Prolog:
Sabaku no Gaara, pewaris Sabaku corporation, karena deadline berumah tangga kakak perempuannya sudah dekat dan kenyataan kalau kakak lelakinya sama sekali tidak punya bakat memimpin perusahaan. Maka, mau tidak mau (walaupun Gaara benar-benar tidak mau), dia harus bersedia menerima pertunangannya dengan salah satu Hyuuga yang merubahnya jadi HOMO.
AU, OOC, Special for Mendy.d'LovelyLucifer.
Main pairing: NejiGaara
Slight pairing: SasuNaru, ShikaTema, SaiIno, KibaHina, LeeSaku, SasoDei, PeinKonan, KisaIta, dll.
Summary:
Gue udah denger tentang rumor yang bilang kalo Nechi tunangan sama anak konglomerat manja yang masih sekolah. Gue udah lama pengen ketemu lo, ngeliat dengan mata kepala gue sendiri. Ternyata rumor itu salah. NejiGaara. Chapter 37
XxXxX
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO SENSEI
CAN WE PRETEND TO LOVE, THEN WE'LL MARRY? © HELENA NEGA
XxXxX
"Sayang, pertandingannya udah mau dimulai," kata Neji panik, mobilnya berdecit memasuki lapangan parkir dan berhenti hanya beberapa senti dari pagar pembatas.
"Aku udah selesai, aku udah selesai," teriak Gaara sambil mengikat tali sepatunya, "mana tasku?"
"Nanti aku yang bawa, cepat turun,"
Gaara meloncat turun dari mobil dan lari sprint ke lapangan. Di lapangan Naruto teriak-teriak menyemangati -"Gaara cepet, udah mau mulai!"- Wasit sampai nggak jadi meniup peluit.
"Sorry, telat, aku..."
"Cepat masuk," potong Gai sensei, "member start change," teriaknya pada wasit.
Gaara ngos-ngosan, berdiri di samping pemain lawan yang badannya besar banget menggantikan posisi Lee dan nyengir ke arah Sasuke yang bersiap melakukan jump ball. Wasit meniup peluit tanda dimulai pertandingan dan melempar bola ke atas. Sasuke dengan ahlinya melompat, berhasil menepiskan bola ke arah Naruto. Gaara berlari mengambil posisi, dia nggak tau strategi hari ini karena nggak ikut brefing sebelum pertandingan. Dia seharian di Sabaku corporation, kerja sampe lupa kalo hari ini ada jadwal latian tanding, untung Naruto menelponya.
Kiba udah mencetak skor pertama, kerja samanya bareng Naruto bisa diacungin empat jempol, mereka berdua udah serasi banget. Tapi Gaara hati-hati banget nggak ngasih komentar itu didepan Sasuke, Sasuke bisa menjutekinya setaun karena terbakar api cemburu, Suigetsu udah ngalaminnya kemaren.
Gaara baru lari ngambil posisi bertahan waktu angin kencang ngelewatinnya, tau-tau tim lawan udah mencetak skor. Si badan gede yang masukin bola. Sasuke dan Sai sama melongonya, nggak nyangka kalo mereka langsung kebobolan.
"It's okey, kita masukin satu bola," teriak Sasuke. Dia mendrible pelan, nyapu pandangan ke lapangan dan ngedip ke Gaara. Gaara menjajari Sasuke dan menangkap no look passing Sasuke, dia sampai ke tengah lapangan, dan langsung ditempel sama si badan gede dari tim lawan. Defense si badan gede bagus banget, Gaara sampe nggak bisa maju. Gaara passing ke Sai, Sai mendribel masuk area shooting dan ngoper ke Kiba. Sekali lagi Kiba mencetak angka.
Kali ini Sasuke nggak lengah, Sasuke langsung menempel ke si badan gede dan menghalau bola yang mau dioper ke dia. Bola mental ke tim lawan yang lain dan langsung disteal Sai. Sai ngoper ke Naruto, Naruto ngoper ke Gaara. Gaara celingak-celinguk, si badan gede udah nempel ke dia. Gaara nggak bisa maju. Dia mendribel dengan hopeless sambil melirik Sasuke. Si badan gede benturin badannya ke bahu Gaara. Rasanya kayak ditabrak teronton. Tinggi Gaara cuma sedada si badan gede. Tangan si badan gede menggapai bola, sekali dua kali tangannya nepis lengan Gaara, sakitnya kayak dicakar beruang. Heran juga wasit nggak nganggep ini pelanggaran.
"Gaara oper,"
Gaara noleh ke arah Naruto yang ngangkat tangan. Bola ditepis badan gede, tapi Gaara berhasil nangkapnya lagi. Gaara nunduk, berhasil kabur lewat bawah lengan si badan gede dan langsung pasing ke Naruto.
"Hiiii..." kata Gaara ngeri dan nyaris ditabrak si badan gede yang ngejer Naruto. Gaara ngeliat kalo si badan gede bernomor punggung 6 dan bernama punggung Bee. Lebah? Orang tua mana yang namain anaknya lebah?
Naruto mencetak angka sebelum si gede Bee nyampe. Untung aja.
"Siapa sih Bee itu?" tanya Gaara ke Naruto yang lagi ngelambai ke penonton ala putri Indonesia.
"Kau nggak tau Bee?"
Gaara ngeleng.
"Ngapain aja kau liburan ini? Bercinta seharian?"
Gaara ngerasa mukanya merah padam, dia ngelirik Neji yang lagi ngobrol sama Gai sensei. Kok Naruto ngomong gitu sih? Emang Gaara keliatan horny banget?
Si badan gede Bee megang bola, dia ngelewatin Kiba dan Naruto, bahkan ngeshoot dari blockingan Sai dan Sasuke. Bolanya masuk pula. Gaara bisa ngeliat kalo Sasuke tersinggung.
"Siapa sih Bee itu?" tanya Gaara ke Sai, mereka sama-sama lari ke tengah lapangan, di belakang Sasuke mendribel pelan.
"Kau nggak tau Bee? Ngapain aja liburan ini?"
Damn, kalimat yang sama kayak Naruto. Memang siapa Bee? Artis?
"Gaara!"
Gaara kaget, Sasuke ngoper ke dia dan Bee si badan gede udah nempel. Gaara panik, rasanya dia kayak matador amatiran yang nyoba jinakin banteng gila. Nggak punya pilihan, Gaara mundur sampe ke tengah lapangan. Bee kayaknya nggak nyangka Gaara bakal ke belakang, dia udah masuk ke area three poin. Dan Gaara manfaatin lepasnya dari Bee dengan long shooting. Bola membentur papan keras banget, tapi masuk ke ring. Gaara menarik nafas lega.
"Untung masuk, Sasuke pasti tega noyor kepalamu kalo kau main jelek," kata Sai sambil nyengir, dia balik ke posisi bertahan. Gaara noleh takut-takut ke Sasuke.
"Not bad," komentar Kiba, dia nyusul Sai. Gaara senyum lebar.
"Hn," kata Sasuke. Gaara meringis, irit banget komentarnya.
"Jelek!" kata Naruto sambil meleletkan lidah, nyaris aja Gaara ngelemparnya dengan sepatu, kalo aja Sasuke meleng bentar aja.
Bee si badan gede yang megang bola dan Sasuke kayaknya dendam banget ke dia. Walaupun tinggi Sasuke cuma sedagu Bee, Sasuke malah nggak ada takutnya. Dasar nekat. Sasuke berhasil merebut bola, dia passing ke Sai, tapi dihalau Bee, bola mental lagi ke tim lawan. Sai merebut bola dan tim lawan malah membuang bola.
Peluit berbunyi, tim lawan minta time out.
"Memang siapa sih Bee itu?" tanya Gaara ke Sai, mereka jalan bareng ke pinggir lapangan, dibelakang Sasuke yang merangkul paksa Naruto.
"Dia Pro. Satu-satunya murid SMA yang direkrut Tim Nasional Jepang. Beritanya rame di tivi,"
"Gara-gara masuk Timnas?"
Sai ngasih Gaara pandangan mengasihani, "Bee itu repper dunia, single-nya rame di youtube, bahkan Lady Gigi mau duet sama dia,"
"Terus?"
"Tapi dia tolak karena dia lebih suka main basket walopun cuma duduk di bangku cadangan di Timnas,"
"Oh,"
Gaara dan Sai udah nyampe ke pinggir lapangan, Gaara ngambil minuman isotonik yang dikasih Neji dan Neji ngelapin keringat Gaara dengan lagak sok mesra. Tapi pikiran Gaara lagi nggak sama Neji, dia lagi ngira-ngira apa tanggapan Temari-nee kalo dia nolak jadi direktur dan milih jadi pebasket pro.
Menurut Gaara sah-sah aja orang punya cita-cita, tapi tetep aja hidup itu harus realistis. Bee itu hebat, mungkin kemampuan offence nya setingkat Naruto, defense nya setingkat Sasuke, dan badannya kayak kingkong mendukung banget jadi olahragawan. Tapi kalo buat jadi pro, jelas masih jauh.
Gaara yakin Sasuke, Naruto, Sai dan Kiba juga sama. Mereka suka basket, hebat basket. Tapi nggak bakalan mau nyerahin seluruh hidupnya buat basket. Orang tua mereka pasti mati bediri kalau mereka nekat gitu.
"Sayang, minum dulu, time outnya udah mau abis,"
Gaara kaget, muka Neji cuma beberapa senti dari mukanya. Gaara langsung nyium bibir Neji. Dia lupa kalo mereka ada di tempat umum. Gaara ngelepasin ciumannya walaupun mereka sempet french kiss beberapa detik.
Naruto ngakak disamping Gaara, "Dasar horny," katanya, tapi ketawanya langsung berenti sewaktu bibirnya dicium Sasuke.
"Pacarmu tuh yang horny," bales Gaara.
Peluit berbunyi, Neji mengecup puncak kepala Gaara, "Good luck," doanya. Gaara tersipu.
Pertandingan dimulai lagi. Sasuke bener-bener dendam ke Bee. Bola nggak diopernya ke siapa-siapa, walopun dia udah masuk ke area shooting dan Bee ketinggalan dibelakang, Sasuke sengaja nungguin Bee. Ini tanding satu lawan satu.
Bee ngeblokir Sasuke yang berkelit sambil mendribel dengan keahlian yang mengesankan. Sasuke lolos, dia ngelompat, siap nunjukin dunk andalannya. Bee ikut ngelompat. Sasuke dan Bee tabrakan di udara, dan Bee mental, kalah kuat dari Sasuke padahal badannya jelas dua kali badan Sasuke. Bola masuk dan peluit bunyi.
"Foul nomor 6 biru, free throw," kata wasit.
Sasuke nyengir licik ke arah Bee, "Memang kenapa sama pro, gue nggak perlu jadi pro buat hebat,"
Lemparan Sasuke masuk, nggak lama babak pertama selesai.
Naruto cekikikan, kali ini nggak keberatan dirangkul paksa Sasuke, Naruto muji-muji pacarnya sampe Gaara yakin kepala Sasuke udah bengkak lima kali ukuran normal. Gaara meletin lidahnya ke Naruto. Norak.
"Nechi!"
Gaara noleh, si gede Bee melambai ke arahnya. Gaara yakin bukan dia yang dipangil Nechi, tapi dia kaget banget ternyata Neji yang bales ngelambai.
"Ngapain ke sini?" tanya Bee sambil lari-lari nyamperin Gaara dan Neji.
Gaara langsung melukin lengan Neji, untung dia nggak mendramatisir dengan pura-pura kena gempa waktu Bee lari-larian.
"Tunanganku ikut tanding," kata Neji, dia nepuk-nepuk tangan Gaara, "eh, ayo minum dulu. Pegel nggak? Mau kupijitin?" kata Neji ke Gaara.
"Liat tanganku," Gaara sengaja nunjukin tangannya yang tadi dicakarin beruang berinisial Bee. Lengannya memang merah semua, Bee itu sadis banget.
"Waduh," kata Neji prihatin, "sini kutiupin," Neji niup-niup lengan Gaara.
Gaara nyengir, sengaja ngelirik Bee yang melongo.
"Sakitnya pergi..." kata Neji dengan pose ngusir sesuatu dari tangan Gaara.
Gaara ngelayutan di leher Neji, "Makasih, Neji-san. I love you,"
"I love you too," bisik Neji, dia mengecup bibir Gaara. Nggak lama Neji baru sadar kalo Bee melongo, "Eh, Bee... Apa kabarmu?"
Bee ngangkat bahu, "Spectacular," wajahnya masam.
"Kenalin ini tunanganku, Sabaku no Gaara," kata Neji sambil mengacak rambut Gaara, "Gaara-chan sayang, ini Bee ato Killer Bee. Dia adek dari seniorku di universitas,"
Bee ngulurin tangan dengan ogah-ogahan ke Gaara, tapi Gaara sengaja ngejabat tangan Bee erat-erat, pake digoyangin segala. Kayak salaman sama wali kota deh.
"Nice to meet you," teriak Gaara hiperbola.
"Apa kabar kakakmu?" tanya Neji setelah dia menarik Gaara dari Bee, "dulu kau kecil banget, sekarang malah gede banget,"
Bee meringis, "Baik, kakak pasti seneng kalo tau aku ketemu Nechi."
Neji ketawa ngakak, "aku ini lebih tua darimu, Bee. Nggak pantes kau panggil Nechi,"
"Tapi kakak manggil Nechi,"
Neji geleng-geleng.
"Gaara, brefing," teriak Naruto.
Gaara nggak bakal rela ninggalin Neji berdua Bee, dia nyeret Neji buat ngumpul.
"Bye Bee," pamit Neji.
XxXxX
Babak kedua dimulai, Bee selalu nempelin Gaara. Bikin Gaara gerah.
Sasuke masih semangat ngecokin Bee, dia sengaja tukar tempat sama Gaara sewaktu Bee bentur-benturin bahunya ke Gaara. Gaara sih seneng banget nyingkir dari Bee. Apa lagi Bee selalu masang muka masam kalo denger Neji neriakin nama Gaara di pinggir lapangan.
Bee sebenernya hebat basket, pengalamannya di Timnas Jepang terlihat banget dampaknya, sayang Bee nggak punya temen sepadan yang bisa ngimbangin permainan dia di tim. Kayak kata Gai sensei, percuma ada satu pemain sangat hebat kalo yang lainnya jelek, mending punya lima pemain hebat aja, kayak Konoha High School Team. Pancang yang terlalu menonjol itu baiknya dipukul biar rata sama pagar.
Gaara lega banget pas wasit bunyiin peluit tanda pertandingan selesai. Dia baru mau lari ke pinggir lapangan waktu Bee menghadang jalannya dan ngulurin tangan dengan lagak mau salaman.
Gaara nggak mau salaman sama Bee. Tapi dia nggak enak kalo ngacuhin orang yang mau berniat baik. Gaara ikut ngulurin tangan ragu-ragu.
"Gue udah denger tentang rumor yang bilang kalo Nechi tunangan sama anak konglomerat manja yang masih sekolah."
Gaara mematung.
"Gue udah lama pengen ketemu lo, ngeliat dengan mata kepala gue sendiri, cowok kayak apa yang nyusahin Nechi." mata Bee nyusurin Gaara dari ujung rambut sampe kaki, "Ternyata rumor itu salah."
Gaara nahan nafas. Kabar baikkah?
"Lo nggak manja. Tapi manja banget! Lo seharusnya tau apa yang jadi prioritas dalam hidup lo. Jangan serakah dan mau ngambil semua. Lo enak-enakan main basket padahal tunangan lo harus begadang semalaman nyelesain tugas lo di perusahaan. Egois!"
Gaara mematung, Gaara tau seharusnya dia nginjek kaki Bee keras-keras sambil teriak "Fuck you!" baru lari ke pinggir lapangan. Tapi dia nggak bisa ngelakuinnya, kalimat Bee bener semua. Gaara jalan pelan-pelan ke pinggir. Neji menyambutnya dengan cium dan pelukan. Konoha High School menang, tapi Gaara nggak gembira sama sekali.
XxXxX
Gaara duduk tegak, jam udah nunjukin angka 11 pm. Dia capek, seharian kerja terus tanding basket. Tapi dia nggak bisa tidur sama sekali, walopun matanya udah diusahain merem. Akhirnya Gaara ngambil laptop, mulai nyelesain beberapa kerjaan yang tadi belum selesai. Dia juga baca dua buku yang tadi dikasih Temari-nee.
Gaara baru bener-bener sadar waktu pas wekernya bunyi, jam 7 pagi. Dia nggak tidur sama sekali. Matanya perih dan kepalanya pusing. Gaara berangkat ke kantor bareng Temari. Dia nggak ketemu Neji seharian, lupa makan siang, bahkan lupa latihan sore. Dia datang latihan basket telat setengah jam setelah ditelpon Naruto. Gai sensei mengomelinya.
Gaara ikut latihan, tapi badannya terlalu capek buat diajak gerak dan kepalanya pusing. Mainnya jelek banget, bahkan beberapa shootingnya nggak masuk.
"Gaara, apa yang kau lakukan? Ring disana!" bisik Naruto.
Bola lepas dari tangan Gaara, menggelinding ke kaki Suigetsu. Gaara mengerjapkan matanya, "What?"
Naruto ngangkat tangan dan peluit berbunyi, "Kau nggak enak badan?" desak Naruto.
"Aku nggak apa-apa." kata Gaara, dia mundur, kesandung kaki Lee yang berdiri didekatnya terus jatuh. Jatuhnya keras, kepalanya blank beberapa detik.
"Kau nggak apa-apa?"
"Ada apa?"
"Kenapa ini?"
Gai sensei dan Sasuke udah bergabung, ikutan jongkok didekat Naruto waktu Gaara menggosok kepalanya keras-keras. Pusingnya nggak hilang.
"Kau sakit!" tuduh Naruto, itu pernyataan bukan pertanyaan.
"Jangan melebih-lebihkan. Aku hanya kurang tidur," Gaara merangkak menjauh, nyaris nyusuk ke dekat selokan kalo dia nggak buru-buru bangun dan lari ke toilet.
Gaara cuci muka di kloset. Ini pertama kalinya dia bercermin hari ini. Wajahnya nggak karuan, kantong matanya terlihat jelas dan kulitnya kelihatan nggak sehat.
Gaara menepuk mukanya keras-keras, air berhamburan kemana-mana. Tapi itu membangunkannya lebih efektif walopun mukanya yang mendadak merah jadi sakit banget. Hanya berhasil beberapa menit, pusingnya malah lebih parah.
Waktu Gaara balik ke lapangan, pertandingan udah dimulai lagi. Tempat Gaara digantiin adik kelas yang Gaara nggak tau namanya. Gaara nyamperin Gai sensei dan pamit pulang. Gai sensei nggak ngelarangnya, syukurlah, Gaara lagi males berdebat.
Gaara masuk mobil, ngelempar tasnya ke kursi penumpang dan tempat minumnya nabrak kaca dengan suara keras. Dia masuk ke belakang kemudi, mundurin mobilnya dan nyaris lupa diri pas nginjak gas. Dia ngerem nyaris tepat waktu. Bempernya nyenggol palang kayu. Untung palangnya nggak patah, cuma miring. Gaara turun, ngebenerin palang dan baru pulang.
Perjalanannya nggak bisa dibilang lancar. Lalu lintas sore lumayan padat, Gaara harus menjambak rambutnya berkali-kali biar pusingnya hilang. Dia tau nggak bener nyetir dalam kondisi gini, tapi apa lagi pilihannya. Gaara bisa aja minta jemput Neji, tapi dia lagi nggak pingin ketemu Neji.
Sampai di rumah, Gaara makan dua obat pusing, abis itu dia langsung mandi, dia berendam hampir satu jam. Selesai mandi ternyata Temari udah pulang dan ada 12 missed call dari Neji. Gaara nelpon balik pacarnya sambil nungguin Temari selesai masak makan malam. Neji pengen ke rumah Gaara, dia bilang dia kangen, Neji malah ngusulin Gaara nginep ke apartment nya, Neji bakal pamit ke Temari. Tapi Gaara nggak mau, dia bilang dia lagi banyak kerjaan dan Neji juga pasti banyak kerjaan. Kalo Gaara nginep, udah pasti mereka bakalan ML semaleman.
Neji kecewa, tapi tau apa yang dibilang pacarnya bener. Tapi Neji tetep ke rumah Gaara. Seharian nggak ketemu bikin Neji kangen berat. Jam 8 Neji sampai, pas Gaara selesai makan malam.
"Hai ganteng, how your day?" tanya Neji basa-basi. Dia narik Gaara ke pelukannya dan nyium bibir Gaara sampai Gaara mengap-mengap habis nafas.
"Bad day, aku dimarahin Gai sensei karena telat latian sore dan mainku jelek," kata Gaara dia narik Neji duduk dan bales nyium bibir atas Neji.
"Oh ya?" Neji mendudukkan Gaara dipangkuannya, membelai perut rata Gaara dan ngikutin gerak ciuman Gaara. Bibir Neji terbuka mengizinkan lidah Gaara menjelajah ke dalam mulutnya. Ini jarang kejadian, biasanya Gaara yang dijelajahi.
Jari Gaara naik ke rambut Neji, sebelahnya meraba selangkangan Neji.
"Oops, ini di ruang tengah. Nanti Temari-nee liat," bisik Neji. Jarinya naik ke dada Gaara memutari area dekat puting tapi nggak menyentuhnya.
Gaara mendesah kecewa dan duduk disebelah Neji.
"Jadi siapa yang udah nyelesain sisa kerjaan semalam?" kata Neji, matanya noleh ke tumpukan proposal di atas tas kerja Shikamaru, "Kata Temari-nee bukan dia atau Shikamaru."
"Aku," kata Gaara.
"Oh ya? Kapan?"
"Tadi malem,"
Mata lavender Neji meneliti Gaara lebih lekat, "Kamu begadang, sayang?"
"Aku nggak bisa tidur, bukan begadang,"
Temari muncul dari dapur bareng Shikamaru.
"Gaara-chan yang ngerjain sisa kerjaan kemaren," kata Neji ke Temari. Entah kenapa kedegerannya di telinga Gaara kayak ngadu.
"Oh ya?" tanya Temari heran.
"Dia begadang," kata Neji.
Gaara noleh ke arah Temari, "Aku nggak bisa tidur, bukan begadang," katanya membela diri. Gaara melototi Neji dengan tuduhan penghianat.
"Oke, nggak bisa tidur." kata Temari setuju, "Sekarang naik ke tempat tidurmu. Tidur lebih awal," perintahnya.
"Aku nggak mau. Aku masih mau ngobrol sama Neji-san dan nyelesain kerjaanku,"
"Kamu nggak tidur semalaman, sayang,"
"Jangan perintah-perintah!"
"Gaara-chan..." tegur Neji.
Gaara mejamin mata sejenak, kurang tidur ngebuat emosinya naik dengan cepat, "aku nggak ngantuk," katanya dengan nada lebih lunak.
"Neji-kun, bawa Gaara-chan ke atas," kata Temari.
Neji narik Gaara ke dalam sebelum pacarnya buka mulut ngejawab dengan teriakan. Neji nyaris menggendong Gaara di tangga. Di kamar Gaara, Neji ngunci pintu.
Gaara mendengus ketawa, "Kenapa pintunya dikunci?"
"Kenapa lagi," kata Neji ringan, "buka bajumu,"
Gaara duduk di kursi belajarnya dengan bandel, kakinya kebuka lebar dan pandangannya menantang, "Kenapa Neji-san nggak telanjangin aku aja?"
"Fine, mungkin kalo capek kamu bakal tidur dengan suka rela, sayang," kata Neji.
Gaara mutar mata dengan menggemaskan, "Aku kerja seharian, latihan basket juga. Kurang capek apa? Mungkin Neji-san harus nyolok mataku biar merem,"
Neji ngangkat bahu, bergerak pelan dekatin Gaara, membuka dasinya sendiri dan melilitkan ke lengannya dengan mengancam.
"Apa? Mau main SM?" tantang Gaara geli.
"Kalo diperlukan," Kata Neji, tapi waktu dia narik Gaara ke pelukannya dan menciumi bibirnya, Neji mencampakkan dasinya ke lantai.
Gaara ngangkat alis ala Sasuke.
"Aku cuma becanda, nggak boleh ada bukti terlihat. Nanti aku dilarang datang ke sini selamanya,"
Mereka udah sampai di kasur, piama Gaara udah copot, Neji menjilati dada Gaara sementara pacarnya merintih. Lidah Neji turun, menuju pusar, menjilatinya juga. Gaara menjambak rambut panjang Neji. Tangan Neji memelorotin celana Gaara, isinya tegak bediri, sedikit cairan bergantung nyaris jatuh.
"You want me suck it?" tanya Neji sambil ngegoyangin milik Gaara pelan-pelan.
"Please..." mohon Gaara, mukanya merah padam, air matanya menggenang.
"Maybe we can use this, for SM," kata Neji sambil mungut dasi di lantai.
Gaara nggak terlalu nangkap perkataan Neji, dia narik tangan Neji buat nyentuh miliknya, "Pleasee..."
"Kamu puas cuma pake tangan, sayang?" tanya Neji.
"Mouth,"
Gaara buka selangkangannya lebar-lebar.
Neji ketawa, dia ngelilitin dasi ke penis Gaara, ngiketnya pelan-pelan.
"Apa yang..."
"Ssst," Neji membungkam mulut Gaara dengan ciuman. Ciuman Neji ganas, penuh nafsu. Gaara mengerang sewaktu lidah Neji berpindah ke mulutnya. Sebelah tangan Neji nyentuh puting Gaara, mencubit-cubitnya sementara tangannya yang lain yang berlumur lotion menyusup ke belakang Gaara, satu jari masuk. Neji mengguncangnya keras-keras, badan Gaara ikut bergetar. Gaara mengerang, nyaris tersedak karena Neji masih menciumnya.
Tangan Gaara ngelingkarin leher Neji, dia meringis, air matanya ngalir. Tapi efek dari dasi Neji baru terasa, waktu milik Gaara membesar dan mengeras, dasi Neji yang udah dililit terasa mengikat miliknya.
"Neji-san, its hurt,"
Jari ketiga masuk, membuka belakang Gaara lebih lebar. Gaara mencengkram pangkal pahanya, nyaris menyentuh penisnya yang terasa sakit, tapi tangan Neji menariknya.
"Belum," bisik Neji, tangannya menyingkirkan tangan Gaara lalu memegang ujung milik Gaara. Warnanya merah, cairan yang bergantung nyaris jatuh, Neji menurunkan kulit yang melapisinya, "aku masuk, okey,"
Gaara menahan nafas, menutup mulutnya dengan tangan biar suara teriakannya nggak sampai kebawah. Neji nggak pake kondom kayak biasa.
Neji mulai bergerak, pertama pelan, lalu makin cepat.
Gaara meringis, dasi melilit miliknya erat, "Neji-san, cumming..."
"Belum," Neji bergerak makin cepat.
"It's hurt, I wanna cum,"
"Together,"
Neji membuka dasinya dan milik Gaara langsung ngeluarin sperma ke atas kayak tembakan, separuhnya ke muka Gaara, yang lain ke dada Neji. Neji juga keluar di dalam Gaara.
Gaara berjengit waktu sperma Neji menyemprot di dalam. Ini pertama kalinya Neji keluar di dalam. Gaara merasa perutnya penuh terisi.
Neji menciumi Gaara, menjilat sisa sperma yang nempel dan ngeluarin miliknya.
Gaara terengah-engah, wajahnya merah padam dan waktu dia bergerak, Gaara merasa sesuatu ngalir dari belakangnya.
XxXxX
To be continue
XxXxX
Rencananya ga ada lemon di chap ini, tapi gue malah ga tahan ga ngetik lemon diakhir, 2k melar jadi 3k deh. Thanks udah mampir :-*
