BECAUSE YOU ARE MINE
—BETH CERY—
Remake Dari Novel Dengan Judul Yang Sama.
KIM JONGIN—OH SEHUN
It's HUNKAI.
Previous
Saat Sehun membuka beberapa kancing dan penutup itu merosot.
Sehun meraih celana pada kaki kirinya dan mencabut batang ereksinya.
Sehun menjatuhkan selembar kain ke ranjang, sesuatu yang baru saja Jongin sadari, karena ia hanya beberapa inci dari ereksinya yang bebas dan bolanya. Dia begitu keras, tidak sekeras seperti yang ia lihat pada saat yang lalu tapi tetap terangsang. Dia begitu indah.
BAB 36
Jongin menjilat bibir bawahnya dengan gugup saat mengamati kepala ereksi Sehun yang besar, dan runcing. Bagian yang paling tebal dari ereksinya pada pangkal yang melingkari kecil. Apakah ereksi Sehun benar-benar akan berada di dalam tubuhnya? Bagaimana bisa ia memasukkan ereksi itu ke dalam mulutnya?
"Kau bahkan harus berpakaian saat melakukan ini?" Jongin bertanya ragu, menatap Sehun, matanya melebar. Getaran melanda Jongin saat memandang tubuh Sehun yang sedang berdiri di sana, begitu tinggi dan berwibawa, ereksinya menyembul dari celana crocthless-nya. Itu adalah pemandangan yang mengintimidasi… salah satu yang paling erotis.
"Ya. Kau siap?"
Sehun menggenggam batang tebalnya dan menggerakkan tangannya di sepanjang ereksinya saat Jongin melihatnya.
"Ya."
Sehun melepaskan batang ereksinya, berat dari ereksi itu membuatnya sedikit turun. Bibir Jongin menggeleyar dalam antisipasi.
"Oh" Jongin terkejut.
Sehun menyalakan vibrator. Vibrator itu berdengung penuh tenaga pada labia dan klitorisnya. Jongin menatap Sehun, terpaku oleh serbuan kenikmatan yang begitu intens. Sehun mengamati wajah Jongin begitu dekat. Jongin merasa gelora kehangatan melintasi dada, bibir dan pipinya. Ini benar-benar nikmat. Sehun menggeram dalam kepuasan dan berdiri di depannya lagi. Sehun membawa ereksinya dengan tangannya.
"Pada kesempatan lain aku akan mengajarkanmu bagaimana menggunakan tangan dan mulutmu. Hari ini kau akan membiasakan diri memiliki kejantananku di dalam mulutmu," kata Sehun,
Jongin membeku saat Sehun melangkah mendekat dan menyapu bibirnya dengan ujung ereksi pria itu. Jongin membuka mulut.
"Tetap diam," perintah Sehun dengan tegang.
Jongin tidak bergerak sementara Sehun menyapu bibirnya, ujung ereksi Sehun terasa halus dan hangat pada bibirnya yang gemetar. Aroma Sehun memasuki lubang hidungnya—beraroma sangat jantan. Vaginanya mengepal kuat dan Jongin mengerang pelan. Batang Sehun menjadi semakin keras dan kepalanya terasa tegang di bibir Jongin. Tak mampu menahan dirinya sendiri, Jongin menyentuhkan ujung lidahnya pada daging yang lezat itu.
"Jongin." Sehun memperingatkan, berhenti dari gerakan melingkarnya.
Jongin menengadah dengan gelisah. Sehun mengerutkan dahi.
"Aku lupa penutup matanya lagi," Jongin pikir ia mendengar Sehun bergumamam pelan. "Buka mulutmu lebar-lebar."
Jongin membuka mulutnya selebar mungkin. Sehun menyelipkan ujung ereksinya ke dalam mulut Jongin. "Gunakan bibirmu untuk menutupi gigimu," Jongin mendengar perkataan Sehun diantara detak jantungnya yang bertalu pada gendang telinganya. "Buatlah menjadi lebih ketat. Lebih keras kau bisa menekan, kenikmatan terbesar akan kau berikan padaku."
Jongin menjepitnya sekeras yang ia bisa saat ia mendengar kata-kata itu. Sehun mengeram. "Bagus. Sekarang basahi kepalanya dengan lidahmu," kata Sehun dari atas tubuh Jongin.
Jongun ingin sekali melakukan apa yang Sehun katakan, menjadi lebih bergairah saat ia melihat Sehun menggerakkan batangnya dari atas ke bawah. Adakah hal yang lebih erotis di dunia ini selain melihat Sehun membelai dirinya sendiri?
"Bagus. Pelajari bentuknya. Tekan dengan keras," Jongin mengikuti arahan Sehun dengan senang hati. "Ya. Di sana," kata Sehun, suaranya terdengar sedikit serak saat Jongin mempelajari lingkaran tebal di bawah kepala dan menekan pada celah kecilnya.
Jongin dihadiahi dengan beberapa tetesan pra ejakulasi. Cairan Sehun menyebar di lidahnya, terasa unik—membius. Sehun menekannya lebih keras. Ia menggeram pelan dan mendorong ereksinya lebih dalam ke mulut Jongin. Sehun meletakkan tangannya di belakang kepala Jongin, memegangnya dengan kuat. Sehun mundur dan melenturkan pinggangnya, mengayunkan ereksinya hanya satu atau dua inci ke depan dan ke belakang, lagi dan lagi.
"Sekarang hisap," kata Sehun dengan tegang.
Jongin menghisapnya dengan bibirnya yang kaku dan menghisap kuat-kuat.
"Ah, ya. Seperti itu murid yang baik," kata Sehun serak dari atas tubuh Jongin sambil terus mendorong kedalam bibirnya.
Vibrator itu menyiksanya. Jongin tidak bisa menghindar dari dengungan terus menerus pada klitorisnya yang mendesis. Seperti kemarin, dia merasa puting dan telapak kakinya terbakar. Bibirnya juga terasa sangat sensitif, menyebar saat bibirnya mengelilingi batang tebal dari ereksi Sehun. Bibirnya mulai terasa sakit oleh usaha menekan secara konstan seperti catok disekeliling ereksi Sehun. Masih saja, Jongin menginginkan lebih. Ia membutuhkannya.
Jongin menundukkan kepalanya ke depan, merasakan ereksi Sehun menyelip di sepanjang lidahnya, memenuhi mulutnya. Sehun mengeram dan mencengkram rambut di belakang kepala Jongin, menghentikannya.
"Jika kau bersikap impulsif seperti itu lagi, kita akan berhenti."
Jongin mengerjapkan kelopak matanya, suara Sehun yang tajam menembus gairah yang membingungkannya. Ereksinya berdenyut di mulutnya. Vibrator itu hampir membuatnya orgasme.
Ini sedikit kejam. Jongin seakan tidak bisa mengerti reaksi tubuhnya. Jongin menatap Sehun dengan pasrah, tak mampu bicara saat ereksi Sehun terkunci di mulutnya. Wajah Sehun berubah gelap saat ia melihat ekspresi Jongin.
"Jongin?"
Jongin mulai bergetar oleh orgasme, napasnya keluar dengan cepat dari paru-parunya dalam hembusan kecil yang tertahan oleh ereksi Sehun. Jongin melihat mata Sehun melebar oleh rasa tidak percaya sebelum ia menutup kelopak matanya, rasa malu membanjiri Jongin karena ketidakmampuan mengendalikan kebutuhannya yang sangat besar.
————
Sehun memandang Jongin, tidak mengerti ekspresi putus asa Jongin sampai ia mulai menggigil oleh orgasme yang nyata. Sehun tidak pernah berada di mulut seorang wanita sementara wanita itu orgasme. Sehun tidak pernah memikirkan kepuasan wanita sebelum dia puas lebih dulu.
Bodoh sekali dia.
Sehun mengerang tak terkendali oleh sensansi dari mulut panas Jongin yang gemetar di sekeliling ereksinya. Tidak bisa menghentikan dirinya sendiri, Sehun mengeluskan jarinya ke rambut Jongin dan menyelipkannya lebih jauh ke organnya. Jongin memekik di dalam tenggorokannya, suaranya bergetar di sepanjang ereksi Sehun bersamaan getaran lembut dari orgasmenya. Sehun menggeser keluar beberapa inci memberinya sedikit kelonggaran. Jongin hampir memicu klimaksnya saat ia terus mendorong Sehun dengan mata terbalik sambil terus menghisap dan memutar lidahnya berulang kali pada ujung ereksinya.
Sehun membuka mulut untuk memarahi Jongin tapi menghentikan dirinya sendiri disaat akhir, memasukkan ke dalam mulut Jongin lagi.
Orang bodoh macam apa yang menghentikan sesuatu yang begitu nikmat? Sehun membiarkan Jongin mengendalikan irama beberapa saat, melihatnya dalam gairah yang begitu intens saat Jongin membenamkan kepalanya, menyelipkan ereksi Sehun ke depan dan ke belakang diantara bibir merah mudanya dengan enerjik.
"Bagus," gumam Sehun. "Ambil sebanyak yang kau bisa." Sensasi melanda Sehun. Antusiasme Jongin menutupi kekurang pengalamannya. Dan Jongin begitu kuat. Jongin menjepitnya seperti catok. Hisapannya sangat sempurna, tapi tetap saja Sehun menegurnya.
"Hisap lebih keras," kata Sehun, mulai mendorong pinggangnya seirama anggukan kepala Jongin. Sehun menggeram, rendah dan liar, saat Jongin melampaui perkiraan Sehun. Sehun melihat pipi merah muda Jongin yang mengempis, dan ia merasa bagian dalam pipi Jongin menyentuh kedua sisi ereksinya.
Ini terlalu kuat. Sehun menarik mundur rambut Jongin dengan lembut. Kelopak mata Jongin pelan-pelan terbuka, dan ia menengadah menatap Sehun, pemandangan dari bibirnya yang terbuka dan mata gelapnya yang bersinar oleh gairah mengalahkan kesadaran Sehun.
"Kau harus memasukannya lebih dalam," kata Sehun lembut. "Bernapas melalui hidungmu. Jika itu terasa tidak nyaman, Beri tahu aku, aku tidak akan membiarkanmu melanjutkan untuk waktu yang lama. Kau mengerti?"
Jongin mengangguk, kepercayaan dan gairah yang Sehun lihat di mata beludru Jongin membuat Sehun mengatupkan rahangnya dengan erat.
Sehun menangkap pandangan Jongin saat dia mendorong ke depan dan merasa lingkaran sempit dari tenggorokan Jongin melingkupi ujung ereksinya. Getaran gairah melandanya. Jongin mengerjap dan tersedak tapi menahan dirinya untuk tidak berhenti. Sehun mengerang dan menarik keluar dari tenggorokannya.
"Bagus. Bernapas lewat hidungmu," Sehun menghiburnya saat dia mendorong masuk ke dalam mulutnya lagi. Sekarang, Sehun mengernyit saat ereksinya berdenyut dalam gairah saat bersarang di tenggorokannya.
"Aku minta maaf," Sehun buru-buru berkata sementara dia menarik mundur. Sehun meringis dalam hati saat ia melihat air mata menuruni pipi Jongin.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Sehun.
Jongin melebarkan matanya memberi isyarat menenangkan Sehun, menyebabkan ereksinya berdenyut. Sehun meringis saat kenikmatan menembus tubuhnya karena melihat pertanda betapa bersemangatnya Jongin—kemurahan hatinya. Terima kasih Tuhan, karena ia orang yang begitu manis. Sehun tahu ia tidak akan bisa berhenti. Ia tidak akan bisa.
Sehun memegang kepala Jongin dengan kedua tangannya, mengunci tatapannya saat ia mendorong perlahan masuk dan keluar pada bibir Jongin yang menjepit, menghapus air mata di pipi wanita itu dengan ibu jarinya. Pancaran gairah semakin kuat di bola matanya dalam beberapa menit terakhir, tapi Sehun melihat sesuatu yang lain; sesuatu yang seolah mengampuni dosanya.
"Kau luar biasa menyenangkan aku," kata Sehun.
Sehun memegang Jongin dengan kokoh dan mendorong ke dalam tenggorokannya lagi. Sesaat Sehun terlena, segalanya berubah menjadi gelap saat ia menikmati mulut manis Jongin dan Jongin mengabulkan semua harapan gelap dan putus asanya. Mata Sehun melebar saat ia merasa Jongin gemetar sementara ia mendorong lebih dalam. Sehun akan menarik mundur untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang dirasakan Jongin tapi segera menyadari bahwa Jongin tidaklah tersedak.
"Hebat Jongin," Sehun berteriak, emosinya meninggi, membingungkannya, ketika ia menyadari Jongin akan orgasme lagi.
Sehun meledak ke tenggorokannya, meraung saat kenikmatan yang hebat merobek tubuhnya. Meski begitu, Sehun masih sadar untuk menarik mundur, klimaks sambil terus mendorong di lidah Jongin. Wajahnya terlihat tegang saat ia mengamati Jongin, tak mampu berpaling dari gambaran memukau dari pipi Jongin yang berwarna merah muda, ekspresi tak berdaya di mata gelapnya yang berkilau saat Jongin menyerah pada kenikmatan karena memberikan kepuasan luar biasa kepada Sehun.
TBC
nb :
fellatio : oral seks yang diberikan wanita pada pria
