0%-100%

Power on!

Story starts!

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kisimoto

High school dxd © Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.

Naruto : The Dragon Future

Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Servants, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )

Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.

Genre : Adventure, Fantasy, Sfi-ci, Frienship, Romance, Humor, DLL.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali

Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Halo "] Dragon Bijuu

[' Halo '] batin Dragon Bijuu.

Linked Horizon – Shizou wo Sasageyo

Sfx Frist

( Layar memperlihatkan sebuah Piala dengan bentuk sebuah Cawan di kelilingi Dua Naga panjang di kedua sisinya )

Sfx Second

( Layarpun menjauhi piala dan memperlihatkan judul dari Cerita ini )

Kore ijou no jigoku wa

( Aku ingin percaya bahwa )

( layar berganti dengan Kamera yang mengelilingi sebuah Arena Besar )

nai darou to shinjitakatta

( tak ada yang lebih neraka daripada ini )

( Layar berganti dengan memperlihatkan kegiatan Konoha )

Saredo jinrui saiaku no hi wa itsumo toutotsu ni

( Namun hari terburuk bagi manusia selalu datang dengan tiba-tiba )

( Layarpun memperlihatkan kelompok Sasuke yang berdiri di atas gedung lalu layar menjauh memperlihatkan mereka saat ini berdiri gagah di atas gedung di sertai naga mereka )

Tobira wo tataku oto wa

( Suara yang mengetuk pintu terus menerus berbunyi)

( Layar kembali di ganti dengan Para Servant yang tengah menyiapkan senjata mereka )

taezu hidoku busahou de

( dengan keras dan kasarnya )

( Lalu layar kembali di ganti dengan Arthuria yang sudah bersiap menoleh ke arah Jendela dengan raut khawatir )

Manekarezaru saiyaku no hi wa akumu no you ni

( Api bencana mengerikan yang tak diundang itu bagaikan mimpi buruk )

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang berada di atas gedung DSA tengah berdiri sambil menaruh sebuah pedang di pundaknya lalu mengangkat wajahnya memperlihatkan Mata Kirinya menjadi Mangenkyou Sharingan dan Kanannya menjadi Jikkan )

Sugishi hi wo uragiru mono

( Mereka yang mengkhianati masa lalu)

( Layar memperlihatkan Kurumi dan Shiina yang saling membelakangi dengan Clocks Eyes Mereka yang aktif )

yatsura wa kuchiku subeki teki da

( adalah musuh yang harus dimusnahkan )

( Layar kembali dengan Asia, Tearju, Rosswaisse dan Aiz yang menghadap ke kamera sambil memasang raut khawatir )

Ano hi donna kao de hitomi de

( Sejak itu dengan wajah dan mata )

( Layar kembali di ganti dengan Kelompok Naruto yang tengah berdiri berjejer bersiap )

oretachi wo mitsumeteita?

( seperti apa mereka mengawasi pergerakan kita? )

( Layar kembali di ganti dengan Seluruh peserta Dragons Champions )

Nani wo sutereba akuma wo mo shinogeru

( Apa yang harus kita buang demi memusnahkan iblis itu? )

( Layar kembali di ganti dengan Arena Besar yang mulai terpecah, lalu di ganti dengan seluruh kelompok yang menyiapkan senjata mereka, lalu kembali dengan Arena yang telah terpecah mulai melayang )

Inochi sae tamashii sae kesshite oshiku nado wa nai

( Tak ada yang perlu disesalkan dalam mempertaruhkan hidup dan jiwa ini )

( Layar kembali di ganti di mana Para Panitia Lomba yang terdiri dari Serafall, Sona, Tsunade, Dan Jiraiya memberi aba-aba, dan seketika itu seluruh peserta mulai terbang )

Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!

( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )

( Layarpun berganti dari langit memperlihatkan ratusan peserta lomba mulai terbang dengan latar blur di mana Punggung Naruto )

Subete no gisei wa

( Segala pengorbanan itu )

( Layar memperlihatkan gambaran di mana Naruto saat bayi tengah di peluk oleh Sosok pria berambut kuning dan Merah namun seketika semua itu lenyap terbakar )

ima kono toki no tame ni

( adalah untuk saat-saat sekarang ini )

( Layar kembali di ganti dengan Ledakan Energi besar dimana Naruto tengah berteriak dan kembali di ganti di mana Naruto melawan para Servant, Whellgon, Minato lalu memperlihatkan bayangan Naruto di mana Naruto terbungkus dengan Aura yang besar )

Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!

( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )

( Layar kembali di ganti di mana Naruto yang terbang bersama Julis dan naganya tengah berusaha menghindari setiap serangan yang mengarah pada mereka, Setelahnya Naruto melompat dari naga Julis lalu di lepar oleh Kiba yang terbang memutar dan saat Naruto terlempar tampak sosok Naga Chomei siap menyerangnya )

Susumu beki mirai wo

( Mari membuka masa depan )

(setelah Naruto terlempar tampak Naruto mulai berteriak dan seketika ledakan energi terjadi dan memperlihatkan sosok Naruto terbang dengan sayap darahnya dengan tubuhnya terbungkus Aura Hijau dan Merah )

sono te de kirihirake

( yang harus dituju dengan tangan ini )

( Layarpun terhenti ketika Naruto dan Chomei akan saling beradu )

Sfx three

( Layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto dari dulu dan terus berganti dari zaman ke zaman Hingga kepingan memory tersebut terhenti di mana Naruto mengangkat wajah garangnya dengan kedua matanya yang menyala )

.

Chapter 37 : Dragons Champions Arc IV : Slice of Life : Whellgon and Unexpected

.

Jum'at, 14 Desember 2090 (Friday, December 14th, 2090)

05.30 AM

Kamar Naruto.

.

Di pagi yang buta, tampak di sebuah kamar tepatnya di kasur kamar tersebut terdapat sepasang... Tidak... Kelompok... Hmm~ kurasa tidak juga... Kenapa? Karena di kasur tersebut terdapat satu laki di kelilingi lima perempuan. Jadi... Kita sebut saja sepasang harem.

Kring~

Lelaki yang di kelilingi 5 perempuan itu pun seketika melenguh dan membuka matanya mencoba mengambil kesadarannya kembali. Lengannya yang bebas bergerak untuk mematikan jam yang ada di atasnya lalu menatap jamnya dengan mata menyipit.

"Sudah waktunyakah?" gumam Naruto sambil meletakkan jamnya kembali lalu berusaha bangkit dari berbaringnya, namun tubuhnya terasa sangat berat.

Naruto pun melihat apa yang menindihnya dan betapa terkejutnya dirinya ketika melihat Asia tengah tertidur di atas tubuhnya. 'A-Asia-chan!' kejut Naruto dalam hati, 'Ta-Tapi bagaimana bi...'

Naruto yang kebingungan seketika tersentak ketika menyadari bahwa kemarin, dirinya benar-benar di serbu habis oleh para calon istrinya. Walaupun tidak memasuki hal intim melainkan ciuman, tapi tentu saja itu cukup menguras tenaganya hingga dirinya tertidur pulas.

Naruto pun melirik sekelilingnya dan dia hanya melihat Kurumi, Aiz, Tearju, Rosswaisse, Asia dan dirinya saja di kamar tersebut. Naruto yakin sebelum dirinya tertidur, mereka ( Servants ) sudah kembali ke kediaman mereka.

Naruto yang teringat bahwa mereka akan pergi menuju Hyotogaku pun tersentak dan mulai membangunkan Asia. "Oi Asia-chan, bangun," ucap Naruto sambil mencubit-cubit pelan pipi Asia hingga melenguh kesakitan.

Karena merasakan sakit di pipinya, Asia pun membuka matanya dan menatap Naruto dengan mata sayu, namanya juga baru bangun tentu saja otak masih kosong, karena otaknya belum sepenuhnya melakukan Starts.

"Nii-chan," gumam Asia. "Ayo bangun, kita akan berangkat, bangunkan Kurumi-nee dan Aiz-nee lalu bersihkan tubuh kahmmpphn~,"

Perkataan Naruto seketika terhenti karena Asia menciumnya lalu melepaskannya dengan pandangan sayu. "Nii-chan," gumam Asia sambil tersenyum manis. Naruto yang di ciumpun memerah wajahnya, walau sudah kemarin Asia menciumnya, dirinya tidak menyangka bahwa Asia dengan berani kembali menciumnya.

Nyit~

"Ittai!"

"Ayo bangun baka!"

.

Dead Forest

06.00 AM

.

Pukul enam pagi di jepang, bagian utara di mana Hutan kematian berada. Tampak saat ini kelompk Naruto telah berkumpul bersama Para Naga Kitrugon yang sudah siap untuk pergi ke Hyotogaku.

Naruto yang sudah menunggangi Kurama mulai merasa gugup karena ini pertama kalinya dia menunggangi naga dari depan. Biasanya dia hanya berboncengan dengan naga kelompoknya dan naga kakeknya.

Walaupun begitu, ini pengalaman pertama baginya dan tentu setiap terjadi pengalaman pertama kita pasti akan gugup.

Asia yang menunggangi naganya hanya terkekeh ketika melihat Naruto tampak gugup. 'Hyotogaku ya... Tempat tinggal Asuna-san dan Leafy-san...,' batin Asia sambil berpikir. 'Benar juga, kemarin Tou-san pergi ke Hyotogaku karena ada urusan, mungkinkah Tou-san menemui keluarga Nii-chan. Semoga saja, tapi jika secara tidak sengaja kami bertemu...,' batin Asia.

"Nii-chan!" panggil Asia membuat Naruto menoleh ke arahnya. "Ada apa Asia-chan?" tanya Naruto.

Asia yang ingin mengatakan sesuatu seketika terhenti, pikirannya kembali berkecamuk jika dia mengatakan semuanya. Hal-hal negatif hinggap di kepalanya, dirinya tidak mau di benci, dirinya tidak mau kehilangan kasih sayangnya, dirinya tidak mau kehilangan orang yang dia cintai.

Naruto yang melihat Asia terdiam semakin bingung dan memutuskan untuk turun dari Kurama dan berjalan menuju Asia. "Ada apa Asia-chan?" tanya Naruto, namun Naruto seketika tersentak karena Asia saat ini menangis diam.

Naruto yang melihat Asia menangis bingung plus gelagapan. "A-Asia-chan, a-ada apa?" tanya Naruto sambil memeluk Asia.

Greb!

Asia yang di peluk seketika tersentak dan langsung membalas pelukan Naruto dengan erat. Naruto yang di peluk erat semakin bingung pasalnya Asia memeluknya seperti orang yang ketakutan sekaligus khawatir.

"Asia-chan, kenapa?" tanya Naruto dengan lembut sambil mengelus rambut Asia dengan lembut. "Nii-chan... Hiks.. Hiks.. Kumohon jangan tinggalkan aku," lirih Asia semakin memeluk erat Naruto.

Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum. "Ha'i-Ha'i," ucap Naruto lalu menggendong Asia dan mengajak Asia menunggangi Kurama.

["Kheh! Dasar pasangan incest,"] dengus Kurama membuat alis Naruto berkedut. "URUSAI?!"

"Huaam~ kita masih belum berangkatkah?" tanya Kiba sambil menguap.

["Tinggal sebentar lagi, kita harus menunggu tanda dari Whellgon,"] jawab Whitegon. "Tanda seperti apa?" tanya Kurumi yang menunggangi naga bersama Aiz.

["Whellgon bisa memberikan tanda pada seluruh dunia hanya dengan rapal gelombang yang dia miliki, nama rapal gelombang itu adalah wherzentteiko,"] jawab Whitegon. "Tunggu Okaa-san, jika seperti itu bukankah berarti seluruh Naga akan berkumpul?" tanya Naruto.

["Tidak, naga yang memiliki Partner tidak akan terpengaruh oleh Rapal Gelombang Whellgon, hanya para Naga yang memiliki kebebasan saja yang akan terkena Rapal Gelombang Whellgon,"] jelas Kurama ikut menjelaskan.

["Tapi untuk kami itu hal lain, selain pulau Kitrugon, Hyotogaku adalah rumah ke dua kami, kami sudah mengenal Whellgon selama kepemimpinan Senju Hashirama. Kau pasti berpikir apakah ras The Nine Legends Dragons Bijuu Beast yang lain juga akan berkumpul bukan?

Jawabannya adalah tidak, untuk The Nine Legends Dragons Bijuu Beast yang lain tidak akan terpengaruh oleh rapal gelombang Whellgon,"] lanjut Whitegon panjang lebar

"Tunggu-tunggu, aku menangkap sesuatu yang ganjil, jika kalian menunggu rapal gelombang milik Whellgon, itu artinya kalian sudah di undang oleh Whellgon untuk menemuinya bukan?" tanya Julis membuat Naruto tersenyum karena Julis memikirkan hal yang sama dengan apa yang ada di pikirannya.

"Dan jika kalian mengatakan bahwa hanya para naga yang tidak memiliki partner yang akan terpengaruh oleh rapal gelombang Whellgon, lalu kenapa kita menunggu rapal gelombang Whellgon? Bukankah akan lebih baik kita berangkat sekarang? Bukan aku memaksa hanya saja kalian berdua adalah Partner Danchou, bukankah artinya rapal gelombang itu tidak akan berpengaruh pada kalian?" lanjut Julis.

"Maa~ Maa~ tenanglah Julis-chan, biar aku jawab beberapa pertanyaanmu," ucap Naruto berusaha menenangkan Julis. "Kau tadi bertanya kenapa kita menunggu rapal gelombang Whellgon bukan? Itu karena di sekitar kita terdapat beberapa Kitrugon yang tidak memiliki Partner. Lalu kenapa kita tidak berangkat sekarang? karena banyak banyak masyarakat di luar sana, kita tidak mungkin langsung berangkat itu akan menggemparkan Konoha ketika melihat Kyuubi ada di Konoha,"

Julis yang mendengar itu tersentak karena baru menyadari hal itu, dirinya menunduk malu karena dirinya benar-benar tidak sabar bertemu Whellgon yang merupakan raja para naga.

"Lalu rapal gelombang Whellgon, sejujurnya Rapal gelombang wherzentteiko adalah Rapal Gelombang penghenti waktu sesaat," lanjut Naruto. "Penghenti waktu sesaat?" tanya Kurumi antusias.

"Aiz-nee, Kurumi-nee, apa kalian pernah membaca berita mengenai Ratusan Naga secara serempak bergerak ke utara?" tanya Naruto membuat Kurumi dan Aiz tersentak. "Matte, maksud Naru-kun, kejadian langka 18 tahun yang lalu itu?" tanya Aiz dan di jawab anggukan oleh Naruto.

"Kejadian Langka 18 Tahun yang lalu?" tanya Irina penasaran. "18 Tahun yang lalu tepatnya sama seperti hari ini, ratusan naga secara tiba-tiba hilang di seluruh kota dan bergerak ke arah utara. Awalnya seluruh dunia melakukan kegiatan seperti biasanya, namun hal itu tak berlangsung lama karena ratusan naga yang awalnya ada di sekitar mereka menghilang secara tiba-tiba," jelas Aiz panjang lebar.

"Dan mereka bergerak ke utara tepatnya kota Hyotogaku," lanjut Naruto. "Ketika mendengar di sini, Bisa di pastikan kejadian waktu itu adalah perbuatan Whellgon. Kejadian itu tidak banyak di ketahui masyarakat yang ada di darat, namun untuk yang di laut sempat melihat kejadian tersebut dan merekamnya, maka dari itu kejadian itu di sebut kejadian langka."

"Hmm~ jadi begitu, kenapa kita menunggu rapal gelombang Whellgon adalah saat seluruh naga bergerak kita juga bergerak karena waktu terasa berhenti dan masyarakat tidak akan menyadari kemunculan Kyuubi," gumam Claudia paham kenapa menunggu rapal Gelombang Whellgon.

Naruto yang mendengar itu tersenyum karena semua sudah paham. Pandangan Naruto pun teralih kepada Asia yang masih memeluknya erat, karena duduk Asia menghadap ke samping Naruto pun melepaskan pelukan Asia dengan lembut lalu mengubah posisi duduk Asia ke depan.

Sret! Grep!

Naruto sedikit tersentak ketika tiba-tiba Asia menarik lengannya untuk memeluknya dari belakang. "Jangan di lepaskan Nii-chan, Onegai," ucap Asia lalu melirik Naruto lirih. Naruto yang masih melihat Asia tampak ketakutan hanya menghela nafasnya dan mempererat pelukannya untuk menenangkan Asia.

"Ha'i-Ha'i aku tidak akan melepaskannya" ucap Naruto sambil menyalurkan kenyamanan agar Asia cepat tenang.

["Sudah di mulai,"] ujar Kurama membuat semua tersentak.

Twuuuung!

Seketika sebuah gelombang dengan suara Nyaring melintasi mereka, para Naga Kitrugon yang bebas seketika melebarkan mata mereka dengan pupil mereka yang mengecil.

Bhatsh! Wush!

Setelahnya merekapun mengembangkan sayap mereka dan mulai terbang menuju utara. ["Ikuzo!"] perintah Kurama mulai ikut terbang di ikuti Whitegon dan kelompok Naruto, naga Asia yang melihat tuannya bersama Naruto pun juga mulai ikut terbang.

"Kyaa!" pekik Asia sambil memeluk lengan Naruto erat. "Pegangan yang kuat Asia-chan!" ucap Naruto juga mempererat pelukannya pada Asia.

Swush! Wush!

Merekapun akhirnya keluar dari hutan kematian dan langsung bergerak ke utara dengan cepat.

"Uwoooh! Sugoii!" teriak Naruto sungguh senang. Dirinya akhirnya bisa merasakan bagaimana rasanya terbang dengan Partnernya, walaupun dirinya sudah sering bertumpangan dan merasakan sensasi terbang dengan naga. Namun kali ini semuanya terasa berbeda di mata Naruto.

Wush!

Terbang Kurama pun semakin cepat begitu juga Whitegon di samping Kurama, "Hoho, cepat sekali, kau benar-benar luar biasa Kurama!" puji Naruto. ["Kheh! Aku tidak mau mendengar itu darimu,"] dengus Kurama lalu mulai terbang dengan tenang karena mereka sudah keluar Konoha.

["Bagaiman rasanya Naruto-kun,"] tanya Whitegon membuat Naruto tertawa senang. "Sungguh luar biasa Okaa-san, ini benar-benar berbeda saat aku terbang dengan Skeatboard, Sayap dan naga kelompokku," jawab Naruto benar-benar senang.

Wush!

"Bagaimana Danchou, apa kau puas?" tanya Kiba dan di balas acungan jempol oleh Naruto. "Tentu saja!"

Asia yang duduk di depan Naruto pun ikut terkagum, rasanya benar-benar berbeda ketika dirinya terbang dengan naganya. Asia yang melihat ratusan Naga mulai terbang ke utara memanggil Naruto.

"Nii-chan, lihat itu." Tunjuk Asia, Naruto yang di panggil Asia pun menoleh dan melihat arah telunjuk Asia. Naruto yang melihat apa yang di tunjuk Asia pun terkejut sekaligus kagum, "Uwooh! Mereka benar-benar bergerak ke utara," gumam Naruto sambil menatap sekitarnya.

"Apa mereka tidak akan menyerang?" tanya Kirin sedikit khawatir. ["Jangan khawatir, mereka tidak akan menyerang. Saat ini mereka ada di dalam kendali Whellgon jadi tidak perlu takut,"] jawab Whitegon.

"Berangkat menuju Hyotogaku menghabiskan waktu sebanyak 8 Jam, jadi sebaiknya kita mencari Naga itu dan menjadikannya tempat istirahat agar naga kaliam tidak lelah terbang," ucap Naruto sambil menunjuk Sekelompok Naga berukuran sangat besar, kira-kira 180 meter memiliki warna tubuh kecokelatan.

"Naga itu, bukankah itu Ozidengrohu?" tanya Asia. "Um, kita akan beristirahat si atas tubuhnya, karena mereka dalam pengaruh Whellgon bisa di pastikan mereka akan terus terbang menuju utara hingga sampai tujuan, selagi perjalanan lama, kita beristirahat disana selama 4 jam lalu kembali terbang menuju Hyotogaku," usul Naruto.

Ozidengrohu seekor Naga berukuran 180 meter dengan sayap besarnya sekitar 40 meter, Memiliki tubuh yang sangat besar, memiliki warna tubuh cokelat dan berelemen Api dan Tanah. Naga ini adalah Naga dari Kota Iwagaku.

"Hm, kedengarannya boleh juga, soalnya naga kita hanya bisa terbang selama 4 jam lebih," gumam Xenovia menyetujui usul Naruto. Seluruh kelompok Naruto pun bergerak ke Nagawherzentteiko dan mendarat di atas tubuh Naga-Naga tersebut.

["Kurama-kun,"] panggil Whitegon membuat Kurama meliriknya, ["Selamat terbang selama 8 jam,"] canda Whitegon lalu terbang menuju salah satu wherzentteiko dan berubah menjadi Charlotte.

"Etto... Nii-chan,"

"Um? Nani?"

Kurama yang di tinggal sendiri ( Walau tidak sepenuhnya sendiri ) hanya diam sambil terbang dengan tenang. Kesunyian melanda di sana, Hanya ada suara Asia dan Naruto yang saling berbicara.

['KUSOYARO!'] teriak Kurama secara tiba-tiba dalam hati. ['Kenapa ini terjadi padaku! Charlotte dan Whitegon enak-enakkan mendapat istirahat begitu juga kelompok Gaki ini! Sementara Aku harus terbang selama 4 Jam tanpa Istirahat, USAKENNA!'] gerutu Kurama dalam hati.

'Mau bagaimana lagi, dia pernah melihatku, jadi rasanya mustahil berubah di hadapannya, memalukan,' batin Yasaka yang ada di dalam hati Kurama. ['Cih!'] batin Kurama.

Kurama yang merasa bosan melirik Naruto. Kekesalan Kurama semakin bertambah ketika dengan enaknya Naruto dan Asia memadu kasih ( Berciuman ) di atas tubuhnya.

["JANGAN GUNAKAN TUBUHKU UNTUK BERCINTA GAKI?!"]

"ITU BUKAN KEINGINANKU BAKA?!"

.

Other Place

.

Tampak di sebuah tempat yang di lingkupi Kristal Es, terlihat seseorang dengan pakaian tempur kuno tengah berdiri di salah satu bongkahan kristal Es dengan tombak di tangannya.

Wush! Wush!

Orang tersebut pun memutar-mutar Tombak di tangannya ke atas dan seketika dari tempat yang di lingkupi Kristal Es, keluar puluhan Naga dan di puluhan Naga tersebut, tampak sosok Naga dengan tanduk banteng, memiliki warna tubuh merah dan memiliki 3 pasang sayap, mulai terbang di bawah orang tersebut.

Tap! Wush!

Orang tersebut pun menaiki Naga tersebut dan memacunya ke selatan di ikuti puluhan naga di belakangnya.

.

Skip Time

4 Hours Later...

.

Wush! Wush!

Sudah dua jam berlalu semenjak mereka berangkat dari Konoha menuju Hyotogaku, dan selama 4 jam tersebut, kelompok Naruto beserta Whitegon ( Charlotte ) memutuskan untuk beristirshat.

Sementara 4 Jam tersebut untuk Kurama, dia gunakan untuk terbang dengan tenang tanpa berbicara sedikitpun, Naruto dan Asia yang ada di atas tubuh Kurama juga saat ini tengah beristirahat dimana Naruto membaringkan tubuhnya dengan posisi menunggangi, sementara Asia menindih Tubuh Naruto dengan membaringkan kepalanya di dada Naruto.

"Nii-chan," panggil Asia karena semenjak 4 jam yang lalu, mereka tidak memiliki topik pembicaraan yang membuat mereka hanya diam dengan posisi seperti saat ini.

"Ada apa Asia-chan?" tanya Naruto sambil menatap langit di atasnya, sementara lengannya memeluk Asia agar tidak terjatuh dari berbaringnya.

"apakah kau senang karena pada akhirnya kau mendapatkan partner? Bahkan dia adalah Salah satu dari Sembilan Legenda Naga?" tanya Asia. Kurama yang bisa mendengar pembicaraan mereka hanya diam mendengarkan, lagi pula dia tidak memiliki urusan untuk ikut campur pembicaraan mereka, walaupun itu mengenai dirinya ( Kurama ).

"Tentu saja, tentu aku senang," jawab Naruto. "Dari dulu aku ingin sekali memiliki Partner Naga, namun dari dulu aku tidak pernah mendapatkannya, naga-naga yang ingin aku buat kontrak selalu menyerangku membuatku sedikit trauma dan memutuskanku untuk tidak mencari partner naga," lanjut Naruto bercerita sambil mengingat-ingat kejadian yang pernah dia alami.

"Biasanya orang yang berpartner akan bisa melakukan kerja sama dan meningkatkan kemampuan bersama, namun aku melatih diriku sendiri dengan batas kemampuanku yang dulu tidak memiliki kekuatan sama sekali.

Awalnya aku putus asa dan berpikir bahwa aku adalah orang yang gagal, namun saat aku berputus asa, Aiz-nee datang dan memberikan sebuah secercah cahaya yang membuatku bangkit. Aiz-nee pun melatihku selama 2 tahun hingga memutuskan untuk pergi selama 10 tahun entah ke mana."

Naruto sudah mengenal Aiz semenjak berumur 6 tahun dan Aiz waktu itu berumur 16 Tahun. Naruto yang mengingat bagaimana kerasnya dia berlatih selama 2 Tahun sedikit merinding, dirinya benar-benar harus tahan banting waktu itu.

"Setelah itu aku terus berlatih Selama satu tahun kembali dan pada akhirnya Shiina-chan dan Kurumi-nee datang, aku tidak begitu ingat kejadian waktu itu, tapi yang aku ingat hanya saat kepergian Kurumi-nee menuju France. Yang aku ingat selama Kurumi-nee mampir, aku sangat dekat dengannya."

Asia yang mendengar cerita Naruto hanya diam mendengarkan sambil tersenyum. Dirinya bisa membayangkan bagaimana kehidupan Naruto dulu.

"Akupun mencoba mencari Partner kembali, namun pada akhirnya tetap gagal. Hingga akhirnya aku memutuskan menjadi pekerja di Kantor Jiji hingga sekarang," lanjut Naruto. "Namun pada Akhirnya..." gantung Naruto sambil bangun dari berbaringnya menjadi terduduk, Asia yang membaringkan tubuhnya di atas Naruto pun ikut menjadi terduduk dan menyandar di tubuh Naruto.

"Pada Akhirnya, Aku bisa terbang dengan Partnerku sendiri," lanjut Naruto sambil tersenyum menatap Kurama walau Kurama tidak melihatnya. "Aku sungguh senang," lanjut Naruto sambil mengelus bagian leher Kurama pelan.

"Hhmmphnn~," lenguh Kurumi sambil menutup mulutnya. Itu bukan lenguhan Ecchi ataupun Lenguhan yang mengandung unsur Lime, melainkan dia menguap sambil menutup mulutnya. Jika pakai Hoaam~ itu terasa bukan sifat perempuan pada umumnya.

Deg!

Tubuh Kurumi seketika menegang dan langsung berdiri tegak dengan pandangan menajam. Whitegon yang memejamkan matanya seketika membuka matanya dan mulai berdiri sambil menatap sekitarnya.

Deg!

Tubuh Kurama seketika menegang dan Indra Perasa yang ada di kedua sisi pipinya seketika bergetar dengan cukup kuat. Naruto dan Asia yang terganggu dengan suara getaran Kurama pun menoleh ke arah Kurama yang tampak menatap ke sana kemari dengan pandangan yang tajam.

"Ada apa Kurama?" tanya Naruto sambil bersiap jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. ["Ada yang datang,"] ucap Kurama.

Naruto yang mendengar itu bersiap, begitu juga Asia yang langsung mengubah posisinya. "Dimana? Dan berapa orang?" tanya Naruto sambil melirik sekitarnya yang tak tampak apapun selain lautan yang luas.

["Mereka ada di Kabut itu, Aku tidak tahu berapa jumlahnya karena mereka bercampur dengan Naga-naga yang juga ke utara,"] jawab Kurama membuat Naruto menoleh ke utara, di utara tepatnya 4 Km, tampak kabut yang sangat tebal yang tak terlihat ujungnya maupun dari sisi kiri dan kanan.

"Are? Aku tidak pernah dengar jika di perbatasan Hyotogaku dan Rusia ada kabut setebal itu," gumam Julis. "Mungkinkah ini salah satu kekuatan Whellgon? Atau orang yang ada di dalam kabut itu?" gumam Naruto sambil mengelus dagunya

["Aku tidak pernah melihat Whellgon memiliki Teknik seperti itu, jadi kemungkinan saja itu teknik milik orang lain."]

"Cih!" Naruto sedikit mendecih. "Jika begitu kita tidak bisa memastikan di mana posisi mereka dan jumlah mereka," desis Naruto sambil berpikir.

"Kurama, dekati mereka. Kita harus memberitahu mereka," pinta Naruto dan langsung di turuti oleh Kurama. Baru saja sampai sana, Naruto telah melihat Teamnya pada tengah bersiap, Naruto yang awalnya kebingungan pun tersadar ketika Kurumi memberinya tanda bahwa dirinya telah memberitahu yang lain.

Sret! Bwush!

Charlotte yang masih berada di tubuh naga wherzentteiko langsung melompat tinggi dan berubah menjadi Whitegon dan terbang di samping Kurama.

["Kau juga merasakannya Kurama-kun?"]

["Kau juga tahu bahwa indra pendeteksi kita sama, jadi mana mungkin aku tidak merasakannya."]

"Sepertinya akan terjadi sesuatu yang buruk ya, Danchou?" tanya Kiba meminta kepastian. "Aku juga tidak tahu baka! Aku tidak tahu apakah akan terjadi sesuatu yang baik maupun buruk, namun selagi ada waktu kita harus bersiap untuk segala sesuatu yang akan terjadi ketika kita memasuki kabut itu," jawab Naruto sambil menatap tajam kabut tebal di depan mereka.

'Aku tidak bisa mengeluarkan Jutsu apa pun untuk membelah atau menghilangkan Kabut tersebut, karena bisa saja ada beberapa naga yang tak bersalah di dalam kabut tersebut,' batin Naruto sambil memikirkan Strategi yang cocok.

'Tidak... tunggu,' batin Naruto sedikit tersentak lalu memejamkan matanya kembali sambil memikirkan strateginya

"Naru-kun, sebaiknya apa yang kita lakukan?" tanya Aiz mewakili semuanya. ["Jika kau berniat pergi ke dalam kabut itu sendirian silahkan saja, aku tidak peduli,"] ujar Kurama mendapat delikan dari Whitegon.

"Hmm~ karena hanya ini satu-satunya jalur kita menuju Hyotogaku, sepertinya kita tidak punya pilihan lain selain masuk ke dalam kabut itu," ucap Naruto menjelaskan keadaan yang ada. Memang benar di depan mereka ada kabut yang tebal bahkan ujungnya tak terlihat maupun di sisi kiri ataupun kanan.

Jadi mereka tak punya pilihan lain selain masuk ke dalam kabut agar cepat sampai Hyotogaku. "Kau serius Danchou? Aku melihat kabut itu sangat tebal? Bagaimana jika kita terpisah dan tersesat?" tanya Kiba memastikan.

"Nii-chan," gumam Asia khawatir dengan rencana Naruto. Naruto yang melihat ekspresi khawatir Asia hanya tersenyum sambil mengelus rambut Asia. "Jika kita sempat terpisah, naiklah ke Okaa-san, dia bilang bisa menemukan keberadaanku jika kita terpisah, dan jika itu terjadi naiklah Okaa-san dan cari aku," ucap Naruto memberi saran pada Asia agar tidak khawatir.

"Ini juga untuk kalian semua, pastikan kalian tidak terpisah dari Okaa-san," ucap Naruto sambil melirik seluruh anggotanya. "Ha'i Danchou!/Naru-kun!" balas Kelompok Naruto begitu juga Kurumi dan Aiz.

["Kita akan memasuki kabut, bersiaplah,"] ucap Whitegon membuat semua langsung bersiap. "Asia-chan," panggil Naruto membuat Asia meliriknya.

Grep!

"Biarkan aku berposisi seperti ini untuk beberapa waktu, aku memiliki rencana," bisik Naruto sambil memeluk erat perut Asia. Wajah Asia langsung memerah karena saking malunya, "U-Um, te-tentu," jawab Asia tergagap

Swush! Swush!

Pada akhirnya, mereka pun masuk ke dalam kabut tebal tersebut dengan keadaan saling berdekatan agar tidak terpisah.

Kurama dan Whitegon yang memimpin di depan terus menoleh ke sana kemari untuk berjaga jika tiba-tiba terjadi serangan.

Wush!

Ketika indra perasa Kurama dan Whitegon bergetar, keduanya pun menukik ke atas sedikit dan langsung di ikuti yang lain.

Swush!

Tak lama setelah itu dari jalur yang mereka lewati tadi, tampak sekumpulan Naga tengah terbang berkelompok. "Mereka, Alyougon," gumam Naruto.

"Alyougon?" tanya Asia sambil menatap Naruto. "Naga yang memiliki Element Api biru, api biru mereka merupakan pergabungan element es dan api. Mereka memang memiliki ukuran tubuh sekitar 20 meter, tapi kekuatan mereka sangat luar biasa," jelas Naruto.

Wush! Wush!

Selama sejam lamanya, mereka terbang tanpa adanya gangguan menuju Hyotogaku, mereka hanya melihat beberapa naga dan sekumpulan naga yang terbang menuju Hyotogaku. Namun mereka tetap tidak melepas kesiagaan.

"Sepertinya sejak tadi kita tidak melihat adanya tanda-tanda serangan," gumam Kiba dapat di dengar oleh Naruto dan yang lain, mereka memutuskan untuk tidak berbicara dengan suara keras karena bisa saja musuh menyerang mereka dari belakang setelah mengetahui keberadaan mereka.

Krr~

Getaran indra perasa Kurama semakin kuat. Naruto yang mendengar itu mulai berdiri di leher Kurama lalu mengangkat tangan kirinya, "Kurama."

Trank! Trank!

Seketika dari jam Naruto keluar besi-besi yang langsung menyatu dengan tangan Naruto dan terus merambat ke seluruh tubuh Naruto. " tolong, jaga Asia dan yang lainnya," ucap Naruto dengan wajah yang mulai tertutupi topeng besi berwajah tengu.

Swush! Duagh! BOOOM!

Seketika dengan gerakan yang bersamaan Sebuah tongkat terayun di samping kanan Naruto dan langsung di tahan dengan cepat oleh Naruto hingga membuat getaran serta angin yang keras hingga membuat kabut di sekitar mereka menghilang.

Naruto yang menemukan siapa yang menyerangnya langsung melakukan tendangan hingga orang yang menyerang Naruto terpental dari naganya.

Wush!

Naga yang di tunggangi oleh orang yang di tendang Naruto seketika terbang mundur ke arah majikannya hingga orang tersebut kembali menunggangi sang naga.

"Kalian lanjutkan pergi ke Hyotogaku, biar aku mengurusnya," ucap Naruto sambil mengeluarkan sayap mekaniknya lalu terbang mendekati orang yang berpakaian tempur kuno di depannya.

"..." orang berpakaian tempur kuno yang melihat Naruto mendekat hanya diam sambil mengangkat tombak di tangannya ke atas.

Naruto yang berusaha mendekati orang tersebut langsung berhenti dan melayang di tempat sambil bersiaga.

"Danchou," gumam Julis khawatir.

"Kalian tunggu apa lagi, cepat pergi!"

Wush! Grep!

"Kyaa!" seketika Naruto dan yang lain tersentak ketika mendengar sebuah teriakan. Semua semakin terkejut ketika teriakan itu berasal dari Kirin yang di cengkeram oleh seekor naga dan di bawa menjauh menuju utara.

"Kirin-chan!" teriak Naruto berusaha mengejar Kirin.

Wush! Trank!

Namun hal itu harus terhenti karena orang di depannya menahannya dengan menyerangnya dengan tombaknya, mau tidak mau Naruto harus berusaha menahan serangan tersebut.

"Kirin-chan!" teriak Tohka langsung melesat mengejar Kirin bersama Saya. "Kalian tunggu!" teriak Julis berusaha memperingati.

["Sial! Kita di serbu!"] panik Whitegon. ["Jangan bercanda! Jangan mengganggu kami Naga-Naga tidak berguna?!"] teriak Kurama sambil menyemburkan api berskala besar ke segala arah.

["Kurama-kun!"] teriak Whitegon sambil mengelak semburan Kurama begitu juga yang lainnya.

"Kyaa!" pekik Asia karena guncangan Kurama cukup kuat membuatnya tidak bisa bertahan di tubuh Kurama hingga membuatnya terjatuh.

"ASIA!" teriak Naruto berusaha menolong Asia.

Wush! Grep!

Namun yang ada Naruto telah di cengkeram dan di lilit oleh empat naga dan di bawa pergi menuju Utara. "Ku-Kuso!" teriak Naruto.

Whitegon yang melihat asia terjatuh langsung melesat ke arah Asia, Sementara Aiz dan Kurumi berusaha melesat ke arah Naruto berada.

Duak!

Naruto semakin terkejut ketika Aiz dan Kurumi terkena hantaman ekor naga hingga membuat mereka terjatuh ke bawah, mata Naruto semakin bergetar ketika kelompoknya tidak cukup kuat menghadapi ratusan naga yang menyerang mereka.

"MINNA!" teriak Naruto, namun apa yang bisa dia lakukan. Dirinya tak sempat menyelamatkan siapa pun, apalagi dalam keadaannya yang tengah di kunci oleh empat naga.

Perlahan Naruto tidak bisa melihat kelompoknya karena kabut yang menghalangi penglihatannya, perlahan Naruto tertunduk lemas.

.

.

Skip time.

.

Wush! Bruk!

"Ugh!" lenguh Naruto kesakitan ketika di jatuhkan dengan sembarangan dari langit hingga membentur tanah dengan keras. Perlahan Naruto berdiri dan menatap sekitarnya di mana, dirinya saat ini tengah berada di sebuah gua yang gelap dan dingin. Dan di gua tersebut terdapat ratusan naga liar mengepungnya.

Tap! Bruk!

"Uhuk! Uhuk!" Naruto yang mendengar suara Asia langsung menoleh dan betapa terkejutnya dia ketika melihat Asia tengah terikat bersama yang kecuali Kurama dan Whitegon tentunya dalam keadaan basah kuyup.

"ASIA!" panik Naruto sambil membuka Topeng Tengunya lalu langsung mendekati Asia dan berusaha melepaskan ikatan yang mengikat Asia beserta yang lain.

Jrash! Grep!

"OI! ASIA! BERTAHANLAH!?" panik Naruto sambil memeluk erat Asia berusaha memberikan kehangatan pada tubuh Asia yang kedinginan. "Uhuk! ...Nii-chan...," gumam Asia lemah.

"Da-Danchou.. Uhuk! Syukurlah kau baik-baik saja," gumam Julis sambil terbatuk karena dirinya juga dalam keadaan basah kuyup, begitu juga yang lainnya.

Tap!

Semua kecuali Asia dan Naruto seketika menoleh ketika sosok orang berpakaian tempur Kuno yang menyerang mereka saat ini telah datang di dekat mereka, Naruto yang menyadari itu menundukkan kepalanya.

"Beraninya...," ucap Naruto dengan nada menggeram marah.

Swush~

Secara perlahan tampak sebuah aura berwarna merah di sertai biru keluar dari tubuh Naruto dan Aura tersebut mulai berubah menjadi api merah dan hawa dingin yang menyelimuti Naruto.

"Berani-Beraninya kau melakukan ini pada mereka...," desis Naruto dengan Aura yang semakin membara.

Swush! BWUSSH!

Seketika Hawa dingin dan Api yang menyelimuti Naruto menyatu dan berubah menjadi api biru muda.

Trank! Trank!

Bagian-bagian Robot Tengu yang menyelimuti Naruto seketika membongkar diri mereka di bagian lengan dan kaki karena saat ini Senjata King dan Hyohengi ( Chapter 33 udah ada ) mulai menyatu di tangan dan kaki Naruto.

Bwush!

Seketika kobaran api muncul di sekitar kelompok Naruto dan menyalurkan kehangatan untuk kelompoknya.

Wush!

Orang yang berpakaian tempur kuno yang melihat Naruto tidak melakukan apa pun langsung melesat ke arah Naruto dengan tombak di tangannya.

"TIDAK AKAN AKU MAAFKAN!"

Sring! BOOOOM!

Begitu Naruto menoleh dengan mata kanannya yang menyala dengan terang, Ledakan besar seketika terjadi hingga mementalkan semuanya kecuali kelompok Naruto.

Blar!

Orang berpakaian tempur kuno yang terpental karena ledakan yang di hasilkan oleh Naruto seketika menabrak berbatuan dengan keras hingga tubuhnya menempel sangat dalam di berbatuan tersebut.

Wush!

Orang yang berpakaian tempur kuno yang akan berusaha keluar dari berbatuan tersebut seketika tersentak ketika Naruto melesat ke arahnya dengan cepat dengan tangan kanan terkepal di sertai Aura Biru yang membara.

BLAAAR!

Ledakan besar kembali terjadi hingga membuat berbatuan tersebut hancur dan mementalkan orang berpakaian kuno ke sebuah tempat yang sungguh besar di sertai keindahan alam dan ribuan naga di sana.

Wush! Sret!

Orang berpakaian tempur kuno yang akan terjatuh dari terpentalnya seketika mengendalikan tubuhnya hingga mendarat sempurna.

Brak!

"COUGH!" topeng yang menutup wajah orang tersebutpun hancur dan memperlihatkan wajah seseorang yang langsung memuntahkan darah yang sangat banyak.

Wush! Blam!

Dengan sangat keras Naruto langsung mendarat di dekat orang yang masih memuntahkan darah, hingga saat dia mendarat, terjadi ledakan sedang di sertai kobaran Api biru di bawah Naruto.

Penampilan Naruto kali ini benar-benar mengerikan, dimana Tubuhnya yang terbungkus Armor Tengu tengah membara dengan Api biru di sekitarnya, sayap mekaniknya juga berubah menjadi Dua pasang sayap Api biru dan Helm Tengunya yang berubah menjadi Tengkorak di sertai Api biru yang membara.

"Shh~ Hahh~," hela Naruto hingga mengeluarkan asap.

"Cough! Cough!" orang yang berpakaian tempur kuno yang masih memuntahkan darah pun secara perlahan bangkit sambil memegangi perutnya yang kesakitan.

Naruto yang melihat itu mulai menggeram dan mengambil posisi untuk bertarung. "Grr~ GRHAAAA!" teriak Naruto dengan lantang hingga membuat ribuan naga yang ada di sana terbang ketakutan.

Sret! Duak! Blaaar!

Setelah berteriak, dengan sangat cepat Naruto langsung melesat ke arah Orang di depannya dan memukulnya dengan sangat keras ke atas hingga terpental ke langit dan menabrak langit-langit yang di hiasi Kristal Es hingga hancur.

"Cough!" batuk orang tersebut kembali mengeluarkan darah.

Wush! Duak! Blaaar!

Baru saja tubuh orang itu terjatuh dari langit, tiba-tiba Naruto telah di sampingnya dan memukul dada orang tersebut hingga terpental dan menabrak sebuah tiang es yang sangat besar hingga hancur.

Trassshhh! Wush! Blaam!

Orang yang tadi menerima tendangan Naruto pun mulai mengendalikan tubuhnya hingga orang tersebut mendarat sempurna di tanah walau kakinya harus terseret ke belakang cukup jauh. Merasakan firasat buruk, orang tersebut pun melompat ke belakang dan benar saja, Naruto kembali secara tiba-tiba di depannya dan memberikannya serangan, namun untungnya serangan Naruto hanya mengenai tanah kosong, namun serangan Naruto memberikan efek sebuah kawah besar ketika pukulan Naruto mengenai tanah.

Srush! Wush! Duak!

Seketika sebuah jaringan darah yang sangat tipis muncul melilit orang tersebut dan menariknya ke arah Naruto. Naruto yang melihat itu langsung memberikan tendangan lutut dengan kaki kirinya hingga membuat orang tersebut kembali memuntahkan darah.

Grek! Wush! Blar!

Tidak segan-segan, Naruto langsung mencengkeram kepala orang tersebut lalu membenturkannya ke tanah dengan keras.

"GRR~ Kau... HARUS MEMBAYAR APA YANG KAU PERBUAT DENGAN KEMATIAN?!" teriak Naruto marah, sementara orang yang kepalanya di cengkeram oleh Naruto berusaha melepaskan cengkeraman Naruto dengan lemah, tenaganya benar-benar hilang karena kehilangan banyak darah.

Srush~ Twush! Blaaaar!

Baru saja tangan Naruto akan mengeluarkan Api, secara tiba-tiba muncul Pria berambut kuning menendang Naruto hingga terpental jauh menabrak salah satu tiang Kristal Es berukuran besar hingga hancur.

Wush! Sraash~

Naruto yang masih terpental langsung mengendalikan tubuhnya dan mendarat sempurna di tanah. "GRR~," geram Naruto sambil menatap nyalang siapa yang menyerangnya.

Sosok yang saat ini berada di depan Naruto, memiliki rambut jambrik berwarna kuning, bermata biru seperti Naruto dan membawa Pisau bercabang 3 di tangannya. Naruto yang melihat sosok itu terdiam lalu menggeram kembali.

' Dia..., sepertinya aku pernah bertemu dengannya,' batin Naruto. "Siapa kau sebenarnya?!"

.

.

~ Naruto : The Dragon Future ~

.

.

"Siapa kau sebenarnya?!" tanya Naruto, namun pria di depannya tidak menjawab sama sekali, Naruto yang melihat respons itu kembali menggeram

"Sepertinya kau tidak punya mulut untuk berbicara ya!" teriak Naruto sambil merentangkan tangannya ke belakang.

"Menma, kau tidak apa?!" tanya Pria berambut kuning kepada orang bernama Menma yang terkapar di tanah akibat di benturkan kepalanya oleh Naruto.

"U-Ugh, To-Tou-chan," gumam Menma lemah sambil berusaha berdiri.

Wush! Duak!

Secara serempak, pria rambut kuning langsung menendang Naruto begitu Naruto sudah di dekatnya sementara Naruto berhasil memberikan pukulan pada pipi pria rambut kuning di depannya.

Twush! Blaar!

Keduanya pun sama-sama terpental hingga berakhir menabrak Bongkahan Kristal Es di belakang mereka.

Sret! Wush!

Naruto yang baru saja akan melesat ke arah tempat pria itu berada langsung memiringkan kepalanya karena tiba-tiba Pria tersebut sudah di depannya sambil menghunuskan pisau di tangannya.

'Cepat sekali,' batin Naruto.

Grek! Sret! Dug!

Tak memberi kesempatan, Naruto langsung mencengkeram tangan pria di depannya lalu menariknya ke arahnya dan langsung memberikan tendangan lutut di perut pria di depannya namun tendangannya berhasil di tahan dengan sebelah tangannya.

Sret! Duak!

Naruto yang sudah lama bertarung tak kehilangan akalnya langsung, memberikan pukulan pada dagu pria di depannya.

Sret! Swush! Grek!

Setelahnya Naruto mencekik leher pria di depannya dengan kakinya, lalu mendorong pria tersebut hingga terjungkal lalu menangkap kaki pria yang dia dorong.

Swush! Blaaar!

"HUOORAAA!" teriak Naruto sambil berputar lalu membanting Pria tersebut ke tanah dengan sangat keras hingga membentuk kawah.

Duak! Blaar!

Naruto seketika terkejut ketika muncul pria yang sama yang langsung menendangnya ke langit hingga menabrak langit-langit yang di hiasi Kristal Es.

Wush! Jrash!

Naruto yang masih menempel di langit-langit seketika menerima dua Tebasan di dada dan perutnya yang tertutupi zirah hingga hancur dan membuat tubuh Naruto memuncratkan darah yang cukup banyak.

Deg!

Dua pria yang menyerang Naruto seketika tersentak dan langsung memuntahkan darah. Naruto yang awalnya memuncratkan darah sekarang tidak memuncratkan darah sama sekali, bahkan luka di tubuhnya terasa tidak ada sama sekali.

Sret! Buagh! Blaaaaar!

Kedua lengan Naruto yang awalnya menempel langsung lepas dan memukul dua pria di depannya hingga terpental ke bawah dengan sangat cepat hingga menabrak tanah di bawahnya dengan keras.

Swush! Srash!

Dari ledakan tabrakan tadipun keluar Pria tersebut sambil memegangi perutnya yang mengeluarkan darah. "Cough!" batuk pria tersebut sambil memuntahkan darah dari mulutnya.

'Apa itu tadi, kenapa serangan yang aku buat malah berdampak padaku,' batinnya.

Sret! Wush!

"GROOAAAARRR!" teriak Naruto sambil melesat ke arah Pria di bawahnya dengan dua tangan terkepal di atasnya. Pria berambut kuning yang melihat itupun langsung melompat mundur secepatnya.

"RHAAAAAA!"

Wush! Blaaam!

Begitu akan mendarat ke tanah, dengan keras Naruto menghantamkan kedua kakinya dan Kedua tangannya yang terkepal dengan keras ke tahan hingga membuat ledakan gelombang api biru yang melebar dengan sangat cepat.

Sret! Wush!

Pria rambut kuning yang melihat itu langsung melompat mundur berkali-kali hingga di tempat aman lalu menaikkan tangan kanannya ke atas.

Bzit! Jgleeeer!

Seketika di atas Naruto, tepatnya di langit-langit yang di penuhi kristal Es, muncul Percikan Kuning dan langsung menyambar Naruto.

"GHHAAAAAAA!" teriak Naruto.

Teriakan Naruto yang menggelegar membuat Kelompok Naruto yang sempat pingsan membuka mata mereka.

"Grrrraaaaaa," geram Naruto sambil merentangkan kedua tangannya.

Bziit! Ssss~

Pria tersebut seketika terkejut ketika seluruh Petirnya di serap oleh kedua Tangan Naruto hingga berubah menjadi bola Api biru dan merah, di mana tangan kanan Naruto api merah sementara di tangan kiri Naruto api biru.

Grek!

Naruto pun meremas kedua bola api di tangannya.

"HUOORAAAA!" teriak Naruto sambil memukul udara kosong secara bersamaan dengan kedua tangannya.

Bwuuush!

Seketika dari tinju Naruto keluar semburan Api biru dan Merah yang memanjang. Pria rambut kuning yang melihat itu mendecih lalu melakukan beberapa gerakan dengan pisau di tangannya.

Sret!

"JIKKUKAN : JIKKAN!" teriaknya sambil mengarahkan kedua tangannya dengan pisaunya yang terjepit dua jempolnya

Twung! Booom!

Setelahnya muncul Lingkaran kasap mata dimana hanya terdapat tulisan aksara langka yang melingkar dan menahan serangan Naruto.

"Gh!" geram Naruto lalu mengayunkan kedua tangannya hingga semburan tersebut menghilang.

"Grraaaaaaaa!" teriak Naruto sambil memasang merentangkan kedua tangannya ke belakang seperti mengumpulkan energi.

Sret! Wush!

Naruto yang merasa Energinya cukup, Naruto dengan cepat melesat ke arah Pria yang cukup jauh di depannya hingga meninggalkan jejak api merah.

Wush!

Pria rambut kuning yang melihat Naruto secara tiba-tiba telah di depannya seketika terkejut, apa lagi keterkejutannya semakin bertambah karena tangan kanan Naruto telah terbungkus api merah, dan lagi Teknik miliknya telah menghilang di depannya.

"TERIMA INI!"

Srush! Crang!

Gerakan Naruto seketika terhenti ketila puluhan rantai Emas melilit di beberapa tubuhnya dan menahan gerakannya.

Srush!

Tak melewatkan kesempatan itu, Pria itupun menciptakan Bola Spiral berwarna biru di tangannya dan melesatkannya ke wajah Naruto.

Twush! Wush! BLAAAAR!

Wajah Naruto pun menerima serangan tersebut dan hal tersebut membuat Naruto harus terpental sangat jauh hingga menabrak bebatuan besar hingga hancur.

"Kau tidak apa Minato-kun?!" pria bernama Minato yang mendengar sebuah suara menoleh dengan cepat dan dia melihat sosok Wanita berambut merah dengan rantai emas bergerak liar di belakangnya.

"Kushina-chan! Sudah aku bilang tetap di sana?! Kenapa kau kemari?!" teriak Minato setengah marah. "Kau pikir aku bisa meninggalkanmu?! Lawanmu itu orang yang kuat, aku bisa merasakannya," balas Kushina lalu menatap tajam tempat Naruto berada.

BLAAR!

"GRHAAAAAAAAAA!" teriak Naruto keluar dari berbatuan yang menindihnya lalu menundukkan wajahnya. Tampak saat ini penampilan Naruto cukup kacau di mana Pakaian tempur Tengunya telah hancur sebagian di bagian kiri, Api biru yang membara di tubuhnya juga perlahan menipis, Armor kepala Tengunya juga telah hancur sebagian di bagian wajah kiri.

"Tidak mungkin, dia masih bisa bertahan walaupun aku telah menghantamkan Rasengan pada wajahnya," gumam Minato benar-benar tidak percaya.

"Jutsu itu...," geram Naruto "DARI MANA KAU MENDAPATKAN JUTSU RASENGAN?!"

SWUSH!

Minato dan Kushina sedikit tersentak ketika bagian Tubuh Kiri Naruto mulai terbakar Api Hijau sementara Bagian Kanan Naruto terbakar Api merah.

"Ke-Kekuatan ini... Ini kekuatan Sharingan, Clocks Eyes dan juga... Kekuatan Clan Uzumaki?!" kejut Kushina ketika merasakan kekuatan Naruto.

"Lalu Kau dari mana kau mendapatkan kekuatan itu?!" balas Minato balik sambil menyiapkan pisaunya.

"ITU BUKAN URUSANMU?!" teriak Naruto mengangkat wajahnya memperlihatkan wajah Tengu yang tengah marah di mana sisinya berbeda warna, Wajah kirinya hijau sisi satunya merah.

Sret! Wush!

"Kushina! Menjauhlah!" teriak Minato sambil bersiaga karena Naruto menghilang dari pandangan mereka.

Bzit! Wush!

Blaaaar!

Tubuh Minato pun seketika mengeluarkan percikan petir lalu menghilang dan setelahnya terjadi ledakan berapa meter dari tempat Minato di mana Minato berusaha menahan tinju Naruto dengan lingkaran kasap matanya.

Twush! Blaar! Blaar! Blaar!

Seketika setiap 3 detik setelah mereka menghilang bersama, terjadi ledakan di berbagai tempat yang membuat ratusan Naga terbang karena ketakutan karena efek dari pertarungan Naruto melawan Minato.

.

Sementara itu pada kelompok Naruto, tampak saat ini mereka berjalan dengan lemas menuju sumber ledakan di mana-mana dan alangkah kejutnya mereka ketika melihat tempat di depan mata mereka hancur berantakan.

"I-Ini... Apakah ini perbuatan Danchou?" gagap Kiba tidak percaya.

"Ni-Nii-chan, di-dimana dia?!"

.

Blaar!

"Hah.. Hah...," deru nafas Naruto, dirinya cukup kelelahan menghadapi pria di depannya saat ini, bahkan kondisi mata kanannya tidak baik saat ini.

Sementara Minato tampak baik-baik saja walau tubuhnya terdapat beberapa luka akibat perbuatan Naruto, melihat Naruto yang kelelahan Minato bersiap menyerang Naruto kembali.

"Hah.. Hah.. GrrrRRAAAAAAA!" teriak Naruto kembali sambil menarik tangan kanannya ke belakang lalu mengepalkannya dengan kuat.

Bzit! Swush!

Setelahnya tampak tangan Kanan Naruto mulai mengumpulkan Energi yang sangat banyak, hingga tekanan di sekitar Naruto semakin kuat hingga membuat kawah di bawahnya.

Sret!

Api hijau yang membentuk wajah Tengu di sisi kiri Naruto pun menghilang memperlihatkan setengah wajah Naruto yang berlumuran darah, Minato dan Kushina yang melihat itu tentu saja terkejut.

"Di-Dia?!"

"Na-Naruto"

Wush! BUAGH!

Setelah mengucapkan itu, Minato menerima sebuah serangan yang sangat kuat di dadanya hingga membuat Minato melotot karena sakitnya serangan tersebut.

Wush! BOOOM!

Tubuh Minato pun terpental sangat jauh hingga akhirnya meledak sejauh 1 Km dengan sangat dahsyatnya. Kushina yang ada di sisi bekas kawah terpentalnya Minato diam tidak bergeming, bahkan rantai emas yang bergerak liar di belakangnya telah menghilang.

"Na-Naru... To-kun," gumam Kushina berliang air mata. Naruto yang mendengar namanya di panggil oleh wanita di depannya melebarkan matanya, pasalnya dia tidak mengenal wanita di depannya tapi bagaimana bisa dia tahu namanya.

"Dari mana... DARI MANA KAU TAHU NAMAKU?!"

Kushina yang mendengar itu tidak bergeming, Naruto yang melihat itu menggeram. "JAWAB AKU?!" teriak Naruto mengumpulkan energi tersisanya lalu melesat ke arah Kushina.

"Itu Karena...,"

Tap! Tap!

"Aku adalah...,"

Tap! Tap!

"Ibumu, Naruto-kun.

Wush! BOOM!

Naruto yang akan melayangkan tinju ke wajah Kushina seketika terhenti dan hanya membuat hempasan angin yang menerpa wajah Kushina. Namun efek angin tersebut berhasil membuat kawah di belakang Kushina.

Sementara Naruto, dirinya terdiam dengan mata melotot tidak percaya. Wanita dengan rambut merah yang saat ini berdiri di depannya... Adalah Ibunya?

"Ti-Tidak mungkin... I-Itu tidak mungkin...," gumam Naruto sambil melangkah mundur. "Ka-Kau... Kau tidak mungkin Ibuku?!" lanjut Naruto di akhiri teriakan layaknya penolakan.

"Naruto-kun, Aku tahu kau memiliki banyak pertanyaan, tapi percayalah bahwa aku adalah ibumu, orang yang melahirkanmu!" mohon Kushina sambil berlinang air mata.

"Ti-Tidak... I-itu tidak mungkin, A-Aku tidak mempercayai itu," balas Naruto sambil terus mundur lalu jatuh berlutut sambil memegang kepalanya. "Tidak.. Tidak! Tidak! Tidak! Tidak! Itu Tidak Mungkin?!"

"Nii-chan!/Danchou!/Naru-kun!"

Asia yang paling depan langsung mendekati Naruto dan melihat keadaan Naruto, Asia yang merasa ada seseorang di depan mereka langsung menoleh dan alangkah kejutnya dia ketika melihat siapa wanita yang saat ini ada di depannya.

"Ku-Kushina-obaa-san," gagap Asia. Naruto yang mendengar itu tersentak lalu menatap Asia dengan tatapan kosong. "Asia... Kau... Mengenalnya?"

Asia yang mendengar itu tersentak lalu meneguk ludahnya dengan berat, dirinya menatap Naruto yang saat ini menatapnya kosong. Asia yang melihat tatapan itu menunduk sambil menangis diam.

"Dia... Adalah ibu kandungmu, Nii-chan." Naruto yang mendengar jawaban Asia benar-benar harus terkejut kembali bahwa itu bukanlah kebohongan. Bahkan yang lain ikut terkejut karena Wanita yang memiliki rambut berwarna merah tersebut adalah ibu Naruto.

"Jadi... Jadi Anda adalah Ibu Naru-kun yang selamat dari insiden itu?" tanya Kurumi membuat Asia dan Naruto tersentak. Asia yang merasa harus menceritakan semuanya menangis diam.

"I-Insiden?" tanya Naruto membuat Kurumi tersentak. "Ti-Tidak Naru-kun, bukan seperti itu," ucap Kurumi berusaha membuat alasan.

"Insiden apa? Apa yang kalian sedang tutupi dari aku?" tanya Naruto menuntut. "JAWAB AKU?!" teriak Naruto, namun semuanya hanya bisa diam.

"Naruto-kun, sebenarnya...," ucap Kushina sambil mendekati Naruto. "JANGAN MENDEKATIKU KELUARGA SIALAN?!" teriak Naruto sambil mengibaskan tangannya

"K-Kgh!" geram Naruto lalu berlari menjauh dari sana, Asia yang melihat itu langsung tersentak dan berusaha bangun lalu mengejar Naruto dengan sekuat tenaganya.

Semua yang ada di sana seketika hening dan hanya terdengar suara ratusan naga yang tampak kecewa karena habitat mereka hancur berantakkan.

"Bagaimana ini?" tanya Kirin bingung harus melakukan apa. " Kita serahkan saja pada Asia-chan, Aku yakin Danchou pasti akan paham," jawab Julis sambil menundukkan wajahnya.

Tentu dirinya mengerti perasaan Naruto saat ini seperti apa. Apa yang akan terjadi jika kau bertemu Ibumu yang menghilang selama 17 tahun, tentu saja akan sangat syok, Naruto tentu tidak bisa menerimanya, ibunya ada di Hyotogaku namun tidak memiliki waktu untuk anaknya, dan hal itu tentu membuat Naruto tidak mengetahui rupa orang tuanya.

Swush!

Semuanya seketika menyilangkan tangan mereka ketika merasakan terpaan angin yang sangat dahsyat, semuanya pun menoleh ke sumber angin dan betapa terkejutnya mereka kecuali Kushina.

["Apa yang telah kalian lakukan?!"]

.

NaruAsia Side

.

"Nii-chan! Tunggu!" teriak Asia berusaha mengejar Naruto.

Tap!

"NII-CHAN TUNGGU?!" teriak Asia setelah meraih tangan Naruto. "LEPASKAN AKU ASIA?!" balas Naruto ikut berteriak.

"Tidak akan?! Aku mohon dengarkan aku dulu?!"

Wusu! Bruk!

Dengan kasar Naruto menarik Asia san mendorongnya hingga membentur batang pohon di belakangnya lalu mengunci Asia dengan tatapan menuntut.

"Katakan Asia. KATAKAN SEMUA YANG KAU TAHU?! KENAPA IBUKU ADA DI SINI?! LALU INSIDEN APA YANG MENIMPA KELUARGAKU DULU?! DAN JUGA KENAPA KAU MERAHASIAKAN SEMUANYA PADAKU ASIA?!" teriak Naruto benar-benar tidak bisa mengontrol emosinya.

"ITU KARENA AKU TIDAK INGIN MELIHATMU SELALU BERSEDIH!" balas Asia ikut berteriak.

"Dulu, Kedua Orang tuamu di serang oleh seseorang saat kelahiranmu, Kau selamat, tapi kedua orang tuamu tidak sempat bisa diselamatkan oleh Otou-san! Dari situ semua sepakat untuk merahasiakan Kedua orang tuamu darimu dari kematian menjadi Misi Menjelajah agar kau tidak bersedih,"

"Karena berita tersebut, Namamu di ganti menjadi Uzumaki Naruto dari Namikaze Naruto, agar kau tidak di cari oleh buronan-buronan liar, begitu juga kami!"

"Nii-chan pikir apa yang akan terjadi jika kami memberitahu kebenarannya? Tentu Nii-chan akan kehilangan cahaya harapan Nii-chan!" ucap Asia.

"TAPI AKU JUSTRU KEHILANGAN CAHAYAKU!?" teriak Naruto

"DENGARKAN AKU DULU NII-CHAN!" balas Asia sambil memegang kedua pipi Naruto.

"Jika Aku memberitahu bahwa Ojii-san dan Obaa-san meninggal, Nii-chan akan selalu bersedih, akan merasakan kesepian dan Juga akan kehilangan masa depan Nii-chan! Tapi Kami-sama memberi kesempatan! Semenjak Leafy datang Aku terkejut karena ada Clan Kita di Hyotogaku, akupun memberi tahu Otou-san, dan dia menemukan Ojii-san dan Obaa-san di sini!" jelas Asia.

"Alasan kenapa kami tidak memberitahu akan kenapa Obaa-san di sini, itu karena kau memiliki kebencian pada mereka! Kau membenci mereka karena tidak bisa membesarkanmu, menjagamu, bahkan mengajarimu! Jika kami memberitahunya sama saja kami menghancurkan hubungan keluarga!"

"TAPI HUBUNGAN ITU BENAR-BENAR HANCUR! DAN BENAR! AKU MEMBENCI MEREKA KARENA TIDAK BISA MEMBESARKU, MENJAGAKU, MENGAJARIKU BAHKAN MEREKA TAK PERNAH KHAWATIR PADAKU?!"

"Tidak! Kau salah! Kau salah Nii-chan!" teriak Asia sambil menatap Naruto dengan wajah yang tengah menangis. "Selama Kau koma Karena Lomba, Kedua Orang Tuamu datang dan merawatmu!" Naruto yang mendengar itu tersentak.

"Mereka Merawat lukamu, Menjagamu, bahkan mereka selalu menangis karena kesalahan mereka tidak bisa menebus tanggung jawab mereka sebagai orang tua!" ucap Asia. "Mereka 17 Tahun di sini karena saat kelahiranmu, mereka memutuskan menghilangkan identitas mereka agar musuh Ojii-san berpikir, Mereka telah tiada, tapi sepertinya keputusan mereka membuat kesalahan besar. Namun untuk mencegah hal tersebut sebelum semakin besar, mereka berusaha memperbaikinya! Selalu dan Selalu berusaha!" lanjut Asia panjang lebar.

"Itu saja yang bisa yang bisa aku beritahu, tapi... Aku mohon," gantung Asia. "Nii-chan boleh membunuhku atas semua ini, Nii-chan boleh menyakitiku, mencaciku semua hal kasar akan terima! Tapi... Hiks... Hiks... Aku mohon..."

"Aku Mohon... Hiks.. Jangan membenciku, Jangan tinggalkan Aku... Hiks... Hiks... Aku mencintaimu Nii-chan... Karena itu juga.. Hiks... Hiks... Aku melakukan ini," mohon Asia sambil menangis

Keheningan melanda tempat tersebut, hanya terdengar tangisan Asia di tempat tersebut. "Baka..." Asia yang mendengar itu mengangkat wajahnya. Asia seketika terkejut karena saat ini Naruto juga tengah menangis diam.

"Aku... Mana mungkin melakukannya...," lanjut Naruto lalu memeluk Asia dengan erat. "Gomen aku berteriak padamu, Gomen jika aku kasar padamu tadi."

Asia yang mendengar itu semakin menangis dan membalas pelukan erat Naruto dengan erat juga.

.

Skip Time

.

Sudah 1 jam semenjak mereka pergi dari tempat Kushina dan yang lain, Naruto dan Asia memutuskan kembali sambil bergandengan tangan. Selagi berjalan bersama, mereka tidak berbicara sama sekali membuat suasana semakin canggung.

"Etto... Nii-chan, sekarang apa yang akan kau lakukan pada mereka?" tanya Asia memecahkan suasana. "Entahlah, tapi yang pasti aku masih belum ingin mereka menyentuhku ataupun mendekatiku sedikit pun, aku masih membutuhkan waktu," jawab Naruto membuat Asia menundukkan kepalanya.

Wush! Blam!

Naruto dan Asia seketika bersiaga ketika seekor Naga berwarna hijau muda dengan ukuran tubuh sekitar 40 Meter memiliki dua pasang sayap, memiliki tiga tanduk di kepalanya.

Keunikan naga di depan mereka saat ini adalah Sayapnya seperti sebuah Kipas lipat, sirip atasnya yang seperti api. Naruto yang belum pernah melihat bahkan jenis naga yang saat ini di depannya menyipitkan matanya.

"Asia, tetap di belakangku," perintah Naruto sambil melindungi Asia.

["shh~ shh~,"]

Hidung panjang naga itu pun mengendus-endus Naruto, sementara Naruto hanya diam saat di endus oleh Naga di depannya. Sebenarnya dirinya bisa saja memenggal naga di depannya tapi, tempat ini adalah tempat keramat Raja Naga.

Dia bahkan sejak tadi tidak bertemu Raja Naga tempat ini, karena jika bertemu sudah di pastikan dia akan di bunuh karena dia sempat menghancurkan beberapa tempat ini saat bertarung bersama ayahnya. Mengingat itu Naruto merinding.

["Master,"] ucap Naga tersebut membuat Naruto dan Asia terdiam "Eh?" beo mereka.

Swush!

Naga itu pun bercahaya dan menyusut hingga berubah menjadi sosok perempuan rambut panjang dengan warna hijau muda, memiliki tiga tanduk yang melengkung ke depan walau tidak panjang, bermata emas, memakai pakaian kimono berwarna putih di ukuran tubuh setinggi pundaknya (Naruto).

Perempuan itu pun tersenyum manis ke arah Naruto, sementara Naruto yang masih belum menangkap apa yang terjadi di depannya terdiam bagaikan batu.

"Ohayo~ Master," ucapnya.

Bzit!

'EEHHHHH?!' teriak Naruto dalam hati ketika Sirkuit otaknya tersengat kekuatan tinggi (ucapan perempuan tersebut) hingga membuat Gear Otaknya memacu otaknya dengan sangat cepat.

"Ma-Matte! Ma-Master?! A-Aku?!" tanya Naruto beruntun. "Apakah ada yang salah?" tanya polos.

'TENTU SAJA ADA YANG SALAH?!' teriak Naruto dalam batin. "A-Aku bukanlah mastermu, aku bahkan tak ingat kapan aku membuat Kontrak denganmu," ucap Naruto sambil tergagap.

"Ne, boleh pinjam tanganmu,master?" tanyanya, Naruto yang mendengar itu kebingungan. "Hah? Tentu saja, tapi untuk apa?" tanya Naruto.

Sret! Puk! Sring!

Perempuan itu pun mengambil tangan kanan Naruto dan meletakkannya di atas kepalanya, dan dalam sekejap di atas kepala Naruto muncul Lingkaran Hijau dan masuk ke tubuh Naruto hingga membuat tubuh Naruto bercahaya sesaat.

"Nah~ Sekarang Anda adalah Masterku, Master," ucapnya sambil tersenyum manis kembali. 'AKU DI TIPU?!' teriak Naruto.

'Ba-Bagaimana bisa, aku bahkan tidak mengucapkan mantra Kontrak, kekuatan macam apa yang dia miliki,' batin Naruto menatap tak percaya perempuan dengan warna rambut hijau yang saat ini masih tersenyum padanya.

"K-Kamu, sebenarnya siapa?" tanya Asia sedikit ketakutan. "Ara~ maafkan aku," ucapnya lalu sedikit menunduk lalu menegakkan kembali badannya.

"Namaku Kiyohime, salam kenal Master," ucapnya dengan nada manis "Lalu nama Master?" tanya balik Kiyohime.

"N-Namaku Uzumaki Naruto, sementara dia adalah Uzumaki Asia, di-dia adalah...,"

"A-Aku adalah Calon istrinya," ucap Asia memotong perkataan Asia, Naruto yang mendengar ucapan Asia hanya bisa diam, itu memang benar, tapi tidak perlu di beritahu juga bukan.

"Souka, Calon istrikah...," gumam Kiyohime sambil tersenyum misterius, Kiyohime pun mendekati Naruto.

Sret! Bruk! Cup!

Dengan tenaga yang cukup kuat, Kiyohime mendorong Naruto hingga terduduk lalu mencium Bibir Naruto dengan cepat. Asia yang melihat itu terkejut dengan wajah memerah, begitu juga Naruto.

Dengan liar Kiyohime memasukkan lidahnya ke dalam mulut Naruto dan mengajak lidah Naruto berdansa, dan anehnya lidah Naruto merespons ajakan Kiyohime.

"Fuaah~," desah keduanya sambil melepaskan ciuman mereka. "Fufufu~ bibir Master sungguh nikmat sekali," goda Kiyohime.

"A-A-A-Apa yang baru saja kau lakulan!" gagap Asia sambil memeluk erat Naruto dari belakang. Sementara Naruto menutup mulutnya dengan wajah memerah sambil memandang Kiyohime tidak percaya karena berani menciumnya.

Mereka baru saja bertemu sekitar 3/5 Menit, tapi dirinya sudah di cium. 'Coobaaan APA INI KAMI-SAMA?!' teriak Naruto dalam hati.

["Rupanya kau di sini Ki-chan,"] mereka bertiga secara bersamaan menoleh ke sumber suara dan di atas mereka tampak seekor Naga dengan Ukuran tubuh sekitar 100 Meter, memiliki warna putih pada tubuhnya yang di hiasi Duri-Duri Kristal Es, Sayapnya yang terbuat dari Kristal Es Yang sangat lentur dan tipis, berkepala Kristal Es dengan mata emas yang menyala.

"Itukah, Whellgon," gumam Naruto tidak percaya bahwa Raja para Naga datang. "Ada apa, Okaa-san?" tanya Kiyohime membuat Naruto dan Asia membatu.

"..."

"..."

"?!"

'O-O-OKAA-SAN?!' teriak Naruto dan Asia dalam batin.

"Dachou!/Naru-kun!" Naruto yang melihat kelompoknya turun dari atas Whellgon terkejut "Ka-Kalian, bagaimana bisa kalian di sana?" gagap Naruto. Mata Naruto semakin melebar ketika melihat tiga perempuan yang tak asing baginya.

"Sara-san, Ruko-san, Leafy-chan juga?! Apa yang kau lakukan disini?!"

"Justru aku yang harusnya bertanya, kenapa Naruto-san dan juga yang lain ada di sini?" balas Leafy menatap tajam Naruto

"Hehe~ Gomen Naruto-nii, kami merahasiakannya darimu," ucap Sara sambil tertawa gugup, Leafy yang mendengar ucapan Sara terdiam. "Okaerinasai Nii-chan!" teriak Ruko langsung berlari ke arah Naruto dan memeluk Naruto dari samping.

"U-Uwoh! Co-Cotto!"

"Eh? Are? Nii-chan?! Jadi dia Kakak kita?!" kejut Leafy, Sara yang melihat reaksi Leafy hanya tertawa gugup. "Itu benar Leafy-chan, gomen merahasiakannya darimu ya," ucap Sara kembali meminta maaf.

"Ara~ ternyata Master banyak di sukai perempuan ya?"

"Itu Tidak benar?!" balas Naruto lalu menatap kelompoknya dengan pandangan memelas, "Tolong aku?"

"Sebelum itu, siapa dia Naru-kun?" tanya balik Kurumi sambil menatap tajam Kiyohime yang masih ada di atas tubuh Naruto.

"Dia adalah anak dari Irisviel-san," ucap Kushina dari belakang membuat semua terkejut kecuali Asia dan Naruto yang tidak mengenal siapa Irisviel-san. "Si-Siapa?"

Swung!

Whellgonpun mulai bercahaya dan menyusut hingga berubah menjadi sosok Wanita berambut panjang dengan warna putih sebokong, memakai mahkota putih, memakai Dress Putih lengan panjang, dengan Rok putih di atas lutut, dan memiliki mata berwarna merah.

Blam! Blam!

Semua kembali terkejut ketika langit-langit Kristal Es di belakang Naruto dan Asia hancur memperlihatkan Whitegon dan Kurama yang datang seperti pesawat mendarat darurat.

Bum!

Whitegon dan Kurama pun berhasil berhenti mendarat di sisi Naruto dan langsung tertidur di tanah dengan nafas tak beraturan.

["Kau terlalu kejam Iri-chan, Hah... Hah...,"] ucap Whitegon seperti tengah ngambek walau dengan nafas terengah-engah. ["Jika saja bukan karena mereka... kita... pasti bisa sampai di sini dengan selamat,"] timpal Kurama

"Kalian kenapa?" tanya Naruto sambil menatap Whitegon dan Kurama secara bergantian. ["Membeku/Di Bekukan Alam,"] jawab Whitegon dan Kurama secara bersamaan.

"O-Oh...," gumam Naruto paham maksudnya.

"Ara~ Charll-Obaa-san, Yasaka-Obaa-san. Kalian datang juga," ucap Kiyohime menyapa Whitegon dan Kurama. Naruto yang mendengar itu semakin terkejut. "Eh?"

.

.

"Jadi... Selama ini kau adalah Yasaka-san?" tanya Naruto menatap Kurama yang tengah mengalihkan wajahnya. ["Me-Memangnya Kenapa, Ada yang salah?!"] balas Kurama tsundere.

"Tidak, tapi sekarang kepalaku semakin sakit menerima semua fakta yang ada di sini," balas Naruto lalu menunduk sambil memegangi kepalanya.

Tentu saja dia merasa kesakitan, bayangkan saja Anggotanya sempat terluka ( walau sebenarnya tidak ada luka ), Keluarganya ada di sini, Rahasia yang selama ini di sembunyikan darinya, Dan masih banyak lagi hingga dia tidak kuat untuk mengingatnya.

"Setiap mengingatnya, rasanya aku ingin mengubur kepalaku," lanjut Naruto dengan nada lemas. "Um? Mau aku bantu Danchou?" canda Kiba mendapat delikan dari Kiyohime yang membuat Kiba merinding ketakutan.

"M-Maaf! Cuma bercanda! Gomenasai!" teriak Kiba cepat dengan nanda ketakutan.

"Apa yang kau lakukan di sini, Ki-chan? Lalu apa maksudnya kau menindihnya?" tanya Iriviel sambil menatap putrinya, Kiyohime yang mendengar itu membuka Kipas lipat di tangannya lalu menutup bibirnya yang tertawa halus.

"Fufufu~ di adalah Masterku, Okaa-san," jawab Kiyohime lalu menatap Naruto yang mengangkat kepalanya hingga pandangan mereka bertemu. "Dan Aku juga sudah jatuh cinta padanya," lanjutnya dengan mulus.

"HAH?!" teriak semua yang ada di sana dengan wajah memerah. "Souka? Syukurlah," balas Irisviel dengan santai.

'TIDAK! TIDAK! TIDAK! COTTO MATTE?!' teriak Naruto menatap honor sifat ibu Kiyohime yang tampak santai.

"Dulu, Ki-chan memiliki Master dan dia sangat menyukai masternya tersebut. Dulu mereka sudah saling berjanji akan selalu bersama, namun masternya melanggar janji mereka," ucap Irisviel bercerita membuat semua mendengarkan dengan saksama, sementara Kiyohime hanya diam dengan menundukkan kepalanya, Whitegon yang Cuma melirik Irisviel, Kurama yang bertopang dagu di atas batu sambil menatap bosan Irisviel dan Kushina yang masih terfokus pada Naruto.

"Ki-chan yang tidak menyukai kebohongan pun membakar masternya sendiri dan memutuskan untuk tidak memiliki master lagi, namun sepertinya keputusanmu berubah Ki-chan," ucap Irisviel.

"Itu benar Okaa-san, sejak tadi aku merasakan aura yang sangat kuat dari master, Aura yang memiliki berbagai perasaan, kemarahan, kesedihan, Kebencian, Kehangatan, kebaikan, semuanya menyatu menjadi satu. Aku memutuskan mencari keberadaan aura tersebut. Hingga akhirnya aku menemukannya, namun aura yang bercampur itu telah menghilang di gantikan aura yang sangat teguh dan kuat," jawab Kiyohime menceritakan alasannya kenapa mengubah keputusannya.

"Walau merasakan auranya itu, aku bisa tahu bahwa Master bukanlah seorang pembohong, perkataan Master selalu penuh dengan kejujuran, dan aku menyukai hal itu," lanjut Kiyohime sambil menyentuh bibir Naruto. "Dan dugaan aku benar, saat mencium Master, semua perkataan Master tidak ada kebohongan, aku beruntung mendapatkanmu Master,"ucap Kiyohime sambil tersenyum.

Sementara Naruto hanya bisa gugup dengan wajah memerah karena Otaknya saat ini tengah mengalami pertempuran yang sangat hebat

"Ok... Kita hitung sudaj berapa kau memiliki calon Istri...," gumam Kiba sambil menghitung dengan jarinya. "JANGAN DI HITUNG SIALAN?!" teriak Naruto kesal.

"Ara? Jadi Calon Istri Master banyak juga ya?" gumam Kiyohime ketika melihat hitungan jari Kiba. "ITU BUKAN SALAHKU?! AKU BAHKAN TIDAK BERNIAT MEMBUAT HAREM?!"balas Naruto.

Wush! Tap!

Semua secara serempak menoleh ke sumber suara dan mereka bisa melihat Jiraiya tengah datang dengan Minato yang ada di belakangnya dengan tubuhnya di lilit Naga berbentuk ular Api, dan di samping mereka tampak sosok pemuda berambut hitam datang dengan naganya di sertai tombak di tanganny

"Minato?!/Tou-chan?!" panik Kushina, Sara, Ruko dan Leafy langsung berlari ke arah Minato

"Na-Naruto?! Ka-Kau datang ke sini?!" Naruto yang mendengar itu perlahan bangkit dari terduduknya, dirinya tak membalas ucapan Jiraiya sedikitpun.

"Teme! Akan aku bunuh kau?!" teriak pemuda tersebut berusaha melesat ke arah Naruto, namun Ruko menahan pemuda tersebut agar tidak menyerang Naruto.

"Tenanglah dulu, Menma-Nii?!"

"Jadi benar... Kau adalah Naruto," gumam Minato sambil berusaha tersenyum. "Bagaimana kabarmu, anakku?" tanya Minato tulus, Menma yang mendengar itu sungguh terkejut.

"Aku sehat selalu," jawab Naruto singkat. "Ero-jiji, bisakah kau mendekat?" pinta Naruto. Jiraiya yang mendengar itu mendekati Naruto dengan polosnya.

Buagh!

Dengan sangat keras Naruto meninju Perut Jiraiya hingga tubuh Jiraiya melengkung. "Cough!" batuk Jiraiya dengan mata melotot tidak percaya.

"Ini untuk segala Ero-jiji," ucap Naruto lalu menarik tangannya membiarkan Jiraiya terjatuh sambil memegangi perutnya. "Sungguh, aku tidak percaya kau melakukan ini, aku benar-benar ingin memberimu pelajaran Ero-jiji, tapi aku rasa kali ini cukup untukmu," lanjut Naruto sambil menahan emosinya.

"Cough! Go-Gomen Naruto," ucap Jiraiya sambil terbatuk, dirinya memang pantas menerimanya. Minato yang akan mendekati anaknya langsung di hentikan oleh Naruto yang menyuruh Minato untuk Tidak mendekatinya.

"Kumohon jangan dekati aku dulu, aku membutuhkan waktu."Minato yang mendengar itu hanya mengangguk, Irisviel yang melihat itu menaikkan sebelah alisnya. "Apa Kalian tengah bertengkar?" tanya Irisviel polos.

"Ya, hanya pertengkaran Pribadi," jawab Naruto singkat lalu duduk kembali. "Tapi kalian keluarga?"

"Dan Keluarga seharusnya tak meninggalkan anaknya selama 17 tahun," balas Naruto cepat membuat suasana hening. Kushina dan Minato yang mendengar itu menundukkan kepala mereka.

"Selama 17 tahun itu, kehidupanku bagaikan Teh yang rasanya sangat pahit, namun untung saja semuanya bisa berubah menjadi manis," lanjut Naruto sambil mengingat kehidupannya dulu.

"Kehidupan Master?" tanya Kiyohime antusias. "Maukah Master menceritakan kisah Master?" mohon Kiyohime, Naruto yang mendengar permintaan itu menimbang.

"Boleh saja, lagi pula aku juga ingin menceritakan kehidupanku dulu, agar mereka tahu seberapa menderitanya aku dulu," balas Naruto membuat Kushina dan Minato semakin menunduk.

"Hahh~," hela Naruto lalu menatap langit-langit yang di hiasi Kristal Es. "Satte, dari mana aku harus memulainya ya...,"

"Jika di ingat dengan baik...,"

.

.

.

.

.

"Kehidupanku di mulai sejak aku berumur 4 tahun."

.

.

TBC

Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future

"Sebenarnya Apa yang di rencanakan oleh Author-san,"

"APA-APAAN MAKSUDMU HAH?!"

"Jadi, Author-san bisa beritahukan alasanmu mengetik cerita ini?"

"WAA! KEMBALILAH AUTHOR-SAN! BERTAHANLAH?!"

Selanjutnya Chapter 38 : Special Arc : Di balik Pembuatan.

.

Note : Yo! Kembali up ini ceritanya?! Bagaimana? Apa kalian puas? Aku harap iya, saya membuatnya dengan segenap kekuatan saya jangan berpikir membuat Fic seperti ini mudah -_- jika bagi kalian mudah Coba lanjutkan Satu Chapter Cerita ini dan ceritanya harus nyambung. Apa kalian bisa? Gak kan? Jadi jangan menganggap enteng semuanya.

Baiklah kita skip masalah itu sementara, kita mulai membahas Chapter kali ini. Seperti yang kalian lihat Minato dan Naruto bertarung di Chapter kali ini, Itu karena Minato tidak bisa melihat wajah Naruto yang tertutup Helm Tengu, begitu juga Naruto yang tidak mengenali Pria di depannya.

Hingga akhirnya Minato sadar bahwa yang dia lawan adalah Naruto anaknya sendiri ketika setengah wajah Naruto terlihat. Saya juga menambahkan adegan Fight agar Chapter ini tidak membosankan karena jika tidak di beri scene Fight dan penuh perbincangan, itu tidak akan menarik.

Lalu Kiyohime dan Irisviel? Mereka adalah karakter Fate Grand Order yang sangat aku sukai terutama Kiyohime. Lalu bertambahnya Kiyohime dalam pair? Itu sudah aku atur jadi jangan banyak mengeluh.

Mengatur banyak harem adalah pekerjaan yang susah, tapi bagiku itu sudah biasa, memang ada yang bisa ngatur alur dengan pair sebanyak ini? -_-. Aku rasa tidak.

Lalu cerita berikutnya? Hanya melatarbelakangi cerita ini, dan juga saya akan terjun dichapter tersebut. Setelah Chapter tersebut barulah cerita akan berpindah ke Flashback Naruto semenjak kecil. Dan saya usahakan Cerita Masa Kecil Naruto akan saya lengkapi

Lalu ada sesuatu yang ingin aku bicarakan pada beberapa orang Guest atau siapapun yang membenci atau mengeluh akan Fic ini.

HARAP DI BACA

.

.

Sebelum mulai saya ingin mengatakan beberapa hal terlebih dahulu. Bagi kalian yang hanya bisa Flame/Flamer melalui akun guest sebaiknya kalian kembali saja ke bentuk benih ayah kalian saja. Kalian sudah kayak sampah fanfiction soalnya, kalian bahkan dengan berani menggunakan nama orang lain melalui akun guest untuk merendahkanku. Kalian mau saling adu domba? Kalau mau adu domba beli domba saja sekalian habis itu adu. Kalau iri, gak bisa buat, ngomong yang jujur jangan kayak anak sundel yang lepas dari kerangkeng penjara rumah sakit jiwa. Bicaranya sembarangan.

Kalau kalian sudah bosen gak usah baca, ngapain masih di baca lagi? Kalian salty ya? Ngapain juga kalian nyuruh aku berhenti. Mau niru? Mau plagiat? Wah wah sumpah, kalian benar" sampah fanfiction yang hanya bisa plagiat cerita orang.

Ini pertama kalinya saya ngomong begitu pada kalian loh. Saya sebagai author cerita ini selalu menahannya tapi tidak lagi. Jika kalian memang ingin aku berhenti SILAHKAN LANJUTKAN CERITA INI?! KURANG JELAS?! SILAHKAN KALIAN LANJUTKAN?! Kalian bisa apa gak?!

Jangan karena kalian pembaca semena-menanya. Kalau berani KALIAN FLAMER DENGAN AKUN JANGAN PAKAI AKUN GUEST! Jika kalian lagi seperti itu, sebaiknya kalian enyah dari Fanfiction, Fanfiction tidak butuh seorang pengecut yang bersembunyi di balik nama yang tidak jelas. Aku bingung apa untungnya kalian melakukan itu?!

Kalian pernah di Ajarkan Budi Pekerti bukan?! Dimana Tata Krama kalian?! Aku? Jangan pedulikan Aku?! Aku sadar Diri! Kalian saja yang gak pernah menyadari tingkah kalian seperti anjing yang menggonggong dengan liar seperti habis di beri racun.

jika tidak suka akan perkataanku balas Lewat PM secara Jantan?! Kalai tidak kalian hanya pengecut yang bersembunyi di balik nama Akun Guest.

.

Itu saja yang saya ucapkan. Aku harap yang lain tidak seperti mereka yang bersembunyi di balik Akun Guest lalu melontarkan segala sesuatu yang bisa menjatuhkan mental orang kapan saja.

Jika ada orang seperti itu Aku doakan di masa depan, Kehidupan kalian hancur berantakan. Itu saja dari saya, Saya AkagiSetsu undur diri, Jaa~

4kagiSetsu Off

100%-0%

Power Off