Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
Assassination Classroom © Yūsei Matsui
Summary : Setelah kehilangan keluarga yang berharga, Naruto melanjutkan perjalanan kembali menuju Dimensi lain untuk menyelesaikan tugas terakhir Dari Kami-sama sebagai langkah awal menjadi Ni-kami-sama, bagaimanakah perjalanan Naruto.
Naruto : Assassination Classroom : The Last Mission
Pair :
Naruto x...
Genre : Adventure, Humor, Fantasy, Sci-fi, Bite Romance, School Theme dll
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, Semipower!Naruto.
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Yo! "] Bijuu berbicara
[' Yo! '] batin Bijuu
Note : Yo! Minna san! Kembali lagi ini. Yosh karena saya lebih tertarik melanjutkan ini lebih baik saya melanjutkannya sampai beberapa Chapterlah lebih dulu. Saa! Biar gak pada penasaran langsung saja yuk!
.
Konomi Suzuki – Redo
Fix First Music
( Terlihat Naruto yang berbaring dengan luka di perut perlahan bangkit dengan sendirinya dengan luka memulih dan perlahan pakaiannya berganti dengan pakaian berjubah putih lalu menatap tajam ke belakang di mana kamera berada )
jibun no kako ni toraware mayotte
( gambar kembali di ganti dengan gambar Naruto yang berada di sebuah tempat rumput yang luas dengan pakaian jas berjubah putih sambil melipat dada di tangannya )
sou janai yo to iikikasete
( Gambar kembali di ganti dengan Hinata di sebuah tempat yang kuas dengan bercahaya di rekam dari samping sambil memandang ke atas dengan sendu )
subete o
( Layar di dikaburkan dengan gambar Setengah mata Hinata yang menutup dan mengeluarkan air mata )
jiyuu ni ayatsureru ka nante
( Layar di kembali di ganti dengan Gambar Menma dan Naruko yang menyamping ke kanan yang berada di atas tempat putih sambil tersenyum )
wakaranai yo to sora wa kasunde seikai wa doko?
( Layar kembali di ganti dengan Rias, Akeno, Asuna, Serafall dan Sona yang membentuk persegi lima dengan saling membelakangi di sebuah tempat bercahaya sambil saling tersenyum )
boku no tenohira ni nokoru daiji na mono
( Layar di ganti dengan gambar Naruto yang menghadap ke arah kamera sambil menutup matanya )
Fix Second Music
( Layar di ganti dengan setengah Mata Naruto yang langsung terbuka lebar dengan memperlihatkan mata dewanya )
wasurenai kioku
( Layar kembali di ganti dengan gambar setengah Naruto dari samping sambil berjalan ke depan di sebuah lorong yang sangat gelap )
nandodemo kimi o mamorinuku to sakende
( Layar kembali di ganti dengan wajah Naruto yang menyamping perlahan bersinar karena sudah keluar dari sebuah lorong gelap )
makimodoshi no naka tsukanda ai wa sou
( Layar di ganti dengan Gambar Naruto yang membelakangi Kamera dengan di hadapan Naruto sebuah kelas yang sangat lapuk, lalu layar diganti kembali dengan setengah mulut Naruto yang perlahan menyeringai )
hanashi wa shinai kara
( Layar kembali di ganti dengan tiga kali dengan beberapa murid kelas 3-E dengan ekspresi membunuh menoleh ke arah Kamera )
chiribameta omoi ima ichidokiri no negai e
( Lalu layar kembali di ganti dengan gambar langit dan kamera bergerak turun sampai memperlihatkan Kelas 3-E, lalu di tambah dengan judul cerita ini )
tsugi eno boku ni takushita yo
( Layar kembali di ganti dengan seluruh kelas 3-E menyerbu Naruto namun Naruto berhasil menghindari seluruh serangan itu lalu merentangkan tangannya dengan lebar ke arah para Murid yang merentangkan tangan mereka ke arahnya )
itsuka no yakusoku hikari no michishirube ni naru
( layar kembali di ganti dengan Naruto yang berjalan santai menuju Kelas 3-E perlahan berhenti dan layar berganti dengan Naruto membelakangi Kamera sambil menghadap ke depan di mana seluruh murid 3-E berbaris bersama Karasuma )
chikai wa saa, kimi no tame
( Layar kembali di ganti dengan Gambar seluruh Kelas 3-E dari samping tersenyum ke arahnya, lalu layar kembali di ganti Naruto yang tersenyum lalu melanjutkan jalannya )
saigo made
( layar kembali di ganti dengan Mata Naruto yang seketika melebar lalu memutar tubuhnya dengan cepat sambil menahan sebuah pedang yang belum di ketahui identitasnya )
namida sae chikara ni kaete kitto egaiteta nozomu mirai e
( Layar kembali di ganti dengan bergerak memutari Naruto dengan latar-latar masa lalu, hingga Naruto memasang wajah Emosi dan kembali membuka matanya hingga bercahaya putih )
tsunagu yo
( Lalu seketika terjadi sebuah ledakan dan layar diganti dengan gambar penampilan Naruto yang berdiri tegak dengan sebuah tongkat putih )
Fix End Music
( Layar diganti dengan setengah wajah Naruto yang tertutup tudung mendongak ke arah kamera dengan Ekspresi marah )
Note For Music : Jika jelek akan di ganti tapi untuk membayangkan seperti Re Zero dia.
.
Chapter 37 : The Plan To Kill
.
Senin, 18 March 2016
Other Place
06.00 AM
.
Terlihat di sebuah hutan yang luas, dengan tempat yang sangat indah dengan air terjun, terdapat seorang Pria saat ini tengah bermeditasi di sebuah batu tengah kolam Air terjun.
Yap, dialah Uzumaki Naruto, selama seminggu Ini, Naruto selalu bermeditasi sebelum memulai pelajarannya, dan juga selama seminggu ini, banyak terjadi misi pembunuhan padanya mau dari kelas ataupun dari pemerintah.
Tapi Naruto bukanlah orang yang mudah mati, Naruto bisa menghindari semua itu dengan kecepatan miliknya, dia juga sangat jarang menggunakan kekuatannya untuk tidak mencurigakan.
Dan selama seminggu ini, tidak ada kabar dari para rekannya, dan juga selama seminggu ini dua sudah mengenal beberapa muridnya yang dia ajari, yah~ walau harus di bunuh murid sendiri itu menjadi sensasi tersendiri bagi Naruto.
" Hah~ selama seminggu ini, entah kenapa mereka tidak memberiku kabar " gumam Naruto sambil menghela nafasnya dan perlahan bangun dari posisi meditasinya " Apa benar mereka menyegel diri mereka, tapi tidak mungkin selama itu mereka tertidur " lanjut Naruto mengaruk kepalanya frustasi.
" Hah~ sebaiknya aku bersiap untuk ke kelas saja, dan aku harap mereka tidak menembakiku lagi seperti waktu itu " gumam Naruto pada dirinya sendiri. Selama menjadi guru dan juga target pembunuhan, bagi Naruto itu adalah hal merepotkan karena harus menghindari setiap peluru yang bisa menghancurkan setiap Tentakel dan tubuhnya.
Itu di karenakan setiap selnya sudah di ganti dan membuatnya terefek bagi peluru yang di buat untuk membunuhnya walau begitu, tubuhnya bisa bergenerasi kembali dan itu adalah hal merepotkannya.
Apa lagi beberapa muridnya harus protes karena mengira dirinya tidak berefek dengan peluru itu, mengingat itu entah kenapa Naruto ingin selalu menjitak para muridnya. Hey, itu karena dia sudah mempraktikkan efek peluru itu dengan mengenai dua tentakel dan satu tangannya. Apa mereka akan meminta kembali seperti itu? Jika iya, bisa di jamin Naruto akan mengchibaku tensei mereka.
" Hah~ sebaiknya aku cepat " gumam Naruto yang sudah berpakaian lalu melesat dengan cepat ke langit.
Swuuush! Kreet~
Dalam beberapa menit Naruto telah sampai di kelasnya dan langsung masuk membuat sedikit murid terkejut karena Naruto sudah datang.
" Baiklah.. Kita mulai salamnya, bagi ketua kelas tolong beri aba-abanya " ucap Naruto memejamkan matanya.
" Be-Berdiri! " ucap pemuda berambut biru sambil tergagap.
Kreet!
Seketika seluruh murid berdiri sambil mengeker seluruh senjata mereka ke arah Naruto, Naruto yang menyadari itu hanya menghela nafasnya " Bidik " ucap pemuda itu lagi.
" Tembak! " lanjutnya sambil menembaki seluruh peluru ke arah Naruto bersama yang lainnya.
Wuuush!
Namun dengan kecepatan miliknya Naruto berhasil menghindari setiap peluru itu dengan menghindar 3 meter dari tempatnya tadi terus menerus hingga terlihat Naruto seperti ada tiga namun seluruh peluru tidak ada yang mengenainya.
" Ohayo Gonzaimazu, selagi aku di tembaki aku akan mengabsen kalian " ucap Naruto yang selagi menghindar sambil membaca daftar absennya.
" Isogai-kun "
" Ha'i " jawab pemuda bernama Isogai.
" Maaf, suara kalian terdengar kecil karena tembakan ini, jadi tolong keraskan suara kalian " pinta Naruto
" Ha'i! "
" Okajima-kun? "
" Ha'i! "
" Okuda-san? "
" Ha'i! "
" Kataoka-san? "
" Ha'i! "
" Kayano-san? "
" Ha'i! "
" Kanzaki-san? "
" Ha'i! "
.
Skip Time
.
" Hmm~ tidak ada yang absen karena apapun hari ini, sungguh luar biasa, kalian sangat rajin sekali " gumam Naruto tersenyum puas lalu menutup bukunya sambil menatap muridnya yang tampak kelelahan menembakinya.
" Sensei kau cepat sekali " keluh perempuan bernama Nakamura.
" Bahkan setelah kita kembali menyerangnya bersama di kelas seperti ini dia masih bisa menghindarinya " gumam Isogai juga tidak percaya.
" Sayang sekali, sekarang juga tidak ada yang bisa mengenaiku " ucap Naruto sambil menopang dagunya sambil menatap remeh murid-muridnya " Kalian masih terlalu mengutama jumlah kalian bukan pada kemampuan individu kalian dan itulah membuat kemampuan kalian tampak berkurang. Tatapan kalian, arah senjata kalian dan pergerakan jari kalian sangat mudah di tebak, kalian harus lebih kreatif lagi " lanjut Naruto sambil memberi Nasehat.
" Jika kalian seperti tadi kalian tidak akan bisa membunuhku " Lanjut Naruto menatap tajam para muridnya.
" Tapi Sensei... "
" Ha'i! Hentikan sampai di sana, kau ingin menjebakku lagi Maehara-kun? " potong Naruto cepat sambil menatap salah satu muridnya dengan tatapan membunuh membuatnya merinding seketika.
" A-Ah-hahaha, gak jadi deh " balas Maehara cengegesan.
" Hah~ kalian sudah membuatku harus menunjukkan efek peluru ini pada kalian sampai 3 kali, apa itu belum cukup " gerutu Naruto sambil berkecak pinggang " Hah~ baiklah letakan senjata kalian, kita mulai pembelajarannya "
.
.
Skip Time
.
Teng~ Tong~ Teng~ Tong~
" Oh~ sudah jam istirahat ya " gumam Naruto sambil memandang jam di kelasnya dan di tangannya " Kalau begitu kita hentikan pelajaran kita sesaat, Sensei juga harus ke suatu tempat " ucap Naruto lalu berjalan menuju jendela dan membukanya.
" Ke suatu tempat? " tanya pemuda yang memiliki Nama lengkap Shiota Nagisa.
" Lebih tepatnya mencari makan siang " jelas Naruto sambil tersenyum pada muridnya itu.
Twush!
Dengan sangat cepat Naruto langsung menghilang dari tempatnya meninggalkan gelombang angin kencang membuat semua menyilangkan tangan mereka.
" Hah~ hari ini juga gagal " hela Maehara lesu.
" Ya~ Mau bagaimana lagi kita ini hanyalah sekumpulan kelas E " balas Mimura membuat suasana kembali suram.
" Hey! Nagisa! " seketika Nagisa yang melamun memalingkan wajahnya ke arah sumber suara dan dia melihat Terasaka bersama kelompoknya mengajaknya ke suatu tempat.
.
Naruto Side
.
Swush! Wush!
Sementara itu pada sisi Naruto, setelah makan siang Naruto pergi ke kelasnya namun dia urungkan karena dirinya di kejar oleh dua pesawat jet tempur.
Namun Naruto masih lebih cepat dari pada para pesawat Jet tempur itu, Naruto yang masih terbang hanya menyeringai karena berhasil memancing para pesawat ke sebuah tebing.
Bziiit! Blaaaaaaar!
Seketika Naruto menghilang dan membuat dua pesawat itu bertabrakan dengan tebing hingga membuat ledakan besar.
Bzit!
Setelah itu muncul Naruto di atas pohon yang hanya menyeringai melihat hasil perbuatannya, " Hah mereka selalu saja arogan " hela Naruto menatap langit di mana terlihat dua orang terjun dengan terjun payung dengan ketinggian yang sangat luar biasa. Ya Naruto mengeluarkan Mereka sebelum terjadi ledakan Namun memberikan hukuman pada mereka dengan menerbangkan mereka dengan ketinggian yang sangat luar biasa yang bisa membuat mereka sampai di tahan dalam 3 jam jika saja angin di langit tidak keras.
" Baiklah, saatnya melanjutkan perjalanan " gumam Naruto lalu kembali terbang dengan kecepatan tinggi.
Swuuush! Booom!
Setelah beberapa menit akhirnya Naruto sampai dengan mendarat di sebuah lapangan yang di mana terdapat Nagisa di sana dan saat mendarat Nagisa harus menyilangkan tangannya karena gelombang angin Naruto saat mendarat cukup keras.
" Yo, Aku kembali " ucap Naruto sambil berdiri dari berlututnya.
" Se-Selamat datang Sensei " balas Nagisa tergagap " Sensei dari mana? "
" Menghindari burung jet, tapi ya masalah itu sudah selesai karena mereka terlalu arogan menyerangku " balas Naruto sambil mengangkat kedua bahunya sambil menyombongkan sedikit dirinya.
" Pa-Pasti sangat sulit karena menjadi sasaran negara ya? " tanya Nagisa sweatdrop
" Ya begitulah harus lari ke sana-sini tapi hasil-hasilnya mereka tidak berhasil " balas Naruto menggerutu
" Saa! Ayo kita masuk, kelas akan kita lanjutkan " ajak Naruto sementara Nagisa hanya mengikuti.
' Walau dari jarak seperti ini, apa aku bisa membunuh Naruto-sensei ' batin Nagisa sambil menatap Naruto yang berjalan di depannya.
.
.
" Baiklah, sekarang aku memiliki tugas untuk kalian, yaitu membuat puisi pendek dengan baris terakhirnya adalah Kitsune " perintah Naruto sambil duduk di salah satu kursi.
" Kitsune? " tanya Kanzaki dan di jawab anggukan oleh Naruto.
" Contohnya " Manusia yang menahan wanita itu bukanlah penjahat melainkan penjelmaan Kitsune " " ucap Naruto memberi contoh.
" Kitsune ya " gumam Isogai mencoba berpikir.
" Jika sudah kalian boleh pulang "
" Heh! " teriak seluruh murid.
" Bagaimana cara kami membuatnya seperti itu Sensei? " tanya perempuan bernama Okano.
" Ayolah~ apa tidak ada gambaran seperti Kitsune? " balas Naruto yang mengeluarkan sembilan tentakelnya dan berubah menjadi ekornya dan membuat telinga kitsune dari rambutnya.
" Auauauauauauauau~ " lanjut Naruto seperti Kitsune dengan sembilan ekor melambai-lambai
" KITSUNE MACAM APA ITU?! " teriak Maehara kesal.
" Ano Sensei, boleh bertanya? " tanya Kayano membuat Naruto melirik ke arahnya " Sebenarnya ini mengganggu saya, tapi kenapa nama Sensei sama seperti milik Uzumaki Naruto yang ada di komik-komik ninja itu? " tanya Kayano.
" Benar juga " timpal Isogai.
" Dan juga wajah Sensei hampir sama tapi hanya rambut sensei lebih panjang " setuju Kataoka.
" Hahh~ " Naruto hanya bisa menghela nafasnya, seharusnya dia memperkenalkan namanya dengan Namikaze Naruto, tapi setelah seminggu tinggal dia langsung menjadi pusat perhatian karena di dunia yang dia tempati terdapat komik yang memiliki nama mirip dengannya dan hal itu membuatnya harus kalang kabut ke sana sini untuk menghindari para fansnya.
" Sensei juga tidak tahu kenapa nama sensei sama seperti komik itu, ya~ keluarga Sensei yang memberikan nama itu mau bagaimana lagi " lanjut Naruto seadanya.
" Yang benar saja " gumam Maehara sweatdrop.
" Tapi yang terpenting adalah tugas kalian " lanjut Naruto sambil melihat jam di tangannya.
" Ha'i! " balas Kayano sambil tersenyum manis.
" Satte, selagi kalian membuat, Sensei ingin istirahat sebentar " lanjut Naruto menyandarkan dirinya lalu memejamkan matanya.
Nagisa melirik ke arah Naruto yang rupanya sudah memejamkan matanya, setelah itu Nagisa menunduk sesaat lalu berjalan ke depan hingga membuat mata kanan Naruto terbuka.
" Oh, sudah selesai Nagisa-kun " gumam Naruto.
' setelah makan siang, kita akan merasa mengantuk dan karena Naruto-sensei sama seperti kami, pasti Naruto-sensei akan sangat lengah karena lelah, dan mungkin ini adalah titik lemah Sensei ' batin Nagisa sudah berdiri di depan Naruto sementara yang lain hanya menunggu
Sret! Grep!
Dengan gerakan mendadak Nagisa menebaskan sebuah pisau ke arahnya namun Naruto langsung menahannya dengan sekedip mata dengan tentakelnya.
" Heh~ tidak buruk Nagisa, tapi kau harus le "
Grep!
Perkataan Naruto seketika terhenti karena Tiba-Tiba Nagisa memeluknya dan mata Naruto melihat Nagisa mengalungkan sebuah bom di lehernya.
' Granat! ' teriak batin Naruto terkejut.
Tik!
Sriiing! Booooom!
Seketika Terasaka memencet satu tombol namun Naruto membuka mata kirinya yang sudah berubah menjadi sharingan dan setelahnya terjadi ledakan hingga membuat semua menutup matanya.
" Yosha! 10 miliyar yen! " teriak Terasaka senang tanpa rasa bersalah.
" Terasaka! Apa yang telah kau lakukan! " teriak Isogai marah.
" Hahaha, dia tidak akan menduga kalau itu adalah bom bunuh diri, a... " perkataan Terasaka seketika terhenti begitu melihat Nagisa yang berbaring dengan sesuatu aura biru keluar dari tubuhnya dan tak ada luka sama sekali.
" Aura apa itu dan juga... "
" Sebenarnya itu adalah salah satu kemampuan Sensei, dan juga aura biru yang ada di tubuh Nagisa itu juga salah satu kemampuan Sensei jadi Sensei melindunginya dari ledakan tadi " seketika semua tersentak mendengar suara itu Nagisa yang pingsan sesaat akhirnya bangun dan aura biru di tubuh Nagisa perlahan menghilang.
Tap!
Seketika semua mengalihkan pandangan mereka ke arah belakang kelompok Terasaka di mana Naruto berdiri dengan wajah menahan marah dengan aura hitam perlahan keluar dari tubuhnya.
" Terasaka, Muramatsu, Yoshida, apa ini rencana kalian? " tanya Naruto dengan nada marah dan mengeluarkan sembilan tentakelnya yang melambai liar.
Semua seketika ketakutan ketika melihat Naruto tengah marah sangat menyeramkan dengan mata merah yang sangat menakutkan bagi mereka.
" Ti-Tidak bukan kami! " sangkal Yoshida ketakutan.
" I-Itu ide Nagisa " lanjut Terasaka.
" Ho~ Nagisa ya " gumam Naruto tidak tertarik.
Sret! Booost!
Seketika Naruto merentangkan tangannya dan saat itu juga semua langsung melayang seperti tidak ada gravitasi " Kesepakatanku dengan pemerintah adalah mengajari kalian tanpa menyakiti kalian, tapi jika kalian melakukan pembunuhan seperti itu. Aku bisa saja melukai siapa pun... Tidak bahkan satu dunia ini akan aku hancurkan jika kalian seperti itu " ujar Naruto dengan nada dingin membuat semua ketakutan.
" A-Apa Salahnya! Ka-Kau sendiri bukan yang bilang " bunuh aku! " tapi kenapa setelah kami lakukan kenapa kami di marah?! " balas Terasaka tidak kalah sengit.
Bletak!
Dengan keras Naruto menjitak kepala Terasaka hingga meringis, suasana masih tegang karena aura mengerikan Naruto masih terasa.
" Hah~ itu karena kalian tidak memedulikan Nagisa yang menjadi Korban pada rencana kalian, kalian hanya mementingkan uang dari pada nyawa teman kalian " balas Naruto melembut dan perlahan menurunkan semuanya yang dia terbangkan.
" Nagisa, aku memberimu nilai plus untuk hal tadi, kau bisa menyerang Sensei dengan menghilangkan nafsu membunuhmu membuat Sensei tidak bisa berkutik karena hal itu.
Tapi aku tidak akan mati dengan mudah dengan cara seperti itu, Sensei masih memiliki banyak kekuatan untuk menghindari seluruh serangan yang akan Sensei terima " ucap Naruto lembut sambil mengelus rambut Nagisa.
" Ne~ diriku lagi satu sebaiknya hentikan aksi mayatmu itu " ucap Naruto pada dirinya satu lagi yang masih tergeletak.
" Kuso~ kau untungnya aku menggunakan Jikkukan Jikan untuk menyelamatkan diri, jika tidak mungkin aku sudah mati " gumam Naruto Bunshin yang berbaring perlahan bangkit.
" Kemampuan Sensei adalah bisa membagi diri sensei, banyak kemampuan Sensei yang belum keluar jika kalian ingin tahu kalian harus membunuh Sensei lebih dulu.
Dan satu hal lagi Nagisa, Sensei tidak akan membiarkan diri Sensei mati dengan mudah, Sensei akan menikmati waktu sensei hingga bulan Maret bersama kalian, dan sesudah itu akan aku ledakan bumi, tapi kalian tahu harus apa sebelum itu terjadi " lanjut Naruto sambil tersenyum tipis pada Nagisa.
' Se-Sensei ini tidak buruk juga... Di ceramahi dan di elusnya kepalaku, kenapa Naruto-sensei yang baik seperti ini ingin menghancurkan bumi ' batin Nagisa sambil memegang kepalanya yang di elus.
Pandangan Naruto kembali teralih ke salah satu mejanya yang terlihat bekas luka bakar dan terlihat api kecil menjalar hingga membuat bolongan kecil. Naruto yang melihat itu ternegun akan masa lalu.
' A-Aku Me-Mencintaimu Naru-kun, se-Selalu '
' Sayonara Naru-chan '
' Aku bangga padamu, baka Otouto '
Tanpa sadar satu tetes air mata mengalir di pipi Naruto dan jatuh ke tanah, setelah menghilangkan lamuannya Naruto mengarahkan satu tentakelnya untuk memadamkan api itu.
" Naruto-sensei " Naruto yang di panggil langsung menoleh dan dia Melihat Nagisa yang tersenyum padanya " Sebelum bumi ini hancur, kami akan membunuhmu, itulah janji kami " lanjut Nagisa.
" Hmm~ Semangat yang bagus " balas Naruto tersenyum tulus " Satte! Karena waktu pelajaran sudah selesai kita akhiri pelajaran kali ini " lanjut Naruto lalu membuka jendela di belakang Nagisa.
" Matta Ashita " lanjut Naruto tersenyum.
Twush!
Dengan kecepatan tinggi Naruto meninggalkan kelasnya menuju suatu tempat.
" Bagaimana? " setelah kepergian Naruto datanglah Karasuma yang membuat semua sedikit terkejut " apa kalian menemukan cara membunuhnya? " tanyanya lagi.
" Ya~ sedikitlah Karasuma-san " jawab Maehara sambil mengindikkan bahunya.
" Dia masih memiliki banyak kekuatan yang belum kita ketahui, jadi kami hanya memiliki sedikit kesempatan membunuhnya karena dia jarang menggunakan kekuatannya " balas Okajima.
" Hahh~ mungkin kalian harus sedikit berusaha lagi, karena hanya kalian yang bisa membunuhnya, itu karena satu hal tak di ketahui dia ingin mengajari kalian, ini adalah kesempatan bagus untuk membunuhnya dengan seadanya " ucap Karasuma menghela nafasnya lalu menatap ke arah Jendela yang di buka oleh Naruto.
.
.
Skip Time
.
20.00 PM
Naruto Side
Sementara itu di sisi Naruto, saat ini Naruto tengah berada di puncak Gedung Big Bang, Inggris. Naruto berdiri sambil menatap bulan sabit dengan ekspresi kosong.
Setelah kepergiannya dari kelas, Naruto menyempatkan diri mengelilingi seluruh pulau untuk menghibur dirinya namun tidak ada yang menarik selain melihat bulan baginya.
' Naru-kun, bulanya indah sekali bukan '
' Um, cantik sepertimu Hime '
Tanpa terasa air mata Naruto kembali jatuh dan mengenai kalungnya, Mengingat itu hati Naruto terasa perih, dimana kebersamaanya, kemesraan, canda mereka, senyum mereka terasa memudar karena Hinata sudah tidak ada lagi di sisinya.
' Doushite... Doushite Hime ' batin Naruto meremas dadanya yang terasa sesak ' Kenapa... Kenapa kau harus pergi ' batin Naruto
" Karena aku tidak bisa melihatmu mati lagi Naru-kun "
Deg!
Seketika pandangan Naruto membeku ketika dia melihat Hinata dengan gaun putih tengah melayang di hadapannya dengan sebuah senyum yang pertama kali saat kebersamaan mereka.
" Hi-Hime... " gumam Naruto lirih.
" Gomenne Naru-kun, sepertinya aku membuatmu menderita seperti ini " sesal Hinata yang melayang mendekati Naruto lalu melepaskan remasan tangan Naruto pada Dadanya sendiri.
" Hi-Hime... K-Kaukah itu... "
" Hihihi, Naru-kun seperti melihat hantu saja... " tawa Hinata tersenyum manis " Jangan buat dirimu menderita karenaku Ne Naru-kun, ingatlah bahwa aku akan selalu bersamamu, aku akan menunggumu di sana " lanjut Hinata mengalungkan lengannya ke leher Naruto lalu mendekatkan wajahnya
" Aku akan selalu mencintaimu Naru-kun, tetaplah senyum untukku jangan buat aku sedih " bisik Hinata.
Cup~
Sebuah ciuman di terima oleh Naruto yang masih terdiam, perlahan tubuh Hinata mengabur dan hilang sepenuhnya, Naruto masih membeku di tempat karena kejadian tadi.
Tangan Naruto mengepal sepenuhnya hingga jarinya memutih, bulir-bulir air mengalir di pipinya dan ekspresinya tak terlihat karena rambut panjangnya, tubuhnya bergetar karena tidak kuat, namun sebuah kata kalau kita tahu bahwa Naruto saat ini..
" Hime... Hontoni Gomenasai " Naruto sangat menyesal.
.
.
Selasa, 19 March 2016
Hutan belakang Sekolah.
05.30 AM
.
Ke esokkan paginya, terlihat di salah satu bawah pohon, terdapat Naruto tengah berbaring di bawah pohon dalam keadaan terlelap karena jam pelajaran masih lama. Namun Naruto tidak sadar jika ada dua murid yang mengintainya merekalah Sugino dan Nagisa.
" Seperti benar, dia tidur di sini dan dia tidak akan bangun sebelum jam kita mulai, ini berkatmu Nagisa, terima kasih untuk infonya " gumam Sugino sambil tersenyum pada sahabatnya.
" Um, semoga berhasil, Sugino " ucap Nagisa memberi semangat.
" Ya, 10 miliyar yen akan menjadi milik kita " balas Sugino mengeratkan pegangannya pada Bola Baseball yang sudah di isi peluru BB.
Sret! Wush!
Setelah itu Sugino mengambil posisi dan melempar bolanya ke arah Naruto, tapi...
" Huuuaaammm~ Ohayo Gonzaimasu " gumam Naruto sambil menguap yang ternyata sudah berdiri di belakang mereka berdua sampai-sampai membuat mereka terkejut.
Naruto yang masih mengantuk hanya menguap lebar-lebar sambil menatap kedua muridnya dengan satu matanya sementara mata satu lagi beristirahat Nagisa dan Sugino salah tingkah begitu Naruto ada di belakang mereka.
" O-Ohayo Gonzaimasu, Se-Sensei " balas Nagisa tergagap " Go-Gomen sepertinya kami mengganggumu Sensei " lanjut Nagisa menyesal.
" Huuaam~ Hora, kalian ini... Ini masih pagi sekali tapi kalian sudah mencoba membunuhku dengan sebuah bola...
Tapi kalian cukup pintar... Karena dengan begitu efek suara tidak akan terdengar, tapi Sensei tidak sebodoh itu untuk membiarkan bola itu mengenaiku, karena ada waktu jadi aku menghampiri kalian dengan bola ini " balas Naruto memberi nasehat sambil menunjukkan Sebuah Bola Sugino yang ada di sarung tangan Baseball Naruto.
" Ghaaa! " Kejut Sugino dan Nagisa ketika melihat Bola itu sudah ada di tangan Naruto
" Khuhuhu, aku tidak akan mati dengan begitu saja, akan aku gunakan seluruh waktu yang tersisa untuk mengajari kalian lalu akan aku ledakan bumi " ucap Naruto melempar-lempar bola di tangannya dengan tersenyum meremehkan.
" Satte~ selagi kalian berdua di sini, ikutlah denganku dan mampirlah ke kediaman Sensei, Sensei juga bosan karena tidak ada seseorang yang bisa di ajak bicara " ucap Naruto mengajak kedua muridnya menuju rumahnya yang ada di dekat sini membuat Sugino dan Nagisa saling berpandangan lalu membututi Senseinya itu.
" Hahh~ lemparanku ternyata tidak begitu cepat untuk mengenai sensei " gumam Sugino lesu. Nagisa yang ada di samping Sugino hanya menatap khawatir sahabatnya itu.
" Sugino, boleh aku mengatakan sesuatu? " ucap Naruto yang ada paling depan " Saat kau melempar bola tadi, kau meniru pelempar terkenal Arita bukan? " tebak Naruto membuat Sugino tersentak.
" tapi asal kau tahu, susunan Ototmu masih mengerikan dari pada Arita, jika kau seperti itu kau akan sangat mustahil untuk menirunya " lanjut Naruto membuat langkah Nagisa berhenti.
" Kenapa... Kenapa Sensei mengatakan hal seperti itu!? " teriak Nagisa tidak terima.
" Kenapa? Karena aku bisa melihat jaringan ototnya sangat Berbeda dengan Arita, tapi lengan Sugino lebih lesu dari Arita, maka dari itu jika dia sering melatih kemampuannya maka sensei yakin dia bisa melampaui Arita " balas Naruto sambil mengerakkan lengan Sugino dan mengelus rambut Nagisa.
" Nagisa, melihatmu seperti tadi kau mengingatkan Sensei akan masa lalu akan teman Sensei yang merasa tidak terima begitu temannya merasa di ejek karena itu dia membela temannya itu " ucap Naruto sambil mengingat temannya yaitu Issei.
" Tapi... Masa lalu ya masa lalu... Saat ini teman Sensei itu pasti sangat senang memiliki banyak teman " lanjut Naruto menundukkan kepalanya lalu melanjutkan jalannya hingga beberapa langkah dan sampailah di sebuah perumahan Kayu besar seperti kuil dengan Air terjun di sampingnya.
" Su-Sugoii~ apa ini kediaman Sensei? " tanya Nagisa terkagum.
" Um, walau untuk sesaat saja, kalian duduklah mungkin diriku lagi satu aku membawakan makanan dan minuman untuk kalian " ucap Naruto lalu berjalan ke air terjunnya
" Are? Kemana Naruto-sensei? " tanya Sugino yang dari tadi melamun.
" Aku di sini Sugino " ucap Naruto yang ada di dalam rumah sambil membawakan minuman dan makanan untuk mereka.
" Ano.. Maaf merepotkan Sensei " ucap Nagisa merasa merepotkan.
" Ha'i-Ha'i itu bukan hal masalah lagi pula Sensei senang ada yang berkunjung " balas Naruto tersenyum tulus lalu duduk di samping Nagisa dan Sugino " Sepertinya kalian datang setelah gagal membunuh bos ne " gumam Naruto membuat Nagisa dan Sugino kebingungan.
Plaash!
Seketika pandangan Nagisa dan Sugino teralih ke arah air terjun di mana saat ini Naruto duduk bertapa di bawah derasnya air terjun hanya bertelanjang dada.
Nagisa dan Sugino saling memandang dua Naruto yang ada di depan mata mereka seketika mereka saling berpandangan " Mana Naruto-sensei yang asli " gumam mereka.
" Hahaha, kalian tidak perlu bingung, Bos ada di Air terjun itu sementara aku ini hanyalah sebuah clone dari Bos " balas Naruto bunshin pada kedua muridnya.
" Ano... Sensei, apa Sensei tinggal sendiri di sini? " tanya Nagisa.
" Ha'i, seperti itulah " balas Bunshin Naruto.
" lalu di mana Istri Sensei, maaf tidak sopan tapi tadi aku melihat salah satu foto pernikahan kalian " ucap Nagisa membuat Naruto bunshin menundukkan kepalanya.
" Nagisa... Sepertinya kau sedikit menyinggung hatinya itu " bisik Sugino tahu betul sifat Naruto jika hanya diam.
" A-Ahh~ tidak perlu di jawab Sensei... A-Aku juga merasa tidak enak jika mendengarnya " ucap Nagisa membuat Naruto menghela nafasnya.
" Maaf~ aku tidak bisa memberitahu kalian " lirih Bunshin Naruto lalu bangun dari duduknya dan masuk ke dalam.
' Melihat reaksi Sensei, sepertinya terjadi sesuatu dengan Istri Sensei, dan kami tidak tahu apa yang terjadi di masa lalu Sensei, mungkin itu kisah sangat menyakitkan bagi sensei ' batin Nagisa yang melihat Bunshin Naruto masih menunduk.
" Nagisa, Sugino " Kedua orang yang merasa di panggilpun menoleh, dan mereka melihat Naruto yang bertelanjang dada berjalan ke arah mereka.
" Su-Sugoii... Otot-otot sensei sungguh mengerikan " gumam Sugino ketika melihat otot-otot Naruto.
" begitukah? Ya~... Butuh kerja keras untuk mencari otot ini, bahkan Sensei harus mempertaruhkan nyawa Sensei " balas Naruto sambil menggunakan kemeja, jas dan jubahnya.
" Satte ayo kita ke kelas, sepertinya kelas akan di mulai " ucap Naruto melihat jamnya yang sudah 06.15, Nagisa dan Sugino hanya mengangguk dan mengikuti Naruto dari belakang.
" Naruto-sensei " Naruto yang merasa di panggil menoleh dan dia melihat Sugino tersenyum padanya dengan penuh tekad " Untuk Nasehat tadi... Arigato ne Sensei " ucap Sugino.
" Hm~ Doushimashite... Itu karena aku juga guru kalian sudah seharusnya aku membantu muridku " balas Naruto sambil mengelus rambut kedua muridnya.
.
.
.
Skip time
11.00 AM
Gedung Kunugigaoka
Ruang Kepala sekolah
.
" Aku yakin menteri pertahanan telah memberitahumu, tapi mulai besok, saya akan menjadi guru olah raga kelas 3-E, tentu saja, saya akan mengawasi dia tapi...
Murid-murid membutuhkan dukungan teknis dan mental. Aku memiliki sertifikat mengajar jadi akan mudah " ucap sosok Karasuma yang saat ini menghadap direktur kepala sekolah SMP Kunugigaoka.
Saat ini Karasuma menawarkan diri menjadi guru di kelas E, tentu saja agar dia juga bisa mengawasi Naruto. Sementara sang Direktur saat ini tengah memunggungi Karasuma dan menjawab tawaran.
" Silahkan, hanya mengingatkan saja pendidikan dan keselamatan mereka lebih utama " balas Direktur itu dengan nada datar.
" Kalau begitu kami permisi " ucap Karasuma mundur diri lalu keluar dari ruangan itu bersama satu rekannya.
.
" Dia kepala sekolah yang beralasan bukan? " tanya salah satu rekan Karasuma.
" pemerintah memberikannya kompensasi yang mahal, tapi itu sudah jelas. Ada monster yang ingin menghancurkan bumi, bahkan pasukan militer tidak bisa dan sekarang dia menjadi guru. Masalah seperti ini sebaiknya kita, direktur, dan murid-murid yang tahu " balas Karasuma
.
.
Di saat yang sama
Naruto Side
.
Sementara itu di sisi Naruto, terlihat saat ini Naruto tengah duduk di bawah salah satu pohon sambil menikmati minuman dinginnya setelah selesai mengajar muridnya dan menikmati waktu istirahatnya.
Tanpa di sadari Naruto beberapa muridnya tengah mengawasinya dari semak-semak " Hahh~ membosankan sekali " gumam Naruto meletakkan minumannya lalu bangun dari duduknya lalu mengeluarkan sesuatu dari jasnya itu adalah sebuah gulungan.
" Apa yang sedang dia keluarkan? "
" Apa itu sebuah gulungan? "
" melihat dia seperti itu mengingatkanku tentang Naruto yang aku baca di komik-komik "
" Yosh, selagi dia fokus dengan gulungannya ayo kita serang dia " ucap Isogai memberi instruksi
" Naruto-sensei! " Naruto yang merasa di panggil menoleh ke arah belakang dan dia melihat Isogai, Kataoka, Reka, Okano, Mimura dan Maehara berlari ke arahnya dengan senyum manis.
" Apa yang sedang kau baca itu bolehkah kami melihatnya " ucap mereka masih dengan senyum manis.
" Oh, hanya sebuah gulungan lagi pula.. " jeda Naruto.
Wush!
" SENYUM KALIAN ITU TERLIHAT MENGERIKAN TAHU! " teriak Naruto ketika mereka mengeluarkan sebuah pisau dan menyerangnya dengan senyum mereka.
Wush! Boooom!
Dengan cepat Naruto langsung menghindar hingga membuat ledakan gelombang " senyum kalian itu terlalu memaksa, biasakan untuk tersenyum dengan biasanya dan lebih lembut lagi.
Lalu untuk senjata kalian akan aku taruh di sini dan cobalah untuk tersenyum seperti bunga di tangan kalian " ucap Naruto yang ada di belakang mereka dengan senyum meremehkan.
Sementara mereka melihat benda di tangan mereka hingga Kataoka bersuara " NARUTO-SENSEI, BUKANKAH INI BUNGA YANG ADA DI KELAS KAMI?! " tanyanya marah hingga membuat mata Naruto berkedip sesaat.
" Eh? Benarkah? " tanya Naruto dengan polosnya.
" Hiks.. Hiks kau sungguh kejam Naruto-sensei... Padahal kami sudah merawatnya dengan sangat baik hingga mekar " ucap Reka lirih hingga membuat Naruto gelagapan.
" E-eh! Ja-Jangan menangis Sensei akan menumbuhkan bunga kalian kembali " ucap Naruto panik lalu langsung pergi ke tempat dia merusak bunga muridnya.
Sementara Maehara dan Isogai hanya sweatdrop ketika melihat sensei mereka yang akan menghancurkan bumi gelagapan hanya karena tangisan perempuan yang ada di bawah umurnya.
.
.
Skip Time
Depan Kelas 3-E
.
Sementara itu di depan Kelas 3-E terlihat Karasuma baru sampai di kelas yang mulai besok dia akan ajarkan, dan dia melihat Kayano tengah lari terburu-buru hingga berhenti di depannya dengan membawa lima bambu panjang.
" Oh, Konichiwa Karasuma-san " salam Kayano.
" Konichiwa, mulai besok saya akan mengajar kalian " ucap Karasuma membalas ucapan Kayano dan memberitahu tujuannya
" Benarkah? " tanya Kayano antusias.
" Mohon bantuannya " lanjut Karasuma.
" Berarti sekarang kau adalah Karasuma sensei! " ucap Kayano dengan senyum manis.
" ngomong-ngomong di mana dia? " tanya Karasuma karena dia tidak melihat Naruto.
" Naruto-sensei tadi merusak bunga di kelas kami, jadi sebagai permintaan maaf... " jeda Kayano mengajak Karasuma ke belakang dan terlihatlah Naruto yang terikat dan di gantung di atas pohon tengah menghindar seluruh serangan dengan kecepatannya " dia menggunakan dirinya sebagai kompetisi membunuh " lanjut Kayano.
" Ho~ Ayolah~ apa kalian tidak bisa membunuhku walaupun sudah aku beri kemudahan " ejek Naruto selagi menghindar.
" Bagaimana Nagisa? " tanya Kayano Sweatdrop, walaupun sudah di ikat tetap saja Naruto tidak bisa di bunuh.
" U-Umm... Dia benar-benar meremehkan kita " jawab Nagisa ikut Sweatdrop.
" Cih! Apa ini masih bisa di sebut pembunuhan " decih Karasuma.
" Tu-Tunggu, berdasarkan catatan kelemahan sensei " gumam Nagisa mengeluarkan catatannya
" hehehe, ayolah padahal aku sudah di ikat seperti ini, tapi kalian tidak bisa melukaiku, itu pertanda kalian hanya bisa membunuhku dalam mim... "
Brak! Bruk!
Seketika ranting yang di gunakan untuk mengikat Naruto patah dan membuat Naruto jatuh dengan kepala lebih dulu mendarat. Semua awalnya terdiam hingga semua sama-sama menyeringai
" INI SAATNYA! " teriak seluruh murid menyerbu Naruto.
" Sh-Shimata! " panik Naruto sambil berguling-guling ke sana sini untuk menghindari seluruh serangan muridnya.
Kelemahan pertama Naruto :
Jika tergantung dengan kecepatannya maka kelemahannya akan terlihat.
Itulah tulisan yang ada di catatan Nagisa. " Mungkin catatan itu sangat berguna " gumam Kayano tersenyum kikuk.
" Ah! Aku akan tetap menulisnya " ucap Nagisa dengan senang.
Sementara Naruto terus menghindar dalam keadaan panik karena hampir terkena serangan muridnya " Co-Cotto Matte! Kaki Sensei keram! Hoi-Hoi! " teriak Naruto sangat panik.
Kelemahan kedua :
Mudah panik :v
" KUSOYARO! " teriak Naruto akhirnya memaksakan kekuatannya hingga melepaskan tali yang mengikatnya dan melompat menjauh menuju atap kelas
" Si-Sial dia melarikan diri " kesal Okajima.
" Dengan begini kalian tidak akan bisa membunuhku! Baka! Baka! " teriak Naruto dengan sombongnya.
" K-Kuso, padahal tinggal sedikit lagi " gumam Kimura kesal.
Sementara Naruto masih menormalkan nafasnya karena selalu menghindari setiap serangan muridnya, lalu di tatapnya para muridnya dengan senyum tipisnya ' tadi itu hampir saja... Jika terkena sedikit saja mungkin misiku akan selesai di sini ' batin Naruto.
" Khe... Khehehe mulai besok PR Kalian akan aku gandakan " hukum Naruto dengan seringai kemenangan.
" Dasar licik! "
Kelemahan ketiga :
Tak ada tolerasi.
Wush!
" HAHAHAHAHA! " tawa Naruto lalu melesat pergi dengan kecepatannya.
" Ha! Dia melarikan diri! " teriak Okajima.
" Tapi... Tadi kita hampir berhasil membunuh Naruto-sensei! " ucap Kataoka memberi semangat.
" jika begini terus kita pasti bisa membunuhnya! " timpal Isogai.
" Yaaaaa! "
.
.
Naruto side
.
Sementara itu Naruto rupanya bersembunyi di salah satu pohon dekat mereka hanya tersenyum betapa senangnya mereka hampir membunuhnya.
" Dasar para bocah itu... Mereka itu sangat senang sekali jika aku mati " gerutu Naruto.
" Ne... Apa kau membenci mereka Naru-kun? "
" Sama sekali tidak hime, dengan begini aku bisa menyusulmu kembali... Dari pada aku harus menghancurkan bumi ini karena diriku " balas Naruto saat mendengar suara Hinata bertanya.
" Ya~ dari pada satu bumi hancur lebih baik satu orang hancur "
Naruto yang mendengar suara seperti kakaknya hanya bisa mengeram menahan marah pada kakaknya " Nii-chan... Apa kau tidak peduli dengan adikmu ini lagi " tanya Naruto kesal.
" Um? Siapa? "
" NII-CHAN! "
.
.
.
.
penyesalan yang di ganti dengan rasa bahagia
.
.
Kana Nishino -Watashitachi
KIRA KIRA hikaru omoide tachi
( layar di ganti gambar Naruto yang membelakangi Kamera di tempat berumput yang luas di malam yang di penuhi bintang, efek kamera mereng )
namida no hi mo atta yo ne
otona ni nattemo onaji youni
zutto futari de warai atte iyou
( Lalu gambar di buramkan sedikit dengan gambar wajah Naruto dari samping tengah memejamkan matanya menikmati hembusan angin yang menerpanya )
kidzukeba itsumo issho da ne
( Layar kembali di buramkan sedikit dan di ganti gambar Hinata yang tersenyum bergerak ke samping )
nani mo shinakutemo tada tanoshikute
( lalu ganti dengan Menma yang tersenyum lima jari dan Naruko yang mengedipkan matanya )
guchi bakkari no nagai denwa mau
( Layar di ganti Asuna yang membelakangi dengan melirik kebelakang )
akire nagara tsuki atte kureru
( lalu di ganti dengan Rias, Akeno, Sona dan Serafall yang saling merangkul dengan senyum mereka )
umaku ika naku naru to sugu ini
( lalu gambar mereka di ganti dengan Nagisa, Kayano dan Karma yang tersenyum ke arah kamera )
akiramesou ni nacchau watashi
( lalu gambar kembali di ganti dengan Maehara, Isogai, Mimura, dan Okano yang juga tersenyum ke arah kamera. Gambar Naruto yang di rumput luas perlahan di sinari matahari terbit )
dakedo kimi no kotoba hitotsu de
( lalu gambar di ganti dengan Kanzaki, Asano, Yada, Kataoka dan Kurahasi yang juga tersenyum ke arah kamera )
doushite tsuyoku nareru no?
( lalu gambar kembali di ganti dengan gambar Chiba, Hayami, Kimura, dan Okuda )
watashi ijou ni watashi no koto wo
( gambar kembali di ganti dengan Kelompok Terasaka )
shitteiru no wa kimi dake
( gambar kembali di ganti dengan Sugaya, Okajima, Fuwa dan Hana )
nakitai yoru mo yowaki na hi mau
( gambar kembali di ganti dengan Takebayasi, dan Nakamura )
futari nara ganbareru yo
( gambar kembali di ganti dengan Karasuma dan Irina )
itsuka futari otona ni nattemo
onaji youni warai aou
( Gambar kembali di ganti Kalung Narutonyang perlahan bersinar karena pantulan cahaya matahari )
kore kara saki sorezore no michi wo aruitemo
( Layar lalu berubah menjadi wajah Naruto yang menyamping ke arah sinar matahari hingga membuat wajahnya terkena matahari )
doko ni itemo You are the one
( Lalu perlahan Naruto membuka matanya, dan tersenyum tipis lalu berjalan hingga kamera hanya menangkap langit lalu layar putih seketika )
TBC
Chapter Berikutnya :
" Oh~ kau pasti Naruto-sensei "
" Jadi kau ingin melakukan cara licik, karma "
" Percuma seberapa serangan kejutan Karma, Naruto-sensei masih lebih cepat "
" Baiklah, akan kutunjukkan kemampuanku "
" Akhirnya aku sampai juga "
Selanjutnya Di NACTLM chapter 37 : The Joker and One Recmention Otoutousuki
Note : Yo! Minna-san kembali lagi ini.
Hahaha bagaimana baguskah? Hahaha ini masih belum bagian serunya, jadi tunggu saja ya.
Hahaha, dan juga pasti pada penasaran, sebenarnya ada Hinata atau tidak. Hahahaha sabar saja~ sudah aku bilang bukan, pair Naruto akan tetap seperti biasa hingga akhir, jadi artinya apa?.
Lalu penjelasan mengenai cerita ini. Yap memang benar tubuh Naruto sudah menyatu hampir mirip dengan sel Tentakelnya dengan kata lain, setiap tubuh yang terkena akan hancur dan tumbuh kembali.
Lalu mengenai kecepatan Naruto minimumnya 20 mach, dan tertingginya masih rahasia. Lalu kekuatan Naruto masih ada tapi dia akan jarang mengeluarkannya jika saat terdesak maka dia akan mengeluarkannya.
Lalu alur cerita ini langsung mengambil dua episode dengan sedikit perubahan alur. Lalu untuk musuh Naruto nanti bukan Madara, Kaguya, Toneri, Momoshiki maupun Kinshiki, melainkan musuh yang belum pernah Naruto lawan.
Satte! Terima kasih untuk semuanya dengan saat ini Review sudah mencapai 1000 lebih 3 :v. Dan juga terima kasih pada setia Fav dan Foll untuk cerita ini.
Saya lama Update-update cerita karena saya sudah memasuki Traning jadi bakal jarang megang HP, karena saya ngetik di HP.
Saa~ itu saja dari saya lebih dulu, untuk Fic berikutnya masih saya pikirkan mau update yang mana, saa saya Dedek Undur diri.. Jaa Na~
Please Review
