Baekhyun sedang tertawa karena mendengar lelucon yang Jongdae lemparkan padanya ketika Kibum membuka pintu kamar rawatnya dengan sebuah senyuman dan pipi yang berlinangan air mata.
"Mommy!" seru Baekhyun riang, Jongdae yang melihat itu langsung berdiri dari kursi yang ada disamping ranjang Baekhyun dan menyapa Kibum dengan sopan.
Kibum melebarkan senyumannya dan berlari memeluk Baekhyun dengan erat. "Baekhyun. Anakku." Dia mengecup samping kepala Baekhyun dan mengusap punggung putrinya itu. "Baekhyun-ie, Baekhyun-ku."
Baekhyun tersenyum dan tak terasa air matanya jatuh, dia membalas pelukan Kibum dengan erat kemudian menghembuskan nafasnya perlahan sebelum memanggil Kibum kembali dengan sendu, "Eomma."
"Lalu kenapa lu malah disini, bukan mengakhirinya?" Tanya Luhan sini.
Chanyeol tak peduli dengan pertanyaan Luhan, dia menenggak minumannya lalu menyapu pandangannya menatap orang-orang yang berbaur di lantai dansa.
Luhan jengah, seharusnya dia bertindak saja lebih dahulu dari pada Chanyeol yang mengakhirinya.
Bukannya di akhiri, mungkin saja Chanyeol membuat wanita itu tetap hidup dan membawanya pergi jauh dari jangkauannya.
"Sebenernya tuh, lu ingin dia mati atau enggak?"
Baekhyun menghentikan langkahnya ketika dia melihat bunga kecil itu berada didalam toko bunga yang mereka lewati. Dia melirik pada teman-temannya yang sudah berjalan mendahuluinya di depan sana kemudian memandang ke dalam toko dan tersenyum.
Mungkin dia bisa masuk kedalam dan melihatnya sebentar.
Chanyeol tertawa kemudian melirik ke belakang dimana Baekhyun berada untuk bertanya, "Lu masih inget-" Chanyeol langsung menghentikan langkahnya ketika tak mendapatkan Baekhyun berdiri di belakangnya kemudian dia meluaskan pandangannya untuk mencari perempuan itu.
Jongin dan Jongdae terus berbincang-bincang sampe akhirnya mereka sadar bahwa Chanyeol tak mengikuti mereka.
"Ada apa Chanyeol?"
Chanyeol tersenyum tipis ketika dia melihat siluet tubuh Baekhyun yang memasuki sebuah toko, dia memutar tubuhnya untuk menatap Jongin dan Jongdae, "Kalian duluan saja, gue mau nyusul Baekhyun dulu."
"Oh iya, Baekhyun kemana?" Tanya Jongin yang baru sadar bahwa Baekhyun tak ada di jarak pandang mereka. Jongdae pun langsung mengedarkan pandangannya untuk mencari perempuan itu.
"Cepatlah kesana, Luhan dan Hana pasti sudah menunggu."
"Oke, tapi cepet nyusul ya lu."
"Sip." Chanyeol mengangkat ibu jarinya kemudian membalikkan badannya untuk berjalan kea rah sebaliknya.
Baekhyun membuka matanya malam itu ketika dia merasakan bahwa dirinya tak sendiri.
"Hei." Baehyun tersenyum tipis ketika melihat Chanyeol berdiri disamping tempat tidurnya dalam diam lalu dengan perlahan dia mengangkat tubuhnya dan menyandarkannya pada kepala ranjang. "Sudah lama disini?" tanyanya.
Chanyeol hanya diam memandang Baekhyun yang tersenyum tipis padanya.
"Chanyeol?"
"…" Baekhyun menghembuskan nafasnya ketika lelaki itu tak kunjung menanggapinya.
"Waktu itu, kenapa lu langsung pergi?" tanyanya, "Lu ada disinikan waktu gue bangun?"
"Baekhyun-ah." Panggil Chanyeol.
"Apa?" Tanya Baekhyun.
"Ayo kita mati bersama."
Apakah masih ada yang belum gue jelasin?
Adakah masalah yang belum kasih tau gue jawabannya?
Kalian butuh penjelasan tentang apa?
