Chapter 34

Disclaimer : Masashi Kishimoto

WARNING! OOC, Abal, Gaje, Cerita aneh, Typo, entahlah pokoknya abstrak hahahaha


FIVE

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA"

Teriak histeris kelima orang gadis dari dalam kelas 3A yang membuat semua orang yang disekitar sana terheran-heran

"Kau mendapatkan jackpot Forehead" ujar Ino girang

"Aku bahkan tak menyangka dia akan melakukan hal seperti itu" kikik Tenten

"Yeah walaupun harus berakhir di pipi karena ada seseorang yang mengganggu" ledek Temari

"Itu sama sekali bukan masalah Temari, aku senang.. sangat senaaaaaang" Sakura menutupi wajahnya yang memerah dengan kedua telapak tangannya

"Ta-tapi apa Sa-sori belum me-ngatakan apa-apa pada Sakura chan ?" Tanya Hinata

"Maksudmu apa Hinata ?" Tanya Sakura bingung

"Hmm.. pe-pernyataan cinta" ucap Hinata ragu

Seketika mereka semua menjadi diam

"Benar, apa dia tidak mengatakan sesuatu padamu ?" Tanya Tenten

Sakura menggelengkan kepalanya lemah

"Dia hanya meminta maaf soal kejadian kemarin" Sakura menundukkan kepalanya lesu

"Heii jangan bersedih seperti itu, aku yakin 100% bahwa dia menyukaimu, dari ceritamu saja kami sudah bisa menyimpulkannya. Bukan begitu ?" ucap Ino merangkul pundak Sakura

"Benar, aku setuju dengan Ino" sahut Temari

"Mu-mungkin Sakura chan ha-nya per-lu ber-sabar sedikit sa-sampai Sasori me-ngatakan-nya" ucap Hinata mencoba menyemangati

"Kalian memang yang terbaik girls" ucap Sakura haru dan mereka berlima berpelukan.

.

.

Jam Istirahat

"Mereka disana" tunjuk Tenten pada meja makan di sudut kantin

Disana sudah ada Sasuke dkk yang sudah menunggu para gadis. Para gadis pun menghampiri mereka dan duduk saling berhadapan dengan pasangan masing-masing. Apa Sasusaku termasuk pasangan juga ? Entahlah ckckck

Tiba-tiba Sasuke bangkit dari kursinya yang membuat semua orang yang ada disana heran

"Kau mau kemana Teme ?" Tanya Naruto

Namun bukannya menjawab, Sasuke malah pergi meninggalkan kantin begitu saja

"Ada apa dengannya ?" Tanya Neji

"Entahlah, sudah sejak pagi dia seperti itu" sahut Sai

"Apa kau tau sesuatu Sakura ?" tanya Shika

"Entahlah, mungkin dia sedang pms" jawab Sakura asal sambil mengendikan bahunya

Ketika mereka semua sedang sibuk menikmati makanan tiba-tiba ada seseorang menghampiri mereka

"Apa aku boleh bergabung ?" Tanya orang itu dengan membawa nampan berisi sepiring nasi goreng dan air mineral

"Sasori ? ah tentu saja" jawab Sakura girang

"Heh ? kalian sudah berbaikan ? bagaimana bisa secepat itu" celetuk Naruto yang langsung dihadiahi bogem mentah oleh Ino

"Ittai.. apa yang kau lakukan Ino" ujar Naruto cemberut sambil mengusap kepalanya yang tadi di pukul oleh Ino

"Jangan hiraukan dia Sasori, nikmatilah makan siangmu bersama kami" ucap Ino riang

"Terimakasih" sahut Sasori

Akhirnya Sasori duduk dan makan bersama mereka disana dan suasana menjadi hening kembali karena mereka semua sibuk menikmati makan siangnya

"Apa semalam kau dimarahi oleh orangtuamu karena pulang larut malam?" Sasori memecah keheningan

"Ah tidak, mereka tidak ada di rumah, mereka sedang tugas di rumah sakit" jawab Sakura santai

"Syukurlah, aku khawatir dengan hal itu" kekeh Sasori

"Memang kalian habis dari mana ?" celetuk Naruto

"Diam dan habiskan makananmu baka, kenapa kau sangat cerewet sekali" protes Ino sebal

"Huuuh aku kan hanya ingin tau, bahkan Sakura chan dan Sasori tidak protes kenapa malah kau yang protes" Naruto memanyunkan bibirnya

"Sudahlah Ino, tidak apa-apa" sahut Sasori

"Kemarin aku dan Sakura pergi ke Tokyo" lanjut Sasori lagi

"Tokyo ? benarkah ? kalian mengunjungi apa saja selama disana ? " Tanya Naruto antusias

"Hahaha kau bersemangat sekali, kami hanya pergi ke Disney land dan pada malam harinya kami ke menara Tokyo" jawab Sasori

"Wahh pasti menyenangkan, kenapa kau tidak mengajak kami juga Sasori ? Ahh kau pasti ingin berduaan dengan Sakura chan saja ya ?" ledek Naruto

"Ittai.. apa yang kau lakukan Sakura chan" protes Naruto yang baru saja di hadiahi sebuah jitakan oleh Sakura yang dimana wajahnya sudah memerah

"Mungkin bisa dibilang begitu" jawab Sasori salah tingkah, begitu juga dengan Sakura.

"rupanya begitu" gumam Shikamaru

"Kau bicara sesuatu Shika ?" Tanya Temari

"Ahh tidak" jawab Shikamaru

.

.

.

"Kurasa pelajaran hari ini cukup sampai disini, dan untuk Uchiha serta Haruno kalian ikut aku ke ruang guru" perintah Kurenai Sensei mengakhiri pembelajaran

"Kalian duluan saja" ucap Sakura kepada para sahabatnya

"Baiklah" sahut Ino

Kemudian Sakura berjalan keluar kelas menuju ruang guru dan tak jauh di belakangnya ada Sasuke.

"Tolong kalian bawa buku paket bahasa inggris ini ke perpustakaan dan kalian bereskan disana, susun hingga rapi" perintah Kurenai sensei

"Baik sensei" jawab Sakura dan segera mengambil setengah dari tumpukan buku paket bahasa inggris dan setengahnya lagi di bawa oleh Sasuke menuju perpustakaan.

Perjalanan mereka di landa keheningan, hal tersebut membuat Sakura bingung karena tidak biasanya Sasuke bertingkah seperti ini padanya. Kalian pasti tau sudah menjadi hobi Sasuke untuk mengganggu atau sekedar membuat Sakura jengkel tapi tidak dengan hari ini, bahkan sejak pagi mereka sama sekali belum saling bicara. Namun Sakura tidak mau ambil pusing.

Suasana perpustakaan saat itu tidak terlalu ramai, Sasuke dan Sakura langsung menuju meja panjang kosong untuk membereskan buku-buku dan menyusunnya di rak.

"Hei Uchiha bisa kau simpan buku ini di atas sana, aku tidak sampai" ujar Sakura yang sedang kesusahan berjinjit untuk menyimpan buku di rak teratas

Namun Sasuke tak meresponnya

"Uchiha.." panggil Sakura lagi

Dan lagi-lagi Sasuke tak meresponnya, Sasuke sibuk dengan pekerjaannya sendiri dan seolah-olah disana tidak ada siapa-siapa selain dirinya.

"Hei kau tuli atau apa ? aku sedang bicara padamu sialan" omel Sakura kesal

"Uhh kau benar-benar membuatku kesal" lanjut Sakura lagi dan suasana menjadi hening kembali.

Mereka berdua disibukkan oleh pekerjaan masing-masing sampai sebuah suara menghentikan kegiatan mereka

"Sasuke senpai.. Sakura senpai.." panggil seseorang

Sasuke dan Sakura menoleh ke sumber suara dan disana sudah ada Konohamaru serta Moegi

"Kami sejak tadi mencari senpai, rupanya kalian disini" ujar Moegi

"Ada apa kalian mencari kami ?" Tanya Sakura

"Proposal untuk acara ulang tahun sekolah sudah selesai dan ada di meja kerja Sasuke senpai, silahkan senpai lihat dulu barangkali ada yang perlu di revisi" ujar Konohamaru

"Hn" sahut Sasuke ambigu

"Ahh begitu, baiklah setelah ini selesai kami akan ke ruang Osis dan mengeceknya. Kalian pulang saja duluan" ujar Sakura santai

"Terimakasih senpai, kami pamit" ujar Moegi sopan dan pergi meninggalkan perpustakaan bersama Konohamara

Sakura melirik Sasuke yang kembali sibuk menyusun buku dengan wajah stoicnya

"Benar-benar menyebalkan si chicken butt ini" gumam Sakura

Satu jam berlalu akhirnya Sasuke dan Sakura berhasil menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh Kurenai sensei. Mereka berdua keluar dari perpustakaan dan tampak sekolah sudah sangat sepi. Mereka berdua berjalan menuju ruang Osis dalam keheningan, hanya terdengar langkah kaki mereka yang bergema di koridor. Sakura benar-benar di buat frustasi dengan suasana yang seperti ini.

Ketika sampai di ruang Osis, Sasuke segera menuju meja kerjanya. Di atas meja kerja milik Sasuke sudah ada proposal untuk acara memperingati ulang tahun Konoha Senior High School. Bukannya mengecek proposal tapi Sasuke malah mengambil ponsel dari dalam tasnya dan memainkannya, Sakura yang melihat hal tersebut angkat suara

"Bisakah kau mengecek lebih dulu proposal itu eh Uchiha" ujar Sakura sinis

Sasuke diam dan sibuk dengan ponselnya

Sakura masih menahan diri dan segera menyambar proposal yang ada di atas meja kerja milik Sasuke. Matanya menelusuri tiap lembar tulisan yang ada di dalamnya dengan sangat teliti, tidak butuh waktu lama bagi Sakura untuk membacanya

"Sudah cukup baik, hanya saja ada beberapa kata yang kurang tepat" ujar Sakura

"Coba lihat ini, menurutmu bagaimana ?" lanjut Sakura lagi yang meletakan proposal itu di atas meja kerja Sasuke yang dimana Sasuke masih saja sibuk dengan ponselnya

"Uchiha.. aku bicara denganmu" ujar Sakura mencoba menahan emosinya

Sasuke berdiri dari kursinya dan berjalan melewati Sakura begitu saja. Sakura yang menyadari hal itu bergerak dengan cepat mendahului Sasuke menuju pintu keluar ruang Osis dan segera menutup pintu ruangan dengan keras

BRAK

Pintu sudah tertutup rapat dan Sakura memblokir jalan Sasuke. Kini mereka saling berhadapan. Sakura menatap Sasuke dengan penuh amarah dan Sasuke menatap Sakura tetap dengan wajah stoicnya. Tak ada pembicaraan apapun, mereka masing saling tatap.

Sakura berjalan mendekat pada Sasuke dan mendorong tubuh Sasuke sampai menabrak tembok. Sakura menahan tubuh Sasuke dengan tangan sebelah kanannya agar tetap pada posisi punggung Sasuke menempel di tembok dan tak berniat melepaskannya

"Apa maumu brengsek ?" geram Sakura penuh emosi

Sasuke masih diam dan hanya menatap Sakura dingin

"Jawab aku sialan, kenapa kau diam saja sejak tadi hah seolah aku ini tidak ada" teriak Sakura pada Sasuke

"Apa masalahmu denganku ? kupikir hubungan kita akhir-akhir ini baik-baik saja tidak ada masalah apapun" omel Sakura masih dengan nada tinggi

"Jawab Uchiha!" Sakura menarik kerah baju Sasuke

"Kenapa kau mengabaikanku ?" suara Sakura mulai merendah

Tangan Sasuke terangkat dan melepas kedua tangan Sakura yang menarik kerah seragamnya. Wajah Sasuke mendekat ke arah Sakura dan behenti tepat di telinga Sakura lalu berbisik

"Karena aku sangat membencimu Haruno Sakura" ucap Sasuke dingin

Setelah berbisik seperti itu Sasuke berlalu pergi meninggalkan Sakura yang berdiri mematung disana karena pernyataan Sasuke.

.

.

"Pesta dansa ? Kyaaaaaaaaa aku tidak sabaaaaaar" ucap Ino girang

Saat ini Sakura dkk sedang berada di kafe Akatsuki, Sakura mengajak para sahabatnya bertemu karena tiba-tiba moodnya menjadi buruk akibat ulah Sasuke.

"Jadi kita harus memiliki pasangan di pesta itu ?" Tanya Tenten

"Dan kita tidak perlu mencarinya lagi" ujar Temari santai melahap roti melon kesukaanya

"Dan kalian melupakanku" sindir Sakura sebal

"Sa-sakura chan de-ngan Sasori sa-saja" sahut Hinata

"Benar forehead dia pasti akan mengajakmu" ucap Ino semangat

"Tidak Pig tidak semudah itu, dia pasti mengajak Shion" ucap Sakura lesu

"Benar juga, sangainmu berat sekali Sakura" sahut Tenten

"Ba-bagimana ji-ka Sa-sakura chan saja yang me-ngajak Sasori le-bih dulu" ujar Hinata

"Maksud mu aku yang mengajaknya sebagai pasanganku di pesta dansa ?" Tanya sakura

Hinata mengangguk semangat

"Ide bagus" sahut Tenten

"Bukankah.. itu sangat memalukan ? seorang gadis mengajak seorang pria ke pesta dansa sebagai pasangannya ? Oh yang benar saja, kalian sangat gilaaa" Sakura mengacak-ngacak rambutnya frustasi

"Ayolah forehead, aku jamin dia tidak akan menolakmu" goda Ino

"Apa harus kulakukan ?" Tanya Sakura dengan wajah memelas

"Sangat harus Sakura sangat haruuuuus" sahut Tenten gemas

"Akan ku pikirkan" ujar Sakura lemas

"Jangan terlalu lama berpikir, kenapa kau tidak ajak dia sekarang saja" sahut Temari

"Sekarang ? apa maksudmu ?" Tanya Sakura kaget

"Arah jam 2" sahut Temari dimana pandangan mata Temari tertuju pada seorang pria bersurai merah yang sedang duduk di dekat jendela seorang diri

"Sa-sasori ?" gumam Sakura seolah tak percaya bahwa yang di bicarakan ada di depannya saat ini

"Wahh panjang umur sekali dia, jangan-jangan kalian jodoh" kikik Tenten

"Kenapa kau diam saja Forehead, cepat hampiri dia dan ajak dia sebegai pasanganmu di pesta dansa" desak Ino

"Aku takut Pig" ujar Sakura gugup

"Tenang saja, aku yakin dia pasti menerima ajakanmu" sahut Ino lagi

"Uhh lihat-lihat tanganku bergetar" Sakura memperlihatkan kedua tangannya yang bergetar hebat

"Hahaha kau tampak konyol Sakura" ledek Temari

"A-ayo Sakura chan" Hinata menyemangati

"Jangan sia-sia kan kesempatan bodoh" omel Ino

"Ba-baiklah, aku akan kesana" ucap Sakura dan berdiri dari kursinya.

Ketika akan melangkah, Sakura kembali mengurungkan niatnya dan ekspresi wajahnya berubah. Yang membuat keempat sahabatnya heran. Lalu mereka melihat arah pandang Sakura pada meja Sasori

"S-shion" gumam Ino kaget

"Ini buruk" sahut Tenten sambil menggeleng-gelengkan kepalanya

Ternyata Shion baru saja datang dan menghampiri Sasori. Sakura segera berbalik dan kembali duduk di tempatnya

"Kau baik-baik saja ?" Tanya Temari hati-hati

"Apa pertanyaan itu cocok untukku pada saat ini ?" ucap Sakura sebal

"Tidak" jawab Temari merasa bersalah

"Te-nanglah Sakura chan" Hinata mengelus pundak Sakura

Sakura melirik meja dimana Sasori dan Shion berada, mereka tampak sangat asyik dan Sasori tampak sangat bahagia. Dan yang membuat Sakura terkejut dimana Shion menyuapi Sasori, Sakura segera membuang muka.

"Forehead, kau harus beraksi" ucap Ino

"Maksudmu apa Ino ?" Tanya Tenten heran

"Kau harus menyatakan perasaanmu yang sesungguhnya dan memintanya menjadi kekasihmu" ujar Ino

"Heeh ? kau gila" sahut Sakura

"Ya aku memang gila, bahkan kami berempat memang gila dan kegilaan itu kau yang mengajarkannya" dengus Ino

"Aku ? kapan?" Tanya Sakura tak suka

"Sewaktu di atap ketika para idiot itu menyatakan perasaannya pada kami dan kami menolaknya, lalu kau menyuruh kami untuk mengejarnya dan mengatakan yang sebenarnya. Asal kau tau itu adalah hal paling gila yang pernah ku lakukan, ketika meminta seorang pria menjadi kekasihku" ucap Ino mencoba mengenangnya

"Benar, sekarang saatnya bagimu untuk mengejarnya. Kalian harus memperjelas semuanya Sakura dan maksud dari semua perhatian nya selama ini padamu" sahut Temari

Sakura diam dan tampak berpikir

.

.

ACARA PERINGATAN ULANG TAHUN KONOHA SENIOR HIGH SCHOOL KE-63

Ayo datang dan Hadiri acara yang sangat meriah ini, akan ada berbagai macam games serta penampilan dari band-band terbaik di sekolah. Kami akan menampilkan

THE POWER GIRLS

RASENGAN BAND

RAIKIRI BAND

Guest Star : FLOW

Dan acara yang paling dinantikan adalah Pesta Dansa, tunjukkan bakat kalian dalam berdansa dan bawa pasangan kalian di pesta. Ingat kalian hanya boleh membawa pasangan dari siswa/siswi Sekolah ini yaaa ..

Dress Code

Pria : Tuxedo

Wanita : Gaun

Acara akan dilaksanakan pada hari SABTU, 21 JANUARI 2016 pada pukul 7 malam di Aula Konoha Senior High School

MARI SUKSESKAN DAN MERIAHKAN ACARA INI

OSIS

.

"Wah aku benar-benar sudah tidak sabar"

"Aku harus beli gaun sepulang sekolah nanti"

"Aku harus mengajak siapa ?"

"Apa dia mau ku ajak ke pesta ?"

"Aku harus pergi perawatan sampai hari H"

"Aku harus memotong rambutku"

"Aku harus segera mencarinya untuk mengajaknya ke pesta"

Itulah celotehan-celotehan yang terdengar di hampir tiap sudut sekolah, mereka tampak antusias dengan acara ulang tahun sekolah yang ke 63.

.

.

Sasuke baru saja keluar dari ruang guru. Dia berjalan di tengah lorong yang sudah sepi karena sudah sejak 10 menit yang lalu bel masuk berbunyi. Ketika melewati toilet wanita dia mendengar sesuatu dari dalam toilet yang sedikit mengganggu.

"Jadi kau akan menembaknya sepulang sekolah nanti ?" Tanya seorang gadis di dalam sana

"Iya aku akan mengatakannya pada Sasori dan aku sudah mengajaknya bertemu di atap" jawab si gadis

"Ya Tuhan semoga kau beruntung" jawab teman si gadis

Ekspresi wajah Sasuke mengeras dan kembali melanjutkan perjalanannya menuju kelas.

.

.

Tap

"Tenanglah forehead tak perlu gugup begitu" Ino menggenggam tangan Sakura yang sejak tadi bergetar

"Aku benar-benar gugup Pig, apa aku harus mengatakannya hari ini juga ?" ucap Sakura

"Harus Sakura, kau harus bergerak cepat. Jangan sampai Sasori jatuh ke tangan Shion. Oh Astaga aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padamu jika Sasori benar-benar menjadi kekasih Shion" ucap Ino bergidik

"Apa kau sudah menghubunginya ?" Tanya Temari yang sejak tadi sibuk dengan roti melonnya

"Untuk apa ?" Tanya Sakura polos

"Uhuk..jadi kau belum menghubunginya ?" Tenten tersedak minumannya

"Jangan membuatku bingung" ucap Sakura sebal

"Demi Kami Sama kenapa tiba-tiba sahabatku menjadi bodoh begini, apa kepalamu baru saja terbentur sesuatu eh Sakura ? Hari ini kau berencana untuk mengatakan tentang perasaanmu padanya bukan ?" Tanya Tenten

Sakura mengangguk

"Nah apa kau sudah membuat janji dengannya ?" Tanya Tenten lagi

Sakura menggeleng

"Kau harus cepat menghubunginya dan membuat janji dengannya, jika tidak bagaimana caramu bertemu dan mengatakan yang sesungguhnya ? bisa saja sepulang sekolah nanti dia sibuk atau ada urusan" ucap Tenten gemas

"Ahh benar" ujar Sakura menggaruk kepalanya yang tidak gatal

Sakura mengeluarkan ponsel dari saku roknya dan mengetikkan sesuatu

"Lebih baik kau telepon saja" sahut Temari

"Baiklah"

Ketika Sakura akan menekan tombol Call tiba-tiba bel masuk berbunyi

TEEET TEEEET

"Ah sial, aku akan meneleponnya nanti. Kita harus harus cepat karena ada ulangan Orochimaru Sensei" ucap Sakura mengingatkan

"Be-benar ja-ngan sampai telat ki-kita bisa di hukum dan ti-tidak boleh ikut ulangan" ucap Hinata panik

Kelima gadis itu pergi berlari meninggalkan kantin.

.

.

"Haaaaah apa Orcohimaru sensei itu gila ? hampir semua soal yang diberikannya berkaitan dengan ular, dasar si maniak ular itu apa dia ingin menulari hobi anehnya itu pada kita ?" gerutu Naruto sebal

Ulangan Biologi sudah selesai dan saatnya untuk pulang.

"Sasuke kau mau kemana ?" Tanya Sai

"Toilet" jawab Sasuke

Satu persatu para siswa pergi meninggalkan kelas

"Sakura, Ino, Hinata, Temari dan Tenten kalian jangan pulang dulu hari ini tugas piket bagian kalian" Shino mengingatkan

"Astaga aku sangat lupa jika kita piket hari ini" Ino menepuk keningnya

Temari melirik Sakura yang kelihatan khawatir

"Pergi saja, biar kami berempat yang menyelesaikan piket ini" sahut Temari yang melihat raut khawatir Sakura

"Benarkah ? apa tidak apa-apa ?" Tanya Sakura

"Benar Sakura, cepat kau hubungi dan cari Sasori sebelum dia pergi" ujar Tenten

"Baiklah, aku pergi kalau begitu. Doakan aku" Sakura pergi berlari meninggalkan kelas

"SEMOGA BERHASIL" Teriak keempat sahabat Sakura

.

.

"Kau dimana ? kenapa teleponku tidak kau angkat" gumam Sakura

Kini Sakura berlarian di koridor sekolah guna mencari Sasori, Sakura sudah mengecek kelas Sasori dan disana sudah kosong lalu Sakura pergi ke klub sepak bola dan disana pun kosong. Tak berhenti sampai disitu, Sakura terus menelusuri setiap sudut sekolah untuk mencari Sasori. Kantin, perpustakaan bahkan toilet.

"Ayolaah angkat teleponku bodoh" Sakura terus mencoba menghubungi Sasori namun belum ada hasil

"Dia tidak mungkin pulang secepat ini, biasanya dia akan ke klub, mampir ke perpustakaan atau kantin. Tidak biasanya dia langsung menghilang begini" Sakura makin khawatir

"Apa dia benar-benar sudah pulang ?" gumam Sakura lagi

Ketika melewati ruang Osis, Sakura bertemu Sara yang keluar dari ruang Osis

"Ahh Sara" panggil Sakura

"Hai Sakura" sapa Sara ramah

"Kau melihat Sasori ? apa dia sudah pulang ?" Tanya Sakura

"Sasori yah ? belum dia belum pulang, dia ada di atap.."

"Terimakasih"

"Hei Sakura tunggu, aku belum selesai bicara Hei Sakuraaa"

Sakura segera melesat pergi menuju atap

"Apa yang Sasori lakukan di atap" inner Sakura bertanya-tanya

.

Sasuke baru saja keluar dari toilet dan dari arah berlawanan Sasuke melihat Sakura berlari dengan sangat tergesa-gesa bahkan sepertinya Sakura tidak menyadari adanya Sasuke disana dan begitu saja melewati Sasuke. Sasuke tidak mau ambil pusing dan segera melanjutkan perjalanan menuju kelas untuk mengambil tas dan pulang.

Ketika memasuki kelas Sasuke melihat Ino, Temari, Hinata dan Tenten sedang membersihkan kelas. Sasuke segera berjalan ke tempatnya dan mengambil tasnya.

"Heh ? aku baru sadar kenapa kalian hanya berempat, bukankah biasanya berlima. Kemana Sakura chan pergi ?" Tanya Naruto yang baru sadar bahwa Sakura tak ada disana

"Dia sedang mengejar cintanya" sahut Ino

"Aku seriuuuuuuus" ucap Naruto

"Dia sedang mencari Sasori, ah mungkin sekarang mereka sedang bicara" kikik Tenten

"Sasori ? maksudmu Sakura chan akan menyatakan cintanya pada Sasori ?" Tanya Naruto makin penasaran

"Begitulah" sahut Tenten

BRAK

Sasuke melempar tasnya ke sembarang tempat dan melesat pergi keluar kelas

"Ada apa dengan Teme ?" Tanya Naruto bingung

"Entahlah, setelah mendengar cerita kalian barusan tiba-tiba saja dia melempar tas dan pergi" sahut Sai yang sibuk dengan buku sketsanya

"Sepertinya terjadi sesuatu" bisik Neji pada Shika

"Semoga dia bisa mengatasinya" gumam Shikamaru yang hanya bisa didengar Neji dan kemudian menatap langit melalui jendela kelas

.

.

"Semoga masih sempat" gumam Sasuke

Sasuke berlari menaiki tangga dengan terburu-buru

.

.

"Aku sangat senang, terimakasih banyak" ucap si gadis

"Aku pun begitu" jawab si pria

Sepasang muda mudi ini baru saja turun dari atap, mereka berjalan di lorong lantai 4 untuk turun. Mereka bergandengan tangan, sangat erat. Mereka tampak bahagia.

Dan di depan tangga ada seorang Haruno Sakura yang menyaksikan hal tersebut. Membuat pasangan muda mudi itu cukup terkejut

"H-hai Sakura" sapa si gadis canggung

Namun Sakura tak menghiraukannya

"Sasori, aku perlu bicara denganmu" ucap Sakura berusaha menormalkan suaranya

"Shion, kau tunggu aku di parkiran." Ucap Sasori pada Shion sambil mengelus rambut Shion lembut

"Baiklah, Sakura aku duluan" ucap Shion dan pergi meninggalkan Sasori serta Sakura di lorong lantai 4 yang sepi itu dimana Cahaya matahari senja keemasan menyinari lorong tersebut.

Mereka berdua terpaut jarak 1 meter. Suasana mendadak canggung

"A-aku menghubungimu berkali-kali" Sakura angkat suara dengan wajah tertunduk

"Maaf ponselku tertinggal di mobil" jawab Sasori

"Begitu.." gumam Sakura

"Sasori.. aku.."

"Cukup!" potong Sasori

Sakura mendongakan wajahnya menatap Sasori

"Mulai saat ini, kita harus jaga jarak. Aku sudah menjalin hubungan dengan Shion dan aku tidak ingin melukainya. Jadi ku pikir kau bisa mengerti situasinya saat ini" ucap Sasori

"Dan semua hal yang pernah kita lalui bersama.. jangan kau anggap serius, itu..hanya ungkapan sayang sebagai seorang teman, tidak lebih." Lanjut Sasori tanpa menatap Sakura

"Maaf aku harus pergi, karena Shion menungguku" Sasori pergi meninggalkan Sakura seorang diri di lorong lantai 4

Tes

Tes

Air mata Sakura berjatuhan di lantai. Sakura sudah tidak bisa membendung kesedihannya terbukti dari air matanya yang terus mengalir tanpa henti. Sakura menundukkan wajahnya, dia menangis terisak

Tap

Tap

Tap

Tap

Seseorang berdiri di depan Sakura

GREP

Orang itu membawa Sakura dalam dekapannya

"Dasar bodoh" gumam orang itu

"Hiks hiks kenapa ? hiks bahkan aku belum mengatakan apapun padanya hiks" tangisan Sakura semakin pecah dan mengeratkan pelukannya pada orang yang tengah memeluknya saat ini

"Kenapa Uchiha ? hiks kenapa dia melakukan itu padaku ?" racau Sakura lagi

Tangan Sasuke terangkat mengelus kepala Sakura

"Hanya pria bodoh yang berani menolakmu Haruno" gumam Sasuke pelan yang hanya bisa di dengar oleh dirinya dan Kami Sama

Dari kejauahan keempat pasangan muda mudi hanya menyaksikan kejadian di depannya dengan hati miris terlebih para gadis.

.

.


TBC

Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom review .

Arigatou ~