Waiting for Eunhae, D-176 (Hyukjae), D-178 (Donghae)

Title : Park Date

A.I : Non!AU, Fluff, K

.

.

'New Year Date'

.

.

Author's POV

"Kau semangat sekali sepertinya hari ini Donghae-ssi?"

Donghae menoleh, akan tetapi tangannya tidak berhenti membereskan mejanya dan memasukkan beberapa barang ke dalam tasnya. "Eh? Terlihat seperti itu kah?" Donghae balas bertanya dengan seulas senyum yang tak bisa disembunyikannya.

Rekan kerja tempatnya bertugas di Myeongdong Tourist Police Station itu tertawa. "Lihatlah, kau tidak berhenti tersenyum seharian ini. Aku mengerti hari ini kita dapat waktu pulang lebih cepat karena ini masih suasana tahun baru, tapi apakah kau tidak sedikit terlalu gembira untuk itu?"

"Yah, karena aku bukan gembira hanya karena hal itu saja." Donghae mengangkat sebelah tangannya untuk mengusap tengkuknya dengan malu, semburat tipis dapat terlihat di kedua pipinya. "Maksudku, tentu aku gembira karena bisa pulang lebih cepat. Tapi ada alasan lain juga."

"Ah?" sebuah alis dinaikkan dengan mimik candaan. "Apa kau akan pergi kencan hari ini?"

Donghae tidak menjawab, tapi dari wajahnya yang semakin memerah dan tatapannya yang menghindar sambil mempercepat kegiatan packingnya, sang rekan kerja kembali tertawa.

"Wah siapa yeoja beruntung itu?" rekan kerjanya kembali bertanya.

Donghae hanya menggeleng pelan, tapi terlihat seperti menahan tawanya atas pertanyaannya tersebut. Rekan kerjanya mengangkat sebelah alisnya, namun sebelum dia sempat kembali bersuara seseorang yang menggunakan masker putih dan topi hitam memasuki pintu depan. Kepala Donghae yang semula tertunduk menatap tasnya langsung terangkat, melihat ke arah orang yang baru saja datang.

"Hyukkie!" seru Donghae, saat itu juga senyuman yang begitu lebar merekah di wajahnya.

Namja itu menurunkan maskernya dan balas tersenyum. "Hae, sudah boleh pulang?" tanyanya yang dengan singkat dibalas anggukan Donghae. Kemudian dia menyadari rekan kerja Donghae yang terduduk di meja sebelahnya. "Ah, annyeong haseyo."

"Oh annyeong haseyo, Hyukjae-ssi," balasnya. Ini bukan pertama kalinya sang dancer Super Junior datang menghampiri rekan satu groupnya, jadi dia tidak terkejut. "Anggota tentara militer masih libur ya?"

"Ne, kami sedikit lebih beruntung dari kalian," jawab Hyukjae dengan tawa ramah. "Aku baru kembali bertugas akhir minggu nanti."

"Kau mengatakan seolah kami sungguh sial saja," balas rekan kerja Donghae dengan senyuman pahit bercanda. "Kami lumayan beruntung karena bisa pulang cepat!"

"Aku tahu," Hyukjae tersenyum lalu menoleh ke arah Donghae. "Karenanya namja berusia mental lima tahun ini sejak kemarin terus merengek memaksaku menemaninya hari ini."

"Yah!" Donghae memprotes, walau agaknya memang terdengar seperti rengekkan, membuat rekan kerjanya tertawa.

Hyukjae terkekeh, mengacak lembut rambut Donghae. "Sudahlah ayo berangkat?"

Tepat saat itu juga Donghae mensleting tasnya dengan rapat. "Ne, ayo!" Nadanya telah kembali berubah riang. "Aku duluan. Sampai bertemu besok!" serunya pada rekan kerjanya.

"Ah, ne. Sugohaseyo. Sampai besok," balas rekannya.

Dia menatap saat Hyukjae ikut pamit, membungkuk dengan sopan. Dia terus memperhatikan sosok keduanya hingga mereka melewati pintu kaca sebelum kemudian berbalik kembali menghadap mejanya dengan sedikit bingung.

"Hm, bukan kencan ternyata? Kukira dia akan pergi kencan karena melihat reaksinya sebelumnya itu," dia menggumam pada diri sendiri, sebelum kemudian mengedikkan bahunya dengan acuh.

Dia tidak melihat hanya di depan pintu kaca itu, tangan Donghae yang meraih Hyukjae, menyusup ke dalam genggamannya sebelum mereka berjalan sambil saling tersenyum, jemari tertaut.

.

.

"Kenapa kau terus tersenyum seperti itu hm?"

Hyukjae bertanya sambil menoleh ke arah kekasihnya, yang sejak tadi tak berhenti mengulaskan senyuman riang yang menunjukkan gigi gingsulnya.

"Hehe. Karena setelah sekian lama akhirnya kita bisa pergi kencan!" balas Donghae riang, tangan mereka yang tertaut diayunkannya dengan bersemangat, membuat Hyukjae tertawa.

"Yah, kau tidak khawatir ada yang menyadari kita dan melihat kita bergandengan?" Meski begitu, Hyukjae sama sekali tidak ada niat untuk melepaskannya.

"Ani," jawab Donghae ringan. "Fans tahu manager sering menggandengku. Tentu tidak aneh jika mereka melihatmu menggandengku."

"Benar juga." Hyukjae kemudian melirik Donghae dengan tatapan jahilnya. "Kalau dispatch menemukan kita aku hanya tinggal mengatakan bahwa aku hanya menjaga agar bocah lima tahun ini tidak tersesat."

"Yah!"

Hyukjae tertawa. "Aku hanya bercanda." Kemudian dia mengecup kening Donghae singkat.

"H-Hyukkie!" Donghae berujar dengan panik sambil menoleh sekeliling, takut ada yang melihat mereka. Bergandengan mungkin bisa di elak, namun yang satu itu sungguh bisa menjadi peluang untuk skandal.

"Oops," Hyukjae terkekeh. "Maaf aku kelepasan. Tapi sepertinya tidak ada yang lihat."

Donghae menghela napas, meski khawatir sebenarnya merasa cukup senang. Mereka terus berjalan sambil berbincang, dipenuhi dengan candaan dan senyuman yang tak sedetikpun hilang dari wajah mereka. Tak lama, mereka telah sampai di sebuah taman yang terbilang cukup sepi.

"Senang juga rasanya kencan berdua seperti ini," ujar Hyukjae. "Kita tidak perlu membuat manager bersedih sendirian melihat kita berdua."

"Apa boleh buat. Ketika kita sibuk, mereka selalu mengkhawatirkan kita akan pergi melakukan hal bodoh berdua dan mengacaukan schedule," Donghae merenggut tipis.

"Keputusan mereka tidak salah," jawab Hyukjae mengedikkan bahunya. "Tapi bayangkan berapa banyak fans yang sangat ingin bertukar tempat dengannya."

"Kau benar." Sebuah senyuman lebar terlukis di bibir Donghae. "Ngomong-ngomong soal fans, sudah lama kita belum menyapa mereka!"

Hyukjae menaikkan alisnya. "Kau mau menyapa mereka?"

Donghae mengangguk dengan cepat berkali-kali, sungguh terlihat manis, membuat Hyukjae tersenyum.

"Baiklah. Apa kita selca saja?" Hyukjae kemudian berpikir sejenak. "Oh, atau kita bisa merekam video singkat mengucapkan selamat tahun baru dan mem-postnya di instagram. Kau mau?"

Donghae terus mengangguk dan kini bahkan sedikit melompat di posisinya. "Ne! Hyukkie!"

Hyukjae tertawa, mengacak rambut Donghae dengan gemas. "Arra, arra. Hmm, kita duduk di sana?" tunjuknya pada sebuah bangku taman yang kosong.

Donghae tidak menjawab, namun dia telah melesat untuk lebih dulu duduk di atas bangku, merapihkan kembali rambutnya yang kini sedikit berantakan agar terlihat sempurna di kamera. Hyukjae menggeleng pelan dengan seulas senyuman sebelum dia ikut duduk di sisi Donghae, kemudian membuka aplikasi di ponselnya.

Saat Hyukjae mulai memilah aplikasi, Donghae bergerak dengan gelisah di sisinya, membuatnya menoleh dengan bingung. "Ada apa?"

"Ani," Donghae menunduk dengan malu. "Entah mengapa aku merasa sedikit gugup. Mungkin karena sudah lama."

Hyukjae tersenyum. "Sudah, tak usah gugup. Ayo, siap?"

Donghae mengangguk, dan Hyukjae mulai merekam mereka.

"Hana, dul, set…" Hyukjae menghitung sebagai aba-aba. "Annyeong haseyo."

Hyukjae menahan tawanya, menyadari walau dengan hitungannya Donghae masih gagal menyapa bersamaan dengannya. Yah, dia sudah menebak bahwa itu kemungkinan besar memang terjadi, maka hanya dengan santai melanjutkan.

"Annyeong haseyo," sapa Donghae sedikit terlambat. "Selamat tahun baru."

"Selamat tahun baru." Hyukjae segera mengambil alih untuk berbicara. "Ya, tahun baru 2017 sudah datang. Tahun ayam akhirnya datang dan hari kami selesai wajib militer juga semakin mendekat."

"Tidakkah sudah lama?" Donghae berujar pelan dan menatapnya.

Hyukjae tanpa sadar balas menoleh untuk menatap Donghae. "Iya, sudah sangat lama."

Hyukjae tidak tahu pasti, namun sepertinya Donghae terlarut dalam perasaannya sendiri, melihat dari tatapan dalam mata bening berwarna cokelat gelap itu. "Iya, sudah sangat lama. Aku sangat merindukanmu…"

Kalimat itu membuat Hyukjae melupakan bahwa mereka sedang merekam video. Hyukjae juga langsung terbawa perasaan, mengingat hari-harinya terpisah dari Donghae dan merindukannya. Tidak jarang malam hari dilewatinya sambil melihat bulan, bertanya-tanya apakah Donghae baik-baik saja, apakah Donghae tidak kesulitan untuk tidur dan merindukannya.

"…Aku juga sangat merindukanmu…" bisik Hyukjae tulus, tanpa sadar mencondongkan tubuhnya mendekat.

Alih-alih menghindar, Donghae seolah menunggu Hyukjae. Perlahan, dipejamkannya matanya saat Hyukjae akhirnya mengecup bibirnya dengan lembut, dengan penuh sayang. Senyuman mengembang di bibir Donghae saat bibir mereka bertemu, dan Hyukjae ikut merasakan perasaan hangat dan bahagia di dalam dirinya. Beberapa detik kemudian Hyukjae menarik diri dan melepaskan ciuman mereka.

"Aish… Sekarang kita harus memotong videonya," bisiknya. Meski begitu senyuman di bibirnya menandakan bahwa sebenarnya dia sama sekali tidak keberatan.

Donghae tertawa pelan, tawanya terdengar begitu bahagia. "Kau berkata seolah kau menyesalinya."

"Tentu tidak," Hyukjae kembali mencuri kecupan singkat di bibir itu, sebelum kembali menoleh ke arah kamera. "Ah ayo kita harus menyelesaikan ini, tanganku mulai pegal."

"Mm," Donghae mengiyakan.

"Sekarang tahun baru telah tiba, sudah lama kalian menunggu. Kami akan segera kembali pada kalian dengan cepat!" Hyukjae berujar seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya.

"Selamat tahun baru," Donghae ikut berucap, mulai mengakhiri video mereka.

"Jaga kesehatan, sampai jumpa. Aku mencintai kalian!"

"Aku mencintai kalian!" Donghae ikut berujar sebelum Hyukjae mengakhiri videonya.

"Ah sepertinya itu cukup bagus." Hyukjae memindahkan ponselnya ke tangan satunya dan merenggangkan tangannya yang mulai merasa pegal. "Sekarang, untuk mengedit bagian itu…"

"Bagaimana kalau tidak usah kita edit?" gurau Donghae kembali tertawa kecil.

"Kau ingin melihat fans kita berjatuhan hm?" Hyukjae tidak bisa menahan rasa gemasnya dan mengecup puncak hidung Donghae.

Donghae mengedikkan bahunya, masih dengan senyuman di bibirnya. "Mereka terlihat lucu ketika sedang histeris karena kita."

"Mm, kuakui itu memang cukup lucu," balas Hyukjae. "Tapi reaksi dispatch tidak akan lucu."

Donghae mengkerutkan hidungnya. "Kau benar. Baiklah, edit itu."

Hyukjae hanya tertawa, mengedit video mereka dengan salah satu aplikasi pada ponselnya yang sejak dulu digunakan untuk menutup kejadian-kejadian serupa seperti barusan. Setelah selesai dia mencoba memutarnya kembali, mengangguk setelah puas dengan hasilnya.

"Aku juga mau," pinta Donghae saat dia melihat Hyukjae hendak mem-postnya.

"Ah? Baiklah, nyalakan bluetoothmu."

Hyukjae kemudian mengirimkan video tersebut. Mereka kemudian merencanakan waktu mem-postnya, dan akhirnya setuju untuk mem-post video tersebut secara bersamaan. Jiwa perfeksionis Hyukjae tidak mengizinkan mereka untuk mem-post hal yang sama tanpa variasi, maka dia menambahkan filter pada video miliknya. Setelah hitungan ketiga, mereka mem-postnya di waktu yang sama dan memperhatikan bagaimana bagian comment segera meledak dengan ekspresi histeris fans.

"Lihat? Mereka lucu sekali," Donghae kembali tertawa kecil dengan riangnya, membaca setiap comment yang masuk baik di Instagram maupun Twitternya dengan serius.

Hyukjae hanya menggeleng pelan sambil tersenyum. Walau dia juga merasa reaksi semua orang lucu, saat itu dia terlalu terpana memperhatikan ekspresi Donghae yang kini terlihat begitu cerah. Senyuman di bibir tipis itu tak berhenti terulas. Hyukjae tak kuasa menahan diri dan melihat sekeliling, sekali lagi memastikan mereka masih aman tak terlihat dari mata-mata orang umum dan mengecup lembut pipi Donghae.

Donghae tidak mengalihkan pandangannya dari ponsel miliknya, namun semburat merah tipis di pipinya membuat Hyukjae tahu bahwa kecupannya cukup berefek. Hyukjae pun tersenyum.

Aku juga sangat, sangat merindukanmu.

.

.

.

.


Inspired by Eunhae's instagram update on January 4th by the request from Riez :)

I actually had this idea from then, but is still mulling over Snow Drops and rechecking and re-rechecking and re-re-rechecking and- /slap

Anyway! The video cut was realy suspiscious because it's cut soon after Donghae said he missed Hyuk with that dreamy eyes, really you two tell us what actually happened! XD

Oh iya ngomong-ngomong, aku mempost drabble series baru berjudul FWP / Fluff Without Plot. Monggo di cek bagi yang belum :D

Snow Drops sendiri sudah rampung, yang belum baca twitterku, bookmarknya juga sudah selesai. Tinggal menunggu cetak lusa, kemudian setelah tutup PO dan cetak selesai (seharusnya sih cepat) akan langsung di kirim. PO masih ada seminggu lagi, nanti infonya akan kusertakan di link di bawah ya!

.


Sekarang balas review dulu~

Leenahanwoo : omg itu kelewatan wkwkwk. Mungkin karena terjemahin langsung jadi rada ga mikir… Itu kata-kata aslinya apa ya…

elpeuuuuuu : lah galau kenapa XD ini kan cerita fluff XD gomawo udah pesen! Semoga nanti suka ya, ditunggu sedikit lagi sampai bukunya mendarat di rumah hehehehe

alviera marisha : yupp. Aku di ruko Pasar Mandiri tepatnya XD

SERRA : sama-sama! Semoga suka :D

eunhaeboo : aku mah polossss~ aw bagus deh kalau suka meski cheesy hehehe

reni. t : gomawooooo~ IB ga akan ku bukuin memang, cuma sepertinya bakal ku tulis ulang karena aku rada gabetah baca depannya berantakan sekali ;_; . Rencananya sih aku mau mulai nyelesaiin semua ficku yang belum tuntas setelah urusan fanbook kelar semua nanti, termasuk IB. seperti yang kusebut IB mungkin kutulis ulang dari awal, tapi kayaknya yang versi 'baru'nya itu nanti ku post di wattpad, baru aktifin kemarin ahaha. Yang disini akan tetap kutamatin juga, cuma bagian awalnya gak kuubah. Sayang kalau semua review ilang, sebagai kenang-kenangan juga hehe. Amiiiin dan gomawo udah pesen Snow Drops nya, semoga nanti kamu suka! :D


.

Fanbook pertamaku Snow Drops, hanya satu buku untuk full story, dengan tebal +-300 halaman. Tutup PO tanggal 25 Januari 2017. Pemesanan saat PO akan mendapat benefit berupa poster dan photo card Eunhae. Setelah tutup PO tidak akan ada PO kedua. Akan ada ready stock, namun tidak akan mendapat benefit. Semua info lebih lanjut bisa dilihat disini:

sunrifanfictions.#wordpress.#com/2016/12/26/my-first-fanbook-snow-drops/

(hilangkan tanda #)

Juga, semua celotehanku tentang isi – proses pembuatan Snow Drops ada pada post setelahnya!

.


Mind to RnR? :D