Horikawa POV
"Ne yamabushi-nii... " Tangan kecil menarik kemeja sang kakak, menatap tatapan dingin dengan datar
"Apa yang kau pikirkan? "
Sang kakak hanya muram, menepuk nepuk kepala nya. Menggeleng sembari bergumam tidak ada
"Kenapa ibu tidak bangun? "
Yamabushi diam
"Kenapa ia tidur disana? Disana dingin"
Yamabushi diam
"Oshiete yo.. "
"Yamabush-"
BRAAKKKK
"BISAKAH KAU DIAM?! SEKALI SAJA?!! "
DEG
"E-eh? "
Horikawa mengelus wajahnya, merasakan sensasi kejutan dari syarafnya.. Ngilu
"Yamabushi-nii" Yamanbagiri memanggilnya, menarik narik ujung kemeja sang kakak
"Yamanbagiri? "
'Kaa-san mitai ni'..
Iris itu meneduh, membelai pucuk pirang.. Refleksi sang ibu.. Malaikat kecil ini adalah refleksi dari sang ibu..
"Ayo pergi"
Telunjuk kecil teracung, horikawa berjengit
"Horikawa wa? "
"Setidaknya ia punya mata... Jadi kita tidak perlu khawatir.. "
Ittai...
"Souka.. " Iris sejernih laut biru hanya menatap kosong, mengelus wajah bagian kanannya dengan perlahan. Ia tertawa
"Aku tidak perlu belas kasihanmu lagi"
"AAARRGGGHHHHHH" Horikawa meringis, mencengkram mata kanannya. Ia menoleh ketika sebuah rencana tersusun rapi. Kaki ramping itu menjauh, berlarian melompati beberapa kendaraan
" Oya? HADAPI KEMATIANMU KUNIHIRO! " Shishiou menatap tajam, membiarkan puluhan timah menyembur brutal
'Hm?'
Iris tajam menatap pergerakan horikawa, pemuda itu berlarian menuju sebuah kapal di pinggir dermaga.
Ekspresi itu berubah
"Sial.. Kau harus membayar ku dua kali lipat untuk menangkap bajingan itu, Tsurumaru sialan"
*PSWM
"Saa.. Apa yang harus kita lakukan ya? "
Tsurumaru memainkan pistolnya, tetap mengarahkan nya pada rubah jejadian itu
"Bagaimana kalau kau turunkan senjatamu? Muridku"
Kogitsunemaru memberi tawaran, menatap jeli ruangan disekitar
Tidk ada celah selain jendela
Semuanya terkunci
"Tikus kecil yang mencoba keluar heh? "
Kogitsunemaru menyeringai, irisnya menatap datar
"Lalu bagaimana bila adegan tembak menembak brutal disini heh? Kalian pun akan mati? "
"Kami? "
"Ya kalian... "
Tsurumaru menghembuskan nafas, tertawa sejenak
"Ne sensei.. Aku punya permintaan? "
Alis putih terangkat
"Permintaan? "
"Aku sedang berbicara pada mikazuki sensei.. Bukan dirimu.. Brengsek"
Amber memicing
"Sekitar 1 km lebih dari sini.. Aku memarkir mobilku.."
"Kalian mau kabur begitu? Pengecut sekali, lagipula tidak ada celah lagi" Kogitsunemaru menyela
"Kau tau? Hanya tuan rumah.. Yang tau isi rumahnya sendiri"
CTAK
Lantai yang dipijaki rekannya tiba tiba terbuka, membuat keempat orang masuk kedalamnya
"TSURUMARU!!!!"
'Biarkan aku yang berkorban.. Jangan kalian'
PRAANGGGG
DAARRR
satu tembakan mengenai bahu oodenta, kaca kembali pecah dan sang empu berhasil keluar
"Tch''
" Saa.. Mari kita lanjutkan semuanya.. Tsurumaru yo"
