Vocaloid (c) Crypton Future Media, Internet, Yamaha, et cetera. No commercial profit taken.

warning cliché, cell phone format. Kesamaan ide harap dimaklumi.

summer shade

by sabun cair

Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, mereka kumpul bertiga dengan Gumiya.

Memang itu bukan sebuah acara reuni yang hangat seperti dambaan. Tidak ada kaleng bir dan pesta yakiniku. Cuma ada bangsal rumah sakit dan tiga sahabat lama. Gumiya bahkan masih pakai baju pasien. Tapi anehnya, Akira merasa ini jauh lebih baik dari apa pun.

Mereka mengisi percakapan dengan macam-macam hal.

Pertamanya tentang penjelasan kenapa Kaito ada di sini ("Aku mau melakukan sesuatu untuk temanku."), kemudian berlanjut ke penjelasan kenapa Akira punya biru di pipi ("Uh, aku kemarin mabuk dan menabrak pintu! Hahahaha!").

Gumiya ... Gumiya …. Dia lebih sering jadi pendengar dan pemerhati saat kedua temannya berbincang. Sesekali membalas ataupun bertanya dengan singkat.

Pernah satu kali saat Kaito berkoar jika Gumiya iri ingin dibawakan bunga olehnya, lelaki berambut hijau itu kelepasan membela diri dengan kalimat terlalu panjang. Tapi satu detik kemudian, Gumiya sadar apa yang baru saja dia lakukan dan langsung membungkam mulut dengan tangan. Merah menjalar sampai telinga.

Reaksi Akira dan Kaito cuma tertawa. Bukan tertawa karena Gumiya telah mempermalukan dirinya sendiri, tapi lebih seperti ... tawa yang membawa lega akan himpitan hati.

Pelan tapi pasti, mereka menuntun Gumiya untuk kembali.

Memang tidak mudah, tapi mereka cuma perlu bersabar sedikit lagi.

Karena ini sudah waktunya mereka berhenti menangisi Aria.