Balas Review! :D
BlueAhoge: Kagak sibuk juga, sih! Tapi hanya buntu ide aja! *plak!* Baiklah, terima kasih Review-nya! :D
Honey Sho: Lebih baik kau cari aja 'Meeting of The Nordic' biar ngerti dikit! ^^"a Well, Thanks for Review! :D
Happy Reading! :D
Chapter 34: The New 'Special' Teacher and Ryder's Love Edition
Pagi hari yang cerah di NNG saat sang Gunner sedang menghampiri sang mantan Viking merangkap ketua guru yang sedang mengerjakan tugasnya.
"Mathias, katanya ada tiga guru baru dan mereka cewek semua! Bener kagak, sih?" tanya Lance kepada Mathias.
"Ja, tapi yang datang baru dua! Yang satunya bakalan menyusul besok!" jawab Mathias yang sibuk mengoreksi tugasnya yang berjibun.
"Siapa?" tanya Lance lagi.
"Nanti kau juga akan tau!" balas pria jabrik itu datar.
"Okaaaaay!" Pemuda berambut merah itu pun langsung pergi.
Mathias yang melihat kepergian Lance hanya bisa menghela nafas.
"Sebenarnya aku tidak mau memberitahumu, tapi kalau kau sampai bertemu dia..."
Setengah jam kemudian...
Para guru sedang berkumpul di ruang guru karena mereka akan melihat seperti apa guru baru itu.
"Kira-kira kayak gimana, ya?" tanya Aisha kepada Natalie.
"Entahlah, kita liat aja!" jawab Natalie seadanya.
Bisik-bisik para guru masih terus berlangsung sampai...
"Ehem!"
Terdengar suara deheman yang ternyata berasal dari sang ketua guru di depan pintu ruang guru.
"Aku tau kalian penasaran, tapi bisa kagak ngerumpinya entar aja?" tanya Mathias tegas.
Mereka semua pun menurut dan suasana pun langsung hening seketika.
"Oke, deh! Nah, silakah masuk!" perintah pria jabrik itu menyuruh sang guru baru masuk.
Kemudian, masuklah seorang gadis dengan rambut pirang berkonde (benar kagak, sih?) dan mata biru yang menatap dingin sekitarnya.
"Aku Anna Testarosa, panggil saja Rose. Tolong bantuannya!" ujar gadis itu datar.
Bisik-bisik para guru pun kembali terdengar seperti:
"Kok wajahnya mirip Chung, ya?" (Rena)
"Lebih unyuan Chung daripada dia! Tatapannya sinis banget!" (Aisha)
"Setuju banget dengan Aisha-san!" (Ieyasu)
"Entah kenapa, dia itu campuran antara Raven, Eve, Emil, sama Lukas!" (Add)
"Ngaco lu, Add!" (Lukas)
"Wah! Kayaknya dia bisa temenan sama Rena, nih!" (Lu)
"Lu-sama, Rena itu rambutnya hijau, bukan pirang!" (Ciel)
"Style bajunya mirip sama Ara, deh!" (Elesis)
"11-12 mirip!" (Emil)
"Namanya keren juga! Lu kagak cemburu, Na?" (Natalie)
"Siapa yang cemburu, Natz? Gue kan selalu ikhlas dan apa adanya!" (Anna)
"Apa adanya dari Kanada?" (Matt)
"Apa dia bisa jadi teman kita?" (Ara)
"Semoga saja!" (Lance)
"Lance, perkatanmu tadi terdengar meragukan bagiku!" (Gerrard)
"Tatapannya dingin banget, sih! Ven, apa jangan-jangan dia anak lu?" (Elsword)
"Enak aja lu, Els! Gue kan belum nikah, tau!" (Raven)
"BISAKAH KALIAN KAGAK RIBUT SENDIRI?!" teriak Mathias kesal sambil menggebrak meja terdekat.
BUK! KRAAAAAAK!
"Eh?" Mathias langsung cengo saat mendapati meja yang digebraknya hancur terbelah dua.
"Meja gue..." gumam Ciel sambil pundung di pojokan dengan ngenesnya.
Rupanya meja yang digebrak Mathias adalah mejanya Ciel dan mereka semua (kecuali Mathias, Ciel, dan Rose) pun hanya bisa sweatdrop berjamaah melihatnya.
Mungkinkah karena kekuatan Viking Mathias, atau malah derita jomblonya Ciel? *di-Triple Shot Ciel.*
"Sudah, sudah! Masih ada satu lagi ini!" seru Gerrard kagak sabaran.
"Lho? Bukannya tiga, ya?" tanya Ieyasu bingung.
"Katanya salah satu dari mereka bakalan datang besok!" balas Mathias datar.
"Kira-kira yang satu lagi siapa, ya?" tanya Andre penasaran.
Mendengar itu, Matt hanya bisa menghela nafas.
-Flashback-
Lima menit sebelum Lance ngobrol dengan Mathias, Matt menghampiri sang ketua guru.
"Mathias, bisa bicara sebentar?" tanya Matt.
"Untuk apa?" Mathias mengangkat alisnya dengan bingung.
"Ini soal guru baru itu! Apa kita bisa bicara empat mata saja?" Matt memasang tampang serius.
"Ikut aku!" Mathias pun berdiri dan pergi ke ruangannya diikuti Matt.
"Mereka berdua ngapain, sih?" tanya Andre.
"Paling ngomongin sesuatu yang penting, tapi bukan buat 'begituan'!" jawab Gerrard sambil melirik Emil yang sering mengikuti (baca: dipaksa) Lance untuk 'mencari kesempatan dalam kesempitan'.
"Apa?" tanya Emil yang merasa diperhatikan sambil memakan licorice-nya. "Dia yang memaksaku, tau!"
Sementara itu...
"Jadi, kau mau bicara apa?" tanya Mathias.
"Well, aku takut Lance mendengar ini, tapi kau harus tau kalau..." Matt menggantungkan kalimatnya dengan helaan nafas. "Saudara sepupunya adalah salah satu guru baru itu!"
Webek, webek...
"Se-serius?" tanya Mathias cengo.
Matt mengangguk dan menjelaskan, "Mereka jarang bertemu (entah terakhir kali kapan aku lupa), tapi Lance sering menjauhi sepupunya karena suatu alasan! Begini, aku kenal dia lebih dari yang kau tau, jadi aku hanya tidak mau hal yang tak diinginkan terjadi padanya! Apalagi kalau mereka bertemu, bisa-bisa malah runyam!"
"Kau paham kan sekarang?" tanya Matt lirih.
Mathias mengangguk kecil dan segera keluar ruangan sambil menggumam, "Aku tak menduga kalau dia..."
-Flashback End-
Muncullah seorang gadis berkacamata dengan rambut merah dan iris jingga memasuki ruang guru.
"Hello, my name is Ancle Stoppersky! Nice to meet you, everyone!" sapa gadis itu ramah dengan menggunakan English.
Sontak, seluruh guru langsung menengok ke arah Lance yang sejak tadi gemetaran di tempatnya dengan tatapan bingung (kecuali Matt, Natalie, Anna, dan Mathias yang udah tau).
"Se-sepupu... Ka-kau ngapain... Di sini?" tanya pemuda berambut merah itu gemetaran.
"Sepupu?" tanya para guru lainnya (min Matt, Natalie, Anna, Mathias, dan Rose) bingung.
Beberapa menit kemudian...
"Oh, souka!" gumam Ieyasu setelah mendengar penjelasan Matt (yang mewakili sahabatnya untuk menceritakan yang sebenarnya).
"Maaf aku tidak memberitahumu sebelumnya, sepupu!" kata Ancle yang agak tidak enak hati.
"No prob!" balas pemuda berambut merah itu lirih sambil tersenyum kecil.
Siang harinya...
"Ryder, kabar pacar lu gimana?"
Sebuah pertanyaan dari Chung pun sukses membuat Ryder menyemburkan minumannya.
Yah, saat ini mereka berdua sedang berada di Kantin NNG setelah jam pulang sekolah.
Maklum, tempat itu memang tempat tongkrongan paling elit kedua (setelah ruang guru) bagi para guru cowok untuk melepas penat setelah ngajarin para murid nista mereka seharian.
"Hah? Pacar? Punya aja belum!" balas Ryder watados.
"Masa? Hampir semua guru di sini udah punya pacar, lho! Kali aja lu udah punya!" bantah Chung sambil menaikkan alisnya dengan genit.
"Ish, jijik ah! Males ngomong sama lu!" Ryder berniat pergi ke tempat lain saat Chung menarik tangannya.
"Eh, dengerin gue dulu!" cegat Chung. "Kita semua kagak mau ada guru yang jomblo selain Ciel di sini!"
"Jadi lu mau nyumpahin gue jomblo selamanya, hah?! Begitu maksud lu, PikaChung?!" bentak Ciel dari sudut Kantin.
"Ya kagaklah, mas! Jangan sewot begitu, deh!" balas Chung risih. "Lagian, lu mau jadi maho kayak Lance yang pacaran sama Emil?"
"OGAH!" pekik Ciel kagak terima.
"Lho? Bukannya Yasu juga jomblo, ya?" tanya Ryder bingung.
"Gue denger itu, Ryder-san! Gue udah punya gebetan, tau!" sahut Ieyasu dari kejauhan.
"Dia tidak dihitung karena alasan itu!" ujar Chung datar.
Entah kenapa, Ryder teringat sesuatu saat sepupunya mengundang teman-temannya belajar bersama di rumahnya.
-Flashback-
"Oy, Ryder!" panggil Luthfi.
"Kenapa?" tanya Ryder tanpa menoleh sama sekali karena sedang memperhatikan Skye dan Zuma bermain 'Pup Pup Boogie'.
"Tipe pacar lu kayak gimana, sih?"
"Hah? Kau bilang apa tadi?" balas Ryder bingung sambil menoleh ke arah Luthfi.
"Tipe pacar lu kayak gimana?" Luthfi mengulangi pertanyaannya dengan sedikit gondok.
"Oooh, itu? Kalau aku sih suka yang berambut pirang, baik, dan juga penyayang binatang!" jawab Ryder.
"Kayak Fiorel?"
Idham dan Luthias yang mendengar perkataan Luthfi barusan langsung menyemburkan minuman masing-masing.
"Iya, tapi yang lebih mandiri dan tidak terlalu manja!" balas Ryder sambil kembali memperhatikan permainan 'Pup Pup Boogie' Zuma dan Skye.
TIIIIIIIN! GUBRAK!
Ryder yang mendengar suara barusan langsung berlari keluar diikuti Luthfi, Luthias, Idham, Zuma, dan Skye.
Ketika sampai di TKP (baca: di depan mobil Marshall), mereka mendapati Giro yang menimpa Chase dan Rocky beserta Rydina, Garu, Fiorel, Rubble, dan Marshall yang sweatdrop.
"Tadi ada apaan, sih?" tanya Idham bingung.
"Ini, si Giro kagak sengaja mencet klakson mobilnya Marshall! Terus karena kaget, dia langsung lompat keluar dan menimpa Chase dan Rocky!" jelas Rydina datar sambil menuju ketiga makhluk bertumpuk (?) tersebut.
Sontak, mereka yang mendengarnya langsung sweatdrop berjamaah.
-Flashback End-
"...der, Ryder!"
Anak berambut coklat spiky itu langsung tersentak dan menengok ke sebelah yang rupanya, sumber suara itu berasal dari Elsword.
"Kenapa?" tanya Ryder sambil minum.
"Lu melamun mulu, dah! Mikirin apaan, sih?" Elsword nanya balik.
"Mikirin pacar, kali!" celetuk Chung yang sukses membuat Ryder menyemburkan lagi minumannya.
"Oh, jadi guru kecil kita ini udah punya pacar, hem?" tanya Elsword sambil manggut-manggut.
"Tu-tunggu dulu, ini tak seperti-"
"MINNA! MINTA PP DARI RYDER, YUK!" teriak Elsword memotong bantahan Ryder.
'Kampret!' umpat anak itu dalam hati karena kesal perkataannya dipotong seenak pantatnya oleh Elsword.
"Cieeeee~ Minta PP-nya, dong!" seru para guru cowok lainnya yang muncul tiba-tiba.
"Setidaknya tanggung jawab dulu sama muka gue!"
Ryder langsung merinding begitu mendapati sesosok pria jabrik dengan wajah basah kuyup mengeluarkan dark aura tepat di depannya dan yang lainnya pun langsung menelan ludah masing-masing.
Ryder tidak tau kalau dia menyemburkan minumannya tadi tepat di wajah sang ketua guru.
Mari kita berdoa untuk keselamatan Ryder!
Tapi bukan berarti Chapter ini selesai, deng! Masih ada lanjutannya, kok!
Setengah jam kemudian...
"Jadi kalian ngomongin status cinta Ryder, begitu?" tanya Mathias sambil melipat kedua tangannya setelah mendengar penjelasan yang bersangkutan.
"Kalau boleh jujur, mungkin dia udah punya pacar!" celetuk Mathias sambil meminum birnya.
PRANG!
Kokoro Ryder pun langsung pecah berkeping-keping setelah mendengar celetukan sang Danish barusan.
Bukannya belain, malah ikut-ikutan berargumen tentang pacar Ryder yang belum tentu benar!
Haduuuh!
'Sialan nih Chung, udah runyam deh jadinya!' batin Ryder emosi yang tiba-tiba kepikiran sesuatu. 'Oh, mending gue balas dendam aja dengan media si 'dia'! Fufufu~'
Oke, evil Ryder mode on dan semoga Chung diterima di sisi-Nya! *DIA BELUM MATI, TAU!*
"Oh iya, Chung! Kalau gue boleh tau, katanya Rose itu anak lu sama Ara, ya?" tanya Ryder watados.
BRUUUUUSH!
Para guru cowok (min Ryder) yang lagi minum pun langsung menyemburkan minuman mereka setelah mendengar pertanyaan barusan.
"Bujug, dah! Teori dari mana, tuh?!" tanya Chung sewot sambil mengelap mulutnya.
"Anjir, teori macam apa itu?! Siapa yang bilang kalau Chung dan Ara udah punya anak?!" sembur Add emosi.
"Rahasia, keles!" balas Ryder sambil memeletkan lidah dan langsung kabur dikejar-kejar Chung dan Add.
"Masa sih Rose itu anaknya Chung dan Ara?" tanya Raven yang sweatdrop karena ketika dia menanyakan itu kepada yang lainnya, rupanya mereka sibuk sendiri.
Lukas baca buku sihir, Emil ngobrol sama Puffin-nya, Lance ngelap Gunblade-nya, Mathias dan Andre berantem lagi untuk yang kesekian kalinya, Elsword malah nyorakin mereka berdua, Gerrard dan Ieyasu berusaha melerai kedua makhluk itu, Matt tidur, dan Ciel makan kue.
Keesokan harinya...
Ketujuh murid nista NNG kita sekarang sedang berada di perpustakaan untuk membicarakan sesuatu sambil menunggu Ryder datang.
"Gue yakin Ryder-pyon pasti jomblo!"
"Semeneketek lu, Giro! Sepupu gue kagak jomblo, tau! Dia udah punya pacar!"
"Masa sih, Rydina? Padahal dia 5 tahun lebih muda dari kita, lho!"
"Hah?! Lu bilang apa, Idham?! 5 tahun lebih muda?! Kok bisa jadi guru, sih?! Gimana ceritanya, tuh?!"
"Tanyalah Pak Kambing, Taichou! Wong dia suka seenak pantatnya!"
"Hoy, Dham! Jangan bawa nama kakakku juga, dong!"
"Cie, yang kagak mau abangnya dibilang 'Kambing'!"
"Sialan lu, Luthfi!"
"Hush! Jaga omonganmu, Luthias!"
"Garu, biarin aja! Greeny memang begitu!"
"Fiorel-pyon, aku heran! Sebenarnya kau itu polos atau bego, sih?"
"Jangan ngeledek Faeroe-chan!"
"Siapa yang ngeledek, orang cuma nanya juga!"
"Ish, Luthias baper!"
"APA KAU BILANG, RYDINA?!"
"Udah selesai ngerumpinya?"
Dan ketujuh makhluk sarap itu pun langsung duduk manis di tempat masing-masing begitu mendapati sang anak berambut coklat itu ternyata udah berada di depan pintu.
Di suatu tempat...
"Kapan aku bisa bertemu dengan 'dia'?" tanya seorang gadis berambut pirang dengan baju pink.
"Besok siang, setelah kau masuk NNG!" balas sesosok pemuda.
To Be Continue...
Rose itu character terbaru di Elsword Korea yang (katanya) kolaborasi dengan game MMO 'Dugeon Fighter Online' dan yang kubaca di sebuah Fanpage, katanya dia itu perpaduan antara Chung dan Ara! Rambut, mata, dan kemampuan menembaknya mirip Chung (walaupun beda senjata), tapi bajunya rada mirip Ara! Kalau salah juga harap dimaklumi aja! ^^V
Ancle (dibaca ansli) itu OC baruku dan mungkin akan aku tampilkan gambarnya di FB. ^^V
Siapakah yang akan muncul di Chapter depan nanti? Ada yang bisa nebak? :)
Review! :D
