Chapter 37: Hentikan Geoshin
Keroro dan teman-temannya terkejut besar setelah Conan memberitahu pada mereka bahwa reruntuhan itu harus dihancurkan supaya Geoshin dan para tentara tidak akan bisa masuk ke dunia lain.
"Apa kau gila?" "Kalau reruntuhan dihancurkan, kami tidak bisa pulang, tahu!"protes Giroro.
"Kalau tidak ada reruntuhan,…."kata Fuyuki cemas.
"Tidak, gundamku, buku, dan DVDku..." "Tanpa itu, aku tidak bisa santai!"Keroro panik.
"Aku ada kegiatan klub!" "Jadi kami tidak bisa kembali ke dunia kami?"tanya Natsumi gelisah.
Giroro kesal sekali, menodongkan pistolnya ke arah Conan. "Kamu ingin kami tetap di sini?"
Conan berkata, "Kalau kamu todong aku, kalian tidak akan bisa kembali ke dunia kalian"
"Apa katamu?"tanya Tamama kesal sekali.
Lara ikut campur pembicaraan itu. "Kurasa kalian tidak punya kesempatan tapi ini untuk kebaikan kalian" "Tapi aku yakin kita punya kesempatan kalau kita dapat tahu"
"Benar, kalau mau menghancurkan reruntuhan, semua ini demi orang yang kalian sayang di dunia kalian" "Kalau Geoshin berhasil membuka pintu portal, dunia kalian akan terancam termasuk keluarga kalian maupun teman-teman di sana"sahut Chris.
Keroro dan yang lain berhenti protes saat mendengar saran dari Chris. Mereka masih bingung apa yang mereka lakukan.
Fuyuki mau bicara sesuatu pada Conan. Akhirnya Fuyuki setuju dengan Conan dan Chris, dia menjamin kerja sama. "Aku mengerti, reruntuhan itu harus dihancurkan"
Teman-teman Fuyuki jadi terkejut sekali mendengar Fuyuki berkata begitu.
"Apa katamu, Fuyuki?"tanya Natsumi kaget.
"Kenapa kau berpikir begitu?"tanya Keroro tidak bisa percaya.
Fuyuki menyatakan pada teman-temannya, "Aku tidak ingin mereka masuk ke dunia kita karena di sana ada Ibu dan teman-teman juga" "Karena itu, aku tidak ingin semua orang terlibat dalam bahaya"
Sesudah mendengar perkataan Fuyuki, Keroro dan teman-temannya saling menatap dengan bingung. Apa keputusan Natsumi dan teman-temannya?
Geoshin berhasil membuat pintu anomali yang besar setelah pintu gerbang sedikit terbuka.
Di pulau itu, ada markas besar di antara hutan, ada seorang ilmuwan, Yakamata sedang menunggu tanda dari sang boss. Di sana juga banyak pasukan terdiri dari anak buah Geoshin dicampur dengan para Yakuza dan ninja yang disewa Geoshin Sampai saat ini, tiba-tiba cahaya anomali berukuran paling besar di depan mereka.
"Hahaha...akhirnya muncul!"Yakamata tertawa terbahak-bahak. Kemudian dia memierntahkan para pasukan itu untuk bersiap. Mereka berbaris sambil berjalan ke arah lubang anomali besar.
Dororo kaget melihat pintu anomali besar yang muncul. "Apa-apaan!" "Ia membuat pintu anomali!"
Semua orang terkejut mendengar dari Dororo. "Apa?" "Dia sudah lakukan?"
"Apa yang si brengsek lakukan?"tanya Kogoro.
Lara menyangka sebelum membuka pintu gerbang itu, dia membuka pintu anomali lebih dulu supaya para anak buah akan datang dari markas milik Geoshin.
"Kalau mereka sudah datang ke sini, Geoshin akan membuka pintu gerbang untuk pergi ke dunia lain"kata Chris.
"Kita tidak bisa biarkan mereka lakukan, jadi apa keputusan kalian?"Heiji bertanya pada Keroro dan teman-temannya.
Keroro dan teman-temannya tampak kebingungan saat buat keputusan. Kemudian Natsumi memutuskan untuk setuju dengan Conan dan yang lain untuk menghancurkan reruntuhan.
"Aku tidak bisa biarkan mereka masuk ke dunia namun ke rumahku sampai ibu kami juga"
"Onee-chan..."kata Fuyuki.
Giroro tidak bisa lagi berbuat apa-apa, dia juga setuju dengan Natsumi. Dororo, Tamama dan Kururu juga begitu. Tapi tersisa hanya Keroro. Keroro kelihatan ragu-ragu karena dia tidak bisa buat keputusannya.
"Kamu sudah berpikir, katak hijau?"Conan bertanya.
"Sersan..." "Aku mengerti perasaanmu tapi relakan saja"kata Fuyuki.
"Fuyuki-dono..." "Bagaimana dengan gundam dan buku...?"tanya Keroro pucat sekali.
Heiji berpikir Keroro tampak tidak mempedulikan orang lain dengan jengkel. Natsumi memarahi Keroro sambil berkata, "Kamu benar-benar tidak peduli?" "Kamu peduli pada mainamu daripada orang lain?"
Keroro terkejut saat dimarahi Natsumi.
"Huh...benar, kita tidak punya kesempatan ini kecuali menghancurkan reruntuhan itu"seru Giroro bersikap dingin.
Fuyuki mau memberi saran pada Keroro. "Sersan, tidak usah khawatir, aku yakin kita akan temukan cara untuk kembali ke dunia kita"
Mendengar saran dari Fuyuki, Keroro merasa dirinya tidak punya kesempatan ini. Akhirnya Keroro mengerti, dia juga menerima rencana dari Conan. "Aku mengerti, pasti kita akan temukan jalan lain untuk pulang!"
"Keroro..."kata Dororo memperhatikan pada Keroro.
"Itulah sersan-sanku!"Tamama mengagumi pada Keroro.
"Kalau reruntuhan itu hancur, bagaimana kalian?"Ran bertanya.
"Aku tidak yakin tapi kurasa aku percaya pada hati kami kalau bisa mencoba"Natsumi menjawab.
"Begitu, kami juga ikut"Ran mengangguk kepalanya.
"Ran?" "Apa kau berpikir?" "Dia lawan yang menyulitkan, tahu!"kata Conan (Shinichi).
"Ya aku tahu tapi..."sambung Ran berbicara pelan-pelan. Kemudian Ran telah memarahi pada Conan.
"Jangan menipu orang lain sampai aku ambil obat untukmu!"
Conan kaget saat dimarahi Ran. "Obat?"
Ran mengatakan pada Conan bahwa mereka menghentikan Geoshin sehingga mengambil obat itu lalu memberi pada Conan supaya Conan bisa kembali menjadi Shinichi.
"Mana mungkin dia punya obat seperti itu" "Siapa bilang padamu seperti itu"kata Conan.
"Kudengar dari Natsumi-chan tentang orang jahat yang mengecilkan tubuhmu" "Karena itu, aku harus lakukan"kata Ran.
Conan akan mencoba menjelaskan pada Ran tentang kebenaran. Tapi Ran tidak sama sekali mendengar, langsung pergi bersama Sonoko.
"Ran?"kata Conan saat mencoba menghentikan Ran. Kemudian Conan melototi pada Natsumi dan teman-temannya.
"Apa kau mengatakan semua pada Ran soal organisasi hitam?"Conan bertanya.
"Eh...ya..."jawab Natsumi berkedip.
"Dia hanya salah dengar Ran mengira organisasi Poisonius mengecilkan tubuhku bukan organisasi hitam"Conan berkata dengan ngotot.
"Tapi kenapa kamu tidak ingin mengatakan yang sebenarnya pada Ran-san dan orang lain yang kau percaya?"Natsumi bertanya.
Mendengar pertanyaan Natsumi, Conan membalikkan badannya sambil menjawab "Jika aku minta bantuan pada teman-temanku termasuk Ran, mereka akan terlibat dalam bahaya besar yang bukan lawan tandingan mereka"
Conan langsung pergi dengan Heiji. Natsumi dan teman-temannya saling berpandangan dengan sedikit khawatir.
"Kalau begitu, kita harus punya rencana untuk sekarang..."Conan berpidato di depan semua orang.
"Huh...apa rencanamu?"Kogoro bertanya.
"Aku punya ide..."Conan menjawab dengan serius.
Di dalam pintu anomali, profoser Yakamata datang bersama pasukan organisasi
"Kami sudah bersiap, tuan Geoshin!"Profoser Yakamata mengangguk kepalanya untuk menghormati sang bos.
"Hm...bagus sekali!" "Akan kuserahkan padamu untuk membimbing semua pasukan, Rose!"seru Geoshin tersenyum.
"Ya, tuanku!" "Semua, segera hadap di depan pintu gerbang itu!"perintah Rose pada semua pasukan organisasi Poisonius.
Tiba-tiba ketua ninja itu, Hirotama datang bersama pasukan ninjanya.
"Oh, ketua Sugo" "Tepat sekali kau datang ke sini"seru Geoshin tersenyum.
"Apa yang kami lakukan untuk menangkap buronan?"Sugo bertanya.
"Biarkan mereka saja, jadi kuminta kau ikut dengan mereka..." "Kalau ada yang menghalangimu, bunuh saja"Geoshin menjawab sambil membawa tongkat Shinryuu.
"Huh...aku mengerti" "Dengan senang hati, aku akan bersiap kalau pintu terbuka"Sugo tersenyum sinis.
Para pasukan sedang berbaris di depan pintu gerbang sebelum Geoshin akan memulai membuka pintu gerbang itu. Akhirnya, Geoshin berdiri di depan pintu gerbang yang sedikit terbuka.
"Sudah waktunya ke dunia baru..." "Siaplah..."
Geoshin mengucapkan mantera dengan bantuan tongkat Shinryuu untuk membuka pintu gerbang itu. Lalu pintu gerbang ini sekarang terbuka sehingga cahaya muncul.
Saat bersembunyi di atas pohon sambil mengintip kejadian itu, Dororo sangat terkejut sekali. "Apa-apaan?" "Pintu gerbang itu terbuka?" Sampai Dororo menghilang untuk kembali pada semua orang.
Di dunia lain,
Di dalam reruntuhan dari pintu portal, pintu gerbang itu tiba-tiba dibuka sehingga Pururu dan Moa kaget mendengar suara dari dalam pintu portal itu.
"Glek...apa itu?"
"Sepertinya dari dalam pintu portal..."Moa menutup mulutnya.
Pururu bermaksud memeriksa ada apa di reruntuhan dari dalam pintu portal. Moa juga ikut membantunya. Saat menyelusuri ruang itu di mana pintu gerbang besar, Pururu dan Moa jadi kaget melihat sesuatu yang terjadi.
Tiba-tiba lubang anomali muncul, keluarlah Saburo keluar dari situ dengan naik kapal terbang kertas.
"Akhirnya aku sudah kembali..."saat naik pesawat kertas, Saburo memegang topinya.
Peswat kertasnya sampai ke langit yang dipenuhi oleh awan-awan.
"Perjalanannya kembali menyenangkan...623!"kata Saburo memandangi seluruh kota dari atas. Saburo berkedip mendengar suara bising.
Di sana ada banyak pesawat tempur yang datang. Ekor pesawat tempur itu bergambar buah peach, pesawat tempur ini milik kediaman Nishizawa. Bukan hanya pesawat tempur saja, ada juga banyak tank dan para tentara berjalan ke jalan raya.
"Lho, apa yang terjadi?"tanya Saburo berkedip kaget.
Alisa juga keluar dari lubang anomali. Alisa melayang di langit bersama Nebula.
"Tadi benar-benar merepotkan..."ujar Alisa.
"Entahlah, aku belum pernah melihat seperti itu..."kata Nebula.
Nebula dan Alisa berkedip mendengar suara bising.
"Suara apa?"tanya Nebula melihat beberapa banyak pesawat tempur di langit.
"Entah..."jawab Alisa.
Tidak lama kemudian, Ibu Aki keluar naik motor bersama Koyuki.
"Apa kita sudah ada di sini...?"tanya Ibu Aki menghentikan motornya.
"Tidak salah lagi di sini!"jawab Koyuki mengangguk kepalanya.
Mereka mendengar suara helikopter dan beberapa mobil militer.
"Apa yang terjadi?"tanya Koyuki.
"Rasanya mereka pergi ke..."Ibu Aki menyangka.
Mereka naik motor untuk pergi ke tujuan itu.
Di bekas perkemahan milik organisasi Poisonius, tidak ada siapa-siapa pun di sana. Grup itu terdiri dari Chiba, Takagi, dan Kururu datang ke sana.
"Tidak ada siapa-siapa di sini"Chiba memeriksa di perkemahan itu.
Takagi memeriksa di dalam tenda yang besar.
"Ya, mereka pergi ke pintu gerbang untuk berkumpul"
Chiba heran alasan Kururu untuk apa ke perkemahan. Kururu melihat mobil jeep yang rusak, dengan tersenyum sinis.
"Khu...khu...sepertinya cocok sekali..."
Hal itu membuat Chiba dan Takagi kelihatan ngeri melihat sifat Kururu. Kururu meminta dua polisi membantunya.
Heiji membawa perlengkapan seperti tali, alat pendaki dan dinamit. Dia juga bersama Taida dan Sato.
"Ada bukit tepat di belakang reruntuhan"Sato melihat bukit yang paling tinggi daripada reruntuhan.
"Kalau itu, kita bisa mendapat kesempatan terakhir..."kata Heiji.
"Lalu apa yang kita lakukan?"Taida bertanya.
Saat membawa dinamit, Heiji menjawab "Tentu saja, kita memasang dinamit untuk meledakkan bukit supaya menghalangi rencana itu"
Di gua,
Conan dan teman-temannya sedang menunggu kedatangan Dororo untuk mendapat kabar darinya. Akhirnya Dororo datang melaporkan bahwa Geoshin sudah membuka pintu gerbang itu.
Fuyuki dan teman-temannya panik. "Apa?" "Ia sudah membuka pintu gerbang?"
"Apa kita sudah terlambat?"tanya Keroro tegang.
"Tidak, belum terlambat" "Ini 30 menit, jadi pintu gerbang itu pelan-pelan terbuka maka kita bisa menghancurkan reruntuhan"Lara melihat jam tangannya di lengannya.
"Kalau begitu, kita harus lakukan sebisa kita lakukan!"kata Conan.
Lara dan Chris akan pergi ke bekas perkemahan untuk mencari motor yang bisa berguna. Conan meminta Kogoro dan Agasa tetap tinggal berjaga-jaga supaya dua orang itu masih tidak bisa kabur.
Ai dan kelompok grup detektif diminta mencari bantuan ke tempat yang jauh.
"Untuk apa kami pergi mencari bantuan di sini?" "Tidak ada sinyal di sini..."kata Mitsuhiko.
"Tidak, di sana ada yang bisa dikendalikan di sana..."Conan menunjukkan gunung datar. Ai merasa Conan tampak sungguh-sungguh, akhirnya ia mengerti alasan Conan.
"Aku mengerti" "Teman-teman, mari kita pergi ke sana"
Ai dan teman-temannya pergi melanjutkan perjalanan ke gunung datar itu.
"Pak Suimori, coba periksa semua artefak di sini supaya bisa dapat petunjuk" "Kalau temukan sesuatu, hubungi dengan ini"pinta Conan selama memberikan sebuah alat pemancar pada Sonoko.
"Serahkan padaku, bocah detektif"Sonoko mengedipkan matanya.
"Aku mengerti, aku akan berusaha"Suimori mengangguk kepalanya. Mina juga membantu Suimori melakukan ekspedsi ini.
"Sebelum itu, aku ingin bilang padamu"Sonoko ingin berbisik pada Conan.
Sonoko berbisik-bisik pada Conan bahwa kalau tidak jujur pada Ran, dia akan mengalami kesulitan atau menangis tanpa henti.
"Begitu..."Conan berbicara sedikit.
Conan akan pergi ke reruntuhan di mana Geoshin berada, tapi Ran menghentikannya karena dia ingin tetap bersamanya.
"Ran?" "Lebih baik nggak usah ikut..."
"Tidak, kita harus hadapi bersama selama aku tidak bisa membiarkan sesuatu terjadi padamu!"ujar Ran.
Conan (Shinichi) berkedip memandang wajah Ran kelihatan sungguh-sungguh, jadi dia membiarkan dia boleh bersamanya. Sekarang mereka pergi bersama.
Setelah melihat Conan dan Ran pergi, Natsumi jadi murung.
"Natsumi, ada apa?" "Wajahmu kok murung..."tanya Giroro.
"Eh?" "Apakah kita benar-benar melakukan yang salah?"Natsumi bertanya.
"Hah..." "Kurasa tidak" "Tapi kenapa?"Giroro heran memperhatikan pada Natsumi.
Natsumi sedih menatap langit sambil berkata. "Kalau orang-orang yang Shinichi-san kenal telah membantunya, maksudnya mereka akan diseret ke bahaya yang besar..."
"Aku juga..."kata Fuyuki juga.
"Kenapa masih merahasiakan hal ini?"Keroro bertanya.
Tiba-tiba bola terbang berbunyi, Keroro berkedip mendengar ada yang bicara padanya. "Ada apa, Moa-dono?"
" Paman!" "Ada yang tidak beres di pintu gerbang di reruntuhan itu" "Katamu ketegangan?"Moa menjawab dengan gelisah.
"Apa?"tanya Keroro terkejut.
Giroro tidak punya waktu lagi untuk melawan Geoshin dan pasukannya.
"Ayo, kita harus melawan mereka!"ajak Giroro.
"Baiklah, aku juga!"Tamama bersemangat.
"Aku tidak bisa membiarkan mereka masuk ke dunia di mana Koyuki-dono dan semua orang tinggal"kata Dororo membawa pisau.
Sekarang Giroro pergi ke reruntuhan bersama Dororo dan Tamama.
Keroro menanyakan apa yang harus mereka dilakukan.
"Kita harus tunggu kabar dari Moa-chan melalui ini"Fuyuki menjawab.
Natsumi menyetujui dengan Fuyuki maka Keroro juga.
Banyak helikopter dan truk militer, tank mengepung salah satu rumah di antara perumahan, yaitu rumah Hinata! Atas perintah dari Momoka, para tentara meminta para tetangga di sekitar rumah Hinata dievakuasi. Tiba-tiba mobil limosun mewah berwarna putih datang, kemudian berhenti di depan rumah Hinata. Momoka keluar dari mobilnya saat Paul membukakan pintu mobil limosun ini. Yoshidaira kemari melaporkan pada Momoka bahwa para penduduk di sekitar rumah Hinata sudah dievakuasi.
Tiba-tiba Saburo melompat di depan rumah Hinata dari pesawat kertas.
"Oh, Saburo-san!"seru Momoka.
"Apa yang terjadi?"Saburo bertanya.
Momoka menyambung, "Sebenarnya..."
Tiba-tiba Aki dan Koyuki datang mencari tahu apa yang terjadi.
"Tante Aki!"kata Momoka.
Aki ingin tahu apa maksudnya semua ini. Momoka bermaksud menjelaskan pada Aki tapi Paul memintanya dibiarkan menjelaskan pada Aki.
"Sebenarnya..."
Setelah Paul menceritakan semua, Aki terkejut bahwa dua anaknya dan Keroro menghilang ke dunia lain. "Apa?" "Mereka di dunia lain?"
"Ya, mereka terjebak di dunia lain" "Tapi Fuyuki-kun tadi meminta tolong pada kami"Momoka mengangguk kepalanya.
"Waktu itu, kami mendengar suara tembakan dari telepon yang Fuyuki-sama pakai" "Kami sadari mereka dalam bahaya"kata Paul.
"Apakah mereka baik-baik saja?"Koyuki bertanya dengan cemas.
"Entahlah, tapi aku yakin mereka baik-baik saja..." "Maafkan aku, kami tidak memberitahu tante agar tidak khawatir"jawab Momoka khawatir saat menundukkan kepalanya.
"Momoka-chan..." kata Ibu Aki. Lalu, Ibu aki tersenyum dan meminta Momoka untuk tidak menyalahkan dirinya karena ibu Aki dapat mengerti.
"Tante..."kata Momoka.
Di dunia (Detective Conan),
Akhirnya Geoshin berhasil membuka pintu gerbang yang besar sehingga cahaya yang besar muncul di dalam pintu gerbang itu.
"Wah...pintu gerbangnya terbuka!"seru Maketo.
"Akhirnya..."Rose tersenyum lebar saat menatap pintu gerbang itu.
"Hahaha...akhirnya terbuka!" "Mari kita berangkat!"ajak Geoshin.
Dororo merasakan sesuatu yang terjadi dalam ketegangan.
"Ada apa, Dororo?"Giroro bertanya.
"Sepertinya pintu gerbang sudah terbuka..."Dororo menjawab.
"APA?"tanya Tamama terkejut.
Giroro tegang, dia tidak punya waktu lagi untuk tidak bisa membiarkan mereka masuk ke markas mereka.
Ran jadi gelisah saat merasakan angin yang meniup ke arahnya.
"Ada apa, Ran?"Conan (Shinichi) bertanya.
"Aku merasakan angin ini bahwa ada sesuatu yang tidak beres..."Ran menjawab.
Conan melihat cahaya dari dalam reruntuhan, sehingga dia menyadari bahwa Geoshin sudah membuka pintu gerbang itu. Conan lari ke reruntuhan untuk menghentikan reruntuhan, maka Ran juga ikut.
Di bekas perkemahan, Lara menemukan motor yang masih mampu. Chris berkedip mendengar suara sesuatu. Chris melihat cahaya yang berasal dari pintu gerbang itu.
"Apakah...?"Lara bertanya dalam tegang.
"Kurasa pintu gerbang sudah terbuka"Chris menjawab.
Lara tidak punya waktu lagi untuk menghidupkan motor, lalu dia naik motor untuk pergi. Chris akan menyusul kalau menemukan motor yang masih bergerak.
"Apa yang terjadi?"tanya Fuyuki melihat ada sekilas cahaya yang muncul dari pintu gerbang.
"Jangan-jangan..."kata Natsumi tegang sekali.
"Tidak!" "Kalau mereka masuk, mereka akan merebut markas kami..."Keroro gelisah sekali.
Tiba-tiba Moa menghubungi Keroro melalui bola terbang. "Paman, ada masalah!"
"Apa yang terjadi, Moa-chan?"Natsumi bertanya.
"Pintu gerbang itu yang sudah dibuka di pintu portal..."Moa menjawab dengan ketegangannya.
"APA?"tanya Fuyuki dan semua orang terkejut sekali.
Di dalam reruntuhan dari pintu portal,
Pururu terkejut melihat pintu gerbang itu tiba-tiba terbuka sendiri. "Apa yang terjadi demikian ini?"
Pururu berkedip melihat sesuatu di dalam pintu gerbang itu. Ada sesosok bayangan yang muncul di dalam pintu gerbang maka Pururu kaget. Pururu cepat kembali ke markas dengan lari terbirit-birit.
Tiba-tiba Koyuki merasakan sesuatu energi yang misterius tiba muncul.
"Ada apa, Koyuki-chan?"Saburo bertanya.
"Aku merasakan pancaran tenaga yang berasal dari...bawah rumah!"Koyuki menjawab.
Apa yang terjadi selanjutnya?
TO BE CONTINUED...
