Chapter 37 : The Day Game
.
Tengah Malam.
Sasuke, Shikamaru dan Naruto kini tengah duduk bersila di ruang TV. Mereka bertiga duduk melingkar sembari ditemani lilin yang ada tepat di tengah mereka.
Ya, Semua orang juga tau. Menjaga lilin di tengah malam adalah salah satu teknik pesugiha-err.. Maksudku. Mereka sekarang tengah mendiskusikan hal yang penting. Bukannya lekas tidur karena hari hampir menjelang fajar, Mereka nyatanya masih terjaga.
"..sudah kubilang, Ini bahaya kan? Membiarkan dua orang gadis tinggal disini." ucap Sasuke. Nadanya teramat pelan karena dia tidak mau membangunkan 'orang asing' yang kini tengah ada di lantai dua.
Shikamaru mengangguk. Sesekali dia melirik ke arah tangga yang gelap. Lampu memang dimatikan karena ini sudah malam. Satu satunya cahaya yang ada adalah lilin yang sudah memendek di depan mereka.
".. Ini kesalahan Tsunade." ucap Sasuke lagi. Yah, Ini bisa menjadi hal repot lagi. Tau kan? Sasuke sangat sensitif dengan persediaan makanan. Sekarang Sasuke harus memasak bukan hanya untuk mereka bertiga. Melainkan berlima.
Enam kalau Fox dihitung.
Naruto yang ikut ada di situ hanya mengangkat bahu. Dia sebenarnya tidak terlalu ambil pusing dengan masalah ini.
".. Sebenarnya ini tidak seburuk itu.." ucap Naruto. Membuat Sasuke dan Shikamaru menatap Naruto aneh.
"Hah?!"
Naruto yang melihat Sasuke dan Shikamaru menampakkan muka 'kau gilaa' hanya membalas pelan.
"W-Well.. Kita tidak punya pilihan kan. Mereka tidak punya tempat lain untuk pergi." ucap Naruto lagi.
Sasuke menepuk mukanya sendiri. Serius, Sifat baru Naruto yang 'mudah terima' ini membuat segelanya lebih aneh. Maksudku, pergi kemana Sosok bocah pirang egois yang tidak mau berbagi itu sekarang? Entah apa, Sepertinya Sasuke sadar kalau kepala Naruto memang sudah 'tersoroti'.
"Bukan itu maksudku Naruto. Aku bicara soal persediaan makanan!" ucap Sasuke sedikit keras.
"Err.. Mereka hanya gadis kurus. Mereka tidak makan banyak." ucap Naruto. Dia memasang pose berpikir. Dengan seenaknya menyimpulkan.
"Kau jangan tertipu dengan perempuan Naruto." Shikamaru menyahuti.
"..."
"Prempuan, sekurus apapun, mereka makannya banyak. Itulah prempuan." lanjut Shikamaru.
Naruto malah menatap bosan Shikamaru yang terlihat serius.
"Prempuan akan makan sesuai dengan kapasitas perut mereka Shika-!" balas Naruto. Namun Shikamaru memotong.
Shikamaru mengusap tangannya yang dingin.
".. Mereka lebih dari itu.. Kau tau, Mereka mereka punya alasan untuk.. Err.." Shikamaru mengantungkan kalimatnya. Mukanya memerah.
Membuat Sasuke dan Naruto menatap Shikamaru heran.
Sasuke dan Naruto menunggu kalimat Shikamaru dengan memiringkan kepala.
"Untuk?"
"Um. Kau tau kan.. Memberi makan..-" Shikamaru melakukan gerakan menyentuh dadanya dengan kedua tangan. Dan melakukan gerakan membentuk sebuah balon di dadanya.
Membuat Naruto dan Sasuke memerah.
.
"Dasar bodoh."
.
"..."
.
.
Tiba tiba.
".. Ne Kalian Ngapain?"
"AKH!" Shikamaru, Naruto dan Sasuke terkejut saat dia mendapati gadis berambut hijau sudah ada di sana dan ikutan duduk.
.
.
"S-Sejak kapan kau disitu?" tanya Sasuke. Dia bahkan tidak menyadari keberadaan gadis ini.
"..Fuu disini dari tadi." ucap Gadis itu pelan.
"K-Kenapa belum tidur?!" ucap Shikamaru. Nadanya sedikit keras.
.
.
"Um.. Fuu Lapar."
"..."
Naruto © Masashi Kishimoto
I Will Do What I Want © Hanzama
Yangre : Friendship, Family, Humor
Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Hinata RTN inside Etc.
IMPORTANT THINGS : Hinata Disini Akan muncul sebagai kolaborasi Hinata Origin dan Hinata RTN! Thx Be4
Pairing : Hm.. Leats See..
.
Sasuke bangun dari tempat tidurnya seperti biasa pagi ini. Seperti biasa. Dia mengecek jam melalui HP kecilnya sebelum dia berniat keluar menuju dapur.
Dia berjalan malas sembari mengucek matanya yang masih belum terbuka sepenuhnya. Yah, Ini adalah hari yang lambat. Dan dia berani bertaruh kalau Naruto dan Shikamaru pasti belum bangun dari tidur mereka.
Cklek. Pintu kamarnya dia buka perlahan. Terkejut Sasuke karena di depan pintunya kini tengah berdiri seorang gadis berambut merah yang sudah melipat tangan di dada sembari menatap Sasuke tajam.
Dia sudah berpakaian lengkap layaknya seorang pelajar. Bahkan bau Parfum khas prempuan terasa sekali di area tempat Sasuke berdiri.
"Hng?" gumam Sasuke. Namun Sang gadis malah menyodorkan tangan kirinya.
"Kunci." ucap Gadis itu.
Sasuke malah diam mematung.
"Hoi! Kunci rumah! ya ampun!" ucap gadis itu mulai tidak sabar.
"Oh." Sasuke yang akhirnya mengerti hanya berjalan malas menuju mejanya dan mengambil kunci. Dia lalu kembali ke tempat gadis itu semula.
"Tsk. Matahari sudah meninggi kau tau? Apa kalian para lelaki tidak takut dihabisi waktu?" ucap Sara lagi saat Sasuke kembali menghampirinya membawa kunci.
Sasuke hanya diam sembari menatap Intens gadis yang ada di depannya.
dia cukup lama berpikir sebelum dia melepas satu kunci duplikat dan diberikannya kepada Sara.
Sara tentu mengernyitkan dahi saat dia malah diberi kunci duplikat. Namun gadis ini tidak ambil pusing.
"..."
Saat Siluet gadis ini berjalan menjauh. Sasuke sebenarnya berniat membuka pertanyaan. Namun dia tutup rapat kembali mulutnya dan membiarkan gadis itu menuju pintu depan. Sasuke lalu kembali ke kamar untuk meletakkan lagi kuncinya di meja.
Dan kebetulan yang pas. HP Sasuke berbunyi.
Sasuke mengernyitkan dahi menatap HP nya. Nama 'alias' Tsunade lah yang terpampang manis di layar kotak kecil itu.
.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Dari : Raja Iblis
Gadis yang tinggal di tempatmu. Mereka adalah Perwakilan Panitia dari Iwa-Art. Mereka yang akan ikut mengurusi festival di Konoha Gakuen nanti. Aku harap kalian berkenan membantu mereka apabila mereka mendapat kesulitan.
xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
Sasuke menghela nafas. Sebelum dia meletakkan kembali HP nya dan menuju dapur.
.
Di Dapur.
"Hm. Tumben masakanamu enak Sasuke." ucap Naruto saat dia berpapasan dengan Sasuke yang baru ingin masuk ke dapur.
"Hah?" Sasuke tentu tidak mengerti apa yang dimaksud Naruto.
Mengabaikan Naruto yang berlalu menuju kamar mandi. Sasuke berjalan santai menuju dapur. Yang mana Shikamaru sudah ada di sana. Dan tengah berkutat dengan sarapan paginya.
Yang membuat Sasuke terperangah tak percaya adalah kemarin-kemarin meja makan yang hanya berisi satu sampai dua piring. Kini lebih penuh dari biasanya.
Shikamaru yang berniat membuka percakapan dengan Sasuke. Hanya diam saat dilihatnya Sasuke malah mematung layaknya monumen perjuangan yang berdiri aneh dengan muka bertanya tanya.
Shikamaru yang melihat raut Sasuke segera sadar, sepertinya bukan Sasuke yang memasak.
"O-Oi Kau kenapa Sas-"
"HUH!" Sasuke malah berjalan pelan menuju lemari es tak jauh dari situ.
Cklek.
Dibukanya lemari ES kecil di sudut ruangan.
.
.
.
Kosong.
"S-Sasuk-"
BLAM!
Sasuke menutupnya dengan keras. Jelas saja, Karena yang dia cari tidak ada di tempatnya.
Sasuke lalu menatap meja makan yang tertata layaknya jamuan makan dengan berbagai lauk. Yah, Semua penghuni lemari ES nya sepertinya sudah berpindah.
"Err.." Shikamaru yang berniat menyuap sendok terakhirnya hanya meletakkan kembali sendok ke piring karena melihat Sasuke menatap Shikamaru dengan tatapan aneh.
Memikirkan siapa sosok oknum chef yang berkutat dengan bahan makanan hari ini membuat Sasuke ingin membanting lemari ES itu sekarang juga.
.
~iwdwiw~
.
SKIP
Jalanan yang sepi di Leaf Street. Pagi itu seperti biasa harus ditapaki oleh ketiga pemuda yang sedang menuju sekolah. Berbeda dengan Shikamaru dan Naruto yang mengobrol santai sepanjang perjalanan menuju sekolah.
Sasuke lebih terlihat pendiam seperti biasanya.
"..Itulah kenapa telur datang lebih dulu daripada ayam." ucap Shikamaru.
"Tapi berbeda ceritanya kalau ayam yang kau maksudkan adalah ayam jantan Shika-"
Yah, Begitulah mereka. Mengabaikan Sasuke dan lebih memilih mengobrol santai saat menuju sekolah. Entah apa yang mereka bicarakan. Untuk menjaga kewarasan Kita sebaiknya tidak usah ikut campur.
.
Sesampainya di gerbang sekolah. Mereka bertiga harus menyipitkan mata saat melihat dua orang yang mereka kenali dari perawakannya malah diam di depan gerbang sekolah.
Memastikan siapa yang mereka lihat. Sasuke, Naruto dan Shikamaru berjalan mendekat.
"Oii~ Naruru~" ucap Seorang gadis berambut hijau.
"..." Tidak ada yang menjawab sapaan Fuu. Mereka hanya berjalan dalam diam mendekati pintu gerbang.
Sasuke yang melihat pasti kalau itu adalah para 'prempuan' malah mengurangi kecepatan berjalannya dan membiarkan Shikamaru dan Naruto berjalan di depan.
Saat mereka lebih dekat mereka menatap heran gerbang sekolah yang malah masih tertutup rapat.
"Huh?"
Shikamaru menatap kedua gadis itu. Namun Fuu dan Sara hanya mengangkat bahu.
"Huh. Niatnya mau segera sampai di Konoha Gakuen. Tapi saat sudah di depan mata. Eh, Malah gerbangnya belum dibuka. Sebenarnya jam belajar di sini mulai jam berapa sih?" tanya Sara heran. Dia menuding Shikamaru dan Naruto yang ada di depannya.
Sedangkan Shikamaru malah tak kalah heran. Tunggu. Memang ini jam berapa. Kenapa gerbang belum dibuka.
Yah, Seharusnya jam segini adalah jam dimana satpam penjaga gerbang sudah berdiri bersandar di tembok sembari meminum soda kaleng. Dan itu adalah saat dimana gerbang ini sudah terbuka lebar.
.
Shikamaru medekati gerbang yang cukup lebar itu. Dengan sedikit usaha dia mencoba melihat ke pos satpam. Memastikan satpam kesayangan Konoha Gakuen berangkat kerja hari ini. Dia lalu mengamati ke seluruh halaman depan Konoha Gakuen. Sepi. Aneh.
Mengabaikan Shikamaru, Sara malah hanya berdiri gelisah. Sesekali dia melirik jam kecil yang ada di tangannya. Jam 08.15. Sudah lewat 15 menit dari janjinya dengan OSIS konoha Gakuen. Hahh. Siapa sangka berdiri di depan gerbang menghabiskan waktu yang cukup lama. Sara lalu menatap ketiga lelaki yang ada di dekatnya. Mereka sepertinya santai sekali.
Yah, Itu membuktikan kalau mereka adalah tukang telat.
Tak lama mereka berdiri sebelum sebuah sepeda berhenti di tempat itu.
"Oi. Apa yang kalian lakukan di depan gerbang?" tanya Seseorang yang menaiki sepeda tersebut.
Mereka berlima menoleh. Ah, ini dia orangnya. Sang penjaga keamanan yang seharusnya ada di posnya. Sasuke menatap pak satpam itu. Lalu dia beralih ke kantong plastik yang dibawahnya.
'Bukannya menjaga pintu malah jajan.'
"Kenapa gerbangnya tidak dibuka pak?" tanya Naruto heran.
"Lah. Kan sekarang memang diliburkan. Hanya para panitia dan pengurus organisasi saja yang mungkin ada di sekolah sekarang. Kalian tau kan? Tsunade-sama kemarin mengumumkannya melalui pengeras suara." ucap Satpam penjanga gerbang santai.
Membuat Ketiga pemuda yang ada di situ mengernyitkan dahi. Pengeras suara? Apa iya?
Bahkan tidak satupun dari mereka yang ingat tentang itu.
"Em. Kalian tau kan. Hari ini ada rapat besar dimana perwakilan kelas, perwakilan organisasi dan Panitia utama festival; dari Uzushio, Iwa-Art, dan Konoha Gakuen akan ada disini jam 9 nanti."
Mereka bertiga mencoba memproses apa yang dikatakan pak satpam. Lalu mereka mengalihkan pandangan ke Sara. Seakan meminta penjelasan. Namun Sara malah menatap ketiga pemuda ini dengan pandangan bosan.
Membuat Sasuke sedikit risih dengan raut wajah Sara.
Pak satpam lalu menatap gadis yang terlihat berbeda dari sragamnya.
"Eh dan kalian adalah?"
"Eh? Emm. Kami perwakilan panitia dari Iwa-Art. Ketua OSIS kami tidak bisa datang hari ini." ucap Sara menyalami pak satpam Konoha Gakuen."
"Oh. Hahahaha.. begitu ya?" Satpam itu malah tertawa. "Kalau begitu mohon bantuannya ya hahaha.." ucapnya ramah.
"Hm. Kami akan berusaha." balas Sara lagi.
.
"Oi apa yang Sara lakukan. Ayo masuk." ucap Fuu setelah sekian lama. Dia mengajak Sara untuk masuk ke dalam.
"Sabar kenapa si-hah?" Sara menatap aneh Fuu yang sudah ada di dalam atau tepatnya di balik gerbang.
"Fuu! Kau memanjat?!" ucap Sara kaget.
Fuu malah tersenyum. Dia menggeleng. Dia lalu menunjuk ke sebelah kirinya. Dimana ada pintu besi tepat di sebelah gerbang besar.
"Oh, Benar. Kalau kalian ingin masuk. Lewat pintu saja. gerbang ini mungkin tidak akan kubuka sebelum jam 9." ucap Pak satpam menunjuk ke pintu yang ditunjuk Fuu tadi. ".. Tadi yang lain juga masuk lewat situ." lanjutnya.
"Um. Terimakasih." balas Sara akhirnya sebelum dia menghampiri Fuu masuk. Meninggalkan Naruto, Sasuke dan Shikamaru yang masih berdiri di pintu gerbang.
Sara hanya melirik Mereka bertiga, Sebelum akhirnya dia hilang ditelan pintu besi.
.
~IWDWIW~
.
"Hahh,, Anak muda memang menarik. mengingatkanku dengan jamanku SMA hahaha.." gumam pak satpam bicara sendiri. Saat Kedua gadis diajaknya bicara tadi sudak berlalu cukup jauh memasuki gedung utama Konoha Gakuen.
Yah memang menyenangkan merasakan kostalgia, Namun ketiga pemuda kita tidak terlalu tertarik dengan masa remaja sang petugas keamanan.
Pak satpam itu lalu melirik ketiga pemuda yang, masih berdiri disana.
"Eh? Kalian tidak masuk?" tanya Pak satpam kepada ketiga pemuda itu.
"..."
Ah, Jujur, Kalau hari ini tidak ada jam pelajaran. Mereka lebih memilih pulang kerumah. Tau kan? Rapat besar adalah hal yang merepotkan. Dan lebih baik kalau mereka tidak terlibat didalamnya.
.
"Err. Kami-" Naruto berniat mencari alasan. Namun kata katanya harus dipotong oleh orang yang tiba tiba datang setelahnya.
"Naruto-senpai? Shikamaru-Senpai? Sasuke-senpai?"
Mereka bertiga menoleh.
Err. Ah gadis ini.
"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Matsuri kepada para seniornya. Dia barusaja sampai.
"..."
"K-Kau?"
"Em. Apa yang kau lakukan disini?" tanya Sasuke. Mengembalikan pertanyaan Matsuri.
"Hah? Tentu saja aku disini untuk perwakilan Klub drama!" ucap Matsuri tegas.
Oh benar.
"Sendirian?" tanya Sasuke lagi.
"Huh? Oh. Tadinya sih aku bersama Gaara-senpai.. Tapi karena Gaara-senpai kena flu, jadi aku akhirnya sendiri." ucap Matsuri.
"..." Mereka bertiga hanya diam. Mereka tidak tau harus membalas apa.
Namun Matsuri malah menatap ketiga senpainya dari atas sampai bawah. Lalu dia tersenyum.
Sasuke yang melihat gerak gerik Matsuri. Mulai merasa tidak enak.
'Jangan katakan..'
.
.
"Oh Benar. Kenapa kalian tidak ikut denganku saja?"
Ah.
'Dia mengatakannya..'
"Eh Err..?" Mereka bertiga malah diam. Yah, Bingung mau menjawab apa. Jujur, Mereka sendiri tidak terlalu suka dengan hal hal berbau formal seperti ini.
Yah, Hal ini membuat Mereka ingin segera lari dari situ.
Ketiga pemuda itu saling lirik. tidak ada satupun dari mereka yang mulai memberi alasan. Membuat Suasana menjadi sedkit canggung.
.
"Sebenarnya kami ada urusan." ucap Shikamaru akhirnya.
Diikuti oleh anggukan Naruto dan Sasuke.
Sasuke menatap Naruto. 'Nice Shikamaru!' Batinnya.
Matsuri mengernyitkan dahi. Sepertinya dia belum menyerah.
"Urusan apa?"
Sasuke menghela nafas. Ah, Dasar prempuan. Tidak pernah menyerah sampai akhir.
.
"Y-Ya. Sebenarnya Sasuke terkena diare." ucap Naruto memberi alasan lain.
Sasuke dengan keget menoleh. Dia menatap Naruto galak. Sialan.
Matsuri menatap Sasuke. Namun Sasuke tidak membalas dan hanya diam. Mukanya sedikit memerah.
Melihat reaksi Sasuke. Matsuri malah menatap Naruto bosan.
"Sasuke-senpai terlihat baik baik saja." ucap Matsuri.
Ah, Serius. alasan apa yang bisa membuat Gadis ini menyerah.
"Ayolah. Lagipula ini hanya sebentar. Mungkin hanya beberapa pengarahan. Aku yakin kalau para panitia sudah menyiapkan semuanya. Dan kita hanya tinggal duduk diam dan mendengarkan." ucap Matsuri lagi.
Ah, Sekarang mereka bertiga bingung harus menjawab apa.
"Gadis itu benar bocah. Rapat besar tidak seburuk yang kau kira. Mungkin hanya 30 menit berlangsung." sambung Pak satpam.
Membuat Sasuke menatap Satpam ini dengan pandangan aneh karena membela Matsuri.
.
Matsuri melihat wajah ketiga senpainya yang masih ragu ragu.
"Ayolah senpai. Temani aku." ucap Matsuri memohon dengan halus.
Oke, itu sedikit banyak melunakan hati mereka bertiga. Tapi masih belum cukup untuk membuat mereka merubah pikiran.
.
.
Matsuri menghela nafas.
"Please.. Temani aku dan nanti akan aku traktir makan siang." lanjut Matsuri lagi.
.
.
.
Dan.. Tawaran makan siang akhirnya berhasil membeli harga diri mereka bertiga.
.
.
Oh tidak. aku bercanda.
.
.
Sebenarnya mereka tidak terlalu peduli dengan makan siang.
Mereka hanya tidak mau membiarkan seorang gadis cantik datang sendiri di sebuah rapat yang menakutkan. Yah, Itulah mereka. Pahlawan yang menyelamatkan hari -ehem.
.
xxxxxxxxxxxxxxxx
TBC
xxxxxxx
Author Note(s) : Yosha~ Hanzama Is Back. Err.. Hanzama tidak tau harus memulainya darimana. Namun seperti biasa. Ini adalah sekian kalinya saya apdet lama. jadi maap lagi. -_-
Seperti kata pepatah. "Sedikit demi sedikit, lama lama mencapai langit." (bodo amat dengan bukit. Hanzama merasa bukit kurang tinggi untuk menampung sebuah impian.) #Abaikan
..
Oke, We back here. And I'm so glad to continue this shit story for you guys. Dan Hanzama bingung mau menambahkan apa lagi. terutama dengan keberadaan shikamaru disini. Jujur, Hanzama sedikit putus asa untuk membuat special event untuk salah satu maskot kita ini.
Keberadaannya dari chapter 1 mungkin dirasa bagaikan hanya seorang pelengkap (mungkin =.=). Namun Hanzama merasa kalau itu seakan sudah menjadi ciri khas Shikamaru di fanfic ini. Tapi di lain sisi. Shikamaru memberikan lebih banyak Sisi positif dibandingkan Naruto dan Sasuke. Dan Hanzama sebenarnya sedikit banyak enggan untuk merubah posisi dari Shikamaru.
Entah kenapa. Hanzama hanya merasa, Kepribadiannya yang santai dan relax di segala situasi membuat suasana menjadi lebih nyaman, Di segi Hanzama menulis tentu.
Mungkin ini hanya Hanzama, tapi Di banyak fanfic yang Hanzama baca, Hanzama terkadang menemui fanfic yang memiliki cerita yang bagus, Namun Hanzama terkadang malas untuk menyelesaikan membaca cerita karena Hanzama merasa kurang ada penengah antara tiap tokoh yang memiliki konflik batin. (Yah, ini hanya opini sih..)
Dan entah kenapa. Hanzama sangat bersyukur Hanzama menaruh 3 bukannya 2 tokoh utama disini.
Yah, Benar. Hanzama sadar kalau cerita ini masih banyak kesalahan. Dimana dari segi idenya yang monoton. Setiap event yang sama persis dengan fanfic lain dan mungkin gaya penulisan yang acak acakan.
Tapi ayolah, Kita disini tidak mencari 'An original story of epic Author' kan? Jujur, Siapa dari reader yang mampir ke fanfiction untuk mencari penulis berbakat?
Hanzama cukup yakin tidak ada.
Kita disini mencari Hiburan.
Dan Hanzama hanya ingin menghibur. Itu saja. Hanzama tidak mencari dukungan financial. Bah, siapa juga yang mau membayar Hanzama untuk ini. Hanzama suka menulis (Err.. dalam kasus ini. Mengetik.) Dan, yah, cukup menyenangkan saat kau tau tulisanmu dibaca orang lain.
Yah, menyenangkan.
.
Um. Yah pokoknya begitu. Hanzama hanya ingin mengakhiri ini cepat supaya kita bisa mengintip chapter depan segera.
dan oh iya.
Mungkin Hanzama akan lebih menonjolkan jalan cerita untuk kedepannya. Jadi maaf untuk humor apabila seandainya tidak muncul.
Dan. Mungkin itu saja.
Terimakasih sudah membaca. Salam hangat dari Hanzama Semoga reader sukes selalu.
Kita ketemu di chapter 38. Damn i love 3 dan 8 kau tau kan 3+8 = 11 .. yah angka sebelas. Seperti aku-dan-kamu berdiri berdampingan-#apaansih.
..
But well, Still.. Stay awesome.
Kritik dan Saran
v
v
v
v
v
