THE BEST TEAM
Naruto by Masashi Kishimoto
The Best Team by Doni Ren
Warning : Gaje, Typo terutama, abal abal, ide pasaran, alur dipertanyakan dan OC..
Saya berusaha membuat karakter IC tapi apakah berhasil ? entahlah..
Genre : Adventure, Friendship, Mudah mudahan Romance nya dapat dan berusaha menyelipkan Humor (yang garing)
Pairing : NaruHina, SasuSaku dan yang lain mungkin menyusul..
Not Yaoi. Hanya ada adegan Fanservice (kejahilan kejahilan) untuk Shizukesa
.
.
.
Enjoy it !
Sebelumnya di The Best Team :
Perjalanan dimulai. Pencarian Tsunade diikuti dengan sebuah rencana licik dari Danzo yang ingin menduduki jabatan Hokage. Sementara tim 8 menjalankan misi menuju Gin no Sato untuk membatalkan kerja sama ekonomi dalam waktu sementara, namun secara tak terduga..tim pencari Jiraiya mengikuti jejak Tsunade ke Gin no Sato. Suatu titik pusat pertemuan dalam awalan sebuah konflik !
Chapter 37 : Welcome to Gin Village
Tim 8 duduk dengan sopan di hadapan 5 petinggi desa Perak. Mereka duduk di hadapan sebuah meja berbentuk setengah lingkaran dengan warna perak yang berkilauan dan sebuah batu batu kecil yang mengelilingi tepinya. Ruangan tempat pertemuan tersebut adalah sebuah ruangan berbentuk segi lima dengan empat jendela besar yang menghadap empat penjuru mata angin. Hinata menatap petinggi desa perak yang berada di tengah. Seorang kakek tua berkepala botak dengan kumis yang membelai panjang berwarna putih kusam. Petinggi yang bernama Rikai tersebut menganggukkan kepalanya dan kemudian memberikan gulungan Konoha kepada teman teman di sebelahnya.
"Aku mengerti..aku juga berduka cita atas kematian pahlawan Shinobi, Sandaime Hokage.." kata Rikai sambil menghela napasnya. "Kalian harus mencari Hokage yang baru.."
"Kenapa ?" tanya Kurenai. Salah seorang petinggi dengan gaya rambut tebal dan ikal serta sebuah luka di dahinya menggelengkan kepala,
"Kabar tentang kematian Hokage membuat para kelompok Daki Kaminari yang selalu takut akan aliansi desa ini dengan Konoha mulai menampakkan niat jahat mereka..aku sudah mendapatkan laporan dari para warga dan petugas keamanan kalau kelompok bandit tersebut mulai merampok dan menodong para warga.." kata petinggi tersebut.
Rikai menghela napasnya "Dia adalah Horo.." kata Rikai sambil melirik ke arah petinggi yang mempunyai luka di dahinya tersebut. "Dia adalah ketua dewan keamanan desa ini.."
"Aku rasa tugasku tidak terlalu bagus.." kata Horo sambil mengelus luka di dahinya.
"Jangan pikirkan kawan.." kata salah seorang petinggi dengan mata sipit dan badan yang bulat besar
"Aku..Yokubari juga adalah ketua dewan yang gagal.."
Rikai menghela napasnya, dia melirik ke arah Yokubari yang mengelus perutnya. Rikai pun meperkenalkan Yokubari sebagai ketua dewan pertambangan perak desa Gin.
"Yang ini adalah Samasu dan Mezame bersaudara. Mereka berdua bagian perorganisir politik luar desa serta ekonomi.." Rikai memperkenalkan dua orang anak muda yang kira kira baru berusia 20-an. Samasu dan Mezame tersenyum ramah memamerkan deret giginya. Rambut hitam berkilau mereka sedikit bergerak dengan gerakan mereka berdua yang sepertinya hiperaktif.
"Jadi Kurenai-san, mau kah anda tinggal di sini selama tiga hari hingga festival Tokudai no Gin kami diadakan, dan kawan kawan dari Shinobi Konoha ini menonton acara festival kami ?" tanya Rikai dengan nada sopan. Kurenai dan anak didiknya saling berpandangan.
"Bagaimana ?" tanya Kurenai. Hinata memandang Kiba, dan Kiba memandang Shino.
"Kenapa melihatku ?!" tanya Shino dengan nada yang sedikit kesal.
"Kami setuju..kalau kau ?!" tanya Kiba dengan wajah sweatdrop.
"Hm..boleh juga karena menurutku acara-"
"ARRGGHHH ! OKE OKE ! YANG PENTING KAU SETUJU ! BAGAIMANA SENSEI ?!" Kiba langsung menatap Kurenai. Kurenai menghela napasnya dan kemudian tersenyum.
"Baiklah.."
.
.
.
Sesosok wanita dengan rambut pirang pucat dikuncir dua dan memiliki wajah yang cantik serta dada yang besar berjalan penuh percaya diri memasuki desa Gin no Sato. Di belakangnya berjalan tertatih tatih seorang wanita muda dengan rambut hitam yang memakai kimono serta membawa seekor babi pink di pelukannya.
"Apa anda yakin akan menang di sini, Nona Tsunade ?" tanya wanita berambut hitam tersebut. Babi di gendongannya hanya beroink oink ria.
"Lihat saja Shizune..jangan panggil aku cucu Shodaime Hokage kalau kalah bermain judi di sini.." kata wanita berambut pirang tersebut.
'A-apa hubungannya ?' batin wanita berambut hitam yang bernama Shizune dengan wajah sweatdrop.
.
.
.
Sementara tim pencari Jiraiya kini duduk di sebuah warung makan untuk mengisi perut mereka. Jiraiya menghela napasnya saat melihat duo Uzumaki-Uchiha tersebut saling bertengkar.
"Aku bilang kepada Shizukesa hanya bercanda, sialan !" kata Sasuke dengan nada kesal.
"Kenapa kau mengait ngaitkannya denganku !" protes Naruto sambil membentuk tanda kutip.
"Kau tidak tahu apa hubungannya kan ?!" bentak Sasuke dengan tatapan tajam.
"Ya ! lalu apa maumu tuan Uchiha ?!"
"Cih..Dobe.."
"Teme bakarayo !"
"Tidak ada skill.."
"Tidak ada rasa di hati !"
"Apa apaan mereka ?" gumam Shizu dengan nada sweatdrop.
"Hey bocah, pesanan sudah siap ! jangan membuat kekacauan di tempat ini !" bentak Jiraiya sambil menghela napasnya.
"Aku tahu aku tahu.." kata Naruto sambil meraup sebuah daging bakar. "Berapa hari kita sampai ke sana, Ero-Sannin.."
Jiraiya memasang pose berpikir "Dua hari..kalau cepat bisa satu setengah hari.."
Naruto menggigit daging tersebut dan menelannya "Cukup lama.."
"Ya..jika kalian tidak berbicara soal diriku !" kata Shizukesa.
"Si Teme ini terus memprotes atas kejadian pemukulanmu !" kata Naruto sambil menunjuk wajah Sasuke.
"Diam Dobe.."
Naruto memasang wajah datar "Hn.."
Sasuke menaikkan alisnya.
"Hn ?" tanya Sasuke datar.
"Sudahlah.." kata Jiraiya kesal. "Jangan sampai aku mengamuk dan mengeluarkan jutsu petapa-"
"-MESUM !" sambung ketiga murid Jiraiya. Jiraiya langsung jatuh dari kursinya.
"Anak anak kurang ajar.." katanya dengan nada sedih.
"Oh ya Naruto.." Shizukesa menatap tajam ke arah Naruto yang masih asyik mengunyah dagingnya "Dengan siapa kau mempelajari jutsu Yondaime Hokage ?"
Naruto berhenti sejenak. Mata safirnya menatap tajam ke arah mata kecoklatan emas Shizukesa.
"Aku.." Naruto menelan makanannya.
"..Belajar sendiri.."
Mata Shizukesa sedikit membulat. 'Belajar sendiri ?"
Jiraiya yang mendengarkan pun sedikit tersentak. Dia bangkit dari acara jatuhnya dan menatap tajam ke arah Naruto.
"Kau jujur ?"
"Apa masalahmu, Ero-Sannin.." Naruto kembali memotong dagingya. "Aku dan Sasuke sudah banyak mempelajari sesuatu.." Naruto berhenti melakukan aktifitasnya dan memandang Jiraiya tajam.
"..Kami sudah tahu arah tujuan kami !"
DEG. Jiraiya merasakan suatu hawa kegelapan menusuk matanya. Shizukesa mendelik cepat ke arah Jiraiya dan kembali menatap Naruto-Sasuke yang memasang wajah datar.
"Aku punya variasi Rasengan.." kata Shizukesa cepat. Naruto dan Sasuke menatap sang keturunan Midoru tersebut.
"Hanya bentuknya, tetapi cukup efektif dari bola Rasengan biasa.."
"Apa maksudmu mengatakan itu ?" tanya Sasuke cepat. Shizukesa menghela napasnya.
"Elemenku dan Naruto sama..yaitu angin. Aku tahu Naruto mempunyai suatu potensi yang kuat, dan aku akan mencoba mengajarinya sebagai senior dari perguruan mesum Ero-Sannin.." kata Shizukesa dengan nada yakin. Jiraiya menangis sedih.
'Kenapa aku selalu dikaitkan dengan hal hal mesum ?'
Sasuke menoleh kearah partnernya. Tampak Naruto berpikir.
"Apa nama Rasenganmu tersebut ?"
"Rasengan yang berbentuk segitiga, Sankaku Rasengan.."
Naruto memejamkan matanya. Tampak dia menatap Yami tajam di mindscapenya.
"Terserah dirimu.." kata Yami sambil menyeringai. "Semakin kau banyak jutsu, semakin kau kuat..semakin kau kuat.."
Yami menyeringai lebih jahat "Semakin kau dapat melaksanakan tujuanmu !"
Naruto menundukkan kepalanya, sebagian wajahnya tertutupi poni rambut kuningnya.
'Aku tak percaya jutsu Tou-san bisa dimiliki seseorang selain diriku, berarti si petapa mesum itu yang mengajarkannya..' tiba tiba seulas senyum jahat bergerak di bibir Naruto '..Tetapi..'
"Heheheh.." terdengar kekehan tawa dari mulut Naruto. Naruto langsung mengangkat kepalanya.
"HAHAHAHA ! KAU BENAR YAMI ! KAU BENAR !" Naruto tersenyum sadis "Semakin aku kuat maka.." Naruto mengepalkan tangan kanannya dengan sangat keras.
"..Semakin keberadaanku diketahui.."
DEG.
Di dunia nyata..Shizukesa mulai merasakan dadanya sesak. Dia tahu..dia tahu apa artinya.
'Naruto..bahkan sekarang intensitas kegelapannya melebihi Sasuke..' Shizukesa meminum air di gelasnya.
'Aku harus berhati hati..' batin sang Midoru.
.
.
.
"Kematian Sandaime membuat keberadaan kita kini ditakuti warga desa sialan ini.." seseorang berorasi dengan nada penuh keji sambil mengepalkan tangannya dengan kuat. Puluhan anggota kelompoknya yang tergabung dalam Daki Kaminari tertawa jahat. Orang tersebut menatap tiga orang lainnya yang juga menyeringai.
"Sebuah orasi yang bagus..tetapi tujuan utama kita adalah membunuh si botak tua itu untuk mendapatkan kunci dari peti suci desa ini.."
"Maaf ketua, ada apa di dalam peti yang kita incar tersebut ?" tanya salah seorang anggota Daki Kaminari.
"Bola perak yang dulu menjadi penentu kemenangan tim Hokge ketiga saat melawan para Missing nin Kumogakure. Bola perak yang ditemukan Sandaime di daerah tambang desa ini, bola perak yang dapat meningkatkan chakra seseorang.."
Para anak buahnya mengangguk. Kelompok penjahat tersebut saling tertawa bersama.
Mereka kini mulai merencanakan sebuah ketakutan di desa tersebut.
.
.
.
Keesokan harinya, tim pencari Jiraiya kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju desa Gin. Naruto kini berbincang dengan Shizukesa tentang Sankaku Rasengan. Sementara Sasuke kini sedang diinterogasi Jiraiya soal elemennya.
"Rasengan kita ketahui bahwa untuk membuat chakra berbentuk bola tersebut kita perlu mengacaknya secara garis besar dengan bentuk melingkar.."
Naruto menganggukkan kepalanya.
"Tapi untuk Sankaku Rasengan, tingkatan pembuatannya agak sulit karena dalam proses pengacakan chakranya kau harus mampu menguasai tiga titik sudutnya agar tidak terhambur menjadi chakra lagi.."
Naruto menaikkan alisnya "Maksudmu tiga titik sudut dalam model segitiga.."
Shizukesa menganggukkan kepala "Yap..kau benar.."
Naruto menaruh kedua tangannya di belakang kepala "Hmm..aku tidak sabar mencobanya.."
"Cukup mudah jika kau dapat menguasai salah satu titik sudut karena ketiga titik sudut tersebut bersifat identik.."
Naruto melirik ke arah Shizukesa dan tersenyum "Yah..mudah mudahan saja.."
Sementara Sasuke menganggukkan kepalanya begitu mendengar penjelasan tentang cerita elemen api Jiraiya.
"Itu mudah..aku bisa mengkombinasikan apiku dengan hanya gerakan dari mulut dan cara tiupannya.." Sasuke mengernyitkan dahinnya "Tapi dalam beberapa item gerakan dan variasi memang agak susah.."
"Yah, kau masih muda..Sasuke. Pelatihanmu masih panjang..jika kau ingin kuat..janganlah salah langkah !"
Sasuke sedikit terkejut mendengar kata kata Jiraiya. Namun onyxnya kembali dalam mode tenang.
"Hn.." gumamnya tidak jelas.. Matanya melirik ke arah Naruto yang menatap datar lurus ke depan.
Di Desa Perak (Gin no Sato).
"Ayolah Nona Tsunade..kita makan dulu, Ton Ton sudah kelaparan dan.."
"Belum Shizune ! kenapa mesin ini selalu mengalahkanku !"
Shizune, sang perempuan berambut hitam dengan seekor babi dipelukannya memasang wajah sweatdrop.
"Sudah saya bilang..keberuntungan anda tetap sama.."
GEBRAK ! Tsunade memukul mesin judi tersebut. "MESIN INI PASTI RUSAK!"
Dan Shizune semakin memasang wajah dropnya.
"Ayo Shizune, kita mencari sake !" Tsunade langsung meninggalkan bar game tersebut tanpa peduli tatapan kebingungan para pria. Shizune menggaruk kepala belakangnya.
"Err..bukannya saya bilang kita harus mencari makanan karena kelaparan ?"
Saat baru tiga langkah keluar dari pintu bar, 5 orang berwajah licik menghadang di depan Tsunade sambil tersenyum mesum. Tsunade mengangkat alisnya.
"Hehehe..kami lihat kau membawa uang dalam jumlah yang besar, nona cantik.." kata salah seorang dari penjahat tersebut sambil melirik koper Tsunade.
"Berikan itu atau kau akan kami buat berteriak di ranjang !" kata yang lainnya sambil menjilat bibirnya.
TWITCH ! terasa pelipis Tsunade terbakar mendengar kata kata mesum tersebut.
"Kalian.."
Para penjahat tersebut saling bertatapan. Mereka kebingungan.
"Kalian.."
"Kami kenapa nona ?" tanya salah seorang dari penjahat tersebut.
"KALIAN MIRIP DENGAN SI MESUM JIRAIYA !"
Dan para penjahat tersebut harus merasakan pukulan maut dari seorang Sannin Konoha.
Di perjalanan menuju Desa Perak.
"HUACHIM !" Jiraiya menggosok hidungnya. Dia menautkan alisnya. Aneh..padahal udara tidak dingin. Kenapa dia tadi bersin ?
"Menurut mitos, ada orang yang sedang membicarakanmu sensei.." kata Shizukesa dengan nada datar.
"Oh, para fansku !" kata Jiraiya sambil memasang pose khasnya.
"Aku belum selesai..biasanya yang dibicarakan itu hal hal berbau jelek.." kata Shizukesa lagi.
Dan Jiraiya jatuh dengan tidak elitnya.
~TBT~
Tsunade menghela napasnya. Hari semakin terik di desa Gin. Tsunade kini bersantai di teras apartemennya setelah beberapa saat yang lalu bersama Shizune mereka makan di sebuah warung.
"Hokage..cita cita.." Tsunade menghela napasnya. Dia menatap langit langit kebiruan yang dihiasi sinar terik matahari. Saat itu di depan apartemennya lewat tiga anak muda yang sepertinya dari perpustakaan desa. Mereka berbicara dengan nada penuh emosi. Tsunade yang penasaran menajamkan pendengarannya.
"Sandaime Hokage sudah meninggal ?! Ya ampun !"
"Aku tidak percaya..dia kan ninja yang hebat.."
"Katanya yang membunuh Sandaime adalah muridnya..aku lupa siapa namanya.."
"Ah, berarti muridnya Sandaime lebih hebat ya.."
"Sandaime kan sudah tua, mungkin stamina dan chakranya tidak sehebat dulu..kata Tou-sanku.."
Tsunade kembali menormalkan pendengarannya. Dia menghela napasnya.
"Sensei.." gumamnya dengan nada sedih. "Aku tidak percaya kau membunuh guru kita, Orochimaru.." Tsunade pun teringat masa masanya ketika masih satu tim dengan Orochimaru serta Jiraiya. Dia ingat masa masa di bawah pimpinan Sandaime Hokage yang bertindak sebagai guru mereka. Tsunade menggelengkan kepalanya perlahan. Entah kenapa tiba tiba dirinya ingin tersenyum ketika mengingat Jiraiya hampir mati olehnya akibat si mesum berambut putih itu ketahuan mengintipnya mandi.
Tsunade kembali menghela napasnya. Dia teringat tentang kata 'Hokage'. Dan dia teringat dua orang yang sangat disayanginya. Dua orang yang mengisi hatinya..dua orang yang mempunyai cita cita sama..
Tsunade menggenggam kalung dari sang kakek-Shodaime Hokage-dengan eratan yang sangat kuat. Dia memikirkan tentang sesuatu..
"Hokage..cita cita bodoh !" katanya. Sang cucu Hashirama tersebut kemudian berdiri dan kembali melihat ke atas. Dia kemudian memasuki ruangan apartemennya.
.
.
.
Hinata menatap suasana sore di Desa Gin dengan pandangan penuh minat. Festival Tokudai no Gin tinggal beberapa hari lagi, suasana di desa semakin ramai. Tampak beberapa pengunjung dari luar desa berdatangan. Para penjual pun semakin ramai menjajakan dagangannya.
Hanya satu hal yang membuat Hinata tidak suka. Segerembolan orang orang dengan wajah sok serta angkuh menghadang beberapa pengunjung dan membentak beberapa penjual. Mereka merasa dirinya berkuasa dan mentertawakan korban mereka setelah kejahatan mereka berhasil. Dan yang membuat telinga Hinata semakin panas adalah..
"HAHA ! MANA SANDAIME KALIAN ?! MANA ?! MANA PAHLAWAN ITU ?!"
Seorang temannya menjawab "SANDAIME ITU LAGI MENARI DI KUBURAN, HAHAHA !"
Dan tawa jahat pun menggema di sekitar daerah tersebut. Hinata sedikit menggeram kesal. Tidak lucu..humor rendahan. Hinata pun kembali berjalan menyusuri jalan jalan di desa Gin. Matanya tertuju lapangan festival yang kini dipenuhi bendera bendera dan balon balon persiapan. Hinata tersenyum. Tanpa sengaja matanya menatap segerombolan orang mencurigakan yang sedang duduk mengelilingi sesuatu. Hinata langsung berjalan menuju ke sana..
"Berani berapa ?!"
"SERATUS RIBU RYO !"
Terdengar taruhan taruhan dengan harga uang yang tinggi. Mata lavender Hinata terfokus kepada salah seorang dari orang orang tersebut. Seorang wanita berdada besar dengan sebuah tanda di dahinya dan wajah yang cantik serta rambut pirang yang diikat dua. Hinata memiringkan kepalanya sedikit.
'Ini tempat judi ya ?' batinnya pelan.
"A-ano Nona Tsunade, bukankah secara bijaksana kita memikirkan taruhan itu dan-"
"CUKUP SHIZUNE !" wanita berdada besar tersebut membuat gerakan cepat ke arah para penantangnya "Akan kutunjukkan ratu Judi yang sebenarnya !"
'Ratu Judi kalah..' batin wanita yang selalu memegang babi di pelukannya tersebut.
"Jadi nona Ratu Judi, ganjil atau genap ?!" tanya Bandar judi sambil memamerkan dua buah dadu. Tsunade berpikir sejenak dan akhirnya mengangguk.
"Akhir akhir ini jarang turun hujan..jadi aku pilih.." Tsunade-nama wanita berdada besar tersebut-menunjuk dua dadu dengan tangan kanannya dan berteriak kencang "..GANJIL !"
'Apa hubungannya ?' batin Shizune dengan wajah sweatdreop serta Hinata dengan wajah kebingungan.
Bandar tersebut menganggukkan kepalanya, dia melemparkan dua buah dadunya ke atas tikar.
PLAK ! PLAK !
"LIMA..GAN-" Tsunade sudah berteriak senang, tapi entah kenapa tiba tiba dadu yang menunjukkan angka tiga bergulir lagi.
"ENAM ! GENAP ! ANDA KALAH NONA JUDI !" kata Bandar Judi dengan wajah gembira.
"Hahh..padahal sedikit lagi.." kata Tsunade sambil menepuk jidatnya. Sementara Shizune dan Hinata semakin sweatdrop.
'Kalah Seratus Ribu Ryo anda masih bersantai ?!' batin keduanya bersamaan.
Hinata menghela napasnya dan menoleh ke belakang. Tampak mata lavendernya sedikit terbuka.
Tampak di dekat toko pernak pernik keluar salah seorang ketua dewan yang didampingi segerombolan bandit yang menamai dirinya Daki Kaminari. Hinata kenal salah seorang wajah bandit tersebut. Bandit itu adalah bandit yang tadi mengatakan kalau Sandaime kini sedang menari di kuburan. Tetapi Hinata terfokus kepada ketua dewan yang berjalan menghilang dalam sebuah gang kecil di samping toko pernak pernik. Dan Hinata mendapatkan sedikit petunjuk..
Walapun samar, Hinata dapat melihat sekilas luka didahinya. Seorang ketua dewan bagian keamanan desa. KEAMANAN DESA BERKERJA SAMA DENGAN PARA BANDIT ?!
'Horo-san..' batin Hinata dengan perasaan tidak percaya.
APA INI SEBUAH KONSPIRASI ?!
~TBT~
Malam yang tenang menyambut keheningan yang sangat indah..suara khas binatang malam menambah kehanyutan mimpi mimpi tiga orang Shinobi yang kini terbuai dalam bunga tidur mereka. Salah seorang dari mereka masih tidak terlelap dan tetap terjaga. Dia berada di sebuah tanah lapang dan sepertinya sedang melakukan latihan.
BLARRHH ! Uzumaki Naruto-yang terjaga tadi-kini sedang melakukan latihan pembuatan Sankaku Rasengannya. Mata safirnya menatap ke arah tanah. Dia menggelengkan kepalanya dan mencoba lagi.
Tampak Naruto menggerakkan tangannya membentuk bidang datar segitiga namun dengan gerakan yang tidak teratur. Tiba tiba muncul tiga sinar chakra di tiga sudut gerakannya. Naruto tersenyum.
'Aku harus mempertahankannya..' Naruto mencoba menstabilkan chakranya di tiga titik segitiga tersebut dan masih mengacak ngacak chakranya di sekitar tengah area segitiga tersebut. Putaran aliran chakra Sankaku Rasengannya mulai terbentuk.
"Yosh ! seka-"
"Dobe.."
BLARRHHH !
Hening..
Hanya tersisa asap asap dan debu yang berterbangan, serta suara binatang malam yang sedikit ricuh akibat gangguan ledakan tadi.
"TEME BAKA !" Naruto langsung bangkit dan menatap intens partnernya tersebut. Uchiha Sasuke tersenyum lalu berjalan menuju pohon yang tidak jauh dari tempat Naruto latihan.
"Lanjutkan.." kata Sasuke datar. Sang Uchiha tersebut merebahkan dirinya di pohon tersebut dan memejamkan matanya.
'Apa maksudnya datang kemari-ttebayo !' batin Naruto geram.
Naruto berjalan mendekati Sasuke dan ikut berbaring di sampingnya. Sasuke membuka sebelah mata onyxnya dan melirik ke arah Naruto.
"Hn ? kau tidak latihan ?"
"Nafsuku sudah hilang.."
'Latihan pun pakai nafsu ?!' batin Sasuke dengan perasaan agak drop.
"Kau kenapa kemari ?" tanya Naruto. Sasuke menatap kelamnya malam.
"Tidak..saat mendengar keributan di hutan..aku, Ero-Sannin dan Shizukesa terbangun. Shizukesa langsung tahu bahwa kau latihan. Ya..aku hanya ingin memantau sampai mana perkembanganmu.."
"Dari nadamu kau meremehkanku.." kata Naruto sambil melirik tajam ke arah Sasuke. Sasuke mendengus.
"Bukan begitu..tetapi ada dimana saat saat aku khawatir.."
Naruto terdiam sambil berusaha memaknai kata kata Sasuke.
"Kau khawatir soal-"
"-Kekuatanku sendiri !" Sasuke menghela napasnya "Bisakah aku mengalahkan orang itu.."
"Dasar ababil !" kata Naruto dengan nada mengejek. "Percaya diri saja..lagi pula si Orochimaru itu sudah bersedia mengajari kita !"
"Tapi pasti ada imbalannya !" kata Sasuke dengan nada datar. "Kau siap meladeninya ?"
Naruto menyeringai "Tentu sajaTeme..itu akan menjadi pengetes kita berdua..akan kita buat cerita yang sama kepada Orochimaru.."
Sasuke menaikkan alisnya "Apa maksudmu ?"
"Orochimaru membunuh Sandaime yang notabene adalah gurunya, dan jika dia menjadi sensei kita maka.."
"Aku mengerti jalan pikiranmu, Dobe.." Sasuke sedikit tersenyum sambil memajukan kepalan tangannya.
"Dan aku setuju.."
Naruto menghela napasnya "Begitu lah nada seorang partner.."
Dua kepalan itu bertemu..tanpa mereka berdua sadari, di dekat sebuah pohon yang berjarak 4 meter dari mereka, bersandar seorang bocah laki laki berwajah cantik sambil bersedekap dada. Mata lentiknya yang berwarna coklat keemasan mengerut tajam. Poni rambut emasnya yang menutupi mata sebelah kanannya bergerak pelan ditiup angin.
Entah kenapa, suasana malam itu sangat panas..hanya suasana, walaupun cuacanya begitu sejuk diterpa angin yang mengalir lembut.
.
.
.
Perjalanan menuju Desa Gin dimulai dalam waktu yang hampir mendekati siang. Hal itu terjadi karena Naruto sangat susah dibangunkan. Naruto membuat alasan bawa dia keletihan akibat latihannya semalam.
Tim Jiraiya pun sampai di sebuah kedai minuman pada saat matahari tepat menyinari kepala. Jiraiya memberi isyarat untuk masuk, Naruto cs pun mengangguk dan masuk ke dalam kedai tersebut. Terlihat suasana yang agak ramai karena rata rata semua orang melepaskan penat dan menghilangkan dahaga di kedai tersebut.
"Kok ramai-ttebayo ?" tanya Naruto dengan nada kebingungan. Sasuke mengendikkan bahunya.
"Festival Tokudai no Gin di desa Gin.." kata Jiraiya singkat. Naruto menaikkan alisnya.
"Festival Tokudarai-"
"Tokudai.." kata Jiraiya membetulkan.
"Tokude.."
"Tokudai.."
"Takudai.."
"Tokudai !"
"Toku-"
"Ampun ! sudahlah Naruto !" kata Jiraiya kesal dengan nada yang sedikit meninggi "Tokudei no Gin ! ingat itu !"
"Tokudai no Gin.." kata Naruto dengan wajah datar
"Kau salah sensei.." tambah Shizukesa dengan wajah datar juga.
"Kasihan.." kata Sasuke menimpali, dan dengan wajah datarnya juga..
'Bocah sialan !' batin Jiraiya kesal. Dia kemudian menghela napasnya. "Ayo duduk di sana..kita bisa melihat sedikit pemandangan karena ada jendela.."
Setelah beberapa menit melepas lelah dan memesan minuman. Jiraiya dan para muridnya pun bersiap meninggalkan kedai, namun sebuah insiden kecil terjadi..
"Bayar ?! kau bilang bayar !"
Beberapa pasang mata langsung melihat ke arah tempat kejadian.
Tampak segerombolan orang dengan wajah berandalan membentak pemilik kedai dengan nada yang kurang sopan. Salah satunya meneriakkan kata kata yang tidak pantas didengar di depan umum.
"Kau tahu siapa kami ?!"
Pemilik kedai tersebut terdiam saat ditanya salah seorang dari gerombolan tersebut.
"Kau tidak tahu siapa kami hah sialan ?!"
Pemilik kedai tersebut menggelengkan kepalanya perlahan lahan dengan mimik wajah ketakutan.
"Dasar bego ! kami adalah Daki Kaminari ! penguasa desa Gin yang sekarang ! ingat baka ! baka ! baka !"
"Oh.."
Semua langsung menoleh dengan cepat ke arah sumber suara yang hanya mengatakan "Oh" tadi..gerombolan Daki Kaminari menoleh dengan wajah kesal.
"SIAPA TADI YANG BERANI MERESPON KAMI DENGAN NADA CUEK !"
Beberapa pasang mata dengan lirikan yang ketakutan menatap empat orang Shinobi yang berdiri dengan wajah tenang. Para gerombolan penjahat tersebut mendengus kesal dan berjalan mendekati Naruto dan yang lainnya. Salah seorang dari mereka dengan gaya angkuh berjalan mendekati Naruto dan memandangnya dengan pendangan hina.
"Cih..satu kakek tua dan tiga bocah..yang kuning ini terlihat bodoh.." kata orang tersebut, dia sedikit mendengus dengan suara penuh ejekan. Tangan kanannya perlahan lahan mendekati kepala Naruto. Orang itu bermaksud menolak kepala Naruto ke belakang.
GREP ! dengan gerakan cepat Naruto menangkap tangan kanan orang tersebut dengan tangan kirinya. Naruto mengangkat kepalanya. Tampak safir itu menyala.
"Jangan memandangku seperti orang orang desaku memandang..pandangan hinamu membuatku muak !"
Jiraiya sedikit tertegun mendengar kata kata Naruto.
"Kau.." Naruto langsung memutar tangan orang tersebut. Kemudian terdengar bunyi tangan yang patah dan orang tersebut berteriak kesakitan.
"SIALAAAAN !" bandit itu berjalan ke belakang dengan langkah kesakitan sambil memegang tangan kanannya yang tampak berputar tidak semestinya. Mata teman temannya melebar.
"Naruto.." kata Shizukesa dengan nada pelan "Kau terlalu berlebihan.."
"APA YANG KAU LAKUKAN KEPADA TEMAN KAMI SIALAN ! DASAR BOCAH !" setelah teriakan tersebut. Para kelompok Daki Kaminari langsung berlari ke arah Naruto cs. Sasuke sudah menyiapkan kunainya.
"STOP !" terdengar teriakan Jiraiya menggema di kedai tersebut. Para gerombolan Daki Kaminari berhenti sambil memandang Jiraiya dengan pandangan menunggu. Jiraiya menghela napasnya.
"Nih.." Jiraiya mengeluarkan beberapa lembar Ryo dan melemparkannya ke arah gerombolan tersebut "Sebagai ganti rugi atas tangan temanmu.."
"SEENAKNYA SAJA !" kata orang yang tangannya dipatahi Naruto "AKU MAU ANAK ITU DIPATAHKAN JUGA TANGANNYA ! MATA DIBAYAR MATA ! DARAH DIBAYAR DARAH !"
Jiraiya menggelengkan kepalanya "Maaf..kami hanya seorang pengemba-"
"MASA BODOH !" kata orang tersebut, dia menggeram kesal "Anak itu..anak itu.."
Dan terdengar kata kata yang membuat Yami merengkuh hati Naruto..
"ANAK ITU MONSTER !"
DEG ! Shizukesa langsung jatuh terduduk. Dadanya terasa sangat sesak. Sasuke yang merasakan temannya mulai mengeluarkan kemarahannya langsung memegang bahunya dan membawa Naruto keluar kedai tersebut. Jiraiya menatap penuh tajam ke arah gerombolan tersebut.
"JANGAN LARI KAU SI-"
"Aku adalah muridnya Sandaime !"
Semuanya memandang ke arah Jiraiya dengan pandangan shock. Beberapa orang berbisik bisik..
"Jiraiya, namaku Jiraiya..jika kalian berbuat keonaran.." Jiraiya menggertak dengan mengeluarkan Rasengannya. Gertakan itu berhasil, para bandit menelan ludah ketakutan.
"A-anda salah satu dari legenda Sannin Konoha ?!" kata salah seorang kelompok tersebut. Jiraiya menghela napasnya dan menganggukkan kepala. Putaran Rasengannya pun dia hilangkan.
Sementara di luar..
"Gertakanmu.."
Naruto menghela napasnya. Sasuke melirik partnernya tersebut dengan wajah datar. "Bahkan Shizukesa yang mempunyai tekanan chakra yang tinggi langsung jatuh akibat tekanan chakramu.."
"Dia bisa merasakan kejahatan hati manusia, Sasuke.." kata Naruto dengan nada datar. Mata safirnya menatap ke langit langit.
"Heh.." Naruto menyeringai "Aku sangat suka rasa itu.."
Sasuke melirik ke arah temannya "Maksudmu chakra merah itu.."
Naruto menghela napasnya "Tentu saja.."
Sasuke terdiam. Dia menatap langit dan memikirkan sesuatu.
"Hn.." Sasuke kembali membuka pembicaraan "Setelah misi ini, aku harap kita akan keluar desa.."
Naruto melirik temannya tersebut
"Aku juga.."
.
.
.
Tim pencari Jiraiya pun memasuki gerbang desa Gin pada sore hari. Naruto memandang gerbang itu dan menghela napasnya.
"Aku lelah.." kata Naruto. Sasuke menaikkan alisnya "Aku juga.."
"Kalian ingin ke pemandian air panas ?" tanya Jiraiya sambil memasang wajah yang mencurigakan. Naruto dan Sasuke memandang serius sang guru.
"Kau mencurigakan-ttebayo.." kata Naruto dengan wajah seorang penyelidik.
"Sensei kan ke pemandian hanya untuk mengin-" tiba tiba mulut Shizukesa ditutup dengan beringas oleh Jiraiya.
"Psstt..diam Shizu, harga diriku bisa hancur !"
'Pada saat pertama bertemu, kau tidak mempunyai harga diri di depanku..' batin Naruto dan Sasuke bersamaan dengan wajah sweatdrop.
"Yosh ! aku tahu dimana apartemen yang langsung menyediakan tempat pemandian air panas ! ayo ke sana murid murid !"
Naruto, Sasuke dan Shizukesa menghela napasnya..
Setelah sibuk dengan segala keribetan dalam hal menginap. Naruto, Sasuke dan Jiraiya pun memesan dua kamar untuk diinap. Jiraiya memilih kamar sendiri dan menyuruh tiga muridnya tersebut untuk tidur bersama.
"Aku tidak mempunyai pengalaman untuk tidur dengan wanita.." kata Naruto dengan wajah datar.
"GEZZ..AKU COWOK SIALAN !" kata Shizu dengan raut wajah memerah.
"Tsundere.." gumam Sasuke. Dan Sasuke pun harus merasakan suatu pukulan di kepalanya dengan gaya jatuh yang tidak menunjukkan seorang Uchiha.
"Kenapa aku yang selalu dipukul ?!" kata Sasuke dengan nada kesal. Naruto tertawa geli "Hehehe..nasibmu dattebayo !"
Shizukesa memalingkan wajahnya dan menggumamkan beberapa patah kata. Naruto mengendikkan bahunya, kemudian dia menggerak gerakkan lehernya.
"Ayo Sasuke, aku tidak sabar menghangatkan tubuhku yang letih.."
"Bagaimana dengan Shizukesa ya.." kata suara Yami di mindscape Naruto. Naruto memasang wajah sweatdrop
"Kau memang penjahat sialan, Yami.." kata Naruto dengan nada kebingungan.
Pemandian di apartemen tersebut dibagi dua ruangan. Di sebelah kiri untuk wanita, dan di sebelah kanan untuk pria. Dua ruangan tersebut dipisahkan dinding putih tinggi yang dilapisi marmer tanpa bersekat. Bentuk pemandian air panas tersebut seperti kolam batu yang disetting secara alami.
Naruto membenamkan dirinya ke dalam air kolam panas tersebut setelah sebelumnya menyiram badannya dengan air dingin agar saat kulitnya menyentuh air panas, tidak akan terjadi respon panas yang berlebihan. Naruto memejamkan matanya, berusaha menghilangkan penat di kepalanya.
Sasuke membenamkan dirinya di samping Naruto. Mata onyxnya menatap datar ke arah depan. Tampak Jiraiya kini sedang mempersiapkan alat alat aneh.
"Mesum.." gumam Sasuke. Mata onyxnya kemudian memandang pantulan dirinya di genangan kolam panas tersebut. Tampak bayangan seorang Uchiha tampan yang dikelilingi asap panas sedang menatap dengan tatapan datar, namun onyxnya menyimpan kesendirian yang luar biasa.
BLUP ! tiba tiba bayangan Sasuke di genangan air kolam tersebut berubah menjadi wajah Itachi. Tampak mata Sharingan yang selalu menghiasi tatapan dingin Itachi menatap tajam dan menusuk ke arah Sasuke. Sasuke merasakan jantungnya berdebar debar.
"SIALAN !" Sasuke meninju genangan air tersebut sehingga airnya cukup banyak terciprat ke segala arah. Naruto membuka sebelah matanya akibat ulah Sasuke. Safirnya menatap wajah Sasuke yang sepertinya ketakutan.
'Aku penasaran..seberapa kuat orang yang bernama Uchiha Itachi itu sehingga membuat Sasuke sampai seperti itu..' Naruto kembali ingin memejamkan matanya, namun sebuah suara seperti orang yang mencelupkan badannya ke dalam kolam membuat Naruto melirik ke arah kanannya..
Tampak Shizukesa dengan wajah memerah karena uap panas serta mimik ekspresi yang manis membuat sesuatu di hidung Naruto kembang kempis.
Sementara Jiraiya tertawa terkekeh kekeh ketika dia berhasil merakit teropong pengintipnya sendiri. "Jangan panggil aku Jiraiya jika merakit ini tidak berhasil..hehehe.." Jiraiya mundur selangkah, namun dia tiba tiba tergelincir akibat cipratan air Sasuke tadi, dan alat teropong yang dibangga banggakannya jatuh membentur tepi kolam, berguling diantara batu, patah, dan tenggelam di dalam air kolam. Sementara Jiraiya sendiri tercebur ke dalam kolam panas tersebut.
CBUUURR ! harapan Jiraiya untuk bersenang senang hilang..
Di tempat NaruSasuShizu
"Err..Sasuke.." Naruto melirik ke arah Sasuke yang memejamkan matanya. Tampak Uchiha terakhir tersebut memejamkan matanya dengan napas yang dicoba teratur. Tampak jelas sekali Sasuke berusaha menenangkan pikirannya.
"Ano..Shizukesa.." Naruto penasaran dengan ehem, dada Shiuzkesa karena sang Midoru tersebut menenggelamkan badannya sampai ke bahu. Rambut Shizu pun dia sanggul tinggi tinggi seperti perempuan dan poni yang biasanya menutupi sebagian matanya agak sedikit tergerai. Naruto menelan ludahnya.
"A-ano..kenapa kau menatapku seperti itu, Naruto ?" tanya Shizukesa dengan nada yang menurut Naruto, sangat amat berubah dengan karakter Shizu yang mempunyai tekanan chakra tinggi, kuat, lincah, cepat dan tsundere..dia seperti..
BYUURR ! Naruto langsung keluar dari air dan berlari menuju ruang ganti sambil tetap memakai handuk yang basah di pinggangnya. Naruto segera mengambil kimono biru laut di tempat penyimpanan pakaian dan berlari keluar.
"Gila..aura Shizu sangat..sangat..' Naruto menggelengkan kepalanya, dia keluar dari ruangan pemandian air panas sambil menatap ke lantai dan..
BRUKKHH ! Naruto merasakan memegang sesuatu yang agak kenyal namun masih berbentuk kecil ditangan kanannya, wajahnya pun sangat dekat dengan wajah seorang gadis yang memiliki aroma sangat menggoda.
Safir bertemu Lavender..
OH MY GOD ! NARUTO-KUN !
Wajah Hyuuga Hinata kini hanya beberapa centi dari wajah Uzumaki Naruto !
TBC
HOLY SHIT !
Ampun Icha..kau membuat genre fic TBT mendekati Romance, Humor Hentai dan apa apaan slight yang sepertinya Yaoi itu..saya sedih, karakter Shizukesa yang telah mengalahkan NaruSasu sepertinya..
Dong..hem, setelah baca review kemarin. Ada yang saling mengejek dan yah..soal pair. Kita harus tenang teman teman, tetapi maaf untuk penggemar NaruSaku, di jalan fic ini memang sudah menjadi milik NH dan SS.
Dan soal YamiXShizu..hahaha, tenang..fic ini masih untuk para penggemar straight..tapi Icha mengatakan kepada saya bahwa dia merequest fic ini bergenre M dengan Shizu yang-
Saya harus mengobati kepala adik sepupu saya, and once more..di arc ini sudah saya kumpulkan beberapa konflik dan orang orang yang terlibat nantinya, yang pasti..
Tim Jiraiya (Jiraiya, Naruto, Sasuke dan Shizukesa)
Tim 8
Tsunade dan Shizune
Anbu Root bawahan Danzo
Kelompok Daki Kaminari
Dan ketua dewan dilihat Hinata dan sepertinya berkhianat..
Untuk di pihak Orochimaru masih rahasia..apakah dia memang akan muncul atau tidak.
Yang pastinya, arc ini mempunyai inti pengkhianatan dan menjadi daftar penambah kebencian Naruto kepada Konoha.
Ingat di chap lalu soal keputusan Danzo tentang Naruto..ingat kemarahan Naruto soal harga dirinya yang dijadikan senjata *evilsmirk* itulah yang akan menjadi salah satu alasan dari beribu kepedihan yang membuat Naruto semakin membenci Konoha.
Dan sikap Naruto serta siapa yang menyadarkan pandangan Tsunade tentang jabatan Hokage masih rahasia..plus, jutsu Naruto mungkin akan menambah di arc ini..
Ah, langsung saja teman teman..kita k session..
Q : wah maaf doni-san udah beberapa chapter terlewatkan tp ngk review",,,,, maklum mid semester menjd slah stu alasan ngk bleh mngang komputer sama ortu -.-
seperti biasa ficnya fantastic dua jempol deh...
Saya suka sifat aduhh siapa namanya susah di inggat sebut midoru aja lah walaupu nama clannya.. Ok saya suka sifatnya ygmenatap sinis setiap orang yg terjebak dengan kegelapan..
Emng tkoh utma itu ngk slalu menang pasti ada saat klahnya trmask ktka brhdapan dng msuh utma mereka bukan?
Ok segitu saja klau panjang" nanti riview saya kepotong seperti waktu itu -.-
semangat dan di tunggu update kilatnya
A : Sip..namanya adalah Shizukesa, atau bisa dipanggil Shizu. Terima kasih atas jempolnya..
Q : Aku suka dgn fic ini,asik,ringan,mudah dicerna..masalah mastream atau tidak gak masalah..karena semua tergantung cara penyampaian isi cerita.
Masalah pair gak masalah"naruhina'narusaku'naruxhareem,tetap suka.
Dan kita jgn menjelek-jelekan pair kita mempunyai selera masing2..karena itu anugerah.
Apapun ficnya kalau bagus pasti ada pair-pair tertentu yg mungkin lebih diminati.
I LOVE NARUHINA,NARUSAKU,NARUKARIN,NARUTSUNADE...NARU,CS...
A : Yap..saya setuju, saya memang netral soal pair..yah, karena ini NH, jadinya tetap di jalan cerita NH. Arigatou..
Q : keren! Klau bisa nanti naruto menguasai FUINJUTSU senpai.. Perbanyak scene NARUHINA! Terus elemen naruto apa aja thor!? lihat reviw : HAHAHA.. Gak kebalik tu.. klau sasuhina dan narusaku paling banya fansnya!? - oke! LANJUT!
A : Oke sip..elemen Naruto baru angin. Dan soal pair itu yah..jalan cerita di fic ini memang sudah NH dan SS.
Q : Aloha big bro, Yellow datang meripiu... Hyahahaa... Yami yamii, ya wlo perannya jahat trnyata py sisi lain dsudut hati kecilnya.
Bagus senpai. Menghibur tapi jgn keblabasan nti kena semprott... ;p
Oya katanya chap dpan da fanservice ttg Shizu (ide dri Icha)? Penasaran, Yellow tunggu deh *NadaNantang* #plak ;D
Senpai, biarkan sj icha mnyukai hal" itu anggaplah sama sprti senpai yg myukai hal yg mesum. Wkwkwkk.. *dtimpuk Senpai...
Oya masalah Shizu sprtinya Yellow jd suka dg OC milik doni-senpai (wlo awl gk seneng krn rasengan LOL). Shizu memang kuat tp bukan brti overpower, mm mgkn klhatan lbih gesit n lbih smart (mnurut Yellow). Tp pastinya duo Uzuchi bakal ngalahin Shizuu kdepannya. Menunggu perubahan Uzuchii...
Atu lagi senpai, Yellow heran knp ia lemah dg kgelapan? Pdhl dchap" lalu, Shizu hrs bs mguasai 2 unsur hati unt mguasai jrs kuno milik klan Midoru (klo gak salah loh) ?
Q : Review ku ga prnah di balas ne... -_-
A : Ini balas bro..
Akh lanjutt senpai n tetep semangaat...
A : Haha..yap,fanservice dari Icha sendiri saya edit sebaik baik mungkin, agar fic ini tetap berjalan normal..dan soal Shizu yang lemah terhadap kegelapan. Kelemahan dari klan Midoru memang hal tersebut, ingat saat Shizu berusaha menguasai kegelapan hatinya sendiri..dia juga merasakan sesak di dadanya *entah, saya sendiri pun lupa di chap berapa*. Apalagi dia berada langsung di dekat Naruto yang memang mempunyai sisi Darknya (Yami). Terima kasih atas reviewnya..
Q : Ahhhhh sayang udah ketinggalan jauh cerita nya senpai. Ceritanya makin keren aja senpai :D mmm apakah kelemahan shizu adalah kegelapan hati ya senpai?. Sayan suka kalo naruto nya juga dapat doujutsu senpai, masa cuma sasu sama shizu aja yang dapat doujutsu, bikinin dong senpai, plissss :D
Lanjut senpai, cerita nya kereeeen *.*
A : Yap..memang, kegelapan hati yang berlebihan akan membuat Shizu merasakan kesakitan. Dan untuk Naruto, saya sudah siapkan yang lebih lebih daripada Doujutsu, tetapi di bagian kedua..thanks.
Q : Wew, bakal beda dari canon nih dan bakal ketemu tim 8 juga
*baca review di bawah*
apaan tuh, biarkan pairnya tetap NaruHina dan SasuSaku. Jujur, saya gk suka NaruSaku dan SasuHina, apalagi Sakura merupakan chara yg ane gk suka karena hanya bisa meniru jutsu gurunya (Tsunade) tanpa melakukan pengembangan apa2 *hedeh*
dan apalagi itu, ada yg mau YamixShizu!? Bisa2 saya berhenti baca fic ini
yah, ditunggu dah chap selanjutnya dan semoga gk ada yaoi segala
A : Yap..fic ini memang akan tetap NH dan SS. Soal YamiXShizu, haha..gak lah bro..tenang saja, itu hanya ide ide fanservice Icha yang pasti akan saya saring juga..thanks.
Q : yo! doni-san,..
mau tanya,..kapan Sasu tahu kalo di dalam naru ada yami ama kurama? kan ga adil tuh. masa naru dapat 2 orang guru dua calon guru sedangkan sasu ga diajarin siapa - siapa.
soal naruto yang lelet kuat padahal udah banyak dpet guru itu apa karena kapasitas otak yang udah dari sono-nya ato gimana? thanks-
lanjut! xD
A : Sasuke tampaknya hanya tahu kalau Naruto mempunyai chakra Kyuubi (merah) di tubuh partnernya tersebut. Soal guru tersebut, hemm..yah, mungkin Sasuke agak lebih cepat tanggap daripada Naruto, dan jujur saja..Naruto mungkin bisa lebih kuat daripada Sasu karena mempunyai dua guru di mindscapenya.
Q : Hikss,..hiks,..
kasian si naru. dikerjain dari dua arah. di mindscape ada yami kurama, di luar ada mulut manis sasuke imutnya shizu. berperike-naruto-anlah, author-san!
coba lain kali bungkem mulut sadis sasuke dengan tomat dan untuk shizu,..entahlah!
lanjut,...
A : Bukankah Sasuke sudah dihajar Shizu karena mulutnya :D. HAHA..sip lah kawan, thanks..
Q : Makin asik thor..?.
Makin suka dgn karakter naruto baca review..hiks..hiks..ada yg tdk menyukai saya..bahkan paling tdk disukai..hiks..hiks malah dia lebih menyukai pair yaoi narusasu..hiks..hiks..juga dia lebih menyukai pair narutoxnenek chiyo..hiks..hiks..
Soal pair saya rasa sdh pasti naruhina..sasusaku.
Jangan dibuat narusasu..naru x nenek chiyo..saya gak suka..apalagi naru x akamaru ..sangat tdk suka..
Yosh tetap semangat,LANJUTKAN
A : Tenang tenang..mau apapun pairnya, tetap santai membaca dan ambil kepala dingin..kita satu friendship dalam dunia fandom Naruto ini..thanks.
Q : Yak!HappyHappyDoni-san kayaknya yg mesti tobat bukan cuma Icha-san doang deh Doni-san juga harus tobat dariehemuhukemesumanuhukehem(emang ku ga uhukehemesumuhukehem?Ga!walau dikit...)
Well udah ga kebebanin lagi sih sama SOPA*cerah*tapi kayaknya ga kapok ya setiap tahun dikalahin terus,dan Hey!aku ga suka NaruSaku(kepada salah satu reviewer)sakura itu ugh!yang jelas aku benci sakura(well,mungkin karna jelek?Hey hinata lebih cocok sama naruto :(dan well sebenernya saya ga pernah suka sama fic yg pairnya NaruSaku/SasuHina entah kenapa aneh)tapi tapi tapi*down* masih Mid-semester yg nyebelin.. mah persetan dengan MID pake sistem SKS aj*cerah lagi*haah untung FFN ga jadi ditutup kalau ditutup mungkin tambah stress...Ga sabar nunggu season 2nya hmm...Yami..oh..Yami..ternyata...engkau...engkau..*insert horror face here* GAY!Hii..nanti naruto ketularan dan dan Gahh!Hee jadi disini yami masih setengah'' ngajarin naru hmm hmm...Ck..ck..ck naruto naruto...cara ngehindari virus Yami bener bener ga elit dan'aku suka ciuman pertamaku dgn shion'Oh god!ternyata Naruto Hentai!Yaa sasu-teme yang sekarang masih belum berkembang...Hmm..Shizu disini kayaknya hmm..arghh..bingung jelasinnya -3-tapi entah kenapa aku suka chara shizu(suka cowok shota Ex:Len K)Senjutsu senpai!eh jangan deh!Kenjutsu mungkin cocok karna naru fokus ke kunainya
Ngeh segini dulu aja deh*down* mesti SKS dulu
Jaa neto ganbatte
A : Hem..semoga sukses di MID nya dan soal Yami itu hanya candaannya saja, lalu untuk saran anda..yap, akan saya masukkan ke daftar ide saya..sip.
Q : so,next chapter,jika menilik manga,ini adalah momentum pertemuan 3 sannin legendaris Dan munculnya / bentrok 3 kuchiyose hebat sepanjang masa,.
kemanakah kalung tsunade berpindah ? oleh tekad siapa nantinya iman tsunade goyang ? versi canon,pasti naruto,versi anda,pasti saya tunggu.
SOPA go to hell.
A : Haha..masih rahasia kawan..tunggu saja.
Q ; Walaupun gua ga suka yaoi, tapi kayanya cocok yami sama shizu..,
A : Ops..are, yah..Yami mungkin hanya bercanda kawan..thanks.
Q : Horai..Horai..Horai...
Senang rasanya kita menang atas SOPA sialan..
Ohya senpai semua link untuk download anime "Bible Black" sudah dihapus, doni-san apa nggak ada link yang masih bisa buat Download anime tuh dan lagi Doni-san anda tahu nggak Forum yang membahas per-film-san dari Jepang yang terbaru Doni-san..hehehehe #maaf nyimpang dari topiknya..
Dan untuk fic-nya, hanya bisa ngomong "Awasome"...
Dan Teruskan Kerja Kerasmu Doni-san..
A : Hah..kok bisa ? pasti dapat teman..ng, saya lupa apa nama blog yang banyak menerjemahkan anime hentai dengan sub indo..akan saya cari, mudah mudahan dapat..soal forum tersebut..saya juga kurang tahu, akan saya tanyakan ke teman saya yang memang the Otaku and the likers Japan. Thanks..
Q : hmm pas gw liat riview ada yg nulis kalau sasuhina and naru saku lebih populer dari pada naruhina dan sasusaku. iya apa?. setau gw malah kebalikannya deh.
Jadi jangan digantiya pair nya. kalo pairnya diganti menjadi sasuhina gw jadi ga mood bacanya. yaaa kemungkinan besar kalau pairnya diganti gw bakalan berhenti baca ni fic.
Sorry kalau ada kata yg kasar
A : Haha..kalau diganti, bagaimana cara saya menggantinya ? feelnya pasti susah..tenang teman, semua pair itu terbaik. Tetap cool think..thank you.
Q : Lanjut thor & adegan naruhinanya prbanyak donk..
A : Akan saya usahakan..sip
Q : Bijuu mode didapatkan dengan menghilangkan sisi gelap dirinya tetapi di fic ini kegelapan sudah menjalar ditubuh naruto ,dan sedekar saran pada waktu mendapatkan bijuu mode bukanya yami yang keluar tapi sisi sebenarnya naruto alias sisi baik nya, oke lanjutkan
A : Hm..akan saya pikirkan saran anda. Thanks..
Q : emang gimana cara daftarin akun ku buat ngalahin SOPA ? dan berapa lagi supaya dunia perfanfiction tidak dihapus ?
A : Tenang bro..kita sudah menang ! SOPA GO TO R.I.P
Q : Hahahahaaa... keren! Pengen tahu reaksi naruto kalau Shizukesa juga bisa rasengan.. terus apa nanti ketemu orochimaru? klau ketemu, narusasu di pihak siapa senpai? saya tunggu scene NARUHINA-nya senpai! dan jangan ganti pairnya! .. jujur saja saya paling tidak suka dengan NARUSAKU dan SASUHINA! Dan saya sangat setuju klau naru pinter FUINJUTSU dan klau bisa JIKUKAN juga senpai.. hehehee.. Yosh! lanjut! NEXT! Kita rayakan kekalahan SOPA HAHAHAHAAAAAA! #SeyumDEVILE
A : Hm, untuk pihak NaruSasu masih rahasia..soal pairnya memang akan tetap NH dan SS. Saran anda tentang Fuin dan Jikukan, hem..akan saya coba. Thanks. ps : SOPA IS DEAD
Q : Ummm... hai aku nanya yang lebih jauh yaa...
Apa setelah Naruto & Sasuke pergi dari konoha naruto&sasuke akan masuk Akatsuki dan musuh 5 desa, atau musuh 5 desa dan Akatsuki?
Sekian
Maaf kepanjangan ya }{ihihi
lanjut ... :D
A : Hem..menilik dari empat tetralogi saya, tampak kemungkinan besar NaruSasu akan masuk ke Akatsuki. Untuk jalan ceritanya, masih sangat jauh..tenang saja..idenya sudah saya simpan.
Q : :D Shizu terduduk karena kegelapan Naruto ckckck.
Untuk adegan Shizu dan Yami kok seperti YAOI, dan Naruto mimisan hadeh...
mau nanya nih:
fanservice itu apa? Malas searching #plak.
Apa nanti Naruto akan mengeluarkan Dai Rasenringu didekat Jiraiya dan Shizu.
Smga chapter depan ada romance NaruHina lagi.
Ditunggu chapter selanjutnya.
A : Haha..it's not YAOI fic. Hem..fanservice itu sesuatu yang membuat chara yang terkena akan menjadi adegan adegan yang agak sedikit 'hot'. Kurang lebih seperti itu..contohnya Hinata yang memakai baju merah ala China, saya lupa di episode mana..tetapi Hinata-Hime membuat napas saya kembang kempis..sip dah..
Q : dou iu koto da ? masa kayak fujoshi sih, hehe... bukannya nggak setuju tapi kok rada2 Kimochi warui ya...
feelnya juga kurang dapet di chap ini bos,
A : Hem..gomen soal feel yang kurang dapat. Yah, mungkin akhirnya kurang atau apa..tetapi saya harap fic ini terus mendapatkan feelnya.
Q : humornya bikin kocak perut...kemaren dua chap penuh action dan sekarang chap penuh humor, senpai berbakat. Apa jiraya tau kalau naruto bisa buat rasengan? Next..
A : Yap..Jiraiya sepertinya sudah tahu. Naruto juga memperkirakan Jiraiya mampu membuat Rasengan juga.
Q : Maaf sebelumnya author-san, tapi setau saya Anbu Ne pakai topeng polos. bukan topeng hewan.
SOPA udah kalah :D
Tadi malam cek ada 104.000-an tanda tangan :D
A : Yah..supaya lebih enak pendeskripsiannya bos..yap, kita menang..
Q : Ano senpai., pa nanti narusasu jdi ketempat orochi. . . . ? Dan pa gabung ke akatsuki atau buat organisasi sendri? Gambatte oni_chan update kilat ya hehe,
A: Hem..samar samar sepertinya iya. Dan soal Akatsuki juga..samar samar sepertinya iya..thanks.
Q : Gak nyangka yami bisa bikin lelucon macam itu, sampai bilang Shizu cantik lagi :v
dan yeah...akhirnya chap depan/depannya lagi Naruto-Hinata kebagian beraksi setelah Sasuke-sakura di cerita Jueru Kingdom. Ah ia bumbu romancenya gak usah dibikin n dipikirin terlalu rumit, cukup scene-scene yang bikin senyum-senyum gaje aja, toh inti cerita ini bukan terletak di Romancenya kan.
Kayaknya chap depan giliran Naruto yang kaget ada orang yang bisa make jutsu ayahnya, gimana perasaan dia ya kalo tau Jiraiya itu guru ayahnya tapi malah ngajarin Rasengan ke orang lain sedangkan dia sendiri belajar sendiri.
Dan nampaknya di chap depan itu Shizukesa bakalan mencak-mencak lagi, apakah itu ulah mulut Sasuke*lagi*?
Ah ia, doni-san pernah baca Fic "Tale of the Radiant Sun" punya Galerians gak? Itu fic Canon yang keren juga lho dari segi bahasa n cerita.
Terakhir, Tetap semangat biarpun kalah review dari fic mainsetrum Doni-san, yang penting ceritanya TOP dan gak Mainsetrum :D
A : Sip..saya juga telah membaca fic tersebut, fic yang juga sedikit menginspirasi saya..thanks.
Q : Doni-san,coba naruto punya jutsu kombinasi kage bunshin rasenggan,kalau disatuin jadinya rasenggan kage bunshin prinsipnya sama kayak shuriken kage bunshin. Jadi efeknya bisa lebih kuat dari rasenggan biasa. .
Oke,lanjut terus
A : Hm..saran yang bagus. Akan saya masukkan ke daftar ide saya.
Q : We are the champion! Yami ooc? *,*d
A : Sedikit aja..sedikit..
Q : Oh..ya buat donk dua uzuchi punya jurus yang buat shizukesa terdesak and bikin shizu gk sombong
A : Yap..mungkin hanya Naruto yang mampu membuat Shizukesa terdesak karena Naruto mempunyai the Dark Side di hatinya..sip
Q : wa ane lebih suka naru shion hinata udh terlalu mainstream mending sikat dua duanya aja thor biar greget #sambil mimisan
A : Sabar bro..Naruto ada waktu mainnya*biar greget* thanks..
Q : Naruto normal eaw?
A : Yap..Normal. Thanks..
Last, terima kasih atas review, saran, dukungan serta pujian kalian terhadap fic ini. Tanpa dukungan kalian semua fic ini tidak sampai sejauh ini..
And last my words, Thank you and please review..
Tertanda. Doni Ren
Preview the Next Chap :
'Wajah Naruto-kun..wajah Naruto-kun berada di dekatku..'/"Hei bocah mesum..kenapa tanganmu masih memegang 'itu'nya dia hah ?!"/ "Kau yang tidak pernah merasakan suatu kesakitan pasti tidak mengerti-"/'Sekuat itukah shizukesa ?'/"..Dan Danzo-sama mengatakan, berhati hatilah dengan orang yang mempunyai nama Midoru untuk klannya.."/ "Yami sensei yang baik.."/ "KAU LAGI APA TEME ?! ACARA PELEPASAN BALON MAU DIGELAR 10 MENIT LAGI DAN AKU BELUM MANDI !"
Selanjutnya di The Best Team : Chap 38 : Festival Tokudai no Gin
"FESTIVAL TOKUDAI NO GIN DALAM ACARA PEMBUKAAN, RESMI DIBUKA !"/ "Heh..karena ini namanya festival kehancuran Gin no Sato.."
