.

Bleach © Tite Kubo

Bleach Fanfic Story – Dragon Ice and Wolf of Black Snow

Bount Arc

-I do not own Bleach-

Don't Like, Don't Read

Warning : TYPO, OOC, OC, AU, Etc


- Chapter 37 -

Di divisi satu...

Terlihat hampir semua kapten berada disana kecuali Kenpachi, Ukitake. Semua dikumpulkan disana pada pertemuan darurat itu. Semua datang dengan waktu yang berbeda-beda, Toshiro sampai disana paling akhir dibandingkan yang lainnya. Saat dia masuk semua pertemuan itu segera dimulai. Soifon memberitahu mereka kalau dia sudah memposisikan regu Onmitsukido diseluruh Seireitei. Disaat itu, Kurotsuchi sepertinya mulai mencurigai Toshiro.

"Aku penasaran apa yang sebenarnya dilakukan kapten divisi 10 selama ini." Dia berkata dengan dengan curiga. Toshiro tidak memberikan ekspresi apapun bahkan tidak berpikir untuk melihat pada kapten disampingnya. Kurotsuchi segera meneruskan, "Bukankah dia seharusnya menghabisi para Ryoka? Tapi apa yang dia lakukan sepertinya hanya membantu mereka menyerang Seireitei. Aku terkejut kau bisa menunjukan wajahmu tanpa malu disini."

"Aku tidak akan membuat alasan maupun menyalahkan siapapun, Kurotsuchi..." Katanya tenang dan dingin. Kurotsuchi menggertakan giginya karena marah tapi tetap diam.

"Kuchiki-taichou, aku dengar kalau kau bertarung dengan Jin Kariya. Apa kau memiliki informasi yang bisa membantu kita melawannya?" Tanya Komamura dengan hormat ke kapten yang berdiri disampingnya.

"Hm... Dia memiliki kemampuan memanipulasi angin." Kata kapten itu dengan tenang tapi diujung matanya dia melirik pada Toshiro. Kapten muda itu tahu dan melirik balik pada dia lalu juga Unohana dan Kyoraku. Dua kapten senior itu melihatnya dan mengerti isyarat itu. Byakuya meneruskan keterangannya, "Dia juga bisa menyerap Reishi yang ada disekitarnya untuk semacam teknik pemulihan. Tapi kekuatannya masih dibawah kita, aku bisa mengalahkannya jika saja salah satu temannya datang dan menutupi mereka saat melarikan diri."

"Aku tidak peduli!" Seru Kurotsuchi. "Jangan mengubah topik pembicaraan! Aku mengatakan kalau kita harus menanyakan pada kapten divisi sepuluh itu tentang tanggungjawabnya di situasi kali ini."

"Kami telah mendengar tentang hal itu..." Kyoraku tiba-tiba berbicara.

"Tentang apa?" Tanya Kurotsuchi mengangkat satu alisnya pada kapten yang menggunakan kimono merah muda itu. Dia tampak tidak mengerti kemana maksud dari ucapannya.

"Tentang alat Quincy. Para Bount bisa datang ketempat ini karena seseorang dari departemen penelitian dan pengembangan memberikan padanya. Bukankah kau jatuh pada perangkap mereka juga atau mungkin semua itu sudah direncanakan?" Kyoraku menyatakan dengan jelas sambil tersenyum.

"Apa yang kau katakan?" Tanya Kurotsuchi mengepalkan tangannya dan terlihat marah sekarang.

Kyoraku masih tersenyum dan menutup matanya seolah dia tahu apa yang terjadi. "Bukan... aku hanya berpikir kalau kau pintar untuk menyalahkan orang lain ketika seharusnya kau melihat pada dirimu sendiri." Kapten itu perlahan menjadi serius sekarang.

"Semua hal ini membuat darahku mendidih! Aku sudah mengambil tanggung jawab atas aksiku! Dan aku ingin tahu bagaimana kau bisa mengetahui informasi ini?" Kapten itu terlihat sama marahnya daripada penasaran.

Kyoraku tertawa kecil sebelum mengangkat pundaknya. "Aku memiliki telinga yang baik." Itulah jawaban yang hanya dia katakan.

Sebelum ada yang bisa mengatakan hal lain, terdengar lolongan nyaring dari kejauhan. Semua kapten terdiam sambil melihat sekeliling kecuali Toshiro yang sekarang menutup mata dan menyilangkan kedua tangan didadanya. Soutaichou jelas mengenali lolongan itu dan melihat pada kapten muda disana.

"Apa Nokage-fukutaichou mendapatkan sesuatu, Hitsugaya-taichou?" Tanya pria tua itu.

Semua kapten kembali pada Toshiro yang masih tidak bergerak. Soutaichou tahu apa yang sedang dilakukan kapten itu dan hanya menunggu hingga akhirnya mata biru itu terbuka. "Jumlah Bount yang menyusup empat orang dan bergerak secara individu. Mereka akan sulit dilacak karena bisa menyembunyikan Reaitsu mereka dengan sangat baik. Beberapa dari regu divisiku berhasil mendapatkan sedikit jejak mereka. Para Bount mengendalikan boneka yang memiliki kepribadian sendiri yang mudah tidak stabil ketika salah satu dari mereka melemah."

"Kau bisa mengetahui semua itu dalam satu lolongan?" Soifon tampak sedikit terkesan.

Toshiro mengangkat kedua pundaknya, "Kurang lebih..."

Soutaichou mengangguk paham, dia menghentakan tongkatnya ke lantai. "Aku perintahkan untuk semua anggota Divisi gotei 13 berpencar di dalam Seireitei dan membunuh Ryoka ketika kalian menemukan mereka hingga tak ada yang tersisa. Dan untukmu, kapten divisi sepuluh, Toshiro Hitsugaya, Aku akan tetap menetapkanmu sebagai komandan Operasi. Setiap dan semua informasi keberadaan Bount akan dilaporkan padamu dan disebarkan pada divisi lain. Tetapi, aku ingin setiap divisi memberikan laporan setiap jam pada area mereka. Mereka tidak akan kabur dari kita! Bubar!" Soutaichou menyelesaikan rapat itu.

"Hai!" jawab semua kapten.

.

.

.

Komamura, Soifon, Kurotsuchi dan Soutaichou segera menghilang dalam Shunpo. Toshiro, Unohana, Kyoraku dan Byakuya masih berada disana. Mereka bergerak mendekat pada Toshiro yang segera berbicara. "Kita akan pindah ke ruanganku dulu sebelum aku menjelaskan yang lain."

Kapten itu mengangguk mengerti sebelum berjalan bersama keluar dari ruangan itu. Mereka tampaknya sedikit terkejut ketika Akatsuki dan Matsumoto sudah berlutut disana. Toshiro masih tampak tenang saat itu.

"My Lord.../Taichou..." kata keduanya bersamaan sebelum berdiri.

Toshiro mengangguk kecil, dia kembali berjalan menuju divisi mereka. Akatsuki segera berbicara sepanjang jalan. "Ichigo dan teman-temannya sedang bergerak berputar di barat. Aku mendengar dari beberapa Mud-soul kalau sepertinya Bount berhasil menyelinap dari radar mereka. Sepertinya mereka akan kesulitan..."

"Aku mengerti..." Jawab Toshiro tanpa melihat pada Akatsuki. "Bagaimana status setiap regu dalam divisi kita?"

"Belum ada korban. Setiap regu sudah memeriksa beberapa tempat lain didekat gerbang untuk memastikan tidak ada preman atau ryoka lain disana." Akatsuki menjawab dengan tenang. Mereka tahu ada banyak hal yang bisa terjadi. Meski Bount sudah masuk ke dalam Seireitei. Serangan lain masih bisa terjadi dari luar. Jadi mengamankan keadaan setelahnya juga penting.

"Bagus, Matsumoto bagaimana?" Toshiro berpindah pada wanita pirang itu. Mereka sudah hampir sampai di divisi sepuluh. Toshiro bergerak pada ruang terbesar disana.

Matsumoto mengangguk, "Hai, semua pesan telah disampaikan pada divisi tiga, lima, sembilan dan juga sebelas. Izuru-fukutaichou, Shuuhei-fukutaichou, Hayasegawa dan Ikkaku juga sudah dipanggil. Mereka semua juga sudah tiba, sekarang..." Katanya ketika mereka membuka pintu besar itu dan menunjukan seluruh anggota dari divisi yang dia sebutkan. "Mereka siap dalam perintah, Taichou."

Semua kapten kecuali Toshiro melebarkan matanya melihat semua shinigami disana. Mereka segera memberi hormat, "Hitsugaya-taichou! Unohana-taichou! Kyoraku-taichou! Kuchiki-taichou!" Toshiro segera bergerak ke depan semuanya, wakil kapten dan beberapa nama yang dia sebutkan sudah berdiri disana. Mereka juga memberi hormat ketika kapten muda itu lewat.

Semua kapten, Akatsuki dan Matsumoto bergerak didepan ratusan shinigami itu. Toshiro berdiri depan yang lainnya.

"Baiklah!" Kata Toshiro jelas dan keras. "Aku akan mengambil alih divisi kalian untuk sementara waktu hingga situasi ini berakhir. Jika ada divisi yang menolak, keluar sekarang!"

Semua shinigami disana terdiam tak bergerak. Mereka tahu kalau divisi tanpa kapten bukanlah apa-apa dibandingkan divisi lain. Tapi sejak pengkhianatan itu, kapten divisi sepuluh itu telah membantu mereka mengatasi setiap masalah dalam divisi mereka. Jadi bagi mereka itu normal untuk mendengarkan perkataan Toshiro. Sementara divisi sebelas tidak jauh berbeda dengan tiga divisi lainnya. Kapten dan wakil kapten mereka sangatlah menghargai dan menghormati kapten dan wakil kapten divisi sepuluh itu. Sejak kapten mereka belum kembali, tidak masalah bagi mereka menerima perintah dari kapten lain.

Kapten muda itu mengangguk kecil puas. "Soutaichou sudah memberi perintah untuk menghabisi semua Ryoka yang terlihat. Sejak ini adalah situasi darurat, aku akan langsung memberikan kalian perintah, mengerti?!"

"Hai! Hitsugaya-taichou!" jawab semua shinigami itu.

"Aku ingin setiap divisi membentuk regu mereka masing-masing. Aku ingin ada satu tim medis dari setiap divisi tiga, lima dan sembilan yang akan tinggal disekitar divisi empat. Tugas mereka adalah melindungi divisi empat dan semua shinigami disana dari serangan Bount." Toshiro melihat pada Akatsuki yang mengangguk mengerti dan menarik sebuah tuas yang menurunkan peta raksasa Seireitei dari langit.

"Yare-yare..." Kyoraku mengangkat sedikit topinya. Byakuya dan Unohana tampak kagum dan memperhatikan peta yang menunjukan setiap bagian dengan sangat jelas itu.

Toshiro segera membuat tongkat panjang es dari Reiatsu-nya dan menunjuk pada beberapa titik. "Aku ingin regu divisi tiga berjaga pada beberapa fasilitas penting didekat wilayah barat dan selatan sejak Bount datang darisana. Divisi lima akan menyebar di selatan, divisi sebelas akan bergerak dalam garis lurus hingga gerbang selatan lalu bergerak dari selatan ke barat sejak Onmitsukido bergerak dari barat. Divisi sembilan, kalian berpatroli pada titik yang belum diperiksa divisi lainnya termasuk juga beberapa gudang dan titik tersembunyi."

Semua mendengarkan setiap perintah dari Toshiro. Kapten senior yang lain terkesan mendengar setiap penjelasan dari kapten muda itu dalam situasi kali ini. Toshiro memberikan beberapa perintah tambahan khusus pada setiap divisi disana agar tugas mereka tidak tercampur dengan yang lain.

Pada saat itu, semua shinigami dari divisi sepuluh masuk dengan serigala es hitam dan elang es biru pada setiap regu. Divisi lain melihat dengan kaget dan heran. Salah satu dari shinigami divisi sepuluh mendekat. "Kami sudah mengamankan situasi diluar gerbang, Hitsugaya-taichou!"

"Bagus..." Toshiro terlihat tenang. "Perintah kalian sekarang adalah membantu berpatroli di dalam seireitei. Aku ingin setiap regu untuk melacak Bount dari gerbang Hokuto dan Kokuryu. Aku ingin setiap laporan jika kalian kehilangan jejak mereka. Dimana titik koordinat tempat itu dan jalur apa yang sebelumnya gunakan."

"Kami mengerti!" Jawab semua anggota divisi sepuluh. Salah satu dari mereka melihat pada Akatsuki, "Nokage-fukutaichou, anda baik-baik saja?" Tanya salah satu anggota. Setiap anggota divisi sepuluh juga ikut terlihat khawatir pada wakil kapten mereka.

Akatsuki tersenyum. "Aku tidak apa-apa, hanya kehilangan satu penglihatanku sementara. Unohana-taichou berkata kalau ini akan sembuh."

Wajah syukur dan senang terlihat pada semuanya. Mereka sangat menyayangi wakil kapten mereka karena dia adalah satu-satunya orang yang bisa mengerti perasaan mereka dan selalu bersikap adil jika salah satu bermasalah. Akatsuki tidak pernah meminta balasan dari semua bantuan yang dia berikan karena selalu merasa kalau itu adalah tugasnya sebagai wakil kapten. Untuk itulah mereka semua disana merasa kalau gadis tersebut adalah bagian terpenting didalam divisi sepuluh.

Jika ada yang melukainya, mereka tidak akan pernah membiarkan orang itu lolos. Tidak ada yang boleh menghina atau bahkan menyakiti wakil kapten dan kapten mereka. Mereka bersedia bertarung hingga mati untuk itu. Aura semua anggota divisi sepuluh sekarang berubah seperti haus akan darah. Divisi lain yang ada disana segera bergerak menjauh dari aura menakutkan yang mengelilingi semua anggota divisi sepuluh.

"Baiklah..." Toshiro kembali berbicara. "Divisi tiga dan sembilan, kalian melapor pada wakil kapten masing-masing. Divisi sebelas, kalian melapor pada Hayasegawa dan Ikkaku sejak kalian bergerak lurus dalam skala besar. Divisi lima melapor pada Matsumoto. Aku ingin laporan kalian setiap satu jam kecuali darurat." Mata kapten itu melihat pada Kira, Hisagi, Yumichika, Ikkaku dan Matsumoto yang berdiri didepan yang lain. "Aku ingin kalian melapor pada Akatsuki setiap jam dan juga laporan yang kukatakan sebelumnya. Aku juga ingin kalian berkeliling mengawasi setiap regu dari divisi. Bawa mereka bersama kalian." Toshiro dan Akatsuki mengayunkan tangan mereka, serigala dan elang es lain kembali muncul. Setiap pasang binatang itu bergerak pada lima orang disana.

"Mereka akan membantu kalian dalam masalah ini. Salah satu Bount bisa mengendalikan orang lain dengan kekuatannya tanpa ada yang sadar. Jika salah satu dari kalian ada yang dikendalikan. Cukup buat dia tidak sadarkan diri dan ikat mereka. Serigala itu akan membantu kalian melacak siapa yang dikendalikan termasuk bount dan elang itu akan membantu kalian membawa orang yang dikendalikan ke tempat ini. Semua mengerti?" Tanya Toshiro jelas.

Setiap shinigami disana mengangguk, "Bubar!" Seru Toshiro. Semua orang disana kembali menjawab sebelum menghilang.

.


.

Next?