Chalice : akhirnya chalice update juga setelah sekian lama kaga update *mata bahagia* Gomen, kalau saya lama update XD Saya terlalu fokus di fandom lain dan fic lain X3,
Kagemi : Oke, no Curcol!
Aoi : Gomen kalau Pendek DX, Creator kami sedang bingung dan cape karena beban buat update makin banyak DX
Chalice : Ayo kaga usah habisin durasi! kita mulai!
Disclaimer : Grandchase not Mine! But only KOG and Megaxus.
Warning : Penambahan properti seenak jidatnya author, GaJe, kaga nyambung, kaga jelas, Aneh, abal, TYPO, tidak memenuhi syarat EYD, OC berserakan dimana-mana, OOC.
DarkMelt : akan chalice usahakan XD, terimakasih atas reviewnya, Dark-chan XD
Shanvira : hehehe, chalice juga merasa demikian :3, tapi apaboleh buat nasi sudah menjadi bubur XD, Sayaaa ceweeeeee TTATT *teriak + nangis pakai toa curian tetangga sebelah #digantung* Walau ngarep pengen jadi COWO DX, benarkah? chalice senang =w=, Terimakasih atas reviewnya, Shanvira-chan
Kisasa Kaguya : Yap, sukuna memang aneh X3 *kena tembak pistol MK-47* (yuna : Jadi ibu?! HELL NOOO! aku masih belum mau punya anak!/ All : *sweatdropped*) benarkah? chalice senang =w=, terimakasih atas reviewnya, sasa-chan XD
NOte : Keluarga Kurogane sudah chalice betulkan dan parahnya sudah chalice update XD, Jadi sekarang keluarga kurogane ada 25 mahluk X3 tapi tenang aja chalice cuman mengeluarkan sedikit chara baru Kurogane XD #info kaga penting.
Note : sekarang semua saudara kurogane matanya hitam, kaga ada lagi MeJiKuHiBiNiU, saya sengaja mengubah mata mereka menjadi hitam agar menjadi ciri khas mereka XD #info makin kaga penting.
~Happy Reading~
-Elesis Side-
Flea terus berlari menghindarin serangan Mizuno.
"MUUUUH! kok kaga kena-kena siiiih!" teriak Mizuno sambil mengembungkan pipinya.
"Kalau begitu aku akan menggunakan skill terahasiakuu!" teriak Mizuno dan meniupkan salah satu Chakram itu.
Chakram itu mengeluarkan 3 gelembung dan perlahan-lahan membentuk menjadi mirip Mizuno.
"REPLICA BUBBLE!" teriak Mizuno. "ATTACK!" Komando Mizuno.
Replica-Replica Mizuno menggeluarkan gelembung dengan chakram mereka dan berteriak "DEATHLY BUBBLE!" dengan bersamaan.
Sekarang membuat Flea dalam masalah, Gelembung itu lebih banyak di banding sebelumnya, itu membuatnya susah menghindar.
"TCH!" Decih Flea sambil berjuang menghindar dan mengkomando pedang-pedangnya menyerang salah satu Replica Mizuno.
"KYAAAAAAAAAAA!" Teriak salah satu replica Mizuno.
SPLASH!
Replica itu lenyap menjadi cairan sabun.
Mizuno hanya mengembungkan pipi saking kesalnya
"ATTACK!" komando Mizuno lagi.
Flea menghindarin lagi serangan Mizuno dan mengkomando pedang-pedangnya menyerang.
SPLASH! SPLASH!
Replica-Replica Mizuno kena serangan Flea, begitu juga Mizuno.
Sayangnya sebelum salah satu replica itu hancur, Replica itu mencast skill deathly bubble.
Gelembung itu mengenai kaki Flea sehingga Flea terjatuh.
"tch!" Decih Flea kesakitan.
Mizuno hanya tersenyum psikopat melihat kaki kanan Flea kaga bisa dipakai sementara waktu.
"Kau sebentar lagi mati, FLEA" ucap Mizuno sambil memegang chakramnya.
Flea hanya meringis sakit di kakinya
'Apakah... INI AKHIR HIDUP KU?! Padahal... Padahal... aku belum mengungkapkan perasaanku kepada Azusa!' batin Flea.
Gelembung-gelembung mematikan itu berarah pada Flea.
"FLEA!" Pekik elesis.
Di balik pepohonan, terlihat Azusa membelalak matanya, Dia merasa... aneh melihat keadaan Flea yang sudah dalam masalah, dia merasa... khawatir...
'aneh... padahal aku hanya mahluk yang tidak punya perasaan kenapa... aku merasa khawatir kepada orang yang tidak kukenal?' batin Azusa.
Akito yang melihat tingkah aneh Azusa hanya mendengus kesal.
''Azusa, kalau mau membantu gadis itu, silahkan saja, aku tidak akan melaporkan ini kepada Yuna kok" ucap Akito dengan santai sambil makan coklat batangan.
"Apa maksudmu, akito?! Aku tidak mau membantu gadis itu kok" ucap Azusa kesal
"walau kau tidak mau membantu, raut wajahmu seperti mau mengatakan 'Aku harus menyelamatkan gadis itu! dia tidak boleh mati!' Seperti itu wajahmu mengatakan" ucap Akito sambil makan kacang coklat (?).
Azusa hanya memasang wajah sinis
"Kau aneh, My NOT Lovely Twins." ucapnya.
Akito hanya cuek sambil makan permen kacang (?) "Terimakasih atas pujiannya" ucapnya.
Mereka menonton kembali Pertarungan itu.
Yang ada disana hanya kabut atau asap yang mengganggu pernglihatan, apakah Flea selamat atau tidak
Flea disana hanya menutup matanya
'Hei, Apakah kau baik-baik saja?" Terdengar suara lembut membuat Flea membukakan matanya.
Di depannya terlihat gadis berambut perak, bermata hitam mirip ciri khas Kurogane Family, panjang rambutnya sepunggung mirip yuna, memakai baju terusan sepanjang selutut, dia memegang sebuah tongkat sihir besar dan atasnya terdapat salib, kelihatannya gadis itu mencast sebuah barrier.
'Mata itu... dia dari keluarga Kurogane!' batin Flea dan siap siaga menyerang 'Gadis' itu.
"EEEH?! Tu, tunggu sebentar... sa, saya kaga bermaksud menyerang anda kok!' ucap Gadis itu panik dan suaranya yang lembut terdengar panik.
Flea hanya bengong melihat aksi gadis itu, begitu juga elesis, Mizuno yang disana hanya terbelalak matanya, kaga percaya apa yang ia lihat,
"Kaki anda terluka, sebentar saya sembuhkan anda" ucap Gadis itu dan mencast sebuah magic "GIGA HEAL!" teriak Gadis itu dan alhasil luka ( Luka : Ada yang panggil saya? / Chalice : JAH!? INI DI FANDOM MANA, TUNA MANIAC! #kena timpuk tuna deuxe) Flea sembuh.
"eh?! tu, tunggu kenapa?" tanya Flea kaget.
"Kenapa apanya? aku menyembuhkanmu, apakah itu salah?, oh ya, nama saya Alica Kurogane, salam kenal" tanya / salam gadis itu dengan angelic smilenya.
"Aku, aku musuh lho! kenapa kau menolongku?!" pekik Flea.
"Apakah itu salah menolong musuh?" tanya gadis itu dengan wajah bingung.
Flea hanya cengo melihat 'keanehan' salah satu Penyandang Kurogane tersebut, walau semua Kurogane itu aneh, tapi yang INI lebih ANEH!
"ALICAAAAAAAAAAA!" Terdengar teriakan Mizuno.
Alica membalikkan badannya "Ah, Zuno-neesan" ucap Alica sambil tersenyum.
"Kenapa kau menolong gadis itu?!" pekik Mizuno kesal.
"Itu salah?" tanya Alica
"TENTU SAJAAAAAAAAAAAA, BAKAAAAAAAAAA!" Bentak Mizuno.
"Alica kaga BAKA! Yang baka itu Zuno-nee!" Bantah Alica.
"KAU YANG BAKA!"
"ZUNO-NEE YANG BAKA"
"KAU!"
"NEE-SAN!"
"KAU!"
"NEE-SAN!"
Flea dan elesis hanya sweatdropped melihat pertengkaran saudara
-Amy side-
"Kenapa?! KENAPA RUFUS?! KENAPA KAU MEMIHAK MEREKA?!" teriak Jin sambil menghindarin serangan tembakan rufus.
"..." Rufus hanya diam saja dan terus menembak-nembakkin amy dan jin dengan eyetoothnya.
"RUFUS!" Panggil Amy
"HAHAHAHA! DASAR BODOH! TEMANMU, RUFUS! SUDAH KAGA ADA DI DUNIA INI! ITU HANYA TUBUHNYA! DAN JIWANYA DI KENDALIKAN REN-NII! HAHAHAHAHA!" tawa Zuto dengan tawa psikopat.
amy dan Jin hanya menampilkan wajah kaga percaya.
"Make It Rain" ucap Rufus
JLEB! JLEB! JLEB!
Amy dan Jin terkena peluru yang sangat banyak dari atas.
"Pulvurize!" cast Rufus
amy dan Jin terkena serangan Rufus tersebut,
Amy mental dan terpentok Pohon.
sedangkan Jin, dia masih berdiri cuman dia sudah payah untuk bertahan.
"Explosive Shoot" ucap Rufus dan melemparin granat kemereka.
BUAR!
Jin terkena granat tersebut dan dengan sigap Rufus menembakin Jin.
DOR!
"JIN!" Pekik Amy.
Jin terkapar di tanah dengan badan penuh luka.
Amy berlari ke arah jin "JIN!" Teriaknya.
Rufus menghilang sebentar dan muncul di depan amy.
Rufus menodongkan pistolnya di kepala Amy
Amy hanya berkeringat dingin melihatnya.
"Tidak...Amy...La...Ri..." ucap Jin terengah-engah.
amy hanya membelalakan matanya, keringat dingin turun di pelipisnya.
Di balik pepohonan terlihat 2 mahluk kecil, satu memegang 3 boneka dan satunya lagi memegang head-set sambil bersenandung.
Mata mereka sama-sama hitam.
"hei, Illia, bagaimana kalau kita membantu mereka? kelihatannya Ren-nii Terlalu bersemangat melawan mereka" ucap anak lelaki berambut coklat, memakai headset dan memegang sebuah mic, umurnya kelihatan seperti anak berumur 8 tahun.
"Kaga, jangan kita yang turun tangan, bagaimana kalau salah satu boneka Illia saja, Shou-nii" ucap gadis kecil berambut oren jeruk sambil memeluk 3 bonekanya.
"..." anak lelaki itu hanya diam saja.
"Ssst... Kalian diam dan nonton saja, Shou, Illia" Terdengar sebuah suara pria.
2 anak kecil itu menoleh kepala mereka dan melihat lelaki berambut Biru tua dan bermata hitam pekat,.
"Ren-nii... Tapi ini kelewatan lho, bisa-bisa mereka mati" ucap Illia dan Shou.
Ren hanya menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya yang berati diam "Diam dan nonton saja pertunjukkannya, saya yakin mereka kaga mati kok' ucapnya
"..." 2 anak kecil itu hanya diam saja dan mereka menonton kembali pertarungan tersebut.
Amy menendang Perut Rufus sehingga Rufus mundur beberapa langkah.
Dan kesempatan itu diambil amy, dia segera mencast magic "CURTAIN CAALL!" teriaknya.
Piano jatuh di badan Rufus.
"Jinny! sekarang!" pekik Amy.
"YEAH! THOUSAND THE HEELL!" pekik Jin dan menyerang Rufus.
"GAH!" Teriak Rufus kesakitan.
Dan beberapa lama kemudian Rufus jatuh pingsan.
"TCH!" Mizuto yang melihat tanda-tanda kekalahan Rufus, segera dia pergi.
"Aku akan mengalahkan kalian suatu saat! Kalian akan membayarkan kekalahanku ini!" ucapnya dan pergi sambil ngegigit sepotong daging.
"..." Amy dan Jin hanya ngos-ngossan.
Di balik perpohonan terlihat Ren mencast sebuah magic " Kelihatannya bermain-main dengan Jiwa iblis itu sudah cukup" ucapnya dan turun dari pohon
PROK! PROK! PROK!
Amy dan Jin menoleh ke sumber suara dan melihat Ren tepuk tangan.
amy dan Jin menatap sinis kepada Ren.
"hahahaha! hebat! hebat! kalian kaga ragu-ragu ngelukain teman sendiri" ucap Ren dengan tawa psikopatnya.
"DIAM! DAN KEMBALIKAN RUFUS, REN!" pekik Amy dan Jin.
"Oke, Oke, akan saya kembalikan dia" ucap Ren dan menjetikkan jarinya "Nanti setelah dia bangun, dia akan kembali kesemula, dan aku berterimakasih pada kalian, saya dapat melihat tontonan menarik" ucap Ren dengan senyuman bahagia.
Amy dan Jin hanya menatap Ren dengan tatapan kesal dan sinis.
"Oke, sampai ketemu lagi di mansionku, Chaser" ucap Ren dan badannya di selubungin aura roh halus dan roh halus yang samar-sama, Perlahan-lahan Ren menghilang.
Amy dan Jin masih tetap menatap tempat kosong itu dengan sinis.
pada akhirnya...
"*sigh* sementara waktu kita diam sebentar disini sampai Rufus bangun, barulah kita melanjutkan perjalanan mencari teman-teman" usul Jin
Amy mengangguk setuju.
-Di lain tempat-
"I'm Sorry, Nee-san" ucap Ren dengan tatapan bersalah "Aku kalah... Aku mengendalikan iblis itu dan iblis itu kalah... apakah Nee-san... akan menghukumku?" tanya Ren dengan wajah ketakutan.
Yuna yang sedang duduk manis dan terdapat gadis kecil berambut oren jeruk dipangkuannya.
"Bagaimana ya..." ucapnya dengan tatapan sinis.
Ren hanya berkeringat dingin.
"Nee-san... kasihan Ren-nii, jangan hukum dia..." ucap Gadis kecil itu dengan puppy eyes.
Yuna yang melihat gadis kecil itu segeralah matanya berbinar-binar.
"OKEEEEEE~~ UUUH~ KAWAAAIIII ILLIA~~ NEE-SAN SAYANG ILLIA~~ NEE-SAN SAYANG ILLIA, LUNA, CYNLIE-NEE DAN CHAIIIN~~~" Pekiknya sambil memeluk erat Illia dengan gemasnya.
"Nee-san... Sesak..." ucap Gadis kecil itu dengan wajah mulai memucat dan sayangnya ucapannya tidak di dengar yuna.
Ren hanya sweatdropped 'Kenapa YUNA-nee itu aneh ya?' batinnya
~Bersambung~
Chalice : Gomen kalau makin hancur dan jelek, chalice lagi bingung ngelanjutinnya gimana =3=.
Kagemi : Well, sekarang kurogane family bertambah (keterangan mereka ada di profile chalice), Illia menjadi saudara terakhir bukan Luna lagi =3= *kaga ada yang nanya*
Kageha : walau begitu...
Illia : Apakah ada yang mau mereview, Desu~? *wajah kawai*
Yuna : UUUH! Illia kau imuuut~~ nee-san jadi meleleh melihatnya =w=
All : *sweatdropped*
Mind to Review?
