Disclaimer: One Piece bukanlah milik Little Chomper


XXXVI

THIS TIME, AGAIN

Part 3

Luffy

Sejak ia mulai bisa mengingat dan memahami apa yang terjadi di sekitarnya, Luffy sudah tahu ia berbeda.

Ia mengingat kehidupannya sebelum ini.

Ia ingat dengan keluarganya, ia ingat dengan nakamanya, ia mengingat teman-temannya, dan ia juga mengingat musuh-musuhnya.

Konsekuensinya, ia mengingat semuanya dengan detail. Artinya bukan hanya mengingat hal-hal menyenangkan, ia juga mengingat hal-hal buruk. Seperti kematian Sabo dan Ace serta kehilangan nakamanya.

Luffy heran. Kenapa harus dia? Dan kenapa hanya dia yang bisa mengingatnya? Ace dan Sabo tidak ingat apa-apa. Luffy sudah bertanya pada orang-orang dari masa lalunya yang sempat ditemuinya, tapi tak ada satupun yang mengingat masa lalu mereka.

Apa yang bisa Luffy lakukan dengan ingatan ini? Apakah ini hanya pengingat? Atau peringatan?

Luffy akhirnya memutuskan kalau ini adalah peringatan saat ia hampir kehilangan Sabo dalam kebakaran di rumah lama mereka saat ia berusia tujuh tahun. Ia menyadari Sabo tak bersamanya dan Ace saat mereka menyelamatkan diri dan mengambil resiko untuk kembali kedalam rumahnya yang terbakar untuk mencari Sabo. Ia hampir mati saat itu, tapi Sabo selamat. Luffy memiliki bekas luka bakar berbentuk X di dadanya saat salah satu tiang yang terbakar jatuh menimpanya, dan Sabo memliki bekas luka bakar di mata kirinya.

Seakrang Ace, Sabo, dan Luffy tinggal di sebuah komplek apartemen di tepi kota. Kakeknya ingin mereka tumbuh di lingkungan yang menantang (artinya dekat dengan hutan, dimana dia bisa melemparkan mereka dan berharap mereka berlatih untuk bertahan hidup), namun tetap aman.

Awalnya Luffy tak mempercayai keberuntungannya saat bertemu dengan Ace dan Sabo. Ia kembali memiliki saudaranya. Kebetulan yang aneh kalau Ace tetap putra dari Gol. D Roger yang merupakan salah satu teroris paling dicari. Kebetulan kalau Luffy tetap putra dari Monkey D. Dragon yang juga adalah teroris paling dicari dan diketahui sebagai partner dari Gol D Roger. Kebetulan kalau Sabo masih putra dari sebuah keluarga kaya. Dan kebetulan kalau Garp masih bekerja sebagai angkatan laut.

Luffy hanya akan menganggap kebetulan-kebetulan ini sebagai misteri.

Ia akan meninggalkan masa lalu. Toh ia hidup di masa ini. Siapa yang peduli dengan masa lalu? Ia hanya akan mengingat masa lalu saat orang-orang yang disayanginya terancam.

Tapi ternyata Luffy harus peduli.

Karena masa lalunya kembali datang menghantuinya.

OoO

"Ace, kau kemana saja? Kenapa terlambat?"

Ace terlihat bersalah, dan Luffy curiga. Sudah beberapa hari ini Ace terlambat pulang. Padahal biasanya Ace yang akan memarahinya jika ia terlambat, tapi kali ini dia sendiri yang terlambat.

"Sabo tadi menelepon. Ia bertanya apakah kau sudah sudah pulang atau belum."

Sabo sekarang adalah pengacara. Ada kasus yang harus ditanganinya, karena itu malam ini ia tak akan pulang dan menginap di kantornya. Luffy tak masalah ditinggal sendiri untuk beberapa jam, tapi ia khawatir karena firasatnya berkata Ace menyembunyikan sesuatu darinya.

"A-ah.. Ada sesuatu yang harus kukerjakan."

"Dimana? Dengan siapa?"

"Ayolah Lu, kau bertanya seperti kakek saja!" Ace mulai terlihat kesal.

"Kau tak mungkin terlibat dengan gerombolan Whitebeard kan?" Luffy berharap tidak. Ia sudah menahan dirinya untuk tidak berhubungan dengan nakamanya dan menjalani hidup yang tenang dengan kakak-kakaknya. Tapi melihat ekspresi Ace yang memucat, Luffy tahu tebakannya benar.

"Ba-bagaimana kau bisa tahu?" Ace menjawabnya dengan terbata. "Apa kau mengikutiku?"

Luffy mengangkat bahunya. "Hanya tebakan beruntung. Kau tahu bahayanya terlibat dengan mereka. Kenapa kau melakukannya, Ace?"

"Mereka menerimaku apa adanya, Lu!"

"Dan kami tidak menerimamu?" Luffy berusaha menampakkan ekspresi terluka. Ia mengerti maksud Ace, tapi ia tak ingin sejarah kembali terulang.

"Bukan begitu maksudku." Ace berusaha memberi penjelasan, tapi tampaknya ia kesulitan menemukan kata-kata yang tepat.

Luffy mematikan tv. "Itu pilihanmu, Ace. Aku tak akan melarangmu." Ia berbalik menatap kakaknya. "Tapi jika sesuatu terjadi padamu, kau tahu kami akan melibatkan diri di dalamnya." Luffy mengucapkannya sebagai pernyataan, dan bukannya pertanyaan.

"Lu!"

Luffy masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya. Ia memasang headphonenya dan menyalakan salah satu album terbaru Soul King. Ia berbaring dan memejamkan matanya.

'Apa semuanya akan terulang kembali?'

OoO

Jawabannya ya.

Luffy yakin saat Ace pulang membawa tiga orang bersamanya.

"Lu, kenalkan. Thatch, Marco, dan Teach. Mereka adalah teman-temanku."

Luffy menganggukkan kepalanya dengan sopan. Ia beruntung ia mewarisi firasat yang kuat dari masa lalunya, dan begitu ia menatap Teach, ia tahu Teach masih pengkhianat yang sama.

"Kau mau kemana kali ini, Ace?"

"Oyaji memberiku misi!" Ace terlihat begitu bersemangat, dan Luffy tak tega menahannya untuk pergi.

"Hati-hati saja kalau begitu. Dan jangan mati, oke?"

Ace dan teman-temannya tertawa.

"Aku serius." Luffy melipat tangannya di dada. "Terutama ossan dengan rambut panjang lucu itu."

"Oi bocah, aku menghabiskan banyak waktu untuk menata rambutku!"

"Kau memiliki bayangan kematian di belakangmu. Hati-hati saja." Dan Luffy langsung keluar dari apartemen mereka setelah mengatakan hal itu.

Luffy harus bersiap untuk kemungkinan terburuk. Ia tak mungkin mengajak nakamanya kali ini bersamanya. Berbeda dengan masa lalu, mereka sekarang bahagia, dan Luffy tak ingin merusak kebahagian mereka. Tapi ia tetap bisa berusaha menemui mereka untuk pertama dan terakhir kalinya bukan?

OoO

Luffy bertemu dengan Zoro saat ia sedang berusaha menemukan kantor Sabo. Ia mencari gedung tertinggi dan memanjatnya, siapa tahu ia bisa melihat kantor Sabo dari sana. Tapi kakinya tergelincir dan ia terjatuh. Beruntung ia bisa memegangi tali jemuran yang terbentang antara gedung sehingga ia bisa menahan laju jatuhnya. Dan ia terjatuh tepat diatas seseorang yang sedang bertarung melawan Zoro.

Sudah lama Luffy tak bertarung bersama Zoro. Ia hanya bisa mengingat sensasinya dari mimpinya. Dan Luffy harus mengakui kalau hal itu sangat menyenangkan. Tapi Luffy tak bisa tinggal dan mengobrol. Zoro terlihat baik-baik saja, dan Luffy tak ingin menganggu kehidupan (mantan) first mate nya.

OoO

Menemukan Sanji bukanlah hal yang sulit. Luffy sedang berkeliling kota saat ia melihat restoran bernama Baratie. Ia tak ragu lagi siapa yang akan ditemuinya disana. Sanji masih sama seperti yang dulu. Tak pernah membiarkan siapapun kelaparan, bahkan jika ia tak mengenal orang tersebut. Luffy selalu merindukan masakan Sanji. Tak ada yang akan pernah mengalahkan masakan Sanji menurutnya.

Tapi lagi-lagi Luffy tak bisa mengatakan apa-apa pada Sanji. Berbeda dengan dahulu, Sanji sekarang menjalani kehidupan yang tenang di restoran yang jelas-jelas bukan milik bajak laut, sementara Luffy masih putra seorang buronan dan sudah pasti memiliki masa depan yang suram. Luffy senang ia bisa menemukan Sanji dan mencicipi masakannya lagi, mungkin untuk yang terakhir kalinya.

OoO

Luffy sudah lama tahu siapa pengarang buku itu. Jujur saja, Luffy tak suka membaca, tapi ia membuat pengecualian untuk novel-novel karangan Usopp. Tampaknya, walaupun Usopp tak mengingat masa lalunya secara langsung, ia masih mengingatnya dalam bentuk lain. Luffy selalu membeli novel-novel Usopp dan mengoleksi buku bergambar tentang Sogeking. Memang umur Luffy sudah lewat untuk membaca buku bergambar seperti itu, dan Ace menertawakannya setiap kali ia membelinya, tapi itu tak masalah bagi Luffy. Buku-buku itu adalah bukti bahwa ingatannya adalah sesuatu yang nyata.

Luffy tak bisa menahan dirinya untuk datang saat ia mengetahui Usopp mengadakan acara jumpa penggemar dan menandatangani bukunya. Ia ingin melihat secara langsung bagaimana keadaan Usopp. Apakah ia baik-baik saja? Apa sekarang ia sudah punya banyak teman? Dan Luffy tidak kecewa. Usopp yang sekarang memiliki banyak pengikut (penggemar) dan ia tidak perlu berbohong tentang itu.

OoO

Luffy masih belum bisa menemukan Nami, tapi ia mengetahui Chopper sekarang adalah seorang dokter, Franky seorang arsitek, dan Robin adalah seorang arkeolog. Brook tentu saja menjadi seorang penyanyi terkenal. Luffy sempat datang ke salah satu konsernya, dan Luffy terharu saat mendengarkan Brook menyanyikan lagu Bink's Sake. Ia sudah lama tidak mendengarkan lagu itu, dan mendengarkan Brook menyanyikannya membuat Luffy teringat mimpinya tentang saat-saat bahagia mereka di masa lalu diatas kapal mereka.

Robin masih pintar seperti biasanya, dan masih juga terikat pada sejarah. Ia bisa bekerja dengan sesuatu yang disukainya tanpa sembunyi-sembunyi sekarang, dan Luffy ikut bahagia untuknya. Yah, tentu saja masih ada orang yang membencinya, tapi Luffy tak bisa membantu Robin secara hanya akan mendukung Robin dari jauh.

Luffy melirik komentar baru di blog milik Robin dan tersenyum. "Kelihatannya, Sanji ikut berkomentar."

OoO

Luffy merasakan firasat buruk itu lagi. Malam ini Sabo kembali menginap di kantornya. Luffy sendirian dan firasatnya tak enak. Ia sudah berusaha menghilangkannya dengan makan cemilan dan minum teh, tapi tetap saja ia merasakannya.

"Apa mungkin sudah waktunya?"

Luffy mengambil tas ransel yang disembunyikannya di lemarinya dan memasukkan seluruh uang tabungannya kesana. Ia juga mencari paspor-paspor miliknya dan Ace lalu memasukkannya juga kedalam tas. Setelah melakukan itu, barulah Luffy merasa sedikit tenang.

BLAM!

Pintu apartemen mereka dibuka dengan kasar. Luffy sudah bersiap-siap dengan kemungkinan terburuk, tapi ternyata yang datang hanyalah Ace.

Ace yang terlihat pucat dan amat sangat marah.

"Ada apa Ace?" Luffy bertanya dengan khawatir.

"Bajingan itu! Teach mengkhianati kami!"

Luffy merasa seakan ada Lapahn yang melompat-lompat dalam perutnya.

"La-lalu?"

"Dia menusuk Thatch dan membawa kabur senjata serta uang yang harusnya dibawa ke markas besar!" Ace menggeram marah.

"Bagaimana keadaan Thatch? Dan apa yang akan kau lakukan sekarang, Ace?" Luffy takut mendengar jawaban Ace, tapi ia memberanikan dirinya untuk bertanya.

"Ia dalam keadaan kritis sekarang. Aku akan mencari Teach dan menghukumnya dengan tanganku sendiri." Ace mengepalkan tangannya.

Tanpa sadar Luffy memegang kaos yang sedang dipakai Ace.

"Ja-jangan pergi, Ace!"

Ace terhenti sejenak. Mungkin ia bisa melihat Luffy yang ketakutan, karena ekspresi Ace melembut dan ia menepuk kepala Luffy pelan.

"Aku harus pergi Lu. Sabo akan menjagamu sementara aku pergi. Aku akan pulang begitu aku menemukan Teach. Aku janji padamu."

"Bagaimana jika kau tak kembali?"

"Aku pasti akan kembali."

Tak ada bujukan, paksaan, ancaman, bahkan permohonan yang bisa menahan Ace. Luffy tahu sejarah akan kembali berulang. Tapi kali ini ia tak akan membiarkannya. Ia akan menyelamatkan Ace, meskipun jika sebagai gantinya ia yang harus mati, ia tak akan membiarkan Ace mati sekali lagi dihadapannya.

OoO

"Portgas D. Ace atau yang lebih dikenal dengan nama Gol D. Ace yang juga merupakan putra tunggal dari Gol D. Roger ditangkap pada tanggal XX saat penelepon yang tidak dikenal menelepon kantor polisi terdekat dan memberi tahu keberadaannya. Saat ini dia sedang ditahan di penjara Impel Up sambil menunggu keputusan pengadilan untuk hukuman yang akan diterimanya."

OoO

Seorang laki-laki berambut hijau menjatuhkan gelas sake yang dipegangnya saat mendengar berita malam itu.

"Kau adalah kapten, karena itu kau tak boleh ragu. Jika kau ragu, kepada siapa kami akan bergantung?"

Seorang gadis tersedak jeruk yang sedang dimakannya ketika menonton berita malam.

"Selamatkan aku."

Seorang penulis novel hampir menjatuhkan laptopnya dalam ketergesaan untuk membesarkan volume televisi. Ia lupa kalau remotenya terletak disamping laptopnya.

"Bangkitlah! Jika kau tidak bangun, aku yang akan melawannya!"

Seorang koki mengumpat saat abu rokoknya jatuh di celananya karena ia terlambat membuangnya. Ia terlalu fokus dengan berita sampai-sampai ia lupa untuk membuang abu rokoknya.

"Hei, apa kau percaya All Blue itu nyata?"

Seorang dokter muda hampir meledakkan tabung kimia dihadapannya saat ia salah memasukkan takaran larutan kedalam tabung itu. Tangannya terhenti saat ia mendengar berita di televisi yang baru saja dinyalakan oleh ibu angkatnya.

"Terima kasih untuk tawaranmu, tapi aku hanyalah seekor rusa kutub! Dan hidungku biru! Aku bukan manusia!"

Seorang arkeolog menjatuhkan remote yang sedang dipegangnya.

"Izinkan aku mengarungi lautan bersama kalian!"

Seorang arsitek hampir saja menghancurkan desainnya dengan air mata yang terus menetes saat ia mendengarkan berita dari radio di atas mejanya.

"Impianku adalah membuat sebuah kapal yang akan mengarungi seluruh lautan!"

Seorang penyanyi terkenal memutuskan senar biolanya saat ia menggeseknya terlalu keras. Ia tak menduga akan mendengarkan hal itu di berita yang ditontonnya.

"Dia adalah orang yang akan menjadi raja bajak laut!"

Seorang pemuda berambut hitam menyandang ranselnya.

"Aku harus bersiap."

OoO

Delapan tempat yang berbeda, delapan orang yang berbeda, di waktu yang sama, mengucapkan hal yang sama.

"Luffy."

Mereka mengingatnya. Mereka mengingat kembali pemimpin mereka, orang yang membuat mereka rela mengorbankan segalanya. Sudah waktunya bagi mereka untuk pulang.

Sang kapten saat ini membutuhkan mereka.

OoO


Part terakhir dari This Time, Again~

Thanks as always to sgiariza, Anonim18, Ardie agregor, Ramii KY, Kitsune857, Blank, Hikaru Rikou, dan aku untuk reviewnya~

Maaf . . . Little Chomper jarang update. Saat ini Little Chomper sedang menyelesaikan skripsi, dan sibuk di kampus. Little Chomper akan kembali lagi bulan Oktober nanti.

Terima kasih untuk dukungannya! :D