Title : Mr Idiot (Chap 3)

Maincast : Chansoo vs Hunsoo

Lenght : 3 shoot (maybe)

Genre : bromance, friendship, humor (maybe yes maybe no)

Rating : T++

Author : Bee

**happy reading**

Namja mungil bermata bulat masih terdiam kaku dihadapan namja tinggi bermata besar itu.

"Ahh...aku baru saja lewat! Wae?" Tanya Kyungsoo menatap lugu.

"Oh ku kira kau sudah lama didepan pintu ini dan mengintipku mandi!" Goda Chanyeol mencolek dagu namja mungil itu dengan senyum idiotnya.

Chan, kau baru saja sedang patah hati. Sekarang kau bisa-bisanya mulai bertingkah idiot lagi di depannya. Tapi kau bisa bernafas lega karena Kyungsoo tidak mendengar semua ucapanmu tadi.

Pagi tiba, Kyungsoo bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Ia melihat namja idiot itu pun sedang bersiap-siap.

"Kau mau pergi bersama?" Tanya Kyung.

"Pergilah! Bukuku masih harus ku siapkan." Balas Chan.

"Jinjja? Kau tidak akan mengejarku seperti kemarin kan'?"

"Omo..jadi kau selalu ingin ku kejar? Jangan-jangan kau yang ingin pergi bersamaku?" Goda Chan.

"Pergilah! Sehun pasti menunggumu." Lanjutnya mengacak surai namja pendek itu.

Kyungsoo tidak membalas ucapan namja itu. Dia segera melangkah pergi menuju sekolah.

Ya, Chanyeol benar! Sehun sudah menunggu Kyungsoo di depan gerbang asrama.

"Annyeong Kyungie~" sapa Sehun mengecup sekilas pipi kanan Kyungsoo.

Mendapat sapaan manis dari ketua kelas itu membuat Kyungsoo menunduk malu. Sekarang ini pipinya sudah merona.

Sehun langsung menggenggam tangan mungil itu untuk berjalan berdampingan.

Apa kalian percaya kalau Chanyeol benar-benar tidak mengikuti kyungsoo?

Oh tentu saja itu tidak. Chanyeol selalu akan mengikuti langkah namja pendek itu kemana pun.

Ya, sekarang namja tinggi itu membuntuti kedua namja tersebut. Dengan melambatkan langkahnya, bersembunyi ditempat tertentu, mengintip lagi, lalu berjalan lagi. Benar-benar konyol. Ckckck

'Bagaimana bisa namja sok cool itu tiba-tiba mengungkapkan perasaannya dengan cepat?'

Batin Chan.

Saat di kelas, Chanyeol tidak lagi duduk dengan Kyungsoo.

Dia mulai menjaga jarak dengan namja mungil itu. Hari ini ia duduk di belakang bersama temannya bernama Kai. Melihat Chanyeol pindah duduk, Sehun pun duduk dengan Kyungsoo.

"Kau sedang bertengkar dengannya?" Tanya Kai mengarah pada Kyungsoo yang fokus dengan mata pelajaran.

"Ani! Aku hanya tidak ingin Sehun cemburu. Dan berakhir dengan pertengkaran mereka. Oh bagaimana bisa aku melihatnya bertengkar."

"Kau tidak cemburu?"

"Ku pikir Sehun adalah namja yang susah untuk jatuh cinta. Karena itu yang ku dengar dari murid lainnya. Mereka bilang, kalau ketua kelas itu sangat mencintai orang masa lalunya." Celoteh Kai.

Saat istirahat tiba, Kyungsoo menuju atap gedung sekolah. Dia ingin menangkan pikirannya.

'Apakah aku begitu idiot di matamu? Apakah aku benar-benar idiot bagimu?'

'Kau tau? Aku senang jika kekonyolanku bisa membuatmu tersenyum atau tertawa. Dan aku rela terlihat idiot jika itu membuatmu bahagia.'

'Tapi sepertinya kau lebih memilihnya yang tampan juga pintar dibanding aku yang selalu kau anggap idiot.'

'Apa kau tidak peka dengan perasaanku?'

'Kyungie~ aku sangat menyukaimu! Ahh..tidak, mungkin sekarang mencintaimu.'

Ucapan Chanyeol di kamar mandi masih menghantui pikiran Kyungsoo.

Ah ternyata namja mungil ini mendengar semuanya. Hanya saja dia berpura-pura tidak mendengar apa pun. Ya, mungkin agar tidak ada kecanggungan diantara dirinya dan Chanyeol.

Namun namja tinggi itu tetap terlihat menjaga jarak dengannya. Dia menyadari itu. Sejujurnya, dia rindu dengan celotehan Chanyeol saat sedang belajar. Membuat bisik-bisikan lelucon yang berhasil membuat moodnya membaik.

"Sedang memikirkan Sehun?"

Tanya suara bass yang sudah berada disampingnya.

"Kenapa kau kesini?" Tanya Kyung.

"Aahh...apakah aku mengganggu lamunan indahmu bersama ketua kelas itu? Mianhae.."

Chanyeol mulai mengeluarkan aegyo-nya.

"Kenapa kau menebak kalau aku memikirkan Sehun?"

"Karena kau senyum-senyum sendiri!"

Hening~

Kyungsoo kembali menatap pemandangan luar yang luas.

Sementara Chanyeol terus melihatnya dengan cengiran idiotnya.

"Apa benar ucapanmu di kamar mandi waktu itu?" Tanya Kyungsoo memecah keheningan.

"M-mwo?" Kejut Chanyeol berubah serius.

"Sebenarnya aku mendengar semua ucapanmu itu!"

"Dan kenapa kau menjaga jarak dariku? Kau bahkan pindah duduk dengan Kai."

"A-aku hanya tidak ingin Sehun cemburu dengan kedekatan kita. Kau tau? Sebuah kecemburuan, bisa menyebabkan pertengkaran. Aku tidak mau dia membentakmu dengan ucapan kasar."

"Aku tidak ingin bayangan itu terjadi padamu. Kau pasti akan terluka. Dan tidak akan ku biarkan itu."

Jelas Chan tersenyum lembut dengan mendekap wajah Kyungsoo.

"Ta-tapi aku juga tidak ingin kau menjaga jarak denganku. Kau tau? Terkadang aku membutuhkan idiotmu itu!"

"Aku selalu berusaha bersikap idiot seperti biasanya padamu, tapi sekarang aku harus memporsir waktuku untukmu Kyung."

"Tapi Chan-"

Belum sempat bibir 'love ' itu berucap kembali, bibir tebal milik Chanyeol telah membungkamnya. Beberapa detik terdiam, perlahan namun pasti kini namja tinggi itu mulai melumatnya dengan lembut.

Kedua mata bulat itu terbuka lebar, dengan tindakan ini. Nafasnya berhenti, dan jantungnya berdebar cepat. Ia pun memejamkan matanya untuk menetralkan debaran tersebut dengan bibir masih tertutup rapat.

Chanyeol mengakhiri lumatannya beberapa detik itu, ia menatap teduh Kyungsoo.

"Mianhae! Sudah ku katakan, kita tidak bisa berdekatan seperti ini."

"Jeongmal mianhae!"

Kaki jenjang itu melangkah pergi meninggalkan tubuh mungil itu seorang diri.

"Kyungie~! Apa yang kau pikirkan? Kau tidak mendengarku?" Tanya Sehun lembut.

"Ahh..mianhae!" Balas Kyung sadar dari lamunannya.

Kedua namja ini berada di taman. Sebuah taman saat Sehun mengungkapkan perasaannya.

"Kau sedang ada masalah?"

"A-ani! Aku hanya menikmati bubble ini. Enak sekali~!" Sanggah Kyung tersenyum tanpa dosa.

Sehun tidak membalas ucapannya, ia hanya menatapnya dengan senyuman lembut. Perlahan Sehun mendekatkan wajahnya pada wajah namja yang dihadapannya. Kyungsoo mematung saat jarak diantara mereka sangat dekat.

Chu~

Sehun berhasil mendaratkan bibirnya pada bibir 'love' itu. Dengan lembut ia melumatnya, hingga Kyungsoo sedikit membuka bibirnya. Sudah tau mendapat izin masuk, Sehun mulai menelusurinya ruang dalamnya dengan lidahnya.

Beberapa detik kemudian, kelembutan itu berubah menjadi hasrat nafsu. Sehun meraup bibir 'love' itu tanpa ampun. Pemilik bibir itu pun terbawa suasana lalu ikut membalas lumatan tersebut.

Namja albino itu merengkuh leher Kyungsoo untuk memperdalam ciumannya. Sedangkan namja mungil itu melingkarkan tanganya pada leher Sehun.

"B-baekie~!"

Kyungsoo membuka matanya dengan bibir yang berhenti melumat. Lingkaran tangannya melonggar dari leher Sehun.

Beberapa detik kemudian, namja tinggi putih itu sadar dengan ucapannya tadi. Walau berbisik namun Kyungsoo masih bisa mendengarnya. Sehun melepaskan tautannya dengan tatapan bersalah.

"Kyung-ah! Mianhae..."

"Sepertinya a-aku tidak bisa menjalani ini seterusnya. Aku tidak bisa terus membohongi perasaanku dan dirimu yang tidak berdosa."

"Aku benar-benar tidak bisa melupakannya!"

Kyungsoo masih mematung. Entah dia mendengar atau tidak. Sejak Sehun menyebutkan sebuah nama, namja mungil ini tidak bergeming.

Flashback#

"Kau tidak akan sendiri! Dan aku ingin kau bertemu dengan sahabat baikku. Kyungsoo! Dia memiliki postur tubuh sepertiku. Namun sifat kami berbeda. Dia sangatlah pelit bicara."

"Dia akan bersekolah sama sepertimu! Ku harap kalian bisa bersama."

"Stop berkata seperti itu Baek! Aku akan tetap mencintaimu. Aku tidak bisa berpaling darimu."

Sanggah Sehun mengusap surai hitam milik namja di hadapannya yang terbaring lemah dengan sebuah selang infus di hidung dan tangannya.

"Aku tidak bisa menemanimu untuk selamanya, waktuku tidak banyak sekarang! Berjanjilah hidup bahagia walau tanpa aku. Temuilah Kyungsoo sahabatku itu."

"Saranghae Sehunie~!"

Flashback End#

Kyungsoo tak tahan dengan kesedihannya ini, air matanya terus mengalir deras mendengar penjelasan Sehun.

"Jeongmal mianhae Kyungsoo-ah! Aku benar-benar tidak bisa berpaling dengan Baekhyun. Jika aku melihatmu, aku terus teringat padanya."

"Kau tidak bisa memaksanya untuk mencintai orang lain. Apalagi sahabatmu sendiri."

"Kami tidak bisa seperti ini! Tapi kau tenanglah, Sehun tidak akan sendiri. Dia bisa menjadi sahabatku juga. Aku akan memperlakukannya layaknya sepertimu."

Lanjut Kyungsoo menatap langit dengan sedikit isakan dan senyuman.

"Mianhae Kyung! Kau mau memaafkan ku?"

"Gomawo! Kau sudah menepati janji Baekhyun ku! Tenanglah, kita masih berteman." Jelas Kyung.

Tiba di asrama, Chanyeol langsung mendekati Kyungsoo yang baru saja pulang dengan mata yang sembab.

"Apa yang terjadi? Kau menangis?" Tanya Chan khawatir menangkup pipi chubby Kyungsoo.

"Apa yang Sehun lakukan hingga membuatmu menangis?"

"..."

"Kenapa diam saja? Katakanlah!"

"..."

"Sepertinya aku harus menghampirinya!"

Saat Chanyeol ingin melangkah pergi dengan wajah kesalnya, tiba-tiba tangan mungil melingkari pinggangnya dari belakang dengan erat hingga namja tinggi itu mematung.

"Jangan pergi!"

Chanyeol memutar tubuhnya untuk mendapati sosok mungil dihadapannya ini. Jemarinya menghapus air mata itu dengan lembut.

"Uljima Kyungie~! Aku tau ini sakit untukmu yang mencintai Seh-"

Ucapan Chanyeol terpotong saat bibirnya dibungkam oleh bibir Kyungsoo. Namja mungil itu berjinjit melingkarkan tangannya pada leher jenjang milik Chanyeol.

Ia melumat lembut bibir tebal itu. Walau ia merasa sangat berdebar, tapi ia menikmati debaran ini. Bahkan ia hanya bisa merasakan debaran ini dengan namja idiot ini. Saat melakukannya dengan Sehun, ia tidak merasakannya.

Ya, sekarang namja mungil ini sadar kalau Chanyeol-lah yang mengambil hatinya.

"Nado saranghae Mr idiot~" bisik Kyung disela-sela lumatannya.

End~

Jangan lupa add id Kpop fanfic di Line Messenger

id: knq4411u