Author : Yap, tokoh yang hadir di chapie sebelumnya memang mirip Joker dan memang sama persis, hanya saja dia berupa bayangan. Mungkin itu bisa menjadi hint heheheh. Untuk akatsuki lain akan saia munculkan satu-persatu nanti, jadi bersabar ya. Orochimaru mutlak join sama Joker, karena untuk suatu alasan dia dan Joker berkerja sama karena kepentingan yang (mungkin) sama. Mungkin akan ada kejutan dari Gaara dan Sasuke.
Dan anggap saja chapter sebelumnya dan chapter ini sebagai refreshing, soalnya tegang mulu dichapter-chapter sebelumnya. Untuk hint, saia lebih memilih hubungan yang terjadi diantara OC, dan hint antara tokoh Naruto sendiri. Kalau untuk tokoh Naruto dan OC mungkin gak banyak ya, cuma hint sedikit. Untuk chapter ini dan untuk kedepannya saia akan berusaha menampilkan hint lain, dan makasih buat masukan yang datang. Selamat membaca, enjoy this chapter.
Warning : T rate semi M (for complex theme), chara death, bahasa setengah labil.
Pairing : Hint only.
Genres : Action/Adventure/Fantasy/Friendship/Mystery/Tragedy/Humor/Angst/Crime.
Disclaimer : Belong to Masashi Kishimoto (except OC).
Neverland
Chapter 34
(Beautiful Day!)
.
.
"Akhirnya menghirup udara segar juga!" kata Shina yang tak henti-hentinya tersenyum lebar, tampak jelas di wajahnya dia sangat bahagia dengan keadaan seperti ini. Maklum saja, sudah beberapa hari ini mereka mengalami masa-masa sulit dan jarang sekali merasakan masa-masa tenang seperti ini.
"Rasanya seperti sudah bertahun-tahun tidak merasakan suasana seperti ini!" sambar Yumiko yang sependapat dengan Shina. Kedua gadis itu terlihat sangat ceria, berbeda dari Cho dan Magica yang malah diam saja sejak tadi.
"Kalian berdua kenapa sejak tadi diam saja?" tanya Reika yang berjalan sambil melipat kedua tangannya di belakang kepala. Dia melirik wajah Cho dan Magica yang masam, seperti tak ada gairah.
"Biarkan saja, mungkin mereka lapar." Sambar Taka asal nyeletuk, maklum belum pada sarapan. Selain itu sudah berapa lama dia tak makan, dia sendiri juga tak ingat, yang jelas dia sudah lama tak makan, dan secara logika kalau sudah lama tak makan seharusnya ada rasa lapar. Tapi entah mengapa rasa lapar itu tidak dia rasakan.
"Bukan itu… Aku hanya jadi merindukan Fuego… Biasanya disaat kami berjalan seperti ini, dia selalu berjalan tak jauh di belakangku… Meski dia selalu diam dan tak banyak bicara, tapi aku merasa nyaman kalau ada dia didekatku." Jawab Magica sedikit menghela napas, mengingat NPC pendampingnya itu.
"Kalau aku… Aku jadi kangen rumah… Entah sudah berapa lama kita terjebak disini. Aku jadi ingin tau apa keluargaku sedang mencari-cari aku ya? Apa mereka baik-baik saja?" jawab Cho yang ternyata merindukan keadaan rumahnya.
"Aku juga sama… " timpal Shouta yang malah jadi ikutan kangen rumah.
"Makanya, kita harus segera menyelesaikan permainan ini dan pulang ke rumah!" sambar Reika yang memberikan semangat kepada ketiga orang temannya.
"Hum! Mari berjuang bersama-sama!" balas Cho yang kembali ceria, juga Magica dan Shouta yang ikut mengangguk setuju dengan ucapan Reika. Pemuda itu benar, sekarang bukan saatnya untuk down, mereka harus berjuang disini, saling membantu satu-sama lain.
.
~o0o~
.
"Sakura… " Naruto menghampiri Sakura yang berdiri di depan geladak kapal. Mereka semua sedang menuju west town dengan menggunakan kapal untuk menyebrang.
"Ada apa Naruto?" tanya Sakura yang sepertinya sedang tidak bergairah. Sudah sejak mereka menaiki kapal, Sakura hanya berdiri sambil melamun melihat laut lepas. Entah apa yang sedang dipikirkan gadis itu, tapi Naruto jadi cemas melihatnya.
"Gak, gue boleh kan disini nemenin?" balas Naruto sambil memamerkan cengiran lebar khas miliknya. Sakura tersenyum sedikit sebentar, lalu dia kembali mengalihkan perhatiannya pada lautan lepas.
"Apa lo lagi mikirin Sasuke?" tanya Naruto secara tiba-tiba.
"Ya, begitulah… " jawab Sakura dengan sedikit menghela napas, sebenarnya saat ini buka Sasuke yang dia pikirkan, melainkan dia teringat pada Joker. Dia jadi teringat ketika NPC itu memeluknya saat berada di geladak kapal, dan sampai sekarang dia masih belum mengerti ucapan yang dibisikkan Joker saat itu.
"Jangan terlalu dipikirkan, gue yakin suatu saat nanti Sasuke akan berpihak pada kita. Selain itu bukankah ada kabar baik kalau Gaara baik-baik saja? Meskipun gue gak percaya sama Orochimaru-sensei, tapi selama dia memihak Joker, Gaara pasti aman! Jadi semangatlah Sakura!" kata Naruto yang berusaha untuk menyemangati Sakura agar tidak terus-terusan menghela napas seharian. Naruto jadi merasa kesal kalau melihat Sakura kehilangan semangat seperti itu.
"Terima kasih Naruto… Aku yakin kalau Sasuke pasti akan bergabung lagi bersama kita… Yah, semoga saja." Balas Sakura sambil tersenyum kepada pemuda pirang itu.
.
"Naruto… Dan Sakura, mereka berdua terlihat akrab sekali… " Hinata yang sedang mencari Naruto tak sengaja menemui keduanya sedang bercengkrama, keduanya terlihat begitu akrab. Hinata yang melihat keduanya seperti sedang asik ngobrol jadi merasa tidak enak untuk mengganggu. Pelan-pelan dia mundur sampai akhirnya dia menabrak Kiba yang berdiri tepat di belakangnya.
"Hinata, lo itu kenapa sih? Masa jalan mundur kayak mobil aja?" tanya Kiba setengah bercanda.
"A-ah, maaf Ki-Kiba! A-aku tak melihatmu!" balas Hinata yang terkejut dengan kehadiran Kiba yang tiba-tiba.
"Bagaimana lo mau liat kalau jalan aja mundur begitu!" balas Kiba geleng-geleng kepala melihat kekikukan Hinata. 'Gadis ini benar-benar tidak berubah' batin Kiba sedikit tersenyum melihat sikap Hinata yang lucu di matanya.
"Lo lagi ngapain disini?" tanya Kiba yang heran melihat Hinata tadi sempat mematung beberapa saat sambil menatap ke arah geladak.
"Ti-tidak sedang apa-apa kok!" balas Hinata cepat dengan wajah merah, sikap Hinata saat ini seperti seorang kecil yang ketahuan makan permen oleh ibunya saja.
"Ah! Naruto ya?" tebak Kiba dengan tepat begitu dilihatnya di geladak itu ada Naruto dan juga Sakura yang sedang asik mengobrol. Mendengar tebakan Kiba, wajah Hinata langsung memerah lagi dan kali ini rona merah itu terlihat begitu jelas. Kiba langsung mengeluarkan evilsmirk.
"Hey, Naruto! Ada yang ingin dikatakan Hinata kepadamu!" Kiba tanpa terduga menarik tangan Hinata dan membawa gadis itu menghampiri Naruto dan Sakura.
"Ki-Kiba! Ap-apa yang kau lakukan?" tanya Hinata sedikit berbisik, sangat shock dengan sikap Kiba yang tiba-tiba menariknya begitu saja.
"Sudah diam saja! Lo suka sama Naruto, kan? Nah, ini kesempatan untuk mengatakannya pada Naruto!" balas Kiba sambil terus menarik Hinata untuk mendekati Naruto, sampai akhirnya mereka benar-benar sampai di depan Naruto dan Sakura yang sedang menatap mereka dengan tatapan bingung.
"Nah, ayo katakan Hinata!" kata Kiba sambil mendorong sedikit punggung gadis itu, memberinya semangat agar Hinata berani. Hinata terdorong sedikit ke depan Naruto.
"A-ano… Na-Naruto… Ano… Se-selamat pagi Naruto!" .
GUBRAK!
Kiba langsung terjatuh, Hinata malah mengucapkan selamat pagi pada pemuda penyuka ramen itu sambil membungkuk hormat, setelah itu dengan cepat Hinata berlari dari sana kembali masuk ke dalam kapal meninggalkan Kiba yang berdecak kesal, Naruto yang melongo dan Sakura yang sweatdrop.
"Ternyata Dragon cave sudah terbuka lagi." Decak Reika kagum melihat Dragon cave yang keadaannya seperti semula lagi, perasaan terakhir kali tempat itu tertutupi oleh batu-batu besar akibat ulah Kakashi.
"Apa kita mau meneruskan masuk ke dalam atau istirahat dulu?" tanya Shun sambil melihat teman-temannya untuk meminta pendapat.
"Gue sih terserah aja." Balas Taka yang gak mau repot mikir, mau istriahat dulu boleh, mau lanjutin perjalanan juga ayo.
"Kalau gue sih, maunya jalan terus. Lebih cepat lebih baik, kan?" usul Hery yang memilih untuk tetap meneruskan perjalanan, dia ingin urusan ini benar-benar cepat diselesaikan.
"Gue sependapat sama Hery." Timpal Reika yang sependapat dengan Hery.
"Lalu, kalian bagaimana?" tanya Shun ke anak-anak cewek.
"Kami ikut kalian saja." Balas anak-anak cewek dengan kompak dan satu suara.
"Baiklah, kita sepakat untuk meneruskan perjalanan." Akhirnya sudah ditetapkan mereka semua melanjutkan perjalanan menuju Warrior Kingdom. Mereka semua memasuki Dragon cave.
.
~o0o~
.
"Sampai juga di kota! Suasana disini berbeda sekali ya?" seru Ten-Ten sambil menatap keadaan sekitar kota yang lebih mirip kota koboy jaman dulu, kota yang benar-benar berbeda dari kota sebelumnya yang dia kunjungi. "Jiraiya-sensei, boleh tidak kalau kami pergi berkeliling dulu?" tanya Ten-Ten penuh harap dengan mata yang berkilat-kilat.
"Ya sudahlah, tidak apa-apa. Kalian boleh berkeliling dulu, aku juga ingin bersantai." Jawab Jiraiya dengan gaya suara khas miliknya. Dia memperbolehkan Ten-Ten dan yang lainnya untuk berkeliling sementara waktu, lagipula tak ada salahnya, anggap saja seperti refreshing setelah mengalami hari-hari yang berat.
"HOREE!" jerit Ten-Ten, Temari dan Lee nyaris bersamaan. Tanpa menunggu waktu lagi ketiga orang itu segera berlari ke tengah kerumunan orang.
"Gue mau cari makanan ah!" kata Naruto sambil mengelus-ngelus perutnya, sebenarnya sih dia tidak begitu lapar, apalagi setelah memasuki dunia game ini, rasanya keinginan untuk makan itu lenyap, rasa lapar yang seharusnya muncul itu tidak ada. Tapi tetap saja dia mau mencicipi makanan di kota ini.
"Gue ikut!" Kiba segera berlari membuntuti Naruto yang sudah berjalan agak jauh.
"Bersenang-senanglah kalian!" Jiraiya meneriaki murid-muridnya itu, kemudian dia sendiri juga pergi memasuki salah satu BAR yang ada di kota itu.
.
~o0o~
.
Di tempat lain tampak Sasuke sedang berbicara dengan Tayuya, Kidoumaru, Jirobou.
"Tak kusangka Game master itu adalah kau, Sasuke." Kata Kidoumaru yang tak menyangka kalau Game master adalah Sasuke yang selama ini menghilang.
"Lalu, kenapa kau memanggil kami bertiga kemari?" tanya Tayuya langsung tanpa bertele-tele.
"Aku punya tugas untuk kalian bertiga." Jawab Sasuke dengan cepat. Sepertinya dia punya rencana lain lagi untuk menghentikan Sakura dan yang lain.
"Katakan saja, kami akan siap melakukannya!" balas Kidomaru sambil menyeringai seram.
"Ada kemungkinan Sakura sedang berusaha untuk menjemput Joker, aku ingin kalian menghentikannya." Sasuke langsung menjelaskan niatnya memanggil Tayuya, Kidomaru dan Jirobou. Tentu Sasuke sudah mengetahui kabar Joker dari Kakashi.
"Akan kami lakukan. Lalu kami harus kemana?" tanya Kidomaru meminta petunjuk kemana seharusnya mereka pergi untuk menghentikan Sakura.
"Kalau urusan itu kalian pikirkan sendiri! Sekarang pergilah!" balas Sasuke yang tiba-tiba saja marah terhadap mereka. Hanya ada satu yang ada di kepala ketiga orang itu saat melihat sikap Sasuke. Sasuke benar-benar aneh, begitulah kira-kira yang mereka pikirkan. Tapi mereka tak mau berdebat ataupun cari masalah, ketiganya segera pergi dari sana.
.
.
"Sasuke? Ada apa?" tanya Shimizu yang segera masuk ruangan ketika ketiga orang tadi pergi. Dia mendengar suara bentakan Sasuke dari luar dan buru-buru masuk ke dalam untuk memastikan apa yang terjadi.
"Aku tidak apa-apa Shimizu… Pergilah." Jawab Sasuke kembali tenang dan meminta gadis itu untuk meninggalkannya. Shimizu tak banyak bicara, dia segera menuruti perkataan Sasuke. Tapi baru sampai depan pintu, Sasuke memanggilnya kembali.
"Tunggu sebentar Shimizu." Sasuke meminta Shimizu untuk berhenti.
"Ada apa lagi, Sasuke?" tanya Shimizu yang kemudian berbalik hanya untuk menatap mata onyx milik Sasuke.
"Aku ingin kau menjaga pandora box bersama dengan Shin. Aku mau pergi dulu sebentar." Jawab Sasuke yang meminta Shimizu dan juga Shin untuk menjaga pandora box. Dia khawatir kalau ada seseorang yang mengincar pandora box.
"Baiklah Sasuke, kau bisa serahkan itu padaku." Balas Shimizu yang tentu saja menyanggupi permintaan Sasuke. Jangankan untuk menjaga pandora box, untuk membawakan matahari sekalipun kalau dia mampu pasti akan dilakukannya meski itu akan membahayakan dirinya sendiri. Sudah sangat jelas Shimizu memiliki perasaan yang dalam terhadap Sasuke, hanya saja pemuda berambut hitam itu tidak menyadarinya.
.
.
"Apa-apaan Sasuke itu! Seenaknya saja menyuruh dan membentak kita! Mentang-mentang dia Game master, lalu dia bisa berbuat seperti itu pada kita, huh!" gerutu Kidomaru kesal mendapat perlakuan yang tidak enak dari Sasuke.
"Hentikan ocehanmu itu Kidomaru! Kau berisik!" omel Tayuya yang merasa terganggu dengan semua keluhan dan umpatan Kidomaru yang dia tujukan pada Sasuke.
"Kau pasti membela si Sasuke itu, kan? Dasar perempuan!" kali ini keluhan Kidomaru semakin menjadi-jadi dan merambat kemana-mana.
"Kau itu yang dari tadi berisik dan tak bisa diam!" balas Tayuya meminta pemuda berkulit coklat gelap itu untuk diam.
"Gue gak yakin kalau dia itu beneran Game master. Masa kayak gitu doang dia gak tau? Harusnya sebagai Game master dia udah tau, dong tempat yang bakalan dituju Sakura! Kalau begini kita mau cari kemana? Merepotkan saja!" Kidomaru tetap saja berceloteh dan mulai gak karuan. Saat itu tiba-tiba muncul Anko.
"Jadi kau berpikir kalau Sasuke bukanlah Game master yang sebenarnya, begitu?" tanya Anko sambil menatap tajam terhadap Kidomaru.
"Begitulah. Ngomong-ngomong Anko-sensei, apa sensei tau tempat Joker?" tanya Kidomaru yang menanyakan tempat NPC itu, siapa tau Anko mengetahuinya.
"Yang aku tau dia berasal dari kota Neverland, dan untuk kesana kalian harus ke Halloween town dan mencari orang yang bisa mengirim kalian ke Neverland." Anko menjawab apa yang dia ketahui.
"Tuh kan benar! Kecurigaan gue semakin kuat kalau Sasuke bukan Game master! Buktinya Anko-sensei saja bisa tau hal seperti itu tapi Sasuke tidak mengetahuinya! Benar-benar aneh, ya kan?" Kidomaru malah semakin menjadi-jadi memikirkan kecurigaannya, dia memandang Tayuya dan Jirobou seolah meminta pendapat yang sama.
"Sudah kubilang hentikan ocehanmu! Ayo kita pergi. Dan, terima kasih Anko-sensei atas petunjuknya." Tayuya dengan segera menarik Kidomaru sebelum pemuda itu kembali berceloteh yang macam-macam lagi.
Heroes Village...
.
.
"Tak kusangka ya, kita bakalan ke tempat ini lagi… " kata Yumiko sambil menatap Heroes Village yang suasananya begitu tenang dan banyak pepohonan di desa itu, meski tidak seindah elf village, tapi tempat ini dapat membuat hati nyaman, apalagi banyak anak kecil yang berkeliaran, bermain kejar-kejaran.
"Kau benar… " sambung Reika yang kembali teringat pada Reiki. Terakhir kali dia kemari, Reiki masih ada bersamanya.
"Apa kalian mau istirahat dulu disini sebentar?" tanya Shun, karena dia merasa kalau kedua orang itu masih ingin menikmati suasana di desa ini. Jarang-jarang sekali mereka bisa menikmati saat-saat yang damai dan tenang seperti ini.
"Apa tidak apa-apa kalau kita mengulur waktu?" tanya Cho sedikit ragu, sebenarnya sih dia ingin sekali beristirahat sebentar, mungkin sekitar satu atau dua jam.
"Tentu tidak apa-apa. Kurasa kita butuh suasana seperti ini sekali-kali." Balas Shun yang untuk pertama kalinya tersenyum.
"Asik! Jalan-jalan ah!" sambar Taka sama Reika langsung kegirangan begitu mendengar mereka akan istirahat sebentar di desa itu. Dengan semangat penuh perjuangan (?) keduanya segera melesat pergi untuk melakukan peutalangan kecil di desa itu.
"Kita duduk disana saja!" Shina menunjuk sebuah tempat persinggahan yang terletak dekat dengan rumah makan yang ada di desa itu. Shina, Kisa bersama Cho dan Magica segera duduk disana. Sedangkan Yumiko diam-diam sudah kabur entah kemana. Shun dan Arkhan duduk di bawah pepohonan yang cukup rindang. Dan tak jauh dari mereka ada Shouta yang malah ikut bermain dengan anak-anak di desa itu. Kalau Nyx jangan ditanya, dia langsung mencari toko item untuk membeli perbekalan bersama dengan Yoko.
"Rasanya damai sekali ya, kalau seperti ini… Jadi pengen disini terus." Kata Magica sambil merebahkan kepalanya di atas meja.
"Eh, Magica kok malah tidur?" tanya Cho begitu melihat gadis berambut indigo itu memejamkan matanya.
"Aku hanya mau memejamkan mata sebentar saja, kok. Nanti bangunkan aku ya, kalau mau berangkat." Jawab Magica yang masih betah memejamkan matanya sambil menikmati angin yang membelai wajahnya dengan lembut.
.
~o0o~
.
"Apa kalian semua sudah siap?" tanya Jiraiya yang sekarang sedang berkumpul di tengah-tengah kota bersama yang lainnya.
"Kami semua siap sensei!" jawab Naruto sambil mengacungkan jempolnya.
"Yakin? Aku tak mau ada yang minta balik saat diperjalanan nanti!" balas Jiraiya untuk memastikan, pasti akan merepotkan kalau di tengah jalan ada yang minta kembali ke kota karena ada keperluan yang terlupa.
"Kami rasa, tak ada hal lain lagi yang tertinggal." Kata Shikamaru sambil melirik teman-temannya yang lain, dan sepertinya sudah tidak ada lagi yang perlu mereka lakukan di west town.
"Ayo sensei kita berangkat!" sambar Ten-Ten yang sudah lelah berdiri lama-lama, selain itu west town cuacanya cukup panas, dan dia sudah banjir keringat karena kepanasan.
"Baiklah ayo kita berangkat!" Jiraiya lalu mengeluarkan Gamabunta dan segera menaiki katak besar itu.
"Ah, sensei curang! Masa naik Gamabunta sih!" protes Naruto sebal, masa mereka jalan dan si Jiraiya enak-enakan naik katak, malah dia sambil baca icha-icha paradise lagi.
"Jangan banyak protes Naruto! Aku kan sudah tua, sedangkan kalian masih muda, pasti masih kuat berjalan!" jawab Jiraiya cari-cari alibi. Dengan santainya dia tiduran di atas katak itu, Naruto dan yang lainnya mengikuti Jiraiya.
"Kidomaru, kenapa kita malah kesini?" tanya Tayuya langsung protes begitu dia menyadari kalau temannya itu salah memencet tombol portal.
"Ini bukan tujuan kita, kan. Kidomaru." Jirobou juga sedikit memprotes kesalahan yang dilakukan oleh Kidomaru.
"Gue emang sengaja, kita kemari untuk mencari NPC storyteller!" jawab Kidomaru yang ternyata sengaja mengarahkan tujuan mereka tadi ke North island.
"Untuk apa? Kita ditugaskan untuk menghadang Sakura dan yang lain, kan?" tanya Tayuya yang tidak mengerti dengan tindakan yang dilakukan Kidomaru.
"Apa kalian gak kepengen tau Sasuke itu beneran Game master atau bukan? Kita harus bertanya pada NPC storyteller secepatnya!" balas Kidomaru yang ternyata masih saja mencurigai kalau Sasuke bukanlah Game master yang sesungguhnya. Dia malah menduga ada orang lain lagi dibalik semua tindakan Sasuke.
"Tapi kalau ketahuan bagaimana?" tanya Tayuya yang ragu dengan ajakan Kidomaru, jujur dia takut kalau sampai pihak Sasuke mengetahui tindakan mereka.
"Tidak akan ketahuan kalau kita hati-hati! Ayo pergi!" sambar Kidomaru cepat dan langsung menyeret Tayuya untuk mengikutinya, sedangkan Jirobou mengikuti keduanya dengan santai dari belakang.
.
~o0o~
.
"Ayo kita lanjutkan perjalanan lagi." Shun menghampiri Cho yang sedang duduk di tempat persinggahan bersama yang lainnya. Sudah satu jam lebih mereka beristirahat, dan dia rasa sudah saatnya untuk kembali berjalan.
"Magica! Magica ayo bangun! Yang lainnya sudah berkumpul, kita harus kembali melanjutkan perjalanan." Shina berusaha membangunkan Magica yang sepertinya jadi ketiduran beneran.
"Ah, apa? Sudah mau jalan lagi, ya? Tapi aku masih mengantuk… Kau tau sudah lama sekali aku tidak tidur nyenyak seperti ini… Sebentar lagi saja… " jawab Magica sambil mengucek sebelah matanya dengan malas.
"Magica ayo bangun! Kita harus segera mencari lost child, bukan?" Cho berusaha menarik gadis itu supaya mau bangun.
"Huh... Iya-iya, aku bangun." Balas Magica sambil cemberut.
Setelah mereka semua berkumpul, Shun dan kawan-kawan kembali melanjutkan perjalanan ke Warrior Kingdom. Mereka melewati jalan setapak dari Heroes Village menuju Warrior Kingdom yang bisa di tempuh dalam waktu satu jam.
Seperti apakah lost child yang akan mereka temui di Warrior Kingdom? Dan apakah Sakura dan yang lain bisa sampai ke Neverland tanpa halangan?.
TBC ...
Author : Makasih untuk teman-teman yang mengirimkan ide untuk pair. Dan untuk Hinata dengan Taka, sebenarnya hint untuk Hinata sudah ada sejak awal chapter pertama muncul. Dan kali ini grup terbagi dua antara grup full Naruto character dengan grup all OC, jadi Hinata berbeda grup dengan Taka (karena pastinya disini Hinata ingin bersama Naruto), jadi gomen kalau belum bisa terpenuhi.
Ah, ya sekalian untuk AMS : Detective At School, saia akan mengikuti saran dari seseorang untuk mengupdate sekali dalam seminggu tapi 3 chapter ^^. Makasih atas sarannya.
Yang ada ide lagi buat hint (saia belum berencana untuk membuat pair), silahkan dishare. Saran, pendapat ataupun kritik silahkan mampir ke review atau ke PM, dan yang mau tanya-tanya juga silahkan, akan saia jawab di chapter berikutnya (kalau mau lebih detail silahkan PM).
Terima kasih yang sudah mau meluangkan waktunya membaca cerita ini, dan maaf bila ada kesalahan dalam penulisan.
.
.
Happy read and enjoy your day!.
