Bleach © Tite Kubo

Bleach Fanfic Story – Dragon Ice and Wolf of Black Snow

Soul Society Arc

-I do not own Bleach-

Don't Like, Don't Read

Warning : TYPO, OOC, OC, AU, Etc


- Chapter 33 -

'Sekarang selanjutnya divisi sepuluh...' pikir Ichigo dan terkejut melihat sepasang anak yang lebih muda darinya bersama dengan seorang wanita. Yang menarik perhatiannya adalah anak laki-laki yang rambutnya putih sama seperti Haori yang dipakainya.

"Kapten divisi sepuluh, Hitsugaya Toshiro..." kata Toshiro dengan tenang dan datar. Suaranya benar-benar berlawanan dengan tampilannya. Lebih dewasa dan sepertinya lebih bijak dari kapten-kapten sebelumnya.

"Erm..." Ichigo tampak berusaha menemukan ucapan yang tepat. "Senang bertemu denganmu dan... terima kasih..." dia membungkuk didepan kapten itu. Toshiro terlihat sedikit terkejut, dia tidak mengerti kenapa pemuda itu berterima kasih. Ichigo kembali melanjutkan perkataannya, "aku mendengar dari Unohana-san kalau kau dan wakil kaptenmu yang telah mengungkapkan pengkhianatan Aizen. Kau juga yang meminta untuk memberitahukan kami. Kalau bukan karena kau mungkin Rukia akan mati, karena itu... terima kasih..."

Ichigo dan teman-temannya membungkuk pada kapten muda itu. Toshiro tidak tahu harus berkata apa pada mereka. Akatsuki tertawa kecil dalam hati. Dia memutuskan kalau itu adalah waktu untuknya memberitahu siapa dia sebenarnya.

"Sungguh anak muda yang sopan dan mengerti balas budi, bukan begitu My Lord?"

Ichigo dan teman-temannya seperti melompat dan melihat sekeliling. Mereka tampak mencari asal suara itu. Mereka semua tahu suara siapa itu tapi tidak menemukan makhluk yang mereka cari. Beberapa kapten lain terlihat mengerti saat itu. Akatsuki sudah bertemu dengan mereka tapi dalam wujud yang berbeda.

Yoruichi menghela nafasnya, "kalian benar-benar tidak menyadarinya?"

"Apa maksudmu, Yoruichi-san?" tanya Ishida.

Yoruichi melompat dari pundak Sado ke tangan Akatsuki yang segera menangkapnya. Ichigo berkedip beberapa kali, matanya menatap langsung pada mata merah Akatsuki. Orihime, Ishida dan Sado juga menatap dengan serius. Mereka merasa mengenali mata itu entah bagaimana. Ganju melihat itu dan heran, "ada apa dengan kalian?"

"Apa aku mengenalmu?" tanya Ichigo berusaha sopan.

Akatsuki tersenyum, "ya, sebenarnya, anak muda. Aku percaya kalau kalian semua kecuali Shiba-san pernah bertemu sebelumnya."

"Kita pernah?" Ishida terdiam.

Akatsuki mengangguk, Yoruichi melompat kembali pada Sado. Mata gadis itu melirik pada Toshiro yang mengangguk. Akatsuki menghela nafasnya, dia mundur beberapa langkah sebelum uap es hitam berkumpul disekitarnya dan dia berubah didepan mereka semua. Membuat suara yang cukup keras ketika kaki depannya terhentak di lantai.

BAM!

Uap es itu menghilang kembali, sosok gadis manis itu digantikan oleh serigala yang luar biasa besar. Bulunya sangat hitam dan matanya merah bagai darah. Ichigo dan teman-temannya segera mengenali siapa Akatsuki sebenarnya. Orihime adalah yang pertama bereaksi.

"TSUKI-CHAN!" serunya dan memeluk serigala besar itu erat seperti boneka.

"Halo nona muda..." kata Akatsuki. Hidungnya mendekat pada wajah Orihime dimana gadis itu tertawa kecil karena geli. Akatsuki kembali berdiri tegak dan melihat pada sisa Ryoka itu. Dengan tubuhnya yang sekarang mereka melihatnya dengan sedikit lebih tinggi. Ichigo dan Ishida terlihat membuka tutup mulut mereka seperti ikan. Tawa kembali terdengar, "sebaiknya kalian semua segera menutup mulut. Lalat akan masuk kedalamnya, kalian tahu?"

Ichigo tersadar, "What The Hell!?"

Toshiro mengerutkan alisnya, "bahasa, Kurosaki..."

"A-ah... Maaf, bukan itu! Maksudku, Kau?!" Ichigo menunjuk pada Akatsuki yang segera menurunkannya perlahan.

"Ya ini aku... Ijinkan aku memperkenalkan diriku yang sebenarnya. Nokage Akatsuki, wakil kapten divisi 10. Seperti yang kalian lihat, aku adalah Tsuki. Maaf tidak bisa memperkenalkan diri lebih cepat."

Ishida menaikan kembali kacamatanya, "aku mengerti, kau takut membahayakan posisimu jika kita bertemu langsung."

"Dan membahayakan kalian juga..."

Akatsuki membenarkan seperti seorang ibu. Membuat Ishida melebarkan matanya sedikit. "Aku dan My Lord sedang dalam penyelidikan saat itu. Kami sadar beberapa keanehan dan memutuskan untuk mencari tahu dipihak siapa kalian dan apa tujuan kalian. Itu bukan masalah besar. Setelah semua yang terjadi, kalau kalian tidak datang mungkin kami tidak pernah akan tahu."

"Karena itu juga aku mengucapkan terima kasih..." Toshiro memberi hormat kembali.

Semua kapten dan Soutaichou melihat pada mereka, Akatsuki kembali pada tubuh manusianya. Toshiro mengabaikan itu dan tetap berbicara, "karena kau datang Aizen mengungkapkan ambisi aslinya. Dan karena kau datang seluruh Soul Society telah terselamatkan... Terima kasih banyak..." Akatsuki dan Matsumoto juga ikut membungkuk mengikuti kapten mereka. Saat itu terasa ruangan tersebut berubah menjadi sunyi.

'Ini tidak benar, tidak seharusnya seperti ini...' pikir Ichigo.

Seharusnya dia yang berterima kasih pada mereka karena dia tidak melakukan sebanyak itu. Begitu ketiga anggota divisi sepuluh itu mengangkat kepala mereka, Ichigo dan teman-temannya sekarang bisa menyadari perban yang ada dilengan Matsumoto, lalu yang hampir menutupi seluruh tubuh kapten muda itu dan gadis disebelahnya.

Kemudian teringat dalam pikirannya kalau sepasang anak didepannya yang lebih muda darinya telah bertarung dengan Aizen yang seperti monster menghentikan Renji dengan satu jari dan menghentikan seorang kapten hanya menggunakan sebuah Sihir Iblis biasa dan bergabung dengan Hollow. Mereka berdua bertarung dengannya hanya dengan kemampuan mereka.

"Kalau begitu kita sama..." kata Ichigo yang mengulurkan tangannya sambil tersenyum pada Toshiro. "Aku harap kita bisa bertarung bersama-sama lagi di masa depan."

Toshiro melihat tangan Ichigo lalu pada Akatsuki sedikit yang menjawab hanya dengan satu tatapan. Perlahan tangan kapten itu terangkat dan membalas jabatan tangan itu. Tidak ada salahnya berteman dengan manusia.

.

.

.

Setelah itu perkenalan berlanjut. Akatsuki sedikit melangkah kesamping dan membiarkan Matsumoto maju. Ichigo, Ishida dan Ganju melihat pada Matsumoto dengan tatapan memerah. Lalu ketika Matsumoto bersiap untuk membungkuk. Ichigo tersipu, menutup matanya dengan tangan. Kacamata Ishida terlihat retak dan Ganju mengeluarkan darah dari hidungnya.

"TOLONG JANGAN MEMBUNGKUK" Kyoraku berseru setengah mabuk dari sisi lain ruangan.

"Ah, Gomen..." kata Matsumoto melirik Soutaichou yang masih terdiam disana. Ichigo, Ishida dan Ganju terlihat berhasil kembali tenang. Akatsuki tertawa kecil ketika itu terutama melihat ekspresi mereka. "Sungguh anak muda yang polos..." gumamnya.

"Benarkan?" Yoruichi tersenyum "dia juga seperti itu ketika melihatku berubah didepannya." Dia mendengar suara nafas tertahan dari Soifon. Matsumoto sekarang memutuskan mengangguk kecil, "ketua pasukan tiga divisi sepuluh, Matsumoto Rangiku."

Ichigo dan teman-temannya membungkuk dengan wajah merah. Pemuda berambut orange itu melihat pada Akatsuki dan Toshiro, "bagaimana kalian bisa hidup dengannya?"

Toshiro memalingkan wajahnya dengan tangan bersilang, "kita tidak tinggal dengannya."

Akatsuki tersenyum, "sebaiknya kalian melanjutkan perkenalannya. Ada orang lain yang juga ingin bertemu dengan kalian."

.