OTP by AMEUMA
Disclaimer Tadatoshi Fujimaki
Ketika OTP ada dalam drabble.
Request for rdara
Viral
-Mayuzumi x Midorima drabble-
Entah Mayuzumi harus bersyukur atau merutuki nasibnya pada dewa.
Memang dia suka sekali bepergian—dalam arti menjelajah—menaiki kereta. Tapi, karena kurang teliti dalam perhitungan lembar dan koin yen yang ia bawa, dirinya harus merutuki nasibnya yang kini terjebak di Tokyo. Belum lagi Akashi sudah mengiriminya pesan untuk berkumpul pada sore ini.
Walau wajah tetap madesu, tapi sebenarnya perasaan Mayuzumi kalang kabut karena tidak punya uang untuk membeli tiket kereta. Sebenarnya ia tidak menyesal membeli beberapa light novel yang menguras yennya tersebut, yang ia sesalkan adalah karena dia tidak izin terlebih dahulu pada Akashi bahwa dirinya melalang buana ke prefektur sebelah.
Mau memberitahu Akashi sekarang juga percuma, perintah anak itu absolut, tidak bisa dibantah. Kalau Mayuzumi tiba-tiba kirim pesan aku sedang di Tokyo, membeli light novel. Tidak bisa ikut berkumpul sore ini. Sama saja seperti menggali lubang maut sendiri. Masalahnya, Mayuzumi dan Akashi sudah membuat kontrak-tak-tertulis, bahwa jika Mayuzumi pergi berburu light novel tanpa sepengetahuan Akashi, light novel yang sudah susah payah Mayuzumi beli akan dibumihanguskan. Kejam? Seenaknya? Tapi memang begitulah sang emperor. Alih-alih karena sudah memasukkan Mayuzumi ke tim inti, jadi Mayuzumi harus menuruti semua perintahnya. Dan sekarang Mayuzumi menyesal kenapa dia setuju saja dimasukkan ke tim inti oleh Akashi.
Tapi, setelah berlama-lama bermuram durja, sesosok lelaki berkacamata yang sepertinya Mayuzumi kenal, tertangkap oleh lensa abunya. Dengan kekuatan menghilangnya yang sebelas duabelas dengan Kuroko, Mayuzumi pun tiba-tiba berada didekat sosok tersebut dan segera menangkap tangannya.
Sadar ada seseorang yang menarik tangannya, Midorima Shintarou—sang sosok yang dikenal oleh Mayuzumi tersebut—segera mengedarkan pandangannya pada sosok putih yang memegangnya. Takutnya om-om mesum yang ngajak main pedang di hotel terdekat. Midorima pun dengan segera melempar lucky item yang dipegang olehnya—sebuah celengan ayam. Tak bisa dihindari, celengan pun melayang dari tangannya. Karena sudah kebiasaan melempar bola basket dengan shootnya, celengan ayam yang ia lempar bukan mengenai Mayuzumi yang berada didekatnya, malah terlempar dengan sangat jauh—entah kemana.
Mayuzumi sweatdrop namun bersyukur karena celengan tersebut tidak mengenainya. Sementara Midorima pucat pasi sambil berteriak,"Picchan!"
Midorima melirik kesal kearah orang yang disangka om-om mesum yang masih memegang tangannya tersebut.
"Apa masalahmu-nanodayo?"
"Kau temannya Akashi, kan?" tak mengindahkan pertanyaan Midorima, Mayuzumi balik bertanya.
"Kau memangnya siapa-nanodayo?" ucap Midorima sambil menarik tangannya dari genggaman Mayuzumi.
"Saya Mayuzumi Chihiro-," belum selesai Mayuzumi berbicara, Midorima sudah berjalan pergi.
"Hei, dengarkan aku dulu. Anak jaman sekarang tidak sopan dengan yang lebih tua," rutuk Mayuzumi, tangannya kembali menarik pergelangan tangan Midorima.
"Apa maumu-nanodayo?"
"Tolong bantu aku," pinta Mayuzumi dengan muka tripleknya.
Orang yang tidak ia kenal meminta bantuan, lucky item sudah tak ada ditangan. Menurut Oha Asa, cancer berada diperingkat 3 terbawah. Ini Pertanda buruk.
"Cari orang lain saja-nanodayo," tolak Midorima, berusaha melepaskan genggaman tangan Mayuzumi.
"Sebentar saja," Mayuzumi tak mau kalah, ia makin kuat menarik tangan Midorima.
Adegan tarik menarik mereka pun entah kenapa malah jadi pusat perhatian orang-orang yang melihatnya. Ada pula beberapa orang yang terlihat sedang mencuri-curi mengambil gambar mereka.
Sadar jadi pusat perhatian, Midorima malah menarik tangannya dengan sangat kuat dan Mayuzumi yang tak bisa mengimbanginya pun ikut ke tarik. Tak bisa menghindari Mayuzumi yang limbung kearahnya, Midorima pun terjatuh dengan ditindih oleh Mayuzumi. Dan mereka makin menjadi pusat perhatian. Beberapa orang sempat memotret mereka, adapula beberapa orang yang hanya teriak-teriak gak jelas tanpa ada niatan membantu kedua orang yang jatuh tersebut.
Midorima pun dengan segera menyingkirkan Mayuzumi dari atasnya. Ia pun berdiri dan segera pergi meninggalkan lelaki bersurai kelabu tersebut.
Lapur sudah. Mayuzumi tidak dapat bantuan dari mantan teman adik kelasnya tersebut. Tak ada pilihan lain, ia harus jujur pada Akashi bahwa dirinya sedang di Tokyo, kehabisan uang karena membeli beberapa light novel.
Belum sempat menulis pesan pada adik kelas emperornya tersebut, sang adik kelas sudah mengiriminya pesan duluan.
Mayuzumi-san, kenapa kau tidak bilang sedang kencan dengan Midorima.
Mayuzumi menautkan alisnya, ya sebenarnya ia pernah curhat ke Akashi bahwa ia memiliki ketertarikan pada makhluk hijau dari Shuutoku tersebut. Tapi sejak kapan ia kencan dengan Midorima?
Belum sempat terjawab pertanyaan dalam pikirannya, Akashi mengiriminya sebuah gambar yang membuat Mayuzumi membelalakkan matanya. Apa ini yang dinamakan kekuatan dari sosial media? Ya, gambar yang dikirim Akashi adalah gambar dimana Mayuzumi sedang menarik tangan Midorima. Entah mengapa bibir Mayuzumi melengkung keatas. Jarinya pun menekan tombol simpan pada gambar tersebut.
::::::::::::
Maaf ya, untuk rdara karena saya baru mempublish request-annya. Maaf juga kalau misalkan MayuMido-nya tidak greget. Mungkin nanti saya akan coba lagi untuk membuat drabble untuk pair ini. Hehehe.
#AMEUMA
