Disclaimer : YuGiOh!! Milik Om Kazuki Takahashi.

Warning : chapter akhir!!! pada awalnya, saya tak ingin membubuhi lemon di chapter ini, tapi sepertinya menunjukkan sedikit gambaran lime puzzleshipping di chapter ini ada gunanya juga. minor humor, beberapa kata kotor yang tidak tersensor karena suatu alasan, beberapa character yang agak OOC, Gaje dan Language

-------Chapter 37-------

Moving Forward

Yugi tak pernah menyangka bahwa hal ini akan terjadi. Di saat ia sudah berfikir bahwa partnernya itu adalah sesosok kekasih yang pengertian, bijaksana atau mungkin sangat 'baik', tapi ternyata semua asumsi itu terpatahkan dengan adanya sebuah realitas baru. Setelah kejadian kemarin malam, Yugi mengira bahwa pagi itu, mungkin ia disambut oleh senyuman manis dari partnernya. Sedikit belaian lembut dan kecupan dikening, pasti dengan senang hati akan diterima oleh Yugi. Bahkan dekapan atau pelukan hangat, akan semakin membuat hati Yugi menjadi berdebar-debar. Namun, betapa malangnya Yugi karena ternyata, harapannya itu tak berjalan sesuai dengan realitasnya. Ia tak mendapatkan semua rangkaian perlakuan indah itu. Namun, yang ia dapatkan justru sebuah distopia yang sangat nyata. Satu kesimpulan pun telah didapatkan. Sekali sex god, tetap saja seorang sex god.

"Aahh!! Ya...Yami, le....lepaskan aku....nnhhhh....." Yugi berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari cengkraman kekasihnya. Pagi itu, di saat Yugi membuka kedua matanya, ia sudah disambut dengan lumatan-lumatan panas dari kembarannya yang terus saja menggerayangi tubuh mungilnya yang telanjang itu. Yugi sudah tak sempat lagi untuk kabur ataupun berontak. Mantan sex god itu ternyata begitu pintar membuat mangsanya menjadi tak berdaya.

"Aibou......ijinkan aku menunjukkan padamu semua teknik sex yang kukuasai......aku yakin, kau pasti akan menyukainya.....mmmhhh......" Yami mulai melumat daerah sensitif di leher Yugi. Yugi mengerang.

"nnhhh....Ya...Yami....hentikan....a...aku lelah...aaahhhh!!" permohonan itu justru semakin membuat pria punk itu menggila. Dengan cepat, ia melumat bibir mungil kekasihnya dan disaat yang sama, ia langsung mengenggam kesejatian Yugi.

"Aahhkkk!!!"

"hehehe.....aku mendapatkanmu, Aibou......"

-------Lorong Wisma Senen-------

"selamat selamat selamat pagiiii~ selamat selamat selamat pagiiii~ selamat selamat selamat pagiiii~ auuuhh!!!" sebuah nyanyian spektakuler itu mulai menggema diseluruh penjuru lorong wisma. Hal itu seakan menjadi sebuah hari terburuk bagi para penghuni wisma Sennen. Disaat mereka semua kelelahan karena aktivitas seks laknat yang dilakukan secara massal setiap harinya, kini mereka harus terbangun karena suara nyanyian itu. Sungguh benar-benar menganggu. Benar-benar pemilik kos yang tidak empati dengan nasib para housematenya. Parah.

"selamat selamat selamat pa..."

"AAARRRGGGHHHH!!! DIAMLAH, TENGIK!!! BACOTMU SUNGGUH MENGANGGU!!! DASAR KAU SAMPAH!!!" sebuah bentakan tak ramah itu terlalu familiar untuk tidak dikenali. Siapa lagi kalau bukan Bakura tralala, mantan penari ular.

"fuhuhuhu.....ternyata oi oi oi ternyata~ Bakura-boy~ sudah bangun~ oi oi oi!!" Pegasus mulai berjingkrak-jingkrak dengan tidak jelas seraya melakukan tarian hawai. Bakura menggeram dan mencoba menahan diri untuk tidak melempar pemilik kos itu dengan sepatu.

"bedebah!! Bedebah!! Bedebah!! Kill!! Kill!! Kill!!" Bakura memanjatkan kata-kata yang sama dengan segenap emosinya. Tangan kanannya terkepal dengan sangat erat. Jika saja Ryou saat ini tidak mencoba menahannya, Pegasus pasti sudah tewas di tangan Bakura.

"bersabarlah, Kura." Ryou menepuk-nepuk bahu kakaknya untuk menenangkannya. Bakura hanya mendengus kesal dengan hal itu. Tak lama, Kaiba dan Jou pun terlihat keluar dari kamar dan berjalan ke arah Ryou dan Bakura.

"hah! Kau bangun juga, Kaiba?" sarkastik Bakura. Kaiba menghela nafas panjangnya.

"tak akan ada manusia normal yang tidak bangun saat mendengar nyanyian sampah dari Pegasus....." keluh Kaiba. Bakura melipat kedua tangannya dan memasang senyuman sinis.

"oh ya? tidak ada? Apa kau yakin tidak ada manusia normal yang tidak bangun saat mendengar nyanyian kiamat ini, eh? Lalu bagaimana dengan Marik dan Malik? Saat ini mereka tetap saja tertidur walaupun Pegasus bernyanyi secara stereo." Kaiba hanya menghela nafasnya.

"aku kan sudah bilang padamu, tak ada manusia 'NORMAL'." Kaiba menekankan kata normal. Selang tak lama, Bakura mulai mengerti maksud dari perkataan Kaiba.

"ah, iya. Kau benar. Aku lupa jika duo setan itu bukanlah orang normal....." Ryou dan Jou sweatdrop mendengar itu.

"uhh.....daripada kita menggunjing orang sembarangan, ngomong-ngomong, dimana Yugi? ke...kenapa ia belum bangun?" Jou membuka topik baru. Ryou menggelengkan kepalanya tanda tak tahu. Bakura kembali memasang ekspresi sinis.

"cih, jangan-jangan, dia juga merupakan manusia yang tidak normal seperti Mar......"

DUUUAAAKKKK!!!!

"AAARRRGGGHHH!!! APA YANG KAU LAKUKAN?!!"

"JANGAN BERBICARA MENGENAI KAWANKU YANG TIDAK-TIDAK!!!" gerutu Jou emosi. Ia menjitak kepala pria punk berambut putih itu lumayan keras. Bakura hanya dapat mengelus-elus kepalanya dengan sewot.

"hei, sakit tahu!!!!! Tenanglah sedikit, dasar kau yankee imitasi!!" Jou melotot mendengar itu.

"apa katamu?!! YANKEE IMITASI?!!"

"sudahlah Bakura, kau yang salah!!" Ryou menimpali. Bakura hanya bisa pasrah dengan itu. Jou hanya dapat melipat kedua tangannya seraya menahan emosi. Beraninya pria kakek bolot macam Bakura mengatainya yankee imitasi? Benar-benar tidak sopan. Ia bahkan bukanlah seorang gangster.

Kaiba pun terlihat memasang ekspresi pucat. " uhh.....a..apa kemarin malam, Atem tidur di kamar Yugi?" pertanyaan CEO itu mengejutkan semuanya.

"A...Apa?!! Ya...Yami tidur di kamar Yugi? se...sepertinya......iya....." Jou pun pucat. Semua ikut pucat dan mulai berpersepsi negatif.

"jangan-jangan......."

"AAAAAHHHHH!!! YA...YAMI!!!! HENTIKAN!!! AAAAAHHHH!!" belum sempat Kaiba melanjutkan spekulasinya, suara teriakan itu menginterupsi jalan pikiran mereka masing-masing. Kehororan mulai mewarnai paras Jou dan yang lainnya saat mereka membayangkan apa yang dilakukan mantan sex god macam Yami terhadap Yugi. Satu hal yang pasti. Yugi dalam bahaya.

"sepertinya kita harus menyelamatkan Yugi sebelum terlambat......"

-------Lorong Wisma Sennen-------

Mahaad tak pernah menyangka bahwa kebiasaan buruknya bersama para menteri yang lainnya ternyata membawa dampak yang cukup significant terhadap muridnya. Ia tak menyangka bahwa kebiasaan laknat itu membawa pengaruh yang cukup buruk. Hal itu terbukti disaat ia sedang berjalan perlahan-lahan menyusuri lorong wisma, tiba-tiba, ia mendapati Mana sedang dalam keadaan kejang-kejang dengan aliran darah yang terus mengucur dari hidungnya. Keadaan gadis itu terlihat mengenaskan. Ia benar-benar kehabisan banyak darah.

"Mana!! Sudah kubilang bahwa mengintip itu tidak baik!! Jika Baginda Raja tahu mengenai perbuatanmu, kau bisa dihukum!!!" penasehat kerajaan itu membentak muridnya dengan cukup tegas. Namun, yang bersangkutan masihlah tak menunjukkan respon apapun selain menganga dan gemetar. Mahaad mulai menghela nafasnya.

"dasar kau ini....."

"ada apa ini, Mahaad?" suara familiar itu membuat Mahaad siaga. Ia segera berbalik ke sumber suara itu.

"tuan Seth?"

"apa yang terjadi disini?" Kaiba bertanya dengan tegasnya. Jou dan yang lainnya mulai mengernyutkan dahi saat melihat keadaan Mana yang sedang menyumbat hidungnya sendiri dengan kaos kaki.

Mahaad mengaruk-garuk kepalanya. "uhh....umm......"

"benar-benar spektakuler......"

"huh?" pernyataan Mana membuat semua menautkan alis. Gadis itu mulai berdiri seraya menyumbat hidungnya dan mulai memasang ekspresi berbinar-binar. Semua berpandangan aneh pada Mana.

"aku telah melihatnya......dengan mata kepalaku sendiri...." jelas Mana dengan gaya melodramatis. Semua mulai sweatdrop melihat itu.

"ma...maksudmu apa, Mana?" Mana pun mulai bergaya seperti orang hendak berpuisi.

"apa kalian tidak mengerti juga?!! Aku melihatnya!! Erangan pilu itu digemakan bagai sebuah resonansi!! Sang Jibril terus mengoyak sang gabriel!! Begitu pedih!! Begitu lara!! Hingga menembus langit ke tujuh!!" semua semakin tak mengerti dengan ucapan enigma yang dikemukakan oleh Mana. Bahkan, Kaiba menatap Mana seperti menatap orang gila.

"sebenarnya, apa yang telah terjadi disini, Mahaad?" Kaiba semakin curiga. Mahaad pun mulai keringat dingin.

"uhh....Ma...Mana telah mengintip aktivitas pribadi Raja Atemu dengan Tuan muda Yugi....."

"Apa?!!"

"dan sang Gabriel mulai meronta!! Berteriak!! Dan meraung!! Rroooaaarrr!!! Memohon sebuah keselamatan!! Namun, dengan kejinya, sang Jibril mulai menekan jiwa sempurnanya pada dinding kenistaan!! Penyatuan rasa itu terjadi!! Dan sang Seraph seakan tuli!! Seakan bisu!! Seakan membeku!! Ughh!!" Mana kembali mendeklarasikan apa yang telah ia lihat dengan bahasa puitis. Semua makin sweatdrop melihat itu.

"lebih baik kita segera melihat kejadian itu sendiri, Seto." rasa bingung dan cemas pun melanda Jou. Dan Kaiba semakin memiliki firasat buruk.

"a...aku setuju denganmu, puppy....se...sebaiknya kita...."

"dan apakah kalian mendengar?!! Langit akhirat seakan menaungi ritual sakral mereka!! Apakah kalian melihat bahwa percikan-percikan air mata suci milik sang gabriel, membasahi paras Dewa sang Jibril!! Sang gabriel terus meraung, mengerang dan menggemakan teriakan surgawinya!! Dan sang Jibril tak mempedulikan sang gabriel yang terus meronta dibawahnya!! Ia terus saja, menggerakkan tirani iblis, untuk menunjukkan kuasanya yang dzalim!! Begitu pedih!! Begitu panas!! Panas hingga setara dengan neraka!! Dan eksistensi euphoria pun seakan tercipta dengan kekalnya!! Kekal!! Absolut!! Ooohhh Yeeeeaaaah!!" Mana semakin menggila dalam berpuisi. Ia bahkan mendramatisir gayanya dengan mengayunkan tangannya dan menunjuk-nunjuk kearah atas. Benar-benar gila dan maniak puitis. Tak ada yang menyangka bahwa Mana bisa mendeskripsikan adegan ranjang dengan sebuah puisi. Benar-benar parah. Dan tentu saja sangat berlebihan.

"aku sudah tidak tahan lagi, Seto!! aku harus segera melihatnya sendiri!! Jika sampai Yugi tersakiti lagi, aku akan mencincang sepupumu itu!!" dengan kesal, Jou mulai melangkahkan kakinya menuju kamar Yugi. Kaiba dan Ryou langsung mengikuti Jou dari belakang.

"dan sang Jibril pun kembali menjerat Gabriel dengan rantai nafsunya!! Sang Gabriel tak dapat berkutik!! Sang Jibril mulai hilang kendali!! Dengan cambuk distopia miliknya, ia semakin mengoyak mata hati sang Gabriel!! Sang Gabriel terus meronta!! Dan sang Jibril membalasnya dengan kebisuan!! Kebisuan logika!! Dan piciknya sebuah naluri!! Dan kepuasan hakiki pun telah lahir dalam fananya eksistensi ini!! Aaarrrggghhh!!!" Bakura hanya dapat melongo mendengar perkataan Mana. Saat ini, gadis fujoshi itu mulai meraung-raung secara tidak jelas. Ia bahkan mencekik lehernya sendiri seraya berguling-guling dilantai. Bakura pun segera beranjak dari Mana dan mulai mengikuti Jou dan yang lainnya.

'gadis itu benar-benar tidak waras.....' batin Bakura singkat seraya menatap Mana dengan tatapan illfeel.

-------Kamar Yugi-------

Yugi sudah tak ingat lagi tentang berapa klimaks yang sudah ia capai. Ia benar-benar kelelahan. Kekasihnya yang setengah gila itu terus saja menunjukkan teknik-teknik dan bakat yang ia miliki. Ia bahkan tak bisa berbicara sedikitpun. Raja Mesir itu terus saja mengunci dan melumat mulutnya seraya membentur titik terdalamnya berkali-kali. Ia benar-benar berada diambang batas.

"mmnnhh!! Ya...Yami!! kkkhh!! AAAAAHHHHH!!!!!" lagi-lagi Yugi mencapai klimaksnya. Yami semakin menggila dengan hal itu.

"hhh.....ka...kau semakin lama tampak semakin menggiurkan, Aibou......aku sungguh tergila-gila padamu...." dengan itu, Yami kembali melumat mulut kekasihnya itu dalam-dalam. Dan belum sempat Yugi merespon, tubuh mungilnya itu sudah digeret oleh Yami dan dihempaskan ke dinding.

"aakkhh...te...teknik apalagi yang akan kau lakukan, Yami? aku sudah tidak kuat lagi untuk melakukan ronde baru.....nnnhhh....." sungguh tidak adil. Belum sempat Yugi memberikan keputusan, kembarannya itu langsung membenturkan bibirnya dan kembali menciumnya dengan penuh nafsu. Yugi benar-benar tak dapat berkutik lagi. Ia hanya bisa pasrah. Tenaganya sudah habis jika ia pergunakan untuk berontak. Ia hanya dapat berdoa agar Tuhan mengirimkan bala bantuan seperti......

DDUUUAAAAKKKKK!!!!

"HOLYSHIT DUDE!!!"

Kedua bola mata Bakura hampir saja copot saat ia melihat apa yang terjadi saat itu. Bahkan Jou, Kaiba dan Ryou benar-benar shock dengan apa yang terjadi. Saat ini, Raja Mesir itu sedang menghimpit Yugi di dinding dan mencoba berhubungan dengan keadaan seperti itu. Benar-benar gila.

"mmmhh!!! Te...teman-temmmmhhh!!! To...mmmhhh!!! tolong aku!!!" Yugi berusaha meminta tolong dengan mulut yang sudah dipenuhi oleh lidah kekasihnya itu. Semua mulai berwajah merah dan agak sedikit malu.

"uhh....ki...kita harus segera menghentikan Yami, teman-teman." sahut Jou seraya mencoba melihat atap kamar. Wajahnya benar-benar memerah melihat keadaan panas kawannya itu. Bakura pun angkat bicara.

"walaupun kalian menyuruh Yami untuk menghentikan aksinya, ia tidak akan mendengarkan kalian. Saat ini, mode sex godnya sudah memasuki tahap berserk. Dulu, saat ia masihlah menjadi orang bejat, ia pernah meniduri 90 wanita dalam satu malam hanya untuk melampiaskan mode berserknya itu."

"APA?!! 90 WANITA DALAM SATU MALAM?!!" Jou hampir saja mendapat serangan jantung. Sedangkan Kaiba dan Ryou hanya dapat menghela nafasnya. Mode berserk bukanlah sebuah kabar baru bagi mereka berdua.

"INI GILA!!! KAPASITAS YUGI TAK BISA DISAMAKAN DENGAN 90 WANITA!!! KITA HARUS SEGERA MENGHENTIKAN YAMI!!! LAMA-LAMA, YUGI BISA TERBUNUH JIKA KEADAAN INI TERUS BERLANJUT!!!" Jou mulai panas dan emosi. Semua kembali mengarahkan pandangan ke arah Bakura.

"hanya ada satu cara untuk menghentikan Yami saat ini." ujar Bakura singkat. Hawa keseriusan mulai menyelimuti situasi itu. dengan serius, Jou bertanya dengan singkat.

"apa itu?"

"satu-satunya cara untuk menghentikannya adalah dengan cara...........menghantam kepala Yami dengan..........buah Durian."

-------Ruang Depan Wisma Sennen-------

"KALIAN SEMUA BRENGSEK!!! KENAPA KALIAN MENGHANTAM KEPALAKU DENGAN DURIAN SUNGGUHAN, HAH?!!" Yami benar-benar begitu marah. Saat ini, ia harus menanggung sebuah benjolan besar dikepalanya. Hal ini benar-benar memalukan. Benjolan itu pasti akan sangat lama untuk dihilangkan. Apa jadinya nanti jika ia harus kembali memerintah Mesir, para rakyatnya harus melihat Raja mereka dalam keadaan benjol? Benar-benar MEMALUKAN.

"CIH!! HARUSNYA KAU BERTERIMA KASIH PADAKU KARENA TELAH MENYADARKANMU, DASAR IDIOT!!! AKU BAHKAN HAMPIR SAJA DIHAJAR PENDUDUK SETEMPAT KARENA KETAHUAN MENCURI BUAH DURIAN MILIK TETANGGA!!!!" Bakura tak kalah emosi. Kedua pria punk itu saling melayangkan tatapan pembunuh. Bahkan efek kilatan petir menyambar telah menjadi background mereka. Semua sweatdrop melihat itu.

"TAPI KAU TAK PERLU MENYADARKANKU DENGAN CARA SEPERTI INI!!! BAGAIMANA JIKA AKU MENGALAMI GEGAR OTAK KARENA ULAHMU?!! KAU BISA DIHUKUM MATI KARENA TELAH MEMBAHAYAKAN NYAWA RAJA MESIR!!!! DASAR TENGIK!!! JAHANAM!!!" geram Yami jengkel. Ia pun mulai mengepalkan tangannya erat-erat. Disaat keadaan mulai memanas, Yugi dan Ryou mencoba menenangkan kekasih mereka masing-masing.

"sudahlah Yami!! tenangkan dirimu!!" Yugi mencoba menahan kekasihnya dan mulai mendudukkan kembarannya itu di sofa. Ryou juga melakukan hal serupa.

"sudahlah, kalian berdua seperti anak kecil saja. Setelah ini, kita sudah akan berpisah dan berpencar menjalani kehidupan kita masing-masing. Setidaknya, tunjukkan rasa solidaritas diantara kalian!!!" semua mulai terdiam mendengar penegasan Kaiba. Mereka baru ingat bahwa ini adalah hari terakhir mereka tinggal di wisma Sennen. Setelah ini, Yami dan Yugi akan pindah ke Mesir. Kaiba juga akan kembali ke mansion miliknya bersama dengan Jou karena tugasnya untuk mengawasi sepupunya itu telah selesai. Bakura dan Ryou hendak berkelana menuju ke tempat ayah mereka di Tokyo. Bahkan Marik dan Malik juga akan akan kembali ke rumah Ishizu untuk memohon restu akan pernikahan mereka. Wisma Sennen akan benar-benar kosong setelah ini.

"sungguh tak terasa kita akan meninggalkan tempat ini. Wisma ini menyimpan banyak kenangan." Yugi bernostalgia. Yami mulai menatap kekasihnya itu dengan lembut. Memori masa lalu kembali berputar di otaknya. Di wisma inilah semuanya dimulai. Di wisma inilah semuanya berawal. Diwisma inilah takdir barunya dimulai. Dan diwisma inilah ia menemukan harapan, kepercayaan dan juga aibounya.

"apa kau berpikiran hal yang sama denganku, Aibou?" Yami mulai memangku kekasih mungilnya itu. Aibounya itu menyimpulkan sebuah senyuman manis.

"ya. Wisma ini adalah sebuah hal yang paling berharga dalam hidupku. Aku belajar banyak hal saat aku mulai menginjakkan kakiku di tempat ini. Aku bertemu kalian semua. Dan kita mencapai masa terindah ini karena wisma ini. Aku tak akan pernah melupakan wisma Sennen......" semua mulai tersenyum mendengar pengakuan Yugi. Pasti akan sangat sedih karena pada akhirnya, mereka semua harus berpisah. Karena walau bagaimanapun juga, wisma inilah yang menyatukan mereka. Meskipun harus diselingi dengan keadaan yang kacau balau.

"bagaimana kalau suatu hari nanti, kita adakan acara reuni di wisma ini? Dengan begitu, kita bisa lagi berkumpul dan berbagi cerita!!" usul Jou semangat. Paras bahagia hampir terpancar diseluruh para housemate itu.

"ide yang sangat bagus, Jou!! Kita bisa mengadakan acara reuni di tempat ini lagi!! kau setuju kan, Yami?" Raja Mesir itu tersenyum melihat semangat Aibounya itu.

"tentu saja, Aibou."

"ya, aku setuju akan hal itu. Sebaiknya kita tetap menjaga hubungan komunikasi jarak jauh." ujar Kaiba. Semua kembali mengangguk setuju. Dengan kesepakatan ini, semangat untuk melangkah dan menerjang sebuah petualangan hidup yang baru pun semakin membara. Walau mereka berpisah, walau jarak mereka terlampau jauh, Namun suatu hari nanti, mereka akan berkumpul bersama lagi. Berkumpul untuk berbagi cerita. Berbagi pengalaman hidup. Berbagi semangat baru. Dan semua hal itu akan semakin melengkapi perjalanan kisah mereka di masa depan. Terus terlengkapi hingga menjadi suatu kesatuan yang sempurna.

"HUWAAAAAAAAAAA!!!!! BEISUOKZ KALIAN ZEMOA AKUAN MENINGGUALKEAN WISMAE IMOETKIU INIE!!! HIKS!! AKKU AKUAN SENDIRIE LAGIE!!! AKKU AKUAN MEMBUJEANGS LAGIE!!! AKKU TAK AKUAN BISIAW MELIHEATS WAJUAH IMOETS YUGI-BOY LAGIE!!! HUWAAAAA!!! TEDAAAAAKKKKSSSS!!!!" tak disangka-sangka, sang Pemilik kos pun datang dan langsung berlari ke arah Yugi dengan maksud hendak memeluk pria imut itu. Namun sayangnya, Pegasus harus berhadapan dengan tembok penghalang yang begitu kuat.

DUUAAAKKK!!!

"AAAOOOUUUWWWSS!!!" Pemilik kos itu harus mendarat diatas lantai dengan cara yang tidak terhormat berkat pukulan yang dilayangkan oleh Yami.

"langkahi dulu mayatku sebelum kau mengotori Aibou dengan jasad busukmu itu, Pegasus!!!" geram Raja Mesir itu emosi seraya mendekap Yugi dengan cukup erat. Yugi hanya bisa pasrah. Semenjak ia memberikan kesuciannya itu pada kekasihnya, Yami menjadi semakin dan semakin bertambah posessif padanya. Sungguh nasib seseorang yang menjadi kekasih dari sex god. Bokongnya pun masih terasa SANGAT nyeri hingga saat ini. Beruntung pria mungil itu masih bisa bertahan. Sepertinya, Yugi harus membiasakan diri dengan penyakit hormonal kekasihnya itu mulai dari sekarang.

"hiks.....teganya!! teganya!! Teganya!! !!!! Huaaa!!!! Kalian benar-benar tega mentega!!! Apa kalian semua tidak merasa kasihan sedikitpun dengan pemilik kos kalian yang super duper double triple increadible unbearable dan unforgettable so sweet ini!!! Hah?!! Apa kalian tak peduli padaku?!!"

"tidak!" semua menjawab hal itu dengan serempak. Dan Pegasus pun semakin terpuruk ke dalam kesedihannya.

"hiks.....aku akan sendirian di wisma ini. Tanpa kalian semua, siapa yang akan menemaniku?!! Siapa?!! Hiks....aku akan sendiri....." dengan gaya dramatis, Pegasus mulai menyentuh dadanya dan mengibaskan rambutnya bak iklan sampo di televisi. Semua mulai memutar bola matanya melihat itu.

"hei banci, kau tak perlu merengek seperti orang sarap!! Walau kami semua pindah, kau akan mendapat penghuni kos yang baru." gerutu Bakura sewot. Hal itu menyebabkan rengekan Pegasus yang pada awalnya dalam tahap Mono kini berubah menjadi stereo.

"tapitapitapitapitapitapi atmosfernya akan berbeda~ aku lebih senang jika wismaku dihuni oleh orang-orang imut(?) macam kalian semua. Hiks....." semua kembali sweatdrop.

"uhh....wa...walaupun kami akan pindah dari sini, tapi suatu saat nanti, kami akan kembali berkumpul di wisma Sennen ini, Pegasus-san. Jadi kau jangan sedih. Tetap pertahankan wisma ini. Kelak, kami semua pasti akan berkumpul lagi disini." Yugi mulai melayangkan sebuah senyuman yang sangat amat manis terhadap Pegasus. Hal itu membuat Pegasus berbunga-bunga dan membuat Yami menahan diri untuk tidak menghempaskan Yugi ke ranjang lagi.

"hiks.....kau baik sekali, Yugi-boy!! Te....terima kasih atas motivasimu yang manis itu. Aku pasti akan menunggu kalian semua dan sampai saat itu tiba, aku akan mempertahankan wisma Sennen ini." Pemilik kos itu kembali bersemangat. Semua mulai lega dengan hal itu.

"AHOII!! SEBELUM KITA SEMUA PERGI MENINGGALKAN WISMA INI, AYO KITA DOKUMENTASIKAN!! AYO KITA BERFOTO-FOTO SEKSI BERSAMA.........MALIK SEKSI PRODUCTIONS!!!!" suara Malik menggema diseluruh ruangan. Pria Mesir itu muncul sambil membawa kameranya. Dari belakang, Marik mengikutinya. Bakura memasang raut sinis melihat itu.

"heh, inilah dia.....manusia terNORMAL yang paling NORMAL dari seluruh manusia-manusia NORMAL yang lain. Mereka adalah makhluk NORMAL yang tak akan terbangun saat mendengar suara nyanyian tidak NORMAL dari Pegasus. Mereka tetap saja tidur lelap layaknya orang NORMAL yang lainnya. Benar-benar pasangan yang sangat amat NORMAL dan mendedikasikan hidup hanya untuk keNORMALan! Aku salut pada orang NORMAL macam kalian berdua......." Bakura menyindir dengan nada sarkastik. Namun sepertinya, pemikiran Malik dan Marik mengalami falter.

"OMG!! Kura!! Sejak kapan kau suka memuji orang begini?!! Biasanya kau selalu menyindir kami. Terima kasih sayang~ aku dan Marik mungkin satu-satunya orang normal yang ada disini. Kami benar-benar tersanjung dengan gelar normal kami." Malik tersipu malu dan mulai mendekap Marik. Bakura menepuk jidatnya dengan keras dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

"dasar tolol....."

"baiklah, sebaiknya segera kita dokumentasikan moment ini. Lebih baik, biar Isono yang mengambil gambarnya. Isono, cepat kau potret kami." perintah Kaiba. Kepala bodyguard itu hanya dapat mengangguk dan menuruti perintah CEO itu.

"baiklah, ayo kita berpose!!" ujar Jou semangat. Dan dengan cepat, Yami mulai mendekap Yugi dengan erat dari arah belakang. Wajah Yugi memerah.

"Ya...Yami?"

"aku lebih suka dengan pose seperti ini, Aibou.......aku senang berada didekatmu......" bisik Yami seraya mendaratkan kecupan dileher kekasihnya itu. Wajah Yugi benar-benar semakin panas dan memerah.

"baiklah, ayo semua!! Segera berkumpul!!" Jou memberikan komando. Dalam sekejap, Ryou dan Bakura mulai berdiri didekat Yugi dan yang lainnya. Mereka semua saling berpose dengan kekasih mereka masing-masing. Dan tentu saja pose semi hot dipegang oleh Yami yang sedari tadi mengelus-elus bokong kembarannya dari belakang.

PLAK!!

"OUCH!!!" sudah dua kali Yami mendapat tamparan. Namun, Raja Mesir itu belum juga jera untuk tidak menggerayangi tubuh aibounya. Isono pun mulai memberi aba-aba.

"baiklah, siap ya. Satu......dua......"

"TUNGGU!!! AKU BELUM BERPOSE!!! TUNGGU!!!" Malik pun histeris seraya menggeret Marik dengan cukup brutal menuju kearah Yugi dan yang lainnya. Isono pucat melihat itu.

"ba....baiklah, a...aku ulangi. Satu.....dua....ti...."

"NNOOOOOO!!!! DON'T LEAVE ME, BABE!!! NUOOOOO!!!" dalam gaya slow motion, Pegasus mulai berlari menuju kearah kumpulan housematenya. Dan sayangnya, disaat jaraknya hanya tinggal beberapa jengkal memasuki areal pemotretan, kilat lampu flash kamera pun menyala dan hasilnya adalah…….

Pegasus

Tidak tampak di dalam foto.

--------------

Yugi's POV

Waktu pun bergulir semenjak aku pindah dari wisma Sennen. Begitu banyak kenangan yang terbentuk semenjak hari pertama aku menginjakkan kaki di wisma Sennen. Begitu banyak pelajaran hidup yang kudapati wisma yang dulunya kuanggap sebagai neraka itu. Aku tak menyangka bahwa neraka bisa menjadi surga. Sebuah wisma yang dulunya kukira hanyalah sebuah wisma biasa yang tak terlalu berarti, kini pandanganku pun berubah. Wisma Sennen adalah wisma yang penuh dengan harapan. Sebuah wisma yang penuh dengan semangat dan kekompakan antar housematenya. Walau mungkin banyak hal aneh dan kekacauan yang terjadi di hampir setiap harinya, Namun, justru semua itulah yang membuat kami bersatu. Keanekaragaman itu, keanekaragaman konflik, latar belakang bahkan motif, semua itulah yang telah menyatukan kami. Dan kami tak akan pernah melupakan wisma harapan itu. Sebuah wisma yang akan selalu terukir di dalam hati tiap penghuninya. Sebagai sebuah wisma pembawa impian. Pembawa impian yang cukup indah. Indah dan selamanya indah.

"Aibou? Apa yang sedang kau lakukan?" Yami terlihat berdiri dengan begitu regal dan mulai berjalan mendekati suaminya itu. Ya. Setelah beberapa tahun ini, ia dan kembarannya itu telah resmi menikah. Kini, Yugi pun mengemban tugas untuk mendampinginya memimpin negara.

"Atem?"

"jangan panggil aku Atem. Panggil aku Yami, Aibou. Panggil aku Yami agar aku selalu mengingat cahaya harapan yang selalu kau berikan padaku....." Raja Mesir itu mulai mendekap kembarannya itu dengan cukup erat. Yugi tersenyum dan membalas pelukan itu.

"aku hanya sedang berpikir mengenai bagaimana keadaan wisma Sennen saat ini." gumam Yugi singkat. Yami tersenyum mendengar itu dan semakin memeluk Yugi dengan cukup erat.

"aku yakin Pegasus akan semakin bertambah tua dan membujang hingga saat ini." Yugi tertawa mendengar itu. suaminya itu masih saja memiliki sense of humor.

"dan aku yakin pasti ia akan mendapat penghuni kos baru saat ini." ujar Yugi menambahkan. Yami tersenyum mendengar itu.

"lalu poinmu, Aibou?"

"poinku adalah, wisma Sennen pasti akan mengajarkan banyak pelajaran hidup bagi para housematenya." Yugi pun bersandar didada kekasihnya seraya menghirup aroma cinnamon milik kekasihnya itu. Yami pun hanya tersenyum kecil.

"aku setuju denganmu, Aibou. Semoga orang yang tinggal diwisma Sennen saat ini bisa belajar mengenai apa itu arti sesungguhnya dari sebuah harapan dalam kehidupan. Suatu saat nanti, kita pasti akan kembali kesana." dengan itu, Yami semakin memeluk erat tubuh mungil Yugi dan mencoba mengingat seluruh kenangan indahnya bersama Yugi. dan ia pun yakin, selama wisma Sennen berdiri, maka akan banyak pelajaran hidup tak terduga yang dapat dihasilkan oleh wisma itu. Dan tak ada yang menyangka bahwa dibalik panasnya sebuah neraka, ternyata di neraka itulah tersimpan setitik surga.

-------Domino Jepang Beberapa Tahun Kemudian-------

"hei, apa kau yakin ini tempat kos itu?"

"iya, satu-satunya tempat kos di kompleks ini hanya disini!!"

"ta...tapi kenapa terlihat aneh, sih?"

"aneh bagaimana?! Mungkin hanya perasaanmu saja!! Sudahlah! lebih baik kita segera masuk ke dalam dan menemui pemilik kosnya!!" seorang remaja pria terlihat menarik kawannya untuk memasuki wisma yang ada di hadapan mereka. Mereka mulai melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam wisma secara perlahan-lahan.

"de...dekorasinya bagus sekali. Dari luar, ornament-ornamentnya terlihat berseni!! Lihat, ada tamannya juga!! Tuh kan, tidak ada yang aneh!!"

"ta...tapi tetap saja menurutku aneh, Haga!! Eh, ta....tadi plang nama wisma ini apa? Aku belum melihat nama wisma ini....."

"sudahlah, Ryuuzaki!! Nanti pasti pemilik kosnya akan memperkenalkan wismanya pada kita!!" sesosok pria berambut biru muda dan berkacamata serangga itu terus saja menarik kawannya masuk, sampai pada akhirnya mereka terbelalak saat melihat penyambutan di ruang tamu.

"a...apa ini? Bi....binaragawan?!!" Haga benar-benar shock melihat beberapa poster bergambar lelaki berotot besar mulai menyambut penglihatannya. Bahkan Ryuuzaki terlihat semakin pucat dan ingin segera lari dari tempat itu.

"Ha...Haga, se...sebaiknya kita mencari wisma yang lain. A...aku memiliki firasat buruk!! A...aku takut!!"

"ah, kenapa kau begitu penakut?!! Sudahlah, mungkin pemilik kos ini seorang binaragawan!!" tegas Haga. Siapa saja yang melihat kumpulan poster itu pasti mengira bahwa pemilik wisma itu adalah seorang binaragawan. Benar-benar sangat familiar dengan keadaan sebelumnya.

"tapi keadaan ini sangat aneh Haga!! Dari luar, wisma ini terlihat elegant dan minimalis dengan desain ornament yang unik dan berseni dan sekarang, kita disambut oleh poster binaragawan!! Nanti, apalagi yang akan kita dapat?!" perkataan Ryuuzaki memang cukup masuk akal. Haga pun terlihat berpikir keras.

"hmm....lalu kita harus bagaimana? Apa sebaiknya kita….."

"ohohohohohohoh!!! Apa ini? Ouw!! Aku mendapat penghuni kos baru!!"

"huh?!!" dalam sekejap, Haga dan Ryuuzaki terbelalak saat sesosok figur mulai mendekat ke arah mereka. Dan mereka berdua pun langsung menyesali niat mereka untuk menghuni wisma ini. Aura horor semakin menyelimuti mereka. Mereka tak menyadari bahwa mereka telah menginjakkan kaki di sebuah neraka.

"Fuhuhuhuhuhuhu!!! salam kenal, aku Pegasus J. Crawford, pemilik wisma ini. Kuucapkan selamat datang di………wisma Sennen……."

-------FIN-------

Author : terima kasih untuk semua yang telah mereview dan mengikuti cerita ini sampai akhir. Maaf jika updatenya lama. Saya baru saja membuat cerita oneshot sehingga akhirnya chapter terakhir ini menjadi tertunda. Cerita ini tak akan sempurna dan selesai tanpa dukungan dari kalian semua. Saya ucapkan terima kasih banyak. Semoga endingnya tidak terlalu mengecewakan. ^__^

Yami : -_- tanpa basa basi lagi, saatnya balasan review. Maaf jika singkat, halamannya terbatas.

To Vichan91312 :

Yami : hehehe, para menteri emang pada mesum nan laknat. Tapi mereka tak tahu kalo Raja mereka lebih bejat daripada mereka sendiri. Hahahah!! XD *plak* dan Mana emang tukang intip tuh =3= wokeh, arigato reviewnya Vichan!!

To Dika The Winged Kuriboh :

Mana : hihihi....aku jika bicara sepertinya emang blak-blakan Kurii-chan. Lagipula, siapa sih yang tidak mau melihat baginda Raja berated M dengan Yuu-chan ^_^ *plak* hihi, arigato reviewnya, Kurii-chan!! XD

To Sora Tsubameki :

Yugi : wah, syukurlah jika adegan kemarin masih aman dikonsumsi. Author benar-benar klepek-klepek jika dalam hal rated M. Hehehe.....makasih untuk dukungannya kak!! Arigato ne!! ^___^

To coolkid4869 :

Kaiba : coolkid babe!! Huwaaaa!!! I'm back, baby!! XD *plak* itu tuh, Author udh kumarahin tuh babe. Sekarang kita ketemu lagi nih, dear~ hmm, threesome babe? Ama jojonk juga?? Kalo gitu tolong desain sebuah ranjang yang cukup buat kita bertiga ya babe!! I will be waiting, love!! Bye my sweety coolkid!! XD *dibantai ancur-ancuran*

To Uzuchiha No Ryuu Kami :

Yami : o.O woi bro, klo liat lemon jangan dikelas. Ntar tuh kelas banjir darah tuh bro! XD *plak* hahaha!! Mana sekarang jadi gila!! Rated M ku dengan aibou dijadiin puisi!! XD *plak* tetap semangat Ya, Ryuu-kun!!! Lanjutkan perjuanganmu nak!! Ganbatte dan arigato!!! XD

To Shara Serenia :

Bakura : teteh Shara, maafin Aa yang soal kemarin. DX Oh iya, author masih nggak berani buat lemon yang lebih hot. Dia malah klepek-klepek sendiri saat buat lemon ringan kayak kemarin. Dasar payah!! =3= *dibakar Author* arigato lho teh buat reviewnya!! Hiks....good bye teteh!! Lup you pul!! DX *plak*

To Nonohana Kizure :

Mana : huwaaaa!! Aku mau doujin puzzleshippingnya!! Aku mau!! XD *plak* haha, om Peggy mah sampai akhir sepertinya menderita. hihi ternyata ngintip rated M puzzleshipping asoy~ XD *plak* arigato ne Nonohana-san!!! XD

To Uchiha 'Haruhi' Gaje :

Mana : O.O eh? Haru-chan juga nosebleedkah? Ayo kita sumbat hidung kita dengan kaos kaki!! XD *plak* maaf kalo Author tidak membuat lemon full seperti kemarin. Jiwa author saat ini sedang terkontaminasi dengan virus poetic poignant *plak* hehe, wokeh, arigato reviewnya, Haru-chan!! ^_^

To Aihara :

Yami : hehehe, baguslah jika lemon chapter kemarin bisa membuat Aihara-san tepar. Berarti lemon yang kemarin hot donk? XD *plak* arigato reviewnya Aihara-san!!

To ka hime Shiseiten :

Marik : butuh darah? hei Author!! Pereviewmu ada yang kehabisan darah!! cepat segera suplay darah untuknya!! Dasar Author tak bertanggung jawab!!! *diinjek Author* hehe, arigato reviewnya, Ka-san!! XD

To Din-chan :

Yugi : *blush* tau tuh! Author ingin mencoba terobosan baru untuk membuatku yang memulai duluan. Huff!! *pout* iya, Kaiba emang jahat ama Jou. Tapi sepertinya Yami lebih ganas padaku!! Dasar mesum!! *jambakin Yami* arigato reviewnya Din-chan!! ^__^

To Ao-Mido :

Yami : maaf jika updatenya lama, Mido-san!! XD Author waktu itu sedang membuat oneshot jadi chapter ini agak sedikit tertunda. Dasar Author geblek!! *digorok Author* hehe, semoga endingnya tidak terlalu mengecewakan. Maaf jika tak ada lemon ronde selanjutnya. Author benar-benar klepek-klepek. Di oneshotnya juga dibubuhi lemon tuh. O.O *plak* arigato reviewnya, Mido-san!!

To Yuuri Uchiha Namikaze :

Yami : Author minta maaf yang sebesar-besarnya karena tak bisa menyanggupi request dua ronde. Sebenarnya pikiran lemonnya Author sudah dia berikan pada oneshotnya. Semoga chapter ini tidak terlalu mengecewakan Yuu-chan dan Ri. Oh ya, untuk pemanggilan nama Atem, dichapter ini sudah jelas kan? heheh...wokeh, arigato reviewnya ya!! XD

To Sweet Lolipop :

Malik : semoga ending fic ini tidak terlalu mengecewakan loli-chan. Arigato reviewnya loli-chan!!! XD

To Arsy Yugi :

Mana : hihihi, rated M kemarin memang Hot!! Arsy-san mau ikut ngintip bareng saya? XD *plak* klo mau ikut, kita sediain tisu dulu. Hihihi, arigato reviewnya, Arsy-san!! ^_^

To Myuu~chan :

Yami : huahahahaha!! Harusnya sebelum baca chapter kemarin, sediakan tisu. Hehehe.....happy ending? Mungkin iya. Tapi kalau bagi Pegasus mungkin sad ending karena ia ditinggal sendiri. Hehehe, arigato reviewnya Myuu-chan!!

To ArcXora :

Yugi : semangat buat UN-nya ya Xora-san!! Kami akan doakan xora-san semoga UNnya lancar!!! Semoga endingnya tidak terlalu mengecewakan Xora-san!! Arigato n ganbatte ne xora-san!! ^___^

To Alia Hanazakuro :

Yami : eh? Alia kehilangan banyak darah?? o.O jangan khawatir, suply darah akan langsung dikirim oleh Author. Mumpung golongan darah Author O tuh. *plak* sekali lagi, arigato reviewnya Alia!!! XD

To Desiaaah :

Yugi : o.O wah, di fic ini si mokuba emang gak dimunculin Desiaaah-san. Btw, terima kasih buat reviewnya!!

To HaikuReSanoVa :

Yugi : wah ada pereview baru. Terima kasih untuk reviewnya Re!! ^^ hahaha! Jangan sampai mimisan seperti Mana. Sekarang dia semakin gila tuh. O.O sekali lagi, arigato ne!! ^__^

To Yaminokamichama666 :

Yami : eh? Semangat frozz?? O.o wah, kemarin nggak dimasukin ama author, padahal ide bagus tuh. Dan Atem!! Hahahahaha!! Makasih buat namanya ya!! XD jangan sedih gitu donk!! Kita kan satu orang Tem!! XD lebih baik kita digabung aja. Heheheh.....arigato Rei-chan!!! Fansku!! Xd *plak*

To NakamaLuna :

Yami : tak apa-apa nak. Inet dirumah sepertinya lebih baik jika dibakar XD *plak* semoga lemon puzzle di chapter yang lalu bisa memuaskan Luna-san. Arigato reviewnya!!! XD

To Hinaruto Youichi :

Yami : huahahaha!! Membayangkan saya bikin nosebleed? Hehehe, saya emang keren huahahaha!! Xd *narsis* semoga lemon puzzle di chapter sebelumnya tidak terlalu mengecewakan. Arigato reviewnya ya!! XD

To Aljabar tralala :

Yami : huahahaha!!! Keperjakaan Aibou menjadi milikku!! XD *plak* Hehehe, malah aku udah nikah juga di chapter ini o.O *plak* hahahaha!! Om Mana sepertinya semakin menggila dengan YAOI. Wokeh, Arigato reviewnya Tralala-san!! (ganti penname nih?) *plak* XD

To shin2Ashura :

Yami : ehehehe, lemonnya gila? Baguslah kalau begitu XD *plak* endingnya kapan? Ini udh ending. Hehehe, arigato reviewnya ya!! XD

To Bm, Lisa, Devil xXx, Y x Y, Dark-sama dan Pembaca yang lain :

Marik : thank you so much!!! Maaf jika ada yang lupa disebutkan. Hehehehe!! XD

Yami : wokeh, walaupun fic ini tamat, tetap dimohon reviewnya sebagai bahan evaluasi Author dan sebagai salam perpisahan terakhir untuk wisma Sennen.

Pegasus : hiks!! Srrookkss!! Kapan-kapan ayo main ke wismaku yuk!! Ntar aku kasih permen deh!! XD *plak*

Yugi : sekali lagi, terima kasih untuk semua pereview ataupun reader yang memasukkan fic ini dan Author ke kategori favorit. Sampai jumpa di fic Author yang lain!!

Author : akhir kata, Arigato and Ja Ne Minna!!! ^__^