Disclaimer :

Naruto © Masashi Kisimoto

High school dxd © Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.

Naruto : The Dragon Future

Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )

Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.

Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali

Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Halo "] Dragon Bijuu

[' Halo '] batin Dragon Bijuu.

Linked Horizon – Shizou wo Sasageyo

Sfx Frist

( Layar memperlihatkan sebuah Piala dengan bentuk sebuah Cawan di kelilingi Dua Naga panjang di kedua sisinya )

Sfx Second

( Layarpun menjauhi piala dan memperlihatkan judul dari Cerita ini )

Kore ijou no jigoku wa

( Aku ingin percaya bahwa )

( layar berganti dengan Kamera yang mengelilingi sebuah Arena Besar )

nai darou to shinjitakatta

( tak ada yang lebih neraka daripada ini )

( Layar berganti dengan memperlihatkan kegiatan Konoha )

Saredo jinrui saiaku no hi wa itsumo toutotsu ni

( Namun hari terburuk bagi manusia selalu datang dengan tiba-tiba )

( Layarpun memperlihatkan kelompok Sasuke yang berdiri di atas gedung lalu layar menjauh memperlihatkan mereka saat ini berdiri gagah di atas gedung di sertai naga mereka )

Tobira wo tataku oto wa

( Suara yang mengetuk pintu terus menerus berbunyi)

( Layar kembali di ganti dengan Para Servant yang tengah menyiapkan senjata mereka )

taezu hidoku busahou de

( dengan keras dan kasarnya )

( Lalu layar kembali di ganti dengan Arthuria yang sudah bersiap menoleh ke arah Jendela dengan raut khawatir )

Manekarezaru saiyaku no hi wa akumu no you ni

( Api bencana mengerikan yang tak diundang itu bagaikan mimpi buruk )

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang berada di atas gedung DSA tengah berdiri sambil menaruh sebuah pedang di pundaknya lalu mengangkat wajahnya memperlihatkan Mata Kirinya menjadi Mangenkyou Sharingan dan Kanannya menjadi Jikkan )

Sugishi hi wo uragiru mono

( Mereka yang mengkhianati masa lalu)

( Layar memperlihatkan Kurumi dan Shiina yang saling membelakangi dengan Clocks Eyes Mereka yang aktif )

yatsura wa kuchiku subeki teki da

( adalah musuh yang harus dimusnahkan )

( Layar kembali dengan Asia, Tearju, Rosswaisse dan Aiz yang menghadap ke kamera sambil memasang raut khawatir )

Ano hi donna kao de hitomi de

( Sejak itu dengan wajah dan mata )

( Layar kembali di ganti dengan Kelompok Naruto yang tengah berdiri berjejer bersiap )

oretachi wo mitsumeteita?

( seperti apa mereka mengawasi pergerakan kita? )

( Layar kembali di ganti dengan Seluruh peserta Dragons Champions )

Nani wo sutereba akuma wo mo shinogeru

( Apa yang harus kita buang demi memusnahkan iblis itu? )

( Layar kembali di ganti dengan Arena Besar yang mulai terpecah, lalu di ganti dengan seluruh kelompok yang menyiapkan senjata mereka, lalu kembali dengan Arena yang telah terpecah mulai melayang )

Inochi sae tamashii sae kesshite oshiku nado wa nai

( Tak ada yang perlu disesalkan dalam mempertaruhkan hidup dan jiwa ini )

( Layar kembali di ganti di mana Para Panitia Lomba yang terdiri dari Serafall, Sona, Tsunade, Dan Jiraiya memberi aba-aba, dan seketika itu seluruh peserta mulai terbang )

Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!

( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )

( Layarpun berganti dari langit memperlihatkan ratusan peserta lomba mulai terbang dengan latar blur di mana Punggung Naruto )

Subete no gisei wa

( Segala pengorbanan itu )

( Layar memperlihatkan gambaran di mana Naruto saat bayi tengah di peluk oleh Sosok pria berambut kuning dan Merah namun seketika semua itu lenyap terbakar )

ima kono toki no tame ni

( adalah untuk saat-saat sekarang ini )

( Layar kembali di ganti dengan Ledakan Energi besar dimana Naruto tengah berteriak dan kembali di ganti di mana Naruto melawan para Servant, Whellgon, Minato lalu memperlihatkan bayangan Naruto di mana Naruto terbungkus dengan Aura yang besar )

Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!

( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )

( Layar kembali di ganti di mana Naruto yang terbang bersama Julis dan naganya tengah berusaha menghindari setiap serangan yang mengarah pada mereka, Setelahnya Naruto melompat dari naga Julis lalu di lepar oleh Kiba yang terbang memutar dan saat Naruto terlempar tampak sosok Naga Chomei siap menyerangnya )

Susumu beki mirai wo

( Mari membuka masa depan )

(setelah Naruto terlempar tampak Naruto mulai berteriak dan seketika ledakan energi terjadi dan memperlihatkan sosok Naruto terbang dengan sayap darahnya dengan tubuhnya terbungkus Aura Hijau dan Merah )

sono te de kirihirake

( yang harus dituju dengan tangan ini )

( Layarpun terhenti ketika Naruto dan Chomei akan saling beradu )

Sfx three

( Layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto dari dulu dan terus berganti dari zaman ke zaman Hingga kepingan memory tersebut terhenti di mana Naruto mengangkat wajah garangnya dengan kedua matanya yang menyala )

.

Chapter 36 : Dragons Champions Arc IV : Slice of Life : Contract with The Nine Legend Dragon Bijuu Beast, Kyuubi.

.

Kamis, 13 Desember 2090

06.00 AM.

Kamar Naruto.

.

Di pagi yang indah di mana matahari mulai terbit dari timur di sertai kicauan-kicauan burung dan suara masyarakat yang mulai melakukan aktivitas mereka. Namun tidak untuk seorang perempuan berambut kuning panjang yang tertidur lelap di sebuah kasur di temani selimut yang menutupi tubuhnya.

"Enghh~," lenguh perempuan tersebut sambil membuka matanya memperlihatkan mata berwarna hijau yang tampak sayu. Perempuan itu pun mengubah posisinya menjadi terduduk sambil melihat sekitarnya seperti mencari sesuatu.

"Nii-chan," gumam perempuan tersebut sambil terus menatap sekitarnya namun dia tidak melihat apa yang dia cari.

Swuush~

Seketika hembusan angin menerpa perempuan tersebut membuat perempuan tersebut merapatkan selimut yang menutupi tubuhnya mencari kehangatan.

Mata perempuan tersebut pun teralih pada sebuah pintu yang menghubungkan ke sebuah teras yang ada di kamar tersebut. Dengan perlahan perempuan itupun turun dari kasur dan berjalan menuju teras di temani selimut yang menutupi tubuhnya.

Setelah sampai di teras perempuan itu bisa melihat sosok pemuda tengah berdiri di pagar pembatas teras sambil memandangi matahari.

Perempuan itu pun mendekati pemuda tersebut dengan sangat pelan. Setelah sampai dengan cepat perempuan tersebut memeluk pemuda tersebut membuat pemuda tersebut tersentak.

" Ohayo, Naruto-nii-chan," sapa Perempuan tersebut sambil mempererat pelukannya. " Ohayo mo, Asia-chan," balas pemuda yang tak lain adalah Naruto sambil tersenyum tipis.

"Bagaimana keadaan mata Nii-chan?"

"Masih terasa sakit, tapi ini belum seberapa di banding kemarin."

"Aku pikir Nii-chan ke mana, ternyata rupanya di sini," ucap Asia sambil cemberut, Naruto yang mendengar itu terkekeh. "Kau yakin memelukku dalam keadaan seperti itu?" tanya Naruto, dirinya sedikit gemetar karena Asia memeluknya dalam keadaan setengah polos, bagaimana dia bisa merasakannya? Karena Asia membuka selimut bagian depan dan melilitkannya ke perut Naruto.

"Bhuu~ memang masalah? Bukankah Nii-chan sudah sering merasakannya?" cemberut Asia. Narutopun melonggarkan pelukan tersebut lalu berbalik ke arah Asia sambil melilitkan kembali selimutnya ke tubuh Asia.

"Tapi ini tempat terbuka, nanti kau masuk angin dan tubuhmu di lihat oleh orang lain," ucap Naruto membuat Asia terkekeh. " Mou~ itu tidak akan terjadi lagi pula ..."

Tik!

"Ada Nii-chan di sisiku," ucap Asia sambil menyentuh bibir Naruto dengan telunjuknya. Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum.

"Tapi bagaimana jikahmmpp~,"

Perkataan Naruto terhenti karena Asia menciumnya dengan cepat, ciuman tersebut hanya berlangsung beberapa detik saja karena Asia ingin menghentikan perkataan negatif Naruto.

"Jangan di lanjutkan, Baka-nii." Naruto yang sempat terpaku karena Asia menciumnya kembali tersenyum lalu mengelus rambut Asia. "Ha'i-Ha'i," jawab Naruto lalu menarik Asia masuk kembali.

Asia yang di tarik kembali ke kamar merona, pikiran aneh hinggap di kepala Asia. "Ni-Nii-chan," gagap Asia "A-Apakah yang kemarin masih kurang?" tanya Asia membuat Naruto berbalik ke arahnya.

Tsh!

Dengan sedikit keras Naruto menyentil dahi Asia hingga membuat Asia mengaduh kesakitan. "Itu sudah cukup Baka-Imouto," omel Naruto lalu berkecak pinggang. "Aku mengajakmu masuk karena aku ingin kau mengenakan pakaianmu kembali dan bantulah Tearju-nee dan Rosswaisse-nee menyiapkan sarapan, kau tidak boleh seperti ini terusloh? Masa Istriku nanti seperti ini?"

Asia yang mendengar itu langsung tersentak dan langsung mengenakan pakaiannya dengan cepat. Naruto yang melihat itu melongo.

Cup!

"Morning Kiss," ucap Asia setelah mencium bibir Naruto kembali secara singkat lalu berlari keluar kamar Naruto meninggalkan Naruto yang mematung.

Setelah beberapa detik akan kepergian Asia, Naruto menyentuh bibirnya sambil tersenyum tipis. "Dasar Baka-Imouto," gumam Naruto. "Apa yang telah kau lakukan hingga membuatku membuka perasaanku kembali," lanjut Naruto.

"Ara~Ara~." Naruto yang mendengar suara menggoda menoleh dan dia melihat Kurumi dan Aiz berdiri di belakangnya dengan aura menyeramkan. Naruto yang melihat itu meneguk ludahnya.

Kurumi dan Aiz yang melihat mata kanan Naruto diperban pun terkejut terutama Kurumi yang paling terkejut di sana. "Naru-kun, ada apa dengan matamu?" tanya Aiz sambil mendekati Naruto dengan raut wajah khawatir.

"A-Ah! I-Ini ..."

"Kau pasti memaksakan dirimu lagi bukan Naru-kun?" tanya Kurumi tajam. Naruto yang mendengar itu tertawa canggung. Kurumi yang melihat Respon Naruto menghela nafasnya.

"Sudahlah, aku juga tidak bisa melarangmu," gumam Kurumi. "Tapi, Naru-kun ..."

"Sepertinya kau menikmatinya tadi ya?" tanya Kurumi sambil berjalan mendekati Naruto di ikuti Aiz. "Ma-Matte?! Itu bukan salahku?!" bela Naruto pada dirinya sendiri.

"Tentu saja salahmu! Padahal kami juga Istrimu! Lalu kenapa kau tidak pernah mencium Kami!" balas Kurumi membuat Naruto gelagapan. "Dan Juga! Kenapa kemarin kau tidak bilang bahwa Kau sudah kembali! Bahkan kau kembali dengan luka di mata Kananmu ini!"

"A-Ah, So-Soal itu ...," gumam Naruto bingung harus bilang apa. "Jika begitu, kami meminta jatah kami sekarang juga," ucap Kurumi dengan aura angkernya.

"E-Eh! Ta-Tapi ..."

"Apa karena kami memiliki kekurangan hingga kau tidak menganggap kami?" tanya Aiz dengan nada lirih membuat Naruto semakin gelagapan.

" Arrgggh~ baiklah! Baiklah!" teriak Naruto kesal. "Aku akan mencium kalian ok?!"

Kurumi dan Aiz yang mendengar itu menyeringai kecil. 'Kena Kau Naru-kun.'

Dengan hati-hati Naruto mendekati Kurumi lalu menyentuh kedua pundak Kurumi dengan wajah memerah, dengan sangat pelan Naruto mendekati wajah Kurumi karena dia sangat malu. Dirinya belum terbiasa.

Cupp~

Tanpa menunggu, Kurumi langsung saja memotong jaraknya dengan Naruto hingga membuat mereka berciuman. Tanpa basa-basi Kurumi langsung memeluk leher Naruto membuat ciuman tersebut semakin dalam.

Aiz yang melihat Kurumi berciuman dengan Kurumi merona dengan nafas terengah-engah, dirinya tidak sabar merasakan bibir Naruto kembali.

Naruto yang belum terbiasa hanya bisa mengikuti alur yang di buat Kurumi. Dirinya membiarkan Kurumi memasukkan lidahnya ke mulutnya dan mengajak lidahnya berdansa.

Sret! Bruk!

Dengan sekali gerak, Kurumi langsung mendorong Naruto ke Kursinya hingga terduduk lalu menduduki paha Naruto tanpa melepaskan ciuman mereka.

"Fuuahh~," lenguh keduanya ketika ciuman tersebut terlepas karena membutuhkan Oksigen. Kurumi yang menikmati ciumannya bersama Naruto tersenyum, namun semua itu terasa kurang.

Cup!

Baru saja Nafasnya kembali Normal, Naruto harus terkejut ketika Aiz langsung mengarahkan wajahnya ke arahnya dan mencium bibirnya dengan liar, bahkan dengan berani Aiz mengambil lengan kiri Naruto dan mengarahkannya ke Melon Kirinya.

Naruto yang di perlakukan seperti itu sungguh terkejut. Ketika dirinya ingin melepaskan tangan kirinya dengan tangan kanannya, Naruto harus kembali terkejut ketika Kurumi menangkap tangan kanannya dan mengemut setiap jarinya.

Naruto yang di perlakukan seperti itu hanya bisa menggerang di ciumannya bersama Aiz, dirinya benar-benar dalam masalah kali ini. Seandainya saja di mengabari dirinya sudah kembali mungkin ini tidak akan terjadi.

.

.

07.00 AM

Ruang Makan.

.

Di ruang makan, tampak Saat ini, Tohka dan Kirin telah duduk di kursi mereka sambil menunggu Sarapan mereka datang.

Tap! Tap!

Kedua perempuan itupun mengalihkan pandangan mereka dan mereka bisa melihat Naruto berjalan dengan sangat lemas menuju tempat duduknya.

"Are? Danchou? Kau sudah kembali dari latihanmu?" tanya Tohka dengan ekspresi terkejut karena melihat Naruto. "Ah! Okaerinasai Danchou! Dan Ohayo Gonzaimasu, Danchou!" ucap Kirin memberi salam pada Naruto

"Um." Respon Naruto dengan lemas

Sret~

Saking lemasnya, Naruto yang baru duduk di kursinya langsung membaringkan tubuhnya di meja sambil menyembunyikan wajahnya. Tohka yang melihat itu menaikkan sebelah alisnya. "Ada Apa?" tanya Tohka.

"Tidak ... Bukan apa-apa," jawab Naruto. Tak lama setelah itu datang Aiz dan Kurumi dengan hati berbunga-bunga lalu duduk di samping Tohka dengan senyum di wajah mereka.

Tohka yang melihat itu menyipitkan matanya lalu melirik Naruto yang masih membaringkan dirinya di meja. "Apakah ini ada hubungannya dengan ..."

" Sudah jangan di bahas?!"

.

.

Leafy Place.

Supermarket, Tokyo.

.

Sementara itu di sebuah Supermarket di dekat Tokyo, tampak sosok perempuan berambut kuning saat ini berjalan dengan senyum senang beserta plastik belanjaan di tangannya.

"Tidak aku sangka ternyata di Konoha sungguh lengkap, aku jadi belanja banyak untuk semuanya," gumam Leafy sambil melirik plastik belanjaannya. "Maa~ tidak masalah, lagi pula kami juga membutuhkannya."

Deg!

Tubuh Leafy seketika menegang dan berhenti bergerak. Setelah beberapa detik Leafy menatap langit dengan tajam "Besok ya ...," gumam Leafy lalu berjalan cepat ke tujuannya.

.

Naruto Place

08.30 AM

.

Kembali ke tempat Naruto, tampak saat ini Naruto tengah bersiap untuk pergi dengan pakaian yang cukup sederhana, mengenakan Kaos Hitam di balut jubah putih lengan panjang dan mengenakan celana hitam panjangnya.

Tearju dan Rosswaisse yang berdiri di belakang Naruto mendekati Naruto dan menahan Naruto sebelum pergi. "Kau mau ke mana Naruto-kun?" tanya Tearju.

Naruto yang di tanya melepaskan tangan Tearju dan Rosswaisse yang menahannya dengan lembut lalu menatap Rosswaisse dan Tearju dengan senyumnya.

"Aku ada urusan dengan yang lainnya, ini urusan kelompokku," jawab Naruto sedikit berbohong, dirinya tentu tidak bisa mengatakan bahwa dirinya ingin menemui Kyuubi.

"Tapi ..."

"Aku tahu kalau aku baru saja kembali dari latihanku bersama Ero-jiji, tapi tidak perlu khawatir. Aku bisa menjaga diriku kok," ucap Naruto berusaha meyakinkan Tearju dan Rosswaisse.

"Kami tahu, tapi bukan itu yang ingin kami bahas." Naruto yang mendengar ucapan Rosswaisse sedikit mengeluarkan keringat, dirinya merasakan firasat tidak enak. "Kenapa kemarin kau tidak memberitahu kami, bahwa kau sudah kembali?" tanya Rosswaisse tajam membuat Naruto tersenyum kaku, karena firasatnya benar.

"E-Etto... Sejujurnya aku ingin bilang, tapi karena aku sudah memiliki janji dengan Asia-chan jadi ...," gantung Naruto membuat Tearju dan Rosswaisse menatap tajam Naruto.

Naruto yang di tatap tajam seperti itu sebenarnya ingin lari, tapi kedua tangannya di genggam erat oleh Tearju dan Rosswaisse membuatnya tidak bisa kabur.

Sret!

Cup!

Dengan sekali gerak, Tearju dan Rosswaisse menarik Naruto ke arah mereka dan mencium bibir Naruto bersamaan membuat Naruto membelakan matanya karena terkejut akan tindakan Tearju dan Rosswaisse.

Tearju dan Rosswaisse pun melepaskan ciuman mereka lalu menatap Naruto dengan senyum mereka di sertai wajah merona, sementara Naruto masih terpaku dengan wajah memerah karena ciuman Tearju da Rosswaisse.

'Lima kali ... Sudah Lima kali di pagi ini!' batin Naruto.

Tik!

Naruto yang merasakan ada sebuah jari menyentuh bibirnya tersentak dan dia bisa melihat wajah Tearju yang tersenyum manis padanya. "Kami tidak akan meminta jatah kami sekarang kok, tapi saat pergi nanti jangan memaksakan dirimu jika terjadi sesuatu yang berhubungan pertarungan ok?" ucap Tearju memberi nasehat pada Naruto.

Naruto yang mendengar itu terpaku sesaat lalu tersenyum pada Tearju. "Ha'i, Wakatta Tearju-nee, Rosswaisse-nee," ucap Naruto dengan semangat.

"Ah! Kau memanggil kami seperti itu lagi!" ucap Rosswaisse marah, Naruto yang mendengar itupun langsung pergi dengan cepat meninggalkan Rosswaisse dan Tearju di tempat tersebut.

"Hahh~ dasar," gerutu Rosswaisse, Tearju yang mendengar Rosswaisse menggerutu terkekeh .

.

Naruto Side

.

Setelah keluar dari DSA, Narutopun berjalan menuju kelompoknya yang telah berkumpul di luar bersama Asia, Kurumi dan Aiz. Kenapa tidak ada pertanyaan kembali mengenai kenapa dengan mata kanan Naruto?

Semenjak berciuman dengan Kurumi tadi pagi, secara langsung Kurumi mengobati mata Naruto. Seperti saat ini tampak Naruto seperti sehat kembali dimana mata kanannya telah kembali normal walau masih terlihat ada warna keputihan di matanya.

Asia yang melihat mata Kanan Naruto tidak di perban terkejut dan berjalan mendekati Naruto. Setelah sampai di depan Naruto, Asia langsung mengecek mata kanan Naruto memastikan apakah mata kakaknya telah pulih atau belum.

"Nii-chan, matamuhmm."

Perkataan Asia terhenti karena Naruto menaruh jari telunjuknya di bibir Asia. "Jangan mengatakannya di sini, aku tidak ingin yang lain khawatir," ucap Naruto sambil mengedipkan sebelah matanya pada Asia yang terpaku menatapnya.

Asia pun tersenyum dan mengangguk, setelahnya Asia mendekati telinga Naruto dan membisikkan sesuatu di telinga Naruto hingga membuat wajah Naruto merona.

"Bagaimana, Nii-chan?" tanya Asia sambil menjaga jaraknya dari Naruto, Naruto yang tersadar seketika berdehem sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal dengan jari telunjuknya. "M-Maa~ bukan masalah sih," ucap Naruto membuat Asia tersenyum senang.

"Danchou? Wajahmu memerah? Ada apa? Apa yang di bisikkan oleh Asia-san hingga wajahmu memerah?" tanya Claudia beruntun membuat Naruto gelagapan. "A-Ah! Bu-Bukan apa-apa!"

Kiba yang melihat Naruto gelagapan mengelus dagunya sambil tersenyum jahil. "Hmm~ sepertinya aku mencium sesuatu yang mesum akan kau lakukan Danc..."

Bugh!

Perkataan Kiba pun terhenti karena Naruto memukul perutnya dengan keras hingga pingsan, semua yang melihat itu memasang wajah horor kecuali Aiz dan Kurumi yang tampak biasa saja.

"Kau tidak pernah berubah ya Kuso-Kiba!" Gerutu Naruto. "M-Maa~ sudahlah Danchou. Selain itu, kenapa Danchou mengumpulkan kami?" ucap Saya mencairkan suasana.

Naruto yang di tanya melirik Saya sambil melepaskan tangannya dari perut Kiba lalu memegang kerah belakang Kiba. "Kita akan pergi ke hutan kematian," ucap Naruto membuat semua di sana menaikkan sebelah alisnya kecuali Asia.

"Kenapa?"

"Jika di tanya 'kenapa?'...," gantung Naruto sambil menyeringai kecil. "Itu karena Aku akan mendapatkan sesuatu yang selama ini aku dambakan."

.

Dead Forest

10.13 AM

.

Sementara itu di Dead Forest, tampak di dalam sebuah Gua yang terbuat dari pohon-pohon besar, terdapat Kurama yang saat ini duduk sambil menatap orang-orang yang berkumpul di depannya dengan tajam.

Whitegon yang ada dalam bentuk Charlotte yang berdiri di samping Kurama hanya tersenyum melihat kumpulan orang-orang di depan Kurama.

"Yo! Kurama! Lama tidak berjumpa" ucap Pemuda yang tak lain adalah Naruto. Kurama yang di sapa hanya diam beberapa saat sampai akhirnya Kurama mengeluarkan suara ["Ck!"]

Semua seketika sweatdrop melihat Respons Kurama kecuali Naruto dan Charlotte. "Yo! Okaa-san, kita ketemu lagi," sapa Naruto sambil tersenyum, Charlotte yang mendengar sapaan Naruto hanya tersenyum.

Kelompok Naruto yang mendengar itu terdiam termasuk Aiz yang memang tidak mengetahui apa-apa, sementara Asia dan Kurumi yang memang sudah tahu dari awal dan kemarin ( Asia. ) hanya diam dengan tenang. "A-Ano... Da-Danchou, bo-bolehkah aku bertanya?" ucap Kiba sampai tergagap.

"Um?"

"K-Ka-Kau memanggilnya Okaa-san bukan?" Naruto yang mendengar itu mengangguk. "Mu-Mungkinkah! Dia adalah Whitegon?!" kejut Kiba dengan wajah horor.

Buagh!

"Jangan memasang wajah horor seperti itu pada ibuku baka?!" teriak Naruto setelah memberikan pukulan pada wajah Kiba hingga Kiba terjungkal ke belakang. "Ta-Tapi! Siapa yang tidak terkejut ketika melihat sosok yang awalnya Naga berubah menjadi Manusia?!" balas Kiba kembali bangkit.

"Tapi tak perlu memasang wajah horor seperti baru melihat kelinci lahir!"

"Untuk apa aku memasang wajah seperti itu ketika melihat kelinci lahir!? Aku lebih senang memasang wajah horor pada Cicak Alaska?!"

Buagh!

"Yang ada di Alaska hanya Cacing Alaska Konoyaro?!" balas Naruto sambil memberi pukulan pada dagu Kiba Hingga Kiba jatuh pingsan. Semua yang melihat tingkah mereka hanya sweatdrop ria.

'Se-Sejak kapan ada Cicak dan Cacing di Alaska,' batin Semuanya.

"Huft~ gomen kita kembali ke topik," ucap Naruto sambil menghela nafasnya lalu menghadap ke arah Kurama dengan tatapan serius.

"Aku dengar dari Okaa-san, kau ingin menjalin Kontrak denganku. Sebenarnya ada apa hingga kau secara tiba-tiba memintaku menjalin kontrak denganmu?" tanya Naruto serius.

"Apa?!" kejut Kiba tidak percaya hingga bangkit dari pingsannya ketika tidak percaya apa yang dia dengar. "PINGSANLAH LAGI KUSOYARO?!"

"K-Kyuubi me-meminta pada Danchou untuk menjalin Kontrak? A-Apa aku tidak salah dengar?" gumam Julis yang juga sepertinya tidak percaya.

"Jika Danchou ingin melakukan Kontrak dengan Kyuubi dan menjadi Partner Danchou, bukankah Dia harus selalu di dekat Danchou? Dan juga mustahil memperlihatkan warga jika ada Kyuubi, bisa-bisa Kota Konoha Akan panik," ucap Claudia

"Aku sudah memperkirakannya, jadi jangan khawatir," balas Naruto berusaha membuat anggotanya tenang untuk Kiba dia sudah tenang di alam mimpi yang sunyi. "Jadi bisa kau jawab Kurama?"

["Kenapa aku harus menjawabnya?! Kau bukan siapa-siapaku Gaki!"] balas Kurama menatap tajam Naruto dengan mata merahnya. "Hmm aku hanya penasaran kenapa secara tiba-tiba kau memintaku menjadi partnermu, rasanya aneh saja," balas Balik Naruto.

"Bahkan sekarang? Aku bisa melihat ada ekspresi tidak senang darimu yang menjadikanku partnermu," lanjut Naruto sambil menatap Kurama intens.

Brak!

["Dari awal aku memang tidak ingin siapa pun menjadi partner, kau harusnya tahu Gaki."] Naruto yang mendengar itu hanya merespons diam saja walau wajah garang Kurama ada di depannya. ["Tapi setelah melihatmu di Dragons Champions, aku mulai sedikit tertarik untuk menjadikanmu partnerku, hanya itulah alasanku,"] lanjut Kurama membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya, Melihatku sejak Dragons Champions?

"Jika Naruto-kun bertanya bagaimana bisa Kurama-kun melihatmu di Dragons Champions, padahal dia seharusnya ada di sini? Nanti akan di jelaskan olehnya," ucap Charlotte.

["Sebelum menjalin Kontrak denganku, kau harus melewati satu tahap dariku,"] ucap Kurama membuat Naruto menyipitkan matanya. ["Kau harus mengalahkanku dalam pertarungan,"] ucap Kurama menyeringai

Wush!

Dengan cepat Naruto memberi isyarat pada anggotanya untuk menjaga jarak, mencari tempat aman, namun Semuanya berdiri di depan Naruto ( Kecuali Kiba yang pingsan ) dengan senjata terancung begitu juga Asia yang berdiri di depan Naruto, Kurumi yang berdiri di samping Kanan Naruto dan Aiz yang ada di kiri Naruto Naruto sambil menyiapkan pedangnya. Charlotte yang melihat itu hanya diam dengan ekspresi yang sulit di jelaskan.

Flashback On

.

"Jangan senang dulu, Charlotte." Charlotte yang akan melangkah pergi seketika terhenti lalu melirik Yasaka yang menatapnya tajam. "Aku melakukan ini karena terpaksa, sejujurnya aku tidak ingin menjadikan dia atau siapa pun menjadi partnerku. Tapi karena perintah Whellgon, aku tidak bisa menolaknya," ucap Yasaka sambil turun dari Batunya lalu mendekati Charlotte

"Tapi setelah urusan kita ke tempat Whellgon, aku akan melepaskan Kontraknya dengan membunuhnya!"

Sring!

Dengan gerakan yang sangat cepat, Charlotte telah mengarahkan sebuah Pedang berwarna Putih di sisi kiri leher Yasaka, Yasaka yang menyadari itu diam dengan tenang sambil menatap wajah Charlotte yang menjadi marah terbukti di mana mata emasnya menyala.

"Jika kau membunuhnya, akulah yang akan membunuhmu Yasaka. Ketahuilah bahwa aku lebih kuat darimu, jika aku serius aku bisa saja menghilangkan Immortalmu," ucap Charlotte mengancam Yasaka yang hanya diam.

"Tapi sepertinya aku tidak perlu melakukannya, seiring berjalannya waktu, aku yakin kau akan menerima Naruto-kun menjadi Partnermu," ucap Charlotte membuat Yasaka menyipitkan matanya. "Apa Maksudmu?"

"Kau akan menyadarinya nanti," ucap Charlotte sambil menghilangkan pedangnya. "Ah benar juga, satu lagi Yasaka."

"Kau boleh menantangnya bertarung, tapi jika dia menang dia harus menjadi Partnermu hingga Dragons Champions Selesai, tapi jika dia kalah. Kau boleh melakukan keinginanmu."

.

Flashback Off

.

'Ayo Naruto-kun, tunjukkan kemampuanmu,' batin Charlotte

Puk!

"Mundurlah, Minna. Masalah ini biar aku hadapi sendiri," ucap Naruto membuat Aiz terkejut. "Tapi..."

"Mundurlah," ucap Naruto dengan nada yang berubah menjadi nada yang tidak ingin di bantah. Semua yang mendengar itu memasang wajah khawatir sambil mundur mencari tempat aman. "Melawan Kyuubi ya ..." gumam Naruto.

["GROOAAAAAAAARRRR!?"]

BWUUSH!

Naruto yang ada di depan Kurama langsung menyilangkan tangannya ketika merasakan hembusan Angin yang sangat dahsyat dari teriakan Kurama, bahkan Angin semakin keras ketika Kurama mengembangkan sembilan Sayapnya.

Sret!

Naruto pun terseret sekitar 2 Cm setelah cukup lama menahan hembusan Angin dari teriakan dan Kepakkan sayap Kurama. Kurama yang sudah selesai berteriak menatap nyalang Naruto yang bisa bertahan walau terseret 2 cm.

"Karena ini impianku sejak lama, jadi aku tidak boleh kalah di sini," ucap Naruto masih dalam posisi menyilangkan tangannya. "Bersiaplah Kurama!" teriak Naruto sambil menurunkan sedikit tangannya memperlihatkan Ekspresi Naruto yang menyeringai senang.

Wush!

Dengan sangat cepat Naruto langsung berlari ke arah Kurama membuat Kurama tersentak karena Naruto menghilang dari pandangannya.

Bwush! Sret!

Kurama pun membuat Kobaran Api di sekelilingnya hingga tubuhnya tak terlihat, Naruto yang melesat ke arah Kurama terhenti dan melompat mundur ketika melihat kobaran Api Kurama.

Wush! Bugh!

Blaar!

Seketika Naruto tersentak ketika sebuah Ekor mengarah padanya dari samping, dengan refleks Naruto menyilangkan tangannya kembali menahan serangan ekor tersebut, namun Naruto harus terpental hingga menabrak sebuah pohon besar hingga hancur karena kuatnya serangan Ekor tersebut.

Swush!

Kobaran Api yang mengelilingi Kurama terbelah memperlihatkan Kurama yang menyeringai karena serangannya berhasil mengenai Naruto.

Bwush!

Tanpa pikir panjang Kurama menyemburkan Api dalam skala besar ke arah Naruto yang menempel di batang pohon yang di hancurkannya.

Sret! Sruussh~

Kurama seketika menyipitkan matanya ketika tangan kanan Naruto mengarah pada Apinya dan menghisap Apinya hingga tak tersisa.

Grek!

Sring! Wush! Blaar!

Tangan kanan Naruto langsung terkepal dan setelahnya Naruto mengangkat wajahnya memperlihatkan tatapan yang tajam pada Kurama, lalu melesat dengan cepat ke arah Kurama sambil menyiapkan tinjunya.

Bhaast! Wush!

Kurama yang melihat itu mengembangkan sayapnya hingga membuat hempasan angin yang dahsyat hingga membuat Naruto berhenti melesat ke arah Kurama.

Sret! Buagh! Bwush!

Namun tak habis Akal, Naruto memukul udara Kosong dengan keras dan setelahnya semburan Api berukuran besar keluar dari pukulan Naruto.

Swush! Bwush!

Kurama yang melihat itu hanya menyilangkan tangannya menahan semburan Api yang di layangkan Naruto.

["Setsutouzuki : Ketsuzueki : ..."] gantung Naruto yang jatuh dari langit.

Tap! Bugh!

["Kageushiokai!"] lanjut Naruto sambil menghentakkan kedua tangannya ke tanah.

Krak! Krak!

Srush! Greb!

Seketika tanah di bawah Naruto retak dan merambat dengan cepat ke bawah Kurama. Tanah yang retak di bawah Kurama pun mengeluarkan Jaringan Darah dalam jumlah cukup banyak yang mengarah ke ekor Kurama hingga membentuk sosok Naruto dari darah yang langsung mencengkeram ekor Kurama dengan kuat.

Sret! Wush!

"HUOOORAAA!" teriak Naruto dengan lantang sambil melakukan gerakan membanting ke belakang dengan jaringan darah yang menyatu dengan tangannya.

Sret! Wush!

Darah yang membentuk sosok Naruto yang mencengkeram Ekor Kurama seketika bergerak dan melakukan gerakan yang sama dengan Naruto Asli.

Swush!

['Nani!?'] batin Kurama terkejut karena tubuhnya terangkat karena tarikan kuat dari Naruto Darah yang menarik Ekornya, tentu saja dia terkejut bagaimana bisa sosok dari darah membanting sosok setinggi 40 Meter dengan berat bisa mencapai 1000 Kg lebih.

Wush! Blaaaar!

Tubuh Kurama pun terbanting keras di tanah membuat retakan besar di tanah dan merusak pohon-pohon di hutan tersebut.

Semua yang melihat perbuatan Naruto di buat terkejut akan kekuatan Naruto yang berhasil membanting Kurama yang tubuhnya lebih besar darinya, dan itu pun di banting dengan Cloningan darah.

'Sekarang!' batin Naruto berputar balik lalu melompat ke atas sambil menarik ke dua tangannya ke belakang.

Swush! Tash! Wush!

Cloningan Darah Naruto seketika hancur dan berubah menjadi jaringan darah yang mengikat ekor Kurama dan menarik Kurama ke atas mengarah pada Naruto yang melayang di langit.

Swush! Bwush!

Naruto seketika terkejut dan langsung menyilangkan tangannya ketika ekor Kurama terayun membuat hempasan angin yang cukup kuat.

Wush! Blaaaar!

Mata Naruto harus kembali melebar ketika sebuah tangan berukuran besar ke arahnya dan menghantamnya dengan keras ke tanah hingga tanah di bawahnya hancur berantakan.

"Danchou!"

"Naruto-kun!/Naru-kun!"

"Nii-chan!"

Naruto yang merasakan sakit di punggungnya hanya bisa melenguh kesakitan sambil berusaha lepas dari tangan besar Kurama yang menekannya.

["Apa hanya ini kemampuanmu?! Tunjukkan kemampuanmu padaku Gaki?!"] tantang Kurama membuat Naruto mendelik ke arah Kurama. "Baiklah! Kau yang minta!?" balas Naruto lalu menyatukan ke dua tangannya yang bebas.

[" Setsutouzuki : Ketsuzueki : ..."] gantung Naruto.

Pyaarsh!

Seketika tubuh Naruto hancur dan mengeluarkan Es dalam jumlah besar yang langsung membekukan seluruh tubuh Kurama kecuali kepalanya.

["Nani?!"] kejut Kurama. ["Hyozeiabsuzero!"] lanjut Naruto yang berdiri di belakang Kurama dalam posisi berlutut sambil menyentuh bagian ekor Kurama yang membeku di dalam es.

Semua kembali terkejut atas apa yang di lihat oleh mata mereka. Mereka tidak percaya bahwa Naruto berhasil membekukan Kurama dengan tubuhnya namun Naruto secara tiba-tiba telah di belakang Kurama dalam keadaan sehat.

"Huft~" hela Naruto hingga mengeluarkan asap dingin. 'Untung saja darah yang mengikat Kurama masih terikat, jadi aku mudah menyalurkan semua tubuhku ke darah tersebut, walau harus menggunakan Jikkan sih,' batin Naruto sambil mengepalkan tangan kirinya.

Tsh!

Sesuatu berbentuk tabung kecil seketika keluar dari Jam Naruto dan jatuh ke tanah dalam keadaan mengeluarkan asap. Rupanya Naruto menggunakan kekuatan Jikkan yang dia masukkan ke dalam jam untuk menghentikan waktu hingga tubuhnya bisa bertukar tempat.

Deg!

"Cough!" batuk Naruto mengeluarkan darah cukup banyak. "Nii-chan!Danchou!/Naruto-kun!/Naru-kun!" kejut semuanya ketika melihat Naruto memuntahkan darah.

'Kuso! Ini karena penyaluran tadi organ dalamku jadi sakit semua,' batin Naruto sambil mengatur nafasnya. 'Pokoknya aku harus bertahan sampai Regenerasi di tubuhku memulihkannya,' lanjut Naruto sambil menyeka darah di sudut bibirnya.

["Kheh! Kau baru berhasil membekukanku jangan senang dulu Gaki!? Kau lupa aku adalah Naga dengan Element Api!?"] teriak Kurama

Bwush!

Seketika Kobaran Api muncul di sekitar Kurama membuat Naruto melompat mundur hingga mengeluarkan senjata berbentuk tongkat berwarna hitam.

Swush!

Api yang berkobar di sekitar Kurama kembali menghilang memperlihatkan Kurama yang membelah api dengan ekornya dan di belakang Kurama tampak di sekitar sayap Kurama terdapat Lingkaran merah berukuran besar.

Naruto yang melihat itu menyipitkan matanya. ["Katouhenggi : Kyuugarouma!"] teriak Kurama mengepakkan sayapnya dengan keras.

Bwush!

Seketika 18 Lingkaran dari 9 pasang sayap Kurama keluar bola api berukuran besar yang mengarah ke arah Naruto secara bersamaan.

Sret! Trank!

Naruto yang melihat itu memasang posisi bersiap menghadapi bola api Kurama yang mengarah padanya. Setelah menurutnya dekat, Naruto mematahkan bagian depan dan belakang tongkatnya lalu memutar tubuhnya sambil mengayunkan tongkatnya.

Bwush! Bwush! Bwush! Bwush!

Dengan gerakan lincah Naruto mengayunkan tongkatnya membelah setiap bola api yang mengarah padanya.

Sret! Wush!

Melihat tersisa satu bola api lagi, Naruto memutar tongkatnya dan seketika bagian Tongkat Naruto yang patah menyatu dan Naruto langsung mengayunkan tongkatnya ke depan.

Trank! Bwush!

Tongkat Narutopun seketika terbelah menjadi kecil-kecil dengan rantai menyatu pecahan-pecahan rantai tersebut. Ujung Tongkat yang memanjang karena pecahan tadi pun menghantam Bola Api terakhir Kurama hingga terbelah dengan sempurna hingga melewati Naruto.

Sret! Sring! Tank!

Setelah membelah api tersebut Naruto menarik tongkatnya hingga pecahan tongkatnya tertarik dan menyatu kembali menjadi tongkat seperti semula. Kurama yang melihat itu menggumam karena Naruto berhasil membelah bola apinya dengan mudah, padahal bola api tersebut harusnya meledak, tapi bola itu tidak meledak sama sekali.

["Cukup menarik Gaki! Apa yang kau gunakan hingga membuat bola Apiku gagal meledak,"] puji Kurama lalu bertanya dengan nada menuntut.

" Bukienji Daiku Rokujuu : Albodozen, senjata yang bisa menangkal jutsu apapun dari jutsu yang memiliki ledakan besar menjadi tidak memiliki ledakan, setelah aku menghantam bola apimu, daya ledak yang harusnya besar aku hilangkan hingga membuat bola tersebut hanya seperti api biasa," ucap Naruto sambil melirik tongkat di tangannya.

["Senjata yang cukup menarik, kau memiliki berbagai senjata yang cukup menarik ya,"] ucap Kurama. ["Tapi jangan senang dulu, kau pikir aku hanya bisa Element Api?"] lanjut Kurama sambil mengambil posisi siap berlari.

Bzit!

Naruto yang melihat Tubuh Kurama mengeluarkan percikan Petir langsung mematahkan seluruh bagian Tongkatnya dan menggulungnya di tangan kanannya.

Wush!

Naruto yang tidak bisa melihat kecepatan Kurama Langsung melompat tinggi ke belakang hingga menempel di sebuah Pohon berbatang besar.

Swush!

Mata Naruto seketika melebar ketika Kurama tiba-tiba sudah di depannya dengan tangan besarnya siap mencakarnya 'Cepat Sekali?!' batin Naruto.

Crash! Wush!

Tangan besar Kuramapun mencakar pohon yang di pijak oleh Naruto namun untungnya Naruto terkena telapak tangan Kurama yang membuatnya terdorong ke bawah.

["Setsutouzuki : Ketsuzueki : Goakkuastra!"] teriak Naruto sambil melayangkan tinju pada udara kosong dengan pukulan mengarah ke bawah.

Bwush!

Tap!

Naruto pun seketika terdorong dan mendarat beberapa meter dari Pohon yang dia pijak tadi. 'Dia memiliki Element Petir, Angin dan Api, jadi seluruh elementku mustahil untuk mengalahkannya, Angin juga tidak mungkin aku gunakan untuk mengalahkannya,' batin Naruto

'Jadi Element Yang tersisa adalah Taijutsu, sepertinya tidak ada pilihan lain sampai aku menemukan celah besar untuk menyerangnya,' batin Naruto sambil mengepal tangannya

Swush!

["Terlalu Lambat!"] teriak Kurama secara tiba-tiba sudah di belakang Naruto sambil mengayunkan ekornya

Wush! Blar! BOOM!

Semua melebarkan mata mereka ketika melihat Naruto berhasil menahan serangan ekor Kurama dengan satu tangan tanpa melihat, bahkan Naruto tak bergerak dari tempatnya membuat tanah di bawahnya hancur berantakan.

['Tidak mungkin, dia menahannya dengan satu tangan,'] batin Kurama. "Gomen Kurama, kau bilang kau sempat melihat pertandinganku bukan? Jika begitu akan aku tunjukkan Taijutsuku," ucap Naruto sambil melirik Kurama dengan seringai di mulutnya.

Dum! Wush!

Dengan gerakan cepat Naruto langsung mendorong ekor Kurama lalu menghilang dengan cepat dan sudah berpindah ke salah satu Kaki Kurama dalam keadaan melayang.

"Huoooraa!" teriak Naruto melayangkan tendangannya ke arah kaki Kurama.

Blam!

Tendangan Narutopun berhasil mengenai kaki Kurama, namun kulit Kurama sangat keras membuat Naruto mendecih karena dirinya yakin tendangannya tidak memberikan sakit pada Kurama.

Wush! Sret!

Naruto yang melihat serangannya tidak berdampak langsung menghilang dan sudah menjauh dari Kurama sambil menatap Kurama tajam.

["Kheh! Mana Taijutsumu, asal kau tahu kulitku sangatlah keras, serangan seperti gigitan semut tidak akan bisa melukaiku."]

Naruto yang mendengar itu mengepalkan tangan kanannya yang terlilit rantai serta pecahan tongkatnya. "Hm~ keras ya...," gumam Naruto. "Kita lihat saja," balas Naruto sambil menyeringai.

Sret! Twush!

Secara tiba-tiba Naruto sudah di depan wajah Kurama membuat Kurama terkejut karena secara tiba-tiba Naruto sudah di depannya.

"HUOOORAAAA!" teriak Naruto melayangkan tinjunya ke wajah Kurama.

Buagh! Blaaaar!

Pukulan Naruto pun berhasil mengenai wajah Kurama hingga membuat ledakan angin di sertai Petir Kuning yang besar hingga membuat Kurama oleng.

"Pukulannya!" kejut Irina

" Berhasil memberikan efek!" lanjut Xenovia ikut terkejut.

Blam!

["Ghh! Beraninya...," geram Kurama sambil menahan sakit di sisi kiri wajahnya.

Wush! Tap!

"Huoooo," gumam Naruto yang telah mendarat sambil memasang posisi kedua tangan di kepalkan di sisi pinggangnya lalu melesat dengan cepat kembali ke arah Kurama.

Swush! Blar

Kurama yang menyadari itupun mengayunkan ekornya, namun Naruto berhasil memberikan serangan yang sama membuat Kurama terserat ke belakang.

'Sekarang!' batin Naruto mengembalikan tongkat yang melilit di lengannya menjadi semula kembali.

["Gh! KUSO GAKI!"] teriak Kurama. ["GROOAAAAAAARRR!"]

Twush!

Teriakan Kurama pun menghasilkan hempasan angin yang sangat kuat bahkan bisa membuat pepohonan besar di hutan kematian bergoyang, namun tidak untuk Naruto yang terus maju sambil membelah angin dengan tongkat miliknya.

["Albodozen : Senificharge!"] ucap Naruto sambil melempar Tongkaktnya ke arah Kurama

Kurama yang menutup mulutnya karena melihat Tongkat Naruto seketika terkejut karena secara tiba-tiba Naruto sudah di samping tongkatnya.

Swush! Duak!

Naruto pun mengayunkan tongkatnya dari bawah dan berhasil mengenai dagu Kurama hingga wajah Kurama menoleh ke atas.

Duak! Wush! Buagh! Blaam!

Tak sampai di sana, Naruto kembali memberikan tendangan pada wajah kiri Kurama hingga oleng ke samping. Dan sebagai serangan terakhir, Naruto menghantamkan tongkatnya dari atas dan berhasil membuat kepala Kurama melesat ke bawah dan menghantam tanah dengan keras.

Wush! Tap!

Dari punggung Naruto seketika keluar jaringan darah yang langsung melesat ke bawah dan menarik Naruto untuk mendarat sempurna di tanah.

"Huft~," hela Naruto. "Apakah berhasil?" gumam Naruto bertanya pada dirinya sendiri.

["Omoshiroi Gak."] Naruto yang mendengar itu bersiaga. Tak lama setelah itu, tampak sosok Kurama yang menampakkan dirinya dengan luka yang dia terima mulai berusaha pulih kembali. ["seranganmu cukup luar biasa, termasuk senjatamu itu...]

["Tapi, Apa senjatamu bisa menghentikan Ini!?"] teriak Kurama sambil membuka mulutnya dan melebarkan sembilan Sayapnya.

Bwush~

Mata Naruto seketika melebar ketika energi negatif dan positif mulai berkumpul di mulut Kurama dan Sembilan pasang Sayap Kurama. "Itu!" kejut Charlotte ketika melihat apa yang akan di lakukan oleh Kurama. Naruto yang melihat itu langsung menjaga jarak yang sangat jauh dari Kurama

'Itu, Bijuu Dama?!' batin Naruto sambil menghilangkan tongkat di tangannya. 'Sial! Aku belum memiliki senjata untuk menangani Serangan itu. Apa yang harus aku lakukan...,' batin Naruto berpikir mencari cara agar bisa menahan serangan Bijuu Dama.

'Aku bisa saja menggunakan Midrocremon, tapi Redurora Maupun Reimonra tidak bisa menahan Bijuu Dama Sebanyak itu,' batin Naruto.

["Bijuu Dama!"] teriak Kurama menembakkan serangannya secara bersamaan ke arah Naruto. Semua yang melihat itu tentu saja panik termasuk Charlotte.

'Terlambat!' batin Naruto menyilangkan ke kedua tangannya ke depan.

BOOOOOM!

Ledakan Dahsyat seketika terjadi di Dead Forest, semua yang ingin menyelamatkan Naruto seketika terdiam seperti batu. Mereka benar-benar Syok karena Naruto menerima serangan itu.

["Kheh!"] dengus Kurama. "T-Ti-Tidak mu-mungkin ...," gagap Asia dan perlahan suaranya melemah karena kehilangan kesadarannya akibat terlalu syok. Kirin yang ada di samping Asia langsung menangkap tubuh Asia sebelum jatuh ke tanah.

"D-Danchou...," gumam Koneko lirih

"Na-Naru-kun ...," gagap Aiz dengan wajah yang sangat syok, Kurumi yang melihat kejadian tadi juga sempat syok namun Kurumi seketika tersentak ketika merasakan energi yang cukup kuat.

"KURAMAAAAA!" teriak Charlotte dengan suara yang benar-benar marah. "APA YANG TELAH KAU LAKUKAN KURAMA?! KENAPA KAU SAMPAI MENGELUARKAN BIJUU DAMA?!"

["Khe! Bukankah sudah dari awal aku mengatakannya? Sebaiknya kau diam saja Whitegon,"] Charlotte yang mendengar itu menggeram marah.

['Matte Charlotte! Aku merasakan Energi Naruto-kun!']

Swush!

Seketika semua kembali terkejut ketika ledakan besar yang ada di tempat Naruto mulai menyusut dan berubah menjadi bola berukuran sedang.

Wush!

Kumpulan asap yang tercipta karena ledakan tadi pun mulai menghilang memperlihatkan sosok Naruto dengan tangan kanan mengarah pada Bola yang menyerap ledakan tadi.

Semua melebarkan mata mereka ketika melihat Naruto selamat, bahkan mereka semakin terkejut ketika menyadari bahwa Naruto di lingkupi sesuatu berwarna Hijau di kiri dan merah di kanan.

["Itu?!"] geram Kurama.

Wush!

Mata Kurama seketika melebar ketika Naruto secara tiba-tiba sudah di depan wajahnya dengan tatapan garang di mana mata kirinya berwarna merah terang sementara mata Kanannya bersinar kuning.

["Rasengan!"] teriak Naruto dengan nada yang berbeda.

BOOOM!

Kembali terjadi ledakan Dahsyat di tempat Kurama membuat semua menyilangkan tangan mereka karena Dahsyatnya ledakan di sertai angin kencang.

Wush! Tap!

Dari balik ledakan tampak sosok Naruto yang terpental dan mendarat di tanah dengan sempurna, namun Tubuh Naruto tampak terdapat luka bekas bakar di sertai tubuh yang mengeluarkan asap panas.

"Huft~," hela Naruto.

Wush! Blaar!

Dari balik asap ledakan keluar sosok Kurama dengan luka di kepalanya mulai jatuh ke tanah dalam keadaan tak sadarkan diri. Naruto yang melihat itu menyipitkan matanya dan tak lama setelah itu Naruto pun ikut kehilangan kesadarannya

.

.

~ Naruto : The Dragon Future ~

.

.

Semua yang melihat Naruto bisa memberikan serangan yang besar terkejut di tempat, bahkan daya ledaknya lebih besar di banding ledakan Bijuu Dama yang di layangkan Kyuubi.

Dan juga ledakan tadi berhasil membuat sang Kyuubi kehilangan kesadarannya. Benar-benar serangan dahsyat. Tohka dan Julis yang melihat Naruto tak sadarkan diri langsung ke tempat Naruto di susul yang lain begitu juga Charlotte.

Wush! Blam!

Charlotte yang paling cepat sampai di tempat Naruto langsung mengecek keadaan Naruto. 'Syukurlah dia baik-baik saja. Dia hanya pingsan karena kelelahan,' batin Charlotte. 'Tapi sungguh luar biasa, dia bisa bertahan setelah terkena Bijuu Dama, bahkan dia berhasil menggunakan daya ledak Bijuu Dama untuk serangan balik yang memiliki daya ledak yang lebih besar dari ledakan sebelumnya.'

'Dan juga kekuatan apa yang menyelubungi sebagian tubuh Naruto-kun tadi, rasanya tidak asing,' batin Charlotte sambil menatap wajah Naruto yang tampak tenang dalam pingsannya.

"Whitegon-san! Bagaimana keadaan Danchou?" tanya Julis sambil berlutut di samping tubuh Naruto begitu juga Tohka. "Dia baik-baik saja, dia hanya pingsan," jawab Charlotte sambil menyerahkan tubuh Naruto pada Tohka lalu berdiri.

"A-Anda mau ke mana?"

"Hanya memberi sedikit pelajaran padanya," jawab Charlotte sambil berjalan ke arah Ekor Kurama lalu menarik Kurama hingga tubuh Kurama terseret mengikuti Whitegon. Semua yang melihat itu kecuali Asia dan Kiba yang masih tak sadarkan diri terdiam seperti batu.

'Kuat sekali,' batin semuanya.

.

.

Skip Time

15.00 PM

.

"Enghhh~," lenguh Naruto membuka matanya kembali. "Kau sudah sadar Naruto-kun?" Naruto yang mendengar suara bagaikan malaikat menoleh ke atas dan dia bisa melihat wajah Ibu angkatnya yaitu Charlotte tengah tersenyum padanya.

Naruto yang melihat wajah Charlotte terdiam sesaat, karena dia mencoba mencerna posisi apa yang membuatnya bisa melihat wajah Charlotte dari bawah.

"Uwaa!" teriak Naruto panik sambil berusaha bangun dari berbaringnya. Ya, dia baru saja habis berbaring di paha Charlotte. "Mou~!" ucap Charlotte sambil menahan Naruto lalu memeluk Leher Naruto sambil mengunci pergerakan Naruto di mana ke dua kakinya dia selipkan di selah kaki Naruto.

"Ada Apa sih Naruto-kun, ini aku ibumu. Kenapa kau panik begitu?" tanya Charlotte sambil cemberut. "Ti-Ti-Tidak ada maksud apa Okaa-san! A-Aku hanya terkejut saja karena aku berbaring di paha Okaa-san. Pa-padahal tadi Aku merasa aku melawan Kurama Deh," balas Naruto sambil menjelaskan kronologinya

"Ah! Itu? Kau berhasil mengalahkannya kok," ucap Charlotte membuat tanda tanya besar di atas kepala Naruto. "Eh? Bagaimana bisGhhh?!" perkataan Naruto seketika terhenti ketika dia merasakan sakit di kepala bagian kirinya begitu juga mata kirinya.

"Naruto-kun, ada apa?" tanya Charlotte khawatir karena secara tiba-tiba Naruto melenguh kesakitan. "Ti-Tidak, bukan apa-apa. Kepalaku hanya berdenyut saat berusaha mengingat bagaimana caranya aku mengalahkan Kurama saja," jawab Naruto sambil berusaha tersenyum

Bletak!

"Ittai!" ringis Naruto lalu mendelik kepada siapa yang memukul kepalanya. Dan rupanya terdapat kelompoknya termasuk Aiz dan Kurumi.

"Kalian! Siapa yang memukulku tadi!" tanya Naruto kesal.

Wush! Tap!

"Itu Aku Baka! Ada masalah!" balas Tohka sambil menatap Naruto kesal. "Tentu saja masalah, baka!" balas Naruto semakin kesal sambil menahan tinju Tohka.

"Nii-chan."

Naruto yang mendengar suara Asia menoleh dan dia melihat Asia yang menatapnya dengan berlinang air mata. "Asia-chan," gumam Naruto.

Wush! Grep!

"NII-CHAN!" teriak Asia sambil memeluk Naruto erat lalu menangis dengan kerasnya di dada Naruto. "O-Oi, Asia-chan ada apa? ke-kenapa kau menangis?" tanya Naruto sambil menatap khawatir Asia karena secara tiba-tiba dirinya di peluk dan Asia menangis dengan keras di dadanya.

"Syukurlah... Hiks.. Syukurlah kau masih hidup... Hiks... Hiks... Aku... Hiks... Sungguh bersyukur bahwa Nii-chan selamat dari Bijuu Dama Kurama-san," ucap Asia sambil terisak.

Deg!

Naruto seketika tersentak mendengar apa yang di katakan oleh Asia, dirinya mulai ingat bahwa dia berusaha menahan Bijuu Dama. Setelah kejadian itu, dia tidak ingat apa-apa lagi.

"Naru-kun, apa kau menggunakannya lagi?" tanya Kurumi sambil merendahkan tubuhnya di sisi tubuh Naruto. Naruto yang paham apa yang di tanyakan Kurumi menggelengkan kepalanya "Aku tidak menggunakan Doujutsuku Kurumi-nee, aku bahkan tidak ingat kejadian berikutnya ketika aku berusaha menahan Bijuu Dama Kurama," jawab Naruto setengah berbisik agar tidak di dengar.

Kurumi dan Charlotte yang mendengar itu terdiam sesaat sebelum saling melirik dengan tatapan seolah memberi kode.

Blam!

Tak lama setelah itu datang Kurama yang langsung duduk di antara mereka. Naruto yang melihat Kurama datang Sweatdrop seketika, pasalnya Kurama datang dalam keadaan perban melilit di beberapa bagian dan terdapat bekas-bekas luka di tubuh Kurama.

"E-Etto... Ku-Kurama, a-apa seranganku sebegitu parahnya?" tanya Naruto tergagap. Kurama yang di tanya hanya terdiam beberapa detik lalu mengalihkan wajahnya. "JAWAB AKU WOY?!"

["Urusai Na Gaki! Jangan buat aku marah!"] balas Kurama mendelik ke arah Naruto. "Justru Aku yang harusnya mengatakan itu! Aku bertanya dan kau mengacuhkanku, tentu saja aki marah!" balas Naruto balik mendelik Kurama.

["GRRR!"]/"GRRRR!" geram Kurama dan Naruto.

"Baiklah, hentikan pertengkaran kalian." Naruto dan Kurama yang mendengar suara Whitegon menoleh serempak ke arah Whitegon yang tersenyum manis. "Karena tadi Kurama-kun yang pingsan sebelum Naruto-kun, Maka Kurama dinyatakan kalah melawan Naruto-kun," ucap Charlotte sambil menepuk kedua tangannya di depan dada.

"Dengan begini Naruto-kun bisa melakukan Kontrak dengan Kurama-kun," ucap Charlotte membuat semua yang ada di sana terdiam. "Be-Benarkah?!" tanya Naruto antusias.

["Khe! Kau Cuma beruntung Gaki,"] dengus Kurama. "Jadi? Bagaimana caranya aku melakukan Kontrak dengan Kurama? Apakah secara langsung setelah aku mengalahkannya aku menjadi pemiliknya? Atau ada metode lain?" tanya Naruto mengacuhkan dengusan Kurama.

"Kurama-kun," kode Charlotte yang membuat Kurama menghela nafasnya sejenak lalu merendahkan kepalanya hingga sejajar dengan Naruto.

["Tempelkan telapak tanganmu di atas kepalaku, lalu ucapkan "Aku nama lengkapmu, ingin membuat kontrak dengan julukanku untuk menjadi partner selamanya apapun yang terjadi hingga salah satu dari kita mati. Apakah kau bersedia menjadi partnerku dan meminjamkan kekuatanmu?" "] ucap Kurama memberitahu bagaimana caranya melakukan Kontrak.

"O-Ou~," gumam Naruto lalu mencoba menggerakkan tangannya ke atas kepala Kurama, namun gerakkannya harus terhenti karena Asia menahan lengannya. "Nii-chan... Apa kau yakin mengenai ini? Bagaimana jika Kurama-san mengekang dan membunuh Nii-chan?" tanya Asia sambil menatap Naruto khawatir.

Dalam hati Asia, Asia masih takut kehilangan Kakak tercintanya ini. Dirinya takut Naruto mati di tangan Kyuubi walau sudah membuat Kontrak. Karena bisa saja Kyuubi menekang dan membunuh Naruto.

"Jangan Khawatir, Asia-chan," ucap Charlotte sambil tersenyum untuk menenangkan hati Asia. ["Kontrak yang kami buat tidak bisa melakukan seperti apa yang kau takutkan. Jika pun aku berusaha membunuh Gaki ini, itu adalah sesuatu yang mustahil,"] ucap Kurama ikut menjelaskan.

"Itu karena setelah membuat Kontrak, bisa di katakan mereka memiliki satu nyawa. Jadi mustahil mereka menghabisi nyawa mereka sendiri, jika itu terjadi akan ada kekkai tak kasap mata yang akan melindungi orang yang akan di bunuh. Namun Kekkai itu tidak akan muncul jika orang lain yang membunuhnya," lanjut Charlotte menjelaskan.

Asia yang mendengar itu terdiam lalu menundukkan wajahnya hingga ubun-ubun rambutnya menyentuh dada Naruto. "Asia-chan?" panggil Naruto.

"Nii-chan, maukah kau berjanji padaku? Apa pun yang terjadi nanti, bisakah Nii-chan berjanji apa pun yang terjadi Nii-chan dan Kurama-san akan selalu bersama dan saling melindungi?"

Naruto yang mendengar itu terdiam sesaat lalu tersenyum karena dirinya tidak menyangka bahwa adiknya sangat peduli padanya. Naruto pun melepaskan tangan Asia yang masih menggenggam tangannya dengan lembut lalu mengangkat wajah Asia hingga menatapnya.

Cup~

Dengan lembut Naruto mencium Asia hingga membuat semua yang di sana terkejut karena tidak biasanya Naruto dengan berani mencium seseorang, walaupun mereka adalah calon istrinya.

Ciuman itu pun terlepas karena ciuman tersebut tidak mengandung nafsu melainkan kasih sayang. "Arigato Asia-chan karena mengkhawatirkanku. Tapi Daijoubu, Aku dan Kurama berjanji akan saling melindungi dan akan selamanya menjadi Partner hingga kematian menjemput kita," ucap Naruto sambil tersenyum lima jari.

Kurama yang mendengar itu hanya diam beberapa saat lalu memejamkan matanya ketika melihat Naruto mulai menaruh telapak tangannya di kepalanya.

["Aku Uzumaki Naruto, ingin membuat kontrak denganmu, The Nine Legend Of Dragons Bijuu Beast, Kyuubi no Kitrugon untuk menjadi partner selamanya apapun yang terjadi hingga salah satu dari Kita mati. Apakah kau bersedia menjadi partnerku dan meminjamkan kekuatanmu?"] ucap Naruto melafalkan Mantra Kontraknya.

["Aku Kyuubi no Kitrugon, bersedia menerimamu menjadi Partner, Uzumaki Naruto. Dan aku bersedia meminjamkan kekuatanku padamu,"] ucap Kurama membalas Mantra Naruto.

Siiing!

Tak lama setelah itu muncul Lingkaran merah di kepala Kurama dan langsung merambat ke tubuh Naruto hingga membuat tubuh Naruto mengeluarkan cahaya merah sesaat.

Merasa sudah cukup Naruto pun menarik tangannya dan Naruto bisa melihat sebuah lambang Naga Rubah di perutnya lalu mulai memudar dengan sendirinya.

"Ha'i! Dengan begini kalian resmi menjadi partner," ucap Charlotte sambil tersenyum senang. Naruto yang mendengar itu pun berdiri lalu melompat setinggi mungkin sambil berteriak,

"YATTA! AKHIRNYA AKU MEMILIKI PARTNER!"

Semua yang melihat Naruto tampak senang hanya bisa tersenyum maklum karena Naruto sudah lama tidak memiliki partner.

["Yo, apa sudah selesai?"] tanya Naga Kitrugon berwarna hijau mendekati mereka bersama yang lain. "Ha'i, baru saja selesai," jawab Charlotte.

Wush! Tap!

"YOSHA!" teriak Naruto setelah mendarat, "Mulai sekaramg mohon kerja samanya Kurama," ucap Naruto sambil menatap Kurama dengan senyum bersahabatnya. Kurama yang melihat itu hanya mendengus sambil mengalihkan pandangannya.

["Naruto-kun, bisakah kau juga melakukannya kepadaku?"] Naruto yang mendengar itu mengalihkan pandangannya dan dia telah melihat Charlotte yang menjadi Whitegon yang mengarahkan kepalanya di depan Naruto.

"O-Okaa-san! A-Apa yang kau lakukan? Kau seharusnya tidak melakukan ini juga?" ucap Naruto bingung. ["Jangan khawatir, anggap saja ini kontrak menyatakan bahwa kau resmi menjadi anakku, sebagai seorang ibu, tentu aku tidak ingin anakku dalam masalah suatu saat nanti."]

Naruto yang mendengar itu terdiam sesaat. Semua yang mendengar penjelasan Whitegon melirik Naruto yang tampak berpikir. "Nii-chan," gumam Asia khawatir.

Tap!

Setelah berpikir cukup keras, Naruto pun menempelkan telapak tangannya di kepala Whitegon dan melakukan hal yang sama seperti Saat melakukan Kontrak dengan Kurama.

Semua yang melihat itu tersenyum miris, mereka juga tidak bisa menghentikan Naruto. Sejak Dulu Naruto ingin bertemu keluarganya tapi tidak ada satu pun waktu yang membuatnya bisa bertemu Orang Tuanya.

Dan harapannya sekarang telah ada di harapannya. Sosok Naga yang Naruto anggap sebagai ibunya begitu juga sebaliknya. Dan sekarang hubungan mereka telah resmi menjadi Ibu dan Anak.

Asia yang melihat itu menundukkan wajahnya, dirinya tidak bisa membayangkan bagaimana wajah keluarga Naruto jika melihat ini.

Setelah Kontrak selesai, sebuah lingkaran putih muncul di kepala Naruto dan langsung memasuki tubuh Naruto hingga membuat tubuh Naruto bersinar sesaat.

["Yosh, dengan begini aku bisa mencari keberadaanmu jika terjadi sesuatu padamu,"] ucap Charlotte. Charlotte yang akan menggerakkan kepalanya ke atas terhenti ketika secara tiba-tiba Naruto memeluk lehernya dengan erat.

"Arigato... Okaa-san."

Whitegon yang mendengar itu sedikit tersentak lalu tersenyum tipis karena bisa membuat Naruto senang, Charlotte yang ada di dalam hati Whitegon ikut tersenyum senang bisa membuat Naruto senang.

["Naruto, selagi ada waktu maukah kau ikut ke Kutub Utara?"] tanya Whitegon membuat Naruto dan seluruh anggotanya kebingungan termasuk Asia, Aiz dan Kurumi. "Desa Hyotogaku? Untuk apa ke sana?" tanya Kurumi.

"Kita akan menemuinya, karena besok kami akan pergi ke sana karena kami semua di panggil olehnya," jawab Whitegon yang telah berubah menjadi Charlotte.

"Olehnya?" tanya Aiz sambil melirik Naruto yang tampak terkejut. "Mungkinkah?" tebak Xenovia.

"Whellgon," lanjut Naruto

"Um, benar sekali," ucap Charlotte sambil tersenyum senang. "Aku mengundang kalian menuju Desa Hyotogaku untuk bertemu dengan King of Dragons, Rajanya para Naga. Saa~ apa jawabanmu, Anakku. Uzumaki Naruto," lanjut Kurumi sambil mengulurkan tangannya.

Naruto yang melihat itu pun berpikir sejenak lalu menatap seluruh anggotanya. "Bagaimana Minna?" tanya Naruto. "Heh~ kenapa kau tanya kami? Apa pun keputusanmu kami akan selalu mengikutimu Danchou," ucap Irina.

"Kami siap mengikutimu Danchou," ucap Julis sambil tersenyum semangat. "Kami Juga akan ikut," ucap Kurumi mewakili Asia dan Aiz.

"Ka-Kalian, sebaiknya kalian tetap di sihmmnn." Perkataan Naruto seketika terhenti ketika Kurumi mencium bibirnya, ciuman itupun di lepaskan oleh Kurumi lalu menatap Naruto yang membatu dengan tatapan tajamnya. "Dengar ya, j-jika kami tidak ada di sana, s-siapa yang akan mengobatimu?! Bi-Bisa saja terjadi sesuatu yang tidak di inginkan?!" ucap Kurumi sambil tergagap.

"Jangan Khawatir, masih ada aku," ucap Koneko secara tiba-tiba sudah di samping Naruto sambil memeluk lengan Naruto erat. "Tapi tetap saja Aku masih khawatir, Chibi-Neko?!"

Kirin yang melihat itu hanya bisa tertawa kecil, lalu menoleh ke Tohka yang tampak gelisah. "Kenapa kau tidak ikutan saja Tohka-nee?" goda Kirin.

"Ha-Hah?! Jangan bercanda?!"

Naruto yang mendengar debat di sisi kiri dan Kanannya hanya bisa Sweatdrop, Charlotte yang melihat itu tertawa kecil. "Jadi bagaimana?"

Naruto yang mendengar itu pun seketika tersadar begitu juga semua. Naruto pun menerima uluran tangan Charlotte lalu tersenyum dengan penuh keyakinan.

"Aku menerimanya Okaa-san,"

.

.

20.00 PM

.

Di malam yang indah dengan cuaca yang mulai dingin, tampak saat ini di kamar Naruto terdapat sang pemilik kamar tengah mengemas barangnya untuk keberangkatannya besok menuju Hyotogaku.

Wush! Tap! Tap!

"Konbanwa Naru-kun." Naruto seketika menegang dan langsung berbalik menatap siapa yang menyapanya, dan rupanya, yang mengunjunginya adalah Para Servant, para Calon Istrinya dari hasil yang tidak dia inginkan.

"Ka-Kalian? Ke-Kenapa kalian ke sini malam-malam begini?" tanya Naruto sampai tergagap. "Apa salah, kami mengunjungi calon suami kami sendiri?" tanya balik Arthuria dengan nada di buat sedih.

"Bu-Bukannya begitu! A-Aku hanya terkejut saja!" balas Naruto berusaha membuat Arthuria tidak bersedih. "Benarkah?" tanya Arthuria antusias.

"U-Um," jawab Naruto sambil mengangguk. "Ja-Jadi... A-Ada masalah apa kalian kemari?" tanya Naruto.

Sret! Bruk!

Naruto seketika terkejut karena secara tiba-tiba Okita menekel Kakinya dan mendorongnya untuk berbaring di kasur. Naruto yang berusaha menahan Sakit seketika melebarkan matanya karena dirinya menyadari sesuatu.

Mata Naruto semakin melebar ketika tebakannya benar, mereka saat ini mengelilinginya dengan tatapan nafsu. Naruto tahu tatapan mereka hanya ingin meminta jatah ciuman mereka, dan dirinya yakin jika mereka kemari, mereka pasti tahu jika dirinya akan pergi.

"Kami dengar, Naru-kun akan pergi ke Hyotogaku."

'Sudah aku duga,' batin Naruto ketika mendengar ucapan Okita.

Sret!

"Ah! Kalian sudah datang," ucap Asia datang bersama Kurumi, Aiz, Tearju dan Rosswaisse. "O-Oi! Asia-chan! Mungkinkah kau yang memberitahu mereka?" tanya Naruto

"Ha'i, itu aku," jawab Asia sambil tersenyum manis. "Ke-Kenapa?!" tanya Naruto tergagap.

"Anggap saja ini sebagai hukuman Nii-chan tadi siang. Dan Juga aku ingin mereka menikmati bibirmu karena siapa tahu kita akan lama di sana, jika tidak bisa-bisa lebih parah saat kau kembali karena tidak memberi mereka ciuman saat kita pergi nanti," jawab Asia sambil menjilati bibirnya.

Naruto yang mendengar itu meneguk ludahnya. "Ta-Tapi Waktunya?" gagap Naruto. " Jangan Khawatir, Aku bisa mengaturnya," jawab Kurumi sambil memperlihatkan Zafkielnnya.

'S-S-Selesai Sudah...,' batin Naruto sambil meneguk ludahnya.

Kejadian berikutnya? Silahkan bayangkan sendiri.

.

.

Other Place

.

Di sebuah tempat yang gelap, tampak Danzo saat ini berdiri di hadapan beberapa orang yang tengah duduk santai di gunung mayat pasukan Black Army, walau tidak terlalu banyak.

Danzo yang melihat itu menyeringai. "Kenapa kau menyeringai Tua Bangka?" tanya pemuda dengan tombak di tangannya. "Kalian sungguh luar biasa. Apa kalian ingin bekerja sama denganku?" balas Danzo.

"Jangan bercanda! setelah menyerang kami kau berniat bekerja Sama, Omong kosong!" balas Pemuda berambut Silver di samping pemuda yang memegang Tombak. "Khuhu, tapi aku yakin kalian akan tertarik," balas balik Danzo.

"Apa Maksudmu?"

"Uzumaki Naruto," Ucap Danzo membuat beberapa orang yang ada di hadapan Danzo sedikit terkejut. "Uzumaki Naruto? Maksudmu The Genius From Konoha?" tanya perempuan berambut kuning di sana.

"Benar, Aku ingin kalian membunuhnya," jawab Danzo. "Apa kalian tertarik?" tanya Danzo menyeringai.

"Akan kami dengarkan."

.

.

.

Hyotogaku

.

Di sebuah Tempat yang di tutupi Kristal Es tampak di dalam sebuah Kumpulan Kristal berukuran besar, tampak sebuah tempat yang di penuhi air, rerumputan, pohon dan berbagai Naga berkumpul di sana.

Bhum!

Tampak di tengah perairan, sesuatu berukuran besar berwarna Putih dengan Kristal di setiap tempatnya mulai bergerak dengan sendirinya.

Bhaatsh! Pyarsh!

Tak lama setelah itu enam pasang sayap dari Kristal Es yang tipis dan lentur mulai mengembang dari sesuatu yang besar tersebut.

Swush!

Dari dalam air, keluar sesuatu yang panjang dan memiliki kepala Naga dari Kristal Es. Kepala Naga itu pun menghembuskan nafasnya dan mulai membuka matanya hingga memperlihatkan mata berwarna merah tajam.

["Semua Naga, berkumpul,"]

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future

"Pada Akhirnya aku bisa terbang dengan partnerku sendiri,"

"Siapa Kau sebenarnya?!"

"Itukah Whellgon,"

"JANGAN MENDEKATIKU KELUARGA SIALAN?!"

Selanjutnya Chapter 37 : Dragons Champions Arc IV : Slice Of Life : Whellgon and Unexpected

.

Note : Yo! Saya kembali dari kesibukan saya dan menyempatkan mengetik cerita ini dan Boom! Akhirnya bisa Up juga.

Bagaimana menurut kalian cerita kali ini? Menarikkah? Atau kurang menarik? Aku harap kalian terhibur.

Ok kita mulai sedikit pembahasan, waktu itu ada yang Review Aku Bijuu adalah hewan dengan banyak Ekornya mulai daro Ichibi hingga Kyuubi. Dan di sini malah menjadi Sayap. Lalu apa fungsi "Bi" di Kyuubi? Dan kenapa yang lainnya tidak ada "Bi"? Itu karena terjadi sesuatu pada saat itu.

Tapi tidak semua nama Bijuu harus berekor setahuku. Seperti di Naruto, Choumei. Dia memang memiliki satu Ekor namun sisanya adalah Sayap. Jadi apakah ada kesalah di cerita ini? Aku harap tidak sih. Ingatlah ini hanya Fiksi tak harus sama dengan yang nyata.

Lalu Leafy? Hmm~ sudah lama dia tidak muncul bukan? Bahkan mendapat sedikit percakapan. Lalu seperti di atas, kemanakah Leafy akan pergi?

Lalu Kontrak Dengan Kyuubi? Aku sudah merencanakannya dari awal kalau Naruto harus melawan Kyuubi, kalian berpikir kenapa Kyuubi lemah dan mudah di kalahkan? Tunggu sampai Chapter depan dan lihat kenapa Kurama mudah sekali di kalahkan. Selain itu saya tidak terpikirkan hal lain yang cocok untuk melakukan Kontrak.

Lalu Kontrak dengan Whitegon? Ini sesuatu yang special. Bukan sembarangan aku memilih Whitegon ikut menjadi Partner ke dua Naruto. Nantikan saja kenapa saya memilihnya. Nanti kalian juga paham.

Berikutnya, Kelompok yang di temui Danzo? Aku rasa kalian sudah bisa menebaknya. Dan yang terakhir, Whellgon dan kejadian yang paling di nanti. Pada Akhirnya Cerita ini akan memasuki masa-masa yang panas.

Ok, Itu saja dari saya, dan oh ya, jika kalian ingin bergabung FNI. Gomenasai, saya sudah keluar dari grub itu. Karena suatu masalah yang sangat Privat.

Tapi jika kalian ingin ikut, aku sarankan untuk bersabar saja. Tunggu sampai Akhir Oktober. Itu saranku.

Maa~ lalu yang dari FNI. Yang mungkin sempat baca. Aku harap kalian sehat selalu saja. Tidak lebih dari itu. Jika mungkin kalian menganggap ini pengihanatan silahkan saja. Bukti kuat seperti apa pengihanatan yang aku buat. Aku melakukan ini untuk mencegah member baru yang ingin gabung agar tidak terlibat masalah.

Bagi kalian yang ingin komunikasi. PM saja saya. Kita bisa berdiskusi di sana.

Jaa~ itu saja dariku Saya Setsu undur diri. Jaa~

Setsutouzuki Off

100%-0%

Power Off