Balas Revievv :

girl-chan 2 : Coba kau pikirkan, coba kau renungkan, apa yang kau pikirkan telah aku lakukan. *malah nyanyi.

Takano : *dark aura beraninyaa kau menipuku! Awas kau anak muda aku akan mengajarimu memasak gaya keluarga Kamiyama yang keras!

masalahnya kalo Destra emang udah deafultnya kayak gitu t(-w-t)

Soal yang poseidon gitu emang udah di komfirmasi sama develover-nya soalnya Poseidon itu jadinya Unique, kalo yang rare jadinya Elim.

THX!

Chapter 33 : Another Absurdness day.

~Nigou Jadi Manusia!?~

"Bagaimana bisa?" tanya Hato bingung.

"Jadi, seperti ini.."

Flashback

"Iris-chan, bajumu yang ku pinjam sudah ku cuci dan disetrika, mau diambil?" tanya Emy.

"Em.. Ok, oh iya, aku mau ngajak Nigou jalan-jalan sekalian. Hari ini tugasku soalnya." jawab Iris. "Ayo Nigou!"

"Arf!"

Kemudian..

"Eh.. Jadi, kalian ngungsi dulu disini?" tanya Iris ketika melihat Emy sedang memasuki sebuah mansion.

"Haah.. Ini juga usulnya Adel, abisnya rumah dia, ruangannya masih sisa jadinya di kasih deh." Iris ngangguk-ngangguk ketika mendengar jawaban Emy.

Kemudian di kamar Emy..

"Sebentar ya, ku ambilin dulu di lemari soalnya." ucap Emy sambil membuka lemari bajunya.

Iris menunggu sambil bersender di meja ramuannya Emy, tak sengaja dia menyenggol sebuah ramuan yang tidak ditutup sama Emy dan menumpahkan setengah dari isi botol ramuan tersebut. Cairan itu ternyata mengguyur kepala Nigou sampai membuatnya basah kuyup. Emy yang baru selesai mengambil baju pinjaman kaget melihat sebuah botol ramuan yang terguling disebelah Iris mengguyur kepaka Nigou.

"Iris-chan! Nigou kesiram ramuanku!" pekik Emy sambil menunjuk Nigou yang basah kuyup.

"Eh? Ya ampun! Maaf Emy-chan aku nggak tau! Duh, gimana nih! Bisa-bisa Jin-sensei marah kalo Nigounya sampe- Eh!?"

Sebuah asap mengepul diruang Emy sampai menutupi seluruh ruangan. Untung Emy segera menyalakan kipas angin untuk menghilangkan asap yang ada. Begitu asap hilang mereka berdua kaget dengan apa yang dilihatnya. Seorang anak kecil tinggi 142 cm, berekor anjing, telinga anjing, memakai syal hijau tua, baju kaos coklat muda, celana pendek putih, sepatu putih dan memilik sebuah jambul tajam dan mata Emerland.

"Uhmm.. apa yang terjadi?" tanya Anak itu bingung.

"Ni.. Nigou..."

"I.. Iya, bibi Iris dan Tante Emy kenapa menatapku seperti itu?" tanya Nigou penasaran.

"Emy-chan menurutmu, sampai kapan efek ramuan itu bekerja?" tanya Iris kalem tapi sebenernya panik dalam hatinya.

"Entahlah, satu tetes saja bisa seminggu... Kalau satu botol entahlah.. Mungkin.. Nggak bisa hilang." jawab Emy datar tapi sebenernya panik juga.

Flashback end.

"Begitulah.." seketika itu pula Nigou dipeluk erat-erat sana Hato.

"Kakak senang melihat dirimu menjadi manusia."

~Otou-san dan Papa~

Pagi hari dimarkas squad..

"Hoam! Enak banget tidurnya.. Tapi, pasti Red atau Rone yang mindahin gue ke kasur deh." gumam Revan sambil menggaruk kepalanya dan perutnya.

Revan berjalan menuju kamar mandi buat cuci muka dan gosok gigi. Setelah selesai gosok gigi dia pergi ke ruang tengah untuk mengambill sarapan yang biasanya berupa gorengan kayak pisang goreng, bakwan, tahu dan juga buat ngambil secangkir kopi yang biasanya sudah disiapin sama Yuki. Tapi, kali ini suasananya aneh dari pada yang biasanya pasalnya..

"Revan, selamatnya kau sudah punya anak." ucap Takano sambil menepuk punggung Revan.

"A.. Ayah! Jangan bercanda kayak gitu deh!" gerutu Revan.

Takano langsung nyengir dan menunjuk seseorang di sofa. "Trus itu siapa?" tanya Takano yang sukses membuat Revan melongo dan hampir menumpahkan kopinya ke lantai.

Bagaimana nggak.. Red lagi mangku anak kecil mirip dia sambil nyuapin tuh anak kecil. Anak kecil itu ngeliat dia dan langsung lari dan meluk dia. "Papa sudah bangun!"

"Papa!? Red ini anak siapa!?" teriak Revan kaget.

"Anak kita lah, kenalakan dia kau pasti tau siapa dia jika kau lihat lebih seksama." jawab Red watados.

Rambut mirip dia... Cek

Syal ijo... Cek

Kuping dan ekor anjing Shiba inu.. Cek

"..." kamera dizoom keluar markas dan.. "NIGOU!!" kaca markas langsung retak semua dengan teriakan Revan.

"Papa, papa! Kata Red Tou-san, papa sayang sama Nigou? Iya apa nggak?" tanya Nigou.

"Emm..." Revan langsung gelagapan mendengar hal itu. Dia menarik nafas dan menyerah dengan keadaannya sekarang. "Papa sayang kamu kok, Nigou, masa nggak sayang kamu sih."

"Nigou juga sayang papa dan Tou-san." balas Nigou sambil memeluk Revan.

Revan entah kenapa hatinya teraasaa damai ketika memeluk Nigou dan diapun mengelus kepala Nigou sambil tersenyum.

CEKREK! CEKREK! CEKREK!

Revan menoleh ke sumber suara dan sudah banyak orang yang berkumpul sambil memotret kejadian yang terjadi.

"Waduh, si Revan maen balap aja.. " (Alex)

"Wih, yang calon istri emang top deh!" (Lectro)

"Cie, calon ayah ni ye!" (Sandra)

"Cakep banget!" (Ethan)

"Imutnya.." (Red)

"Nigou! Rone Tou-san datang!" (Rone)

"UDAH, STOP WOI! JANGAN DIFOTO LAGI!" seru Revan yang udah malu tingkat dewa.

~Papa Beruang~

"Paman Alex mau kemana?" tanya Nigou penasaran melihat Alex berseragam lengkap.

"Hmm.. Mau ketemu sama orang sebentar." jawab Alex.

"Ikut.." pinta Nigou.

"Maaf Nigou, ini urusan pekerjaan. Jadi tak bisa ikut, kau dirumah saja ya. Dadah, Nigou." Tak disangka Nigou mengikuti Alex tanpa diketahui sama sekali sama Alex. Sampai disebuah tempat seperti portal Alex masuk kesitu diikuti Nigou dibelakangnya.

Di suatu Tempat...

"Hei! Sampai kapan kau akan membuatku menunggu!?" gerutu seseorang yang mirip Revan.

"Wah, maaf-maaf kapten, lagi pula hanya sepuluh menitan kok." jawab Alex sambil menggaruk kepalanya dan tertawa kecil.

"Sepuluh menit itu berharga bagi dunia yang tidak aman ini, dan siapa juga anak yang kau bawa itu?" tanya orang itu sambil menunjuk Nigou yang sedang diperhatikan oleh seorang pria bertubuh besar.

"Hei Nak? Siapa orang tua-mu?" tanya pria itu sambil mengusapa kepala Nigou.

Alex kaget melihat Nigou yang ikut sama dia, 'sejak kapan dia disana!?' dia langsung menelpon Rone untuk menjemput Nigou ditempat kerjanya.

"Halo."

"Rone, huff.. Nigou dia ngikutin gue ke tempat kerja gue.. Lu taukan harus ap- lah, diputus?"

"Ok, nak siapa orang tua-mu?" tanya si pria berbadan besar itu lagi ke Nigou. Nigou menoleh ke arah Alex dan seseorang yang mirip papanya. Dia langsung menunjuk orang yang dia kira papanya itu dengan polosnya. Dia segera menghampiri orang itu dan minta pangku.

"Papa! Ada Papa Beruang di depan ruangan." ujarnya sambil menunjuk si pria berbadan besar itu dengan polosnya.

"Papa beruang!? Pfft~ hahahah!"

"I.. Itu tidak lucu Piers!" gerutu pria itu.

"Maaf, tapi papa beruang!? Hehehe.. Itu pas untukmu!" ledek Piers.

"Hei, nak.. Sepertinya kau salah orang, dia bukan papa beruang, dia memang besar seperti beruang tapi dia bukanlah beruang." sambung Piers.

"Maaf, permisi, ah.. Disitu rupanya kau!" Seorang pria tinggi berambut hitam mengenakan jaket hitam, hoodie hitam, dan bermata merah datang dan segera mengambil Nigou. Tapi, Nigou malah meronta-ronta di pegangannya.

"Papa, Papa! Tolong! Ada orang aneh mau menculik ku!" pinta Nigou.

"Hei, Nigou! Aku datang untuk menjemputmu." ucap pria itu datar.

"Aku tak mengenalmu! Lepaskan aku!" ronta Nigou.

"Nigou, dia itu ayahmu, Rone." ucap Alex.

"Rone Tou-san? Tapi, kok beda?" tanya Nigou sambil ngumpet dibelakang 'papa beruang'.

"Dia memasang tampilan yang berbeda Nigou, nah.. Pulanglah nanti yang lain nyariin loh." usul Alex.

"Tapi.. aku mau... Sama Papa Piers dulu." balas Nigou cemberut.

Piers menghampiri Nigou dan mengusap kepalanya. "Kembalilah ke mereka dulu, kapan-kapan kamu boleh kesini lagi kok."

"Baiklah..."

"Nah, Nigou, ayo pulang nanti yang lain khawatir dan jangan diulang lagi ya." kata Rone.

"Baik, Tou-san."

~Makan~

"..." Red memperhatikan Nigou dengan tajam dan Nigou ketakutan diperhatikan seperti itu pasalnya dia..

"Sayurannya dimakan.. Atau kamu nggak boleh main..." ucap Red dingin ketika melihat piringnya Nigou yang masih banyak sisa sayurnya (bahkan tak tersentuh kali.)

"Ta.. Tapi.."

"Nggak enak? Yaudah mulai besok nggak usah makan kamu.." balas Red dengan tatapan dinginnya.

"Ba.. Baik, Red Tou-san.. Sayurnya aku makan.."

~Puding~

Entah kenapa Iris sedang asik-asik ya membawa sebuah puding karamel untuk yayang embeb yang tercinta tertayang tertampan terimut Almarhum (?) Tartagus. (Iris : Dia belom mati tong -_-') sambil melompat-lompat bahagia sebelum bertabtakan dengan kakaknya.

"Seon Hati-hati kalo jalan." ucap Kim.

"Maaf Oppa, aku mau pergi dulu." balas Iris dengan hati dan aura berbunga-bunga dan senyuman manisnya keluar.

'Wtf! Aura ini!?' "kemana?" tanya Kim penasaran.

"Pergi ke pasar beli Kedondong."

"Heh?"

"Rahasia dong! Dadah Oppa!" Iris pun keluat markas meninggalkan Kim kebingungan dengan sikap adiknya itu. Karena penasaran dia mengikuti adiknya diam-diam.

Di jalan..

"Annyeoung(Cmiiw), Iris-chan mau kemana?" tanya Kazuma yang bertemu Iris di jalan.

"Oh, aku mau main sama temen." jawab Iris gembira.

"Hmm.. Trus itu puding buat disana? Kok cuman dua?" tanya Kazuma lagi yang melihat bawaan iris.

"Umm.. Ini hanya untuk-ku kok.. Dadah Jii-chan!" Iris buru-buru ngibrit tempat itu.

"Dasar Kids Jaman Now (?)" guman Kazuma ngelantur. Karena penasaran dia ngikutin Iris juga akhirnya.

Di perkarangan belakang GCS..

"Hee.. Kau membuatkan aku ini?" tanya Tartagus yang melihat Iris memberinya puding karamel.

"Iya, aku membuatnya sendiri. Em.. Cobain deh, Enak gak?" tanya Iris.

"Ok, aku coba." Tartagus mengambil sesendok puding itu dan memakannya. "Hmm.. Enak kok."

"Ehehe.. Makasih."

Di belakang semak-semak! (Awas ada Mba Lauren Mencari mangsa!)

"Jadi.. Pria yang bernama Tartagus itu adalah pacarnya Seon toh." gumam Kim yang meneropong mereka dari jauh.

"Dan dia malah merahasiakannya..." timpal Kazuma skeptis.

"Harus bagaimana kita Ojii-sama?" tanya Kim.

"Mau tak mau kita harus membuatnya minta restu sama kita masa di rahasiain sih hubungan mereka." usul Kazuma dan Kim mengangguk.

"Hei! Siapa Kalian!?" teriak seorang pria berambut pirang yang membawa pisau.

"Sial ketauan! Suzaku bakar dia.." perintah Kazuma kepada burung Suzakunya.

"Baik, Tuan Kazuma." seketika itu pula pria berambut pirang itu terpanggang oleh Suzaku.

"Ris, dengar suara burung nggak?" tanya Tartagus.

"Dengar sih, tapi sekilas doang kok." jawab Iris santai.

~Tragedi Naek Motor~

Destra dan Reo (cwit, cwit berduaan nih ye~ ; Reo : Urusai! *dibakar Azerio) lagi boncengan berdua naik motor dengan Destra sebagai pengemudinya. Ketika sedang ditengah jalan tak sengaja motor mereka hampir keserempet sama Cabe-cabean yang naek motornya CengTri.

"Et! Et! Et!" Destra nyaris kehilangan keseimbangan karena disalip sama Cabe-cabean tadi.

"Reo? Nggak apa-apa kan?" tanya Destra khawatir.

"Hooh.. Nggak apa-apa kok!" jawab Reo sebelum Destra mulai mengumpat ke Cabe-cabean tadi.

"WOI! CABE! AWAS LU KETEMU LAGI UDAH JADI SAMBEL PETE LU SEMUA! SHIDJBEKSKAKJAHIANE!!" Ok, Reo.. Hiraukan Omelan Destra barusa.

Kemudian..

"Re.. Maaf ya kalo gue bakal pelan-pelan nyetirnya.." ucap Destra.

"Emangnya napa?" tanya Reo.

"Tuh." Destra menunjuk dua orang ibu-ibu yang lagi naek motor matic yang satu sen ke kiri, yang satu sen ke kanan. "Bisa mampus kita kalo nyalip nanti..."

"O... Ok, pelan-pelan aja... Gue juga ngeri kok.."

~Alay~

"Jadi semuanya.. Tes kesehatannya.. Diundur minggu depan karena ayah sedang sakit." ucap Yuki ya g kemudian para anak-anak squad langsung ada yang nagis terharu, guling-gulingan, sujud syukur, bahkan dangdutan massal part. 2 ada lagi.

Kalau mereka melakukannya persis seperti iklan rokok jadul, mereka akan lompat-lompatan di zebra cross yang akan menyala berwarna emas dan bertulisakan 'EXTRA' dan menyinari seluruh kota.

Tapi, kalau dilakukan di dunia nyata mereka bakalan diciduk satu-satu sama pihak aparat dan tulisan yang keluar adalah 'KAMPRET'.

"Tapi, kalau misalnya jadi gimana?" tanya Yuki penasaran.

"Kita bakalan ngelakuinnya dengan 3C!" jawab Sandra.

"3C itu apa?" tanya Hato dengan wajah bingung.

"Cemungudh, Cabal, Cetrong!" jawab Maya.

"Itu Bahasa apa?" tanya Nigou.

"Itu namanya Alay Nigou."

"Alay? Apa itu?" tanya Mita.

Maklum, Hewan mana tau Alay! Kecuali Mita dan Andre.

"Kalau kamu mau tau, coba bajak Hapenya kakakmu, trus cek foldernya ada foto alaynya apa nggak?" usul Amelia.

"Kok, Amelia bisa tau? Itu Alay apa bukan." tanya Andre

"Karena Rata-ata anak sini pernah Alay semua." jawab Sandra.

Ok, Alex hati-hati Hp dibajak sama Adek sendiri ya.

~Bakat dalam Menyanyi~

Jika Alex bisa menyanyi dengan bahasa inggris dengan nada Rap, sementara Lectro bisa nyanyi dengan nada hip-hop, dan Jung bisa nyanyi pake bahasa korea. Kita lihat bagaimana dengan Red..

"Wih, Rai ternyata bisa Beatbox loh." ucap Pyro kagum.

"Iyalah, hei Red bisa beatbox nggak?" tanya Rai.

"Gue bukan ahlinya beatbox itu keahlian Rone. Emm.. Tapi gue bisa satu hal.. Bentar gue pake liri sebelum rapnya dulu.." Red mengambil nafas dalam-dalam dan..

kagami

Utahime o yame tatakitsukeru you ni sakebu...

"Anjrit Seriusan dia bisa lagu itu!?" Pyro dan Rai kaget mendengar Red menyanyikan. "Shoushitsu!"

Saikousoku no wakare no utauta

Boku wa umare soshite kizuku

Shosen hito no manegoto dato

Shitte nao mo utai tsuzuku

Towa no inochi "VOCALOID"

Tatoe sore ga kizon kyoku o

Nazoru omocha naraba...

Sore mo ii to ketsui

Negi o kajiri, sora o miage shiru o kobosu

Owari o tsuge disupurei no naka de nemuru

Koko wa kitto "gomibako" kana

Jiki ni kioku mo nakunatte shimau nante...

Demo ne, anata dake wa wasurenai yo

Tanoshikatta toki ni

Kizamitsuketa negi no aji wa

Ima mo nokotte iru to ii na...

"Yah, seperti itulah yang aku bisa.." jawab Red datar yang membuat Pyro dan Rai melongo.

~Packing Markas~

"Minna! Waktunya kita ngungsi!" seru Reha setelah membanting pintu markas.

"Ngungsi? Emangnya ada apa?" tanya Eudo penasaran.

"Dua markas mau dirombak! aku habis telepon temen barusan!" balas Reha.

"Wut! Kita emangnya mau ngungsi kemana!?" tanya Pyro.

"Hmm.. Gini, Kita ntar ngungsi ke GCS selama perombakan dua markas." jawab Reha sambil nyengir kuda.

BRUUUUUH!

"Se.. Serius tuh!?" tanya Takano skeptis.

"Hoo... HEEEEEH!!!"

"GCS!? MAKSUDMU DISITU!?" teriak Jung kaget setengah idup.

"Yeay, bisa peluk-peluk Tartagus (Iris)/ Teiwoof (Hato) tiap hari!" seru mereka bersamaan yang paling seneng.

"Akan aku beri pelajaran memasak yang benar ke anak bernama Alexia itu!" ucap Takano semangat sambil mengepalkan tangannya. "Tentu saja dengan mode keras ku!"

"K.. kucing!?" Kalo ini malah ketakutan sendiri.

"Tuan Shocka..." Alucard malah senyum-senyum sendiri sambil menatap jendela dan memikirkan.. You know lah siapa...

"Eh.. Kak Alu." Sarah mencoba mengembalikan Alucard yang terbawa ke dunianya sendiri.

"Asik, Bisa maen petasan sama Giro nanti!" ujar Eudo sambil membawa buku magic punyanya sampai rambutnya berwarna pirang lagi. "Um.. Kembali.."

"Se.. Senpai.." Gumo mulai merinding melihat Eudo rambutnya pirang lagi.

"Kak Alex, kakak nggak usah khawatir lagi, nanti kak Naya bisa menjaga aku kok saat kaka kerja."

"Ya.. Kakak tau, Andre."

"Ehm.. Jadi semuanya, besok pagi kita berangkat! Jadi, kalau bisa kita berkemas sekarang!" perintah Reha.

"Baik!"

~Barang-barang tambahan yang dibawa~

"Hei, kalian membawa apa saja?" tanya Reha bingung.

Takano membawa sebuah pisau perak kebanggaannya. "Aku akan mengajari seseorang memasak disana." Yuki bawa jimatnya, "hanya untuk jaga-jaga saja.", Alucard bawa biola dia (dan juga sebungket bunga mawar biru buat Thundy), "aku kalo lagi iseng maenin aja biolanya.", Alfred bawa benang dan jarum khusus, "takut kendor disana.", Hato dan Iris bawa Kado buat Teiron dan Tartagus, "buat Teiwoof/Tarta-kun.", Eudo bawa Bazzoka, "buat maen petasan sama Giro" Dll

"Oh iya, kita kesana naik apa?" tanya Frost penasaran.

"Jalan Kakiiiiii!" seru Reha sambil menunjuk trotoar jalan.

"KUAMPREEEEEEEEEET!!!"

~Akhirnya~

"Akhirnya nyamle juga!" keluh semua orang yang kecapean bawa barang banyak, siang-siang pas lagi panas, jalan jauh, dan juga jalan kaki!

"Mueheheheh! Enakkan jalan kaki dari markas." ucap Reha yang turun dari Taksi. "Makasih pak!"

"Njirt! Pantesan lu nggak ada! Naek taksi sendirian!" gerutu Lectro yang capek bawa barang banyak.

"Hehehe! Sori, nah yang penting udah nyampe kan kesini."

Ting Tong!

"Ya, Uwah! Mereka datang!"

"Halo! Kami datang untuk mengungsi sebentar ya!" seru Reha sambil nyengir kuda.

"Ya, masuklah.. Kalian pakai lantai 4-nya ya." jawab si ketua squad GCS.

"Ok, Sankyuu! Yok semuanya!"

Beberapa menit kemudian..

"Mana yang namanya Alexia!" teriak Takano sambil memainkan pisau peraknya.

"Emm..." Lucy melirik ke sebuah pot bunga yang digunakan Alexia untuk bersembunyi.

"Oh, baiklah kalau begitu.." Takano menggunakan teknik jitunya dalam mencari orang ngumpet, alias sensor guru killer.

"Hmm.. Dimana kau Koboi?" Takano menscan setiap sudut ruangan sampai akhirnya.

"Aha! Kau tak bisa lari dariku, Koboi! Sekarang waktunya kau belajar soal memasak dari dasarnya!" seru Takano sambil menyeret Alexia dari kerahnya, dan sang korban hanya bisa pasrah.

"Teiwoof~ kita satu markas!" Hato berusaha menerjang Teiron yang sedang duduk disofa tapu gagal karena empunya udah gelayutan di lampu duluan. "Teiron, ayo turun kita main."

"NGGAK MAU!"

"dan terjadi lag- Gyaaaaaaahh!" ok, Moku ikut loncat ke tempat yang sana kayak Teiron karena ada Kopen disebelah dia lagi ngelus kakinya.

"Waduh.." ujar orang-orang yang melihat kejadian itu. "Bisa gitu yak!"

"Eris, pinjem laptop do-"

GEDUBRAK

"Hadeh, waktu itu Salem sekarang Rendy.." gumam Eris yang menghela nafasnya karena dia baru mau menjahit leher kakaknya itu yang kendor. "Kapan mereka bakalan ketok pintu dulu sebelom masuk ke kamar gue!"

"Iris!"

"Tartagus!"

Ok, sekarang bayangkan ini sedang adegan menghampiri pasangan satu sama lain, dengan background pantai lagi sunset dan dengan musik romantis sebelum akhirnya mereka pelukan.

"Tartagus, aku senang kita bisa bersama."

"Aku juga Iris."

Ok, lupakan adegan barusan jangan dipikirin ntar bisa muntah tujuh turunan lu!

"Anjrit, Aura berbungaan macam apa ini!?" pekik Vience yang numpa lewat.

"WTF! Iris! Sama Tartagus! Pacaran!" sahut Lectro yang melongo melihat adegan itu.

"Tuan Shocka, untukmu~" Alucard memberikan Thundy sebungket bunganya ke Thundy.

"Emm.. Maka.. Sih..." Thundy berusaha untuk tidak blushing ketika diberikan bunga oleh Alucard.

'Untung Emy sedang sama Sarah.' gumam Alucard

"Hmmm... Maksudmu apa memasang wajah itu?"

"A.. Alu.."

"Well, yang penting blom ada yang terlalu keterlaluan sikap mereka." ucap Reha santai sambil menikmati teh buatan Yamagi.

"Yah, biarpun sudah ada yang aneh, tapi masih standar lah." balas si ketua squad GCS.

"Mungkin, mereka bakalan terbiasa juga nanti."

"Aku harap sih begitu..."

Well, end here please.