Standar Disclaimer Applied

.

.

Short Ficlet SasuSaku Family © Tsurugi De Lelouch

Bab XXXVIII : Membantah

.

.

Sasuke Uchiha & Sakura Haruno

[Sei, Shieri & Shiera Uchiha]

.

.

*Enjoying Reading and Reviewing*

Y*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*Y

.

.

-38-


Kita dilahirkan dan hidup di dunia ini, terkadang menjadi kebahagiaan orang tua kita—karena telah menghadirkan kita. Senyum dan tawa bahagia menguar dari raut wajah mereka, mereka berdua bersyukur memiliki kita dan berharap kita menjadi panutan dan penerus melebihi keduanya. Terkadang ada yang tidak mengharapkan seorang anak, padahal dia hadir karena orang tuanya. Alasannya cukup simple, karena malu atau terlalu mudah menjadi orang tua. Tapi itulah resiko—dan orang tua harus menerimanya dengan suka cita. Seorang anak baru lahir adalah anugerah dan anak itu harus bersyukur sudah terawat dengan baik.

Begitu juga dengan keluarga kecil Uchiha yang sudah dibangun tiga belas tahun lebih—tampak keceriaan pada anggota keluarganya masing-masing. Berkat tersisa-nya satu keturunan Uchiha murni yang berhasil membangkitkan klan-nya dengan menikah salah satu Medic-nin Konoha. alhasil sudah tiga anak—dan kebetulan diberi satu rezeki, sang istri mengandung anak ke-empat. Sifat ketiga anaknya pun beragam, ada yang mirip dengan Ayahnya—dan ada persis dengan Ibunya. Namun kedua anaknya menuruti sifat dominan sang Ayah, memang darah Uchiha mengalir kuat di urat nadi ketiga anak masing-masing.

Apalagi kejeniusan ketiganya—terlebih lagi anak pertama sudah melebihi ekspetasi orang tuanya. dia sudah menjadi Chunnin, tunggu beberapa tahun lagi dia menjadi Jounin. Memang tidak salah didikan agak keras sang kepala keluarga membuat Sei Uchiha menjadi anak yang tidak manja—namun terkadang kelewat sedikit iri dengan teman-temannya—yang mendapatkan apa yang mereka mau. Namun, selalu Ayah-nya berkata… "Dari kecil kau yang paling dimanja. Sekarang kau punya adik dan sudah besar—jadi bersikaplah bukan anak kecil lagi"

Sei kadangan tidak suka dengan perkataan itu, lagipula apa salahnya dia meminta sesuatu. Dia iri dengan teman-temannya seperjuangan misi—kecuali Kei dan Rei yang terpisah di tim delapan. Hanya dia saja yang berada di tim tujuh bersama dua temannya—bernama Mei dan Shito. Mereka berdua sangat berisik membicarakan hal-hal yang tidak berguna, terlebih lagi dia membanggakan orang tuanya memberikan ini-itu. dia iri. Iri sekali.

Sekarang memang dia sedang tidak ada misi, terlebih lagi dia mendapatkan komisi dari misi-misi yang ia selesaikan. Maka, orang tuanya tidak seperhatian dulu memberikan sesuatu seperti kedua adik kembarnya. Dia rindu dengan suasana dimana hanya dia dan orang tua. Dirinya selalu dimanja dan hanya dia yang menjadi pusatnya, sekarang tidak. Resiko menjadi kakak. Itulah yang dialaminya.

"T-tou-san…"

Akan tetapi, sang Ayah lebih memilih meladeni kedua adik kembarnya. Dia pun memindahkan atensinya pada sang Ibu. "Kaa-san…" . Sama saja, Ibu-nya sibuk dengan acara memasaknya untuk makan malam. Sekarang dia merasa teracuhkan disini, huh menyebalkan.

Sebernanya dia menginginkan sesuatu, namun diurungkannya dan dia bangkit dari kursi—hingga suara deritan kursi mengalihkan atensi sang Ayah kepada Sei. Namun, Sei tidak menggubris panggilan sang Ayah—malah melengos pergi dengan kekesalannya yang berada di ubun-ubun anak sulung Uchiha ini.

"Sei, ada apa?"

Mata sekelam persis seperti Ayahnya menoleh dan menyipit. "Apa peduli kalian denganku?" ujar Sei.

"Sei !" ucap Sasuke dengan suara dibuat setenang mungkin.

"Bahkan kalian tidak mendengarkan panggilanku, aku tidak dianggap," seru Sei memulai memancing emosi sang Ayah.

Sakura langsung mematikan kompor dan berusaha menengahi pembicaraan suami dan anak sulungnya. "Ada apa ini?" tanya Sakura mulai mendekati Sei.

"Bisakah kalian melihat aku sekarang? Oke, aku memang sudah berpenghasilan dari misi, tapi aku masih butuh kasih sayang dari kalian. Tapi kenapa—"

"Kasih sayang kau sudah cukup, Sei…" tutur Sasuke.

Rasa sakit hati kini dialami Sei, dirinya tidak percaya kalau Ayahnya mengatakan seperti itu. Bahkan pernah, si kembar mengalami cidera parah. Namun, dia tidak mengetahui dan orang tuanya hanya memberitahu pada Kakek dan Neneknya—bukan pada dirinya. Anak kandung mereka sendiri. Kata Neneknya, orang tuanya tidak ingin membuatnya khawatir. Tch, dia tidak dianggap.

"—sudah cukup. Sudah cukup bagaimana, Tou-san ? aku masih tiga belasan tahun. Belum tujuh belasan tahun. Jadi aku masih butuh," ucap Sei tak mau kalah dengan sang Ayah.

Sasuke mulai menggertakan giginya melihat sikap anak sulungnya—mulai pembangkang. "… kau sudah besar, Sei. Ingat posisimu—"

"—posisiku anak, Tou-san. jadi aku—"

"Beraninya kau memotong ucapan Ayahmu, Sei?" bentak Sasuke.

Sei tidak takut bahkan dia membalas tatapan mata sang Ayah sudah menampilkan warna merah—sharingan—dan dengan tenangnya anak sulungnya mengeluarkannya juga.

"Hentikan kalian berdua…" ucap Sakura.

"—aku berhak, Tou-san. sudah tiga hari aku diacuhkan oleh kalian berdua! aku sudah berusaha menjadi yang terbaik kenapa kalian—berdua tidak memandangiku lagi?" cecar Sei mengeluarkan unek-uneknya selama ini.

"Kami bangga padamu, Sei," seru Sakura berusaha menenangkan emosi anak sulungnya.

"Tch, kalau kalian bangga. Kenapa tidak mengucapkan apapun kemarin saat pengangkatanku sebagai ketua dari misi tingkat sulit?!"

"…Kau laki-laki. Tidak perlu berlebihan, nantinya kau manja dan bukan Uchiha sejati!" desis Sasuke.

Wanita musim semi menghela napasnya pendek dan mengusap punggung suaminya. "Jangan kau samakan dengan masa lalumu," ucapnya berbisik pelan yang hanya didengar oleh—Sasuke sendiri.

"Aku tidak berlebihan, Tou-san. Aku hanya butuh ucapan selamat dari kalian. Susahnya apa hah?" bentak Sei.

"Apa harus setiap kali kau berhasil mendapatkan misi seperti itu—harus dipuji?" kecam Sasuke meninggikan suaranya.

"Aku butuh!" ucap Sei.

Plaak…

Alhasil Sasuke Uchiha langsung melayangkan tamparan keras pada Sei, dan nyaris Anak sulung itu terjungkal—dan beruntung ketahanan tubuhnya membuat dia stabil seketika. Mata teduh Sakura membulat kaget bahkan si kembar tidak mempercayai kalau Ayah mereka sekasar itu, si kembar pun mundur dan bersembunyi di kaki Ibunya.

"Beraninya kau… membentak Ayahmu, Sei? Kau pikir siapa yang mengurusmu selama ini hah?!" geram Sasuke mulai mengangkat tangannya. "… Kau tidak pandai bersyukur. Dasar anak ma—" sedikit lagi tangan Sasuke mengenai wajah Sei sampai—

Greep..

Sakura berhasil menahan tangan suaminya, otomatis nyaris—wanita musim semi itu menjadi amukan emosi dari Sasuke kalau saja—Sakura kembali mengusap punggung suaminya dengan lembut.

"Cukup… Sasuke-kun. Tidak baik menggunakan kekerasan pada anak berlebihan," tegur Sakura menenangkan emosi suaminya perlahan-lahan.

Kemudian tangan Sakura yang menganggur mengusap wajah Sei yang baru kena—tamparan Sasuke. Dengan kasih sayang sang Ibu, Sei menon-aktifkan mata andalan klan Uchiha dan menatap dengan iris kelamnya. "Maafkan Ayah ya, Sei. Ibu tahu kau kesal. Sebaiknya kita bicarakan baik-baik, oke. Agar masalah ini selesai."

"—terlebih dulu, Sei. Minta maaf dengan Ayahmu, karena dia orang tuamu dan tidak baik membentak orang tua hm?" lanjut Sakura membujuk Sei untuk meminta maaf pada Sasuke—Ayahnya.

Lalu mereka berdua pun saling meminta maaf dengan Sei mengulurkan tangannya duluan. "Gomen ne, Tou-san…" lirih Sei pelan.

"Hn, maafkan Ayah. Ayah sudah mengacuhkanmu, tapi ingat jangan berlebihan. Ayah takut kau—menjadi anak manja," jawab Sasuke dengan menepuk bahu Sei sekilas. "Hn, memangnya kau mau apa, Sei?"

Sei menggaruk kepalanya. "Mainan Shogi, Tou-san. Yang lama sudah rusak," serunya.

Sasuke membentuk senyuman tipis. "Hn, kebetulan malam ini Ayah keluar. Kau mau ikut?" ajaknya.

"Memangnya kemana?" tanya Sei.

"Tentu membeli mainan Shogi-mu, Sei…, sekaligus membeli titipan Ibumu,"ucap Sasuke.

Mau tak mau, Sei tersenyum bahagia. "Terima kasih, Tou-san."

"Hn, sama-sama…"

.

.

.

.

.

Sebagai anak, kita tidak boleh membentak atau memotong perkataan orang tua. Karena mereka yang merawat kita selama ini sampai—kita masih diberi kesehatan sampai sekarang.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

*Owari*


Tsurugi Notes (Wulanz Aihara)

Waah, maafkan aku telah menelantarkan fic ini. Udah berapa bulan ya? Heh. Hm, nggak terasa sudah setahun karya ini dan bertepatan dengannya tanggal hari ini. Horeee—tiuup lilinnya #woy. Terima kasih sudah setia membaca karyaku satu ini dan mungkin masih memiliki kekurangan sana-sini. dan kemungkinan ku akan jarang tidak mengupdate karena kesibukan PPL,lalu doakan saya semoga di ACC judulnya, amiin…

Doakan saya dalam pengerjaan skripsi ya ^^

Terimakasih yang sudah mereview, meng-follow dan meng-favoritekan karyaku ini.

Thanks to Reviewer Bab I sampai Bab XXXVII

Trancy Anafeloz ,FairyLucyka, Cha KriMoFe Doujinshi, Fishy ELF, Kuromi no Sora, iez ashiya, Asakura Ayaka, rura seta, Guest, Aika Yuki-chan ,skyesphantom, Guest, rkarina97, ,poetry-fuwa, Arisa saki, fuchaoife, Lucifionne, Hira-kun, Iez Ashiya, Guest, akasuna no ei-chan, Deshe Lusi, kikihanni, Ayano Futabatei , StrawberryBlossom, Kirito, Asuna FC, uchihana rin, Uchiha Shige, Karasu Uchiha, Sunny Iruzer February,Voila Sophie, Momo Haruyuki, Iez ashiya, Baka Iya SS, mari-chan.41, Karin Shawol, SakuraChiha93 ,gaara's official gf , akasuna no ei-chan , uchihana rin, uchizuki RirinIin, Uchiha Hana Richan,crystallized cherry, ca kun, Air Mata Bebek, Sakakibara mei, Uchiha Shige, Momo Haruyuki, Haru-kun Uchiha, Sami haruchi, uchi, Yoruichi Shihouin Kuchiki, Sami haruchi 2, FuRaHeart, Jian Jiun, Momo Haruyuki, Mikka,crystallized cherry, Kim Na Na Princess Aegyo, nadja violin, Hinagiku-chan 'cumasatu1nya, Arlene Shiranui,blossom fesasusaku, Charachain, Smile Up Sunny - S.B.F. Mo ga login, Poetrie-chan ga' login, Arakafsya Uchiha, Genji Naru, Brown cinnamon, Uchi Megumi, Haru-kun Uchiha, hachikodesuka, eonniisoo, dee-chaan, Ndah-savers, Akuro Hayami, Roraitori, vannychan, Summer, Brown Cinnamon, Sparyeulhye, Morena L, Queennara, Novi Shawol'Elf, Putri Hassbrina.Chichoru Octobaa, Aria Desu, Hanna Aiko, PL Therito, I, Momo kuro, Summer, chess sy, guest, deshitiachan, hachikodesuka, Aria Desu, Peach Saphire, Mochi, sora azura, D.M Nela Chan, Raditiya, SasuSakuSasoGaa, dee-chaan, allihyun, chii no pinkycherry, blossom fesasusaku, Tasya, International Playgirl, AgthaRitha, , Ukida Haruka, MuFylin, Neko Darkblue, Chichoru Octobaa, Mari Chappy Chan,Rie Saka, Hikari 'HongRhii, Guest(3x), Tiya-chan, pha chan, Uchiha maiia, chii no pinkycherry, Ukida Haruka, sonedinda, UchiHarunoKid, bluepinkgirl, uchiharuno susi, Neko Darkblue, emerallized onyxta, , Mari Chappy Chan, uchiharuno susi, UchiNami Selvie, sora azura, Kadiona, sonedinda, Queennara, pha chan, Ifaharra sasusaku, uchihamadana, Brown Cinnamon, Kyr Neji, cherryemo, nana, uchiha kagami, HardannieD, Yumi Murakami, UchiHaruno, Ifaharra sasusaku, , Uchiha Shesura-chan, Guest, Kumiko michishige, Ruki Daisuke, sasusaku fans, Saku-chan NaruFhia, R Z, uchiha kagami, nana, Yumi Murakami, UchiHaruno. Kihara, akbar123, Zecka S. B. Fujioka, Dhezthy UchihAruno, Yumi Murakami, Guest, Saku-chan NaruFhia, jessica-chan,Hikari Ciel,Ellysia,

*Semoga tidak bosan membaca karyaku*

Palembang, 19 Oktober 2013

Tsurugi De Lelouch