Fanfiction

Title : Kehidupan Baru Boruto

Chapter : 37

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rate : T+

Genre : Romance & Drama

Pairing : Uzumaki Boruto & Uchiha Sarada

Warning : OOC Yg Berlebihan, TYPO, EYD dan bahasa yg hancur, AU.

::==::==::

:

:

:

"Bagaimana mungkin. Ada orang yang bisa menyusup ke markas dengan pengamanan super dan sangat rahasia ini. Selama bertahun-tahun tak pernah terjadi hal seperti ini. Kuyakin pelakunya adalah orang yang sudah mengenal seluk beluk tempat ini," ucap Hagoromo.

"Sebuah pemberontakan!" ucap Sarah. "Atau Mafia mendapat informasi markas Sakhuri dari orang dalam Sakhuri sehingga mereka mampu masuk dan menyusup," ucap Boruto.

"Jelasnya, ada sangkut tangan Sakhuri dalam tragedi ini. Mulai saat ini, penjagaan markas harus di perketat terutama Laboratorium. 24 jam siaga 2 dan semua anggota Sakhuri wajib terlibat. Dan kalian semua bereskan tempat ini sekarang," ucap Hagoromo.

:

:

:

Malam hari, Onoki menghampiri Hagoromo di ruangannya. "Kami tidak menemukan mereka. Mereka hilang tanpa jejak yang bisa di ikuti. Mereka sudah pasti sangat profesional," ucap Onoki. "hufft, tak masalah. Terima kasih anda mau membantu. Kasus ini harus kita usut lebih dalam karena jika di biarkan, maka penyusup-penyusup akan semakin bertambah dan mudah memasuki markas kita," ucap Hagoromo.

"Aku akan meminta semua prajuritku untuk sering berpatroli di luar. Tapi untuk melakukan itu, mereka harus di beri imbalan yang lebih karena mereka bekerja ekstra," ucap Onoki.

"Tentu, gaji mereka untuk bulan ini akan di naikan 10 persen. Sayangnya aku tidak bisa memberi lebih karena kita perlu uang untuk setiap misi yang kita laksanakan," ucap Hagoromo.

"Tidak masalah. Dengan begitu prajuritku akan bersemangat dalam menjalankan tugas-tugasnya. Aku mau pergi ke luar kota besok. Ada sebuah urusan keluarga di sana," ucap Onoki.

"Silakan. Tapi sebelumnya, siapa yang menggantikanmu sementara?" Tanya Hagoromo.

"Seorang Mayor bawahanku. Dia akan mengatur dan memimpin pasukan bawahanku selama aku pergi," ucap Onoki lalu meninggalkan ruang Hagoromo.

"Mungkin aku terlalu berlebihan menanggapinya. Aku terlalu banyak menaruh curiga padanya. Baiklah akan ku beri dia kesempatan untuk membuktikan dirinya bukanlah pemberontak di Sakhuri," batin Hagoromo sambil menyaksikan Onoki keluar dari kantornya.

::==::==::

Malam hari itu, Hashirama berada di aula bersama Boruto dan prajurit Laskar Sakhuri 5 lainnya. Hashirama ingin menyampaikan seluruh hal yang siang tadi tidak sempat di sampaikan. Penjelasan di sampaikan selama hampir 3 jam dan di sampaikan secara detail dan rahasia.

"Oke sekian. Dengan ini kunyatakan jika tim Laskar Sakhuri 5 siap melaksanakan misi besar ini. Jangan sampai memberi hasil misi yang buruk. Kami mempercayakan misi besar ini pada kalian. Jangan sampai gagal lagi seperti misi sebelumnya," ucap Hashirama.

"Yosh!" Seru semua anggota Laskar Sakhuri 5 dengan lantang.

"Baik. Kalian kupersilakan kembali dan beristirahat. Mulai besok kalian tidak akan di beri tugas apapun. perbanyak latihan menembak dan perbanyak istirahat. Aku akan kembali menyelidiki kasus penyusupan ini," ucap Hashirama lalu berjalan keluar aula. Tak lama kemudian, satu-persatu anggota laskar Sakhuri pun meninggalkan aula menuju kamar masing-masing.

"Boruto! apa kau mau beristirahat sekarang?" Tanya Sarah. "Tidak," jawab Boruto.

"ayo kita ke komandan. Aku ingin mengetahui lebih dalam soal kasus penyusupan ini. Aku yakin ini bakal seru," ucap Sarah.

"Ayo," ucap Boruto.

Mereka pun memutuskan untuk menuju ruangan Hagoromo. Setibanya di sana, ternyata Hashirama sudah berada di ruangan Hagoromo seraya membawa sebuah koper. "Malam Komandan, jenderal!" Sapa Boruto saat memasuki ruangan.

"Jadi apa isi koper itu jenderal?" Tanya Sarah.

"Ahh, ini adalah sebuah alat yang kami temukan terpasang pada sebuah kabel yang terhubung dengan keypad di pintu keluar-masuk markas Sakhuri. Penyusup tersebut menghubungkan alat ini dengan keypad tersebut agar pintu tersebut terputus oleh kontrol ruang kendalil. Bahkan ketika pintu tersebut terbuka, tidak ada seorangpun yang menyadarinya," ucap Hashirama.

"Berarti siapapun yang memasang alat ini benar-benar ahli. Mereka mampu menyusup tanpa ketahuan secara otomatis oleh sistem pertahanan markas kita. Kuyakin jika penyusup ini adalah Mafia, pasti penyusup tersebut adalah agen khusus Mafia," ucap Hagoromo.

"Sebelum memasang alat ini, penyusup tersebut melumpuhkan pasukan pengaman di pangkalan dengan senjata bius. Syukurnya mereka tidak membunuh mereka," ucap Hagoromo.

"Itu adalah hal bagus. Jadi kita tidak perlu melakukan ganti rugi seperti yang ada di kontrak. Dan kita tidak perlu membuat sebuah alasan palsu terhadap Kematian korban. Tapi yang sangat kami sesalkan adalah pencurian 2 zirah dan 5 senjata," ucap Hashirama.

"Senjata itu adalah sebuah senjata terbaru. Aku akan mendeskripsikan senjata tersebut secara rinci agar kalian berdua mudah memahaminya,"

Deskripsi Hagoromo

Senjata itu kami beri nama Ilmiah Prototype Sakhuri Computer Vektor Gun atau yang di singkat PSC-VG. Senjata ini adalah generasi terbaru dari senjata Senapan Serbu dengan kemampuan menempak lurus beberapa peluru dalam satu jalur tembak. Intinya, jika kau menembak sebuah target, maka dalam sekali tembak akan keluar 3 peluru yang akan berbaris dan mengenai target dalam satu titik. Memiliki kecepatan dan kekuatan tembak layaknya sebuah senapan runduk biasa dengan peluru lebih pendek dari peluru senapan runduk.

Dan di beri nama Computer karena saat di sambungkan ke sebuah komputer dan menghubungkan senjata PSC-VG ini dengan beberapa komponen tambahan, maka senjata ini bisa di kendalikan dengan komputer ataupun laptop. Artinya tingkat akurasinya pun akan meningkat.

Senjata itu bisa menembak otomatis jika di program dengan benar dan tetap terhubung pada laptop atau komputer. Untuk melakukan itu, senjata harus di pasang device Baru berupa laser penunjuk dan pembaca tekstur. Jadi musuh bisa memasukan program untuk menembak pasukan kita dengan hanya menscan zirah kita dengan laser penunjuk tersebut. Namun sebelumnya, mereka harus memasukan tekstur gambar dari zirah kita pada program agar bisa berjalan dengan baik. Tp, sistem ini masih dalam tahap uji coba. Suatu ketika bisa terjadi kesalahan

Akhir Deskripsi Hagoromo

"Kira-kira begitulah ke istimewaan dari senjata yang mereka curi. Sampai saat ini kami baru bisa memproduksi 5 dan sekarang purwarupa itu telah di curi bersama dengan zirah tempur. Tapi kalian jangan khawatir kalau musuh memakai senjata itu untuk menembak kalian. Zirah yang kalian pakai desainnya berbeda dan juga lebih kuat. Kami sudah melakukan uji coba menembak beberapa peluru ke titik yang sama dan hasilnya belum satupun peluru mampu menembusnya. Tapi tetap mengakibatkan efek cekungan akibat peluru-peluru tersebut," ucap Hagoromo.

"Selain menangkap atau membunuh Bayangan Hitam beserta pengikutnya, kalian juga punya misi opsional untuk mengambil kembali purwarupa senjata PSC-VG dan menghancurkan 4 senjata lainnya. Kita tidak bisa membiarkan senjata itu di pakai oleh kelompok yang salah," ucap Hashirama.

"Jadi misi kami bertambah. Oke, aku akan berusaha semampuku untuk mendapatkan kembali senjata-senjata itu. Semoga saja misi besok, mereka tidak mencoba senjata itu untuk menaklukan kami. Tp seharusnya mereka tidak tahu cara kerjanya kan? Apalagi membuat program otomatis itu," ucap Boruto.

"Tidak, mereka mencuri catatan ilmuwan yang membuat senjata tersebut. Dengan catatan itu, mereka memang tidak bisa membuat senjata itu sendiri. Tapi mereka bisa membuat cetak biru baru berdasarkan senjata yang ada dan menciptakan yang baru dalam jumlah besar untuk balik melawan kita. Makanya kuminta kau untuk menyelamatkan purwarupa dan menghancurkan yang lain," ucap Hashirama.

"Baik. Kami akan kerjakan. Benarkan Sarah?" Tanya Boruto.

"Tentu. Ini akan menjadi misi yang sangat menantang. Kuharap bisa berhasil dengan baik," ucap Sarah.

::==::==::

2 hari kemudian, beberapa prajurit Sakhuri sedang berkumpul dan berbaris di pangkalan yang biasa mereka pakai keluar-masuk markas Sakhuri. Semua yang berbaris rata-rata berpangkat Bintara dan Perwira. Namun tidak semua karena tidak semua perwira sedang berada di tempat.

Pagi itu adalah apel untuk melepas Laskar Sakhuri 5 untuk menjalankan misi besar yang sudah mereka rencanakan sejak lama. Di depan Sang Komandan tertinggi Sakhuri, Boruto berdiri dengan tegap membelakangi para prajurit laskar Sakhuri 5. Apel yang di pimpin oleh Hashirama dengan pembina Hagoromo itu berjalan dengan baik dan lancar.

Semua orang yang menghadiri apel tersebut memakai pakaian PDH lengkap dengan pangkat mereka masing-masing. Prajurit laskar Sakhuri memakai zirah tempur mereka dan meletakkan Helm mereka di samping kaki mereka.

Apel pun berakhir dengan pemasangan pangkat pada zirah tempur mereka. Sebagai permulaan, Hagoromo memasangkan pangkat Kapten pada lengan kanan zirah tempur dan lambang Laskar Sakhuri 5 pada dada kiri zirah tempur Boruto.

[NB: pada zirah tempur Sakhuri tersebut telah di buatkan tempat untuk pemasangan pangkat dan lambang serta nama. Tempat pemasangan pangkat, nama, dan lambang itu di lapisi oleh kaca yang dapat di buka dan di tutup]

Setelah pemasangan lambang dan pangkat itu selesai di lakukan oleh Hagoromo, Hagoromo pun memberi sebuah penghormatan pada Boruto. Boruto pun membalas penghormatan itu dengan balik memberi hormat pada Hagoromo.

Seorang perwira pun menghampiri Boruto seraya membawa sebuah nampan berisi lambang Sakhuri dan Pangkat.

"Pemasangan Pangkat dan Lambang Sakhuri pada setiap prajurit Laskar Sakhuri sebagai wujud penghormatan. Pemasangan di lakukan oleh kapten tim Laskar Sakhuri 5," ucap narator.

Boruto pun berbalik menghadap barisan prajuritnya. Semua anggota tim Boruto pun mengambil helm dan memegangnya kemudian satu persatu maju ke depan menghampiri Boruto. Yang pertama maju ialah Sarah. Boruto mengambil lambang Sakhuri dan pangkat Sarah yang di bawa oleh perwira tadi dan memasangnya pada zirah Sarah.

Pemasangan pangkat pada zirah Sarah berjalan lancar. Namun, saat pemasangan Lambang Sakhuri tidak berjalan lancar. Boruto memasang lambang itu secara terbalik. Namun, Sarah mengingatkan Boruto sesaat ia hendak menutup penutup lambang itu.

"Bodoh! Terbalik lambangnya!" seru Sarah dengan suara pelan. Dengan cepat dan tanpa ekspresi, Boruto membalikan lambang itu 180 derajat. "Maaf. Sepertinya aku gugup," ucap Boruto secara pelan.

Setelah selesai, Sarah pun berbalik dan kembali ke barisannya. Satu persatu prajurit Laskar Sakhuri 5 di bawah pimpinan Boruto pun maju dan menerima Lambang dan pangkat dari Boruto. Dan setelah selesai, Boruto memberi hormat pada prajuritnya dan melapor pada Hagoromo kalau proses pemasangan lambang dan pangkat prajuritnya telah selesai. Setelah itu, Hagoromo pun memimpin doa.

Selama 5 menit doa berlangsung. Dan setelah selesai, dengan spontan semua prajurit Laskar Sakhuri 5 pun memakai helm mereka tanpa perintah Boruto ataupun Hagoromo. Mereka lalu memukul dada mereka dan mengacungkan tinju ke langit sambil mengucapkan janji

"Kami, Laskar Sakhuri 5 berjanji untuk menyelesaikan misi ini dengan sempurna. Kami tidak akan mengecewakan siapa-siapa. Nasib dunia ini ada di keberhasilan misi besar ini. Kami akan menangkap Si bayangan Hitam dan menyelamatkan dunia dari rencana jahat kelompok Radikal Mafia. Demi Sakhuri, demi Indonesia, dan demi dunia ini. Kami rela mengorbankan nyawa kami demi terwujudnya perdamaian!" Seru seluruh anggota tim Laskar Sakhuri 5 bersamaan.

Hagoromo pun hanya bisa menetup tangan dan tersenyum bangka pada janji yang di lontarkan oleh tim tersebut. "Aku, kami, dan dunia ini menginginkan janji itu terpenuhi," ucap Hagoromo.

::==::==::

Beberapa jam kemudian, mereka mulai berlayar meninggalkan Indonesia dengan sebuah kapal milik Sakhuri. Kapal itu melaju dengan cepat membelah air di hadapannya. "Dengan kecepatan begini, kita akan tiba di Jepang dalam waktu 2 hari. Walau kalau dengan pesawat hanya beberapa jam saja. Tapi tidak mungkin kita memasukan 5 mobil tempur ke dalam pesawat kan? Kalo pesawat kargo sih pasti bisa. Tapi kita tidak akan tiba dalam beberapa jam. Minimal 1 hari," ucap Boruto.

"Kau pasti sudah tidak sabar untuk menginjak kota kelahiranmu kan, Boruto?" Tanya Sarah.

"Ya, tapi ada yang lebih ingin kutemui saat ini selain sekedar tempat kelahiranku. Pertama aku mau bertemu Sarada. Tapi sayangnya, aku tidak bisa bertemu dengannya sekarang. Apalagi dengan zirah ini. Aku juga sebenarnya ingin bertemu orang tuaku dan menceritakan semua kebenaran ini. Tapi, aku takut hal itu hanya akan membuat mereka khawatir dan membuatku jadi tidak bisa fokus dalam menjalankan misiku dan semua tugas-tugasku sebagai kapten tim Laskar Sakhuri 5," ucap Boruto.

"Kau benar. Dan sepertinya kau harus tabah dan bersabar pada semua hal ini. Setidaknya, jika aku ingin bertemu dengan Rama, aku bisa saja menyuruhnya untuk menungguku di pelabuhan Konoha 2 hari lagi," ucap Sarah.

"Cih! Aku iri. Seandainya Sarada tahu semua ini, ia pasti akan menjemputku tanpa kuminta," ucap Boruto. "Tapi nyatanya tidak begitu," ucap Sarah.

Keadaan sunyi sejenak. Boruto memandang lautan luas di hadapannya. "Aku mau melepas zirah ini dulu. Aku ingin cahaya matahari laut lepas ini mengenai kulitku. Dan aku mau hembusan angin ini menerpa kulitku," ucap Boruto lalu berjalan masuk.

"Awas, nanti kau jadi hitam," ucap Sarah lalu menyusul Boruto.

Malam harinya, mereka kembali berkumpul di sebuah ruangan yang memang di khususkan untuk penumpang. Mereka semua saat itu telah melepas zirah mereka dan meletakan di tempat yang sudah di tentukan masing-masing agar tidak tertukar.

"Aku akan memberi arahan misi kita. Begitu kita tiba di pelabuhan, kita langsung berangkat menuju koordinat yang di berikan jenderal Hashirama. kalo tidak salah, koordinat itu berada di hutan 2 kilometer dari kota Ame. Tujuan kita sementara adalah memantau dan menunggu perintah dari komandan. Berhubung kota ame di kelilingi oleh sungai buatan yang luas, Cuma ada satu jalan resmi yaitu gerbang utama," ucap Boruto.

"Gerbang utama inilah yang harus kita awasi dan pelajar gerak-gerik penjaganya. Selain itu, kita juga harus memantau bandara kota Ame. Berhubung bandara tersebut berada di pinggir kota dan hanya berjarak 3 kilometer dari gerbang utama. Bandara ini adalah hal penting dan mutlak untuk di amati," ucap Sarah.

"Terima kasih Sarah. Aku akan kembali menjelaskan. Kalian akan kubagi menjadi 4 tim beranggotakan 5 orang. Tim A akan memantau dan mempelajari gerak-gerik musuh di gerbang utama sekaligus mengawasi keluar masuknya orang atau barang melewati gerbang itu. Tim B akan mengawasi bandara dan mengecek aktivitas terbaru dan melaporkannya. Awasi selama seharian penuh untuk mengetahui kedatangan target utama," ucap Boruto lalu meneguk segelas air.

"Maaf, aku haus dan tenggorokkan ini kering. Akan kulanjut. Tim C dan D memiliki tugas untuk berkeliling dan memantau keadaan kota Ame dari seberang sungai. Cari dan catat lokasi menara pengawas dan juga pangkalan kecil di kota tersebut. Dan semua itu terpaksa di lakukan dengan berjalan kaki. Aku dan Sarah akan berada di koordinat sambil mengkoordinasi kalian. Pada malam harinya, kalian di persilakan tidur sementara aku dan Sarah yang akan bergantian menjaga. Kita lakukan rencana sementara ini hingga target tiba atau ada perintah dari markas untuk menyerang," ucap Boruto.

"Dan ketika musuh mulai terlihat dan mendapat perintah dari markas pusat, kita menerobos perbatasan desa secara diam-diam. Kita memasuki kota Ame dengan mobil kita secara bergantian. Kita akan berkendara hingga tiba di tempat yang akan mereka jadikan sebagai tempat rapat. Lakukan ini tanpa ketahuan saat memasuki kota Ame," ucap Sarah.

"Untuk itu, kita perlu beberapa peluru bius untuk membius para penjaga Ame yang berjaga di beberapa menara pengawas yang telah di lacak oleh tim C dan D. Aku tidak bisa membuat strategi selanjutnya karena kita tidak tahu kondisi ke depan. Yang bisa kalian lakukan hanyalah jangan sampai ketahuan hingga kita menyergap Si Bayangan Hitam," ucap Boruto.

"Baik Kapten!" Seru semua prajurit Laskar Sakhuri 5 dengan serentak dan keras.

::==::==::

2 hari kemudian, mereka tinggal beberapa kilometer lagi dari pelabuhan pangkalan militer di Konoha. Kota mulai terlihat dari jarak mereka saat ini. Gedung-gedung tinggi yang terhalang oleh awan pun nampak indah di mata Boruto.

"Akhirnya, kita tiba juga. Aku sudah rindu kota ini," ucap Boruto pada Sarah.

"Katanya, ayahku juga akan datang ke kota Konoha. Ada pertemuan penting katanya. Aku harap tidak bertemu dengannya di kota ini," ucap Sarah.

"Semoga saja kau tidak bertemu ayahmu di Konoha ataupun di Kota Ame," ucap Boruto.

"Ada apa dengan kota Ame? Apa kau mengira ayahku ada hubungannya dengan rapat ini Boruto?" Tanya Sarah dengan tatapan tajam.

"Ehh, anu. Emmm. Siapa tahu ayahmu di ajak menuju kota Ame untuk jalan-jalan. Ada beberapa tempat di kota ame yang memang indah. Tapi kalau sekarang aku kurang tahu. Aku ke sana beberapa tahun yang lalu," ucap Boruto.

"Aku tidak marah kok Boruto. ayahku itu orang sibuk. Iya sudah sering berkeliling dunia Cuma untuk melakukan rapat atau bahkan menandatangai kontrak kerja sama dengan beberapa bandara di seluruh dunia," ucap Sarah.

Beberapa menit kemudian, kapal yang mereka tumpangi pun telah bersandar di pelabuhan militer setempat. Terlihat beberapa anggota militer setempat berseragam lengkap dengan sebuah senjata mengawasi mereka.

Berhubung identitas mereka sangat rahasia, mereka mengenakan Helm. Boruto pun turun dari kapal deluan menghampiri seseorang yang berdiri di hadapannya yang sepertinya merupakan pemimpin di tempat ini.

"Selamat siang. Perkenalkan. Jenderal Aidin Rakai. Panglima Tentara Konoha," ucap orang yang di hampir Boruto. "Siang pak. Izin. Nama saya...Rahasia," ucap Boruto yang sempat terhenti karena hampir menyebutkan namanya.

"Tidak masalah. Aku tahu kalian tim yang di rahasiakan identitasnya. Boleh kutahu pangkatmu?" Tanya panglima itu.

"Kapten, pak! Saya adalah ketua dari tim Laskar Sakhuri 5 yang di tugaskan untuk mengrebek Si Bayangan Hitam di kota Ame," ucap Boruto.

"Sebaiknya cepat kalian laksanakan. Dan jangan lupa untuk merebut kembali senjata kalian yang mereka curi. Kemarin mereka baru saja menguji senjata itu dengan menembak jet tempur kami yang sedang melakukan patroli harian di atas Amegakure. Tembakan itu tepat mengenai rudal yang ada di sayap kiri pesawat dan membuat pesawat itu meledak di udara," ucap Panglima Aidin tersebut.

"Apa? Mereka sudah bisa memakai senjata itu? Tapi seharusnya mereka tidak bisa memakainya tanpa buku panduan," ucap Boruto kaget.

"Mereka melakukannya. Mereka memasang beberapa device tambahan pada senjata itu anggar bisa menjangkau jarak yang jauh dan menembak objek bergerak tanpa meleset," ucap Panglima Aidin.

"Pasti ada yang mengetahui cara memakai senjata itu. Berarti misi kami akan menjadi berbahaya jika sampai ketahuan," ucap Boruto.

"Jika kalian butuh bantuan, katakan saja pada markas kalian untuk menyampaikannya pada kami. Kami akan membantu sebisa mungkin," ucap Panglima Aidin. "Itu kapal kalian yang lain. Sebaiknya kalian bersiap-siap untuk menuju koordinat yang di sampaikan jenderal kalian. Aku akan memantau koordinat itu dan menyampaikan kemungkinan bahaya kepada markas kalian agar di sampaikan pada kalian," ucap Panglima itu lagi.

Begitu kapal bersandar, Tim Laskar Sakhuri pun mengambil mobil yang telah berisi seluruh perlengkapan tempur mereka di dalam kapal tersebut. Setelah itu, mereka pun mulai meninggalkan pangkalan seraya di kawal 2 motor polisi.

Boruto dan Sarah menaiki mobil tersendiri yang berisi senjata dan amunisi. Dalam perjalanan, Boruto yang mengendalikan mobil pun di ajak berbicara oleh Sarah. "Ini akan menjadi misi yang panjang dan berbahaya," ucap Sarah.

"Ya. Kita harus mencegah diri agar tidak kelaparan apalagi sampai sakit. 2 orang anggota tim kita telah di latih sebagai medis. Tapi tidak mungkin pertolongan tersebut bisa terjadi di setiap waktu. Oh apa bekal kita selama misi?" Tanya Boruto.

"Umm, ransum kering. Semacam nasi dan lauk yang di keringkan. Cara menyantapnya hanya dengan di seduh dengan air mendidih dan di diamkan selama beberapa menit. Kudengar dari para senior kalau rasanya enak. Tapi aku belum pernah mencoba," ucap Sarah.

"Bagaimana kita akan menyeduh air mendidih. Jika kita menyalakan api, maka posisi kita akan di ketahui oleh musuh," ucap Boruto.

"Kompor yang di berikan untuk misi ini memakai bahan bakar khusus. Api yang di hasilkan dari pembakaran bahan bakar ini memiliki api yang hampir tidak berwujud dan berwarna sehingga tidak menghasilkan cahaya. Lagi pula posisi kita cukup jauh dari pantauan musuh. Menyalakan api sebenarnya tidak masalah Boruto. untuk pencahayaan kita bisa pakai flashlight mobil ini. Cukup terang untuk menerangi semua aktivitas malam hari kita," ucap Sarah.

"Dari mana kau dapat semua informasi ini?" Tanya Boruto heran.

"Beberapa hari yang lalu saat pamanku memanggilku sewaktu kita makan di kantin. Ia menjelaskan semua perlengkapan kita dan bekal kita. Kau juga di suruh datang tapi malam kau bilang mengantuk," ucap Sarah.

"Oh begitu. Setidaknya ingatanmu bagus. Cukup satu orang saja yang mengetahuinya," ucap Boruto.

2 jam kemudian, mereka pun tiba di persimpangan yang menghubungkan Konoha dan Amegakure dan sebuah kota lain. Polisi yang mengawal pun berputar arah dan kembali ke Konoha. Boruto pun memimpin jalan menuju koordinat yang telah di tentukan.

"Aku berharap mobil kita bisa menembus hutan yang penuh dengan pohon hingga tiba di koordinat," ucap Boruto.

::==::==::

Akhirnya beberapa jam perjalanan mereka pun tiba di titik koordinat yang telah di tentukan. Ada 2 titik koordinat yang mereka capai. Di titip pertama itu berada di dekat jalan raya dan masih berjarak 11 kilometer dari Ame. Mereka hanya menemukan 2 buah gergaji mesin dengan tulisan "bawa ini". Mereka pun melanjutkan menuju titik koordinat kedua yang berada di dalam hutan.

Cukup sulit untuk mencapainya. Beberapa pohon terpaksa harus di tebang agar mobil mereka bisa melewatinya. Itu menjelaskan adanya 2 buah gergaji mesin yang sebelumnya mereka temukan.

Akhirnya dengan beberapa kali bercucuran keringat, mereka pun tiba di lokasi yang telah di tentukan. Mereka pun mulai menyiapkan tempat itu agar bisa di pakai untuk tidur dan berteguh dari hujan.

Setelah selesai, mereka pun melepas zirah mereka untuk mengeringkannya. Ada sebuah tombol yang jika di tekan maka udara segar akan memasuki zirah dan mengeringkannya kalau basah.

"Ada perintah dari komandan. Jika tidak di perlukan, jangan pernah lepas zirah kalian untuk keamanan kalian sendiri. Kita berada di hutan. Bisa saja ada ular ataupun hewan buas lainnya. Bisa jadi juga kita bertemu dengan tim patroli militer Ame," ucap Sarah.

"Sekarang kita makan. kalian pasti lapar. Mari kita rebus air untuk memakan bekal yang kita bawa. Aku penasaran sama rasa nasi ransum kering ini," ucap Boruto.

"Beristirahatlah hari ini. Besok kita akan mulai menjalankan rencana kita dan kemungkinan kita juga akan siap tempur," ucap Sarah

:

:

:

To Be Continued

Author mau minta maaf karena terlalu lama mengupdate. Banyak alasan sebenarnya.

Chapter ini ku kerjakan selama Minggu UAS berlangsung di sela-sela jam santai. Sudah lama sebenarnya selesai. Tapi author sangatlah sibuk bahkan begitu uAs selesai, author menjadi makin sibuk.

Tak banyak waktu luang dan begitu pula kuota. Waktu itu agak ada kuota makanya agak update. Terus waktu juga minim. Banyak waktu terbuang untuk latihan nyanyi untuk pentas seni sekolah.

Ini bahkan author bisa update setelah kesibukan berakhir. Dan tinggal menunggu penerimaan rapor. Semoga nilai bagus, amin.

Chapter 38 akan di update 2 atau 3 hari kemudian. Dan jika bisa, besok di jam yang sama akan author update dengan satu syarat. Ada 5 review untuk chapter ini. Dan jika tidak ada, mungkin 2 sampai 3 hari kemudian.

Bocoran Scene Ch. 38

Karena mereka melewati jalan yang mereka lalui sebelumnya untuk menuju camp ini, mereka terpaksa harus berjalan menjauhi kota Ame. Otomatis saat ini mereka masih 7 kilometer lagi dari kota Ame. Dengan kecepatan tinggi dan penuh siaga, mereka pun melajukan mobil ke arah gerbang utama kota Ame.

Sniper dengan peluru bius pun mulai membidik para penjaga dari kejauhan. Kondisi gelap sedikit menyulitkan mereka. Namun syukurnya Sniper mereka di lengkapi thermal panas sehingga tetap dapat mendeteksi musuh walau di kegelapan.

:

:

Yang mereka lihat di bawah celah tersebut ialah sebuah meja berbentuk bundar yang besar dan di kelilingi kursi yang di duduki orang. Ada sebuah kursi yang nampak begitu mewah dan sedang di duduki oleh seseorang yang memakai sebuah masker dan kaca mata yang duduk di kursi mewah itu.

"Si Bayangan Hitam!" Ucap Boruto dengan nada kaget dan pelan.

"Apalagi sekarang? Apa ada yang menyerang kita?" Tanya Bayangan Hitam.

"Maaf tuan. Sepertinya iya. Ada yang menemukan kita. Mereka sepertinya pasukan Sakhuri karena mereka memakai zirah," ucap seorang wakil Bayangan Hitam.

"Apa saja yang sudah Havur katakan pada mereka. Sakhuri terlalu mencampuri urusan kita. Jika begini terus, rencana mata bulan kita tidak akan pernah terlaksana. Dan apalagi saat ini Techconnec sudah semakin kuat. Semakin sulit untuk merebut Techconnec pusat," ucap Bayangan Hitam dengan nada keras.

:

:

Tanpa buang waktu, Boruto mengambil alih kemudi sementara yang lain pun menembaki musuh. Mobil yang berjalan tanpa supir itu pun berjalan lurus hingga menabrak pohon saat jalanan menikung. Boruto pun dengan mobil milik Tim D melaju dengan cepat bahkan musuh kesulitan mengejar.

Namun, sebuah peluru RPG di luncurkan ke arah mobil Boruto.

Boom!

Ending Spoiler.

Saksikan selengkapnya di chapter selanjutnya.