Episode 37 (Conclusion time, Sammy vs Takamina)

Kelelahan di raut wajah percy, Jason dan mayu bisa dibilang paling ekstrim selama dilatih oleh dimas. Mereka berlatih lebih keras, seperti push up 500 kali, menangkis dan menghunus sebanyak berkali-kali. Luka sudah biasa karena Percy dan Mayu adalah pengguna air. Namun, kelebihan Jason adalah bisa memanggil roh angin untuk membantunya. Dimas memang pelatih yang sangat disiplin. Lihat saja, dia melatih mereka militer ekstrim seperti yang disampaikan sebelumnya. Maka, tak heran jika mereka istirahat hanya beberapa menit dan dilanjutkan latihan memukul dan menggunakan bakat alami sebagai senjata terkuat.

Mayu pun mulai ngos-ngosan ketika dilatih oleh dimas.
"Bolehkah aku istirahat dulu sesaat? Aku capek sekali." Kata mayu mengeluh.
"Siapa yang suruh istirahat?! Kalau Uranus melihat kalian lembek begini, bagaimana kalian selamatkan dunia?" kata dimas dengan nada tegas. Untungnya, jika ada yang melihat ketegasan dimas, bisa-bisa mereka semakin takut dan langsung menghormati ala kekaisaran. Hal itu lah yang tidak disukai oleh dimas. Makanya, dia memilih melatih tempat terpencil.

Percy pun mencoba menghalau serangan misterius yang di tebas oleh dimas. namun, usaha nya belum berhasil karena energi semakin terkuras. Meski banyak air, tetapi bisa jadi menguras energi lainnya untuk bertarung. Sementara Jason dan mayu menangkis serangan itu dan sampai detik ini belum berhasil. Mereka pun terpental dan terjerembap di tanah.
"Hanya sampai sini saja kalian bisa mengalahkan aku, huh?! Butuh 1000 tahun lagi untuk mengalahkan Uranus! Kalian mungkin pahlawan, tetapi tidak buatku. Kalian itu sama saja seperti minta belas kasihan kepada orang lain! Menunggu dewa dewi terus menerus, tetapi kalian tidak pernah berusaha ataupun mencoba! Payah kalian!" bentak dimas.

Kuping Jason pun memerah. Karena kesalnya, dia pun menghunuskan pedang gladius serta menggunakan kekuatan halilintar untuk menyambar ke arah dimas, dan dimas pun menangkisnya dengan mudah.
"Sayang sekali, Jason. Aku tidak akan izinkan Percy, Mayu maupun Jason menemui siapapun!" kata dimas dengan tegas. Lalu, dia memakai jam tangannya dan berkata, "Clock up! Time is yours!" kata dimas dan tiba-tiba waktunya berhenti. Sontak, mereka pun kaget dengan situasi barusan.
"Ke…kenapa bisa terjadi?" Tanya Jason.
"Kau akan tahu ketika aku menggunakan kekuatan ku yang pertama. Dan satu lagi, aku yang menciptakan kekuatan clock up di mesin ZECT belt. Kau akan segera mengetahuinya. Nah, ayo mulai latihan!" Kata dimas dan langsung menyerang mereka yang kondisinya kelelahan.

Sementara itu, piper, annabeth dan violet mengamati ketegangan antara takamina melawan Sammy. Rena sama masao berusaha menenangkan takamina supaya tidak cepat marah.
"Sudahlah, takamina-senpai. Sekarang, kita butuh buku itu untuk—"
"Aku tidak peduli!" kata takamina dengan nada kesal, "Lebih baik kau pergi saja mencari buku, aku menyusul! Aku ingin memberikan pelajaran yang berharga kepada anak ini!" akhirnya rena dan masao terpaksa menyetujuinya.
"Baiklah, kita akan pergi. Hati-hati takamina. Rena, ayo kita cari buku itu!" kata masao dan meninggalkan takamina bertarung melawan sammy.

Tetapi, dia berkata, "Tidak! Dia sudah menghinaku di depan umum. Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi! Dia harus diberi pelajaran!" sontak, situasi menjadi tegang. Para ilmuwan yang menatap mereka dalam pertarungan memilih mundur selangkah demi selangkah. Mengetahui hal itu, takamina pun menghantam lantai dengan keras.
"Siapapun tidak ada yang boleh kabur dariku! Kalian akan melihat pertarunganku melawan bocah ini! Mengerti?!" maka mereka pun menunduk dan mengangguk pelan. Takamina pun langsung melaju ke arah dan menebasnya dari arah atas. Sammy menghalaunya dan memukul palunya dengan dentuman yang sangat keras hingga tanahnya pun bergetar seperti gempa bumi.

Takamina melompat dan menusuk-nusuk dengan secepat kilat. Sammy menagkisnya, tetapi serangan cepat takamina tidak mampu dihalau dengan mudah. Baju Sammy robek di bagian lengan dan wajah Sammy tergores di bagian pipi. Namun, dia tidak mengeluarkan tenaga untuk menghalaunya karena dia memang mengandalkan kekuatannya.
"Lumayan juga, Sammy! Kau orang pertama yang bisa bertahan sejauh ini!" kata takamina dan mencoba berlari zig zag. Sammy melihat pergerakan takamina bisa langsung mengayunkan palu raksasa tepat di dinding. Takamina mencari celah atau kelemahan kekuatan besar Sammy. Maka, dia pun melihat ada pasang kuda-kuda Sammy yang sedikit terlihat. Di mana saat mengayunkan kekuatannya, dia menggunakan kaki kiri dan langsung menghantam lantai. Maka, takamina punya ide.

Dia pun mencoba melakukan trik yang sama persis sebelumnya. Takamina menciba menggunakan serangan cepat kilat ke arah Sammy. Sammy pun menghantamnya dengan dentuman yang sangat keras. Saat itulah, kesempatan takamina untuk menusuk di bagian kaki kiri nya, dan benar saja. Kaki kiri Sammy terluka kena serangan cepat kilat oleh takamina
"Hah?! Bagaimana seranganmu, barusan?! Kau sekarang tidak bisa berbuat apa-apa dengan—" tiba-tiba Sammy memegang palu raksasa dengan mudah meski kakinya terluka. Annabeth dan piper terkejut serangan Sammy dapat dipatahkan dengan mudah.
"Mustahil! Bagaimana Sammy bisa—"
"Kemungkinan satu, piper. Dia cepat belajar dalam pertarungan. Dia punya kemampuan tinggi dalam pertarungan 1 lawan 1. Maka, tidak heran jika dia bisa mengetahui titik kelemahannya sekalipun dia memiliki kekuatan tanah. Aku bisa melihat wajah takamina dari situ." Kata annabeth sambil mencoba menerka wajah takamina yang berseri-seri. Memang, piper mengetahui kalau annabeth menerka sifat maupun pikiran untuk kemampuan bertahan hidup. Namun, dia melihat kemampuannya untuk pertama kalinya. Biasanya, dia terlalu menyembunyikan sesuatu jika ada yang tidak beres.

Di sisi lain, takamina pun memasang kuda-kuda jika Sammy menyerang kembali meski kaki kiri terluka di bagian paha.
"Kenapa? Kenapa kau tidak menyerang, bocah?" kata takamina dengan waspada. Sammy pun berjalan-jalan sambil melakukan stretching sebelum melakukan pertarungan yang sebenarnya. Tampaknya, annabeth bisa menerka wajah Sammy yang tersenyum senang dan melakukan pemanasan terlebih dahulu.
"Sepertinya, dia memang senang jika ada lawan yang sepadan dengannya. Maka, tak heran dia melakukan pemanasan sebelum pertarungan yang sesungguhnya." Kata annabeth serius. Jujur saja, annabeth belum pernah melihat Sammy bertarung selama ini. Yang dia tahu hanyalah teman-temannya dan juga pacarnya sendiri. Namun, khusus 3 orang seperti dimas, violet dan juga Sammy, dia belum pernah melihatnya secara langsung.

Sammy pun selesai melakukan pemanasan. Takamina pun bersiap-siap melawan Sammy saat setetes air tumpah dari atap perpustakaan. Semua orang menatap pertarungan pemimpin izanagi melawan Sammy dengan serius dan tegang. Saat tetesan air mulai tumpah, maka mereka pun mulai menyerang secara bersamaan. Ada yang takut, tegang, lari dan lain-lain. Sementara annabeth, piper, violet dan tomo-chin melihat pertarungan dengan serius. Namun, saat mereka melakukan pertarungan, tiba-tiba bunyi petir yang menggelegar di perpustakaan.

Mereka semua terkejut, termasuk takamina dan Sammy. Ternyata adalah dimas yang sedang berdiri di depan mereka. Sementara Jason, percy dan mayu tampak kelelahan dan mereka berbaring di lantai perpustakaan. Sontak, annabeth dan piper terkejut dan berlari menuju ke pacarnya masing-masing. Raut wajah percy dan Jason kusut setelah pelatihan yang sangat ekstrim. Lalu, annabeth pun mencoba memberinya minum air putih. Begitu juga dengan piper dan mencoba memangku kepala Jason di kakinya. Saking kesalnya, annabeth ambil belati di saku dan menggertak dimas di lehernya.
"Kau apakan pacarku dan teman-temanku sampai-sampai mereka nyaris pingsan?!" kata annabeth dengan tatapan galak.
"Tidak ada. Aku Cuma memberikan pelatihan khusus ke mereka. Dan, iya mereka kelelahan. Bahkan, nyaris pingsan." Kata dimas datar. Namun, jawaban itu bukan yang diharapkan oleh annabeth.

Annabeth pun tidak menyangka bahwa dimas melatih mereka sangat ekstrim. Bukan tidak mungkin, pacarnya nyaris mati gara-gara dia.
"Tetapi, annabeth. Kau harus tahu mengapa aku melakukan ini karena ini untuk melindungi dunia, termasuk kamu. Aku tahu, pelatihanku kurang lazim, tetapi—"
"Omong kosong! Kau pikir aku bakal memaafkanmu karena kau melakukan latihan secara tidak lazim, huh?! Kau pikir kami percaya begitu saja kepada kau dan juga teman-temanmu?!" kata annabeth emosi. Namun, Percy mencoba bangkit dan menenangkan pacarnya.
"Itu bukan salahmu, annabeth. Aku sama Jason yang meminta dimas untuk menjadi mentor kami." Kata percy dengan lembut. Mungkin ini pertama kalinya percy menenangkan hati annabeth yang emosi. Biasanya, annabeth yang menenangkan emosi percy di saat ada konflik.
"Benar, annabeth. Kalau mau protes soal latihan, salahkan kami saja." Kata Jason mendukung pendapat percy.
"Tetapi, Jason kalau sampai kau kenapa-kenapa, bagaimana?" Tanya piper dengan pedih. Tiba-tiba takamina menginterupsi pertengkaran sesama pasangan kekasih dan dimas.

"Memangnya ada apa ini?! Huh?! Apa kalian bisa diam karena aku mau kalahkan anak ingusan—"
"Dia bukan anak ingusan, takamina. Dia adalah Sammy Valdez. Sensei kalian atau jenderal Amaterasu." Kata dimas dengan hati-hati.
"Dan wanita ini adalah violet jackson. Dia dari masa depan dan aku kasih tahu, dia punya ayah dan ibu sebelum mereka meninggal karena kecelakaan. Dia juga sensei atau jenderal Tsukuyomi. Hormat ke mereka berdua!" kata dimas dengan tegas. Mereka pun hormat kepada mereka berdua. Sementara Percy dan Annabeth terkejut karena dia sudah punya anak dari masa depan, dan itu namanya violet.

To be Continued