Disclaimer : Ichiei Ishibumi
Aku hanya memiliki OC disini
Ibu Durhaka...Memangnya ada?
-Tempat yang sangat asing
Seorang pria sedang melangkahkan kakinya menuju ke suatu tempat, berjalan di sebuah bangunan yang sepertinya sudah lama di tinggalkan terlihat dari retak dan terlihat tumbuhnya tanaman di sekitarnya, dan tentu saja tamanan itu bukan tanaman biasa
Dia berjalan dan terus melangkahkan kakinya hingga pada akhirnya dia sampai di tempat keramaian yang sepertinya tempat pertemuan
''Cih, kenapa aku juga harus ikut dalam hal ini'' ucapnya dengan terlihat tidak senang
''Oh Xenox, kau sudah datang''
Xenox menggerakan leher kepalanya melihat siapa yang memanggilnya, terlihat seorang yang memakai jubah dan juga topeng yang pernah melawan Rias waktu itu
''Oh Dark, kau kembali dari misimu?''
''Ya seperti yang kau lihat, apakah lukamu sudah sembuh? Aku dengar kalau serangan Manusia waktu itu cukup kuat''
''Jangan remehkan aku, serangan nya tidak ada apa-apanya, sihirnya tidak memiliki efek, elemen atau pun hal spesial apa pun'' Xenox hanya menggeram kesal
Dark menatap Xenox dari dalam topengnya yang ekpresi nya tidak bisa dilihat oleh orang lain, dia memegang bahu Xenox
''Aku senang kau baik-baik saja'' kata Dark dengan rasa perhatian
Xenox hanya menatap Dark dengan tatapan biasa, ''Terserah, cih, kapan acara bodoh ini di mulai?'' tanya Xenox melihat ke pengunjung lain nya
''Sebentar lagi, sang pemimpin sudah bangkit''
Xenox terdiam dan kemudian melihat ke arah para pengunjung lain nya yang begitu banyaknya, dia memakai wajah sinis melihat mereka semua, memiliki rasa ketidaksenangan entah kenapa dengan Xenox melihat mereka semua. Dia juga melihat ada tempat duduk di ujung tempat inti mata memandang dimana tempat itu akan di duduki seseorang.
Tak lama datanglah orang yang akan menduduki tempat itu, Xenox melihat kalau orang itu memiliki ciri-ciri wajah yang begitu tampan di kalangan wanita, tinggi di atas rata-rata Manusia, berambut hitam sedikit kemerahan acak-acak, memakai pakaian seperti kemeja kancing dan terlihat kalau dia memiliki tanduk merah dan ekor di belakangnya. Xenox merasa tertarik dengan siapa orang ini
''Siapa dia?'' tanya Xenox kepada teman kerjanya
''Dia adalah sang pemimpin kita yang sudah bangkit, sang Primordial Devil'' kata Dark
''Oh jadi dia pemimpinnya'' ucap Xenox dengan nada merendahkan
''Jadi jangan membuat masalah aku mohong kepadamu, dia adalah Iblis pertama kali yang di ciptakan oleh sang pecipta, semua keanggungan, kekuasaan dan kekuatan di turunkan kepadanya, kita hanya tentara bayaran, Xenox'' ucap Dark dengan nada khawatir
''Dengar Dark, aku bergabung disini karena ingin balas dendam, bukan mendengarkan cerita dongengmu itu''
''Sssssst diam Xenox, dia mungkin mendengarnya'' ucap Dark menaruh jari telunjuknya di bibirnya menyuruh Xenox diam
Xenox diam berpikir tidak mau cara masalah, dia kembali melihat ke depan dan melihat kalau muncul 5 wanita yang memiliki kecantikan di atas rata-rata. Semua orang disini langsung terpukau dengan berapa detik tapi untuk Xenox, dia hanya masih menatap dengan tatapan angkuh ke orang yang duduk di kursi layakanya bos
Para wanita itu kemudian duduk juga di sebelah pria itu dengan berbaris, para pria disini mencoba untuk menoleh melihat mereka yang memiliki tubuh seksi dan berisi itu, mereka tidak mau menjadi mayat saat ini di tempat ini
''Yang mulia, akhirnya kau bangkit'' kata seorang yang memakai jubah layaknya pendeta
''Oh kau adalah pendeta, aku tidak menyangka pelayan tuhan membangkitkanku'' ucap pria itu
''Saya membangkitkan anda karena dunia perlu anda, pencipta sudah tidak ada lagi dan dunia ini butuh yang namanya pemimpin, jika tidak maka dunia ini akan hancur dengan keegoisan para makhluknya'' kata pendeta itu dengan hormat menunduk
''Hahaha kau benar, dunia butuh itu, dan aku tidak menyangka kalau 'dia' sudah tiada, menyedihkan'' ucapnya dengan nada angkuh
Dia kembali menatap ke pendeta itu, ''Dan aku yakin kalau kau memiliki alasan lebih dari itu untuk membangkitakanku kan...'' pria itu menatap ke pendeta dengan mata merahnya
''Hehehehe anda tahu rupanya''
''Berdirilah''
Pendeta itu berdiri dan menatap tuan nya
''Anda pasti tahu apa yang aku mau''
Pria itu menatap ke arah pendeta itu dengan tatapan, ''Duniawi ya, tentu saja aku akan memberikan itu kepadamu atas jasamu, tidak hanya itu saja aku juga akan memberikan nya kepada kalian juga, apa yang kalian mau? Kekuasaan? Kekuatan? Atau wanita? Kalian bisa memintanya kepadaku''
Semua orang disitu terlihat bersorak dengan rasa senang dengan begitu bersemangat sekali, Dark dan Xenox hanya terdiam memerhatikan mereka semua, Xenox menatap mereka semua dengan tatapan menjijikan entah kenapa
''Bukankah itu tugas sang tuhan'' tambah pria itu menatap mereka semua yang senang
Mereka terlihat masih berteriak dengan senangnya, kelima wanita di sebelah pria itu terlihat memiliki ekpresi berbeda-beda, dari tersenyum saja, terdiam dan ada juga yang merasa terganggu dengan keributan ini
''Kalau begitu kalian boleh istirahat dulu, akan ada makhluk yang melayani kalian'' kata pria itu
Semua orang kemudian memberi hormat dan kemudian pergi, Xenox terlihat mendecih kesal
''Hanya ini, hanya mendengarkan dia me-agung-agungkan dirinya sendiri? Ini buang-buang waktu'' ucap Xenox yang kemudian berjalan berbalik untuk pergi
Dark ingin menyusulnya akan tetapi tiba-tiba terdengar suara memanggil
''Kecuali kau''
Dark memiliki perasaan yang tidak enak mendengar suara itu, dia dan Xenox berhenti sementara, mereka membalikan kepala mereka melihat kalau sang pemimpin menunjuk mereka, tepatnya ke arah Xenox
''Kau sepertinya dari tadi mengatakan sesuatu yang sangat menarik dari saat aku masuk tadi'' kata pria itu dengan senyuman yang tajam
Xenox kaget karena sepertinya pria ini tahu apa yang dia bicarakan dari tadi hingga sekarang
Kelima wanita di sampingnya menatap ke arah Xenox dengan ekspresi yang berbeda-beda
''Cih'' Xenox terlihat mendecih dengan kesal karena sepertinya dia dalam masalah sekarang
-Rumah sang MC
Tampat yang terlihat hanyalah segumpal asap yang begitu tebal, tapi heran nya para warga disitu terlihat tidak merasa terganggu atau pun menghidupkan lampu rumah mereka untuk melihat apa yang terjadi
Dan anehnya lagi hanya satu rumah saja yang hancur.
Ada orang yang terbang menatap rumah yang hancur yang sepertinya adalah targetnya, dia memakai jubah lagi(gimana sih thor dari tadi banyak amat karakter berjubah!:v).
Dia terlihat masih menyelidiki rumah yang hancur itu dan untuk mengetahui kenapa para rumah warga di sampingnya tidak ikut hancur karena ledakan itu. Dia melihat adanya sisa kehidupan di bangunan yang runtuh itu
''Aduh kepalaku''
''Siapa yang menyerang kita?''
''Dia di atas langit, kau bisa melihatnya dengan mata telanjang''
''Dasar, aku kira aku akan mati''
Dia melihat beberapa wanita muncul dan melihat seorang pria bersama mereka, dia cukup tidak senang melihat mereka semua selamat.
Rani menatap ke atas langit melihat orang berjubah itu yang begitu misteriusnya, dia memiliki rasa penasaran dengan siapa dia dan apa tujuannya, tapi tujuan nya sepertinya sudah diketahui yaitu memusnahkan orang-orang di kelompoknya
''Siapa kau ini?'' tanya Rani dengan penasaran
''Kalian selamat rupanya dan aku lihat kalau ada orang yang memiliki sihir segel yang hebat'' ucap orang itu dengan santai
Terlihat kalau ada sihir pelindung di sekitar Rani dan yang lain nya sehingga mereka tidak terkena serangan itu
''Tapi aku herannya kenapa serangan ku tidak kena di sekitar rumah para Manusia ini?'' tanya nya
Luna maju ke depan, ''Oh itu karena...'' Luna kemudian menjentikan jarinya
Kemudian muncul sihir pelindung di sekitar mereka yang lebih besar sehingga menutupi rumah sang MC, Rani dan lain-lain dan juga orang itu. Orang itu terlihat tertarik dengan sihir ini dan juga dia tidak menyadari kalau dia sudah terjebak
''Aku tidak tahu kalau kau menggunakan sihir segel dan pelindung ganda'' orang itu masih kaget dengan apa yang terjadi tapi tidak terlihat ekspresinya
''Aku takut Ayu-chan'' ucap Asia di belakang Ayu
''Tenang saja Asia, kita akan baik-baik saja jika bersama kedua kakak ku'' ucap Ayu
Koneko berdiri di sebelah mereka melihat orang yang terbang itu juga, dia cukup kaget dengan apa yang terjadi akan tetapi sepertinya kedua kakak Ari-senpai nya sepertinya sudah mempersiapkan ini
''Jadi jawab pertanyaanku, apa tujuan mu?'' tanya Rani
''Tentu saja memusnahkan kalian semua'' jawabnya dengan nada datar
''Oh kalau begitu kami tentu saja akan membela diri''
Luna melihat ke belakang memerhatikan para seniornya
''Kalian mundurlah, kami yang akan mengatasi ini'' kata Luna
''Aku akan membantu juga, tenang saja aku sudah cukup ahli'' jawab Asia
''Bagus, ini adalah saatnya menunjukkan kekuatan barumu, Asia'' ucap Ayu
Asia mengangguk dengan semangat membuat Luna tersenyum
Bella meregangkan sekali lagi tubuhnya yang masih pegal sehingga Aria yang di belakangnya kesal
''Hentikan meregangkan tubuhmu itu, kau mau membuat para pria terangsang!'' teriak Aria dengan kesal
''Dasar pria lemah''
Aria tambah kesal dan ingin benar-benar menghajar wanita di depan nya ini
Tak lama kemudian orang itu langsung maju ke depan untuk menyerang mereka, Rani yang sudah menyadari kalau orang itu akan menyerang kemudian menciptakan energi sihir cahaya di depan. Tembakan sihir cahaya kemudian terlihat menyerang orang itu akan tetapi semua sihir tiba-tiba saja menembus orang itu
''Hah?'' kaget Rani
Orang itu menggerakkan tangan kanan nya mencoba untuk menyerang Rani yang sudah ada di depan nya, Rani melihat kalau di tangan kanan nya muncul sebuah sabit.
[Trang]
Serangan itu terlihat di tangkis oleh Bella yang terlihat memegang sebuah tombak, ''Apa yang kau pikirkan? Musuh sudah ada di depan mata'' kata Bella sekali lagi menggerakkan tombaknya mencoba menusuk orang itu
Orang itu menghindarinya dengan cukup mudah tapi kemudian muncul Koneko yang dari atas mencoba memukul orang asing itu namun tubuh orang asing itu berubah menjadi bentuk transparan dan pukulan Koneko menembus nya
''Apa?!'' kaget Koneko melihat tangan nya menembus orang itu
Sang penjahat mencoba menusuk Koneko namun di tahan lagi oleh Luna yang di tangan nya ada benda seperti anak panah menahan tangan penjahat, Luna mencoba menendangnya namun dia menghindari serangan Luna dengan mundur ke belakang
''Orang ini cukup handal menghindar'' kata Luna melihat orang itu dari jauh
''Ayo kita coba serang secara bersamaan'' ucap Bella memberi saran
Rani, Luna dan Koneko terlihat mengangguk mengerti, tanpa di beri aba-aba lagi mereka langsung berlari ke depan, Koneko mencoba menendang kepala nya namun orang itu menghindarinya dengan menggerakan kepalanya ke samping, Bella ada di samping orang itu mencoba menyerangnya dengan tombaknya, tapi dia terlihat melompat ke atas langit namun Rani sudah menunggu di atas
Rani terlihat memegang sebuah pedang cahaya di tangan nya, orang itu kaget melihat Rani yang memiliki pedang cahayanya.
''Dia bisa membuat sihir cahaya murni?! Itu tidak mungkin untuk Manusia biasa, ataukah...''
Orang itu langsung terkena tebasan dan kemudian terpental ke samping, dia memegang perutnya yang sepertinya mengeluarkan darah. Rani dan yang lain nya melihatnya dengan tatapan penasaran dengan siapa orang ini.
Orang itu kemudian terlihat mengangkat tangan nya dan kemudian melempar sesuatu, Rani dan yang lain nya kaget melihat apa yang di lempar oleh orang itu yang sepertinya adalah bom. Luna kemudian menggunakan sihir pelindungnya kearah Ayu dan Asia yang di belakang
''Hey aku mana?!'' tanya Aria terlihat ketakutan dengan bom itu
''Kau itu laki'' ucap Luna
Aria memakai wajah cemberutnya melihat Luna, bom yang di lempar oleh orang itu kemudian tiba-tiba meledak dengan begitu kuat namun tidak terdengar oleh para penduduk karena sihir segel milik Luna
Tapi terlihat kalau hanya ada Ayu dan Asia yang di belakang tidak apa-apa karena sihir pelindung milik Luna, dia melihat ke atas melihat Rani dan yang lain nya mencoba menyerangnya. Dia menghindari tombak Bella namun terlihat Koneko berhasil menendang kepalanya, di saat dia ingin mundur dia melihat kalau Luna menariknya dengan sihir tali di jarinya dan kemudian memukul tepat di kepala nya
Orang itu mundur kebelakang sambil memegang wajah nya yang terkena pukulan Luna, dia tidak menyadari kalau Bella sudah mempersiapkan sihirnya.
''Seven Swords''
Bella mengeluarkan tujuh pedang dan kemudian menjentikan jarinya, ketujuh pedang itu kemudian langsung menyerang orang itu. Orang itu melihat kalau semua pedang itu di kendalikan oleh Bella
''Cih menyebalkan'' ucap sang penjahat dengan kesal
Dia melihat salah satu pedang Bella di samping yang ingin menusuknya, dia mengarahkan tangan nya ke pedang itu kemudian membuat sihir pelindung sehingga pedang itu terpental tidak bisa menembusnya
''Sihir pelindung orang ini juga tidak buruk'' ucap Luna yang kemudian mengeluarkan tali di kedua tangan yang memiliki aura cahaya.
Dia kemudian mencoba menyerang penjahat dengan kedua tali ini namun kalau penjahat itu memiliki reflek yang hebat dalam menghindar, namun penjahat itu kaget melihat ada banyak sekali sihir cahaya menuju ke arah nya
''Many Light Lines''
Kali ini Rani terlihat mengeluarkan sihir cahaya yang begitu banyak sekali, penjahat itu benar-benar kaget dengan apa yang terjadi sehingga ada beberapa tembakan cahaya mengenai dirinya.
''Aku tidak tahu kalau kau memiliki elemen cahaya yang sangat menarik'' kata penjahat itu terus memegang luka nya
''Menyerahlah, kau sudah terluka dengan cukup parah'' ucap Luna
''Hehehehe, di serbu oleh Yokai dari clan Nekomata, 1 Demi-Goddess dan orang yang sangat asing bagiku'' kata penjahat itu
Rani dan yang lain nya terlihat kaget kalau orang itu mengetahui hampir dari mereka semua, orang ini sepertinya sudah mempelajari dan tahu siapa mereka semua yang ada disini.
''Hah sepertinya kau sudah tahu banyak tentang kami ya?'' tanya Bella dengan penasaran
''Tentu saja kau tahu banyak, aku di bayar untuk membunuh jadi aku harus tahu bagaimana korbanku'' jawab orang itu
Rani kemudian tahu siapa orang ini dari perkataan nya, ''Jadi katakan kepadaku, siapa yang menyuruhmu untuk membunuh kami, pembunuh bayaran?''
''Hahahaha itu tentu saja rahasia, kau tidak bisa memberitahu siapa tuanmu dalam peraturan pembunuh bayaran'' kata orang itu kemudian mengeluarkan dua benda tajam lagi dari kerah pakaian tangan nya.
Orang itu kemudian langsung cepat sekali menuju ke depan mengagetkan Bella yang di depan nya, pisau di tangan orang itu langsung menuju ke leher Luna, Luna tidak sempat untuk menghindar, Rani menatap adiknya dengan tatapan horror melihat pisau untuk dengan perlahan mencoba menggorok leher Luna
[Wush]
Luna merasakan kalau tiba-tiba tubuhnya bergerak ke belakang dengan sekejap sekali, membuat Rani dan yang lain nya begitu juga penjahat itu kaget dengan keheranan
''Hehehe tidak semudah itu furguso''
Aria terlihat memakai Sacred Gearnya
''Hah kau memiliki kekuatan Sacred Gear yang menarik disana'' kata penjahat itu melihat Aria
Rani merasa lega melihat adiknya selamat, Bella langsung menyerang penjahat itu setelah gagal menyerang Luna, penjahat itu mundur sekali lagi ke belakang.
''Kita lengah'' kata Bella
''Maaf, aku tidak tahu kalau dia akan melakukan itu'' kata Rani
Penjahat itu terdiam melihat mereka semua terutama Aria yang sepertinya sudah menunjukan kekuatan nya, dia kemudian menggerakan tangan nya sekali lagi untuk melawan. Rani dan yang lain nya terlihat bersiap-siap dengan apa yang terjadi
Orang itu kemudian dengan tiba-tiba saja langsung muncul di depan Rani, Rani tentu saja kaget melihat kecepatan orang ini namun Aria sekali lagi menggunakan Sacred Gearnya. Orang itu sudah tahu akan hal dan mencoba untuk menyerang Bella yang ada di sampingnya, tapi terlihat Bella menangkis sabitan pedang itu
''Jangan terlalu berharap'' kata Bella
Koneko langsung mencoba untuk memukul orang itu namun tetap saja dia merasakan setiap serangan nya tembus dari orang itu, namun dia heran kalau tebasan dari Rani melukai orang ini? Apakah karena Rani memiliki sihir cahaya?
''Bibi Rani, cepat gunakan sihir cahayamu lagi''
''Baiklah... tapi jangan panggil aku bibi!'' teriak Rani yang merasa tua sekali di panggil bibi
Rani langsung menggunakan sihir cahayanya dan orang itu sepertinya begitu ketakutan, dia menghindar mundur ke belakang namun Koneko dan Bella tidak membiarkan itu, mereka kemudian menyerang orang itu namun terlihat Koneko memperlambat serangan nya membiarkan serangan Bella dulu
Terlihat kalau serangan Bella seperti biasa tembus membuat Bella juga merasa heran, namun Koneko kemudian datang dan berhasil mengenai wajahnya hingga dia terpental jauh ke belakang
''Jadi begitu'' ucap Koneko sudah mulai mengerti dengan cara kerja sihir orang ini, dia kemudian berlalik melihat yang lain nya, ''Semuanya, sihir orang ini memang seperti terlihat sihir tembus fisik namun dia tidak bisa mempertahankan sihir lebih lama, hanya di saat dia di serang sihir tembus fisiknya akan di gunakan''
Semua orang terlihat mengangguk mengerti sehingga membuat sang penjahat kesal dengan teknik nya sudah di ketahui oleh musuh
''Jadi begitu, itu artinya kita perlu menyerangnya secara bergantian'' kata Luna mempersiapkan tali sihir nya lagi
Tanpa di beri aba-aba lagi, mereka langsung menyerang sang penjahat. Bella menggunakan tombak dan tujuh pedang sihir yang melayang di belakangnya, Rani menggunakan pedang cahaya nya sendiri dan Luna menggunakan tali cambuk cahaya nya.
Penjahat terlihat kerpotan menghindari serangan mereka semua, Rani selalu saja menggunakan sihir cahaya nya untuk menyerangnya dan entah kenapa dia merasa ketakutan dengan itu, Bella mengendalikan tubuh pedang nya menyerang penjahat itu lagi
[Wush!]
[Prang!] [Trang!]
[Bum!]
Memang benar kalau semua serangan ketiga onee-chan dan satu Loli itu begitu acak dan sulit di tebak sehingga ada yang berhasil mengenai sang penjahat. Penjahat itu sekali lagi memegang perutnya yang sudah terluka cukup parah.
Dia melihat ke depan...
[Buagh!]
Dia merasakan pukulan Koneko yang tepat di wajahnya, dia terpental ke belakang karena begitu kuatnya pukulan Koneko saat ini. Namun orang itu tetap saja tidak mau menyerah, dia kemudian mencoba melempar beberapa pisau ke arah Koneko yang masih memposisikan badan yang sudah berhasil memukul dirinya
Namun tiba-tiba saja kalau Koneko begitu cepat dan menghindari lemparan pisau itu, dia kaget karena kecepatan nya sekarang sangat berbeda sekali dari yang tadi, di saat dia sedang berpikir tiba-tiba ada Koneko di atasnya dan sang Loli menggunakan dengkulnya menendang perut sang penjahat
Sang penjahat merasakan sakit sekali dengan tendangan dengkul itu, dia sempat memuncratkan air liur karena daya hentakan di dalam perutnya, dia kemudian berhenti untuk melihat sekali lagi kalau Koneko datang dengan kecepatan tidak di sangka dan mencoba untuk memukulnya, namun dia berhasil mengaktifkan sihir tembus fisiknya lagi
''Bagaimana dia bisa begitu cepat sekali sekarang?''
Sang penjahat kemudian melihat kalau sepertinya itu adalah ulah Aria yang dari tadi berdiam diri saja di belakang seperti mengeluarkan sihir, dia sadar melihat kalau jam tangan milik Aria bersinar seperti ada sihir yang aktif
''Hmmm'' Dia kemudian mengeluarkan satu pisau dan kemudian melemparnya ke arah Aria
Aria kaget dan menghindarinya yang hampir melukai nya, tiba-tiba Koneko merasakan kalau dirinya menjadi lambat membuat penjahat mengerti sekarang
''Jadi itu ulahmu ya''
''Hehehehe ya maaf'' ucap Aria tertawa bercanda melihat penjahat itu kesal ke arahnya
''Hmmm bagaimana cara kerja Sacred Gear milik Aria-san?'' tanya Asia
''Seperti yang aku lihat, dia memberikan neng Koneko kecepatan tadi, dia bisa meneleport mereka dan memberikan tambahan kekuatan layakanya Buff'' jawab Ayu
''Buff?'' Asia heran
''Hmmm apakah kau tahu game RPG, kata Buff tidak asing lagi di sana, yaitu sebuah energi positif yang di berikan oleh seseorang ke seseorang atau benda ke seseorang, pokoknya seperti berkat lah''
Asia mengangguk-angguk mengerti
Kembali ke tempat pertempurang yang kali ini pihak Rani menyudutkan sang musuh yang sepertinya sudah terluka dan mulai lemah, penjahat itu sepertinya tidak akan bisa menang lagi.
''Kau... kekuatan elemen itu begitu menarik, kau Manusia tapi memiliki sihir cahaya murni layaknya Malaikat...'' penjahat itu menatap ke arah Rani
Rani tertegun melihat tatapan orang itu yang seperti menyelidiki seluruh tubuhnya itu, ''Mungkinkah...?'' ucap pelan orang itu
Rani hanya terdiam sementara menunggu perkataan orang itu.
''...sepertinya aku akan mundur sekarang'' orang itu terlihat sudah tidak sanggup melawa keempat wanita itu
Namun tiba-tiba saja dia melempar pisau ke arah Luna, Luna yang sudah menduga itu menghindarinya, tapi mereka melihat kalau penjahat itu masih tersenyum walaupun Luna berhasil menghindarinya
[Jleb]
Mereka berbalik dan melihat pisau itu menusuk ke arah perut Aria, mereka kaget dan tidak tahu kalau Aria ada di belakang Luna
''Aria!'' teriak mereka semua kaget
Tubuh Aria terjatuh ke belakang dengan pelan, dia merasakan perutnya begitu sakit dan tidak sanggup untuk berdiri, hingga sekarang dia tetap Manusia, dimana setiap serangan begitu sensitif darinya.
Asia yang melihatnya mencoba untuk berlari menolong Aria namun tiba-tiba saja sekali lagi ada pisau yang kemudian mengenai tangan nya setelah di pergi keluar dari pelindung milik Luna.
''Kyaa!'' teriak Asia merasakan sakit di kedua tangan nya
Pisau itu menusuk tangan Asia hingga tembus, Ayu tentu saja menarik Asia kembali masuk ke dalam. Dia begitu ceroboh membiarkan Asia keluar dari pelindung.
''Apa yang sedang kau lakukan?!''
''Tentu saja aku ingin menolong Aria senpai'' kata Asia dengan menahan rasa sakit di tangan nya setelah mencambut kedua pisau di kedua tangan nya
Ayu melihat tangan Asia yang mengeluarkan begitu banyak sekali darah, dia mencoba mencari suatu alat di ransel nya untuk menghentikan pendarahan tangan Asia.
''Sini'' Ayu kemudian menarik tangan Asia dan kemudian memberikan obat anti pendarahan
Asia merasakan sedikit sakit dari obatnya itu, dia melihat ke arah Aria lagi yang masih tergeletak dengan Rani dan Luna mencoba menghentikan pendarahan milik Aria sedangkan Bella bertarung melawan penjahat yang sudah terluka sehingga sangat mudah melawan nya
''Aku harus menolongnya'' kata Asia
Ayu melihat semangat Asia yang begitu membara, dia kemudian sadar kalau Asia sudah memakai gelang pemberian nya, Ayu tersenyum.
''Hey Asia, coba kau pejamkan matamu'' perintah Ayu
''Hah, kenapa?'' tanya Asia
''Lakukan saja''
Asia kemudian memejamkan matanya
''Sekarang pikirkan hewan kesukaanmu''
''Kenapa?''
''Sudah pikirkan saja''
Asia kemudian memikirkan makhluk yang begitu dia sukai, tiba-tiba saja cahaya muncul dari kedua tangan dan gelang milik Asia. Dan tak lama kemudian muncul kupu-kupu yang sangat besar berwarna hijau terang di tangan Asia.
''Apa ini?'' tanya Asia membuka matanya melihat ada kupu-kupu besar di tangan nya.
Kupu-kupu itu kemudian terbang cepat menuju ke arah Aria bersama kedua kakak Ari, Rani dan Luna kaget melihat kupu-kupu hijau besar itu mengitari mereka dan kemudian menuju ke arah perut Aria yang terluka, kupu-kupu itu memeluk perut Aria yang terluka dan terlihat luka di perut Aria menutup
''Luka nya menutup'' ucap Luna kaget
Asia juga kaget melihatnya
''Apa itu, Ayu chan?'' tanya Asia
''Itu adalah elemen penyembuhmu yang membentuk seperti kupu-kupu, dia terlihat hidup karena sifat hewan alami kupu-kupu seperti yang kau bayangkan, bercampur dengan sifatmu yang ingin menyembuhkan bang Aria, itu akan membantumu di saat banyak sekali orang yang terluka, kau bisa merubah energi sihir Sacred Gearmu menjadi kupu-kupu yang banyak untuk mengobati yang lain nya'' kata Ayu menjelaskan
Asia begitu kagum sekali dengan kekuatan baru nya ini, ini benar-benar begitu menakjubkan dan begitu berguna baginya
Penjaha terlihat kelelahan melawan Bella yang terus mengugulinya dari tadi, dia melihat Bella menuju ke arahnya berjalan dengan santai.
Bella mencoba untuk menusuk sang penjahat namun tiba-tiba saja penjahat itu terlihat mengeluarkan sesuatu membuat Bella harus menutup matanya
''Sial'' ucap Bella kesal
Penjahat itu langsung lompat ke atas rumah-rumah warga, Bella mencoba menyerangnya dengan pedang melayangnya tapi itu tidak bisa karena dia sudah ada di luar segel pelindung milik Luna
''Dia juga bisa kabur dari sihir segel milik Luna, ternyata benar kalau dia memiliki skill maling yang luar biasa'' ucap Bella melihat dia sudah pergi jauh
Bella berbalik melihat yang lain nya, dia kemudian berjalan menghampiri mereka, dia kaget melihat Aria sekarang berdiri dan melompat-lompat dengan senang setelah pisau itu menusuk perutnya
''Apakah kalian baik-baik saja?'' tanya Bella
''Ya kami baik-baik saja'' jawab Ayu
Bella masih kaget melihat Aria yang terlihat tidak ada bekas tusukan di perutnya
''Aku yakin kalau kau tertusuk oleh pisau pembunuh bayaran tadi'' kata Bella
''Oh, luka bekas pisau itu sembuh oleh kekuatan miliki Asia'' kata Aria menunjuk Asia
''Kekuatan?'' tanya Bella
Terlihat kupu-kupu tadi hinggap di pipi sebelah kanan Asia, Asia hanya tersenyum melihat kupu-kupu itu seperti memeluknya.
Rani dan yang lain nya terlihat tersenyum dengan kejadian manis ini, Asia tertawa kecil merasakan geli dan juga merasakan senang dan bangga di hatinya
''Jadi bagaimana kita membangun rumah kita?'' tanya Aria melihat rumah mereka sudah benar-benar hancur.
-Rumah keluarga Gremory
Kelompok Rias terdiam melihat dua orang wanita di depan mereka, salah satu wanita itu mereka kenal namun di sampingnya begitu asing, mereka kemudian menyadari kalau wanita itu adalah ibu Ardi
Dion: Milf...
[Plak]
Ari memukul kepala Dion ''Woy jangan seenaknya mengatakan hal itu!''
Rias dan Alice terlihat menahan malu mendengar perkataan Dion tadi, sedangkan Ardi masih kaget namun dengan ekspresi mencoba menahan nya
''Ara kalian sudah kembali rupanya, lihatlah Asteria-san, dia adalah anakmu, sudah aku bilang kalau dia tampan kan'' kata Venelana yang secara langsung saja
''Ibu!'' Rias langsung tambah frustasi mendengar perkataan ibunya
Wanita bernama Asteria hanya terdiam melihat Ardi begitu juga Ardi, mereka terdiam satu sama lain, Lyona di samping ibu nya terlihat tertegun dengan situasi ini, dia takut mengatakan sesuatu yang salah
''Jadi dia ya, aku dengar kalau dia melawan Dewa Norse'' kata Asteria
''Ya begitulah, dia juga kuat'' ucap Venelana tidak berhenti memuji Ardi
Ardi memerah pipinya mendengar semua pujian itu, dia memang orang yang tidak peduli dengan semua pujian, tapi tetap saja dia merasa malu
''Oh begitukah, apakah kau melawan nya sendirian?'' tanya Asteria
Ardi terdiam sementara melihat ibu kandungnya berbicara ke arahnya, pertama kali berbicara kepadanya, pertama kali melihat wajahnya yang masih cantik dan pertama kali melihat reaksi nya yang terlihat santai saja.
''Tidak, aku di bantu oleh temanku'' jawab Ardi
''Begitukah...'' Asteria memejamkan matanya, ''Itu berarti kau lemah'' Asteria menatap tajam Ardi
Ardi merasakan sakit di hatinya entah kenapa, munginkah perkataan dari ibu kandungnya itu yang tidak mengatakan 'Syukurlah' atau 'Jadi kau adalah anak ku?'
''Tunggu, kenapa kau bertanya soal kekuatanku?!'' tanya Ardi marah sekarang
Lyona mencoba menenangkan situasi ini akan tetapi dia tidak berani dengan ibunya, Venelana hanya terdiam melihat situasi ini bersama Ari dan yang lain nya juga.
Asteria kemudian berdiri dari sofa nya dan kemudian menatap Ardi
''Memangnya kenapa?'' tanya Asteria
''Kenapa kau tidak terlihat senang melihatku?!'' tanya Ardi yang marah
''Kenapa pula aku harus bereaksi seperti itu''
Mata Ardi melebar mendengar perkataan ibu nya itu, dia tidak menduga kalau dia akan mendengar perkataan datar dan tidak ada rasa emosi dari ibu nya
Asteria menatap ke arah Venelana, ''Aku permisi dulu''
Venelana terdiam melihat Asteria, Asteria berjalan menuju ke pintu keluar namun kemudian berhenti sementara di depan Ardi
''Jika kau ingin menjadi keluarga ku, kau harus kuat dan tunjukan kekuatan clan Bael'' ucap Asteria yang kemudian melewati Ardi, Lyona hanya terdiam masih duduk di sofa nya
Ardi masih terdiam menatap ke bawah lantai dengan kemarahan yang membara di hatinya, dia tidak percaya setelah 16 tahun dari umurnya ingin melihat ibunya dan kemudian hanya itu saja reakis yang dia dapatkan, tidak ada reaksi sama sekali
''Hanya itu! Kau memintaku untuk menjadi kuat setelah meninggalkanku bersama ayah! Apakah hanya itu saja setelah kau membuang anak kandungmu sendiri?!'' teriak Ardi di lorong itu membuat semua orang terdiam, ikut tertimbun dalam situasi ini
Asteria terdiam setelah di depan pintu mendengar perkataan dari Ardi tadi, dia kemudian membalikan wajah nya melihat Ardi.
''Kau tidak sadar juga ya, dengarkan aku, kau hanyalah anak haram yang tidak aku harapkan, pria itu membuang bibit di dalam rahimku yang sama sekali tidak aku mau, itu saja'' kata Asteria dengan tajam
Ardi melebarkan matanya bersama juga pupil matanya, dia seperti menahan amarah besar, di tangan muncul percikan energi penghancur yang sepertinya membuat energi besar.
''Hah kau ternyata bisa menguasai energi itu, itu cukup mengagetkan'' Asteria malah menatap tangan Ardi
Ard benar-benar sudah habis kesabaran nya, dia ingin menyerang ibunya tapi...
[Plak!]
[Plak!]
Kedua tangan memukul kepala Ardi, Ardi berhenti mengeluarkan energi penghancurnya merasakan kepalanya di pukul dengan begitu kuat sekali
''Apa kau gila?! Kau bisa menghancurkan tempat ini?!''
''Sadar oy, dia itu emakmu, kau ingin jadi anak durhaka?''
Ardi berbalik melihat Dion dan Ari yang ternyata memukulnya, Ari dan Dion menatap dirinya dengan kemarahan dan cemberut.
Ari menarik kepala Ardi dan kemudian membisikan sesuatu
''Dengar ya, mungkin dia bertindak seperti wanita keparat atau sialan, tapi tetap saja dia adalah ibumu, orang yang melahirkanmu'' bisik Ari
''Tapi bagaimana bisa aku anggap dia ibuku setelah dia mengatakan itu?!'' marah Ardi
''Sssst diamlah, jadi kau mau membunuh ibumu sekarang setelah melihatnya, yang hanya ada adalah penyesalan di akhir!'' teriak Ari
Ardi terbenam pikiran nya mendengar perkataan Ari tadi, dia mengerti dengan perkataan ada rasa marah itu. Dia mencoba mengendalikan emosi nya
''Aku permisi'' ucap Asteria yang tidak peduli sama sekali sekarang.
Lyona kemudian berdiri dari sofa dan kemudian menuju ke arah ibunya, mereka berdua membuka pintu keluar namun...
''Tunggu sebentar Asteria-san''
Asteria sekali lagi terdiam, dia berbalik melihat kali ini Venelana berbicara, Venelana berdiri dari kursinya dan kemudian menatap kearah Asteria
''Apakah itu cara bicaramu kepada anakmu?'' tanya Venelana yang sekarang menatap tajam Asteria
Asteria bisa merasakan energi sihir yang begitu besar dari Venelana, dia tersenyum melihat saudarinya itu mengeluarkan energi kuat seperti itu
''Apakah kau protes, saudariku?'' tanya Asteria
''Oh menurutmu, setelah kau mengatakan perkataan menyebalkan itu kepada keponakanku'' kata Venelana sudah benar-benar menganggap Ardi berarti baginya
Asteria menatap Venelana dengan rasa penasaran melihat dia sudah memiliki ikatan dengan anak haram nya
''Kau sudah menganggapnya keluarga kita? Dengar Venelana, yang hanya dia akan menjadi aib keluarga kita yaitu Bael jika seluruh Iblis Underworld mengetahui hal ini, dan mungkin saja ayah akan marah besar'' kata Asteria memberikan alasan
Venelaan memejamkan matanya ''Ya aku mengerti dengan hal itu''
Asteria tersenyum melihat Venelana setuju
''Tapi..'' Venelana membuka matanya melihat ke arah Asteria, ''Bukan berarti itu menjadi penghalang sebuah keluarga, dengar Asteria! Aku sama sekali tidak peduli siapa dia, anak murni kah, anak haram kah, aib kah atau pun entah dari ras mana dia yang pasti aku tidak suka kau mengatakan itu kepada Ardi! Keponakanku dan juga anakmu!'' kata Venelana dengan suara mantap
''Ibu'' ucap Rias kaget melihat ibu nya mengatakan suara seperti itu
Semua orang terdiam mendengar perkataan pidato Venelana, terutama Asteria yang perkataan itu mengarah kepadanya, dia terdiam dan membalikan tubuh nya lagi
''Kalau memang dia keluarga kita, dia harus menjadi kuat'' kata Asteria yang kemudian berjalan keluar, ''Bukankah itu makna keluarga Bael'' tambah nya
Lyona masih ada di dalam melihat Rias dan yang lain nya, dia kemudian menundukan kepala nya
''Maaf'' katanya dengan rasa bersalah melihat ibu nya melakukan itu, terutama kepada Ardi yang masih berdiri dengan bimbang
Lyona tidak mengatakan apa-apa lagi, dia kemudian berjalan pergi menyusul ibunya.
Mereka semua sudah di tinggal oleh kedua orang itu, Ardi hanya terdiam dengan perkataan dari ibu nya tadi dan reaksi nya bagaimana. Ari memegang punggung Ardi dan Dion memegang kepala Ardi
Mereka berdua kemudian memukulnya dengan pelan tapi cepat
''Hahaha tenanglah, aku tidak pernah melihatmu semarah itu'' kata Ari
''Yup itu benar, aku lebih suka melihat sifat dingin mu itu walaupun itu lebih menyebalkan'' kata Dion juga
Ardi memakai wajah cemberutnya mendengar perkataan mereka berdua, dia entah harus memiliki perasaan apa, apakah harus senang atau sebal memiliki sahabat seperti mereka berdua.
Ardi menghela nafasnya dan kemudian mulai lega
''Aku sudah tenang'' kata Ardi
''Nah itu baru sahabatku''
''Yoi''
Venelana hanya tersenyum melihat mereka bertiga yang memiliki ikatan yang begitu kuat sekali, Ari dan Dion kemudian menatap ke arah Venelana
''Oh bibi''
Mereka kemudian berjalan menghampiri Venelana dan kemudian menyalam nya seperti biasa, Venelana tersenyum manis melihat mereka berdua, Ardi sudah tahu kalau dia juga harus melakukan salam juga
Venelana benar-benar tidak menyangka kalau Asteria akan mengatakan hal seperti itu kepada Ardi, dia tahu kalau keluaganya yaitu Bael adalah clan nomor satu di Underworld dari soal kekuatan terkuat dari semua keluarga lain nya, tapi dia tidak akan membiarkan gelar itu membutakan dirinya kepada Ardi
''Jadi apa yang akan kau lakukan Ardi? Apakah kau akan balas dendam?'' tanya Venelana dengan tatapan penuh tidak harap dalam kata dendam
''Tidak, aku akan melalui jalan nya, yaitu menjadi kuat'' kata Ardi
Venelana terdiam dan kaget
''Aku akan menunjukan kepadanya kalau anak ini bisa lebih kuat dari dia bayangkan dan akan ku buktikan itu'' kata Ardi dengan mata semangat
Venelana kagum dengan sifat Ardi, ''Kalau begitu semangatlah''
''Dan lagi aku memiliki makanan yang sudah aku sediakan kepada kalian'' kata Venelana
''Benarkah? Aku sangat senang sekali'' kata Ari lega karena perutnya akan terisi sekarang
Para wanita hanya menghela nafas melihat Ari sedangkan Venelana hanya tersenyum saja melihat rumah ini begitu hidup sekarang
Bersambung
Seperti kalian lihat kalau pertarungan antara penghuni rumah sang MC dan satu maling begitu menegangkan, mungkin :v
Dan sepertinya sang salah satu Antagonis yaitu Xenox akan mengalami masalah oleh Antagonis lain?
Dan untuk kekuatan Ari yang baru akan saya tunjukan di saat yang tepat
Dan kalian tahu kalau Ardi sepertinya kita akan menjadi Support di dalam kelompok Zerro
Kita lihat:
Ari = Tricky karena sarung tangan nya
Dion= Tank karena armor nya
Ardi = DPS karena kekuatan penghancurnya
Aria= Dan Aria adalah support seperti kalian lihat dari Sacred Gear nya (Aduh sepertinya aku terlalu banyak main game RPG :V)
Saatnya membalas Review
Leo Saruca: Hmmm menarik
Arif4342:Okey dan hmmmmm kita lihat saja namun aku tidak terlalu yakin, maaf ya
Fazakhi Indra: Pasangan masih random :V
Kekuatan Ari akan lebih dari itu, tenang saja dia memiliki banyak trik
Uc: Itu dari bahasa mana ya? :V
Austintristan16: Hmmm bagus juga :V
Yup itu pasti dia
Yup sekali lagi, jelas itu adalah serangan musuh yaitu pembunuh bayaran, siapakah pembunuh bayaran itu?
Kekuatan Ari saya pikir memiliki arah tertentu, dia lebih ke tricky atau unik kalau kita bilang, dia pasti memiliki kekuatan unik dan kuat nya sendiri, dan untuk Deathly dia akan muncul di bab berikutnya di mana akan masuk ke arc Astaroth
Mereka akan bertemu ibu mereka di saat yang tertentu
Ibu kedua kakak nya Ari memiliki ras Berbeda, artinya mereka memiliki ibu berbeda Ras.
dan untuk lemon nya, cukup menarik, Ari jadinya seperti Shota tua :V dan kepikiran juga kalau pembukaan pairing sudah di mulai. Jadi tentukan pairing kalian dan mungkin update satu kali seminggu
Dah sampai situ dulu, sampai jumpa di bab berikutnya
Salam Author
