore de kateru?
Amaku wa nai
Wakatteru

Ato sukoshi
Mata todokanai
Sore demo kimi o nozonderu
Mae ni shika susumenai
POUN demo
Sore ga kitto tookunai
Risou nara

[Checkmate-Gumi]

Kamu menyanyikannya dengan riang dan menjiwai di atas perahu sambil mencelupkan tanganmu (sampai pergelangan) ke air sungai, di sebelah dan depanmu Akashi dan Kuroko duduk dengan tenang menikmati pemandangan, di hadapan kalian ada kue dango, manisan dan minumannya teh.

Akashi memangku wajahnya dengan sebelah tangannya sambil menyilangkan kakinya, terus memandangmu dengan pandangan lembut. Dan begitu juga Kuroko yang curi-curi pandang di balik bukunya.

Sementara ituuu~ ditempat lain

"Yak! Meskipun kau hebat dalam shooting, aku tak akan kalah darimu megane!" ejek Aomine sambil menghalangi Midorima mencetak skor

"Bicaralah sesukamu-nanodayo! Tapi aku pasti yang akan menang!" kata Midorima sambil melompat dan melempar bola. Masuk

"Kyaaa! Kakkoiiii~!" ya ini siapa tau lah ya, siapa lagi kalo bukan fans dadakan? Lelaki seksi(?) berkeringat di musim gugur? Itu mah Oasis.

"DAI-AOMINE-KUUN~ MIDORIN~" teriak suara cempreng nan merdu(?) seseorang yang kita semua kenal.

"Satsuki/Momoi?" sebut mereka berdua (nyebut nak...ayo nyebut.../plak)

"Akhirnya aku ketemu kaliaaan...tolong jangan ninggalin aku begitu saja dooong~" pinta Momoi dengan begitu manis sampai menjala kemarahan dan kecemburuan sosok tak dikenal di situ (fans dadakan maksudnya)

Mari kita ubah haluan

Sebenarnya author nggak kesulitan sama sekali waktu menemukan mereka berdua, tinggal mencari pusat keramaian yang mayoritas perempuan, dan titan unyu(?) nan ganteng berambut ungu. Yak, mari kita wawancara-eh, intip apa yang mereka lakukan.

"Mu-murasakicchi! Tolong aku-ssu!" teriak Kise denan wajah horor dan dibelakangnya segerombolan monyet-maksudku banteng-maksudku meganthropus-maksudku manusia dengan tampang terbuas mereka yang lebih kita kenal sebagai fans fanatik.

"Kise-kun! Aku istrimu!" . "aku tak bisa hidup tanpamu!" . "KISE-KUUUUUN!" okey, ini mengerikan

Dan sialnya Murasakibara malah tak mempedulikannya dan lanjut wisata kuliner.

"MURASAKICCHIIIIII! DARE GA, TASUKETE-SSU!" teriakan Kise menggema di langit musim gugur.

'lho? Rasanya aku mendengar suara Ryota deh' batinmu menerawang sambil makan manisan.

"ada apa?" tanya Akashi

"gak ada apa-apa...oke, aku ceritakan, rasanya barusan aku mendengar teriakan Ryouta, nah, sepele kan?" jelasmu dengan gaya 'i don't care'

"Heeh, mungkin dia memang sedang berteriak sekarang, kau hebat juga bisa mendengarnya" komentar Akashi

"Ya iyalah, aku kan punya seventh sense!"katamu kelewat pede

"Mungkin maksudmu sixth sense?" Kuroko membenarkan.

Kamu awkward sendiri "ka-kalo sixth sense uda terlalu biasa!" elakmu dan hanya di balas kekehan kecil bluenette dan senyuman surai merah cerah itu.

Reader POV

Ukh, malu-maluin mama aja kamu nak(?) ya udahlah, nikmatin saja pemandangan indah di depan mata ini

"Apa yang kau baca Tetsu?" kataku sambil menggeser tempat dudukku agar lebih dekat dan bisa melihat buku yang di pegangnya. "the wolf that fell in love with little riding hood? Judul yang panjang ya? Apa ceritanya menarik?"

"Menurutku ini cukup menarik, beberapa waktu lalu ada pertunjukan klub drama di musim gugur di tepi jalan, Itu mengangkat cerita dari buku ini" heeh, begitu toh

"Ooh..." kataku sambil lanjut membaca buku itu bersama.

Saat pulang, kami yang kecapean tertidur di bahu teman sebelah kami, entah siapa yang jadi sandaranku, tapi aku mencium bau mint yang biasanya tercium dari rambut merah itu.

.


.

Guest : Terima kasih banyak atas sarannya, itu sangat membantu! Maaf kalau moodnya tiba-tiba jadi ilang pas bacanya, jadi gak sreg bacanya dan kata-katanya gak terlalu enak dibaca. Untuk tata bahasa, aku memang hancur, untuk kedepannya aku akan mencoba untuk memperbaikinya. Sekali lagi, terima kasih sudah mau memberi saran tegas#bow

LOOOOL : -iya, aku senang mendapat banyak review, makasih sudah memperhatikan :v

-Heran banyak yang review padahal ceritanya biasa? Jangan tanya aku =3= aku hanya mengetik cerita. Yang fav sedikit nggak sampai seratus? Sepertinya itu bukan urusanmu, suka-suka mereka dong mau unfav,fav,unfollow,follow, itu terserah mereka.

-Aku juga sadar kalau ceritanya makin nyeleneh, yah, aku menggarap fic ini nyantai sih, lain kali , di cerita lain mungkin, aku akan mencoba untuk lebih serius, baik tata bahasanya maupun cerita itu sendiri.

-Tapi Aku tetap berterima kasih padamu, karena sudah membacanya, bahkan repot-repot memberi kritik, terima kasih banyak! Aku termotivasi dan tertantang berkatmu. Tapi ya itu, aku (agak) seriusnya di cerita lain saja :v yang ini udah terlanjur jauh.

-oh iya, kamu hebat loh, mau membaca sampai sini, kalau aku sih sekali udah gak menarik langsung close(haha), apakah itu berarti bagian awal saja yang menarik? Atau dari awal sampai akhir memang biasa dan mengecewakan?

Dan terima kasih selalu pada kalian yang membaca fic ini~

HikarinRin23, mawarbereum5, akashiro46, kuroi uso(lagu requestmu akan aku tampung di chap depan! ^_^), momonpoi, Yuzu Nishikawa(terima kasih sarannya, aku Cuma coba-coba kok), ShanNeko, Asia Tetsu, Asia(maaf cerita belakangnya melenceng dari tema pertama, haruskah aku mengetik ulang seluruh cerita ini dan memfokuskannya ke tema dance dari awal?(pertanyaan ini juga berlaku untuk reader yang lain), Guest, Loooool

Arigatou gozaimasu! See you in next chapter!