Warning: kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI KALI LUAS! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD!
Genre: humor cepean
Rate: T
Disclaimer: WO punya Koei
Balesan Review:
RosyMiranto18:
Nthor: iyaa~ karena kadang saya suka lack(?) ngeimaji perawakan orang jadi suka ga sreg(?).
Shi: *ngangguk-ngangguk* si Nthor juga kagak suka tapi kalau doi reaksinya beda malah ngakak terus ngebayangin yang engga-engga kaya, anaknya Zhong Hui sama Xiahou Ba kan gelo minta digibeng emang si Nthor, gue jadi ngebayangin Ba+Hui disatukan bagaimana coba? Udah loli rambutnya keriting terus sifatnya kek si Zhong Hui iuwh gue punya istri kek gitu.
Kameramen eps 1: tentu saja bukan~ Mitsunari, kan baru debut di eps 2, klunya, saya di WO pernah satu misi sama Jia Xu, jawabannya ada di chapter kali ini, silahkan menikmati~
Shi: Gue bukan barang pecah ya, jadi mau dihajar seperti apapun gue tetep kuat dan cakep :v lagipula tuh robot bakal kalah sama gundam gue yang baru gue rakit habis malak Om Shingen buat ngebeliin tuh gundam.
Zhong Hui: Ibu Kantin itu ya~ Okuni, tapi di buku khusus si Nthor Okuni kemasukin ke kelasnya si Ma Chao.
Taigong Wang: maaf atas kesalah teknis-an, kadang si Nthor suka masih nganggep Wei sama Jin masih nyatu.
Reality Show: Katakan Jadian
Episode 3: Co-Host, Tendangan, dan HijauUngu
Selamat Membaca
Sekarang di kelas 2-2 sedang pelajaran Pa Kanbei Kuroda babysitter Hanbei, para siswa harus melewati pelajaran matematika 3 jam, dengan mata setengah terbuka, menahan kantuk yang menyerang, karena kalau kepala mereka nyentuh sedikit meja walaupun cuman telinga doang, kepala mereka bakal jadi sasaran tembak bola bekel punya Pa Kanbei, kali ini sang host tercinta kita molor di bangkunya untuk menutupi aksi bejatnya Shi tidak lupa memberdirikan buku cetak matematikanya untuk menutupi dirinya yang sedang tidur.
"Shi," Mori mencolek bahu Shi. 'Status: Mantan Kameramen eps 1'.
"Hngg?" Shi membuka matanya, lalu memutarkan kepalanya 90 derajat ke kanan, melihat teman sebangkunya' Status: Bodo amat yang penting hepi'. "paan bangunin gue Mor?"
Mantan kameramen eps 1 yang diketahui Mori Motonari, menunjuk belakang Shi, ekpresi ketakutan terlukis jelas di mukanya. "Itu..."
Shi menegakkan tubuhnya, terus ngeliat ke belakang. "Eh, ada Bapa, apa kabar?"
"Shi, 1+1 berapa?" tanya Pa Kanbei, mukanya yang horror menambah kesan seram di kelas.
"11 PAK!" jawabnya keras ditambah nada percaya diri yang tinggi.
JDAK! PRANG!
Badan Shi terhantam bola bekel Pa Kanbei sampe keluar jendela kelas. Para siswa di kelas mengo, jawaban ngaco yang Shi berikan bisa membuat Pa Kanbei murka saat itu juga, terus Pa Kanbei megang dadanya. "Aduh, jantung Bapa melemah..." setelah adegan pegang dada Pa Kanbei narik nafas. "GUOBLOK LU SHI! BERDIRI LU DI DEPAN KELAS SAMPE KAKI LU PEGEL!" habis itu Pa Kanbei melanjutkan pelajaran di kelas, sementara Shi, terkapar di lantai koridor selama 1 jam setengah.
.
"Shi,"
"Shi,"
"Hngg?" Shi mengerjapkan matanya. "Wang Yuanji?"
"Bu-bukan, aku Lu Xun." Lu Xun menyilangkan kedua tangannya, membentuk huruf X. 'Status: Pyromania'.
Shi berdiri, nengok kanan-kiri memastikan Pa Kanbei tidak ada di koridor. "Xun kita disini cuman berdua?"
"Yang lain masih belajar."
"Terus elu kenapa disini?"
"Disuruh jadi kameramen."
"Terus co-host gue mana?"
"Emm, Taigong Wang katanya sakit.. gangguan mental, jadi ga masuk sekolah," Lu Xun melihat sekeliling koridor. "bagaimana kalau Ka Motochika?"
"Pengamen sekolah itu? Kalau gitu ayo samperin."
"Emm, Ka Shi, Ka Motochika udah disini." Lu Xun nunjuk ke belakang Shi.
JDANG!
Kepala Shi di getok pake shamisen. Lu Xun tepuk tangan seneng melihat Kakak kelasnya menderita. "ADWOH! Nanti kalo gue amnesia gimana?!"
"Nyebut gue gitu sekali lagi, gue kasih makan senar."Motochika nodongin shamisennya tepat depan muka Shi. 'Status: Pengamen Nyasar'.
"Iye, iye, lain kali jangan getok pala gue." Motochika nampol wajah Shi pake shamisennya. "ADWOH! SAKIT! Kalo tumor gue kambuh gue kagak bisa ngehost lagi."
"Kan katanya jangan kepala."
"SERAH LU NJAY!" Shi nampar Motochika, terus lari tak tentu arah sambil berurai air mata.
Brak
Shi nabrak tembok, Shi mundur 3 langkah terus lari ke arah kanan.
"Auw," Motochika ngelus-ngelus pipinya. "Xun, hostnya lari gimana dong?"
Lu Xun yang masih fokus merekam, melihat ke Motochika. "Lanjut aja, deh ini udah aku rekam dari kejadian tadi."
"Teruss, pair selanjutnya siapa?"
"Katanya sih anak kelas 3-3 sama kelas spexial."
Mereka pun berjalan menuju lantai 3, untuk meminjam sahabatnya Dragonmasa yang sempet bikin filem aksi abis ngejiplak pawer renjes disutradarai oleh Nobunaga. Setelah sampai di depan kelas 3-3, Motochika sama Lu Xun debat dulu yang mau masuk siapa, soalnya yang ngajar sekarang Ding Feng, guru sosiologi yang suka bikin meja kebelah dua kalau udah marah. Motochika sama Lu Xun debat 1 jam setengah, banyak alibi yang mereka keluarkan.
"Tapikan elu satu kerajaan."
"Ogah, co-hostnya siapa?" Motochika nunjuk dirinya sendiri. "Tuh, tau, sana Ka Motochika yang masuk." Lu Xun nendang pantatnya Motochika sambil melanjutkan merekam.
Tok tok
Pintu terbuka, kepala Motochika masuk ke dalem, ingat ya cuman kepalanya. "Pa, mau pinjam Ma Chao boleh?"
"Boleh," Ding Feng merem. "tapi harus nyanyi dulu, Bapa butuh refresing bentar."
Dari luar pantat Motochika ditendang lagi sama Lu Xun biar masuk full body. Pantat teposnya sudah 2 kali kena tendang Lu Xun, Motochika berharap hatinya kuat untuk menampol wajah shota si maniak api abis nyanyi.
"Baiklah kalau begitu," Motochika mulai menggenjreng shamisennya. Siswa kelas 3-3 mengalihkan pandangannya dari tugas sosiologi ke Motochika. "seribu dua ribunya tidak akan mengurangi uang jajan anda sekalian, mungkin saja setelah kalian memberikan rejeki pada saya, kalian akan di beri uang jajan tambahan dari ortu masing-masing." Motochika merem, menarik nafas.
midareshi yo o
misete yukubeshi
shaba wa yami yo kono sekai
muzan na sadame
subete ni aragai
massugu susume koko kara
Mendengar suara Motochika macam Shi, mereka jadi ngebayangin Shi yang nyanyi sambil ngegenjreng shamisen, siswa kelas 3-3 mengo, setelah mereka sadar, Shangxiang sama Keiji mulai beraksi sebagai penari latar.
kanadete miseyou tamashii no koe
jidai no kurayami kirisaite
yaiba yori tsuyoku hageshiki neiro
nehan no hate made todoki yuke
hatenaku tooku he~
"LAGI! LAGI!" teriak anak-anak kelas, konser dadakan dimulai. Karena nyanyian Motochika Ding Feng merasa segar kembali(?) dan beban yang terasa di pundaknya tadi menghilang, dan menyuruh Motochika nyanyi lagi. Pelajaran terlupakan makin heboh anak kelas.
"Oke, oke tenang tapi kali ini saya akan membawakan lagu lain, dan itu bukan lagu saya, mungkin kalian kenal dengan lagu ini." Hanzo mensummon mic, lalu memberikan pada Motochika.
Sora no hate toikakeru My fate
Kaeranai sono kotae Frustrate
Hirameku sai dake de kizukareshi mirai o
Kono te de arawasu koto sore ga negai
Waga sadame
Lu Xun yang masih merekam dari luar kelas bingung, kenapa jadi ngadain konser dadakan, MANAA! TUJUAN PERTAMA KITA KE SINI?! KENAPA JADI NGONSER! Jerit Lu Xun dalem hati. Lu Xun masuk ke dalem kelas, jalan ke belakang Motochika, doi udah siap-siap untuk menendang pantat Kakak kelasnya untuk ke-3 kalinya.
Ten no tsutome to onore no chikaraDWOH! Pantat gue!
Motochika nyusruk ke depan, setelah melakukan aksi tidak sopan pada Kakak kelas, Lu Xun langsung menyeret Motochika sama Ma Chao ke taman belakang sekolah, dengan melemparkan mereka dari lantai 3 ke pohon mangga yang sudah menjulang tinggi untuk pendaratan kedua Kakak kelasnya. Dan disusul oleh Lu Xun yang ikut loncat dari lantai 3, anggap aja mereka lagi ngadain sirkus dadakan.
BRUSSH!
Set
Motochika sama Ma Chao nyangkut di dahan pohon. Lu Xun sendiri mendarat dengan mulus ke tanah.
Plok Plok Plok
"Terima kasih, terima kasih." Lu Xun bungkuk-bungkuk ke arah sumber suara. Lu Xun mengangkat kepalanya ke atas melihat keadaan Kakak kelasnya. "senpaitachi gapapakan?~" tanya Lu Xun sok imut. Motochika, dan Ma Chao membalas pertanyaan Lu Xun dengan geleng-geleng, Lu Xun menghiraukan gelengan kepala Ma Chao, dan Motochika. "Yosh, ayo kita ke kelas spexial." Lu Xun menyorot Motochika, dan Ma Chao yang belum turun dari pohon.
Ma Chao ngeliat Motochika dengan wajah bete. "Gue berterima kasih ke elu pada udah nolongin gue dari pelajaran yang mengerikan tadi, tapi, ko gue juga jadi ikut di comblangin ya?" Ma Chao melihat ke handycam. 'Status: Justice'.
"Karena elu jomblo. Itu aja."
"Dan elu juga satu seiyuu sama Shi jadi mau aja jadi co-host."
"Jangan bawa-bawa seiyuu." Motochika melepaskan tali shamisen agar bisa menginjak tanah kembali. "Shaaa… akhirnya nginjek tanah lagi." Motochika melihat ke atas. "Chao bisa turun ga?"
"Bisa, mungkin..."
"Kerah seragam lu sobek, dahannya menembus kerah. Kemungkinanka lu turun dari situ itu 0,0000001%." Motochika melambaikan tangannya ke Ma Chao. "Dah.. elu tunggu sini ya, gue mau ngejemput calon elu. Mwah." Motochika nge kissbye Ma Chao iseng.
"Jijik lu MOT!"
"Bye~"
Motochika, dan Lu Xun berjalan ke bagian kanan sekolah.
"Katanya, kelas anak spexial itu di bawah tanah."
"Gimana masuknya?"
"Kalo ga salah, pintunya ada di daerah sini."
Tep
Bahu Motochika di tepuk. Motochika nengok ke belakang.
"Kalian ngapain disini bukannya belum istirahat?"
"SETTAAAANN!"
"HEEYYA!" Lu Xun menendang pantat Motochika lagi. Motochika nyusruk lagi. "itu Pa Sima Yi bukan SETAN!" Lu Xun nunjuk muka menyeramkan Sima Yi pas ngomong "setan".
Motochika berdiri. "Abis, mukanya horror."
Sima Yi menurunkan tangan Lu Xun. "Permisi, Bapa mau ngajar dulu ke kelas spexial."
"Ikut, Pa. Mau minjem Wang Yi bentar."
"Boleh boleh."
Mereka pun menuruni beberapa anak tangga, saat mereka memasuki kelas. Mulut Motochika sama Lu Xun terbuka lebar takjub dengan kelas yang elit tapi maksa, bayangkan ada AC di atas pintu kelas, tabung oksigen yang berdiri di deket meja guru, dan pemandangan luar yang indah, bentar itu hanya sticker yang di tempel sama Wen Yang di kaca jendela.
"HUWAA! Kelasnya sangat wow."
"Wang Yi tuh kamu di perluin sama mereka, silahkan pergi." Sima Yi mengusir Wang Yi lembut(?).
"Ha?" Wang Yi kaget tiba-tiba diusir karena dia merasa kalau dia ga pernah berbuat salah, dan doi mengira kalau doi dipanggil guru BK. 'Status: Kudu Balas Dendam'.
"YOKKK!" Motochika menarik tangan Wang Yi diikuti Lu Xun yang masih fokus merekam.
Mereka balik lagi ke pohon mangga berada, saat mereka kembali Ma Chao masih nyangkut di pohon mangga.
"Kalian mau ngapaen? Kenapa gue dipertemukan dengan Ma Chao?"
Srek!
Tiba-tiba kerah seragam Ma Chao kebelah dua(?), Ma Chao jatuh dengan mulus, itulah untungnya kalau anda siap siaga.
"Ka Motochika udah lobet nih..."
"Kita persilahkan untuk saudara Ma Chao,"
Motochika mulai menggenjreng shamisen berusaha untuk membuat suasana seromantis mungkin.
Ma Chao berlutut di hadapan Wang Yi kedua tangannya disimpan di belakang, menyembunyikan sesuatu.
"Wang Yi maukah kamu jadi pacarku?" Ma Chao menyodorkan mangga arum manis ke Wang Yi.
"Bunuh, bun-"
"Sstt, lagi romantis ni."
.
"Ma Chao?" Wang Yi menutup mulutnya dengan kedua tangannya, berusaha kaget dengan aksi Ma Chao. "kamu tau aja aku suka mangga arum manis." Wang Yi mengambil mangganya dari tangan Ma Chao.
"Jadi kamu menerimaku?"
Wang Yi mengangguk. Ma Chao, dan Wang Yi pergi dari taman.
.
"Oke.. yang tadi paan?" tanya Lu Xun.
Motochika berhenti ngegenjreng shamisen terus menghadap handycam. " Mau Wang Yi jadi istri anda? Berikan dia mangga arum manis, trust me it's work."
"Korban iklan."
"Biarin yang penting gue kaga senarsis Shi."
"Iyein aja dah biar cepet, tutup deh."
Tiba-tiba Shi lari ke tempat mereka berada.
"WOEE! GUE MAU IKUT PENUTUPAN!"
"Terimakasihsudahmenontonacarainidiimajinasianda," ucap Motochika tanpa jeda. "sebelumShinarsissayaucapkanarigatou,xiexie,terimakasihjanganlewatkaneps4."
Lu Xun berhenti merekam. Shi baru dateng.
"KO UDAH?! GUE KAN MAU IKUTTT!"
"DIEM GUE VER DW!"
"LU JUGA JANGAN BAWA-BAWA KECAPI KE SEKOLAH!"
"APA HUBUNGANNYA?!" teriak Lu Xun mencoba menengahi. "UDAH-UDAH NI EPS 3 DAH END!"
TBC
Maaf ya lama, walau lagi libur sekolah Nthor juga ingin bermalas malassan di rumah~ dann.. ini juga agak lama karena ngidol aka nonton + dengerin dulu Motochika dkk nyanyi ver live di yutub, Ai Ichitarou cakep yaa~ beda sama chara yang di seiyuu-innya. Kadang dunia itu tidak adil(halah paan sih?). YANG GATAU KALAU SEIYUUNYA MOTCHIK(orochi, sebenernya ples sima yi) SAMA KAYA SHI ITU TER-LA-LU. *nada ridho rhoma
Kenapa ver live sama ver di CD(?) beda banget :" apakah nanti aku beli chara song mereka gitu? Satu CD isinya banyak
Thanks for reading this f weird fanfic~
see you next chapter~
