Di salah satu ruangan vip di salah satu kafe terkemuka, kyuhyun dan emma sedang duduk berdua di ruangan tertutup itu. Hanya terdapat beberapa botol minuman alkohol yang dipesan oleh emma. Ingin sekali tadi kyuhyun menolak ajakan emma, tapi disisi lain kyuhyun ingin tau apa yang emma ingin bicarakan dengannya.
" Aku mau minta maaf kyuhyun sshi, aku rasa gara-gara aku hubungan kalian jadi berantakan" ucap emma dengan wajah pura-pura menyesal
" Tidak apa, unnie tidak perlu merasa bersalah begitu"
" Lalu apa hubungan kalian akan berakhir?" tanya emma tanpa sungkan
" Kami sedang dalam masa introspeksi diri unnnie" jawab kyuhyun
" Kau tidak minum kyuhyun sshi? Aku susah memesan satu botol red wine terbaik di tempat ini" ucap emma
" Ah aku lupa, kalau kau tidak bisa minum alkohol. Aku baru ingat sewaktu siwon oppa melarang pelayan untuk menuangkan wine ke gelasmu. Kau sungguh seperti anak kecil kyuhyun sshi, padahal di usiamu yang sekarang ini harusnya sudah berapa banyak minuman yang sudah kau coba. Pantas saja siwon oppa sangat memanjakan mu karena kau seperti anak kecil, bahkan untuk minum alkohol saja tidak bisa" ucap emma yang sengaja menyudutkan kyuhyun
Kyuhyun menjadi sedikit kesal karena di sudutkan oleh emma saat ini, tapi mencoba sedikit bersabar karena ingin mengetahui dan juga kyuhyun sedang mengamati seperti apa emma yang sebenarnya.
" Aku memang tidak terbiasa minum karena takut keesokan harinya aku akan sakit parah, karena itu aku menghindari minuman beralkohol" sahut kyuhyun berusaha tenang
" Tentu saja setiap orang yang minum akan langsung merasa sakit keesokan harinya karena terlalu banyak minum. Sepertinya selera siwon oppa untuk mencari pengganti diriku jauh dari bayangan ku sebelumnya. Aku kira dia mungkin satu profesi seperti diriku atau pengusaha seperti siwon oppa atau wanita cantik lainnya, ternyata hanya seorang anak kecil yang ketakutan berhadapan dengan minuman alkohol seperti ini karena takut mabuk dan sakit esok harinya. Menggelikan.. hahahahahaha" ejek emma yang semakin membuat kyuhyun semakin memanas
Merasa semakin disudutkan, tangan kyuhyun segera bergerak menuju gelas yang sudah diisi oleh red wine di depan matanya. Dengan sekali teguk kyuhyun menghabiskan red wine di hadapan emma lalu memperlihatkan gelas kosong tersebut pada emma
" Aku sebenarnya kasian padamu emma unnie" ucap kyuhyun tiba-tiba
" Apa maksudmu dengan kau kasian padaku?" tanya emma tidak mengerti
" Unnie jauh-jauh datang dari paris hanya untuk berperang melawan ku, yang menurut unnie aku adalah seorang anak kecil? Berusaha semampu unnie untuk mendapatkan kembali cinta siwon oppa yang sudah unnie buang seperti sampah, lalu setelah unnie tau kalau sampah itu adalah sebuah permata yang sangat bernilai harganya, unnie ingin mengambilnya kembali. Tapi sayang sekali, permata itu sudah mempunyai pemilik yang baru dan permata itu lebih memilih pemilik barunya di banding pemiliknya yang lama" ucap kyuhyun
" Apakah unnie sempat berfikir sejauh mana siwon oppa menderita selama bertahun-tahun karena unnie? Karena ingin melupakan unnie, siwon oppa seperti gunung es yang tajam hingga tidak ada orang yang bisa mendakinya. Beberapa tahun yang lalu siwon oppa memang sangat mencintai unnie, itu sebelum aku datang dalam kehidupan siwon oppa. Tapi sekarang siwon oppa sudah tidak mencintaimu lagi unnie, sekarang dia hanya mencintaiku"
" Unnie seorang model terkenal di paris, seorang wanita yang cantik dan menawan, juga berkelas, tapi hanya karena ingin merebut kembali cinta siwon oppa, sampai-sampai unnie harus merendahkan harga diri unnie dan menggunakan cara yang menurutku cukup kekanakan dengan cara mengadu domba kami. Sekarang, siapa yang bertingkah seperti anak kecil emma unnie?" ucap kyuhyun dengan senyuman evilnya
" Ka.. Kauuu.. sungguh kurang ajar pada yang lebih tua eoh?" emma menjadi emosi dan berdiri dari tempat duduknya
" Aku tidak kurang ajar unnie, hanya ingin mengutarakan pendapatku saja" sahut kyuhyun santai
" Pergi kau dari sini! Dasar wanita tidak tau sopan. Pergi kau!" usir emma dengan nafas yang tidak beraturan karena menahan emosi
" Baiklah unnie, aku pergi sekarang. Selamat malam unnie" pamit kyuhyun segera beranjak dari tempat itu
Setelah kyuhyun dari tempat itu, kyuhyun langsung mengehela nafas lega, karena jujur saja dia sangat takut tadi. Dirinya benar-benar tidak menyangka bisa berani mengeluarkan kekesalan yang ada di hatinya sejak tadi. Karena hari sudah cukup malam, kyuhyun segera pulang dengan taxi dan di tambah lagi kepala kyuhyun juga cukup sakit karena baru saja minum red wine sampai habis.
" Kyunnie, darimana saja kau jam segini baru sampai? Kau kelihatan lebih hancur di bandingkan kemarin kyunnie, apa yang terjadi?" tanya changmin khawatir
" Aku baru saja bertemu dengan wanita itu Minnie-ah" sahut kyuhyun lesu dan menahan rasa sakit kepalanya
" Kau nekat kyunnie, sudah tau wanita itu menyeramkan masih saja bertemu dengannya. Aku mencium bau alkohol di nafasmu, apa kau baru saja minum alkohol?" ucap changmin
" Hanya segelas min, itu juga karena situasi yang membuatku tersudut" ucap kyuhyun
" MWO? Aishhh kyu, kau tau kan kalau kau itu alergi alkohol tapi kenapa masih nekat begini sih?" ucap changmin frustasi
" Hanya segelas min, aku rasa harusnya tidak akan parah"
" Cepat istirahat, aku tidak ingin besok kau tambah parah" ucap changmin
" Iya min, kepalaku juga sudah cukup sakit daritadi di taxi" ucap kyuhyun yang berjalan sambil di papah oleh changmin
Kyuhyun berusaha untuk tidur walaupun kali ini tubuhnya sedang merasa tidak enak. Tidurnya menjadi lebih gelisah di banding yang kemarin, ditambah lagi kepalanya sakit melebihi yang tadi dan nafasnya menjadi cukup sesak. Kyuhyun sudah berusaha memejamkan matanya, membolak-balikkan badannya tapi tetap saja tubuhnya merasa tidak enak
" Kau tidak bisa tidur kyunnie?" tanya changmin yang tiba-tiba masuk ke kamarnya
" Hmmm.." hanya dengungan suara kyuhyun sebagai jawabannya
Dinyalakannya lampu kamar kyuhyun, lalu changmin berjalan mendekati ranjang kyuhyun, lalu menempelkan tangan changmin ke kening kyuhyun
" Kau demam kyunnie, dan wajahmu sudah mulai memerah karena alergi mu. kita ke rumah sakit saja yah" ucap changmin
" Tidak perlu min, kalau hanya demam dan merah-merah aku rasa besok pagi juga bisa hilang" tolak kyuhyun
" Aku ambil kan obat demam dulu yah" ucap changmin
" Tidak perlu Minnie-ah. Kau tidak perlu repot—repot. AKu hanya ingin istirahat saja, tubuhku sudah sangat lelah min, semakin aku menjauh dari siwon oppa, aku semakin merindukannya. Apa yang harus aku lakukan Minnie-ah? aku baru sadar kalau aku sangat membutuhkan dirinya Minnie-ah" ucap kyuhyun sambil menangis
" Jangan menangis kyunnie. Sebaiknya kau segera tidur, istirahatlah aku akan menemani mu sampai kau tidur" ucap changmin sambil menghapus air mata kyuhyun yang masih mengalir di pipi kyuhyun
Kemudian kyuhyun memejamkan matanya di sela air matanya yang masih mengalir. Berusaha untuk bisa tertidur tanpa kehangatan dari tubuh siwon, berusaha agar bisa beradaptasi tanpa adanya siwon disisinya.
Semakin malam kondisi kyuhyun semakin memburuk. Nafasnya semakin bertambah sesak hingga kesulitan bernafas, bahkan dadanya juga ikut terasa sakit sekarang ini hingga kyuhyun harus bangun dari tidurnya dan segera duduk di ranjangnya, bahkan dapat dilihat oleh dirinya kalau tangannya sudah memerah. Sudah tidak ada changmin saat ini jadi kyuhyun harus sesegera mungkin memanggil changmin untuk meminta bantuan. Mau tidak mau kyuhyun menghubungi ponsel changmin, padahal kamar mereka bersebelahan.
" Drrtt.. drrrtt.. drrrtttt" ponsel changmin bergetar
" Drrrttt.. Drrrttt.. Drrrttt…"
" Ck! Siapa sihhh ganggu aja! Aku baru tidur tau !" oceh changmin
" Kyuhun? Mau apa anak itu menelpon segala padahal kamarnya kan di sebelah?" ucap chagmin masih dengan mata sayu
Satu detik… dua detik.. tiga detik…
" KYUHYUN! aishhh.. aku sampai lupa dia sedang sakit.. " segera changmin loncat dari ranjangnya dah berlari ke kamar kyuhyun
" BRAK!" changmin langsung membuka kasar pintu kamar kyuhyun
" Kyunnie, kita ke rumah sakit sekarang" ucap changmin langsung menggendong kyuhyun secara bridal style
Dengan kecepatan tinggi changmin mengemudikan mobilnya, untung saja ini sudah subuh jadinya hanya segelintir mobil saja yang ada di jalanan, jadi changmin bisa mengendari mobilnya seperti sedang balapan formula one. Nafas kyuhyun sangat cepat. Kyuhyun terus memegangi dadanya yang terasa sakit
" Bersabarlah kyunnie, kita sudah mau sampai.. bertahanlah" gumam changmin sambil sedikit melirik kearah kyuhyun yang sedang berusaha bernafas
Changmin cukup ketakutan saat ini, kyuhyun kesakitan di hadapannya. Persoalan kyuhyun belum selesai, sekarang di tambah dengan kyuhyun yang mendadak sakit seperti ini, membuat changmin mau tidak mau ikut frustasi
" SIAPA SAJA TOLONG AKU!" teriak changmin begitu sampai di UGD rumah sakit
Mendengar teriakan changmin yang kencang, tentu saja membuat perawat dan dokter jaga segera berlari sambil membawa ranjang pesakitan untuk kyuhyun. langsung saja changmin yang menggendong kyuhyun ala bridal style segera menaruh kyuhyun di ranjang itu. Dengan segera perawat dan dokter mendorong kyuhyun masuk ke ruangan kamar UGD
" Maaf tuan, silahkan tunggu di luar" cegah suster
Changmin tidak dapat protes, karena itulah prosedur rumah sakit. Keluarga pasien tidak boleh masuk ke dalam karena dapat menggangu ruang gerak suster dan dokter disana untuk membantu kyuhyun. Kira-kira tujuh menit mereka membantu kyuhyun, akhirnya salah satu dokter keluar dari balik gorden ruang UGD tersebut
" Masa kritisnya sudah lewat tuan, nafasnya sudah kembali normal tapi walaupun begitu kami tetap harus memantaunya, karena itu kami sarankan agar pasien rawat inap selama beberapa hari sampai sakitnya kembali normal. Saya mohon diri dulu" ucap dokter
" Terimakasih dokter" ucap changmin
Kelegaan jelas terpampang di wajah changmin. Tanpa berlama-lama segera changmin masuk ke dalam dan melihat kyuhyun yang sudah tertidur pulas dengan masker oksigen dan selang infus yang tertusuk di tangannya. Sungguh sangat lega saat ini bagi changmin.
" Kau hampir membuat ku mati berdiri kyunnie. Sudah berkali-kali ku ingatkan jagan pernah menyentuh minuman alkohol, tapi kau tetap nekat hingga membuatmu seperti ini" ucap changmin sambil memandang wajah kyuhyun yang tertidur
Tak lama dari itu, kyuhyun di bawa ke ruang rawat dan changmin masih tetap setia mendampingi kyuhyun. Changmin memutuskan untuk istirahat di rumah sakit saat ini karena tubuhnya juga cukup lelah hari ini, jadi sangat tidak memungkinkan untuk kembali ke apartment miliknya. Hanya beberapa jam changmin tertidur, kemudian changmin melihat kyuhyun yang masih tertidur pulas masih dengan masker oksigen yang terpasang di wajahnya, melihat kyuhyun yang masih nyenyak tidurnya, segera changmin mengendari mobilnya dan segera kembali ke rumah nya hanya sekedar untuk mandi, mengganti pakaiannya dengan yang baru lalu segera melaju ke suatu tempat yang harusnya changmin datangi sejak beberapa hari yang lalu
" Aku ingin bertemu dengan Choi siwon, katakan padanya kalau shim changmin datang berkunjung" ucap changmin pada salah satu pelayan di rumah siwon
" Mohon tunggu sebentar tuan" ucap pelayan lalu bergegas menuju ke ruang makan
" Maaf mengganggu tuan, di luar ada pria yang bernama shim changmin datang ingin menemui tuan" lapor pelayan itu
" Changmin? mau apa dia kemari? Baiklah, suruh dia masuk aku akan segera menyusul" ucap siwon
" Baik tuan"
Changmin dipersilahkan duduk di ruang tamu siwon dan tak lama siwon pun muncul dari dalam
" Ada apa changmin-ah pagi-pagi menemuiku?" tanya siwon
" BUK!" tanpa basa basi changmin langsung memukul wajah siwon hingga siwon mundur beberapa langkah
" Apa yang kau lakukan shim changmin?! Kenapa kau memukul diriku? Kau sudah gila!" Ucap siwon seraya menghapus darah yang keluar dari ujung bibirnya
" Kau bilang aku gila? Kau yang sudah gila! Gara-gara masa lalu mu membuat kyuhyun terbaring lemah di rumah sakit" ucap changmin frustasi
" Apa maksudmu? Jangan bercanda shim changmin! Kemarin kami bertemu dia masih baik-baik saja" ucap siwon tak percaya
" Kemarin dia bertemu dengan emma, dan aku tidak tau apa penyebabnya hingga dia sampai berani minum alkohol hingga menyebabkan alerginya kambuh. Semalam aku membawanya ke rumah sakit karena kondisinya sudah cukup parah"
" Aku sendiri sangat ketakutan melihat kyuhyun kemarin, aku takut dia akan meninggal karena kesulitan bernafas" jelas changmin dengan wajah yang sangat sedih dan frustasi
Mendengar penuturan changmin, membuat tubuh siwon menjadi lemas. Segera siwon berjalan ke arah sofa dan duduk sambil memijat kepalanya pelan
" Lalu bagaimana dengan keadaan kyuhyun sekarang?" Tanya siwon pelan
" Sudah stabil. Saat aku meninggalkannya di rumah sakit kyuhyun sudah tertidur. Perlu kau ketahui, selama kalian mengalami masalah, kyuhyun tinggal bersama ku" ucap changmin
" Mwo? Tapi waktu itu kau..."
" Waktu hyung menghubungi aku, kyuhyun masih belum datang ke tempatku jadi jangan berfikir aku membohongi mu hyung" jelas changmin seolah tau jalan fikiran siwon
" Cepat selesaikan masalahmu hyung, selama hyung belum menyelesaikannya, jangan harap hyung dapat melihat kyuhyun seujung kuku pun karena aku tidak akan mengijinkannya. Selama dia tinggal di rumahku, aku melihat raut wajah kesedihan tapi dia berusaha untuk tetap tegar. Tiap malam ketika aku mencoba melihat ke kamarnya untuk melihat keadaannya, aku selalu melihat kyuhyun tidur dengan keadaan gelisah " jelas changmin
" Aku sudah menduga akan hal itu. Aku memang berniat untuk menyelesaikan masalah ini dengan cepat. Changmin-ah, aku minta tolong padamu agar menjaga kyuhyun selama aku tidak disisinya" ucap siwon
" Tanpa kau minta pun aku pasti akan menjaganya hyung. Aku harus kembali ke rumah sakit hyung, aku tidak tenang meninggalkan kyuhyun sendirian di rumah sakit" pamit changmin
" Iya, segeralah kembali ke rumah sakit. Aku akan mencarimu jika urusan ku sudah selesai changmin-ah" ucap siwon
" Ya hyung. Aku percaya padamu kau pasti bisa menyelesaikan masalahmu segera. Aku pergi hyung"
Saat di kantor, siwon menjadi kurang fokus bekerja. Tangannya tidak sibuk melihat lembaran-lembaran pekerjaan seperti biasanya. Siwon hanya menyandarkan dirinya di kursi kerjanya dan menutup kedua matanya untuk menghilangkan penat di kepalanya
" Siwon-ah" panggil yesung
Tidak ada respons dari siwon..
" Siwon-ah"
" Choi Siwon!" Ulang yesung sedikit menaikkan suaranya
" Oh hyung, kapan kau datang?" Ucap siwon
" Sudah daritadi aku memanggilmu, tapi kau tidak sadar. Bagaimana tentang masalahmu?" Tanya yesung
" Hei kenapa dengan wajahmu? Habis berkelahi dimana kau?" Tanya yesung
" Tadi changmin datang ke rumah ku dan memukul ku hyung" jelas yesung
" Bagaimana bisa? Ceritakan padaku" ucap yesung
" Dia datang dan memberitahuku kyuhyun sakit. Kemarin setelah menemui ku, ternyata kyuhyun bertemu dengan emma dan aku tidak tau apa yang mereka bicarakan. Disana kyuhyun minum alkohol dan aku juga baru tau kalau dia mempunyai alergi. Sekarang kyuhyun berada di rumah sakit karena alerginya memburuk. Changmin melarangku untuk menemui kyuhyun sebelum masalah kami selesai" jelas siwon
" Lalu apa hasil pembicaraan mu dengan kyuhyun?" Tanya yesung
" Kyuhyun ingin menunda pernikahan kami hyung. Aku sudah menolaknya, tapi sepertinya kyuhyun membutuhkan waktu sekarang ini" jelas siwon
" Jangan menyerah siwon-ah, asal kau bisa mengembalikan kepercayaan dan berhasil meyakinkan kyuhyun kalau kau sangat mencintainya kurasa kyuhyun akan kembali padamu. Jangan buang waktumu lagi" ucap yesung memberi semangat
" Aku tau hyung. Aku akan segera menghubungi emma secepatnya, walaupun aku sama sekali tidak menginginkannya. Wanita itu benar-benar merusak kehidupanku. Dulu emma yang merusak masa lalu ku, sekarang dia juga yang merusak masa depanku" keluh siwon
" Kalau begitu sore nanti aku akan menjenguk kyuhyun bersama dengan wookie. Aku akan menghubungi changmin untuk menanyakan dimana kyuhyun dirawat. Aku akan memeberitahu mu nanti bagaimana keadaan kyuhyun " ucap yesung seraya keluar dari ruangan siwon
Sementara itu di rumah sakit, kyuhyun masih tertidur disaat changmin sudah kembali dari rumah siwon. Changmin cukup lega setidaknya saat dia kembali keadaan kyuhyun masih cukup stabil, walaupun masih terlihat kalau kulitnya masih terdapat rona kemerahan di wajah dan di tangannya yang tertutup oleh baju rumah sakit dan masker oksigen masih terpasang di wajah kyuhyun
" Tidurmu lama sekali kyunnie. Tapi baguslah, beberapa hari ini aku perhatikan kau sulit tidur. Istirahatlah kyunnie" gumam changmin
" Nngggg" terlihat kyuhyun sudah mulai tersadar dari tidurnya dan berusaha membuka matanya perlahan
" Bagaimana tidurmu kyunnie?" Tanya changmin pelan
" Nyenyak sekali" jawab kyuhyun masih lemah
" Aku akan panggilkan dokter yah, kau tunggu disini" ucap changmin
Hanya anggukan kecil yang kyuhyun berikan karena dirinya masih merasa lemas setelah siuman dari tidurnya dan masih ada efek obat dalam diri kyuhyun. Sedangkan di tempat lain, nampak siwon sedang berada di kona beans duduk seorang diri menunggu kedatangan emma yang tak kunjung datang. Sudah lima belas menit siwon menunggu emma
" Maaf oppa aku terlambat, tadi jalanan cukup macet" jelas emma dan langsung duduk di hadapan siwon
" Aku sangat senang sekali menerima telpon darimu oppa dan mengajakku untuk bertemu disini" ucap emma
" Beritahu padaku apa yang kau bicarakan dengan kyuhyun kemarin" ucap siwon tanpa basa basi
" Huh.. ternyata anak itu langsung mengadu padamu. Benar-benar seperti anak kecil yang mengadu pada orang tuanya. Kami hanya berbicara biasa pada awalnya, tapi lama kelamaan anak itu menjadi sangat menyebalkan" ucap emma dengan nada kesal mengingat kejadian waktu itu
" Bukan kyuhyun yang memberitahu ku akan pertemuan kalian, jadi jaga bicara mu emma sshi. Aku rasa sudah cukup perbuatan mu selama ini untuk menghancurkan hubungan kami"
" Ini tiket ke paris untuk besok, ambillah" ucap siwon sambil menyerahkan selembar tiket dengan tujuan paris di atas meja
" Aku akan kembali ke paris, tapi bersamamu" ucap emma
" Tidak akan pernah! Aku tidak akan kemana-mana bersama mu emma sshi, tempatku disini bersama dengan kyuhyun yang sebentar lagi akan menjadi istriku kelak" ucap siwon
" Kau yakin sekali kalau kyuhyun masih mau bersama denganmu oppa setelah kau dengan terang-terangan membohongi dirinya hanya untuk bertemu denganku. Ingat oppa, semua wanita di dunia ini tentu saja akan merasa cemburu dan marah jika kekasih hatinya berbohong hanya untuk bertemu dengan mantan kekasihnya, maksudku mantan tunangannya, di tengah malam, berdua, dan di hotel, lalu berciuman" ucap emma dengan senyum evilnya
" Memang aku bersalah akan hal itu, tapi aku akan melakukan segala cara dan usaha untuk segera mendapatkan kembali hati dan cinta kyuhyun kembali" yakin siwon
" Kau yakin anak itu masih mau memaafkan mu setelah apa yang telah kau perbuat padanya?" sahut emma meremehkan
" Tentu saja! Kyuhyun sangat mencintai ku, dia tidak bisa hidup tanpa diriku karena dia sudah terbiasa melewati hari-harinya bersama denganku, kyuhyun juga sudah terbiasa merasakan sentuhan-sentuhan yang aku berikan pada dirinya. Walaupun hubungan kami belum terlalu lama, tapi kami berdua saling membutuhkan satu sama lain. Kyuhyun mampu mengisi hari-hari ku yang kosong dan beku setelah di buang oleh dirimu" jelas siwon
" Aku rasa dirimu tidak waras oppa, seleramu sungguh menurun sekali semenjak kita berpisah. Aku sudah bertemu dengannya berkali-kali, tapi tidak ada yang special dari dirinya. Wanita itu tidak cantik, cara makannya saja tidak ber-etika, bicaranya cukup kasar, dan yang terpenting dia tidak berkelas seperti mu oppa. Apa kau tidak malu mempunya calon istri yang seperti itu?" ucap emma menyudutkan kyuhyun
" Aku rasa kau hanya iri dengan kyuhyun saat ini emma sshi" ucap siwon tenang
" Apa maksudmu oppa? jangan seenaknya kau bicara! Mana mungkin aku iri dengan wanita yang seperti itu" ucap emma sedikit emosi
" Dari cara bicaramu lah yang membuatku mengambil kesimpulan seperti itu. Kyuhyun adalah wanita yang sangat polos. Walaupun dia tidaklah secantik dirimu, tapi dia adalah wanita yang mampu membuat semua mata pria jatuh dalam pesona dirinya, termasuk diriku yang sudah jatuh dalam pesona kyuhyun hingga tidak bisa untuk keluar dari pesonanya. Keluguan dan kepolosan yang dimiliki oleh kyuhyun, mampu memikat hati pria manapun dan dari situlah kecantikan kyuhyun terpancar dengan sendirinya tanpa perlu menggunakan make up tebal atau pakaian yang mahal untuk mempercantik dirinya" jelas siwon
" Seharusnya aku mengucapkan terimakasih padamu emma sshi" ucap siwon dengan senyuman
" Maksud mu apa oppa?"
" Karena apa yang telah kau lakukan pada hubungan kami, berusaha memisahkan kami hingga membuat kami berjauhan, aku baru merasakan arti kyuhyun dalam hidupku. Dia sudah terlalu banyak merasuk dalam diriku. Tanpa kehadirannya beberapa hari ini, membuatku kesulitan untuk bernafas, tidak bisa berdiri tegap dan tubuhku serasa tidak mempunyai jantung lagi untuk berdetak, karena kyuhyun adalah oksigen untukku bernafas, kyuhyun adalah tulang rusukku hingga aku bisa berdiri dengan tegap, kyuhyun adalah jantungku hingga aku dapat merasakan kehidupan. Bagimana aku bisa melajutkan hidupku kalau bagian yang terpenting dalam diri manusia sudah pergi" jelas siwon lagi
" Kembalilah ke paris emma sshi, lanjutkan karir mu yang cemerlang itu, lanjutkan hidupmu. Aku yakin di luar sana masih ada pria yang lebih baik dariku, yang mampu mengerti akan dirimu dan profesi mu" ucap siwon dengan bijak
" Tapi aku hanya mau dirimu oppa, aku mencitaimu" sahut emma dengan berurai air mata
" Maaf emma sshi. Jiwa dan ragaku sudah menjadi milik kyuhyun seorang. Aku tidak bisa hidup tanpa dirinya, begitu pun sebaliknya. Kami saling membutuhkan satu sama lain. Saat ini kyuhyun membutuhkan diriku, dia sedang berada di rumah sakit karena alergi nya akan alkohol. Aku tidak mau mengecewakan dirinya untuk kedua kalinya. Kumohon mengertilah emma sshi. Kau adalah wanita yang baik dan mempunyai perasaan emma sshi. Jadi jangan karena rasa iri dihatimu, kau berubah menjadi seperti ini" jelas siwon
" O.. oppa.. "
" Mianhe emma sshi, aku tidak bisa lagi membalas perasaan mu. Rasa cinta ku padamu sudah terkubur dalam-dalam semenjak hubungan kita berakhir. Saat ini aku tidak mempunyai perasaan apapun padamu. Jadi kumohon mengertilah emma sshi" ucap siwon
" Tidak ada lagi yang mau aku bicarakan. Ini adalah pertemuan terakhir kita, jadi kumohon jangan pernah lagi muncul di hadapan ku atau kyuhyun lagi. Aku permisi" ucap siwon lagi lalu berjalan meninggalkan emma yang masih menangis
" GREB!" tiba-tiba emma menahan tangan siwon yang hendak pergi
" Mianhae oppa. Jeongmal mianhae" ujar emma masih sambil menangis dan sedikit mendongak keatas untuk melihat siwon
" Aku memaafkan mu emma sshi. Kumohon janganlah kau menyiksa dirimu seperti ini" ucap siwon tanpa melihat kea rah emma lalu melangkahkan kakinya keluar dari kona beans
Di rumah sakit, kondisi kyuhyun sudah berangsur membaik tapi dokter masih memperbolehkan kyuhyun untuk segera pulang karena terkadang kyuhyun masih merasa nafasnya masih sesak. Masker oksigen yang tadi menutupi wajahnya diganti hanya menggunakan selang oksigen. Kyuhyun yang daritadi hanya terbaring saja di ranjang, akhirnya memilih untuk duduk dan menonton tv sambil mencari-cari channel yang bagus menurutnya
" Berhentilah memencet tombol kyunnie, kau membuatku pusing tau. Aku jadi tidak bisa focus nonton" oceh changmin
" Habis acaranya tidak ada yang menarik menurutku" sahut kyuhyun
" Lebih baik kau istirahat sekarang"
" Tidur lagi? Tidak mau! Kau saja yang tidur. Seharian ini aku sudah banyak tidur malah rasanya sekarang ini aku ingin lari-lari mengelilingi rumah sakit" ucap kyuhyun asal
" Kalau kau lakukan itu, yang ada kau akan di kejar-kejar oleh suster dan dokter lalu kau di ikat di ranjangmu dan tidak akan pernah lagi bisa bergerak kyunnnie. Diam seterusnya di ranjang sampai di perbolehkan untuk pulang" ucap changmin dengan senyum evilnya
" Kau ini sungguh menyebalkan shim changmin" oceh kyuhyun lagi
" Kyunnieeeeee" teriak wookie begitu masuk ke ruangan rawat kyuhyun
" Wookie unnie, yesung oppa? senangnya kalian datang, aku sudah bosan di temani oleh Minnie yang bawel ini" ucap kyuhyun
" Aku juga merindukan mu kyunnie. Bagaimana keadaanmu kyunnie? kulitmu memerah seperti warna kepiting" ucap wookie
" Lebih baik unnie. Tapi terkadang aku masih suka sesak nafas dan kulit ku yang kemerahan ini sudah lebih baik. Tadi pagi lebih merah dari ini"jelas kyuhyun
" Wookie, satu-satu tanyanya. Kasian kyunnie harus menjawab pertanyaanmu yang banyak itu. Kau tidak lihat kalau dia masih menggunakan selang oksigen eoh ?" ucap yesung mengingatkan
" Mianhae.. aku sangat menghawatirkan mu beberapa hari ini kyunnie, begitu mendengar kau sakit, aku langsung memaksa yesung oppa untuk menjengukmu hari ini juga" cerita wookie
" Sangking mengkhawatirkan dirimu, dia ingin membolos kerja dan segera ke rumah sakit" tambah yesung
Wookie hanya menganggukkan kepalanya berkali-kali menandakan bahwa yang di ucapkan yesung adalah benar
" Hyung, nunna, di ruangan ini masih ada aku seorang, apa kalian tidak melihatku sama sekali" ucap changmin sambil menoel-noel yewook
" Aku lupa changmin-ah. Mian. Habisnya wookie terlalu heboh terhadap kyunnie kami jadi melupakan keberadaanmu disini" ucap yesung jujur
" Hyung, ucapanmu itu sungguh menyakitkan hatiku" ucap changmin sambil mempautkan bibirnya
" Hahaha.. Mian chamgmin-ah. Ini nunna bawakan kau makanan, nunna tau kau lelah menjaga kyunnie disini jadi nunna bawakan makanan yang banyak untukmu" ucap wookie sambil mengeluarkan kantong plastic berisi banyak makanan yang mereka beli dari restoran sebelum ke rumah sakit
" Nunna.. kau sungguh-sungguh menganggumkan. Terimakasih nunna" ucap changmin
" Jangan lupakan aku yang membayar semua makanan itu changi" timpal yesung
" Kau ini sungguh perhitungan sekali hyung. Gomawo yesung hyung" ucap changmin
" Itu terdengar lebih baik" ujar yesung
" Drrtt.. Drrrtt.. Drrrt" ponsel yesung bergetar
" Aku keluar sebentar" pamit yesung segera meninggalkan ruangan kyuhyun
" Ada apa siwon-ah, aku sedang berada di rumah sakit" ujar yesung
" Bagaimana dengan keadaan kyuhyun?" tanya siwon langsung
" Tadi kyuhyun sempat bilang kalau dirinya sudah lebih baik di banding tadi pagi, tapi masih menggunakan selang oksigen karena terkadang nafasnya seringkali sesak, kulitnya juga nampak masih kemerahan walaupun katanya sudah lebih baik" jelas yesung
" Syukurlah hyung, aku sangat lega mendengarnya. Hyung, aku sudah bicara dengan emma dan nampaknya emma sudah mengerti, juga menerima semua kekalahannya, dan yang terpenting adalah dia sudah bisa melepas diriku" ucap siwon
" Benarkah itu? Bagus! Itu baru dongsaeng ku. Segeralah menjenguk kyuhyun disini siwon-ah" anjur yesung
" Pasti hyung, aku pasti akan menjenguk kyuhyun dan akan segera membawanya pulang ke rumahku" ucap siwon mantap
" Oh ya, jangan kau lupakan bodyguard kyunnie. Bukankah kau harus minta ijin dulu padanya siwon-ah?" ucap yesung mengingatkan
" Aku akan menghubungi changmin hyung dan meminta ijin padanya agar aku bisa menjenguk kyuhyun. Baiklah hyung, aku kembali dulu ke kantor nanti kita bicara lagi oke" siwon mengakhiri pembicaraannya dengan yesung
" Semoga permasalahanmu cepat selesai siwon-ah" gumam yesung
TBC
