Malam harinya kyuhyun yang sudah tertidur lelap karena pengaruh obat yang belum lama diminumnya. Sedangkan changmin kembali ke apartmentnya setelah di paksa oleh kyuhyun agar changmin dapat beristirahat di apartmentnya bukan terus-terusan menemani dirinya disini.
" Drrrttt.. Drrrttt… Drrrttt.. Drrrtt" ponsel chagmin bergetar
" Hallo, ada apa siwon hyung?" tanya changmin langsung
" Kau sedang dimana changmin-ah?"
" Di apartment ku. Kyuhyun memaksaku untuk pulang agar aku bisa istirahat dan jujur saja aku merasa tidak nyaman tidur di rumah sakit, badanku sakit semua tidur di sofa " keluh changmin
" Mianhae changmin-ah. Seharusnya yang menjaga kyuhyun saat ini adalah diriku, bukan dirimu" sesal siwon
" Tak perlu sungkan hyung, aku senang membantu kalian lagipula kau juga sudah sudah seperti keluarga ku" jelas changmin
" Bagiamana keadaan kyunnie sekarang?" tanya siwon
" Hari ini sudah lebih baik. Tapi dokter masih belum mengijinkan pulang karena selang oksigen saja masih terus di pakai oleh kyunnie, sore tadi kyunnie mengeluh sedikit sesak lagi. Jika kondisinya segera stabil, mungkin selang oksigennya akan bisa di lepas. Berdoa saja agar sesak nafasnya tidak kambuh lagi jadi dia bisa pulang. Daritadi dia terus merengek padaku ingin cepat pulang" jelas changmin lagi
" Aku ingin menjenguk kyunnie"
" Kau sudah tau jawabanku hyung. Aku tidak akan mengi…."
" Emma akan kembali ke paris besok dan dia tidak akan mengganggu hubungan ku dan kyunnie lagi. Aku mohon padamu changmin-ah, beritahu aku dimana kyuhyun di rawat sekarang. Aku ingin menjenguknya, merawatnya dan menjaganya"
" Baiklah hyung, akan aku beritahu. Kyuhyun dirawat di rumah sakit seoul, ruangan vip nomor 660"
" Gomawo changmin-ah. Setelah ini, biarkan aku yang menggantikan mu menjaga kyuhyun dan terimakasih sudah menjaga kyuhyun selama aku tidak ada"
" Tak masalah hyung. Asalkan kalian bahagia, aku tentunya sebagai teman ikut bahagia hyung" ucap changmin lagi
" Baiklah, aku tutup dulu min. Istirahatlah" ucap siwon
" Ne hyung"
" Huuufff… lagi-lagi aku merasakan kesepian di kamar sebesar ini tanpa kehadiranmu princess" keluh siwon sambil melihat sekeliling kamarnya
" Oppa sangat merindukanmu. Kalau saja saat ini masih siang, pasti oppa akan datang menjengukmu di rumah sakit" keluh siwon
Akhirnya siwon berusaha memejamkan kedua matanya. Berkali-berkali mengatakan pada dirinya sendiri kalau dirinya harus segera tidur. Membolak-balikan tubuhnya ke kiri dan ke kanan, hingga menutup kepalanya dengan bantal, tapi semua sia-sia saja karena siwon tetap tidak bisa tidur. Padahal sudah pukul dua belas malam
" Aishhh! Sungguh menyebalkan! Aku tidak bisa menunggu hingga besok kalau begini" ucap siwon bergegas bangun dari ranjangnya
Segera siwon mengambil mantel yang ada di lemarinya, berjalan kearah meja nakas dekat ranjangnya untuk mengambil kunci mobil, lalu berjalan ke luar dari kamarnya. Langkah kakinya menuju ke garasi mobilnya, menghidupkan mobilnya dan mulai mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Siwon mengendarai mobilnya menuju rumah sakit tempat kyuhyun di rawat. Siwon tau kalau ini sudah sangat larut malam dan kyuhyun juga pasti sudah tertidur, tapi saat ini siwon hanya ingin melihat kyuhyun sesaat. Yang ada di fikirannya saat ini adalah dapat melihat kyuhyun dan mengobati rasa rindunya pada kekasihnya itu. Kerinduan yang terlalu besar hingga membuatnya nekat untuk mengunjungi kyuhyun di tengah malam seperti ini
" Oppa datang princess" ucap siwon pelan yang sudah berada di sisi ranjang kyuhyun
" Cepatlah sembuh, oppa sangat merindukanmu kau tau itu? Sangking rindunya padamu, oppa sampai nekat harus datang kemari malam-malam begini" gumam siwon
" Nggg…" kyuhyun sedikit gelisah dengan tidurnya hingga keningnya mengerut
" Oppa disini. Tenanglah princess, oppa bersama mu" bisik siwon sambil mengelus pipi kyuhyun
" Kenapa kau sampai sakit seperti ini eoh? Kau tidak tau betapa oppa sangat sedih dan hati oppa sangat sakit begitu mengetahui kalau kau sedang sakit" ucap siwon pelan
Seketika itu juga kyuhyun yang tadinya gelisah dalam tidurnya menjadi lebih tenang, siwon yang melihat itu langsung tersenyum, kemudian dirinya segera duduk di kursi dekat tempat tidur kyuhyun, menggenggam tangan kyuhyun yang masih memakai selang infus. Di usapnya tangan kyuhyun berkali-kali, di kecupnya tangan itu.
" Oppa tau kau sangat merindukan oppa, seberapa besar kau mencoba untuk menjauh dari oppa, maka akan semakin besar pula dirimu membutuhkan oppa. Karena itu cepatlah kau sembuh dan kita akan berkumpul kembali seperti dulu" ucap siwon sembari mengecup tangan kyuhyun lagi
" Kasian sekali dirimu princess, harus memakai selang oksigen seperti ini untuk membantumu bernafas. Mianhae, oppa tidak berada di sisimu di saat kau mengalami kesakitan seperti ini. Jeongmal mianhae" sesal siwon
Siwon terus berada di sisi kyuhyun, terus membelai pipi kyuhyun lembut, terkadang mengusap tangan kyuhyun. Pandangannya tak pernah lepas dari wajah kyuhyun yang sedang tertidur. Dirinya sungguh sangat merindukan melihat kyuhyun yang sedang tertidur. Siwon ingin memuaskan hasrat di dalam dirinya yang sudah tak terbendung lagi, hingga nekat ke rumah sakit tengah malam hanya sekedar untuk melihat kyuhyun
Pagi harinya kyuhyun terbangun dari tidurnya, sedikit berharap ketika dirinya terbangun dapat menemukan sosok yang sangat di rindukannya selama ini. Tapi begitu kyuhyun membuka matanya, ia segera duduk di ranjangnya dan bersender pada tepian ranjang, ternyanya yang di dapati hanyalah ruangan yang kosong. Hanya ada dirinya saat ini. Sedikit senyum kekecewaan terpampang di wajahnya
" Tumben kau sudah bangun kyunnie" ucap changmin begitu masuk
" Iya.. Aku sudah terlalu lama tidur jadi bangun lebih cepat" sahut kyuhyun
" Apa kau membawakan pesanan ku?" Tanya kyuhyun
" Tentu saja. Ini aku bawakan koleksi komik yang ada di apartment ku. Kau itu wanita, harusnya baca majalah fashion atau sejenisnya, bukan komik" oceh changmin
" Kau ini banyak protes saja" oceh kyuhyun
" Selamat pagi nona cho, bagaimana keadaan anda?" Tanya dokter
" Sudah jauh lebih baik. Ngomong-ngomong dokter kapan aku bisa melepaskan selang ini, benar-benar tidak enak rasanya. Hidungku seperti kerbau saja kalau seperti ini" gerutu kyuhyun
" Akan kami lepas sekarang. Tapi jika nafasmu sesak kembali kami akan memakaikannya kembali" ucap dokter
" Infusnya juga akan kami lepas, kulit kemerahan mu juga sudah mulai berkurang. Jauh lebih baik di banding kemarin. Kemajuan yang memuaskan nona cho. Saya rasa jika kondisi anda tetap stabil, besok sudah bisa kembali pulang" ucap dokter
" Syukurlahhhhh.. Aku sudah bosan sekali disini"
Kemudian suster yang berdiri di sebelah dokter segera berjalan mendekati kyuhyun dan segera melepas selang oksigennya dan mulai melepas infus yang tertusuk di tangan kyuhyun
" Kami mohon pamit" ucap dokter
" Ne, gomawo dokter" ucap kyuhyun
" Akhirnyaaaa semua selang di badanku ini lepas juga. Sungguh menyiksa" ucap kyuhyun
" Iyah, kau seperti robot kemarin, di badanmu itu selang semua.. Hahahaha..." ucap changmin
" Kau menyebalkan sekali" oceh kyuhyun seraya bangun dari ranjangnya
" Kau mau kemana?"
" Ke kamar mandi"
" Aku bantu yah" goda changmin
" Kalau kau sampai berani melakukannya, aku lempar kau keluar dari jendela" ucap kyuhyun sambil memberika death glarenya
" Sepertinya kau sudah sembuh kyu, kalau aku jadi dokternya hari ini juga aku sudah ijinkan kau untuk pulang" goda changmin lagi
" Kalau kau dokternya, yang ada kau malah mengencani semua suster disini" oceh kyuhyun
Sementara di choi company, siwon sudah mulai bisa kembali fokus bekerja, walaupun fikirannya saat ini ingin segera kembali melihat kyuhyun.
" Drrrrttt.. Drrrttt..Drrrttt.." Ponsel siwon bergetar
" Hallo"
" Oppa..."
" Seharusnya kau sudah ada di airport sekarang ini emma sshi" ucap siwon dingin
" Aku memang sedang di airport. Aku menghubungi mu hanya untuk berpamitan oppa" ucap emma yang kelihatan sedih
" Mianhae sudah membuat hubungan mu dan kyuhyun menjadi berantakan" sesal emma " Sampaikan maafku untuk kyuhyun" ucap emma
" Ne, akan kusampaikan padanya nanti"
" Gomawo oppa sudah memaafkan ku dan mianhae sudah membuatmu menderita di masa lalu karena aku" ucap emma lagi
" Itu sudah berlalu emma sshi, aku sudah mengubur kenangan pahit itu dan sudah melupakannya. Sekarang kita berdua harus melangkah maju, bukan terus melihat kebelakang. Semoga karir mu sukses emma sshi"
" Gomawo oppa. Aku pamit. Sarangheo... siwon oppa" ucap emma lalu memutuskan sambungan telponnya
Kelegaan menghampiri siwon. Satu masalah sudah selesai, tinggal satu masalah lagi yang harus di selesaikannya. Siwon harus bisa membuat kyuhyun kembali pada dirinya, membuat kyuhyun kembali percaya pada dirinya. Pikiran siwon menjadi kalut hingga akhirnya dia bergegas mengambil kunci mobil di laci mejanya dan segera berlari keluar dari ruangannya
" Kau mau kemana siwon-ah?" Teriak yesung yang saat itu sedang mampir ke tempat wookie
Tidak ada jawaban dari siwon, saat ini tujuannya hanya satu, segera bertemu dengan kyuhyun. Siwon terus berlari hingga tidak memeperdulikan kalau karyawan yang melihat dirinya lewat sudah memberikan hormat pada dirinya. Entah kenapa saat ini siwon merasakan sangat merindukan kyuhun, padahal baru tadi pagi-pagi buta dia datang ke rumah sakit.
" Kyunnie, aku ke kafetaria dulu yah, perutku sudah lapar sekali" ucap changmin
" Hmmm" gumam kyuhyun yang tengah sibuk membaca komik
" Jangan baca komik lama-lama kyunnie, kau harus banyak istirahat" oceh changmin
" Iya sebentar lagi, sedikit lagi habis kok" sahut kyuhyun
" Jangan lupa kau makan makananmu, arraseo!"
" Minnie, kau seperti orang tuaku saja" oceh kyuhyun kali ini melihat ke arah changmin
" Kalau tidak begitu, yang ada kamu tidak makan sama sekali"
" Iya, nanti aku makan. Tenang saja"
" Aku pergi yah" pamit changmin
" Neeee" sahut kyuhyun kembali fokus membaca komik
Sementara itu di parkiran rumah sakit, siwon dengan bergegas berlari menuju kamar rawat kyuhyun. Siwon terus berlari hingga sampai di depan pintu kamar kyuhyun. Nampak sedikit keraguan dalam hatinya, rasa takut untuk di tolak oleh kyuhyun jika dia datang disaat kyuhyun masih terjaga seperti ini. Tapi rasa rindunya sudah tidak bisa menunggu lagi. Sudah cukup berhari-hari dirinya rapuh seperti ini tanpa kehadiran kyuhyun di sisinya. Terlihat tangannya sudah memegang knop pintu kamar kyuhyun, sedikit mengatur nafasnya yang sempat terengah-engah karena berlari, menarik nafas dalam-dalam dan akhirnya tangan siwon membuka pintu kamar kyuhyun secara perlahan takut mengganggu kenyamanan kyuhyun.
" Cklek.."
" Cepat sekali makannya minnie-ah" ucap kyuhyun tanpa melihat ke arah pintu dan tetap fokus membaca komiknya
Tidak ada sahutan dari siwon saat itu, hanya langkah kaki yang terdengar semakin mendekat ke arah kyuhyun secara perlahan. Siwon terus melihat ke arah kyuhyun yang masih serius membolak-balikkan lembaran komiknya. Hingga akhirnya siwon mengambil komik kyuhyun dari tangannya
" Minnie, aku masih..."
Kyuhyun sangat terkejut melihat siwon yang sekarang ini berdiri di hadapannya dan beranjak duduk di ranjangnya. Siwon memasang senyum terbaiknya hingga terlihat dimplenya. Kyuhyun sungguh tidak percaya kalau saat ini siwon ada di depan mata
" Kau terlalu serius membaca komik hingga tidak menyadari kalau oppa yang datang, bukan changmin" ucap siwon seraya menaruh komik di meja nakas dekat ranjang kyuhyun
" Darimana oppa tau aku disini?"
" Changmin yang memberitahu oppa. Sepertinya keadaanmu sudah lebih membaik sekarang princess. Kemarin oppa melihat mu masih memakai selang oksigen dan masih terpasang infus, tapi kulitmu masih terlihat rona kemerahan" ucap siwon
" Iya, baru tadi di lepas oppa. Tunggu dulu, tadi oppa bilang "melihat ku"? Kapan oppa melihat ku? Kita baru bertemu sekarang" selidik kyuhyun
" Semalam oppa datang melihatmu saat kau sudah tidur princess. Oppa melihat tidurmu cukup gelisah, jadi oppa menemanimu sampai pagi" jelas siwon sambil menggenggam tangan kyuhyun
" Pantas saja, aku seperti merasa oppa datang kemarin, tapi begitu aku bangun tidak ada siapa-siapa, makanya kupikir aku hanya bermimpi bertemu dengan oppa" jelas kyuhyun
" Bahkan saat kau sedang tertidur bisa merasakan kehadiran oppa? Ternyata tubuhmu sudah mengenal sentuhan oppa" ucap siwon tersenyum sambil mengelus pipi kyuhyun
" Besok aku sudah boleh pulang oppa" ucap kyuhyun
" Oppa senang mendengarnya. Pulanglah ke rumah kita princess" ucap siwon yang masih mengelus pipi kyuhyun
" Aku... Belum bisa..."
" Emma sudah kembali ke paris tadi pagi dan dia meminta maaf padamu"
" Pulang ke paris?" Tanya kyuhyun tidak percaya
" Iya. Kemarin oppa sudah bicara dengannya, bahwa oppa sangat mencintaimu dan tidak mungkin kembali padanya. Sekarang masalah nya hanya ada padamu princess" ucap siwon yang menatap intens kyuhyun dan menggenggam kedua tangan kyuhyun erat
" Oppa.. Berikan aku wak..."
Siwon langsung mencium bibir kyuhyun, serta melumatnya. Kyuhyun sangat terkejut mendapat serangan dadakan dari siwon. Kyuhyun tidak menyangka siwon akan berani menciumnya di rumah sakit. Terjadi penolakan dari kyuhyun dengan menjauhkan dirinya dari tubuh siwon dan memukul dada siwon pelan. Merasa penolakan dari kyuhyun, siwon bukannya melepas ciumannya malah semakin memperdalam ciumannya. Siwon semakin melumat bibir kyuhyun, merengkuh tubuh kyuhyun semakin dekat dengannya hingga kyuhyun tidak mampu lagi untuk memberontak.
Tangan siwon yang satu lagi berada di tengkuk leher kyuhyun, ciuman siwon semakin menggila, lidahnya sudah berhasil masuk ke dalam rongga mulut kyuhyun. Awalnya kyuhyun menolak ciuman dari siwon, tapi lama-kelamaan kyuhyun mulai terhanyut akan ritme ciuman dari siwon dan menikmati ciuman itu, malah ikut membalas dari semua ciuman siwon. Tangan kanan kyuhyun menyentuh wajah siwon dengan lembut.
Siwon merasa cukup lega karena pada akhirnya kyuhyun membalas semua ciumannya. Kyuhyun sedikit meneteskan air matanya dan siwon menyadari akan hal itu lalu segera melepas ciumannya
" Jangan menangis princess, sudah terlalu banyak air mata yang kau keluarkan karena masalah ini, jadi berhentilah menangis" ucap siwon sambil menghapus air mata kyuhyun dengan jarinya
" Jangan menolak oppa lagi. Semakin kau menolak kehadiran oppa, semakin besar pula kau membutuhkan oppa. Sekeras apapun bibirmu berkata tidak, tapi tubuhmu berkata lain princess. Tubuhmu lah jawaban dari semua penolakanmu akan kehadiran oppa" ucap siwon sambil membelai wajah kyuhyun
Mendengar semua kebenaran yang di utarakan dari siwon, air mata kyuhyun yang tadi dia tahan akhirnya pecah. Semua yang dikatakan siwon benar. Kyuhyun semakin tersiksa setiap harinya karena mencoba menghindari siwon, kyuhyun sudah terbiasa akan kehadiran siwon dalam kehidupannya, terbiasa akan sentuhan lembutnya, terbiasa mendengar suaranya setiap hari. Air mata kyuhyun semakin mengalir di pipinya, suara isakkan keluar dari mulut kyuhyun dan membuat siwon harus memeluk tubuh kyuhyun, mengusap punggung kyuhyun perlahan
" Sssh... Jangan menangis lagi princess. Mianhae sudah membuatmu seperti ini. Jeongmal mianhae princess. Oppa bersalah padamu" bisik siwon masih sambil mengusap punggung kyuhyun
Tidak ada respons dari kyuhyun, dia masih saja menangis, mengeluarkan semua beban di hatinya di pundak siwon. Melihat kyuhyun yang seperti itu, siwon semakin mempererat pelukannya. Kedua tangan kyuhyun yang tadinya diam, mulai bergerak untuk memeluk siwon. Memeluk erat tubuh siwon dan tak ingin melepasnya.
" Sshh.. jangan menangis lagi princess, semua sudah berakhir. Tenanglah, ada oppa di sisimu" bisik siwon
Siwon mulai melonggarkan pelukannya, melihat menghapus sisa-sisa air mata yang masih membekas di wajah kyuhyun dengan jarinya. Memberikan senyuman hangatnya untuk kyuhyun seolah mengatakan semua penderitaan dan kesedihan mu sudah berakhir cho kyuhyun.
" Oppa mohon, kembalilah pulang besama oppa. Pulanglah ke rumah kita. Berikanlah oppa kesempatan untuk memperoleh kepercayaanmu lagi princess. Oppa sangat mencintaimu"
" Saat ini oppa tidak tau lagi harus mengatakan apa lagi supaya kamu yakin akan semua yang oppa ucapkan. Oppa hanya mohon agar kau jangan menghidari perasaanmu lagi saat ini princess. Pulanglah ke rumah kita" bujuk siwon
Kyuhyun melihat kesungguhan siwon dan melihat tidak ada kebohongan dari mata siwon. Kyuhyun juga dapat melihat dengan jelas wajah siwon yang entah dari kapan sudah tidak kelihatan fresh seperti biasanya. Nampak warna kehitaman di bawah matanya menandakan dirinya kurang istirahat selama dia tinggalkan, bahkan terlihat dirinya tidak mencukur kumis dan jenggotnya. Seorang choi siwon yang begitu mementingkan penampilan, dalam beberapa hari ini penampilan dirinya menjadi berantakan, semua ini karena dirinya.
" Ne oppa. Aku akan pulang bersamamu" ucap kyuhyun setuju
" Gomawo princess.. jeongmal gomawo" ujar siwon yang langsung saja memeluk kyuhyun lagi
" Ooppsss.. sorry… aku tidak tau kalau ada orang lain disini" ucap changmin begitu masuk ke kamar
" Tidak apa Minnie-ah" ucap kyuhyun langsung melepas pelukan siwon
" Jadi kalian sudah berbaikan?" tanya changmin
" Iya. Terimakasih changmin-ah, karena kau juga kami dapat bersatu kembali" ucap siwon
" Tidak masalah hyung. Aku malah merasa sangat senang akhirnya kalian baikkan lagi. Aku merasa kasihan pada teman ku yang satu ini. baru berpisah darimu beberapa hari saja, dunia seperti mau kiamat. Tiap hari hanya menangis terus di kamar, sepertinya air matanya tidak akan pernah habis. Beberapa hari yang lalu kyuhyun seperti pabrik penghasil air mata" oceh changmin
" Yak Shim changmin! cari mati kau" oceh kyuhyun kesal
" Hyung, karena kau sudah ada disini, kuserahkan kyuhyun mulai dari sekarang. Aku mau pulang dulu, lelah sekali aku ini, hampir setiap hari tidur sofa" ucap changmin
" Ne. Serahkan padaku mulai dari sekarang. Gomawo changmin-ah" ucap siwon
" Oh ya hyung, suruh kyuhyun makan jangan lupa. Daritadi kerjanya hanya baca komik saja. Aku sudah menyuruhnya daritadi, tapi lihat saja sendiri makanannya belum tersentuh sama sekali" adu changmin
" Akan aku suruh kyuhyun untuk makan nanti" ucap siwon
" Aku pergi hyung" pamit changmin
" Baiklah, sekarang kau harus makan princess" ucap siwon sambil berdiri dari ranjang kyuhyun dan mengambil piring berisi bubur yang berada di meja nakas
" Ayo buka mulutmu" ucap siwon yang sudah memegang sendok berisi bubur dan mengarahkannya ke mulut kyuhyun
" Oppa, aku bisa makan sendiri" ucap kyuhyun
" Oppa tau, tapi oppa ingin melakukannya. Sudah lama sekali oppa tidak melakukan hal ini padamu"
Mendengar penuturan siwon, akhirnya kyuhyun menurut saja. Sejujurnya kyuhyun juga merindukan hal seperti ini. Merindukan siwon yang selalu memanjakan dirinya. Senyum terus di torehkan di wajah siwon saat melihat kyuhyun makan dengan lahapnya.
" Sekarang istirahatlah princess. Segera masuk ke dalam selimut dan tidur" ucap siwon
" Nggg.. oppa.."
" Ya? Ada apa princess?" tanya siwon lembut dan segera mendekat kearah kyuhyun
" Nggg.. oppa mau temani aku tidur di sebelahku?" ucap kyuhyun malu-malu
" Tentu saja" sahut siwon cepat
Kyuhyun langsung menggeser tubuhnya. Beruntunglah kalau kamar vip itu memiliki ranjang yang cukup besar. Siwon segera melepas sepatu dan kaos kakinya, lalu naik ke ranjang kyuhyun, merentangkan tangannya agar kyuhyun dapat menggunakan dada bidangnya sebagai bantalnya. Tangan kyuhyun langsung melingkar di perut siwon. Mereka berdua sungguh merindukan saat-saat seperti ini. Bibir siwon berkali-kali mengecup kening kyuhyun, tentu saja kyuhyun sangat menikmati kecupan yang di layangkan siwon pada dirinya. Tangan kanan siwon sibuk mengelus rambut kyuhyun. Tidak perlu menunggu lama bagi kyuhyun untuk tertidur, karena belum lama siwon melakukan ritualnya, kyuhyun sudah terlelap dalam tidur.
" Tidurlah princess. Oppa disini. Sarangheo my lovely princess" bisik siwon
Malam harinya, siwon masih berada di rumah sakit. Siwon tidak pernah beranjak dari kamar kyuhyun walau selangkah pun. Kali ini dirinya benar-benar ingin menghabiskan waktunya berdua saja. Kyuhyun tentu saja senang karena siwon mau seharian ini menemaninya. Walaupun sekarang ini siwon berada di sisi kyuhyun, tetap saja dirinya tidak bisa mengabaikan pekerjaanya, tangannya sibuk mengutak-atik ipadnya. Siwon sudah seharian ini meninggalkan kantor tentu saja banyak pekerjaan yang terbengkalai olehnya.
Kyuhyun juga tidak mau kalah sibuk dengan siwon, tangannya terus saja sibuk membolak-balikkan komik sambil menyandarkan kepalanya di lengan siwon
" Oppa…" panggil kyuhyun sambil melihat ke wajah siwon
" Hmmm.. ada apa princess? kau butuh sesuatu?" tanya siwon melihat kearah kyuhyun
" Tidak. Hanya saja aku merasa aneh, tumben sekali oppa membolos bekerja" ucap kyuhyun
" Karena kau sedang sakit, karena itu oppa akan menjagamu dan merawatmu princess" ucap siwon
" Sebenarnya aku sudah sembuh oppa. Harusnya aku memaksa untuk pulang hari ini juga tidak perlu menunggu besok" gerutu kyuhyun
" Jika dokter bilang besok, berarti harus besok princess. Oppa tidak mau terjadi sesuatu yang buruk lagi padamu" ucap siwon
" Oppa terlalu berlebihan. Aku pernah mengalami hal ini sebelumnya waktu kuliah. Waktu itu salah satu teman di kelasku ulang tahun, aku yang sama sekali belum pernah mencoba minuman beralkohol merasa penasaran, jadinya aku ingin mencobanya, tapi malah berakhir sama seperti ini. Dari situ aku baru tau kalau aku mempunya alergi alkohol oppa" kenang kyuhyun
Siwon langsung mematikan ipad nya, lalu memeluk kyuhyun. Ada rasa heran dalam diri kyuhyun saat ini, kenapa setelah mendengar cerita dari kyuhyun siwon malah memeluknya?
" Oppa kau kenapa?" tanya kyuhyun yang masih dalam pelukan siwon
" Maafkan oppa, disaat alergi mu kambuh malah oppa tidak bersama mu. Di saat kau sedang kritis pun, oppa tidak berada di sisimu. Di saat kau sedang menangis beberapa hari yang lalu, oppa juga tidak berada di sisimu. Di saat hatimu sedang terluka, oppa tidak berada di sisimu untuk menyembuhkan luka mu dengan segera, malah semakin merobek luka itu semakin dalam" sesal siwon di sela-sela pelukannya
" Sudahlah oppa, jangan bersedih lagi. Semua sudah berlalu" ucap kyuhyun berusaha menenangkan siwon
Kyuhyun merasakan kalau pundaknya terasa basah. Apakah siwon sedang menangis? Tapi tidak mungkin seorang pria yang tampan dan gagah ini menangis bukan?
" Oppa…" kyuhyun berusaha melonggarkan pelukannya dari siwon untuk memastikan apakah asumsinya benar
" Biarkan seperti ini dulu princess. Oppa ingin seperti ini dulu" pinta siwon
" Iya oppa"
Beberapa saat mereka berpelukan. Kyuhyun dapat merasakan kalau saat ini siwon sungguh merasa menyesal akan semua yang telah terjadi pada dirinya dan juga pada hubungan mereka. Kyuhyun juga merasa menyesal karena telah mengatakan hal yang membuat siwon terluka yaitu meminta dirinya untuk menunda pernikahan mereka. Seharusnya saat itu kyuhyun tidak mengikuti emosinya.
" Oppa, kau menangis?" ucap kyuhyun setelah melepaskan dirinya dari pelukan siwon
Tidak ada jawaban dari siwon, akhirnya kyuhyun menghapus air mata yang tersisa di wajah siwon. Baru pertama kali siwon melihat seorang Choi siwon terlihat rapuh seperti ini. Kyuhyun membelai lembut wajah siwon yang masih terlhat lelah karena berhari-hari tidak istirahat dengan baik, mencium pipi siwon sesaat
" Oppa, kau yakin tidak mau pulang dan istirahat?" tanya kyuhyun
" Tidak. Kenapa?"
" Wajahmu sudah terlihat sangat lelah oppa. Sebaiknya kau beristirahat di rumah. Jangan mengkhawatirkan aku, sekarang ini aku sudah sembuh oppa" ucap kyuhyun berusaha meyakinkan siwon
Diambilnya ipad yg masih berada di ranjang kyuhyun, lalu diletakkan di meja nakas dekat ranjang. Kemudian siwon merebahkan dirinya di ranjang dan menarik selimut. Kyuhyun tentu saja menjadi bingung, bukannya tadi dirinya menyarankan siwon untuk pulang, bukan bermalam disini
" Oppa, aku menyuruhmu untuk istirahat bukan menginap disini. Aku rasa pendengaran oppa sudah bermasalah" ucap kyuhyun
" Kemarilah princess"
Kyuhyun hanya menurut apa yang di minta oleh siwon dan ikut berbaring di sebelahnya dan menyandarkan kepalanya di dada bidan siwon
" Oppa.. aku kan menyuruhmu untuk istirahat di rumah, bukan tidur disini" ucap kyuhyun sedikit mendongakkan kepalanya agar dapat melihat wajah siwon
" Oppa sedang istirahat princess. Rumah oppa ada di hatimu princess. Jadi dirimu lah rumah oppa yang sesungguhnya. Dirimu telah memberikan oppa kehangatan, cinta, dan kebahagiaan. Tanpa dirimu oppa merasa tidak punya apa-apa" jelas siwon sambil mengecup kening kyuhyun
" Sekarang tidurlah princess" titah siwon
" Ne oppa" sahut kyuhyun dan semakin membenamkan wajahnya di dada siwon hingga semakin terciumlah aroma maskulin di tubuh siwon
TBC
