Manba POV

Apa?

Kenapa?

Ada apa?

"HUWAAARRGGGHHHH!!!!!"

Hee?

Souka...

Sekarang semua jelas bukan?

Dia... Horikawa Kunihiro

Adikku sendiri

"AKU... MEMBENCI DIRIMU! "

Dia bilang dia membenciku

Lucu bukan?

Lalu... Bagaimana dengan hari lalu?

Saat senyumannya masih menyapa pagi?

Saat sebuah pelukan masih menempel?

"Jangan dengarkan... Jangan rasakan.. Semuanya hanyalah kepingan belaka"

Hitam..

Ada sinar di ujung sana..

pemuda dengan tudung putih yang terbuka

Rambut keemasan dengan kulit sepucat salju...

Tunggu...

Itu aku

Mengadah..

Menyalahkan takdir..

Aku?

Menangis?

'Apakah ia menyayangiku.. Ataukah hanya rasa kasihan belaka? '

"Memangnya apalagi..? "

Dia bersuara...

"Kau paham sekarang? "

Aku diam.. Memandangi latar yang mulai memudar..

Putih

"Pengkhianatan itu menyakitkan bukan? "

Yamanbagiri 'yang itu' bersuara pelan, pemuda yang identik denganku hanya menatap dalam

Dan aku... Hanya bisa terdiam

"Tidak ada yang harus kau percayai.. Pada akhirnya semuanya pergi"

Apakah kau nyata? Hai bayangan ku

"Dengarlah Yamanbagiri.. Kehidupan ini bukan tentang dia.. Dia maupun dia.. Kehidupan ini hanya tentang aku, kau, kita "

Dia menoleh, mengukir sebuah senyuman kecil

Dia indah

Namun rapuh

"Kita sama.. Namun di satu sisi.. Kita berbeda"

Dia diam..

Aku bersuara

Namun hanya hening yang menampar. Ini pikiranku..

Dan kau menerobos kemari

Hanya untuk mengucap puluhan kata

"Kita lemah.. Namun bukan berarti tidak bisa melawan"

Takdir itu hina

Sehina rupamu yang menyerupai ku

Siapa kau?

"Hanya aku yang dapat melihatmu

Masa lalumu.. Dan masa depanmu

Kesedihan.. Kebahagiaan.. Canda tawa.. Semuanya"

Ia memudar

"Jangan percaya siapapun selain aku"

"—karena hanya aku yang dapat melihatmu"

PSWM Normal POV

Sepasang kaki berhenti, berbalik dengan perlahan. Iris dibalik kaca mendelik curiga

"Hm? Ada apa yagen? "

Kashuu menyeruput soda nya. Bertanya tentang tingkah laku aneh sang partner bolosnya.

"Ada sesuatu... "

"Mungkin hanya perasaanmu"

"Bagaimana kalau itu berkaitan dengan misi? "

"Kita bisa melakukannya nanti"

"Kashuu"

Yagen menatap sinis, ia tidak suka dibantah. Terutama oleh seorang Kashuu

"Apa tujuan kita? "

Kedua iris rubby melebar, ia menghela nafas berat

"Datang... Bunuh lalu pergi"

Senyuman merekah.. Aah, akhirnya figuran dapat beraksi..

BACOTAN AUTHOR

NI PENDEK BENER SUMPAH :V

YAWDAH GITU DOELOE DARIPADA NGEGANTOENG KEK JEMURAN TRUS TERBANG WUSHHH

Ni si author ngegas :v