"Give Me A Second Chance" Chapt. 37
*sebelumnya*
"Haru~ah" panggil Hana pada Haru saat mereka bermain di Taman."Ne?""Ayo kita susun batu-batu ini" ajak Hana."Untuk apa?,memangnya kamu mau buat Gunung ya?""…" Hana menggelengkan kepalanya."Kata eomma, kalau kita susun batu sampai tinggi, maka permintaan kita akan dikabulkan Tuhan""Kamu gak bohongkan?""Aku gak bohong Haru, ayo kita susun batuini?" ajak Hana pada mereka menyusun batu-batu kecil yang terdapat di tepi semak-semak. Dengan telaten Haru dan Hana menyusunnya. Setelah cukup tinggi, Hana mengajak Haru untuk berdo'a."Ayo kita doa untuk appa mu""Mm"angguk Haru, lalu mereka mengatup kedua tangan mungil mereka."Tuhan, Haru mohon sembuhkan appa. Jangan biarin appa sakit, Haru mau appa bangun. Kalau Tuhan kabulin doa Haru,…Haru janji jadi anak yang baik, apa yang appa minta, Haru turutin. Tuhan…sembuhin appa ya?" Pinta Haru dalam do'a nya.
*selanjutnya*
Shindong dan Suny pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Kyuhyun. Ketika mereka melewati Taman, Suny menghentikan langkah kakinya saat ia melihat Haru yang tampak sedang berdo'a.
"Oppa" panggil Suny
"Ne?"
"Lihat! ,Haru sepertinya sedang berdo'a"
"Jincha?"
"Ne, coba oppa lihat kesana" tunjuk Suny kearah Haru dan Hana yang mengatup kedua tangannya di depan tumpukkan batu yang mereka susun.
"Haru pasti berdo'a untuk Kyuhyun"
"Ne oppa"
"Ayo kita temui Haru" ajak Shindong
"Ne"
Kemudia Shindong dan Suny melanjutkan langkah merek untuk menemui Haru.
"Haru~ah"panggil Shindong.
Haru dan Hana menoleh padanya.
"Ajussi mau jenguk appa ya?"
"Nde. Apa Haru sedang berdo'a untuk appa?"
"Mm" angguknya
"Annyeong haseyo, Haru~ah" sapa Suny ramah padanya.
"Ajumma siapa?" tanyanya heran, karena Haru belum pernah bertemu dengan Suny sebelumnya. Karena ketika Suny ingin pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Kyuhyun, ia mengurungkan niatnya, setelah bertemu dengan Donghae juga Eunhyuk sewaktu di Club malam.
"Aku adalah saudara dari Shindong ajussi."
"Oh…kok tau nama Haru?" tanyanya lagi.
"Nde, ajumma tahu dari Shindong ajussi." sahutnya dan tersenyum manis padanya.
"Oh" sahut Haru singkat.
"Haru~ah, ayo kita jenguk appa" ajak Shindong.
"Ne" sahut Haru.
"Ayo Hana" ajak Haru
"Ne" sahutnya.
Hyorin, Teukie dan Donghae menghampiri Sungmin yang berdiri di depan ICU.
"Sungmin" panggil Teukie
"Hyeong, kenapa Kyuhyun dipindahkan lagi ke ICU?, apa yang dikatakan Dokter Siwon pada kalian?" tanyanya cemas.
"Kondisi Kyuhyun sering menurun, dan hal itu yang menyebabkan Kyuhyun harus kembali ke ICU" sahutnya.
"Dan… "
"Dan apa hyeong? "
"Siwon meminta kita untuk melakukan tes" tambah Hyorin.
"Tes untuk apa?" tanya Sungmin semakin bingung.
"Tes untuk mengetahui siapa diantara kita yang cocok untuk mendonorkan Ginjal pada Kyuhyun" ucap Teukie.
"Apa kondisi Kyuhyun separah itu, sampai harus melakukan donor Ginjal? " tanyanya seakan tak percaya
"Nde, karena jika Kyuhyun tidak melakukan donor Ginjal, bisa-bisa keadaannya akan semakin parah, dan pengobatan yang dilakukan tidak akan berhasil" sahut Teukie sedih, dan matanya tampak berkaca-kaca karena menahan air mata.
Sungmin tersandar di dinding, ia sangat terkejut mendengarnya.
"Samchon, mana Haru? " tanya Donghae yang sedari tadi tidak melihat Haru bersamanya.
"Haru sedang bermain bersama Hana di Taman, kau tidak perlu cemas, aku sudah meminta Changmin untuk menemui mereka"
"Apa Haru tahu, bahwa Kyuhyun dipindahkan ke ICU? " tanya Hyorin.
"Tidak, Haru belum tahu" sahut Sungmin.
"Appa… eomma…"
"Ne? " sahut mereka.
"Biar aku saja yang mendonorkan Ginjalku untuk Kyuhyun" pinta Donghae
"Apa kau yakin? "tanya Teukie.
"Nde appa, selama ini Kyuhyun selalu berkorban untuk Haru, sekarang giliranku berkorban untuknya"
"Donghae~ah, eomma senang mendengar keputusanmu ini. Kau sudah benar-benar berubah sekarang" ucap Hyorin terharu hingga ia meneteskan air matanya.
Donghae tersenyum ,lalu menyeka air mata Hyorin, "Eomma jangan menangis lagi ya" pintanya.
"Ne" sahut Hyorin.
Changmin bertemu Haru dan Hana juga Shindong di Lobi ketika ia mencari Haru.
"Samchon" panggil Hana.
"Sudah selesai bermainnya? " tanya Changmin.
"Ne" sahut Hana.
"Haru~ah, ada yang ingin ajussi katakan padamu" Changmin berlutut di depan Haru dan memegang kedua pundaknya, untuk menjelaskan apa yang terjadi saat ini.
Shindong dan Suny merasa ada yang tidak beres ,terjadi pada Kyuhyun. Mereka menatap lekat Changmin, "Ajussi mau bicara apa? " tanyanya heran.
"Haru~ah, sekarang appa sudah dipindahkan lagi ke ICU"
"ICU? " Shindong sangat terkejut mendengarnya.
"ICU?, itu kamar appa yang dulu ya?" tanyanya
"Nde"
"Kenapa appa tidur disana lagi?, Haru gak suka kamar itu! "sahutnya kesal
"Appa saat ini sangat butuh istirahat, agar tidak terganggu, appa dipindahkan kesana lagi" Changmin berusaha menjelaskan agar Haru mau menerima kenyataan yang sebenarnya.
"Haru gak berisik lagi kok ajussi, Haru juga sudah gak pernah nangis lagi."
"Haru~ah, Changmin ajussi benar. Mungkin saja Dokter memindahkan appa, agar Dokter bisa dengan mudah menjaga appa Haru, karena kamar yang sekarang selain berisik dengan pengunjung pasien lain yang berada dekat dengan kamar appa, ruangan Dokter juga cukup jauh dari kamar appa" jelas Shindong padanya.
"Nde, maka dari itu, appa dipindahkan" tambah Changmin.
"Huh!, tapi Haru tetap gak suka kamar itu! "
"Haru, gak boleh marah-marah, kalau Haru marah-marah terus, nanti appa mu bisa sedih" ucap Hana.
"Yang dikatakan Hana benar. Haru harus lebih bersabar" tambah Suny.
"… " Haru hanya diam dan memasang wajah cemberutnya.
"Sekarang kita ke ruang ICU ya? " ajak Changmin, Haru hanya mengangguk saja tanpa menyahutnya.
Donghae masuk ke ruang ICU untuk menjenguk Kyuhyun. Ia berdiri di tepi ranjang, dan ia memandang lekat wajah Kyuhyun yang pucat. Donghae membelai kepala Kyuhyun lembut.
"Kyu… ini hyeong. Kyu… kenapa kau belum sadar juga?, apa kau sangat marah padaku?, hingga kau tidak ingin sadar dari tidur lamamu ini?. Jika kau memang sangat marah pada hyeong, seharusnya kau sadar dan lampiaskan kemarahanmu padaku. Tapi hyeong mohon, kau jangan membuat Haru terus menangis karena merindukanmu, Kyu. Hyeong tahu, selama ini hyeong sangat bersalah padamu. Hyeong tahu! Kesalahan yang telah kulakukan pada kalian tidak bisa dimaafkan. Mereka selalu mengatakan kau selalu sayang dan menghormatiku sebagai hyeong mu. Tapi aku justru sebaliknya, karena rasa cemburu dan iri padamu, hingga aku tidak bisa melihat ketulusan dan kebaikanmu. Kyu, Jika kau memang benar menyayangiku!, hyeong mohon sadarlah!, izinkan hyeong untuk menyayangimu Kyu" ucapnya dan meneteskan air mata.
"Hyeong menyayangimu, Kyu" ucapnya lagi, kemudian Donghae mengecup kening Kyuhyun.
"Hyeong menyayangimu, Kyu"
Kyuhyun menoleh keasal suara yang ia dengar. Secercah cahaya membuat pandangannya silau. Heechul memegang pundaknya"Kembalilah Kyu, sudah saatnya kau kembali pada mereka" ucap Heehul.
"Haraboji, apakah jika aku kembali, semua akan berubah? " tanyanya tidak yakin.
"Kau harus percaya, kejadian yang terjadi padamu, membuat mereka berubah menjadi lebih baik Kyu. Mereka semua menyayangimu, kembalilah… temuilah mereka"
"Haraboji"
"Ne? "
"Apakah, aku akan kembali lagi ke sini? "
"Nde, tapi bukan saat ini, kau masih memiliki kesempatan untuk hidup bahagia bersama mereka"
"Haraboji… "
"Pergilah Kyu"
"Ne haraboji" sahutnya.
Kemudian Kyuhyun melangkah menuju cahaya tersebut, sesekali ia menoleh ke belakang melihat Heechul yang melambaikan tangan padanya.
Donghae menggenggam erat tangan Kyuhyun, "Cepatlah sadar Kyu, hyeong ingin kita berkumpul lagi. Berilah kesempatan pada hyeong untuk membalas rasa sayangmu selama ini padaku" ucapnya.
Donghae melepaskan genggaman tangannya, lalu Donghae melangkah pergi untuk ke luar. Saat Donghae menuju pintu, perlahan-lahan Kyuhyun membuka matanya. Kyuhyun menoleh dan samar-samar ia melihat Donghae dari balik punggungnya ke luar dari ICU.
"H… hyeong… "gumamnya pelan, lalu Kyuhyun kembali memejamkan matanya.
Ketika Donghae ke luar, ia tersenyum melihat Haru sudah datang dan duduk dipangku Hyorin. Lalu Donghae menghampirinya, ia berjongkok sambil mengelus kepala Haru, "Haru dari mana saja? " tanyanya lembut.
"Tadi Haru main dengan Hana, samchon" sahutnya.
"Oh, apa Haru lapar? "tanyanya.
"Mm, Haru lapar samchon"
"Kalau begitu samchon beli makan dulu, Haru temani halmoni dan haraboji ya"
"Tapi samchon beliin Hana juga ya? "
"Ne, samchon akan belikan Hana juga" sahutnya.
Suny bahagia saat melihat sikap Donghae yang benar-benar berubah menjadi lebih dewasa dan penyayang.
Donghae beranjak, ketika ia berencana pergi, dirinya tampak terkejut saat melihat Suny berdiri disebelah Shindong.
"Suny? "
"Ne, lama kita tidak bertemu oppa" sahutnya.
"Kalian saling mengenal? " tanya Teukie bingung.
"Annyeong haseyo ajussi, ajumma" sapa Suny ramah.
"Dia adalah Suny, saudara sepupuku ajussi" tambah Shindong.
"Oh"
"Appa, aku beli makan dulu" pamit Donghae
"Ne" sahut Teukie.
Ketika Donghae pergi, Suny juga pergi untuk menemui Donghae.
"Bagaimana kondisi Kyuhyun, ajussi? " tanya Shindong.
"Kyuhyun baik-baik saja" sahutnya berbohong agar Haru tidak cemas, dan Shindong dapat menangkap kebohongan dari ucapan Teukie.
"Ajussi, ajumma mian, saya tidak bisa lama-lama, karena hari ini ada kuliah"
"Jadi kita pulang, samchon? " tanya Hana
"Nde Hana" sahutnya
"Tapi Hana masih mau di sini" tolaknya.
"Hana~ah, kalau Hana di sini, samchon tidak bisa jemput Hana"
"Kan ada appa"
"Nde, tapi hari ini appa Hana kerjanya sampai malam, dan eomma tidak bisa jemput Hana juga"
"Changmin~ah, biar saja Hana di sini, nanti biar ajussi atau Donghae yang mengantar Hana pulang" ucap Teukie.
"Tapi apa tidak merepotkan ajussi? "
"Tidak mungkin merepotkan Changmin. Hana adalah teman Haru, dan kau adalah sahabat Kyuhyun, kalian sudah kuanggap keluarga sendiri" sahutnya lagi.
"Samchon, Hana pulangnya nanti aja ya" pintanya.
"Baiklah, tapi Hana tidak boleh nakal ya"
"Mm" angguknya.
"Kalau begitu saya pamit dulu ajussi, ajumma"
"Ne"sahut mereka.
"Oppa" panggil Suny, hingga Donghae berhenti dan menoleh.
Suny mempercepat langkah kakinya ,dan kini berdiri disebelahnya ,lalu mereka berjalan beriringan.
"Mianhe" ucap Suny
"Maaf untuk apa?, kau tidak memiliki salah padaku, seharusnya aku yang meminta maaf, karena aku telah membuat Ji Won meninggal" sesalnya.
"Aku sudah lama memaafkanmu ketika kita bertemu di Club saat itu. Aku justru senang, karena sekarang oppa sudah berubah, meski terlambat, tapi aku yakin, Ji Won onni pasti juga bahagia karenaoppa sudah mau menerima Haru sebagai anakmu"
"Gumawo Suny~ah, aku sangat berterima kasih padamu, karena kau telah memberitahu kejadian yang sebenarnya tentang kematian Ji Won. Kau tahu Suny?, setiap kali aku melihat Haru, aku bisa melihat Ji Won dari senyum Haru. Setiap bersama Haru, aku selalu merindukan Ji Won" sahutnya.
"Jika Ji Won onni mendengar apa yang oppa katakan, ia pasti sangat bahagia"
"Nde" sahutnya.
"Gumawo, karena oppa mau mengakui Haru sebagai anakmu"
"Nde, meski hingga saat ini Haru tidak mau memanggilku appa, setidaknya aku cukup bahagia jika melihatnya tersenyum"
"Nde"
Malam hari
Setelah Shindong dan Suny pergi juga Donghae yang telah mengantar Hana pulang.
Hyorin dan Teukie menemui dokter Siwon di ruangannya, sedangkan Donghae pergi membeli makan malam untuk yang menemani Haru di depan ICU, ia terlelap karena lelah. Sedangkan Haru masih terjaga dan duduk di berapa lama, salah seorang perawat ke luar setelah memeriksa keadaan Kyuhyun. Saat perawat itu berlalu cukup jauh, Haru mencuri kesempatan untuk masuk ke ruang ICU tanpa sepengetahuan Haru berada di ruang ICU, langkah kaki mungilnya menghampiri ranjang Kyuhyun. Haru mengedarkan pandangannya ke beberapa alat yang terpasang ditubuh Kyuhyun. Kini Haru berdiri di tepi ranjang, ia memegang tangan Kyuhyun."Appa" panggilnya
"Haru datang appa"
"Appa…ayo bangun, Haru kesepian" ucapnya dan menangis di depan Kyuhyun.
"Haru kangen appa…ayo bangun appa" mata Haru mengenai punggung telapak tangan menyeka air matanya, "Haru gak akan nangis lagi, kalau appa bangun. Haru gak akan nakal lagi appa, Haru juga gak marah-marah lagi sama appa"
"Appa…"
"Ayo bangun!" Haru menggoyang-goyangkan tangan Kyuhyun.
Kyuhyun yang sudah sadar sejak tadi, ia pun membuka matanya saat mendengar suara tangis Haru.
"Haru~ah" ucapnya lemah.
Haru tampak bahagia karena Kyuhyun membuka matanya.
"Appa" ucapnya bahagia sambil menyeka air matanya. Kyuhyun tersenyum padanya."Appa sudah bangun! , horee!, appa sudah bangun!" Soraknya berlari membuka pintu, dan membangunkan Sungmin yang masih terlelap, dengan berteriak di telinganya.
"Haraboji!,appa sudah bangun" Sungmin spontan terbangun karena Haru membangunkanya.
"Mwo?"
"Appa sudah bangun, haraboji! " sahut Haru tegas.
"Benarkah?" ucapnya seraya berdiri
"Mm"angguk
"Ayo kita liat appa! " ajak Haru
Tbc
Mian baru aku lanjutin lagi, setelah kemaren feelnya kabur.
Semoga kalian suka ya.
